• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA

B. Tahap Prospek, Permohonan dan Investigasi

Dalam penelitian ini peneliti memiliki beberapa analisis yang akan digunakan dalam mengkaji pembiayaan Implan. Dalam hal ini adalah analisis 7A dan 5C. Pembahasan ini akan dipisahkan menjadi beberapa tahapan.

Unit Cabang memiliki kewenangan untuk menentukan target pasar.Dalam penelitian yang diambil oleh penyusun, BSM Cabang Salatiga menentukan target pasar yaitu pada Dinas Kependidikan di daerah Kabupaten Semarang.Setelah melalui pengamatan dan pertimbangan, bank melakukan penawaran padaInstansi.Pada awal pengenalan produk, terlebih dahulu bank perlu memastikan apakah sekolah tersebut termasuk ke dalam

kriteria yang terdapat pada salah satu ketentuan Instansi. Ketentuan tersebut antara lain:

1. Instansi Pemerintah, BUMN/BUMD, Perusahaan Multinasional atau Perusahaan SwastaBonafide.

2. Perusahaan telah beroperasi minimal 5 tahun dan tidak fiktif. 3. Perusahaan dengan reputasi baik.

4. Sektor industri sangat menarik, menarik atau cukup menarik. Setelah melalui wawancara pada anggota instansi, rekanan instansi, penduduk sekitar wilayah instansi berada serta pada studi kasus pembiayaan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa instansimemenuhi 4 ketentuan di atas dan layak melanjutkan langkah analisis.Sebuah instansi yang telah memenuhi ketentuan tersebut dapat dikatakan lolos dari langkah investigasi dan verifikasi.

C. Analisis Proposal Pembiayaan Implan 1. Analisis 7A

Setelah proses investigasi dan verifikasi dilakukan dan memenuhi beberapa target market, langkah selanjutnya yang perlu dianalisis adalah Analisis 7A. Analisa ini terdiri dari AnalisisAspek Yuridis/Hukum, Aspek Pasar dan Pemasaran, Aspek Keuangan, Aspek Teknis/Operasi, Aspek Manajemen, Aspek Sosial Ekonomi dan Aspek AMDAL.

a. Analisis Manajemen

Analisis Manajemen dilakukan dengan melihat kelengkapan persyaratan yang menyangkut manajemen instansi.Dalam hal ini seperti Akta Pendirian dan perubahannnya/AD/ART, RAT, KTP pengurus, SIUP, TDP, NPWP serta Surat Keterangan Sehat dari Dinas Koperasi apabila ada.

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan pada manajemen instansi, ditemukan sebuah resiko yang mungkin terjadi yaitu tidak terbayarnya kewajiban angsuran nasabah karena saldo pada rekening nasabah tidak mencukupi untuk melakukan pendebetan. Namun dengan berbagai dialog yang dilakukan, ditemukan sebuah mitigasi dengan cara pembayaran gaji karyawan atau guru yang melalui bendahara sekolah telah terlebih dahulu di debet untuk pembayaran angsuran. Dengan demikian, resiko tidak terbayarnya kewajiban angsuran masing- masing karyawan sekolah dapat dicegah dengan baik.

b. Aspek Yuridis

Berbagai syarat pada Aspek Manajemen berkaitan dengan Aspek Yuridis instansi. Dengan tambahan lampiran berupa susunan manajemen perusahaan yang sesuai dengan akta pendirian/perubahan terakhir, KTP, KK, Akta Nikah, Slip Gaji serta SK yang kesemuanya terkait dengan pengurus harian

instansi. Dalam kasus ini, instansi telah memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan Aspek Yuridis.Sehingga dapat disimpulkan bahwa proposal dapat lanjut ke tahapan selanjutnya.

