• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI

3.4 Pengolahan Data

4.1.3 Pembuatan Perahu

4.1.3.5 Tahap pembuatan perahu

Persiapan cetakan dilakukan untuk mengkondisikan cetakan menjadi lebih baik agar siap untuk melakukan pencetakan perahu. Persiapan yang dilakukan antara lain penghalusan cetakan, pembersihan cetakan, dan pelapisan mirror glaze. Disamping itu dilakukan pula pembuatan gelcoat dan dempul untuk kebutuhan pada proses pembuatan perahu.

(1) Penghalusan cetakan

Cetakan yang dibuat sebelum digunakan dikontrol kembali. Cetakan yang dibuat terdapat bagian yang bergelombang atau tidak rata maka bagian tersebut dihaluskan agar bagian perahu yang terbentuk tidak cacat atau berlubang. Pengampelasan yang dikerjakan pada permukaan cetakan yang terlihat kasar/tidak rata. Ampelas dicelupkan kedalam air supaya permukaan ampelas lebih kesat, agar proses pengampelasan cepat rata. Permukaan cetakan yang telah selesai diampelas kemudian dipoles agar bagian tersebut menjadi licin dan halus, karena diampelas saja permukaan cetakan kurang halus.

(2) Pembersihan cetakan

Pembersihan perahu model dilakukan untuk menghindari adanya debu atau kotoran dan juga kotoran bekas pengampelasan yang akan membuat mirror glaze tidak menempel pada permukaan cetakan dan ketika proses pencetakan ada debu yang menempel sehingga cetakan tidak halus.

(3) Pelapisan mirror glaze

Pelapisan mirror glaze bertujuan agar perahu yang dicetak mudah dilepas dari cetakan. Untuk mempermudah proses pelepasan perahu nantinya, Pelapisan harus benar-benar merata dan tidak ada permukaan cetakan yang tidak terkena mirror glaze. Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terjadi, maka dilakukan pelapisan sebanyak 3 (tiga) kali lapisan.

(4) Pembuatan gelcoat

Pembuatan gelcoat dilakukan oleh satu orang pekerja. Gelcoat dibuat dengan campuran 40 kg resin, 1½ kg erosil, 30 ml pigmen dan 30 ml kobalt. Semua bahan dicampur jadi satu, kemudian diaduk meggunakan mixer. Mixer terbuat dari besi di

bentuk seperti garpu dengan pemutar menggunakan mesin bor. Campuran bahan tadi di aduk sampai rata sampai kental hingga semua bahan menyatu.

Gambar 18 Pembuatan gelcoat untuk lapisan perahu

(5) Pembuatan dempul

Pembuatan dempul menggunakan bahan 3 kg resin, 3 kg talk, 18 ml pigmen, dan 18 ml kobalt. Bahan dicampur dan diaduk hingga rata, apabila bahan kurang kental dapat ditambahkan talk. Penambahan resin dilakukan sedikit-demi sedikit hingga dempul yang terbentuk sesuai dengan keinginan.

Gambar 19 Pembuatan dempul

2) Pemasangan nama perahu

Nama perahu dibuat dengan menggunakan scotlet. Sebelum pemasangan scotlet, terlebih dahulu pada permukaan yang akan di pasang scotlet dilapisi dengan resin tanpa

campuran pigmen, karena sifat resin yang transparan jika kering dan melindungi nama perahu agar tidak mudah lepas. Pemasangan scotlet bersifat tidak harus, hanya sebagai tanda nama perahu.

Pada waktu pemasangan scotlet terjadi masalah, scotlet plastik yang dipasang keriput karena tidak kuat dengan panasnya resin. Nama perahu yang dibuat dilapisi dengan resin, bahan tersebut harus memiliki titik leleh yang tinggi agar tidak meleleh karena panasnya resin.

Gambar 20 Pemasangan scotlet nama perahu

3) Pembuatan badan perahu

Pembuatan badan perahu dilakukan dengan teknik laminasi. Teknik laminasi yang dilakukan pada pembangunan perahu di Cisolok Sukabumi adalah sebagai berikut: (1) Pelapisan gelcoat

Lapisan gelcoat merupakan lapisan pertama dan lapisan terakhir pada pembuatan perahu. gelcoat dilapiskan pada cetakan setelah dipastikan pelapisan mirror glaze sudah merata dan kering.

