• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

B. PenyajiandanAnalisis Data

2. Pelaksanaan Akad Mukhabarah Pada Praktek Paroh

Praktek kerjasama dalam bidang pertnian yang biasanya disebut dengan istilah Paron yang dilakukan oleh pemilik lahan sawah dengan penggarap lahan sawah dan hasilnya akan di bagi dengan sisitem paroh duwek (dibagi berdua antara pemilik lahan dan petani penggarap). Praktek Paron sawah telah lama dilaksankan dan diterapkan oleh masyarakat di Desa Sumber Wringin Kecamtan Sukowono Kabupaten Jember dan sudah menjadi adat istiadat yang bersifat turun temurun. Hal tersebut terjadi disebagian besar wilayah Desa Sumber Wringin dipergunakan untuk sektor pertanian dan mayoritas penduduknya bermata pencarian sebagai petani.

58 Saiful, wawancara, Sumber Wringin, 7 Agustus 2022.

59 Nurul, wawancara, Sumber Wringin, 7 Agustus 2022.

Sampai saat ini Desa Sumber Wringin ditemukan masyarakat yang melakukan kerjsama paroh duwek ( paron), akan tetapi dari tahun ketahun semakin berkurang karena mereka lebih memilih untuk beralih pada sisitem sewa dibandingkan paron, peneliti menemukan beberapa masyarakat Desa Sumber Wringin yang melakukan kerjasma paroh duwek (paron) , diantaranya.

a. Pemilik lahan tani tembakau Ibu Nuriyah

Ibu Nuriyah disini tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Lahan pertaniaanya diserahkan seluruhnya kepada Bapak Hadi selaku penggarap lahan tembakau, sebagai penggarap lahan tembakau dengan modal kejujuran, keterbukaan atas dana yang dikeluarkan atau yang diperoleh.60 Menurut informan dalam biaya perawatan dan pembelian bibit tembakau, pemilik sama sekali tidak mengeluarkan modal atau dana pembiayaan, semuanya ditanggung oleh pengelola.

Pemilik hanya mengetahui rincian pembiayaannya saja, berikut rincian kerjasama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak sekaligus pembiayaannya:

Delam pelaksanaan paroh duwek ini saya menyediakan lahan dimana pada saat hasil panen Bapak Hadi akan menyerahkan hasil panen yang telah disepakati di awal yaitu dengan 50%:50%. Dalam rincian atau catatan biaya-biaya ynag saya dapatkan dari Bapak Hadui yaitu , biaya pengeluaran Rp. 925.500 dengan penhasilan 62 kilo seharga Rp.

43.500 = 2.6297.000, kemudiam dikurangi dengan biaya pengelkuaran dan dibagi dua sesuai kesepakatan dengan total hasil yang saya dapatkan Rp. 885.750.61

60 Nuriyah, wawancara, Sumber Wringin, 9 Agustus 2022.

61 Nuriyah, wawancara, Sumber Wringin, 9 Agustus 2022.

Tabel 4.3

Tabulasi pengelolaan Lahan Ibu Nuriyah dan Bapak Hadi Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

500 meter2 Pupuk subsidi ½ sak @ 60.000 Rp. 925.500,- Obat Ulat 2 jenis botol @ Rp. 52.500

Obat kualitas daun @ Rp. 73.000 Bayar buruh @ Rp. 70.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 100.000

Bibit 15.000 @ Rp. 38.000/1000

= Rbp. 570.000 Pendapatan Total pengeluaran Rp. 925.500,-

Penjualan 62 kilo @ Rp. 43.500/1 kilo = Rp.