c. Aspek Sosial Ekonomi

Dalam pembahasan aspek ini menyangkut kondisi sosial ekonomi yang dapat terbangun akibat adanya pembiayaan Implan.Tidak dipungkiri bahwa gaji yang diterima seorang guru belum dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan secara keseluruhan.Pembiayaan Implan membantu mewujudkan atas kebutuhan tersebut.Namun, belum dapat berpengaruh pada kondisi ekonomi secara luas, karena sifat dari produk ini konsumtif multiguna.Dalam pembahasan pada Nota Analisis Pembiayaan yang dibuat oleh BSM Cabang Salatiga tidak mencantumkan mengenai Aspek Sosial Ekonomi ini. Karena pandangan yang menganggap bahwa jenis pembiayaan apapun secara umum akan membantu pergerakan ekonomi masyarakat. penyusun berpandangan bahwa, analisa akan lebih efektif jila Aspek Sosial Ekonomi akan lebih menguntungkan jika diterapkan pada Analisa Pembiayaan Implan ke depannya.

d. Analisis Teknis/Operasi

Pada analisis teknis yang dilakukan oleh BSM Cabang Salatiga dibagi menjadi 2 tahap. Yaitu:

1) Mekanisme pembiayaan kepada karyawan

Dalam pemberian fasilitas Implan kepada karyawan instansi, skim yang digunakan adalah Murabahah. Skim ini dianggap sesuai dengan tujuan pembiayaan yaitu konsumtif pembelian barang-barang yang diperlukan oleh karyawan instansi dimana pada tahap awal pihak sekolah telah melakukan seleksi terhadap para karyawan yang mengajukan permohonan fasilitas Implan dan memberikan rekomendasi apabila memang layak untuk diberikan fasilitas Implan.

Karyawan yang menjadi rekomendasi sekolah selanjutnya diwajibkan menyetorkan persyaratan pembiayaan ke bank untuk kemudian dilakukan penganalisaan lebih lanjut. Persyaratan bagi nasabah perseorangan meliputi, mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembiayaan, kartu identitas suam/istri, KK, akte nikah/cerai, surat persetujuan suami/istri, NPWP, slip gaji/surat keterangan penghasilan terakhir, SK pengangkatan, surat pernyataan persetujuan SKPG.

Jika persyaratan tersebut dapat dipenuhi maka selanjutnya bank melakukan tahapan kedua.Pada tugas pakhir ini, penyusun fokus terhadap pembiyaan Implan pada perusahaan.Maka, penganalisaan terhadap pembiayaan Implan indifidu tidak ditampilkan secara kompleks.

2) Mekanisme pencairan dan pembayaran angsuran

Nasabah yang lanjut ke tahapan selanjutnya diwajibkan untuk membuka rekening pada Bank Syariah Mandiri karena pencairan dana dilakukan dengan mengkredit rekening masing-masing karyawan. Sedangkan pembayaran angsuran dilakukan dengan mendebet saldo rekening masing-masing nasabah dimana bendahara telah melakukan pendebetan pada setiap rekening karyawan yang telah mendapat fasilitas pembiayaan. Sehingga resiko tidak terbayarnya kewajiban angsuran setiap karyawanakan dapat dicegah dengan pendebetan secara otomatis.

Namun dengan kedua teknis dan langkah yang demikian, masih ditakutkan akan timbul resiko-resiko antara lain ketakutan jika pegawai belum menyetorkan biaya administrasi, asuransi dan biaya lain. Dengan dialog dan perjanjian antara instansi dan bank, pada akhirnya resiko ini

dapat dicegah dengan perjanjian bahwa sebelum pegawai menyetorkan dana pembayaran biaya-biaya tersebut, maka pencairan pembiayaan Implan belum akan dilakukan. Jika aspek teknis dapat dipenuhi dengan baik maka calon nasabah kan dapat menerima pembiayaan dengan syarat, analisa lain terkait pembiayaan implan dapat terpenuhi.

