• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran-saran

Dalam dokumen HALAMAN JUDUL (Halaman 83-133)

BAB V PENUTUP

B. Saran-saran

Hakim harus mempertimbangkan bukti-bukti pendukung, termasuk

konteks hukum dan latar belakang yang mendasari di balik pelanggaran

tersebut. Pada hakikatnya tujuan penjatuhan pidana adalah untuk proses

rehabilitasi agar dapat berkembang dan bermanfaat bagi bangsa dan

negara, bukan hanya untuk tujuan menghukum atau menimbulkan efek

jera.

2. Masyarakat

Kepada masyarakat dalam melakukan pembelaan diri dikeadaan

darurat sekiranya untuk tidak melakukan tindakan pembelaan berlebihan

yang pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri karena dikemudian

hari dituntut pertanggungjawaban pidana oleh korban.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah. ―Tinjauan Yuridis Terhadap Delik Penganiayaan Dan Pembunuhan.‖

Universitas Hasanuddin, 2014.

Azisa, Andi Sofyan Dan Nur. Hukum Pidana. Makassar: Pustaka Pena Press, 2016.

Bachtiar. Metode Penelitian Hukum. Bandung: Unpam Press, 2019.

Busiknas Bareskrim Polri. ―Ada Seribu Kasus Penganiayaan Ditangani Polri.‖

Https://Pusiknas.Polri.Go.Id/. 2022.

Https://Pusiknas.Polri.Go.Id/Detail_Artikel/Ada_Seribu_Kasus_Penganiayaa n_Ditangani_Polri.

Chazawi, Adami. Kejahatan Terhadap Tubuh& Nyawa. Jakarta: Rajawali, 2000.

———. Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1. Jakarta: Rajawali Pers, 2018.

Effendi, Tolib. Dasar Dasar Hukum Acara Pidana (Perkembangan Dan Pembaharuannya Di Indonesia). Malang: Setara Press, 2014.

Fajri, Afrizal Novandana Noor. ―Pertimbangan Hakim Dalam Dissenting Opinion Terhadap Alasan Permohonan Kasasi Oleh Terdakwa Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Bagi Diri Sendiri (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 994 K/Pid.Sus/2014).‖ Jurnal Verstek 6, No. 1 (2016): 1–23.

Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Harahap, M. Yahya. Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan Kuhap. Jakarta:

Sinar Grafika, 2003.

Hartono. Penyidikan Dan Penegakan Hukum Pidana Melalui Pendekatan Hukum Progresif. Jakarta: Sinar Grafik, 2010.

Harynova, Alra. ―Penganiayaan Dilihat Dari Perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dan Hukum Pidana Islam.‖ Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin, 2018.

Hodijah Uswatun Hasanah. ―Kajian Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Yang Terjadi Karena Peranan Dari Korban.‖ Universitas Sriwijaya, 2019.

Huda, Chairul. Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Petanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

I Ketut Mertha; I Gusti Ketut Ariawan; Ida Bagus Surya Dharma Jaya; Wayan

Suardana; Aa Ngurah Yusa Darmadi; I Gaa Dike Widhiyaastuti, ; I Nyoman

Gatrawan; I Made Sugi Hartono. Buku Ajar Hukum Pidana. Diedit Oleh Fakultas Hukum. Buku Ajar Hukum Pidana Universitas Udayana. Denpasar:

Universitas Udayana, 2016.

Https://Simdos.Unud.Ac.Id/Uploads/File_Pendidikan_1_Dir/424c6f6b9a703 073876706bc9793eeda.Pdf.

Ibrahim, Johni. Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Cet. Iii. Malang:

Bayumedia Publishing, 2007.

Ishaq, Dan Abdul Rajak. ―Al-Risalah Kerinci Dan Hukum Pidana Indonesia Sanction Of Torture In The Costomary Criminal Law Of Kerinci And Indonesian Criminal Law.‖ Al-Risalah Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan 19, No. 1 (2019): 17–35.