Pelapisan gelcoat dengan menggunakan kuas ukuran 3 inch, caranya hampir sama dengan mengecat. Pelapisan gelcoat dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali ulangan/lapis. Lapisan gelcoat bertujuan agar permukaan terluar cetakan halus.

(2) Pelapisan mat 300

Mat 300 dilapiskan setelah lapisan gelcoat kering. Mat 300 dipasang merata pada

permukaan cetakan yang telah tertutup gelcoat, kemudian dicor cairan resin yang sudah diberi katalis. Untuk pencampuran katalis dan resin dengan perbandingan, satu gayung

resin (800 ml) di campur ½ tutup botol (3 ml). Penyambungan antar sambungan harus

ditumpuk sekitar 5 cm.

Gambar 22 Pelapisan mat 300

(3) Pelapisan mat 400

Lapisan mat 400 merupakan lapisan setelah lapisan mat 300. Pelapisan mat 400 dilakukan setelah mat 300 kering. Pemasangan mat 400 sama halnya dengan pemasangan mat 300, dipasang merata keseluruh permukaan cetakan dan merupakan bagian yang telah tertutup dengan mat 300. Sebelum mat 400 dipasang, lapisan mat 300 yang berongga dipotong dan dirapihkan agar pada lapisan mat 400 tidak meggembung.

Gambar 23 pelapisan mat 400

Mat 400 yang telah terpasang merata diatas mat 300, kemudian dicor cairan resin

yang sudah diberi katalis. Perbandingan resin dengan katalis sama dengan perbandingan pada pengecoran mat 300. Sama halnya dalam penyambungan antar mat 300, penyambungan mat 400 harus ditumpuk sekitar 5 cm agar mat sambungan antar

mat kuat.

(4) Pelapisan woven roving 800

Woven roving 800 dilapiskan setelah tahap pelapisan mat 400 selesai dan

dipastikan sudah kering. Tahapan pelapisan woven roving sama dengan tahapan pelapisan mat 400, tetapi pemasangan woven roving dipasang melintang tanpa ada sambungan, sambungan hanya pada bagian memanjang. Fungsi pelapisan woven roving dan mat sama yaitu sebagai penguat badan perahu. Tetapi woven roving mempunyai bahan yang lebih tebal dan kasar sehingga lebih kuat.

Gambar 24 Pelapisan woven roving 800 (5) Pemasangan kayu pada bagian pisang-pisang

Pemasangan kayu pada bagian pisang-pisang dilakukan untuk memperkuat bagian

sebagai penguat memanjang perahu. Kayu yang digunakan kayu papan dengan lebar 10 cm dan tebal 3 cm. Pemasangan kayu dengan cara dibungkus dengan mat 300. Agar kayu menempel dengan fiberglass, kayu dipres menggunakan alat pres sehingga kayu tidak bergeser dan menempel dengan fiberglass saat dilaminasi dengan mat 300. Apabila terdapat rongga pada bagian antara kayu dengan fiberglass, bagian rongga tersebut diisi dengan dempul agar bagian kayu dan fiberglass menjadi satu dan kuat.

Gambar 25 Pemasangan kayu pada bagian pisang-pisang

4) Pelepasan

Proses pelepasan dimaksudkan untuk melepaskan perahu dari cetakan. Kegiatan ini dilakukan setelah proses pelapisan fiberglass dan pelapisan kayu pada bagian pisang-pisang selesai. Proses pelepasan perahu dilakukan dengan cara mekanik. Hal pertama yang dilakukan yaitu pemukulan mould dengan palu karet. Pemukulan dilakukan mengelilingi mould hingga suara pukulan yang terdengar tidak nyaring. Jika suara pukulan pada mould tidak nyaring menandakan bagian badan perahu dan badan cetakan terpisah.

Hal kedua yang dilakukan yaitu pemisahan bagian sheer perahu dengan sheer cetakan dangan pemahatan yang dilapisi dengan majun agar sheer tidak rusak. Pemahatan dilakukan karena pada bagian sheer tidak mudah lepas dengan cara dipukul. Bagian sheer yang telah terpisah diselipkan majun sebagai penanda kalau bagian tersebut telah terpisah dan sebagai selah untuk pengangkatan perahu. Setelah bagian

Perahu diangkat mulai dari bagian buritan, hal ini dilakukan karena pengangkatan dari buritan perahu mudah terangkat.