e. Aspek AMDAL

Analisis ini memperhitungkan dampak pada lingkungan sekitar baik darat, air maupun udara.Instansimerupakan penyedia jasa pendidikan yang tidak berpengaruh pada lingkungan yang dimaksud pada aspek AMDAL ini.Pada Nota Analisa Pembiayaan yang diteliti tidak mencantumkan aspek ini karena secara umum tidak memiliki pengaruh.Pada Bab 2 disampaikan bahwa perusahaan yang kemungkinan memiliki dampak pada lingkungan adalahperusahaan yang mengeluarkan limbah serta berkemungkinan merusak kelestarian lingkungan.Bidang usaha pendidikan secara keseluruhan tidak termasuk pada resiko demikian.

f. Aspek Keuangan

Aspek yang sangat penting di dalam sebuah pembiayaan adalah aspek keuangan. Dalam hal ini BSM Cabang Salatiga memiliki rumus pengembangan atas pembiayaan Implan yang telah tercantum pada bab II Tugas

Akhir ini. Dalam bab ini akan dikaji bagaimana rumus ini diterapkan pada kasus pembiayaan. Untuk menerapkan pada rumus, terdapat data-data yang harus diperoleh bank diantaranya, Total Gaji Karyawan yang dibayarkan oleh instansi, Rate of Return yang terdapat pada ketentuan pembiayaan, jangka waktu pembiayaan, serta kewajiban pembiayaan lain yang dikeluarkan oleh karyawan serta instansi. Dari data-data tersebut, bank berhasil menemukan data yang dapat dituliskan sebagai berikut:

Keterangan:

Total gaji karyawan: biaya gaji yang dikeluarkan instansi untuk membiayai gaji karyawan dan guru tiap bulan.

Dari data-data yang terdapat di atas memungkinkan bank untuk melakukan penghitungan terhadap kemampuan keuangan instansi. Selain dari total gaji yang dikeluarkan oleh instansi, kesehatan laporan keuangan menjadi faktor penentu

Diketahui:

Total Gaji Karyawan (per bulan) : Rp35.800.000,- Rate of Return : 16.5%

Jangka Waktu Pembiayaan : 10 tahun Kewajiban karyawan pada Bank lain : -

utama pada aspek kali ini. Namun karena keterbatasan penyusun dan kerahasiaan atas laporan keuangan, maka pada kesempatan kali ini, penghitungan atas laporan keuangan tidak dapat ditampilkan proses penghitungannya. Namun melalui informasi karyawan BSM Cabang Salatiga terkait penganalisaan pada instansi terkait, menginformasikan bahwa komite yang dilakukan Bank atas analisa terhadap laporan keuangan instansi, menunjukkan hasil bahwa instansi memiliki laporan keuangan yang sehat dan kesehatan keuangan yang baik pada 2 tahun terakhir dan diperkiraan tetap pada kondisi yang prima hingga 10 tahun mendatang.

g. Aspek Pasar dan Pemasaran

Aspek terahir dalam analisa pembiayaan adalah aspek pasar dan pemasaran.Dalam kasus kali ini, pembiayaan dilaksanakan pada sektor pendidikan di daerah kabupaten Semarang.Dapat dikatakan bahwa produk yang ditawarkan adalah jasa kependidikan setingkat Sekolah Menengah Umum pada wilayah Kabupaten Semarang.Lokasi dari sekolah berada di pusat daerah Suruh, dan memiliki riwayat yang baik, sehingga diduga bahwa tidak terdapat permasalahan yang dapat menghambat kemajuan sekolah ini.

Namun, dalam penelitian yang dilakukan oleh penyusun, dalam Nota Analisa Pembiayaan yang dibuat oleh BSM Cabang Salatiga tidak mencantumkan adanya Aspek

Pasar dan Pemasaran.Diduga karena adanya rasa aman yang dirasakan oleh pihak perbankan, bahwa bisnis di dunia pendidikan masih memiliki prospek yang baik.Tidak dapat disalahkan pendapat yang demikian, karena kini dunia pendidikan telah mendapat perhatian yang lebih dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.Namun, pendapat ini dapat membawa pada ketidak telitian analisa, karena tidak seluruh sekolah memiliki riwayat dan prospek yang baik. Persaingan antar sekolah semakin tinggi mengakibatkan sekolah yang lemah dalam pengajar dan fasilitas akan ditinggalkan oleh kebanyakan pelajar.