Isharyanto. Teori Hukum Suatu Pengantar Dengan Pendekatan Tematik.

Yogyakarta: Wr Penerbit, 2016. Dr.Isyanto,.

Iuristebi. ―Introduction To Criminal Law‖ Ii (2011): 1–19.

Https://Iuristebi.Files.Wordpress.Com/2011/07/Introduction-To-Criminal-Law.Pdf.

Johnny Ibrahim. Teori Dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang:

Bayumedia Publishing, 2006.

Ketua Mahkamah Agung Ri. Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2012, Issued 2020.

Https://Www.Hukumonline.Com/Berita/Baca/Lt5f36c34aced9c/Ini-Landasan-Pembentukan-Perma-Pemidanaan-Perkara-Tipikor-/.

Lubis, Teguh Syuhada. ―Penyidikan Tindak Pidana Penganiayaan Berat Terhadap Anak.‖ Jurnal Edutech 3, No. 1 (2017): 133–47.

Mahmudji, Soerjono Soekanto Dan Sri. Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.

Masriani, Yulies Tiena. Pengantar Hukum Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Miftah Nur Chairil. ―Analisis Putusan No. 8/Pid.Sus-Anak/2018/Pt Jmb Tentang Sanksi Tindak Pidana Pemerkosaan Terhadap Anak Di Pengadilan Tinggi Jambi.‖ Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin, 2020.

Moeljatno. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Bina Aksara, 2015.

Muh, Arham Latif. Analisis Putusan Hakim Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Kejahatan Seksual (Studi Putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor: 146/Pid.Sus-Anak/2015/Pn.Mks, 2017.

Muhammad, Rusli. Potret Lembaga Pengadilan Indonesia. Jakarta: Pt Raja

Grafindo Persada, 2006.

Mulyadi, Lilik. Kompilasi Hukum Pidana Dalam Perspektif Teoritik Dan Praktik Peradilan (Perlindungan Korban Kejahatan, Sistem Peradilan Dan Kebijakan Pidana, Filsafat Pemidanaan Serta Upaya Hukum Peninjauan Kembali Oleh Korban Kejahatan). Bandung: Mandar Maju, 2007.

Muslih, Ahmad Wardi. Hukum Pidana Islam,. Jakarta: Sinar Grafika, 2005.

Muttaqien, Raisul. Teori Umum Tentang Hukum Dan Negara Terjemahan Buku Hans Kelsen General Theory Of Law And State. Bandung: Nusamedia, 2010.

Nawawi, Barda. Masalah Penegakan Huku Dan Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Kencana, 2007.

Nurhayati, Yati. Pengantar Ilmu Hukum. Bandung: Nusamedia, 2020.

Pattipawae, Dezonda Rosiana. ―Putusan Tata Usaha Negara Yang Memiliki Kekuatan Eksekutorial Tidak Dipatuhi Oleh Pejabat Tata Usaha Negara.‖

Saniri 1, No. November (2020): 1–17.

Prasetyo, Teguh. Hukum Pidana. Jakarta: Rajawali Press, 2010.

Pratomo, Danu Adi. ―Implementasi Putusan Pidana Minimal Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Pengadilan Tipikor Surabaya.‖ Universitas Pembangunan

Nasional ―Veteran‖ Jawa Timur, 2012.

Https://Dspace.Ups.Edu.Ec/Bitstream/123456789/5224/1/Ups-Qt03885.Pdf.

Prodjodikoro, Wirhono. Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. Bandung:

Refika Aditama, 2003.

Rahmawati, Theadora, Dan Umi Supratiningsih. Pengantar Ilmu Hukum Dan Pengantar Hukum Indonesia. Pamekasan: Duta Media Publishing, 2020.

Ramadhani, Putri Amalia. ―Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Penyelenggara Pendidikan Tinggi Tanpa Izin.‖ Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 2018.

Ramelan. ―Kasasi Terhadap Putusan Bebas.‖ Jurnal Hukum Prioris 3, No. 2 (2009). Https://Media.Neliti.Com/Media/Publications/80965-Id-Kasasi-Terhadap-Putusan-Bebas.Pdf.

