• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 3.06. Profil Staf Akademik yang Sedang Studi Lanjut (Degree)

Dalam dokumen JATI DIRI PROGRAM STUDI (Halaman 91-101)

Pendidikan

Terakhir Jumlah Staf

Jumlah Staf Yang Sedang Studi Lanjut Presentase ( % ) 1 2 DN LN 4 S-0 - - - - S-1 - - - - S-2 3 1 2 21.43 S-3 11 11 - 78.57 Jumlah 14 12 2 100 %

3.1.4.1.b. Pelatihan :

Termasuk di dalam program pelatihan tenaga dosen ini adalah;

1. TOT (Training of Tutor) dan TOI ( Training of Instructor) (DP 03.04: Daftar Peserta Training of Tutor/Training of Instructor)

Sejak tahun 2001 sampai sekarang, pelatihan Tutor dan Instruktur Ini telah memasuki tahap ke delapan. Kegiatan yang dilaksanakan di dalam pelatihan ini berupa: Ceramah, Peragaan, Praktek dan Diskusi.

3. AA Plus (DP 03.05: Daftar Peserta AA Plus dan PEKERTI)

Program Applied Approach Plus ini dilaksanakan untuk menghasilkan kualitas tenaga pengajar yang lebih professional. Profesionalitas tersebut antara lain berupa: Peserta, yang terdiri dari para dosen,

a. Mampu membuat GBPP (Garis-garis Program Pengajar) dengan lebih baik b.Memiliki keterampilan mengajar secara lebih professional

c. Serta Memiliki keterampilan mengevaluasi hasil pendidikan 4. PEKERTI (DP 03.05: Daftar Peserta AA Plus dan PEKERTI)

Rekapitulasi jumlah dosen yang sudah mengikuti Akta V, AA dan pekerti ditampil kan didalam tabel berikut:

Tabel 3.07. Profil Golongan Kepangkatan dan Jabatan Akademik yang telah mengikuti pelatihan Akta V, AA/ Pekerti ( Data dari P4UA)

J a b a t a n Golongan Staf

Pengajar Ass. Ahli Lektor Lektor Kepala Guru Besar Jumlah

III/a 12 1 - - - 13 III/b 25 29 4 - - 58 III/c 1 2 30 - - 33 III/d - - 49 1 - 50 IV/a - - - 76 1 77 IV/b 1 - 1 35 8 45 IV/c - - - 18 9 27 IV/d - - - - 46 46 IV/e - - - - 13 13 Jumlah 39 32 84 130 77 362

Keterangan table 3.07:

Data dari P4 UA menyebutkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti AA/Pekerti sebanyak 132 orang,. Namun catatan dari Fakultas Kedokteran Unair ( MERSDU) riilnya sebanyak 255 yang terbagi atas AA sebanyak 206 orang dan Pekerti sebanyak 49. Perbedaan catatan ini mungkin karena di FK sendiri telah dilakukan kursus AA dan Pekerti yang tak tercatat pada buku P4UA, juga karena perbedaan dalam pencatatan mereka yang memiliki : NIP 140, atau peserta PPDS I. Kemungkinan yang lain adalah juga ada pencatatan nama nama yang dobel, atau yang telah pensiun

3.1.4.1.c. Sabbatical Leave ( Cuti panjang/bepergian):

Dosen mempunyai hak cuti panjang sesuai kekentuan pegawai negeri sipil, dan dapat dimanfaatkan sesuai kepentingan masing-masing.

Selain itu, bentuk jaminan kesejahteraan lainnya adalah perlunya masa istirahat bagi tenaga dosen. Masa istirahat atau cuti ini diperlukan, setidaknya untuk bisa memulihkan kemampuan setelah lelah beraktivitas.

Masa istirahat ini di FK Unair, bisa berupa istirahat mingguan (Sabtu dan Minggu), masa libur Hari-hari raya agama, cuti tahunan, cuti melaksanakan ibadah agama, cuti nikah, cuti hamil dan cuti persalinan bagi dosen wanita (DP 03.06: Permohonan Cuti Dosen dan karyawan).

3.1.4.1.d. Partisipasi dalam kegiatan ilmiah

Para dosen diberi kesempatan secara aktif untuk rutin mengikuti kegiatan ilmiah baik berupa seminar ilmiah, lokakarya, penataran, workshop, pagelaran, pameran, peragaan dll. Baik di dalam maupun di luar negeri. Daftar nama-nama dosen serta kegiatan ilmiah yang diikuti bisa dilihat di dalam (DP 03.07: Daftar dosen serta kegiatan ilmiah yang diikuti).