BSM Cabang Salatiga tidak melakukan penganalisaan ini, diduga karena bank lebih menfokuskan pada Analisa Manajemen, Analisa Keuangan, Analisa Yuridis dan Analisa Teknis. Tidak dapat disalahkan analisa yang demikian, karena setiap bank akan memiliki cara dan tahapan seleksi yang berbeda. Namun akan lebih efektif jika keseluruhan Analisa 7A dapat dilaksanakan dan dipenuhi demi kelancaran pembiayaan.

Dapat disimpulkan, dari ketujuh analisis pada Analisis 7A, BSM Cabang Salatiga hanya menggunakan 4 Aspek.Dimana dari keempat aspek memiliki nilai positif.Hal menunjukkan bahwa instansi dapat melanjutkan pada Analisis 5C.

2. Analisis 5C

Untuk dapat lebih mengetahui apakah sekolah ini mampu melewati proses analisis dan berhak memperoleh pembiayaan, kita harus memiliki beberapa sistem analisis. Seperti diketahui sebelumnya penyusun menggunakan 2 analisa yaitu 7A dan 5C.Setelah mengetahui hasil dari analisis 7A, kita beranjak pada sistem analisis 5C.Dalam pelaksanaan analisis ini selalu beriringan dengan analisis 7A, karena dalam kenyataannya keduanya selalu berkaitan.Kelima analisis yang digunakan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

a. Analisis Karakter

Analisis pada kali ini akan dimulai dari Analisis Karakter. Bagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa karakter

ANALISA 5C

Character(Karakter)

Capacity(Kapasitas) Collateral(Jaminan) Capital(Modal) Condition of economic(Kondisi Perekonomian) Gambar 4.3 Analisis 5C

inst pem hal yang s inst infor Caba BI pem disa me

instansi dapat berpengaruh besar pada pembiayaan.Karakter dapat dilihat dari watak pe hal ini Badan Pengurus Harian (BPH), karyawa yang sering dilakukan.

Untuk memperoleh informasi menge instansi dapat dilakukan dengan wawancara informasi yang tersedia pada Bank Indone

Cabang Salatiga sering disebut dengan “BI Che BI Checking dapat diperoleh data-data s pembiayaan instansi. Untuk mempermudah, di disajikan langkah-langkah yang harus di mengakses BIChecking.

Gambar 4.4 BIChecking1

Laman ini dimiliki oleh setiap memperoleh data calon nasabah.Situs ini diakses oleh sembarang orang karena terda kode cabang yang tentu saja setiap bank

pada pelaksanaan k pengurus, dalam wan serta kegiatan

engenai karakter ra serta melacak ndonesia.Pada BSM Checking”.Melalui

seperti riwayat di bawah ini akan dilakukan untuk

tiap bank untuk ni juga tidak bisa rdapat kode bank, nk memiliki kode

yang berbeda.Situs ini dapat diakses administrasi yang memilikiuserpada BI.

Dari informasi Bi Checking dapat di pembiayaan instansi meliputi riwayat kelancaran pembiayaan sebelumnya yang dalam beberapa kriteria, yaitu lancar, kura macet.Laman ini diperbaharui setiap harin usersehingga akurasi atas situs ini tidak dira

Gambar 4.5 BIChecking2

Setelah admin meng-input user nam selanjutnya akanmuncul tampilan di atas, ke masuk pada informasi yang dikehendaki, Umum karena BSM termasuk ke dalam Bank U

s oleh karyawan

diketahui riwayat yat pembiayaan, ng digolongkan ke kurang lancar, dan harinya oleh setiap k diragukan.

name dan password s, kemudian untuk ki, kita pilih Bank

Gambar 4.6 BIChecking3

Setelah itu akanmuncul tampilan di Informasi BI. Setelah itu akan muncul tam ini.