Rasyid, Roihan A. Hukum Acara Peradilan Agama. Jakarta: Pt. Rajawali Press, 2006.

Rempell, Scott. ―Defining Persecution.‖ Utah Law Review 2013, No. 1 (2013):

283–344. Https://Papers.Ssrn.Com/Sol3/Papers.Cfm?Abstract_Id=1941006.

Rohmadi, Tri. ―Kajian Penegakkan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan Luka Pada Tahap Persidangan Tri.‖

Dinaika Hukum 11, No. 3 (2020): 16–33.

Sari, Indah. ―Perbuatan Melawan Hukum (Pmh) Dalam Hukum Pidana Dan Hukum Perdata.‖ Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara 11, No. 1 (2020): 53–70.

Suhaimi, Ahmad. ―Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dan Hukum Pidana Islam.‖

Universitas Sumatera Utara, 2018.

Susanti, Ayu. ―Analisis Putusan Pengadilan Pada Perkara Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak (Studi Putusan Nomor : 170/Pid.B/2017/Pn.Pmb).‖ Universitas Sriwijaya. Universitas Sriwijaya, 2018. Http://Link.Springer.Com/10.1007/978-3-319-59379-

1%0ahttp://Dx.Doi.Org/10.1016/B978-0-12-420070-8.00002-7%0ahttp://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Ab.2015.03.024%0ahttps://Doi.Org/10.10

80/07352689.2018.1441103%0ahttp://Www.Chile.Bmw-Motorrad.Cl/Sync/Showroom/Lam/Es/.

Takdir, S H. ―Mengenal Hukum Pidana.‖ Penerbit Laskar Perubahan, 2013, 4–5.

Tamaji. ―Analisis Hukum Positif Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jember Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak Akibat Perceraian.‖ Iain Jember, 2017.

Umar, Dzulkifli. Kamus Hukum New Edition. Jakarta: Mahirsindo Utama, 2014.

―Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana,‖ N.D.

Usaid, The Asia Foundation Ifc And Stanford Lawschool. ―Criminal Law,‖ 2013, 1–47.

Wahyuni, Fitri. Dasar-Dasar Hukum Pidana Di Indonesia. Diedit Oleh M Rizki Azmi. Tangerang Selatan: Pt Nusantara Persada Utama, 2017.

Wicaksana, Dio Ashar, Deni Kamaludin Yusup, Alfeus Jebabun, Yunani Abiyoso, Muhammad Rizaldi Warneri, Siska Trisia, Rima Amelia, Et Al. Penelitian Format Putusan Pengadilan Indonesia : Studi Empat Lingkungan Peradilan Di Bawah Mahkamah Agung. Jakarta: Badan Penerbit Fhui, 2020.

Widodo. Aspek Hukum Pidana Kejahatan Mayantara. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2013.

Wijoyo, Suparto. Laku Lika-Liku Ilmu Hukum. Surabaya: Airlangga University Press, 2005.

Yudhianto, Haris. ―Penerapan Asas Kesalahan Sebagai Dasar Pertanggungjawaban Pidana Korporasi.‖ Stkip Pgri Trenggalek, 2020, 197–

212.

Zaidan, M. Ali. Menuju Pembaruan Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.

Zein, Yahya Ahmad. Kompleksitas Permasalahan Hukum. Pustaka Themis:

Martapura, 2008.

Zulva, Khafifah. ―Analisis Putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Terhadap Tindak Pidana Korupsi Oleh Pt. Nusa Konstruksi Enjiniring.‖

Universitas Andalas, 2021.

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ahmad Ali Akbar NIM : S20174021

Program Studi : Hukum Pidana Islam Fakultas : Syari’ah

Institusi : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

menyatakan dengan sebenarnya bahwa dalam hasil penelitian ini tidak terdapat unsur-unsur penjiplakan karya penelitian atau karya ilmiah yang pernah dilakukan atau dibuat orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

Apabila di kemudian hari ternyata hasil penelitian ini terbukti terdapat unsur-unsur penjiplakan dan ada klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk diproses sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari siapapun.

