HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Tahap Develop (Pengembangan) a Validasi Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS yang telah disusun berdasarkan rancangan awal pada tahap sebelumnya, kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Masukan- masukan dari dosen pembimbing terhadap rancangan awal perangkat pembelajaran digunakan untuk memperbaiki perangkat pembelajaran yang dikembangkan untuk kemudian divalidasi oleh
95 ahli materi, ahli media dan guru matematika. Validasi digunakan untuk mengetahui kualitas kelayakan perangkat pembelajaran sebelum dilakukannya uji coba. Hasil validasi kemudian dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai masukan sehingga didapatkan rancangan perangkat pembelajaran yang telah direvisi sesuai saran.
b. Uji Coba
1) Setting Uji Coba
Uji coba ini dilakukan di SMP Negeri 14 Yogyakarta yang terletak di Jalan Tentera Pelajar, Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April − Mei 2017.
2) Pelaksanaan Uji Coba
Uji coba LKS dilakukan terhadap siswa kelas VIIB SMP Negeri 14 Yogyakarta yang berjumlah 34 siswa. Proses uji coba dilaksanakan pada tanggal 12 April sampai dengan 13 Mei 2017 sebanyak 5 pertemuan.
Tabel 16 . Pelaksanaan Uji Coba
Pertemuan ke- Hari, Tanggal Waktu 1 Rabu, 12 April 2017 07.15 – 09.15 2 Sabtu, 15 April 2017 11.30 – 13.00 3 Khamis, 27 April 2017 07.15 – 09.15 4 Sabtu, 29 April 2017 11.30 – 13.00 5 Sabtu, 06 Mei 2017 11.30 – 13.00 6 Sabtu, 13 Mei 2017 11.30 – 13.00
96 Pembelajaran di kelas dilaksanakan oleh peneliti dan disaksikan oleh guru matematika SMP N 14 Yogyakarta dan observer dari mahasiswa UNY. Selama uji coba berlangsung, perbaikan pada produk tetap dilakukan sesuai kondisi siswa. Siswa secara aktif mengikuti pembelajaran di kelas. Adapun catatan-catatan selama penelitian berlangsung antara lain: 1) Pertemuan pertama
Siswa mengerjakan soal tes kemampuan awal Siswa diberi sedikit penjelasan terkait materi yang akan dipelajari
Siswa mengerjakan LKS 1, tentang pengertian segitiga, sifat-sifat, dan jenis-jenis segitiga. Sebagian siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan latihan tersebut. Saat mengerjakan uji kemampuan, siswa sudah bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan bantuan guru.
97 2) Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua siswa mempelajari tentang keliling dan luas segitiga yang terdapat dalam LKS 2. Dalam mengerjakan uji kemampuan secara mandiri, siswa mulai bisa menemukan informasi-informasi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Akan tetapi, sebagian siswa yang masih mengalami kesulitan.
Gambar 13. Hasil Pengerjaan Siswa di LKS 2 3) Pertemuan ketiga
Pada pertemuan ketiga, siswa mengerjakan LKS 3, tentang pengertian, sifat-sifat dan rumus keliling dan luas segitiga. Siswa mencoba mengerjakan latihan dalam LKS dengan teman-teman kelompoknya. Siswa mulai bisa mengidentifikasi soal meski membutuhkan waktu yang lebih lama. Meskipun demikian, ada siswa yang
98 tidak mengerjakan latihan bahkan banyak yang tidak hadir dikarenakan masih dalam suasana liburan.
Gambar 14. Kegiatan Siswa di Kelas
4) Pertemuan keempat
Siswa mencoba menyelesaikan uji kemampuan yang ada di LKS 4. Siswa sudah dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Kelompok yang dipilih mempresentasikan sebagai salah satu kegiatan mengkomunikasikan.