Partisipasi dosen di bidang ilmiah ini perlu dan harus terus ditingkatkan, mengingat perkembangan ilmu yang semakin hari semakin cepat. UPeDDi sebagai pusat layanan data informasi FK Unair, akan sangat membantu di dalam hal ini. UPeDDi bisa melakukan searching sesering mungkin untuk dapat melihat informasi kegiatan ilmiah dalam dan luar negeri. Terutama kegiatan ilmiah yang diselenggarakan oleh berbagai sponsor internasional yang kebanyakan malah membiayai seluruh biaya perjalanan dan akomodasi para pesertanya. Hasil searching

3.1.4.1.e. Berbagai bentuk magang

Terasa mudah untuk dimaklumi bahwa FK Unair bukanlah satu-satunya fakultas kedokteran yang berjaya di negeri ini, apalagi di dunia internasional. Beberapa fakultas kedokteran, semisal FK UI, FK UGM, FK Undip dan tak kalah menariknya FK Unpad serta FK Unibraw mempunyai beberapa nilai lebih di bidang-bidang tertentu dibandingkan FK Unair. Akan terasa jauh menguntungkan bila diantara kelebihan-kelebihan yang ada tersebut saling dipertukarkan, diramu lagi di masing-masing fakultas disesuaikan dengan visi dan misi fakultas setempat, serta beberapa kondisi spesifik lain yang menyertai. Untuk maksud tersebut, kiranya program magang dalam masa-masa tertentu sangatlah diperlukan.

Dengan program magang tersebut diharapkan nantinya, akan semakin menimbulkan pengaruh positif dari masing-masing FK yang ada di negeri ini, untuk saling memacu diri, saling berusaha memperbaiki diri, menuju prestasi optimal masing-masing. Sehingga, masing-masing FK nantinya mampu menunjukkan keunikan dirinya, dan mampu menampilkan potensi optimal dari keunikannya tersebut.

Program magang, tentu saja bisa dilakukan dengan FK universitas di luar negeri, dan hal tersebut sudah dilakukan FK Unair menyangkut bidang-bidang keahlian tertentu, semisal dengan Universitas di Belanda, Jerman, Prancis, Australia, dsb. (DP 03.08: Daftar dosen magang di FK Unair dan dosen FK Unair magang didalam atau di Luar Negeri).

Banyak tenaga dosen dari Fakultas Kedokteran lain seperti Universitas Jember, Universitas Cendrawasih, Universitas Mulawarman yang magang di FK Unair.

Sebaliknya, banyak juga dosen dari FK Unair yang magang di Universitas di luar negeri seperti Jepang, Belanda, Jerman.

3.1.4.2. Jaminan Kesejahteraan, meliputi aspek: 3.1.4.2.a. Layanan kesehatan :

Guna menunjang kesejahteraan dosen maupun tenaga kependidikan maka dibentuklah Klinik Dokter Keluarga melalui Surat Keputusan Dekan FK Unair No : 944/J03.1.17/SK/2001 tentang Pembentukan Personalia Pengelola Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (DP 03.09: Surat Keputusan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga No.: 944/ J03. 1.17/SK/2001

Tentang Pembentukan Personalia Pengelola Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga)

Sangat baik bila bisa diusahakan semacam card khusus bagi seluruh tenaga dosen atau tenaga kependidikan FK Unair, agar bisa mendapatkan pelayanan secara khusus di RS Dr. Soetomo, sebagai mitra pendidikan FK Unair. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu kesejahteraan tenaga dosen dan tenaga kependidikan di bidang kesehatan. Untuk maksud tersebut diperlukan letter of intents antara Dekan FK Unair dan Direktur Rumah Sakit Dr. Soetomo.

3.1.4.2.b. Bantuan pendidikan untuk keluarga :

FK Unair juga memberikan bantuan Beasiswa dari IKOMA, dengan persyaratan tertentu untuk pemberian beasiswa tersebut (DP 03.10: Persyaratan penerimaan beasiswa dari IKOMA dan DP 03.11: Daftar nama penerima beasiswa dari IKOMA).

3.1.4.2.c. Tunjangan pendidikan : Beasiswa BPPS.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh S3 dan S2, tersedia beasiswa BPPS dengan persyaratan penerimaan tertentu (DP 03.12: Persyaratan penerimaan beasiswa dari BPPS dan DP 03.13: Daftar nama penerima beasiswa BPPS).

