Diah Handayani
1. Tahap Persiapan Materi Konstruksi
Proses persiapan materi konstruksi Majalah Misykat pada pemberitaan tentang radikalisme “Menjegal Virus Radikal” berlangsung sejak dalam proses perencanaan berita di rapat redaksi hingga proses penyusunan berita melalui peliputan dan penulisan. Peristiwa gerakan ISIS yang menjadi incaran Densus 88 yang mengintai beberapa pesantren yang dicurigai sebagai sarang gerakan radikal terjadi sejak 29 Agustus 2014 dipertimbangkan dalam rapat perencanaan isu Majalah Misykat sebagai bentuk reaksi mereka terhadap pemberitaan negatif tentang pesantren. Hal ini mereka lakukan di pekan yang sama.
Misykat melihat peristiwa ini memiliki nilai berita tinggi. Aspek nilai-nilai berita dipertimbangkan untuk isu ini di antaranya adalah kehangatan (aktualitas), magnitude, eksklusif, sudut pandang lain, dramatis dan misi. Menurut Al-Faris pimpinan redaksi Misykat, upaya meluruskan pemberitaan negatif Islam melalui pemberitaan tentang gerakan ISIS dengan memberikan informasi yang benar tentang sejarah ISIS, latar belakang terbentuknya gerakan ini, misinya dan bagaimana gerakan
ini disebarluaskan merupakan upaya meluruskan citra buruk Islam itu sendiri. Serta informasi akurat tentang peran dan fungsi pesantren sebagai lembaga sosial di masyarakat diharapkan dapat menjawab kekhawatiran masyarakat tentang pesantren sebagai sarang terorisme. Peristiwa di pedalaman Bima di tahun 2011 merupakan pesantren yang tidak pernah menjadi sorotan sebelumnya, ternyata diam-diam pengajarnya malah merakit bom. Dikhawatirkan, ia juga mengajarkan hal itu kepada para santrinya. Berita-berita yang menyudutkan umat Islam semacam ini, Fariz anggap memiliki nilai berita tinggi bahkan mampu menembus ke dalam rubrik-rubrik besar dan dapat menjadi prioritas majalah-majalah besar lainnya. M. Aminulloh mengatakan,
“Sajian utama Misykat selalu berasal dari isu-isu keagamaan yang berkaitan dengan syari’ah dan muamalah sebagai ikhtiar syiar Islam dan dakwah, maka sebagai warga masyarakat yang turut prihatin dengan pemberitaan yang menyudutkan uat Islam dan pesantren, maka kompartemen pemberitaan yang berkembang di sini berisi berita-berita yang mengandung nilai dakwah.”
Media bagaimanapun memiliki kewajiban mengusung misi tanggung jawab sosial dan mengutamakan nilai-nilai berita, yang menjadi tujuan akhir bagaimana menghasilkan berita tidak semata-mata memiliki nilai jual, agar majalah ini tetap laku. Berita berkualitas harus memenuhi ciri-ciri tertentu. Majalah Misykat memuat banyak ayat Al-Qur’an dan Hadis dalam penulisan kolom dan opininya.
Majalah bulanan Misykat memiliki kriteria layak berita tersendiri, yang telah disesuaikan dengan visi, misi dan konsep awal pemberitaan. Suatu berita layak disiarkan jika telah sesuai dengan kriteria yang disepakati bersama dalam rapat redaksi. Komponen kriteria layak siar Majalah Misykat yaitu : informasi, mengandung syi’ar Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, relevan, angle (sudut pandang) lain, magnitude, tren baru, misi dakwah ke-Islam-an, tokoh dan partisipan. Sementara itu, unsur-unsur kelayakan sajian utama Misykat dalam pemberitaan “Menjegal Virus Radikal” di antaranya adalah unsur aktualitas dan keberimbangan yang menawarkan sudut pandang lain dari peristiwa tersebut.
Pertimbangan pertama aktualitas. Misykat memuat tentang “Menjegal Virus Radikal” merupakan isu hangat yang sedang dibicarakan. Gerakan ISIS yang membawa dampak pada pandangan negatif terhadap
citra umat Islam menjadi objek berita yang layak untuk dijelaskan secara gamblang dan sesuai dengan proporsinya. Islam bukan agama teroris begitupun dengan umatnya. Keberimbangan informasi yang gencar di media massa umum agaknya perlu dilakukan Misykat sebagai upaya keberatan mereka akan pemberitaan yang menyudutkan pesantren sebagai sarang teroris. Meskipun arus isu yang berkembang di masyarakat begitu besar diakibatkan oleh desakan dengan adanya deadline yang tidak boleh dilanggar demi menjaga aktualitas berita, tetapi muatan berita untuk mengkonter opini publik di masyarakat tentang peran dan fungsi sosial pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua memang perlu untuk dilakukan.
Periodisasi Misykat yang sebulan sekali memberikan ruang redaksi untuk menetapkan topik berita dengan tenggang waktu tetap hangat. Meskipun aktualitas merupakan tuntutan mutlak bagi kelayakan berita disiarkan, namun muatan dalam Misykat ini tidak sekedar mengejar berita aktual, namun juga bermuatan meluruskan radikalisme Islam yang selama ini dipandang merugikan alumni pesantren yang banyak dikucilkan masyarakat karena sifatnya mutlak, maka bobotnya ialah 10,4. Majalah Misykat, seperti media massa lainnya memiliki periode terbit yang membuat personilnya harus bekerja dalam periode tertentu. Menurut Siregar (1998: 235), deadline adalah batas mati yang tidak boleh dilanggar, karena kalau dilanggar dapat menyebabkan laporan tidak sempat diperiksa sehingga terpaksa tidak dapat dimuat atau berita menjadi basi. Kalaupun berita terpaksa dimuat karena tidak ada pengganti, berita itu dimuat seadanya yang berpotensi menimbulkan citra negatif di mata pembaca. Misykat memiliki kebijakan terbit satu bulan sekali untuk tetap menjaga eksklusifitas berita dan dapat memberikan sudut pandang lain yang dianggap penting oleh Misykat. Ekslusif dalam kerja pers, berarti hanya media itu yang mempunyai bahan dan lebih dulu menyiarkannya daripada media lain. Untuk memperoleh berita ekslusif diperlukan kacakapan meramu bahan secara investigatif.
Meskipun Misykat bukan seperti penerbitan pers atau media massa umunya yang berlomba mengungguli saingannya, akan tetapi Misykat memiliki sudut pandang (angle) lain mengenai suatu topik berita. Untuk mempertimbangkan aspek ekslusivitas bagi Majalah Misykat, bobot untuk poin ini adalah 9.
keberpihakan kepada masyarakat (muslim) dan kepentingan umum. Dalam mempersiapkan berita tentang gerakan ISIS, Misykat memperhitungkan tentang keberpihakan terhadap isu yang diusung dan digunakan untuk siapa isu tersebut. Jadi, dalam tahap persiapan konstruksi Misykat memiliki kepentingan terhadap umat Islam namun tetap memiliki pertimbangan-pertimbangan kualitas dan nilai berita yang berlaku di dunia jurnalistik.