Gambar 15. Kegiatan Mengkomunikasikan 5) Pertemuan kelima
Siswa mencoba menyelesaikan kegiatan kelompok dan individu pada LKS 5. Sebagian besar siswa sudah dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Sebagian siswa sudah mulai memahami konsep bangun datar dengan baik. Meskipun demikian, ada beberapa siswa yang
99 masih kesulitan dalam memahami konsep sehingga sulit menyelesaikan masalah.
Gambar 16. Hasil Pekerjaan Siswa di LKS 5 c. Tes Prestasi Belajar Siswa
Tes prestasi belajar siswa dilakukan dua kali, yaitu tes kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam materi bangun datar sebelum diadakan kegiatan pembelajaran. Tes ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 April 2017. Tes hasil siswa dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diadakan kegiatan pembelajaran. Tes ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017. Kedua tes ini dilakukan selama 40 menit dengan jumlah soal 6 butir pada setiap tes. Bentuk soal tes evaluasi hasil belajar dapat dilihat pada lampiran C.6. Hasil dari tes ini kemudian digunakan untuk
100 mengukur keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
d. Penilaian Respon Siswa
Penilaian respon siswa dilakukan diakhir kegiatan pembelajaran setelah siswa menyelesaikan tes hasil belajar. Penilaian respon siswa dilakukan menggunakan instrumen angket respon siswa yang telah disusun pada tahap sebelumnya. Hasil penilaian angket respon siswa kemudian digunakan untuk mengetahui tingkat kepraktisan penggunaan LKS oleh siswa. B. Hasil Uji Coba Produk
Data hasil penelitian dan pengembangan ini terdiri atas dua kelompok data, yaitu data hasil validasi oleh dosen ahli dan guru serta data hasil uji coba di lapangan. Data hasil uji coba di lapangan terdiri atas data hasil tes kemampuan awal, data hasil tes hasil belajar siswa, dan data hasil respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan.
1. Data Hasil Validasi Instrumen Penilaian
Hasil validasi instrumen penilaian (penilaian RPP, LKS, angket respon siswa) dalam penelitian ini dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dengan perbaikan struktur kalimat dan penggunaan bahasa pada beberapa poin dalam deskripsi dan pada butir pertanyaan.
2. Data Hasil Validasi Instrumen Tes
Hasil validasi instrumen tes dalam penelitian ini dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dengan perbaikan pada beberapa bagian soal.
101 3. Data Hasil Validasi RPP
Validasi RPP dilakukan oleh dua dosen ahli yang menilai kevalidan rancangan awal RPP dan seorang guru matematika SMP sebelum dilakukan uji coba. Berikut merupakan data hasil penilaian RPP oleh dua dosen ahli dan guru matematika.
Tabel 17. Data hasil penilaian RPP oleh dosen ahli dan guru matematika
Aspek Skor Rata-Rata Kriteria
Identitas 4,58 Sangat Baik
Rumusan indikator/rumusan tujuan 4,08 Baik Pemilihan materi 4,33 Sangat Baik Pendekatan dan metode
pembelajaran
4,08 Baik
Kegiatan pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
4,07 Baik
Pemilihan sumber/media belajar 4,00 Baik Penilaian hasil belajar 4,17 Baik
Berdasarkan pada tabel dapat diketahui bahwa rancangan awal RPP yang dikembangkan dinyatakan sangat baik dari aspek identitas dan pemilihan materi. Sedangkan dari aspek rumusan indikator/ rumusan tujuan, pendekatan dan metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran dengan pendektakan saintifik, pemilihan sumber/ media belajar, dan penilaian hasil belajar, RPP yang dikembangkan dinyatakan baik. Walaupun mendapatkan hasil penilaian dengan kriteria sangat baik dan baik, masih terdapat beberapa bagian dalam RPP yang perlu diperbaiki sehingga layak untuk diuji coba.
102 Berikut merupakan masukan dari ahli dan guru matematika beserta hasil perbaikannya:
1) Beberapa kalimat dalam indikator diperbaiki.
2) Menambahkan kolom keterangan pada kegiatan pembelajaran. 3) Pada instrumen penilaian hasil belajar, setiap soal disertakan
indikator pencapaian. 4. Data Hasil Validasi LKS
Validasi LKS dilakukan oleh dosen ahli materi dan ahli media dari jurusan pendidikan matematika FMIPA UNY dan seorang guru matematika dari SMP N 14. Lembar penilaian LKS terdiri atas 4 aspek yaitu kelayakan materi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan grafika. Hasil penilaian oleh dosen ahli disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 18. Data hasil penilaian LKS oleh dosen ahli dan guru matematika
Aspek Skor Rata-Rata Kriteria Kelayakan Isi 4,11 Baik Kelayakan Bahasa 4,12 Baik Kelayakan Penyajian 4,15 Baik Kelayakan Grafika 4,25 Sangat Baik
Berdasarkan pada tabel dapat diketahui bahwa rancangan awal LKS yang dikembangkan dinyatakan sangat baik dari aspek kelayakan grafika. Sedangkan dari aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian, LKS yang dikembangkan dinyatakan baik. Walaupun mendapatkan hasil penilaian dengan kriteria sangat baik dan
103 baik, masih terdapat beberapa bagian dalam LKS yang perlu diperbaiki sehingga layak untuk diuji coba.
Berikut merupakan masukan dari ahli materi dan guru matematika beserta hasil perbaikannya:
1) Beberapa kalimat yang menyatakan definisi dari suatu konsep diperbaiki agar tidak menimbulkan makna ganda atau salah arti. 2) Kalimat perintah dalam soal dibuat lebih komunikatif sehingga
lebih mudah dipahami siswa.
3) Menambahkan kegiatan mengkomunikasikan pada setiap LKS.
Sedangkan menurut ahli media dan guru matematika ada beberapa bagian dalam LKS yang perlu diperbaiki pula, berikut masukan beserta hasil perbaikannya:
1) Gambar pada sampul diperjelas resolusinya.
2) Gambar pendukung pada halaman pembuka diperbesar.
3) Beberapa soal perlu ditambahkan dan diperbaiki gambar ilustrasi sehingga siswa mudah dalam membayangkan.
4) Beberapa gambar perlu ditambah keterangannya. 5) Beberapa kalimat perlu diperbaiki susunannya.
6) Warna pada gambar diganti dengan warna yang lebih terang sehingga lebih menarik siswa.
5. Data Hasil Tes Siswa
Tes siswa dilaksanakan diawal dan diakhir pembelajaran materi bangun datar. Data hasil tes dapat dilihat pada Lampiran D.5 dan D.6. Berdasarkan hasil tes kemampuan awal dan tes hasil belajar,
104 didapatkan hasil bahwa hasil tes siswa mengalami peningkatan dari skor rata-rata 24,12 menjadi 60,02. Hal ini dapat dikategorikan peningkatan terjadi dari kualifikasi kurang ke baik.
Tabel 19. Data hasil tes siswa
Jenis Tes Skor Rata-Rata Kualifikasi Ketuntasan Kemampuan Awal 24,12 Kurang Tes hasil belajar 60,02 Baik
Dari tabel dapat disimpulkan bahwa LKS bangun datar dengan pendekatan saintifik efektif ditinjau dari prestasi siswa dengan kualifikasi tes hasil belajar adalah baik.
6. Data Respon Siswa
Data hasil angket respon siswa disajikan dalam tabel berikut. Tabel 20. Kualitas LKS berdasarkan respon siswa
Aspek Skor Rata-Rata Kriteria Kelayakan Isi 3,86 Baik Kelayakan Bahasa 3,90 Baik Kelayakan
Penyajian
3,91 Baik
Kelayakan Grafika 3,88 Baik Dari tabel dapat disimpulkan bahawa secara keseluruhan aspek, LKS yang dikembangkan mencapai kriteria baik. Dengan demikian, LKS bangun datar dengan pendekatan saintifik dikatakan praktis.
105 C. Revisi Produk
1. Revisi Produk I
a. Revisi RPP dari ahli materi dan guru matematika
Revisi RPP dilakukan berdasarkan hasil validasi oleh ahli dan guru matematika. Berikut rangkuman masukan dan hasil revisi terhadap butir dalam lembar validasi RPP dari penilaian ahli dan guru matematika.
1) Beberapa kalimat dalam indikator diperbaiki.
S e
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 17. Hasil Revisi Indikator Pencapaian Kompetensi
106 2) Menambahkan kolom keterangan pada kegiatan pembelajaran.
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 18. Hasil Revisi Langkah Pembelajaran dalam RPP 3) Menambahkan indikator pencapaian pada setiap soal.
Sebelum Revisi
Setelah Revisi Gambar 19. Hasil Revisi Instrumen Penilaian Hasil Belajar
107 b. Revisi LKS ahli materi dan guru
Revisi LKS dilakukan berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi dan guru. Berikut rangkuman masukan dan hasil revisi terhadap butir dalam lembar validasi LKS dari penilaian ahli materi.
1) Memperbaiki beberapa kalimat yang menyatakan definisi dari suatu konsep. S S e b e l u
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 20. Hasil Revisi Apersepsi
2) Kalimat perintah dalam soal dibuat lebih komunikatif sehingga lebih mudah dipahami siswa
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 21. Hasil Revisi Kegiatan 1
108 3) Menambahkan kegiatan mengkomunikasikan pada setiap LKS.
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 22. Hasil Revisi Kegiatan Mengkomunikasikan c. Revisi LKS dari ahli media dan guru
Revisi LKS dilakukan berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dilihat dari aspek kelayakan bahasa dan kelayakan grafika. Berikut rangkuman masukan dan hasil revisi terhadap butir dalam lembar validasi LKS dari penilaian ahli media dan guru.
1) Memperjelas gambar pada sampul.
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 23. Hasil Revisi Sampul LKS
109 2) Memperbesar gambar pendukung pada halaman pembuka.
S e b e l u m R
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 24. Hasil Revisi Halaman Pembuka
3) Menambahkan dan memperbaiki gambar ilustrasi pada beberapa soal sehingga siswa mudah dalam membayangkan.
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 25. Hasil Revisi Soal Permainan
110 4) Menambahkan keterangan pada beberapa gambar.
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 26. Hasil Revisi Soal Uji Kemampuan LKS 2
5) Beberapa kalimat perlu diperbaiki susunannya.
S e S e
belum Revisi Setelah Revisi Gambar 27. Hasil Revisi Soal Uji Kemampuan LKS 1
111 6) Mengubah warna pada gambar dengan warna yang lebih terang
sehingga lebih menarik bagi siswa. S e b e l u m R S e b e l
Sebelum Revisi Setelah Revisi Gambar 28. Hasil Revisi Latihan 1 d. Revisi Instrumen Tes dari ahli materi
Revisi Instrumen Tes dilakukan berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi. Berikut rangkuman masukan dan hasil revisi terhadap butir soal dalam Instrumen Tes dari penilaian ahli materi:
1) Perbaikan Kalimat
Sebelum Revisi Setelah Revisi
112 Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 30. Hasil Revisi Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa D. Pembahasan
Berdasarkan deskripsi hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran didasarkan pada model pengembangan 4D melalui tiga tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Setelah melalui ketiga tahapan tersebut, diperoleh produk akhir berupa perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan menggunakan Kurikulum 2013 edisi revisi pada materi Segitiga dan Segiempat siswa kelas VII SMP.
Pada tahap define (pendefinisian) diketahui bahwa perangkat pembelajaran dikembangkan pada semua Kompetensi Dasar materi Bangun Datar. Hasil analisis karakter siswa menunjukkan sebagian siswa telah mampu mengikuti pembelajaran matematika dengan baik dan mampu menyelesaikan soal-soal abstrak. Sesuai dengan teori perkembangan kognitif oleh Piaget.
113 Berdasarkan tahap design (perancangan), diketahui urutan dan banyaknya RPP dan LKS yang disusun memperhatikan materi prasyarat yang harus diberikan terlebih dahulu. Hal ini untuk mempermudah siswa dalam mempelajari materi sesudahnya. Rumusan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang digunakan sebagai dasar penyusunan perangkat pembelajaran diturunkan langsung dari dokumen Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah 2016 yang dikeluarkan oleh Mendikbud. Sedangkan indikator yang ingin dicapai merupakan penjabaran dari Kompetensi Dasar materi Bangun Datar.
Dari tahap develop (pengembangan), perangkat pembelajaran divalidasi dan direvisi sesuai dengan saran dari validator. Hasil validasi RPP menunjukkan bahwa RPP masuk dalam kategori sangat baik dengan skor 4,26. Secara khusus, langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dalam RPP masuk dalam kriteria baik dengan skor 4,07. Hasil validasi LKS menunjukkan LKS masuk kriteria baik dengan skor 4,17. Kesesuaian LKS dengan pendekatan saintifik masuk kriteria baik dengan skor 4,11. RPP dan LKS dengan pendekatan saintifik yang dikembangkan dinyatakan layak dengan kriteria kevalidan sangat baik dan baik untuk diujicobakan. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Kemdikbud bahwa buku yang telah disusun sesuai dengan isi/materi, penyajian, bahasa, dan grafika akan layak digunakan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan pembelajaran. Selain itu, RPP yang disusun juga telah sesuai dengan Kurikulum 2013.
114 Uji coba penggunaan RPP dan LKS dilakukan pada siswa kelas VII B SMP N 14 Yogyakarta. Selama uji coba berlangsung, ditemui banyak siswa yang kesulitan dan membutuhkan waktu yang lama dalam menemukan langkah penyelesaian masalah. Akan tetapi setelah dibantu dalam memahami konsep, siswa mampu menyelesaikannya dengan baik. Keadaan ini sesuai dengan pendapat Gagne (1970) bahwa amat sukar untuk membentuk konsep pada minda pelajar dan jika ia telah berlaku maka mudahlah pembelajaran itu dilakukan. (It will be difficult to emphasize the importance of concept learning for formal education. The acquisition of concepts is what makes learning possible.)
Pada akhir uji coba siswa merupakan subjek penelitian mengisi angket respon siswa. Dari hasil angket respon siswa lebih dari 70% siswa merespon positif penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Rata-rata skor respon siswa sebesar 3,88 yang menunjukkan klasifikasi baik. Berdasarkan klasifikasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik memenuhi aspek kepraktisan karena siswa merespon dengan baik penggunaan perangkat pembelajaran tersebut. Meskipun angket respon siswa menunjukkan hasil dengan kualifikasi baik, siswa masih memberikan masukan-masukan positif terhadap perbaikan LKS seperti penggunaan karakter bervariasi dan contoh soal diperbanyak lagi. Oleh karena itu, LKS yang dikembangkan tetap memerlukan revisi kembali guna menghasilkan LKS yang lebih baik.
115 Siswa mengerjakan tes kemampuan awal sebelum pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan mengerjakan tes hasil belajar saat pembelajaran selesai. Skor tes kemampuan awal dan tes hasil belajar digunakan untuk mengukur keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Hasil kedua tes menunjukkan sebagian besar skor siswa mengalami peningkatan meskipun beberapa siswa masih kurang maksimal. Hasil tes kemampuan awal menunjukkan rata-rata skor 24,12 dengan kriteria kurang. Sedangkan hasil tes belajar menunjukkan rata-rata skor 60,02 dengan kriteria baik. Dengan demikian, perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik efektif ditinjau dari peningkatan prestasi siswa.
Perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang dikembangkan, menuntun siswa untuk menyelesaikan masalah sesuai tahapan saintifik. Tahapan tersebut meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.
Berdasarkan hasil pembahasan, RPP dan LKS dengan pendekatan saintifik SMP Kelas VII yang dikembangkan layak digunakan dengan kriteria baik, praktis dan efektif.