3. METODOLOGI
3.4 Pengolahan Data
4.1.2 Pembuatan cetakan
4.1.2.4 Tahap pembuatan cetakan (mould)
Tahap pembuatan cetakan dilakukan melalui empat tahap dimulai dari persiapan model perahu, laminasi badan cetaka
penyelesaian (finishing 1) Persiapan
Persiapan yang dilakukan dalam pembuatan cetakan terbagi menjadi dua, yaitu: persiapan model perahu dan pembuatan
untuk pembuatan cetakan antara lain
bagian bawah perahu berada diatas, kemudian melakukan perbaikan dan pembersihan model perahu. Perbaikan perahu meliputi pendempulan lubang pada model perahu serta pengampelasan bagian model perahu yang tidak rata dan diinginkan pada model perahu karena akan terbentuk pada cetakan. Dempul sampolak digunakan untuk menutup lubang yang terdapat pada model sehingga bagian yang berlubang akan tertutup dengan dempul. Bagian yang terkena dempul diampelas hingga bagian
Gambar 7 Pendempulan model perahu sebelum pembuatan cetakan
Model perahu yang digunakan telah rapi, kemudian model perahu dibersihkan agar kotoran yang melekat pada model perahu terlepas. Pemolesan
dengan mirror glaze
glaze dilakukan hingga bagian model perahu tertutup rata. Proses pemolesan dilakukan berulang hingga tiga kali ulangan agar
menutupi badan model cetakan sehing
perahu.
4.1.2.4 Tahap pembuatan cetakan (mould)
Tahap pembuatan cetakan dilakukan melalui empat tahap dimulai dari persiapan model perahu, laminasi badan cetakan, pelepasan cetakan, dan tahap
finishing).
Persiapan yang dilakukan dalam pembuatan cetakan terbagi menjadi dua, yaitu: persiapan model perahu dan pembuatan gelcoat. Persiapan yang dilakukan untuk pembuatan cetakan antara lain membalik posisi model perahu sehingga bagian bawah perahu berada diatas, kemudian melakukan perbaikan dan pembersihan model perahu. Perbaikan perahu meliputi pendempulan lubang pada model perahu serta pengampelasan bagian model perahu yang tidak rata dan diinginkan pada model perahu karena akan terbentuk pada cetakan. Dempul sampolak digunakan untuk menutup lubang yang terdapat pada model sehingga bagian yang berlubang akan tertutup dengan dempul. Bagian yang terkena dempul diampelas hingga bagianyang didempul menjadi halus dan licin.
Gambar 7 Pendempulan model perahu sebelum pembuatan cetakan
Model perahu yang digunakan telah rapi, kemudian model perahu dibersihkan agar kotoran yang melekat pada model perahu terlepas. Pemolesan
dilakukan setelah model perahu bersih. Pemolesan
dilakukan hingga bagian model perahu tertutup rata. Proses pemolesan dilakukan berulang hingga tiga kali ulangan agar mirror glaze
menutupi badan model cetakan sehingga cetakan mudah terlepas dari model Tahap pembuatan cetakan dilakukan melalui empat tahap dimulai dari n, pelepasan cetakan, dan tahap
Persiapan yang dilakukan dalam pembuatan cetakan terbagi menjadi dua, . Persiapan yang dilakukan membalik posisi model perahu sehingga bagian bawah perahu berada diatas, kemudian melakukan perbaikan dan pembersihan model perahu. Perbaikan perahu meliputi pendempulan lubang pada model perahu serta pengampelasan bagian model perahu yang tidak rata dan tidak
diinginkan pada model perahu karena akan terbentuk pada cetakan. Dempul sampolak digunakan untuk menutup lubang yang terdapat pada model sehingga bagian yang berlubang akan tertutup dengan dempul. Bagian yang terkena
yang didempul menjadi halus dan licin.
Gambar 7 Pendempulan model perahu sebelum pembuatan cetakan.
Model perahu yang digunakan telah rapi, kemudian model perahu dibersihkan agar kotoran yang melekat pada model perahu terlepas. Pemolesan dilakukan setelah model perahu bersih. Pemolesan mirror
dilakukan hingga bagian model perahu tertutup rata. Proses pemolesan
mirror glaze benar-benar
Pembuatan gelcoat dilakukan seiring dengan proses pembersihan model perahu, hal ini dilakukan untuk mengoptimasikan waktu yang diperlukan.
Gelcoat merupakan campuran dari bahan resin, erosil, talk, pigmen dan kobalt.
Komposisi campuran gelcoat yang digunakan pada proses pembuatan cetakan yaitu : 15 kg resin, ½ kg erosil, 1 kg talk, 25 ml pigmen hitam, dan 20 ml cobalt. Bahan-bahan ini dicampur menjadi satu kemudian diaduk hingga merata dan tidak ada gumpalan-gumpalan bahan pada campuran bahan (gelcoat).