2.697.000 Pendapatan kotor Rp. 2.697.000

Pendapatan bersih Rp 2.697.000– Rp. 925.500,-

= Rp. 1.771.500 : 2

= Rp. 885.750

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono b. Pemilik lahan tani tembakau Bapak Rozak

Informan selanjutnya pemilik lahan yang sudah berusia 70 tahun, bapak Rozak diusinya yang sudah mulai menua dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bekerja dan merawat lahannya akhirnya memutuskan melakukan kerjasama bagi hasil mukhabarah dengan ibu tuyani. Disini informan mengatakan bahwasanya tidak ada biaya sedikitpun yang dikeluarkan untuk biaya pengelola, karena pengelola mengatakan bahwa semua biaya ditanggung oleh penggarap.62 Pembiayaan kerja sama bagi hasil mukhabarah antara pemilik dan penggaeap sebagai berikut.

62 Rozak, wawancara, Sumber Wringin, 9 Agustus 2022.

Biaya dikeluarkan Ibu Tuyani dalam rincian atau catatan biaya pengeluaran yang saya ketahu mbk Rp. 659.500 biaya bibit, obat, peralatan, konsumsi dan lain sebagainya semua itu ditanggung ibu yati nak jadi saya hanya menyerahkan lahan saja untuk dikelola.

Untuk hasil penjualan pada saat panen mendapatkan 56kilo dengan harga Rp. 40.000/1kilo dengan luas lahan Ibu Rit 1/4 meter hasil Rp.

2.884.000. Dari hasil penjualan disini dikurangi hasil biaya pengeluaran jadi Rp.2.880.000 – Rp. 659.500 dengan hasil kotor Rp.2.224.500 cdengan dibagi dua sesuai kesepakatan bersama yaitu 50% : 50% dan hasil akhirnya Rp. 1.112.500 hasil bersih ini sudah nak.63

Tabel 4.4

Tabulasi pengelolaan Lahan Bapak Rozak dan Ibu Tuyani Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

¼ hektar Pupuk subsidi ½ sak @ 83.500 Rp. 659.500,- Obat Ulat 2 jenis botol @ Rp. 51.000

Obat kualitas daun @Rp. 75000 Bayar buruh @ Rp. 50.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 100.000

Bibit 7.500 @ Rp. 40.000/1000

= Rp. 300.000 Pendapatan Total pengeluaran Rp. 659.500,-

Penjualan 56 kilo @ Rp. 51.500/1 kilo = Rp.

2.884.000 Pendapatan kotor Rp. 2.884.000

Pendapatan bersih Rp. 2.884.000– Rp. 659.500,-

= Rp. 2.224.500 : 2

= Rp. 1.112.500

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono

c. Pemilik Lahan Tani Tembkau Bapak Sunito.

Informan selanjutnya pemilik lahan yang sudah lama melakukan kerja sama bagi hasil mukhabarah dengan petani penggarap yaitu ibu yati karena pemilik lahan tidak memiliki keahlian di bidang pertanian

63 Rozak, wawancara, Sumber Wringin, 9 Agustus 2022.

sehingga mempercayakan lahannya dikelola oleh ibu yati.64 Informan bapak Sunito sebagai pemilik lahan mengatakan bahwa lahannya diserahkan sepenuhnya kepada penggarap yaitu ibu Yati. Informan pemilik lahan serta penggarap menyepakati untuk melaksanakan paron dengan 2 kali masa panen dan pemilik tidak ikut serta dalam perawatan. Pemilik hanya menerima hasil bersih dari hasil penjualan setelah dikurangi oleh biaya perawatan tanaman tembakau tersebut.

Pembiayaan setelah pembagian hasil kerja sama secara rinci sebagai berikut:

Tabel 4.5

Tabulasi pengelola Lahan Bapak Sunito dan Ibu Yati Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

1000 meter2

Pupuk subsidi 1 sak @ 110.000 Rp. 999.500,- Obat Ulat 1 botol @ Rp. 50.000

Obat kualitas daun @Rp. 69.500 Bayar buruh @ Rp. 100.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 70.000

Bibit 30.000 @ Rp.30.000/1500

= Rp. 600.000 Pendapatan Total pengeluaran Rp. 999.500,-

rPenjualan 1 kwintal @ Rp. 1.400.000 = Rp.

