HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
4. Tahap Implementation (Implementasi)
Tahap implementasi pada penelitian ini merupakan proses ujicoba perangkat pembelajaran matematika. Perangkat pembelajaran ini diimplementasikan dalam pembelajaran matematika kelas VIII SMP Negeri 7 Bojonegoro. Uji coba dilaksanakan mulai tanggal 10 Mei
124
sampai dengan 23 Mei 2014. Pembelajaran diikuti sebanyak 31 siswa kelas VIII G di sekolah tersebut. Sebelum implementasi dilakukan, peneliti melakukan beberapa persiapan yaitu:
a. Mempersiapkan pre-test dan post-test.
b. Memperbanyak soal pre-test dan post-test sebanyak 31 soal.
c. Memperbanyak LKS sebanyak jumlah siswa yang terdapat di kelas VIII G, yaitu sebanyak 31 LKS.
d. Mempersiapkan alat dan media yang dibutuhkan untuk setiap pertemuan.
Setelah semua persiapan selesai dilakukan, implementasi segera dilakukan. Berikut ini hasil dari setiap tahap implementasi.
a. Uji Coba Produk
Implementasi diawali dengan pembukaan yang berisi perkenalan peneliti dan berlanjut pada pengerjaan pre-test. Kemudian pada pertemuan berikutnya dilaksanakan pembelajaran dengan penggunaan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan. Pelaksanakan uji coba perangkat pembelajaran dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 28. Jadwal Pelaksanaan Uji Coba
No Materi Pelaksanaan
1 Pelaksanaan Pre-Test. Rabu, 10 Mei 2017
2 LKS 1. Unsur – Unsur dan Keliling Lingkaran
Jumat, 12 Mei 2017
125
No Materi Pelaksanaan
4 LKS 3. Sudut Pusat dan Sudut Keliling Lingkaran
Rabu, 17 Mei 2017
5 LKS 4. Panjang Busur dan Luas Juring Lingkaran
Jumat, 19 Mei 2017
6 Pelaksanaan Post-Test. Selasa, 23 Mei 2017
Pada tahap ini, peneliti mengujicobakan semua LKS pendekatan saintifik yaitu LKS 1 sampai LKS 4 pada materi lingkaran. Pada awal pertemuan, peneliti memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan tentang penelitian yang dilakukan. Kemudian, siswa mengerjakan pre-test materi lingkaran selama 2x40 menit. Pada akhir pengerjaan pre-test yang dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2017, setiap siswa dibagikan LKS yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Secara umum proses pembelajaran diawali dengan kegiatan pendahuluan yaitu guru membuka dan mempersiapkan siswa umtuk memulai pembelajaran. Kegiatan pembelajaran diawali dengan doa bersama, memeriksa kehadiran siswa, memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran, dan memberikan motivasi.
Pada awal pembelajaran, siswa diberi kesempatan untuk membaca dan memahami petunjuk – petunjuk dalam menggunakan LKS. Setelah itu, guru mempersilahkan siswa untuk mengerjakan apersepsi secara individu. Kemudian, guru mempersilahkan siswa untuk bergabung dengan kelompoknya untuk mengerjakan LKS.
126
Namun, ternyata siswa masih belum begitu memahami cara penggunaan LKS, sehingga guru harus membimbing siswa di awal pembelajaran.
Selanjutnya pelaksanaan kegiatan inti pembelajaran menggunakan langkah – langkah pembelajaran saintifik pada tahap pertama mengamati. Siswa mengamati masalah yang ada di LKS.
Pada tahap kedua, siswa bertanya secara langsung dalam kelas dengan teman kelompoknya, temas sekelasnya, serta kepada guru. Selain itu, dalam LKS telah disediakan kolom untuk mencatat pertanyaan apa saja yang muncul setelah siswa mengamati masalah sebelumnya.
Tahap ketiga adalah siswa mengumpulkan informasi terkait permasalahan yang disajikan. Pada tahap ini, siswa mengumpulkan informasi dengan melakukan kegiatan atau dengan menjawab pertanyaan yang ada. Kemudian pada tahap selanjutnya, siswa mengasosiasi informasi yang telah dikumpulkan. Dengan diskusi kelompok, siswa menjawab pertanyaan yang ada dalam LKS untuk membangun konsep matematika pada materi lingkaran. Pada tahap terakhir, siswa mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas. Siswa menyimpulkan hasil diskusi yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada kolom yang tersedia pada LKS.