Gambar 8 Pembuatan gelcoat
Pigmen yang digunakan sebaiknya berbeda warna dengan model perahu dan perahu yang akan dibuat agar dapat membedakan mana cetakan dan mana model yang digunakan pada proses pelepasan dan pada saat proses gelcoating yang tidak rata dapat diketahui dan diatasi lebih dini.
2) Laminasi badan cetakan
Pembuatan cetakan dikerjakan dengan melakukan laminasi yang tebalnya disesuakan dengan standar unkuran perahu yang dibuat. Proses laminasi pembuatan cetakan disesuaikan dengan urutan berikut :
(1) Gelcoat
Lapisan gelcoat merupakan lapisan awal dan lapisan akhir pada pembuatan cetakan perahu, hal ini karena sifat lapisan gelcoat apabila kering permukaan lapisan ini menutupi lapisan salanjutnya maupun sebelumnya serta memiliki permukaan yang halus. Pelapisan gelcoat dilakukan jika mirror glaze telah kering (±1 jam).
Gambar 9 Pelapisan gelcoat pada model perahu
Pelapisan gelcoat dengan cara hand lay up menggunakan kuas berukuran 3 inch, metode yang dilakukan sama halnya dengan mengecat. Proses pelapisan
gelcoat dilakukan sebanyak 3 lapis atau hingga warna dasar model perahu tidak
terlihat. Komposisi katalis yang digunakan pada proses gelcoating adalah ± 800 ml gelcoat dicampur dengan ± 3 ml katalis.
(2) Mat 300
Lapisan mat 300 dilapiskan setelah gelcoating selesai dan kering (± 1 jam).
Mat tipis dilapiskan setelah gelcoat agar mat dapat merekat sempurna dengan gelcoat. Apabila mat tebal yang dilapiskan terlebih dahulu, khawatirnya resin
lama kering sehingga mat tidak menempel sempurna dengan gelcoat. Didalam pelapisannya, mat 300 dipasang secara melintang agar bagian dasar cetakan lebih tebal dibandingkan bagian badan perahu.
Setiap sambungan, mat ditumpuk sepanjang 5cm agar mat menyatu dengan
mat sebelumnya. Komposisi resin dengan katalis yang digunakan ± 800 ml resin
dicampur dengan ±3 ml katalis. Pada proses pelapisan mat pertama ini dibutuhkan
mat 300 sebanyak 20 potong mat 300 (5 cm x 1 m), 20 buah mat 300 (1 m x 1 m),
Gambar 10 Pelapisan mat 300 dalam pembuatan cetakan
(3)Woven roving 800
Woven roving 800 merupakan lapisan inti pada proses laminasi pembuatan
cetakan. Fungsi woven roving sebagai penguat badan cetakan karena bahan berbentuk anyaman sehingga lebih kuat dibanding mat. Pelapisan woven roving dilakukan apabila lapisan sebelumnya telah kering (± 1½ jam). Didalam pengerjaan lapisan woven roving, woven roving dipasang secara melintang tanpa ada sambungan pada bagian dasar cetakan. Untuk sambungan memanjang woven
roving ditumpuk sepanjang 5cm.
Gambar 11 Pelapisan woven roving dalam pembuatan cetakan
Proses pelapisan woven roving terjadi kekurangan bahan, karena woven
roving yang tersedia hanya 10 kg. Dalam pembuatan cetakan kekurangan bahan
maka bagian dasar yang membutuhkan kekuatan yang lebih besar diutamakan, sedangkan bagian badan perahu yang tidak terkena woven roving dilapisi dengan
mat 400 sebanyak 2 lapis. Pada lapisan woven roving membutuhkan 30 kg resin
dan ± 112 ml katalis, karena setiap 800 ml resin ditambahkan katalis sebanyak 3ml.
(4) Rangka (kayu) dan Mat 400
Pembuatan rangka cetakan menggunakan kayu yang dijual di material bangunan. Adapun kayu yang digunakan ada 3 (tiga) macam yaitu kayu reng sebagai penguat memanjang (longitudinal) pada bawah sheer, kayu kaso sebagai kekuatan memanjang (longitudinal) pada badan perahu dan kekuatan melintang (transversal) pada kaki cetakan, dan kayu galar sebagai kekuatan melintang (transversal) untuk dudukan kaki cetakan. Fungsi kayu pada cetakan sebagai dudukan cetakan agar cetakan dapat berdiri saat pembuatan perahu dan penguat badan cetakan secara longitudinal dan transversal agar saat proses pembuatan perahu cetakan tidak berubah. Kayu yang dibutuhkan pada pembuatan rangka yaitu 2 buah kayu galar panjang 2 m, 10 buah kayu reng panjang 4 m, 9 buah kayu kaso panjang 3 m.