1.400.000

27 kilo @ Rp. 30.000/kilo = Rp. 810.000 Pendapatan kotor Rp. 1.400.000 + Rp. 810.000 = Rp .

2.210.000

Pendapatan bersih Rp . 2.210.000 – Rp. 999.500,-

= Rp. 1.210.500 : 2

= Rp. 605.250

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono

64 Sunito, wawancara, Sumber Wringin, 9 Agustus 2022.

d. Pemilik Lahan Tani Tembakau Ibu Asiya

informan ini salah satu informan dengan alasan ingin membantu perekonomian yanag kurang mampu. Dalam melakukan kerjasama bagi hasil mukhabarah disini pemilik dalam pembiayan pengeluaran pembiayan lahan tani tembakau seluruhnya dikeluarkan oleh penggarap dan apaabila penggarap kekurangan modal pemilik membantunya dengan meminjamkan uang dalam artian uang kembali setelah penggarap memiliki uang.65 Rincian pembiayan kerja sama sebbagai berikut.

Dalam pembagian hasil kerjasama paroh duwek ini mbak saya hanya menyerahkan lahan dan sercaya sepenuhnya kepada Bapak Rasi, dan pada saat panen beliau dating kerumah memberikan hasil panen dengan membawa catatan rincian biaya-biaya yang Bapak Rasi keluarkan pada saat pengolahan lahan milik saya. Dari hasil rincian pengeluaran dari Bapak Rasi keseluruhan Rp. 490.000 dengan hasil penjualan 52kilo dengan harga Rp.40.000 dengan hasil Rp. 2.080.00 luas lahan 250 meter. Selanjutnya pengurangan antara hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan Bapak Rasi sebesar Rp. 1.59.000 dan hasil akhirnya dibagi dua sesuai kesepakatan bersama pada saat melakukan akad mbk dan hasil yang saya dapatkan Rp. 795.000.

Dalam pengelolahan lhan jni sya merasa puas karena disini saya merasa terbantu mbk.66

Tabel 4.6

Tabulasi pengelolaan Lahan Asiya dan Bapak Rasi Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

250 meter2 Pupuk subsidi ½ sak @ 83.000 Rp. 490.000,- Obat Ulat 1 botol @ Rp. 47.000

Obat kualitas daun @Rp. 65.000 Bayar buruh @ Rp. 70.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 50.000

Bibit 7500 @ Rp.35.000/1500 = Rp. 175.000

65 Asiya, wawancara, Sumber Wringin, Agustus 2022.

66 Asiya, wawancara, Sumber Wringin, 9 Agustus 2022.

Pendapatan Total pengeluaran Rp. 490.000,-

Penjualan 52 kilo @ Rp. 40.000 = Rp. 2.080.000 Pendapatan kotor Rp. 2.080.000

Pendapatan bersih Rp 2.080.000 – Rp. 490.000,-

= Rp. 1.590.000 : 2

= Rp. 795.000

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono e. Penggarap Lahan Bapak Saiful

Penggarap selanjutnya Bapak Saiful seorang petani yang melaksanakan kerjasma bagi hasil dengan alasan ingin menambah penghasilan serta membantu perekonomian keluarga, disini informan bekerja dilahan milik bapak saiful. Tidak ada perjanjian dan persyaratan dalam kerjasama ini untuk pembiayaan keseluruhan ditanggung oleh informan dengan rincian sebagai berikut:67 Berdasarkan wawancara dari Ibu Nuriyah sebagi berikut:

Delam pelaksanaan paroh duwek ini saya mengeluarkan biaya dalam 3 kali panen sebesar Rp. 2.007.750, biaya pupuk, subsidi, bayar buruh, konsumsi dan lain sebaginya. Dari hasil penjual luas lahan 2500 meter, saya mendapatkan 2 kwintal dengan harga Rp.

