METODOLOGI PENELITIAN
DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi dan Analisis Data Hasil Pengamatan a.Siklus I
3. Tahap Observasi
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru dan kolaborator melakukan penilaian proses dan kinerja kelompok. Kolaborator yang juga sebagai observer melakukan pengamatan terhadap kegiatan dan kinerja guru yang sekaligus sebagai peneliti. Data hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran pada siklus I dimasukkan dalam lembar observasi berikut:
62
a. Lembar Observasi Guru
Kegiatan guru selama proses pembelajaran diamati observer dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi kegiatan guru selama proses pembelajaran sebagai berikut:
Tabel 4.4. Data Observasi Kegiatan Guru pada Pertemuan I
No. Aspek Penilaian
Skala
% 5 4 3 2 1
1. Keterampilan Membuka Pelajaran a. Memberikan tes awal (penjajagan) b. Mengkondisikan kesiapan kelas
dan kesiapan siswa. c. Apersepsi.
√ √ √
46,6%
2. Penggunaan Metode Eksperimen a. Membentuk kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dan materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa mempersiap-
kana lat-alat untuk melakukan eksperimen.
d. Membimbing siswa dalam merangkai alat-alat percobaan (eksperimen).
e. Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur pelaksanaan.
f. Meminta siswa untuk mengamati percobaan (eksperimen).
g. Meminta siswa untuk mengisi LKS berdasarkan hasil pengamatan.
h. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan (eksperimen).
i. Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan kesimpulan dari hasil percobaan.
√ √ √ √ √ √ √ √ √ 48,8%
No. Aspek Penilaian
Skala % 5 4 3 2 1
3. Kualitas Variasi Stimulus a. Gerak b. Suara c. Isyarat (gesture) d. Gaya interaksi e. Pemusatan perhatian f. Pengalihan indera √ √ √ √ √ √ 50%
4. Penggunaan media/alat bantu pembelajaran
a. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakannya.
b. Kesesuaian dengan indikator dan bahan ajar.
√ √
70%
5. Keterampilan Menutup Pembelajaran a. Merangkum kembali bahan
pelajaran yang disampaikan.
√ 80%
6. Evaluasi Pembelajaran a. Ketepatan alat evaluasi. b. Kesesuaian dengan indikator.
√
√ 80%
Rata-rata persentase 62,5 %
Kategori Baik
Tabel 4.5. Data Observasi Kegiatan Guru pada Pertemuan II
No. Aspek Penilaian
Skala
% 5 4 3 2 1 1. Keterampilan Membuka Pelajaran
a. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa.
b. Apersepsi. √
√
70%
2. Penggunaan Metode Eksperimen a. Membentuk kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dan materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa
mempersiapkan alat-alat untuk
√ √
64
melakukan eksperimen. d. Membimbing siswa dalam
merangkai alat-alat percobaan (eksperimen).
e. Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur pelaksanaan.
f. Meminta siswa untuk mengamati percobaan (eksperimen).
g. Meminta siswa untuk mengisi LKS berdasarkan hasil
pengamatan.
h. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan (eksperimen).
i. Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan
kesimpulan dari hasil percobaan.
√ √ √ √ √ √ 73%
3. Kualitas Variasi Stimulus a. Gerak b. Suara c. Isyarat (gesture) d. Gaya interaksi e. Pemusatan perhatian f. Pengalihan indera √ √ √ √ √ √ 73%
4. Penggunaan media/alat bantu pembelajaran
a. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakannya.
b. Kesesuaian dengan indikator dan bahan ajar.
√ √
70%
5. Keterampilan Menutup Pembelajaran a. Merangkum kembali bahan
pelajaran yang disampaikan.
√ 80%
6. Evaluasi Pembelajaran a. Ketepatan alat evaluasi.
b. Kesesuaian dengan indikator. √ √ 70% Rata-rata persentase 72, 6 %
Tabel 4.6. Data Observasi Kegiatan Guru pada Pertemuan III
No. Aspek Penilaian
Skala
% 5 4 3 2 1 1. Keterampilan Membuka Pelajaran
a. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa.
b. Apersepsi.