3.1.4.2.d. Pola pinjaman :

Koperasi FK Unair menyediakan pinjaman kepada anggotanya yaitu para dosen dan tenaga kependidikan (DP 03.14: Formulir peminjaman uang koprasi). Disamping itu, FK Unair mengadakan kerjasama secara khusus dengan Bank BNI dan Bank Niaga untuk mempermudah karyawan mendapatkan kredit. Dilakukan kerjasama pula secara khusus antara Bank Niaga dengan IKA Unair.

3.1.4.2.e. Asuransi

Setiap dosen di lingkungan FK Unair secara otomatis menjadi peserta ASKES oleh karena semua dosen maupun tenaga kependidikan tetap di lingkungan FK Unair adalah Pegawai Negeri Sipil

Selanjutnya mengenai tabungan asuransi pensiun FK Unair mengacu pada Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor: 354/KMK.011/1980

tanggal 10 Juni 1980 (DP 03.15: Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor: 354/KMK.011/1980 tanggal 10 Juni 1980).

3.2. Tenaga Kependidikan (Tenaga Pendukung/Penunjang Akademik)

Saat ini jumlah staf pendukung tetap di FK Unair adalah 216 dan staf pendukung tidak tetap sebanyak 75 orang (ditampilkan dalam Tabel 3. 08 dan Tabel 3.09) untuk mahasiswa aktif 1625 orang, sehingga rasio staf pendukung tetap : mahasiswa = 1 : 7,52. Apabila diperhitungkan termasuk kehadiran tenaga pendukung tidak tetap, maka rasio staf pendukung (tetap dan tidak tetap) : mahasiswa = 1 : 5,58 (Tabel 3.09).

Tabel 3.08 Profil Golongan Kepangkatan Staf Pendukung Tetap

Golongan II Golongan III Golongan IV Jumlah

Tenaga Pendukung A B C D A B C D A B C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2001/2002 35 21 42 39 19 56 11 2 - 1 - 226 2002/2003 37 19 48 32 23 48 18 2 1 - - 228 2003/2004 37 24 41 26 34 48 18 3 1 - - 232 2004/2005 37 22 30 34 37 42 22 4 1 - - 229 2005/2006 27 26 22 30 44 37 26 3 1 - - 216 Keterangan :

Jumlah staf pendukung dari tahun ke tahun dapat dikatakan stabil

Tabel 3.09 Profil Golongan Kepangkatan Staf Pendukung Tidak Tetap.

Golongan II Golongan III Golongan IV Jumlah

Tahun A B C D A B C D A B C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2001/2002 - 1 - - 27 - - - 2 - - 30 2002/2003 - - - - 30 - - - 2 - - 32 2003/2004 - - - - 37 - 3 - 3 - - 43 2004/2005 - 2 - - 49 - 6 - 10 - - 67 2005/2006 1 5 - - 50 - 7 - 12 - - 75 Keterangan

Jumlah staf pendukung tetap dan tidak tetap ini merupakan jumlah keseluruhan staf pendukung, baik yang berada di Bagian maupun di Sekretariat (Tata Usaha) FK Unair

3.2.1. Kecukupan dan kualifikasi petugas perpustakaan.

Perlu diketahui bahwa perpustakaan di Universitas Airlangga (Unair) terdiri dari perpustakaan kampus B (pusat) dan perpustakaan kampus A. Perpustakaan kampus A yang berlokasi di tengah-tengah lokasi fakultas kedokteran (FK) secara khusus merupakan reperesentasi perpustakaan FK U nair, namun masih dikoordinasi langsung oleh perpustakaan kantor pusat. Sehingga secara struktur kepegawaian, seluruh karyawan di perpustakaan kampus A Unair dibawahi langsung oleh perpustakaan pusat. Konsekuensinya adalah, seluruh pegawai yang terlibat di dalam pelaksanaan keseharian perpustakaan kampus A tidak tercakup di dalam struktur kepegawaian FK Unair.

