• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 2 . Simbol dan Fungsinya Operasional Harian

Dalam dokumen BAB III mas pri (Halaman 52-59)

Cara menghidupkan alat

1) Periksa kondisi dari tempat pembuangan (kosongkan jika penuh),

kertas printer dan kondisi dari rack (kosongkan loading dan unloading) 2) Nyalakan UPS, Printer dan ABX Pentra 80

3) Kemudian tekan tombool ALT+CTRL+DEL untuk memulai prose 4) Masukan Nama dan password perator dan beri tanda checklist (v) pada

semua pilihan yang tersedia kecuali untuk Auto Loader

Catatan: Pada alat yang stand by 24 jam maka proses Startup dilakukan secara otomatis sesuai dengan waktu setting yang diinginkan

5) Tekan tombol Startup . Biarkan alat melakukan proses Startup dan background cek. Startup dinyatakan Passed apabila

WBC ≤ 0,3 x103/mm3

b. RBC ≤ 0,03 x106/mm3

c. HGB ≤ 0,3 g/dl d. PLT ≤ 7 x103/mm3

e. LMNE ≤ 0,3 #

Catatan : Nilai start up dapat dilihat dengan menekan tombol

Log , Blank

6) Periksa kondisi dari reagent dengan menekan tombol Status dan ganti apabila jumlahnya tidak mencukupi.

7) Jalankan kontrol untuk mengetahui kondisi dari alat. Prosedur Menjalankan Kontrol

1. Keluarkan ABX Difftrol dari lemari pendingin, biarkan pada suhu kamar selama ± 15 menit dan homogenkan dengan perlahan.

2. Apabila menggunakan rack

• Letakan Difftrol pada Rack dengan posisi barcode menghadap keluar dan tempatkan pada rack loader, kemudian tekan tombol Start Rack Apabila tidak menggunakan Rack

• Tekan tombol Stat Mode , buka penutup dari tabung ABX Difftrol dan letakan pada tube holder. Masukan Lot Nb dari Difftrol pada kolom Sample ID

Kemudian tutup bagian penutup dari tube holder. 3. Tunggu beberapa saat dan lihat nilai yang keluar dari alat

4. Tekan tombol Quality Assurance → Quality

Control →QC Grid

5. Jika nilai yang keluar diluar nilai dari target dan ditandai dengan aktifnya tanda seru berwarna ungu, maka ulangi pemeriksaan dengan menghomogenkan kontrol

6. Jika hasil pemeriksaan ulang masih diluar target lakukan prosedur pembersihan alat (Clean Cycle) dan ulangi kembali

7. Jika hasil masih diluar target, ganti dengan kontrol baru

Prosedur menjalankan sampel 1). Sampel dengan barcode

Letakan sampel pada rack kemudian taruh pada rack loader • Tekan tombol Start Rack

2). Tidak menggunakan barcode

• Masukan data pasien dengan menekan tombol Worklist →Rack View

• Masukan No Rack dan tentukan posisi dari sampel pada rack

• Masukan data mengenai sampel, pasien dan jenis pemeriksaan; kemudian tekan OK

• Lanjutkan untuk posisi selanjutnya

• Letakkan rack pada posisi rack loader dan kemudian tekan tombol Start Rack

Pasien Emergency

• Tekan tombol Stat Mode

• Masukan data mengenai sampel dan jenis pemeriksaan pada kolom

• Letakan sampel pada tube holder dan tutup bagian penutup dari tube holder

Pada saat menggunakan Rack Mode, pemeriksaan dapat ditunda untuk mengerjakan pasien emergency dengan cara mengerjakan pada Stat Mode. Setelah hasil pada Stat Mode keluar, lanjutkan kembali pemeriksaan dengan menekan kembali tombol Start Rack untuk melanjutkan pemeriksaan yang tertunda

d. Melihat Hasil

• Tombol Run in Progress dapat memperlihatkan hasil dari sampel yang sedang diperiksa secara real time

• Hasil dari sample yang dilakukan pada hari yang sama dapat dilihat dengan menekan tombol Results

• Untuk melihat hasil pemeriksaan yang dilakukan pada hari sebelumnya dapat dilihat dengan menekan

tombol Archieve Mematikan alat

Tekan tombol Shutdown untuk mematikan alat

2. Tekan tombol Stop Windows apabila komputer juga akan dimatikan Penggantian reagent

Alarm untuk penggantian reagent dapat aktif untuk mengingatkan kondisi dari reagent yang tersedia. Apabila alarm aktif maka

• Tekan tombol untuk melihat reagent mana yang berada dalam keadaan low level

• Pilih reagent yang akan diganti

• Tekan tombol Edit , kemudian masukan Lot Nb dan level volume secara manual atau dengan scan barcode pada botol reagent.