Perahu yang telah terpisah dari cetakan dirapihkan. Perapihan yang dilaku-kan antara lain pemotongan fiberglass yang terlalu panjang pada bagian sheer. Pemotongan dilakukan menggunakan gerinda sesuai batas sheer perahu yang dibuat.

5) Pengerjaan kayu (1) Gading-gading

Fungsi gading-gading adalah sebagai penguat badan perahu baik secara

longitudinal dan transversal. Kayu yang digunakan untuk tulang tulang ada 3 macam

yaitu kayu reng, kayu kaso dan kayu papan. Kayu reng digunakan sebagi penguat longitudinal dan kayu papan dan kayu kaso sebagai penguat transversal. Kayu papan sebelum dipasang dipotnong mengikuti lekuk badan perahu dengan ketebalan 10cm. Kayu-kayu ini di bungkus dengan mat yang dicor dengan resin. Setelah itu dilakukan

gelcoating agar bagian dalam perahu terlihat halus dan layak pakai.

Gambar 26 Pemasangan gading-gading

(2) Tabung ballast

Tabung ballast merupakan ruangan kosong berisi udara, tabung ballast dibuat dengan tujuan ketika perahu terisi air penuh perahu tidak tenggelam karena masih ada udara/ruangan kosong berisi udara.

Gambar 27 Tabung ballast buritan Gambar 28 Tabung ballast haluan

Pemasangan dengan menggunakan tripleks yang diberi rangka mengikuti bentuk haluan dan buritan. Tripleks dilapisi mat yang dicor dengan resin sebanyak 3 lapis.

(3) Sheer

Pemasangan kayu pada sheer menggunakan kayu papan bayur dengan ukuran 10x3x400 cm sebanyak 4 buah. Pemasangan dilakukan dari buritan sampai dek perahu.

Gambar 29 Pemasangan sheer

Pemasangan dilakukan dengan menggunakan baut 12 panjang 8 cm. Baut dipasang dengan melubangi kayu sheer terlebih dahulu, menggunakan bor hingga menembus bagian fiberglass. Sebelum baut dipasang keliling kayu yang telah dilubangi dipahat agar kepala baut terbenam pada kayu. Lubang baut ditutup dengan dempul agar baut tidak mudah korosi setelah baut terpasang.

(4) Dek dan dudukan jangkar

Pemasangan dek menggunakan kayu papan bayur yang sama dengan kayu yang dipasang pada sheer dengan panjang mengikuti ukuran lebar perahu yang akan dipasang dek. Dek dipasang hanya pada bagian haluan diatas ballast haluan. Dudukan jangkar dipasang ±1 m dari ujung haluan menggunakan kayu kaso ukuran 5 cm × 10 cm yang panjangnya dilebihkan 30 cm pada sisinya, dari lebar perahu tempat dudukan jangkar dipasang.

Gambar 30 pembuatan lubang baut untuk memasang dek

(5) Dudukan baruyungan

Dudukan baruyungan dipasang menggunakan kayu kaso ukuran 8 cm × 10 cm. Pemasangan dudukan baruyungan dilakukan pada dua titik, titik pertama dipasang 2 meter dari ujung buritan, sedangkan titik kedua dipasang pada jarak 3 meter dari titik pertama.

Pemasangan dudukan baruyungan sama halnya dengan pemasangan dudukan jangkar, panjang kayu dilebihkan 30 cm pada sisinya.

6) Penyelesaian

Penyelesaian merupakan tahap akhir dalam pembuatan perahu. Dalam tahap penyelesaian dilakukan perapihan bagian perahu. Tahap Perapihan bagian perahu meliputi pendempulan bagian bagian perahu yang berlubang seperti pada lubang baut. Pengecatan kayu sheer dan dek haluan perahu menggunakan cat kayu yang tahan air. Perapihan bagian perahu juga melakukan pemasangan baruyungan dan daun kemudi. Pemasangan baruyungan dan otel kemudi dilakukan saat perahu sudah siap ke laut.

Dokumen terkait