Untuk tujuan perhitungan di dalam rangka pengajuan akreditasi, bila dicantumkan pustakawan, maka yang dimaksud adalah petugas perpustakaan di kampus A namun secara struktural tidak termasuk di dalam struktur kepegawaian FK Unair. Jumlah petugas perpustakaan yang ada di kampus A seluruhnya ada 14 orang (Tabel 3.07; Tabel 3.08). Dari jumlah tersebut sejumlah 3 orang berlatar pendidikan S1 perpustakaan dan 3 orang berlatar belakang pendidikan D3 perpustakaan. Secara umum jumlah tenaga yang berlatar belakang pendidikan perpustakaan berjumlah 6 orang. Prosentasenya sama dengan 43% atau > 25%.

Tabel 3.10 Profil Golongan Kepangkatan Staf Pendukung Tetap Th. 2006

Catatan: tidak ada staf pendudukung tetap dan tidak tetap yang Pustakawan

Perpustakaan kampus A, merupakan salah satu sarana penunjang acuan pustaka bagi seluruh mahasiswa dan juga para staf pengajar, khususnya di dalam

Golongan II Golongan III Golongan IV Jumlah

Tenaga Pendukung A B C D A B C D A B C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pustakawan - - - - Laboran - 4 6 9 11 12 9 2 - - - 53 Teknisi 1 4 1 1 2 2 1 - - - - 12 Administrasi 8 17 14 20 31 23 16 1 1 - - 131 Lain-lain 18 1 1 - - - 20 Jumlah 27 26 22 30 44 37 26 3 1 - - 216

lingkungan FK Unair. Di samping itu, pada masing-masing bagian di dalam lingkungan FK Unair (terdiri dari 30 bagian), tersedia Ruang Baca yang sebenarnya lebih bermakna sebagai perpustakaan mini. Perpustakaan mini tersebut berisi antara lain acuan pustaka yang khusus terkait dengan bagian yang bersangkutan. Petugas yang mengelola Ruang Baca ini pada umumnya adalah seorang staf pengajar, dibantu satu atau dua orang staf pengajar lainnya di dalam bagian yang sama. Sehingga sebagai sarana perpustakaan mini, Ruang Baca tidak memiliki sarjana perpustakaan secara khusus. Namun keberadaan Ruang Baca ini tentu sangat besar maknanya bagi perkembangan disiplin ilmu pengetahuan khusunya yang terkait langsung dengan bagian yang bersangkutan. Karena di dalam Ruang Baca ini disediakan sarana acuan pustaka terbaru sesuai dengan disiplin ilmu bagian yang bersangkutan.

Sesuatu yang luar biasa di bidang perpustakaan ini telah dikembangkan FK Unair sejak bulan Februari tahun 2004, yaitu Airlangga Medical E-Library (DP 03.16: Brosur Airlangga Medical E-Library). Perpustakaan elektronik tersebut dikelola oleh Unit Pengelola Data Digital (UPeDDi) FK Unair. Seluruh bagian dan unit kerja FK Unair yang berada di kampus A dapat mengakses internet secara terintegrasi. Akses internet secara terintegrasi menggunakan jalur wireless ke Indonet Surabaya. Tata cara akses diatur dalam aturan Jaringan Edukasi Medika Airlangga (JEMARI), sebutan untuk local Area Network (LAN) FK. Melalui akses internet terintegrasi tersebut seluruh unit kerja FK Unair antara lain dapat memanfaatkan langsung koleksi ProQuest TM Medical Library (PML).

Airlangga Medical E-Library selain memanfaatkan koleksi PML, yang memuat jurnal ilmiah kedokteran terkini (full paper) yang jumlahnya lebih dari 250 jurnal, juga mengembangkan:

 Folia Medica Indonesia (FMI) on-line. FMI memuat jurnal ilmiah FK Unair yang sudah terdigitalisasi di website FK Unair dalam bentuk data bibliografis dan abstrak dari jurnal tersebut. FMI international on-line distribution merupakan upaya memperluas distribusi internasional jurnal ilmiah terbitan FK Unair.

 Integrasi pemanfaatan e-Library di dalam proses belajar mengajar, misalnya modul Evidence Based Learning (EBL), Evidence Based Medicine (EBM), Problem Based Learning (PBL), dsb.

 Layanan Airlangga Digital Library Network (ADLN) dan entry data koleksi 30 Ruang Baca FK unair. ADLN juga memuat koleksi pustaka yang dimiliki oleh berbagai fakultas di lingkungan Unair dalam bentuk data bibliografis dan abstrak.

Airlangga Medical E-Library dikelola oleh UPeDDi FK Unair sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pelayanan sistem dan informasi teknologi FK Unair. Untuk merangkum petugas UPeDDi FK Unair ke dalam format standar BAN-PT perlu merujuk data struktur petugas dan kualifikasi sesuai dengan poin 6 BAN-PT mengenai Sistem Informasi.