Jember, 26 Desember 2022 Saya yang Menyatakan

Ahmad Ali Akbar

NIM : S20174021

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Padang yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

1. Nama lengkap : EKO SULISTIYONO Bin SURAJI Pgl. EKO;

2. Tempat lahir : Wonosobo;

3. Umur/Tanggal lahir : 30 Tahun/19 Januari 1990;

4. Jenis kelamin : Laki-laki;

5. Kebangsaan : Indonesia;

6. Tempat tinggal : Jl. Sisingamaraja II No. 36 A Rt 001 Rw 002 Kelurahan Simpang Haru Kecamatan Padang Timur Kota Padang;

7. Agama : Islam;

8. Pekerjaan : Security.

Terdakwa ditangkap oleh:

- Penyidik tanggal 1 Januari 2020;

Terdakwa ditahan dalam tahanan rutan oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 2 Januari 2020 sampai dengan tanggal 21 Januari 2020 ; 2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 22 Januari 2020

sampai dengan tanggal 1 Maret 2020;

3. Penyidik Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 2 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 ;

4. Penyidik Perpanjangan Kedua Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 1 April 2020 sampai dengan tanggal 29 April 2020 ;

5. Penuntut Umum sejak tanggal 30 April 2020 sampai dengan tanggal 19 Mei 2020 ; 6. Penuntut Umum Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak

tanggal 20 Mei 2020 sampai dengan tanggal 7 Juni 2020 ;

7. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 8 Juni 2020 sampai dengan tanggal 7 Juli 2020 ;

8. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 8 Juli 2020 sampai dengan tanggal 5 September 2020 ;

9. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 6 September 2020 sampai dengan tanggal 5 Oktober 2020 ;

10.Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Kedua Oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 6 Oktober 2020 sampai dengan tanggal 4 November 2020 ;

Terdakwa di dampingi Penasehat Hukumnya bernama: Sahnan Sahuri Siregar, S.H.,M.H, Julaiddin, S.H., M.H, Ahmad Rojali Nasution,S.Sy., M.H, Zennis Helen,

Halaman 1 dari 42 Putusan perkara pidana Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Padang tanggal 15 Juni 2020 Nomor: 64/PF-Pid/VI/2020/PN Pdg.

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Padang Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg tanggal 8 Juni 2020 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg tanggal 9 Juni 2020 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Menyatakan terdakwa EKO SULISTIYONO Bin SURAJI Pgl. EKO secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana “ Penganiayaan ” sebagaimana dalam dakwaan ketiga melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP.

- Menghukum terdakwa EKO SULISTIYONO Bin SURAJI Pgl. EKO dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan.

- Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

- Menyatakan terdakwa tetap berada dalam tahanan.

- Menyatakan barang bukti berupa :

 1 (satu) bilah parang bergagang kayu dengan panjang 38 cm.

 1 (satu) bilah pisau warna perak dengan panjang 26 cm.

 1 (satu) buah tongkat leter T panjang 56 cm.

Dirampas untuk dimusnahkan.

 1 (satu) helai jaket parasut warna hitam merk Lands end.

 1 (satu) helai celana pendek bermotif loreng.

 1 (satu) helai baju kaos oblong warna biru tua merk Quik silver.

Dikembalikan kepada ahli waris korban (saksi Wira Frianti).

- Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah).