Gambar 4.7 BIChecking4

Dari langkah di atas, user menca instansi sehingga akan muncul nama diinginkan. Karena kerahasiaan infor

n di atas. Pilih opsi ampilan di bawah

ncantumkan nama a instani yang nformasi, maka

penyusuntidak dapat menampilkan hasil BI Checkingpada tugas akhir ini.

Selain melalui BI Checking, dapat diperoleh informasi lain mengenai karakter instansi dengan cara wawancara pada karyawan instansi, penduduk sekitar, murid-murid dan pihak yang dirasa mampu memberi informasi secara objektif.Wawancara terhadap karyawan dapat meliputi informasi kelancaran pembiayaan gaji, kelancaran pembiayaan spp siswa, kesehatan unit usaha sekolah dan kelancaran kegiatan belajar mengajar pada sekolah ini. Hasil wawancara akan dituliskan pada nota analisa pembiayaan dan hasil dari analisa tersebut menunjukan bahwa tidak ada informasi buruk mengenai instansi tersebut.

b. Analisis Kapasitas

Analisis yang kedua adalah Analisis Kapasitas.Dalam menentukan kapasitas yang dimiliki oleh instansi, BSM memiliki rumus yang sering disebut rumus DSR (Debt Service Ratio).Rumus tersebut dapat disajikan sebagai berikut:

Seperti yang telah diketahui bahwa pendapatan yang dimiliki oleh instansi adalah sejumlah Rp35.800.000,- maka kita dapat menerapkan pada rumus DSR.

Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa potensi awal pembiayaan yang dimiliki oleh instansi adalah Rp12.888.000,- dalam jangka waktu 1 bulan. Selanjutnya kita harus menghitung Potensi Pembiayaan yang mungkin dapat dikeluarkan oleh instansi. Perhitungan ini diterapkan dengan rumus di bawah ini:

DSR(Debt Service Ratio) = 40% x 90% x Rp35.800.000,- = Rp12.888.000,-

Perhitungan Potensi Pembiayaan

Pendapatan = x

Potensi Awal Pembiayaan (DSR) = x Kewajiban Karyawan pada Bank Lain = x

Kewajiban Instansi pada Bank Lain = x - Sisa Potensi Pembiayaan = x

Dari rumus tersebut jika diterapkan pada kasus instansi maka menghasilkan perhitungan sebagai berikut dengan total kewajiban karyawan dan instansi kepada bank lain telah diketahui pada pembahasan Analisis Keuangan 7A.

Perhitungan di atas menghasilkan dugaan bahwa potensi akhir yang dimiliki oleh instansi untuk pembiayaan Implan adalah sebesar Rp12.888.000 dalam satu bulan. Pengajuan pembiayaan diharapkan dengan jangka waktu 3 tahun dan bank menentukan Rate of Return sebesar 16,5%. Dengan keterangan tersebut dapat dihitung Total Plafond Induk Pembiayaan dengan perhitungan sebagai berikut:

Perhitungan Potensi Pembiayaan

Gaji per Bulan = Rp35.800.000 Potensi Awal Pembiayaan (DSR) = Rp12.888.000 Kewajiban Karyawan pada Bank Lain = 0

Kewajiban Instansi pada Bank Lain = 0 - Sisa Potensi Pembiayaan = Rp12.888.000

Perhitungan Plafond Induk Pembiayaan

Potensi Pembiayaan xRate of Returnx Jangka Waktu (bulan) = Rp12.888.000 x 16,5% x 120 bulan

= Rp255.182.400

Jadi maksimum pembiayaan dalam 3 bulan adalah Rp765.547.200

Rp765.547.200,- dan pada tahap ini diajukan dengan maksimal plafond Rp750.000.000,- Dengan demikian, pada pembiayaan kali ini, instansi dapat memperoleh pembiayaan Implan sebesar Rp750.000.000,- dalam jangka waktu pengajuan selama 3 tahun.