√
√ 90%
2. Penggunaan Metode Eksperimen a. Membentuk kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dan materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa
mempersiapkan alat-alat untuk melakukan eksperimen.
d. Membimbing siswa dalam merangkai alat-alat percobaan (eksperimen).
e. Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur pelaksanaan.
f. Meminta siswa untuk mengamati percobaan (eksperimen).
g. Meminta siswa untuk mengisi LKS berdasarkan hasil
pengamatan.
h. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan (eksperimen).
i. Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan
kesimpulan dari hasil percobaan. √ √ √ √ √ √ √ √ √ 84%
3. Kualitas Variasi Stimulus a. Gerak b. Suara c. Isyarat (gesture) d. Gaya interaksi e. Pemusatan perhatian f. Pengalihan indera √ √ √ √ √ √ 86%
4. Penggunaan media/alat bantu pembelajaran
66
a. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakannya.
b. Kesesuaian dengan indikator dan bahan ajar.
√ √
90%
5. Keterampilan Menutup Pembelajaran a. Merangkum kembali bahan
pelajaran yang disampaikan.
√ 80%
6. Evaluasi Pembelajaran a. Ketepatan alat evaluasi. b. Kesesuaian dengan indikator.
√
√ 100%
Rata-rata persentase 88,3 %
Kategori Sangat baik
Dari data tersebut di atas menunjukkan bahwa pada pertemuan ke-1, guru telah melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang tertera dalam RPP, namun masih ada beberapa langkah yang masih kurang maksimal, sehingga kegiatan yang dilakukan guru dikategorikan baik dengan persentase 62,5%. Pada pertemuan ke-2, kegiatan guru mengalami peningkatan sehingga diperoleh data 72,6%. Sedangkan pada pertemuan ke-3 mengalami peningkatan sebesar 88,3 %, sehingga diperoleh rata-rata persentase kegiatan guru pada siklus I adalah 74,5% dengan kategori baik.
b. Lembar Observasi Siswa
Dari hasil observasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen pada siklus I diperoleh data kegiatan kelompok siswa sebagai berikut:
Tabel 4.7. Data Observasi Kegiatan Kelompok Siswa pada Pertemuan I No Kelompok Merangkai alat percobaan Kesesuaian dengan prosedur Pengamatan Membuat kesimpulan Presentasi 1 I 2 2 3 2 2 2 II 2 2 2 3 3
No Kelompok Merangkai alat percobaan Kesesuaian dengan prosedur Pengamatan Membuat kesimpulan Presentasi 3 III 3 2 3 2 2 4 IV 3 3 3 2 3 Jumlah 10 9 11 9 10 Persentase 50% 45% 55% 45% 50%
Tabel 4.8. Data Observasi Kegiatan Kelompok Siswa pada Pertemuan II No Kelompok Merangkai alat percobaan Kesesuaian dengan prosedur Pengamatan Membuat kesimpulan Presentasi 1 I 2 3 2 2 2 2 II 3 2 3 2 3 3 III 3 3 3 3 2 4 IV 3 3 4 4 3 Jumlah 11 11 12 11 10 Persentase 55% 55% 60% 55% 50%
Tabel 4.9. Data Observasi Kegiatan Kelompok Siswa pada Pertemuan III No Kelompok Merangkai alat percobaan Kesesuaian dengan prosedur Pengamatan Membuat kesimpulan Presentasi 1 I 3 3 3 3 3 2 II 3 2 3 3 4 3 III 3 3 3 4 4 4 IV 4 4 4 4 3 Jumlah 13 12 13 14 14 Persentase 65% 60% 65% 85% 85%
Berdasarkan data observasi siswa di atas menunjukkan bahwa pada pertemuan I, kegiatan siswa rata-rata 49%, hal ini masih dikategorikan cukup.
68
Sedangkan pada pertemuan II mengalami peningkatan meskipun belum memuaskan dengan rata-rata 55%. Pada pertemuan I dan II, siswa masih belum terbiasa dengan metode eksperimen yang diterapkan oleh guru. Sedangkan pada pertemuan III sudah mulai terlihat peningkatan yang berarti dengan diperoleh rata-rata sebesar 72% dengan kategori baik.
c. Catatan Lapangan
Hal-hal yang terjadi selama proses pembelajaran dimuat dalam catatan lapangan sebagai berikut:
Tabel 4.10. Catatan Lapangan Siklus I
No
Hal-hal yang teramati dalam proses pembelajaran dengan metode eksperimen Tindakan Uraian Guru Siswa 1. Persiapan guru a. Menjelaskan tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen.
b. Menjelaskan urutan konsep yang harus dipelajari siswa.
a. Siswa terlihat belum mengerti.
b. Menyimak dengan antusias.