Setelah mendengar pembelaan Terdakwa dari Penasihat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut:

Halaman 2 dari 42 Putusan perkara pidana Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Umum;

2. Menyatakan Terdakwa EKO SULISTIYONO BIN SURAJI PGL EKO TIDAK TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN melakukan Tindak Pidana pada Dakwaan Ketiga sebaga,imana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP;

3. Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum dengan No. Reg. Perkara : PDM-312/Eoh.2/Pdang/04/2020 tanggal 05 Juni 2020, Batal Demi Hukum. Atau

4. Menyatakan Terdakwa EKO SULISTIYONO BIN SURAJI PGL EKO telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan, akan tetapi perbuatan terdakwa tersebut tidak dapat dihukum karena terdakwa melakukan perbuatan tersebut dalam rangka pembelaan diri dan Melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum;

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut:

Penuntut Umum berpendapat bahwa apa yang dikemukakan oleh Penasehat Hukum terdakwa dalam pembelaannya tidak mempunyai alasan dan tidak sesuai dengan fakta fakta yang terungkap dipersidangan, oleh karena itu menolak semua dalil-dalil dalam pembelaan yang diajukan oleh Penasehat Hukum terdakwa dan menerima tuntutan Penuntut Umum;

Setelah mendengar Tanggapan Penasehat Hukum Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa Penasehat Hukum Terdakwa menolak Replik Penuntut Umum dan Tetap berpendirian Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penganiayaan yang menyebabkan mati” atau Perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa tersebut tidak dapat dihukum karena terdakwa melakukan perbuatan tersebut dalam rangka pembelaan diri;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan berbentuk alternatif sebagai berikut:

KESATU :

Bahwa terdakwa EKO SULISTIYONO Bin SURAJI Pgl. EKO bersama-sama dengan saksi EFENDI PUTRA Bin SYAFRIL Pgl. PENDI (penuntutan terpisah) pada hari Rabu tanggal 01 Januari 2020 sekira pukul 04.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Januari tahun 2020 bertempat di dermaga beton umum pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Padang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, yang melakukan, yang menyuruh melakukan

Halaman 3 dari 42 Putusan perkara pidana Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dilakukan oleh terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

Berawal pada hari Rabu tanggal 01 Januari 2020, terdakwa dan saksi Efendi sebagai Security di area dermaga beton umum pelabuhan Teluk Bayur Padang melakukan patroli dari pukul 19.00 Wib sampai dengan pukul 07.00 Wib dengan berboncengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi Efendi , setelah melaksanakan apel pada jam 19.30 WIb terdakwa dan saksi Efendi mulai melakukan patroli dari dermaga VII sampai ke dermaga beton umum, kemudian sekira pukul 21.00 WIb mereka mengantarkan jurnal ke setiap pos jaga, setelah melaksanakan semua tugasnya terdakwa dan saksi Efendi kembali ke kantor, kemudian sekira pukul 03.00 Wib terdakwa dan saksi Efendi berboncengan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh saksi Efendi kembali melakukan patroli dari dermaga VII sampai ke dermaga umum, sesampainya di di dermaga umum, saksi Efendi turun dari sepeda motor dan duduk menunggu di pos jaga PT CSK, sedangkan terdakwa berpatroli sendirian dengan berjalan kaki kearah dermaga semen curah (dermaga VII) lalu duduk didalam pos jaga, sekira satu jam kemudian terdakwa melihat korban Adek Firdaus berjalan dari arah dermaga beton menuju kearah dermaga semen curah, karena melihat ada seseorang masuk ke area dermaga maka terdakwa keluar dari pos jaga dan menghampiri korban, lalu terdakwa menegur korban dan menanyakan apa keperluannya dan dijawab oleh korban bahwa dia hendak memancing, mengetahui hal itu terdakwa memerintahkan agar korban keluar dari area dermaga karena tidak diperbolehkan ada kegiatan memancing ditempat tersebut, tetapi korban berbalik arah dan berjalan menuju arah keluar pelabuhan, terdakwa mengikuti korban dari belakang dan saat melewati saksi Efendi yang sedang duduk di dalam pos jaga PT CSK, terdakwa memberitahukan kepada saksi Efendi bahwa ada orang bernama Adek Firdaus masuk tanpa izin ke area pelabuhan dan terdakwa menanyakan kepada saksi Efendi apakah ada melihat korban lewat di tempat itu tetapi saksi Efendi mengatakan tidak melihatnya, kemudian terdakwa kembali mencari keberadaan korban dan melihat korban menuju ke dalam area mess PT CSK maka terdakwa mengikuti korban menuju mess PT CSK, sesampainya di mess PT CSK, terdakwa menemukan korban hendak masuk ke lantai dua mess tersebut, maka terdakwa meminta bantuan kepada saksi Efendi dengan cara memberitahukan melalui isyarat mengarahkan cahaya senter kepada saksi Efendi, kemudian terdakwa menyuruh korban untuk turun dan korbanpun turun sambil mengomel dan mengeluarkan kata kata kasar kepada terdakwa, setelah korban turun dan berada di dekat terdakwa, terdakwa menarik lengan jaket yang dipakai korban tetapi korban melakukan perlawanan terhadap terdakwa dengan