c. Aspek Kondisi Perekonomian

Selanjutnya kita akan mengkaji Aspek Kondisi Perekonomian. Kondisi ekonomi yang dimaksud pada pembahasan kali ini adalah kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja maupun kesehatan instansi.Kita ketahui bahwa instansi merupakan penyedia jasa pendidikan.Untuk mengetahui pengaruh ekonomi yang berpengaruh bagi instansi ini dapat dilihat melalui ketetapan yang dikeluarkan pemerintah. Karyawan marketing terkait menganggap bahwa guru memiliki prospek baik pada pembiayaan dengan melihat beberapa ketetapan tentang sertifikasi guru tahun 2013 sebagai berikut:

1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

3) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.

4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan.

d. Aspek Jaminan

Aspek yang sangat penting bagi pembiayaan yang menyangkut dari pembahasan-pembahasan di atas adalah aspek jaminan.Jaminan yang diperuntukkan bagi sebuah instansi tentu saja berbeda dengan jaminan bagi karyawan instansi.Dimana instansi sekolah ini merupakan agen channeling yang berperan mengkoordinir pembiayaan Implan dalam pengajuan dan pembayaran pembiayaan. Beberapa jaminan yang harus dipenuhi oleh instansi termaktum di dalam

Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan, diantaranya sebagai berikut:

1) Menjamin kelancaran pembayaran anguran melalui pemotongan gaji.

hak nasabah, apabila nasabah terputus hubungan kerja samanya oleh sebab apapun juga, termasuk tetapi tidak terbatas pada tunjangan hari tua, gaji terakhir, pesangon, dana koperasi jamsostek atau kompensasi dan sumber-sumber dana lain untuk digunakan sebagai pelunasan hutang nasabah pada bank.

3) Menjamin Debt Service Ratio(DSR) maksimal 40% terhadap seluruh fasilitas pembiayaan nasabah apabila nasabah menerima pembiayaan lain sampai dengan masa pembiayaan berakhir.

4) Menjamin bahwa nasabah yang menandatangani akad pembiayaan dengan bank adalah benar karyawan tetap perusahaan dengan masa kerja minimal 2 tahun.

5) Bertanggung jawab terhadap adanya pemalsuan tanda tangan atau nasabah fiktif, dan apabila hal tersebut terjadi, maka perusahaan bertanggung jawab melunasi fasilitas nasabah yang dimaksud, segera setelah pemberitahuan dari bank.

6) Menjamin kebenaran data yang dimaksud, segera setelah pemberitahuan dari bank.

merupakan anggota instansi telah dibebankan kepada instansi. Maka, untuk resiko yang kemungkinan terjadi dapat terakomodir dengan bantuan instansi.Hal ini juga memudahkan monitoring pembiayaan yang dapat meminimalisir resiko- resiko pembiayaan.Pada kondisi ini instansi telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan sehingga kewajiban atas pemenuhan jaminan telah dilakukan oleh instansi tersebut.

e. Aspek Modal

Aspek terakhir yang kita kaji pada pembahasan ini =- adalah Aspek Modal. Besarnya kemampuan modal calon nasabah dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang dimiliki.Semakin besar perusahaan yang dimiliki, semakin mudah memperoleh data modal sendiri.Dari laporan keuangan yang diterima oleh bank menunjukkan bahwa asset yang dimiliki oleh instansi baik asset lancar maupun tetap menunjukkan angka yang signifikan. Namun masih dengan kendala yang sama bahwa laporan keuangan yang dimiliki oleh instansi merupakan rahasia instansi yang tidak dapat diekspose ke dalam penelitian ini. Keterangan ini diperoleh melalui wawancara dengan karyawan pembiayaan terkait yang

Dari analisa 5C yang diteliti dapat diketahui bahwa bank hanya menggunakan 3 aspek yaitu Analisa Karakter, Analisa Kapasitas dan Analisa Jaminan.Jika di presentase maka hasil analisa hanya berskor 60% dari keseluruhan aspek yang dianalisa.Namun selain analisa 5C kita juga perlu mempertimbangkan analisa 7A yang telah kita bahas sebelumnya.Dari analisa 7A, bank hanya menggunakan 4 aspek.Hal ini menunjukkan hasil analisa sebesar 57% dari keseluruhan aspek.

