BERBASIS MASYARAKAT GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN (GPL)
7.1 Tahap Partisipasi Masyarakat .1Tahap Sosialisasi Program
Tahap sosialisasi program merupakan tahap penyampaian informasi dan publikasi dari Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) kepada warga Kompleks Perumahan Pondok Pekayon Indah (PPI), baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses sosialisasi program GPL dilakukan melalui penyuluhan kepada warga Kompleks Perumahan PPI melalui arisan ibu-ibu. Sosialisasi yang diberikan oleh GPL merupakan proses penyampaian informasi kepada warga mengenai program-program yang akan dilaksanakan oleh GPL, misalnya seperti penyuluhan dan ToT (Training of Trainer) baik kepada ibu-ibu maupun kepada pembantu rumah tangga yang terdapat di Kompleks Perumahan PPI.
Bentuk sosialisasi lain yang dilakukan oleh GPL juga dilakukan dengan adanya papan himbauan atau slogan yang berisi tentang kepedulian terhadap lingkungan. Papan himbauan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan oleh GPL dengan Sekolah Cita Buana dengan tujuan untuk menghimbau warga sekitar untuk menjaga lingkungan mereka sendiri. Contoh pesan yang disampaikan dari himbauan kebersihan tersebut misalnya:
“Manfaatkan kembali barang-barang bekas sebelum menjadi sampah”, “Kurangi penggunaan kantong kresek atau plastik”, dan lain-lain. Selain itu, bentuk sosialisasi lain yang sudah dilakukan oleh pihak GPL yaitu melalui buletin GPL yang diterbitkan setiap dua bulan sekali untuk menyebarkan informasi mengenai kegiatan yang akan dan sudah dilakukan oleh GPL kepada masyarakat.
(a) (b)
Gambar 21 (a dan b). Papan Himbauan GPL
Gambar 22. Buletin GPL
Tabel 7. Jumlah Responden menurut Tingkat Sosialisasi Program Gerakan Peduli Lingkungan (GPL)
Tahap Sosialisasi
Kader dan fasilitator GPL Warga Kompleks PPI Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%)
Baik 31 96,9 29 90,6
Buruk 1 3,1 3 9,4
Total 32 100 32 100
Merujuk pada Tabel 7 diketahui bahwa tingkat sosialisasi responden baik kader dan fasilitator GPL maupun warga Kompleks PPI terhadap program GPL adalah tinggi. Responden kader dan fasilitator GPL menilai bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh GPL tergolong baik yaitu sebanyak 96,9 persen. Demikian pula responden warga Kompleks PPI sebanyak 90,6 persen menilai sosialisasi yang dilakukan GPL tergolong baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat terlihat bahwa proses sosialisasi GPL terhadap program-programnya selama ini berjalan
dengan baik, akan tetapi masih terdapat 3,1 persen yang dinyatakan oleh kader dan fasilitator GPL maupun sebanyak 9,4 persen dinyatakan oleh warga Kompleks PPI menilai bahwa proses sosialisasi GPL buruk. Alasan yang mendukung bahwa sosialisasi yang diberikan buruk yaitu karena proses sosialisasi yang diberikan GPL hanya dilaksanakan ketika program GPL akan dilaksanakan.
7.1.2 Tahap Pengambilan Keputusan (Perencanaan)
Tahap perencanaan adalah keikutsertaan masyarakat dalam merencanakan dan membuat keputusan terhadap program yang akan dijalankan. Pada tahap perencanaan yang dinilai adalah keterlibatan responden dalam program dan kehadiran responden dalam rapat perencanaan program serta melihat keaktifan dalam rapat tersebut. Keterlibatan partisipasi masyarakat dalam tahap pengambilan keputusan atau perencanaan ini dapat dilihat dari keikutsertaan warga hadir dalam rapat perencanaan program-program GPL. Pada tahap ini keaktifan responden dalam mengikuti rapat pengambilan keputusan (perencanaan) juga dilihat seperti keaktifan responden tidak hanya untuk hadir saja dalam rapat tersebut tetapi kegiatan seperti bertanya, memberi usul atau pendapat, dan pendapat atau usul mereka dapat diterima.