2. Persiapan kelas
a. Masih terlihat belum maksimal dalam mengkondisikan kelas. b. Persiapan alat praktikum
pada pertemuan pertama masih belum terorganisir namun pada pertemuan berikutnya mulai berjalan dengan baik.
c. Apersepsi pada pertemuan I masih belum terfokus, mulai fokus pada pertemuan berikutnya.
a. Siswa antusias belajar dengan metode eksperimen.
b. Masih bingung dengan alat- alat praktikum. c. Menyimak apersepsi
No Tindakan
Hal-hal yang teramati dalam proses pembelajaran dengan metode eksperimen Uraian Guru Siswa 3. Langkah lanjutan dan aplikasi
a. Masih belum maksimal dalam melaksanakan umpan balik dan me- nyimpulkan materi pembelajaran. b. Kurang dalam
memberikan kegiatan tindak lanjut lainnya. a. Memberikan soal tes siklus Isesuai dengan indikator.
a. Belum terbiasa menyim- pulkan materi yang dipelajari. b. Menanggapi tindak lanjut
yang diberikan guru.
c. Dalam mengerjakan tes siklus I, sebagian siswa masih terlihat bingung karena belum terbiasa.
Data hasil wawancara dengan siswa sebagai berikut:
Tabel 4.11. Data Hasil Wawancara Siswa
No Pertanyaan Jawaban
1. Apakah kamu merasa senang belajar IPA dengan metode eksperimen? Jika Ya, mengapa?
Sebagian besar siswa menjawab sangat senang belajar IPA dengan metode eksperimen.
Alasan mereka sebagian besar karena dengan menggunakan metode
eksperimen mereka dapat ikut
mempraktikkan/melakukan percobaan secara langsung.
2. Dalam mempelajari pelajaran IPA, metode pembelajaran manakah yang lebih kamu sukai, pembelaja- ran seperti biasa atau dengan metode eksperimen?
Sebagian besar siswa menjawab lebih menyukai pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen.
3. Apakah kamu merasa lebih mudah memahami pelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen?
Sebagian siswa menjawab lebih mudah memahami pelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen.
4. Apakah kamu setuju bila setiap pelajaran IPA menggunakan metode eksperimen?
Sebagian besar siswa menjawab setuju menggunakan metode eksperimen pada setiap pembelajaran IPA.
70
a. Hasil Belajar Siswa
Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus I, dilakukan tes kemampuan siswa. Pada siklus I ini, setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, rata-rata hasil belajar siswa sebesar 69,44. Pembelajaran pada siklus I belum memenuhi ketuntasan belajar. Hal ini disebabkan masih ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 65. Pada siklus I ini siswa yang mencapai KKM sebanyak 12 dari 18 siswa atau persentase siswa yang telah mencapai KKM sebesar 66,67%. Hal ini belum memenuhi target yang diharapkan yaitu ketuntasan belajar mencapai 75 %.
4. Refleksi
Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, khususnya pada Konsep Cahaya mampu meningkatkan keaktifan siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Namun dalam pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen pada siklus I ini masih terdapat kekurangannya. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan. Adapun kekurangan dan perbaikan yang terdapat pada siklus I ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.12. Kekurangan dan Tindakan Perbaikan Siklus I
No Tindakan Kekurangan Perbaikan
1. Persiapan guru a. Dalam mempersiapkan bahan dan alat untuk praktikum pada pertemuan I, guru kurang maksimal, masih ada beberapa bahan yang kurang dan harus dipenuhi terlebih dahulu, padahal proses pembelaja- ran sudah berlangsung, sehingga proses pembelajaran kurang lancar.
a. Sebelum proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya semua bahan dan alat praktikum harus sudah dipersiapkan dengan baik.