1.800.000/1 kilo dengan perolehan 3. 600.000 diitambah 13 kilo denagn harga Rp. 400.000/kilo dengan hasil Rp. 520.000 . Dengan total hasil sebesar Rp. 4. 120.000. ini masih dikatakn pendapatn kotor mbk, selanjutnya hasil kotor tersebut dikurangi biaya pengeluaran dengan total hasil Rp. 2.112.250. Kemudian eparoh duwek sesuai dengan kesepakatan diawal. Hasil bersih yang saya dapatkan Rp.

1.056.125. Dalam pembagian hasil ini saya bersyukur alhmamdulilla mendapatkan keuntungan mbk dari akad paroh duwek ini.68

Tabel 4.7

Tabulasi pengelolaan Lahan Bapak Saiful dan Ibu Shiji Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

2500 meter2

Pupuk subsidi 1 ½ sak @ 118.500/1 sak Rp. 2.007.750,- Obat Ulat 1 botol @ Rp. 50.000

Obat kualitas daun @Rp. 65.000 Bayar buruh @ Rp. 100.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 115.000

Bibit 75.000 @ Rp.30.000/1500

= Rp. 1.500.000

67 Saiful, wawancara, Sumber Wringin, !0 Agustus 2022.

68 Saiful, wawancara, Sumber Wringin. 10 Agustus 2022.

Pendapatan Total pengeluaran Rp. 2.007.750,-

Penjualan 2 kwintal @ Rp 1. 800.000/kwintal = Rp.

3.600.000

13 kilo @ Rp.40.000 / kilo = Rp. 520.000 Pendapatan kotor Rp. 3.600.000 + Rp. 520.000 = Rp.

4.120.000

Pendapatan bersih Rp. 4.120.000 – Rp. 2.007.750,-

= Rp. 2.112.250 : 2

= Rp. 1.056.125

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono f. Penggarap Lahan Ibu Nadirah

Informan Ibu Nadirah selain seorang penggarap lahan pertanian tembakau, beliau juga memelihara 2 ekor sapi, 12 ekor itik miliknya, jadi kegiatan informan disini sehari-hari adalah ibu rumah tangga.

Responden mengambil kerjasama bagi hasil lahan pertanian tembakau, dengan Bapak Karim. Dalam kerjasama bagi hasil mukhabarah antara pemilik dan dan penggarap lahan tidak ada perjanjian yang pasti sampai kapan kerjasama tersebut berlangsung, yang pasti hingga penggarap tidak mampu atau ada kendala lain yang menghambat hingga mengakibatkan kerjasma tersebut diberhentikan.

Untuk pembiayaan seluruhnya ditanggung penggarap dengan rincian sebagai berikut:69

Dalam pelaksanaan paroh duwek ini saya mengeluarkan biaya dalam pada saat paneni sebesar Rp. 588.000, biaya pupuk, subsidi, bayar buruh, konsumsi dan lain sebaginya. Dari hasil penjual luas lahan 2 petak sawah dengan pendapatkan 57 kilo dengan harga Rp. 43.500/1 kilo. Pendapatan hyang saya dapat sebesar Rp. 2. 697.000 laba kotor, selanjutnya hasil kotor dikurangi biaya pengeluaran dengan total hasil Rp. 1.892.000. Kemudian eparoh duwek sesuai dengan kesepakatan

69 Saiful, wawancara, Sumber Wringin, 10 Agustus 2022.

diawal. Hasil yang saya dapatkan 40% Rp. 757.200. dan sisa 60%

untuk pemilik lahan.70

Tabel 4.8

Kerjasama Ibu Nadirah dan Bapak Karim

Luas Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

2 Petak Sawah

Pupuk subsidi ½ sak @ 80.000 Rp. 588.000,- Obat Ulat @ Rp. 43.000

Obat kualitas daun @Rp. 55.000 Bayar buruh @ Rp. 50.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 40.000

Bibit 4000 @ Rp.40.000/500

= Rp. 320.000

Pendapatan Total pengeluaran Rp. 588.000,-

Penjualan 57 kilo @ Rp. 43.000/ kilo = Rp.