Halaman 4 dari 42 Putusan perkara pidana Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

terlepas dari tangan terdakwa, kemudian terjadi perkelahian antara terdakwa dengan korban yaitu terdakwa memukul dada dan lengan korban dengan tangannya, pada saat perkelahian itu berlangsung, saksi Efendi yang sebelumnya sudah mendapatkan kode permintaan bantuan dari terdakwa, berjalan menuju mess PT CSK, saat saksi Efendi berada di dekat lokasi terjadinya perkelahian antara terdakwa dan korban tersebut, saksi Efendi melihat korban sedang memegang pisau di tangan kanannya, kemudian saksi Efendi berniat membantu terdakwa dengan menyuruh terdakwa mundur dan langsung mendekati korban lalu saksi Efendi memegang tangan kanan korban yang memegang pisau dan memplintirnya ke belakang punggung korban sehingga pisau yang dipegang korban terjatuh ke tanah lalu saksi Efendi mendorong tubuh korban sehingga tersandar ke dinding mess PT CSK, setelah pisau itu terjatuh, saksi Efendi menundukkan badannya hendak mengambil pisau tersebut, saat saksi Efendi sudah memegang pisau tersebut saksi Efendi melihat kearah korban dan ternyata korban membuka jaketnya sambil mengeluarkan sebilah golok dari balik jaket yang dipakainya, korban hendak mengayunkan golok tersebut kearah saksi Efendi maka saksi Efendi berniat mendahului, sebelum korban menusukkan golok itu kepadanya maka saksi Efendi terlebih dahulu menusukkan pisau yang dipegang ditangan kanannya ke paha sebelah kiri korban sebanyak satu kali kemudian saksi Efendi menusukkan kembali pisau tersebut kearah dada korban satu kali dan kearah lain dari tubuh korban beberapa kali sehingga akhirnya korban jatuh ke tanah dalam keadaan tertelungkup.

Akibat perbuatan terdakwa dan saksi Efendi tersebut, korban Adek Firdaus Pgl. Adek Bidai meninggal dunia dan menurut Visum Et Repertum Nomor : 01/VER/I/2020/Rs Bhayangkara tanggal 01 Januari 2020 yang dibuat dan ditandatangani oleh Dr. Rosmawaty, M.Ked (For) Sp.FM pada Rumah Sakit Bhayangkara Padang korban mengalami :

- Pemeriksaan kepala :

a. Dijumpai rambut panjang depan 9 cm, panjang samping kanan 11 cm dan kiri 11 cm.

b. Dijumpai kedua bola mata keruh, kelopak bagian bawah pucat.

c. Dijumpai wajah luka lecet pada pipi sebelah kanan 25 cm jarak dari pertengahan 6,5 cm jarak dari sudut mulut 7,5 cm.

d. Dijumpai luka lecet didekat hidung panjang 1 cm lebar 1 cm jarak lubang hidung 1 cm jarak dari luka pertama 2 cm.

e. Dijumpai gigi lengkap.

Halaman 5 dari 42 Putusan perkara pidana Nomor 372/Pid.B/2020/PN Pdg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

Dalam dokumen HALAMAN JUDUL (Halaman 83-133)

Dokumen terkait