Kegiatan terakhir adalah kegiatan penutup. Siswa secara individu mengerjakan tugas mandiri dan mengkomunikasikan tugas
127
mandiri di depan kelas. Selanjutnya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran hari ini. Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan informasi tentang materi selanjutnya dan memotivasi siswa untuk tetap semangat belajar. Kegiatan diakhiri dengan berdoa bersama dan salam. Adapun catatan – catatan selama penelitian berlangsung adalah sebagai berikut.
Pada pertemuan pertama yaitu Rabu, 10 Mei 2017, peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang penelitian. Selanjutnya, siswa mengerjakan pre-test untuk mengetahui prestasi awal siswa. Pada akhir pengerjaan pre-test, siswa diberikan LKS yang nantinya akan digunakan dalam proses pembelajaran.
Pada pertemuan kedua yaitu Jumat, 12 Mei 2017, siswa terbagi menjadi 7 kelompok pada kelas VIII G. Sebelum masuk pada proses pembelajaran, terlebih dahulu siswa diberikan penjelasan mengenai bagian – bagian LKS dan petunjuk penggunaan LKS. Pada pertemuan ini, proses pembelajaran tidak mengalami banyak hambatan, tetapi ada beberapa langkah yang harus dibantu oleh guru. Siswa terlihat aktif berdiskusi dengan kelompoknya masing – masing. Hambatan yang ditemui peneliti adalah kurangnya waktu, sehingga tugas mandiri tidak bisa dikerjakan di kelas. Sebagai gantinya, tugas mandiri dijadikan sebagai PR.
Pertemuan ketiga yaitu Selasa, 16 Mei 2017, siswa mulai terlihat beradaptasi untuk mengikuti proses pembelajaran menggunakan
128
LKS yang telah dikembangkan. Hambatan yang ditemui peneliti adalah beberapa kelompok lupa membawa jangka dan lem untuk menempelkan kertas agar bisa menemukan rumus luas lingkaran. Akhirnya, ada beberapa siswa berjalan – berjalan ke kelompok lain untuk meminjam jangka dan lem. Solusi dari masalah tersebut adalah guru meminjamkan jangka dan lem untuk kelompoknya yang lupa membawa kepada kelompok yang mempunyai lebih dari satu jangka dan satu lem.
Pertemuan keempat yaitu Rabu, 17 Mei 2017, siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk mempelajari materi tentang sudut pusat dan sudut keliling lingkaran. Siswa sangat mudah dalam mengikuti dan memahami materi pembelajaran. Peneliti memfasilitasi siswa agar siswa aktif dan mandiri. Siswa dapat menyelesaikan tugas mandiri yang ada dalam LKS dengan baik.
Pertemuan kelima yaitu Jumat, 19 Mei 2017, siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk mempelajari materi tentang panjang busur dan luas juring lingkaran. Hambatan yang ditemui peneliti adalah siswa merasa kesulitan untuk mengerjakan soal tugas mandiri. Solusi dari hambatan tersebut adalah peneliti membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah tugas mandiri.
Pertemuan keenam yaitu Selasa, 23 Mei 2017, siswa mengerjakan post-test untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa setelah menggunakan produk yang dikembangkan. Soal terdiri
129
dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang harus diselesaikan dalam waktu 2x40 menit. Data hasil post-test dapat dilihat pada lampiran. Hasil post-test ini kemudian digunakan untuk mengukur keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
Kegiatan selanjutnya adalah siswa mengisi angket respon siswa untuk mengetahui respon dan evaluasi perangkat pembelajaran yang telah digunakan selama proses pembelajaran. Data angket respon siswa dan guru dapat dilihat pada lampiran. Hasil angket respon ini kemudian digunakan untuk mengetahui kepraktisan penggunaan perangkat pembelajaran.
b. Analisis Data Hasil Uji Produk
1) Analisis Kepraktisan
a) Analisis Angket Respon Siswa
Angket respon siswa diisi oleh siswa pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2017 setelah post-test. Angket respon siswa digunakan untuk menilai kepraktisan LKS ditinjau dari kemudahan dan keterbantuan siswa dalam proses pembelajaran menggunakan LKS. Secara singkat, hasil angket respon siswa disajikan pada tabel berikut.