Dapat disimpulkan bahwa hasil penganalisaan yang dilakukan tidak lebih dari 70% sehingga menimbulkan dugaan bahwa analisa kurang memenuhi kriteria.Penyusunmenyesuaikan dengan Nota Analisa Pembiayaan bank dimana bank hanya mengunakan 6 analisa. Yaitu Analisa Yuridis, Analisa Karakter, Analisa Manajemen, Analisa Teknis, Analisa Keuangan dan Analisa Jaminan. Dari ketentuan yang ada pada Nota Analisa Pembiayaan, instansi memenuhi 6 aspek, sehingga instansi berhak memperoleh pembiayaan Implan.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian Tugas Akhir yang berjudul ANALISIS PROPOSAL PENGAJUAN PEMBIAYAAN IMPLAN PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG SALATIGA adalah sebagai berikut:

1. Dalam penerapan analisis 7A yang meliputi: Aspek Yuridis/Hukum, Aspek Pasar dan Pemasaran, Aspek Keuangan, Aspek Teknis/Operasi, Aspek Manajemen, Aspek Sosial Ekonomi dan Aspek AMDAL, BSM Cabang Salatiga hanya menggunakan Aspek Yuridis, Aspek Keuangan, Aspek Teknis/Operasi, dan Aspek Manajemen sesuai dengan ketentuan yang mengatur BSM Cabang Salatiga. Sedangkan untuk Analisis 5C, yang terdiri dari: Character, Capital, Capacity, Collateral, dan Condition of Economic. Analisis 5C yang diterapkan oleh BSM Cabang Salatiga dalam menganalisis proposal pembiayaan implan, dalam kasus ini mengambil sampel Dinas Kependidikan di wilayah Kabupaten Semarang. Dalam pelaksanaan analisis 5C telah menghasilkan angka positif pada semua aspek.

2. Dalam proses analisis yang dilakukan olehmarketingBSM Cabang Salatiga dilakukan dengan objektif dan berdasarkan ketelitian. Sehingga tidak terdapat permasalahan pada proses pembiayaan. Dari hasil analisis, menunjukkan bahwa instansi memiliki potensi

untuk memperoleh pembiayaan sesuai dengan kententuan pembiayaan yang ditetapkan oleh BSM Cabang Salatiga

B. Saran

Dari kedua kesimpulan di atas, penyusun memberikan saran sebagai berikut:

1. BSM Cabang Salatiga diharap selalu menerapkan dan mempertahankan analisis 5C dan 7A yang telah diterapkan sesuai dengan kebijakan di BSM Pusat.

2. Diharapkan analisis terhadap Aspek 7A dilakukan secara sistematis sehingga hasil yang dicapai akan lebih maksimal serta mengurangi resiko pembiayaan.

(ijarah) : Leasing, sukuk

(mudharabah) : Spekulasi, bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di mana pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal.

(murabahah) : Murabahah, perjanjian jual-beli antara bankdengannasabah.

(musyarakah) : Pos, (syirkah atau syarikah atau serikat atau kongsi) adalah bentuk umum dari usaha bagi hasil di mana dua orang atau lebih menyumbangkan pembiayaan dan manajemen usaha, dengan proporsi bisa sama atau tidak. Keuntungan dibagi sesuai kesepakatan antara para mitra, dan kerugian akan dibagikan menurut proporsi modal.

Jakarta: Takzia Cendekia.

Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta : Rineka Cipta

Emzir. 2011.Metodologi Penelitian Kualitatif.Jakarta: Rajawali Pers

Foloans, “Strategi Pemasaran Ditinjau Dari Sudut Pandang Customer (5C)

Dokumen terkait