2. Persiapan kelas
a. Siswa belum terbiasa dengan alat-alat praktikum.
b. Guru masih belum maksimal dalam mengkondisikan kelas.
a. Membiasakan siswa pada alat-alat praktikum melalui metode yang menunjang. b. Berusaha memaksimalkan
c. Melakukan apersepsi belum terfokus pada konsep materi.
c. Memfokuskan apersepsi pada konsep materi. 3. Penyajian a. Guru kurang mengarahkan dan
membimbing siswa dalam praktikum.
b. Guru kurang memperhatikan waktu dalam proses
pembelajaran.
c. Siswa kurang pandai dalam merangkai alat eksperimen. d. Dalam berksperimen, siswa
kurang berurutan seperti yang ada dalam prosedur
pelaksanaan.
e. Siswa belum sempurna dalam membuat kesimpulan hasil percobaan.
f. Siswa masih kurang berani dalam melakukan presentasi hasil percobaan.
a. Meningkatkan bimbingan pada siswa dalam praktikum. b. Lebih memperhatikan alokasi
waktu dalam proses pembelajaran.
c. Member bimbingan kepada siswa dalam merangkai alat eksperimen.
d. Membimbing siswa untuk melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur pelaksanaan e. Membimbing siswa untuk
membuat kesimpulan. f. Memberi motivasi kepada
siswa agar berani dalam melakukan presentasi.
4. Langkah lanjutan dan aplikasi
a. Siswa masih terlihat ragu-ragu dalam menyimpulkan materi. b. Guru kurang dalam memberikan
kegiatan tindak lanjut lainnya
a. Membimbing siswa agar terbiasa dalam
menyimpulkan pelajaran. b. Lebih aktif lagi dalam
memberikan tindak lanjut.
Dari keterangan di atas terlihat bahwa dalam pembelajaran menggunakan metode eksperimen masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Hal ini menunjukkan siswa dan guru pada siklus I ini masih kurang optimal. Untuk itu perlu adanya tindak lanjut guna mengoptimalkan kegiatan siswa dan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen.
5. Keputusan
Pada pelaksanaan siklus I, berdasarkan tes kemampuan siswa yang telah dilaksanakan selama proses pembelajaran, hasil belajar siswa belum memenuhi indikator yang peneliti harapkan, yaitu 75 % siswa memiliki nilai yang mencapai KKM sekolah. Pada siklus I ini hanya 12 siswa dari 18 siswa yang mencapai nilai KKM atau 66,67%. Dalam hal ini perlu dilakukan tindak lanjut proses pembelajaran siklus berikutnya untuk perbaikan hasil belajar siswa sehingga
72
mencapai target yang telah ditentukan. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian kelas ini pada siklus II.
b. Siklus II
1. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus II ini merupakan perbaikan dari tindakan pembelajaran yang dilakukan pada siklus I. Perbaikan dimulai dengan menyiapkan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen yang sedikit berbeda dengan siklus I. Perbaikan dimulai dengan memberikan penjelasan yang lebih detail kepada siswa tentang langkah-langkah yang harus dilakukan siswa dan peralatan eksperimen yang harus dipersiapkan guru serta pengkondisian kelas yang lebih baik. Langkah selanjutnya peneliti menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi, catatan lapangan, menyiapkan soal pretes dan postes serta perlengkapan eksperimen.
Adapun materi pembelajaran yang diberikan pada siklus II ini adalah KD 6.2. yaitu membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Indikator pada pembelajaran di siklus II ini yaitu: (1) menyebutkan 3 contoh karya/model yang dibuat berdasarkan sifat-sifat cahaya, (2) menyebutkan bahan-bahan pembuatan kaca pembesar dari air, (3) menyebutkan bahan-bahan pembuatan spektrum cahaya, (4) menjelaskan langkah-langkah pembuatan kaca pembesar dari air, (5) menjelaskan langkah-langkah pembuatan spektrum cahaya, (6) membuat kaca pembesar dan spektrum cahaya sederhana.
2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 3 Mei 2014. Pada tahap ini guru masih menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen yang telah disusun dalam RPP. Kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas.
a. Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama, indikator yang digunakan adalah (1) menyebutkan 3 contoh karya/model yang dibuat berdasarkan sifat-sifat cahaya, (2) menyebutkan bahan-bahan pembuatan kaca pembesar (lup) dari air, (3) menjelaskan langkah-langkah pembuatan kaca pembesar dari air, (4) membuat kaca pembesar dari air. Adapun langkah-langkah kegiatan guru dan siswa pada pertemuan pertama siklus II sebagai berikut:
Tabel 4.13. Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus II Pertemuan I
No Langkah-langkah Kegiatan
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. Tahap Persiapan Guru a. Menjelaskan tujuan pembelajaran
dengan menggunakan metode eksperimen.
a. Menyimak penjelasan guru.