Mengingat begitu pesatnya perkembangan sarana perpustakaan di FK Unair, sebagaimana tercamtum di dalam uraian tersebut di atas, maka sudah selayaknya jika format baku yang sekarang dipopulerkan oleh BAN-PT perlu dikaji ulang dan perlu diadakan perbaikan. Tujuannya adalah agar model perpustakaan moderen yang sudah mendunia sebagaimana perpustakaan berbasis teknologi informasi ala FK Unair bisa terakomodasi dengan baik.

Mengenai kecukupan dan kualifikasi petugas perpustakaan, maka dapat disimpulkan bahwa petugas perpustakaan FK Unair sangatlah melampaui standar kecukupan sesuai format standar BAN-PT dengan kualitas yang sangat moderen.

3.2.2. Program pembinaan, pengembangan dan jaminan kesejahteraan

Kebijakan FK unair terhadap program pembinaan, pengembangan dan jaminan kesejahteraan bagi tenaga dosen, secara umum juga berlaku bagi tenaga kependidikan.

3.3. Kode etik atau pedoman disiplin kerja dosen dan tenaga kependidikan yang lengkap dan jelas, serta implementasinya

3.3.1. Kode Etik Dosen

Kode etik dosen secara normatif sudah termasuk di dalam penilaian pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 10 tahun 1979 Tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (DP 03.17: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 10 tahun 1979 Tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil). Namun demikian Fakultas Kedokteran Unair memandang perlu membentuk Unit bio etik tersendiri antara lain mengingat bahwa fakultas kedokteran Unair mengelola para petugas medis, di samping bertugas sebagai tenaga akademik, dan calon petugas medis.

Unit Bioetik dibentuk berdasarkan surat keputusan (SK) Dekan FK Unair No. 1353/J03.1.17/TU/2004 (DP 03.18: SK Dekan FK Unair No. 1353/J03.1.17/TU/2004 tentang pembentukan unit Bioetik). Salah satu tugas unit Bioetik tersebut adalah, melakukan evaluasi permasalahan etik, etika akademik dan etik profesi. Unit Bioetik FK Unair bertanggung jawab kepada Dekan dan secara periodik memberikan laporan kepada Dekan. Bentuk tanggung jawab Unit Bioetik antara lain berupa diterbitkannya Buku Kajian Bioetik (Diterbitkan oleh Airlangga University Press, Surabaya, 2005) (DP 03.19: Buku Kajian Bioetik (Diterbitkan oleh Airlangga University Press, Surabaya, 2005), yang berisi antara lain pedoman etik disiplin kerja dosen, mahasiswa dan interaksi antara keduanya. Di dalam buku tersebut juga dituangkan sanksi pelanggaran terhadap etik akademik.

Sebagai fakultas yang dikelola oleh para profesional medis (dokter) yang menjadi pendidik tenaga dokter maka menjadi kewjiban bagi seluruh dosen untuk mematuhi Kode Etik Kedokteran Indonesia (KEKI). Oleh karena itu KEKI juga merupakan standar etik di FK Unair.

Peraturan yang terkait dengan kode etik dosen lainnya adalah mengacu kepada Peraturan Universitas Airlangga nomor : 1365/J03/OT/2003 tentang Aturan Berperilaku di Kampus Universitas Airlangga (DP 03.20: Peraturan Universitas Airlangga nomor: 1365/J03/OT/2003 tentang Aturan Berperilaku di Kampus Universitas Airlangga).

Di samping beberapa peraturan yang terkait dengan kode etik di atas, FK Unair masih mempunyai lagi satu acuan etik yaitu Peraturan Universitas Airlangga nomor: 4537/J03/OT/1999 tentang Etika Akademik Universitas Airlangga (DP 03.21: Peraturan Universitas Airlangga nomor: 4537/J03/OT/1999 tentang Etika Akademik Universitas Airlangga).

Kode etik yang dianut di FK Unair dan ketentuan maupun SK yang mendasari cukup lengkap, mengatur kepantasan-kepantasan perilaku dan integritas serta sanksi dalam: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, cukup jelas da diimplementasi secara konsisten di FK Unair.

DAFTAR DOKUMEN PENDUKUNG

Dalam dokumen JATI DIRI PROGRAM STUDI (Halaman 91-101)