• Tekan tombol OK

Apabila penggantian reagent terpaksa dilakukan sebelum alarm aktif, penggantian dapat dilakukan dengan cara

• Tekan Status , kemudian pilih jenis reagent yang akan diganti • Tekan Edit dan masukan Lot No dari reagent lalu

tekan OK Kalibrasi

2. Masukan nilai target dengan menekan Target → Edit 3. Kemudian masukan data dari kit insert ABX Minocal, kemudian

tekan OK

4. Tekan Stat mode , letakan minocal pada tube holder dan tutup pintu dari tube holder

5. Lakukan sebanyak 4 kali kemudia pilih 3 hasil terbaik 6. Tekan Automatic Calculation

Prosedur setting nilai QC

Quality Assurance → Quality Control → Target → Control name , tentukan no kontrolyang akan digunakan (CBC : 1 – 12, Diff : 13 – 24) → Tekan Edit

• Apabila menggunakan data dari disket i. Tekan floppy disk

ii. Pilih jenis kontrol, tekan OK

• Apabila memasukan target secara manual • Masukkan tanggal Exp date

• Masukkan nilai target dari kit insert yang ada pada kit insert 4. Perawatan

a) Perawatan harian

• Start up dan Stand by

Start up dan Stand by merupakan prosedur maintenance harian dari ABX Micros

b) PerawatanMingguan • Membersihkan Chamber

1. Lakukan proses Drain Chambers (Service ,Super User ,Hydraulic System )

2. Kemudian tekan Drain chambers lalu All

3. Buka bagian penutup pneumatic dari alat dan penutup dari chambers 4. Bersihkan bibir dari chamber dengan menggunakan tissue tanpa serat

yang dibasahi dengan Minoclair.

5. Tutup kembali penutup chambers dan penutup depan dari alat • Membersihkan jarum sample

Jalankan pemeriksaan dengan Larutan Minoclair sebagai sampel pasien sebanyak 3 kali

5. Spesifikasi

a) Kecepatan: 80 tes / jam b) 26 parameters:

WBC, RBC, HCT, HGB, MCV, MCH, MCHC, PLT , PCT, PDW, RDW, MPV, Lymphocytes(#&%), Monocytes(#&%), Neutrophile(#&%), Eosinophile(#& %), Basophile(#&%), Atypical Lymphocytes(#&%), Large Immature Cells (#& %)

c) Sample Volume: CBC= 10 uL, DIFF= 53uL

d) Identifikasi: alphabetical & numerical (sampai dengan 16 karakter) e) Layar: LCD touchscreen

f) Otomatisasi: startup, shut down, cleaning g) Metode Pengukuran:

WBC and RBC : Impedance method

WBC : Counted in 2 separated channels using 2 different methods HGB : Cyanmethemoglobin method

5 Diff : Double hydrodynamic focusing, Impedance method for the cell volume, Cytochemistry

h) Memory : 10.000 tes i) Dimensi: 82 x 57 x 54 cm.

Berat: 55 kg

j) Daya Listrik: max 230 VA k) Printer: External printer

l) RS-232 series port, 2 USB port m) Linierity: WBC 0 - 120 x 103/mm3 RBC 0 - 8 x 106/mm3 HGB 0 - 24 g/dL PLT 0 - 1900 x 103/mm3 n) Visible Range: WBC 0 - 550 x 103/mm3 RBC 0 - 18 x 106/mm3 HGB 0 - 30 g/dL PLT 0 - 5500x103/mm3 o) Precision (CV%): WBC ≤ 2 RBC ≤ 2 HGB ≤ 1 PLT ≤ 5

p) Reagent: ABX Diluent ABX Alphalyse ABX Cleaner ABX Basolyse ABX Eosinofix BAB V PENUTUP A. Simpulan

1. Praktek Kerja Lapangan merupakan

progam yang mahasiswa dan mahasiswi untuk dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan maupun praktek di kampus dan rumah sakit.

2. Selama mengikuti Praktek Kerja

Lapangan Mahasiswa memperoleh ilmu pengetehuan , wawasan serta pengalaman yang akan bermanfaat pada dunia pekerjaan terutama didalam lingkup rumah sakit

B. Saran

1. Kerjasama intitusi dengan pihak rumah sakit sangat membantu kegiatan praktek kerja lapangan. Kerjasama ini diharapkan terus berjalan dengan baik dan perlu ditingkatkan.

2. Peningkatan kegitan perkuliahan akan memperbaiki kondisi serta meningkatkan mutu pendidikan yang ada saat ini.

3. Ketrampilan dan kreatifitas mahasiswa dapat ditingkatkan melalui penambahan dan peningkatan mutu mata kuliah praktek dan teori.

4. Untuk meningkatkan mutu mahasiswa sebagai calon teknisi maka hendaknya bidang pendidikan lebih menfokuskan terhadap mata kuliah teknik medis dan mata kuliah yang masih berkaitan

Dalam dokumen BAB III mas pri (Halaman 52-59)

Dokumen terkait