2. Tahap Persiapan Kelas a. Mengkondisikan kesiapan siswa
dan kesiapan kelas.
b. Melaksanakan apersepsi tentang materi yang akan diajarkan melalui tanya jawab.
a. Duduk di kursi masing-masing dengan tertib.
b. Menanggapi apersepsi yang diberikan guru.
3. Tahap Penyajian
a. Membentuk kelompok siswa menjadi 4 kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dari materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa mempersiap-
kan alat-alat untuk melakukan eksperimen pembuatan kaca pembesar dari air.
d. Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai prosedur pelaksanaan.
e. Meminta siswa melakukan
pengamatan pada objek percobaan. f. Meminta siswa berdiskusi dengan
kelompok dan mengisi LKS berdasarkan hasil pengamatan.
a. Membentuk kelompok sesuai yang disarankan guru.
b. Memperhatikan penjelasan guru.
c. Mempersiapkan alat-alat eksperimen yang sudah disediakan guru. d. Melakukan eksperimen
sesuai prosedur pelaksanaan. e. Mengamati objek percobaan. f. Berdiskusi dengan kelompok masing-masing dan mengisi LKS berdasarkan hasil pengamatan.
g. Membuat kesimpulan hasil pengamatan.
74
g. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil pengamatan. h. Meminta setiap kelompok mem-
presentasikan hasil pengamatan di depan kelas.
i. Meminta kelompok lain menanggapi hasil presentasi kelompok.
h. Perwakilan tiap-tiap kelom-pok mempresentasikan hasil percobaan dan pengamatan. i. Kelompok lain menanggapi
hasil presentasi.
4. Tahap lanjutan dan Aplikasi a. Bersama siswa melakukan tanya-
jawab tentang hal-hal yang belum dipahami.
b. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
a. Bersama guru melakukan tanya-jawab tentang hal-hal yang belum dipahami.
b. Bersama-sama menyimpul-kan materi yang telah dipe-lajari.
b. Pertemuan Kedua
Indikator pada pertemuan kedua adalah (1) menyebutkan bahan-bahan pembuatan spektrum cahaya, (2) menjelaskan langkah-langkah pembuatan spektrum cahaya, (3) membuat spektrum cahaya. Langkah-langkah kegiatan guru dan siswa pada pertemuan kedua sebagai berikut:
Tabel 4.14. Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus II Pertemuan II
No Langkah-langkah Kegiatan
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. Tahap Persiapan Guru a. Menjelaskan tujuan pembelajaran
dengan menggunakan metode eksperimen.
a. Menyimak penjelasan guru.
2. Tahap Persiapan Kelas a. Mengkondisikan kesiapan siswa
dan kesiapan kelas.
b. Melaksanakan apersepsi tentang materi yang akan diajarkan melalui tanya jawab.
a. Duduk di kursi masing-masing dengan tertib.
b. Menanggapi apersepsi yang diberikan guru.
3. Tahap Penyajian a. Membentuk kelompok siswa
menjadi 4 kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dari materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa
mempersiapkan alat-alat untuk melakukan eksperimen pembuatan spektrum cahaya.
d. Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai prosedur pelaksanaan.
e. Meminta siswa melakukan
pengamatan pada objek percobaan. f. Meminta siswa berdiskusi dengan
kelompok dan mengisi LKS berdasarkan hasil pengamatan. g. Membimbing siswa membuat
kesimpulan dari hasil pengamatan. h. Meminta setiap kelompok mem-
presentasikan hasil pengamatan di depan kelas.
i. Meminta kelompok lain menanggapi hasil presentasi kelompok.
a. Membentuk kelompok sesuai yang disarankan guru.
b. Memperhatikan penjelasan guru.
c. Mempersiapkan alat-alat eksperimen yang sudah disediakan guru. d. Melakukan eksperimen
sesuai prosedur pelaksanaan. e. Mengamati objek percobaan. f. Berdiskusi dengan kelompok masing-masing dan mengisi LKS berdasarkan hasil pengamatan.
g. Membuat kesimpulan hasil pengamatan.
h. Perwakilan tiap-tiap
kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan
pengamatan.
i. Kelompok lain menanggapi hasil presentasi.
4. Tahap lanjutan dan Aplikasi a. Bersama siswa melakukan tanya-
jawab tentang hal-hal yang belum dipahami.
b. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
c. Memberikan tes siklus II
a. Bersama guru melakukan tanya-jawab tentang hal-hal yang belum dipahami. b. Bersama-sama
menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
c. Mengerjakan tes yang diberikan guru.
3. Tahap Observasi
Selama proses pembelajaran siklus II berlangsung, observer melakukan pengamatan terhadap kegiatan guru dan melakukan penilaian seperti pada siklus I. Data hasil pengamatan pada siklus II sebagai berikut:
76
a. Data Observasi Guru
Tabel 4.16. Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus II Pertemuan I No. Aspek Penilaian
Skala
% 5 4 3 2 1 1. Keterampilan Membuka Pelajaran
a. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa.
b. Apersepsi.
√
√ 90%
2. Penggunaan Metode Eksperimen a. Membentuk kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dan materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa mempersiap-
kan alat-alat eksperimen. d. Membimbing siswa dalam
merangkai alat-alat percobaan. e. Membimbing siswa melakukan
eksperimen sesuai prosedur. f. Meminta siswa untuk mengamati
percobaan (eksperimen). g. Meminta siswa untuk mengisi
LKS.
h. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan. i. Meminta siswa mempresentasikan hasil percobaan. √ √ √ √ √ √ √ √ √ 86,6%
3. Kualitas Variasi Stimulus a. Gerak b. Suara c. Isyarat (gesture) d. Gaya interaksi e. Pemusatan perhatian f. Pengalihan indera √ √ √ √ √ √ 86,6%
4. Penggunaan media/alat bantu pembelajaran
a. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakannya.
b. Kesesuaian dengan indikator dan bahan ajar.
√
5. Keterampilan Menutup Pembelajaran a. Merangkum kembali bahan
pelajaran yang disampaikan.
√ 80%
6. Evaluasi Pembelajaran a. Ketepatan alat evaluasi.
b. Kesesuaian dengan indikator. √ √ 90% Rata-rata prosentase 85,5%
Kategori Sangat Baik
Tabel 4.17. Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus II Pertemuan II
No. Aspek Penilaian
Skala
% 5 4 3 2 1 1. Keterampilan Membuka Pelajaran
a. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa.
b. Apersepsi.
√
√ 90%
2. Penggunaan Metode Eksperimen a. Membentuk kelompok.
b. Menjelaskan tujuan dan materi yang akan dieksperimenkan. c. Membimbing siswa mempersiap-
kan alat-alat eksperimen. d. Membimbing siswa dalam
merangkai alat-alat percobaan.
e. Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai prosedur. f. Meminta siswa untuk mengamati
percobaan (eksperimen).
g. Meminta siswa untuk mengisi LKS.
h. Membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan. i. Meminta siswa mempresentasi-
kan hasil percobaan.
√ √ √ √ √ √ √ √ √ 88,8%
3. Kualitas Variasi Stimulus a. Gerak b. Suara c. Isyarat (gesture) √ √ √ 93,3%
78 d. Gaya interaksi e. Pemusatan perhatian f. Pengalihan indera √ √ √
4. Penggunaan media/alat bantu pembelajaran
a. Menunjukkan keterampilan dalam menggunakannya.
b. Kesesuaian dengan indikator dan bahan ajar.
√ √
90%
5. Keterampilan Menutup Pembelajaran a. Merangkum kembali bahan
pelajaran yang disampaikan.
√ 100%
6. Evaluasi Pembelajaran a. Ketepatan alat evaluasi.
b. Kesesuaian dengan indikator. √ √ 90% Rata-rata prosentase 92 %
Kategori Sangat Baik
Dari data di atas menunjukkan bahwa ada peningkatan persentase kegiatan guru pada pertemuan kedua sebesar 6,5% (92%). Hal ini menunjukkan kegiatan guru meningkat dalam pengelolaan proses pembelajaran.
b. Lembar Observasi Siswa
Tabel 4.18. Data Observasi Kelompok Siswa Siklus II Pertemuan I No Kelompok Pengadaan Bahan Merangkai Alat Kesesuaian Tahapan Hasil/ Karya Tepat Waktu 1 I 3 3 3 2 3 2 II 4 3 3 3 4 3 III 4 4 3 4 3 4 IV 4 4 5 3 3 Jumlah 15 14 14 12 13 Persentase 75% 70% 70% 60% 65%
Tabel 4.19. Data Observasi Kelompok Siswa Siklus II Pertemuan II No Kelompok Pengadaan Bahan Merangkai Alat Kesesuaian Tahapan Hasil/ Karya Tepat Waktu 1 I 4 4 3 3 3 2 II 4 4 4 3 4 3 III 5 4 5 5 4 4 IV 5 5 5 5 4 Jumlah 18 17 17 16 15 Persentase 90% 85% 85% 80% 75%
Dari kedua tabel di atas menunjukkan bahwa pada pertemuan I, kegiatan siswa rata-rata 68%, sedangkan pada pertemuan II mengalami peningkatan menjadi 83%. Dari data tersebut menunjukkan siswa sudah memahami pembelajaran dengan metode eksperimen.
c. Catatan Lapangan Siklus II
Segala temuan yang terjadi dalam proses pembelajaran siklus II dimuat dalam catatan lapangan sebagai berikut:
Tabel 4.20. Catatan Lapangan Siklus II
No
Hal-hal yang teramati dalam proses pembelajaran dengan metode eksperimen Tindakan Uraian Guru Siswa 1. Persiapan guru
a. Menjelaskan tujuan pem-belajaran dengan menggu-nakan metode eksperimen. b. Menjelaskan urutan
kon-sep yang harus dipelajari siswa.
a. Menyimak dengan antu- sias.
2. Persiapan kelas
a. Guru sudah maksimal dalam mengkondisikan kelas.
b. Persiapan alat praktikum pada pertemuan I dan II sudah terorganisir dengan baik.
a. Siswa antusias belajar dengan metode eksperimen.
b. Siswa antusias dalam menyiapkan alat-alat praktikum.
c. Menyimak apersepsi dengan baik.
80
c. Apersepsi pada pertemu-an I masih kurpertemu-ang terfo- kus, mulai fokus pada pertemuan berikutnya.
3. Penyajian a. Menunjukkan kemampu- an dalam proses pembe- lajaran menggunakan metode eksperimen. b. Konsep yang disampai-
kan sesuai dengan indikator.
c. Pada pertemuan I dan II siswa terbimbing dengan baik dalam melakukan praktikum.
d. Guru sudah tepat dalam menggunakan waktu.
a. Siswa sudah mulai terbiasa dengan metode eksperimen yang diguna- kan guru.
b. Terlihat ada peningkatan dalam merangkai alat-alat eksperimen karena sudah terbiasa.
c. Dalam bereksperimen, siswa mengikuti langkah-langkah sesuai urutan prosedur pelaksanaan. d. Menghasilkan produk
yang cukup baik.
4. Langkah lanjutan dan aplikasi
a. Umpan balik yang diberikan guru sudah cukup baik.
b. Tindak lanjut yang diberi- kan sudah cukup baik. c. Memberikan soaltes ses
uai dengan indikator.
a. Bersama guru menyim- pulkan pelajaran.
b. Menanggapi tindak lanjut yang diberikan guru. c. Siswa mengerjakan tes
yang diberikan guru dengan lancar.
d. Hasil Belajar Siswa
Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar. Pada siklus I, nilai rata-rata tes kemampuan siswa 69,44, sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 66,67 %. Pada siklus II ini, nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 76,94. Sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 83,33% yaitu 15 dari 18 siswa. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.
4. Refleksi
Pada proses pembelajaran siklus II, guru memperbaiki penggunaan metode eksperimen. Di antaranya perbaikan dalam penyediaan dan pengorganisasian alat-alat eksperimen. Pada proses pembelajaran siklus II, terlihat siswa mulai mampu belajar untuk mandiri. Dengan penggunaan metode eksperimen dalam siklus II