2.451.000 Pendapatan kotor Rp. 2.451.000

Pendapatan bersih Rp 2.451.000 – Rp. 588.000,-

= Rp. 1.893.000 – 40% (ppenggarap) = Rp. 757.200

Sisa 60 % = Rp 1.135.800 ( Pmilik) Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono g. Penggarap lahan bapak Abdullah

Informan Bapak Abdullah selain petani penggarap lahan, beliau juga seorang pedagang janur. Informan ini bekerja sama dengan Ibu Rit, alasannya karena pemilik lahan tembakau sudah cukup tua dan kurang mampu dalam mengelola lahan pertanian tembakau. Maka dari sinilah dilakukan kerjasama bagihasil mukhabarah dalam penanaman lahan tembakau dengan menyerahkan seluruhnya lahan dan pembiayaannya

70 Nadirah, wawancara, Sumber Wringin, 10 agustus 2022.

kepada penggarap.71 Dalam pembiayaan/modal keseluruhan ditanggung penggarap, dengan rincian :

Biaya yang saya keluarkan Rp. 784.500 biaya bibit, obat, peralatan, konsumsi dan lain sebagainya semjua itu ditanggung saya nak. Untuk hasil penjualan pada saat apanen saya mendapatan 72kilo dengan harga Rp. 40.000/1kilo dengan luas lahan Ibu Rit 300 meter hasil Rp.

2.880.000. Dari hasil penjualan disini dikurangi hasil biaya pengeluaran jadi Rp.2.880.000 – Rp. 7.854.500 dengan hasil kotor Rp.2.095.500 cdengan dibagi dua sesuai kesepakatan bersama yaitu 50% : 50% dan hasil akhirnya Rp. 1.047.250 hasil bersih ini sudah nak. 72

Tabel 4.9

Tabulasi pengelolaan Lahan Bapak Abdullah dan Ibu Rit Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

300 meter2 Pupuk subsidi ½ sak @ 85.000 Rp. 784.500,- Obat Ulat 1 botol @ Rp. 52.000

Obat kualitas daun @Rp. 60.000 Bayar buruh @ Rp. 75.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 87.500

Bibit 8500 @ Rp.25.000/500

= Rp. 425.000 Pendapatan Total pengeluaran Rp. 784.500,-

Penjualan 72 kilo @ Rp. 40.000/ kilo = Rp.

2.880.000 Pendapatan kotor Rp. 2.880.000

Pendapatan bersih Rp 2.880.000 – Rp. 784.500,-

= Rp. 2.095.500 : 2

= Rp. 1.047.250

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono h. Penggarap Lahan Ibu Nurul

Informan seorang pedagang bakso dengan usia 30 tahun ini bekerjasama dengan ibu Nur pemilik lahan tembakau seluas 275

71 Abdullah, wawancara, Sumber Wringin, 10 Agustus 2022.

72 Abdullah, wawancara, Sumber Wringin, 10 Agustus 2022.

meter2. Dalam pembiayaan kerjasama bagi hasil mukhabarah ini seluruhnya ditanggaung oleh penggarap, dan pemilik menyerahkan sepenuhnya kepada penggarap, kemudian untuk pembagian hasilnya pemilik dan penggarap lahan menginginkan pembagian yang sama rata. Rincian pembiayaannya sebagai berikut:73

Paroh duwek yang saya dapatkan dalam kerjasama cdengan ibu nur, perjanjian awal saya sepakat dengan ibu nur untuk pembagian hasil panen nanti 50% ; %0%. Untuk biaya pengeluaran yang saya keluarkan seperti biaya, bibit, obat, konsumsi dan kebutuhan lainnya saya menghabiskan biaya sebesar Rp. 493.500. dengan luas lahan 250 meter dengan hasil penjualan 39kilo deangan harga 42.500/kilo dengan hasil Rp. 1.618.500, dengan dikurangai biaya pengeluaran dengan hasil Rp. 1.126.000 dan hasil akhir dibagi dua sama rata dengan total yang saya dapatkan Rp. 563.000 hasil bersih mbk.74