Gambar 12 Cara merekatkan kayu pada bagian bawah sheer
Merekatkan kayu dan badan cetakan dengan cara kayu ditempelkan ke tempat kayu akan direkatkan dengan menggunakan alat press/paku dengan ukuran 7 cm (pemakuan dilakukan hanya antara kayu dengan kayu) agar kayu benar-benar menempel dengan badan cetakan. Bagian yang tidak berongga antara kayu dengan fiberglass dilaminasi menggunakan mat 400, agar merekat dengan baik potongan mat dilebihkan minimal 5 cm.
Dempul yang terbuat dari ±1 kg resin, ±1 kg talk, ±10 ml pigment, ±10 ml kobalt, dan ±15 ml katalis digunakan jika terdapat rongga antara kayu dengan badan cetakan. Pemasangan rangka cetakan dimulai dari pemasangan reng pada bawah sheer agar pada proses pelepasan sheer tidak mengalami kerusakan. Pemasangan kayu galar yang dipotong menyesuaikan ukuran lebar dasar cetakan perahu kemudian diketam menggunakan pahat mengikuti lekuk dasar cetakan agar dasar cetakan dapat ditumpu sehinnga cetakan tidak mudah patah saat pembuatan perahu. Kayu galar dipasang pada 4 (empat) titik sebagai dudukan kaki-kaki cetakan. Pemasangan kayu kaso sebagai kaki-kaki cetakan, kaso dipasang tegak lurus dengan kayu galar yang telah dipasang sampai menempel dengan kayu reng yang berada dibawah sheer.
Gambar 13 Pendempulan pada sela antara kayu dengan badan perahu.
Kayu kaso dipasang melintang pada badan cetakan agar badan cetakan memiliki kekuatan melintang dan tidak mudah terbelah. Menyambungkan antara kaki-kaki dengan galar menggunakan paku ukuran 7cm, setiap kaki pasang dua paku agar tidak mudah terlepas. Ukuran tinggi ujung kaki-kaki diukur dan dipotong setelah kaki terpasang, hal ini dilakukan agar cetakan perahu berdiri sejajar dan ditopang dengan kaki-kakinya. Pemasangan kayu kaso sebagai kekuatan memanjang badan cetakan, pemasangan ditempatkan pada posisi batas air model perahu. Pemasangan kayu pada batas air karena membutuhkan kekuatan agar badan cetakan tidak pecah pada lekukan cetakan.
Pemasangan kayu reng sebagai kekuatan memanjang pada bagian dasar cetakan. Kayu reng dipotong dengan panjangnya adalah jarak antara kayu galar.
Setiap jarak galar dipasang dua kayu reng dengan pemasangan berada pada kanan dan kiri dasar cetakan.
3) Pelepasan cetakan
Pelepasan cetakan dilakukan pada keesokan hari setelah pemasangan kerangka, hal ini dilakukan agar cetakan yang dibuat telah kering dan dapat dilepas dari model perahu. Pada proses pelepasan cetakan, cetakan dipukul-pukul menggunakan palu karet agar cetakan lepas dari model. Bagian cetakan yang dipukul-pukul terutama bagian siku, karena bagian ini adalah tempat yang sulit lepas. Pada bagian sheer cetakan dipahat menggunakan kayu yang ujungnya dipipihkan agar bagian antara sheer cetakan dan sheer model terpisah. Pemahatan dilakukan ke semua sisi sheer agar tidak ada lagi bagian sheer yang masih merekat dengan model. Majun diselipkan antara sheer cetakan dan sheer model untuk memastikan sheer telah terlepas dan memudahkan pengangkatan cetakan. Majun disisipkan mengelilingi cetakan perahu menandakan bahwa bagian sheer tersebut telah terlepas.
Apabila cetakan dan model telah lepas kemudian cetakan dilepas dari model. Pengangkatan cetakan dilakukan dari bagian haluan cetakan, karena dari bagian haluan tenaga yang dibutuhkan untuk melepas lebih sedikit daripada mengangkat cetakan dari buritan. cetakan dibalik agar dapat berdiri dengan kaki-kakinya setelah cetakan terlepas dari model.
4) Penyelesaian (finishing)
Tahap penyelesaian meliputi perapihan sisi-sisi sheer yang tidak diperlukan yang dapat mengganggu pembuatan perahu, pengecatan kaki-kaki cetakan serta bagian luar mould, dan pengampelasan bagian yang rusak dan dirapihkan menggunakan dempul.