130
Tabel 29. Hasil Angket Respon Siswa
No Aspek Penilaian Rata-rata Kategori
1 Kemudahan 4,12 Baik
2 Keterbantuan 4,17 Baik
Rata-rata 4,15 Baik
Kesimpulan Baik
Respon siswa terhadap LKS yang telah digunakan menunjukkan kategori baik dengan skor rata-rata 4,15 dari skor rata-rata maksimal 5,00. Hasil analisis angket respon siswa secara rinci dapat dilihat pada Lampiran D. 3.
b) Analisis Angket Respon Guru
Angket respon guru diisi oleh guru pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2017. Angket respon guru digunakan untuk menilai kepraktisan perangkat pembelajaran. Secara singkat, hasil angket respon guru disajikan pada tabel berikut.
Tabel 30. Hasil Angket Respon Guru
No Aspek Penilaian Rata-rata Kategori
1 RPP 4,63 Sangat Baik
2 LKS 4,25 Sangat Baik
Kesimpulan 4,44 Sangat Baik
Respon guru terhadap perangkat pembelajaran yang telah digunakan dalam pembelajaran menunjukkan skor rata-rata 4,44. Berdasarkan pedoman klasifikasi penilaian
131
perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan, respon guru terhadap proses pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan menunjukkan kategori sangat baik.
c) Analisis Lembar Observasi Keterlaksanaan
Lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran digunakan untuk menilai kepraktisan RPP yang telah dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Secara singkat hasil observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 31. Hasil Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Keterlaksanaan Persentase Rata-rata Kategori
RPP 1 86,67 Sangat Baik
RPP 2 100 Sangat Baik
RPP 3 93,33 Sangat Baik
RPP 4 93,33 Sangat Baik
Rata-rata 93,33 Sangat Baik
Hasil lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran selama kegiatan pembelajaran menggunakan RPP yang telah dikembangkan menunjukkan kategori sangat baik dengan persentase 93,33 %.
Klasifikasi angket respon siswa yang memenuhi kriteria baik, klasifikasi angket respon guru yang mmemenuhi kriteria
132
sangat baik, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang memenuhi kriteria sangat baik, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan memiliki kualitas praktis.
2) Analisis Keefektifan
Analisis keefektifan dilakukan untuk menentukan kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil tes prestasi belajar matematika siswa dengan KKM 75. Tes prestasi belajar matematika siswa terdiri dari pre-test dan post-test. Pre-test dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Mei 2017. Sedangkan post-test dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Mei 2017. Tabulasi hasil tes prestasi belajar matematika siswa dapat dilihat pada lampiran. Secara singkat, hasil tes prestasi belajar matematika siswa ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 32. Analisis Tes Prestasi Belajar Matematika Siswa
No Perhitungan Skor
Pre-test Post-test
1 Nilai terendah 29 70
2 Nilai tertinggi 61 91
3 Simpangan baku 5,95 5,28
4 Rata-rata nilai prestasi belajar matematika siswa
49,69 82,45
133
No Perhitungan Skor
Pre-test Post-test 6 Banyak siswa tidak
tuntas
31 4
7 Persentase ketuntasan 0 % 87,10 %
Berdasarkan hasil analisis nilai pretest dan posttest, diperoleh hasil persentase ketuntasan siswa pada post-test 87,10%, meningkat jika dibandingkan dengan persentase ketuntasan siswa pada pretest yaitu 0%. Rata-rata prestasi belajara matematika siswa pada pre-test dan post-test adalah 49,69 dan 82,45. Contoh pekerjaansiswa pada pre-test dan post-test serta hasil perhitungan pre-test dan post-test disajikan pada Lampiran D. 6.
Peningkatan persentase ketuntasan belajar sebesar 87,10% yang memenuhi kriteria sangat baik dan rata-rata tes prestasi belajar matematika siswa sebesar 82,45 yang memenuhi ktiteria baik menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.