Tabel 4.10

Tabulasi pengelolaan Lahan Ibu Nurul dan ibu Nur Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

250 meter2

Pupuk subsidi ½ sak @ 63.000 Rp. 492.500,- Obat Ulat @ Rp. 35.000

Obat kualitas daun @Rp. 32.000 Bayar buruh @ Rp. 50.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 50.000

Bibit 7.500 @ Rp.35.000/1000

= Rp. 262.500 Pendapatan Total pengeluaran Rp. 492.500,-

Penjualan 39 kilo @ Rp. 41.500/ kilo = Rp.

1.618.500 Pendapatan kotor Rp. 1.618.500

Pendapatan bersih Rp. 1.618.500 – Rp. 492.500,-

= Rp. 1.126.000 : 2

= Rp. 563.000

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono

73 Nurul, wawancara, Sumber Wringin, 10 Agustus 2022.

74 Nurul, wawancara, Sumber Wringin, 10 agustus 2022.

i. Pengelola Lahan Bapak Hatep

informan selanjutnya ini bekerjasama dengan Bapak Marzuki yang rumahnya berdekatan. Dalam pembiayaan seluruhnya ditanggung penggarap, hasilnya pemilik dan penggarap menyepakati bahwa pendapatan dari hasil penjualan yang kemudian dikurangi biaya perawatan atau pengeluaran dan sisanya dibangi 2, dengan kesepakatan 45% diambil pemilik dan yang 55% diambil oleh penggarap. Pemilik menngusulkan perjanjian tersebut dan telah disepakati oleh kedua belah pihak.75 Dengann rincian wawancara sebagai berikut:

Saya dengan Bapak Marzuki sepakat melakukan kerjasama bagi hasil paroh duwek dengan pembagian hasil 45% ; 55%. Diamana pemilik mendapatakna jumlah 45% dan saya 55% dari hasil pembagian paroh duwek pada saat panen. Biaya pengeluaran yang saya keluarkan sebesar Rp. 1.478.000 dengan hasil jual mendapatkan 83 kilo dengan harga 42.5000 = Rp. 3.527.500 sehingga pendapat yang saya dapatkan total hasil kotor dikurangi biaya pengeluaran sebesar Rp. 1.779.500 dikurangi kesepakatan awal dengan pembagian 45% : 50%. Jadi laba yang saya dapatkan yaitu Rp .800.775 mbk.76

Tabel 4.11

Kerjasama Bapak Hatep dan Bapak Marzuki Luas

Lahan

Pembiayaan Total

pengeluaran

Jenis Barang Harga

2500 meter2

Pupuk subsidi 1 sak @ 130.000 Rp. 1.748.000 Obat Ulat @ Rp. 65.000

Obat kualitas daun @Rp. 60.000 Bayar buruh @ Rp. 75.000 Konsumsi Buruh @ Rp. 68.000

Bibit 50.000@ Rp.27.000/1000

= Rp. 1.350.000

75 Hatep, wawancara, Sumber Wringin, 10 Agustus 2022.

76 Hatep, wawancara, Sumber Wringin, 10 Agustus 2022.

Pendapatan Total pengeluaran Rp. 1.748.000

Penjualan 83 kilo @ Rp. 42.500/ kilo = Rp.

3.527.500 Pendapatan kotor Rp. 3.527.500

Pendapatan bersih Rp. 3.527.500 – Rp. 1.748.000

= Rp. 1.779.500 – 45% (untuk pemilik) = Rp. 978.725

Tersisa Rp. 800.775 atau 55% (dimiliki oleh penggarap)

Sumber : Data Desa Sumber Wringin Kecamatan Sukowono

Dokumen terkait