Tabel 8. Jumlah Responden menurut Tingkat Partisipasi pada Tahap Perencanaan dalam Pengelolaan Sampah GPL
Tahap Perencanaan
Kader dan fasilitator GPL Warga Kompleks PPI Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%)
Tinggi 26 81,25 11 34,4
Rendah 6 18,75 21 65,6
Total 32 100 32 100
Tingkat partisipasi responden pada tahap perencanaan dalam pengelolaan sampah program GPL pada Tabel 8 menunjukkan sebanyak 81,25 persen kader dan fasilitator GPL ikut terlibat dalam proses perencanaan program GPL.
Berdasarkan hasil tersebut dapat terlihat bahwa tingkat partisipasi kader dan
fasilitator GPL pada tahap perencanaan program GPL sebelum program-program tersebut dilaksanakan cukup tinggi, akan tetapi masih terdapat 18,75 persen yang menyatakan bahwa tingkat partisipasi kader dan fasilitator GPL pada tahap perencanaan program rendah. Alasan yang diungkapkan oleh salah satu fasilitator GPL yaitu karena pada tahap perencanaan tidak semua fasilitator ikut serta dikarenakan tidak adanya waktu yang sesuai dengan jadwal yang ada untuk pertemuan rapat perencanaan program GPL.
Hal ini berbeda dengan hasil yang diperoleh dari warga Kompleks PPI.
Berdasarkan Tabel 8 diketahui bahwa sebanyak 65,6 persen menyatakan bahwa tingkat partisipasi warga Kompleks PPI pada tahap perencanaan program GPL rendah. Alasan yang dinyatakan oleh warga yaitu tidak adanya keterlibatan secara langsung dari semua warga untuk ikut serta, karena hanya diperoleh sebanyak 34,4 persen warga Kompleks PPI yang menyatakan ikut serta dalam tahap perencanaan program GPL. Partisipasi warga untuk ikut serta pada tahap perencanaan yaitu pada pertemuan-pertemuan yang diadakan GPL untuk mendiskusikan mengenai program kerja yang akan dilakukan oleh GPL.
7.1.3 Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan adalah keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Partisipasi pada tahap pelaksanaan dinilai berdasarkan keikutsertaan responden dalam program-program Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) yaitu pemilahan sampah, pengomposan skala rumah tangga, pengomposan skala kawasan, keterampilan dari limbah atau sampah kain perca, penghijauan dan pembibitan tanaman, dan pembuatan lubang biopori.
Merujuk pada Tabel 9 diketahui bahwa tingkat partisipasi kader dan fasilitator GPL pada tahap pelaksanaan dalam pengelolaan sampah program GPL sebanyak 71,9 persen. Berdasarkan hasil tersebut dapat terlihat bahwa partisipasi warga pada tahap pelaksanaan program GPL sudah ada akan tetapi belum semua kader dan fasilitator GPL terlibat, hal ini terlihat dari masih terdapatnya 28,1 persen yang menyatakan bahwa tingkat partisipasi kader dan fasilitator GPL pada
tahap pelaksanaan program rendah. Rendahnya partisipasi kader dan fasilitator GPL tersebut dikarenakan tidak semua program sudah diikuti, program yang diikuti oleh kader dan fasilitator GPL rata-rata hanya terlibat pada pelaksanaan pemilahan sampah, pengomposan skala kawasan, keterampilan dari limbah atau sampah kain perca dan penghijauan.
Tabel 9. Jumlah Responden menurut Tingkat Partisipasi pada Tahap Pelaksanaan dalam Pengelolaan Sampah GPL
Tahap Pelaksanaan
Kader dan fasilitator GPL Warga Kompleks PPI Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%)
Tinggi 23 71,9 20 62,5
Rendah 9 28,1 12 37,5
Total 32 100 32 100
Tingkat partisipasi warga Kompleks PPI pada tahap pelaksanaan program GPL yang terlihat pada tabel 9 juga tergolong tinggi yaitu sebnyak 62,5 persen.
Akan tetapi, masih terdapat 37,5 persen yang menyatakan bahwa keikutsertaan warga Kompleks PPI pada tahap pelaksanaan program GPL rendah. Partisipasi warga yang rendah tersebut dikarenakan rata-rata warga hanya baru ikut serta pada program pemilahan sampah dan penghijauan GPL saja.
7.1.4 Tahap Menikmati Hasil
Tahap menikmati hasil adalah keikutsertaan masyarakat dalam menikmati hasil program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dilaksanakan Gerakan Peduli Lingkungan (GPL). Pada tahap menikmati hasil, kader dan fasilitator GPL serta warga Kompleks PPI merasakan manfaat terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka setelah adanya program Gerakan Peduli Lingkungan (GPL).
Tabel 10. Jumlah Responden menurut Tingkat Partisipasi pada Tahap Menikmati Hasil dalam Pengelolaan Sampah GPL
Tahap Menikmati
Hasil
Kader dan fasilitator GPL Warga Kompleks PPI Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%)
Tinggi 30 93,75 30 93,75
Rendah 2 6,25 2 6,25
Total 32 100 32 100
Tingkat partisipasi responden pada tahap menikmati hasil terhadap pengelolaan sampah program GPL baik yang dinyatakan oleh kader dan fasilitator GPL maupun oleh warga Kompleks PPI (Tabel 10) tergolong tinggi yaitu sebanyak 93,75 persen. Berdasakan hasil tersebut dapat terlihat bahwa kader dan fasilitator GPL maupun warga Kompleks PPI sudah dapat merasakan manfaat program GPL, akan tetapi masih terdapat 6,25 persen yang menyatakan bahwa tingkat partisipasi warga pada menikmati hasil program GPL sangat rendah. Hal ini dikarenakan bahwa warga belum bisa merasakan manfaat dari program GPL bagi lingkungan sekitar mereka. Sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Ibu YN (39 tahun):
“Manfaat dari program GPL belum bisa saya rasakan sepenuhnya, contoh kecilnya saja di lingkungan saya belum semua warga berpartisipasi ikut serta dalam program GPL, selain itu fasilitas kebersihan yang seharusnya sudah ada seperti tong khusus kompos untuk menunjang program GPL belum tersedia.”
Tingginya tingkat partisipasi kader dan fasilitator GPL maupun warga Kompleks PPI pada tahap menikmati hasil dapat dilihat pada perubahan yang cukup signifikan pada kondisi lingkungan Kompleks PPI. Perubahan yang dapat dilihat yaitu kondisi lingkungan Kompleks PPI yang lebih bersih dan asri.
Manfaat yang dirasakan yaitu pengurangan sampah yang dihasilkan untuk dibuang ke TPA, selain itu lingkungan yang lebih asri di Kompleks PPI juga sudah dapat dirasakan. Hal ini disebabkan adanya partisipasi aktif dari setiap warga untuk mengadakan penghijauan baik di lingkungan mereka sendiri maupun untuk fasilitas umum yang berda di lingkungan mereka.
7.1.5 Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi adalah keikutsertaan masyarakat dalam mengevaluasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dilaksanakan Gerakan Peduli Lingkungan (GPL). Tahap evaluasi dapat dilakukan dengan melihat partisipasi responden membuat laporan baik secara lisan atau tulisan terhadap program GPL. Pada tahap ini, kader dan fasilitator GPL mengevaluasi program GPL melalui pertemuan ataupun ketika para kader dan fasilitator GPL melakukan sosialisasi dengan warga Kompleks PPI melalui arisan dan pertemuan-pertemuan warga.
Tabel 11. Jumlah Responden menurut Tingkat Partisipasi pada Tahap Evaluasi dalam Pengelolaan Sampah GPL
Tahap Evaluasi Kader dan fasilitator GPL Warga Kompleks PPI Jumlah (orang) Persentase (%) Jumlah (orang) Persentase (%)
Tinggi 21 65,6 8 25
Rendah 11 34,4 24 75
Total 32 100 32 100
Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa tingkat partisipasi responden pada tahap evaluasi terhadap pengelolaan sampah program GPL berbeda, hampir semua responden yang berasal dari kader dan fasilitator GPL ikut serta dalam tahap evaluasi program GPL yaitu sebanyak 65,6 persen. Dengan hasil tersebut dapat terlihat bahwa belum semua kader dan fasilitator GPL berpartisipasi dalam mengevaluasi program GPL yaitu sebanyak 34,4 persen. Partisipasi warga Kompleks PPI dalam tahap evaluasi program GPL tergolong sangat rendah yaitu hanya sebanyak 25 persen, masih terdapat 75 persen warga Kompleks PPI yang tidak ikut berpartisipasi dalam tahap ini.
7.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat