BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
B. Penyajian Data dan Analisis Data
Setelah melaksanakan proses penelitian dan memperoleh data dengan berbagai teknik pengumpulan data, selanjutnya data tersebut akan di analisis dengan harapan agar terbentuk data yang akurat dan akan di sajikan data-data tersebut secara runtut sesuai dengan fokus permasalahanya.
Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang di gunakan peneliti pada penelitian ini, maka akan di sajikan data yang berkaitan dengan fokus masalah dari hasil observasi dan wawancara, namun akan di perkuat oleh peneliti menggunakan data dari dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti akan menguraikan data-data dari lapangan mengenai Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Sumberwuluh 01 Candipuro Lumajang.
1. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Sumberwuluh 01 Candipuro Lumajang.
Perencanaan adalah sebuah awal dari suatu proses, dan merupakain rangkaian urutan dalam menyusun rencana, seperti perencanaan yang ada dalam pembelajaran pendidikan agama islam maupun pembelajaran yang lainnya, sukses tidaknya suatu pembelajaran di tentukan pada perencanaan.
Dalam perencanaan pembelajaran agama islam di lembaga ini, peneliti mewancarai, mengobservasi dan mendokumentasikan dari tiga sumber yaitu kepala sekolah dan guru PAI sebagai berikut :
Wawancara peneliti yang pertama kepala sekolah bapak Suyakup,S.Pd:
”Ya kalau sebelum melakukan pembelajaran itu pastinya menyiapkan materinya dulu dan disesuaikan dengan silabusnya. Menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang mau dicapai sesuai kurikulum 13 maupun kurikulum merdeka terbaru untuk lebih jelasnya silahkan tanya kepada bapak ikhwan secara langsung selaku guru mata pembelajaran pendidikan agama islam”.59
Pemaparan di atas diperkuat oleh pernyataan bapak ikhwan selaku pendidik atau guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Sumberwuluh 01, beliau memaparkan bahwa:
”Pada tahap awal perencanaan pembelajaran pendidikan agama islam saya selaku guru mata pelajaran tersebut membuat silabus maupun RPP terlebih dahulu supaya dalam proses belajar mengajar lebih terstruktur, evesien dan tepat waktu, dimana dalam sebuah silabus.
Bukan hanya RPP dan Silabus saya membuat Prota dan Promes sebagai acuan dalam mengoptimalkan,efiensi dan evektifitas penggunaan waktu belajar”.60
Pernyataan di atas, sesuai dengan hasil observasi yang peneliti lakukan terkait perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Dilihat dari sebelum guru itu memulai pembelajaran bapak ikhwan terlebih dahulu mempersiapkan materi yang akan disampaikan dan meyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Bapak Ikhwan membuat rencana pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar agar proses pembelajaran nantinya berjalan dengan lancar dan tujuan yang diinginkan bisa tercapai.
“Dalam merumuskan tujuan pembelajaran itu ya dilihat dulu dari indikator, kompetensi dasar yang ada pada silabusnya. Jadi, materi yang diberikan sudah tersusun dan proses pembelajaran pun bisa berjalan lancar nantinya. Saya menyusun RPP ini sambil melihat contoh yang sudah ada disekolah, juga sedikit diajari oleh kepala sekolahnya”.61
59 Suyakup diwawancarai oleh Penulis,Lumajang,17 November 2022
60 Ikhwan diwawancarai oleh Penulis,Lumajang,17 Nomber 2022
61 Ikhwan, wawancara, 2022
Selain itu Bapak Ikhwan juga mempersiapkan media yang diperlukan dan metode yang sesuai dengan materi, agar materi yang tersampaikan bisa berjalan dengan lancar dan tujuan yang ingin dicapai bisa tercapai dengan baik. Bapak Ikhwan mengatakan :
“Yang sering digunakan yaitu metode ceramah dan tanya jawab, soalnya itu yang mudah dan pas sama keadaan di sekolah sini. Terus kalau media itu yang pasti digunakan adalah papan tulis dan kapur tulis, kalau pas kena materi wudhu dan sholat ya bisa menggunakan air di musholah untuk praktek wudhu dan sholat . Tergantung materinya sih kalau media itu, kita memanfaatkan media yang ada saja.62
Berdasarkan dari wawancara di atas menunjukan bahwa perencanaan dalam proses pembelajaran sangat di persiapkan mulai dari materi, metode, media dan model pembelajaranya.
62 Ikhwan diwawancarai oleh Penulis,Lumajang,17 November 2022
Tabel RPP 4.3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP) Satuan Pendidikan : SDN SUMBERWULUH 01
Kelas/Semester : VI/Ganjil
Pelajaran/Tema : Indahnya Saling Menghormati Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit
Tgl Pelaksanaan : 17 November 2022 A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik terbiasa membaca al-Qur’an dengan tartil dan mampu membaca Q.S. al-Kafirun dengan jelas dan benar.
B. Materi Pembelajaran
Bacaan dan lafal Q.S. al-Kafirun C. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pendahuluan
1. Guru Membuka pembelajaran dengan membaca Basmallah dilanjutkan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat
2. Guru Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan surah Al Fatihah.
3. Guru mengarahkan kesiapan diri peserta didik dan kehadiran peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran.
4. Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan
10 menit
dengan tema belajar membaca Q.S.al-Kafirun
5. Guru menyampaikan kompentensi dasar dan tujuan yang akan dicapai.
2 Kegiatan Inti
Mengamati
1. Guru terlebih dahulu meminta agar peserta didik secara klasikal mencermati mengapa orang yang membaca al-Qur’an tergolong manusia yang beruntung dan istimewa.
2. Guru menyampaikan secara singkat bagaimana cara membaca al-Qur’an yangbaik dan benar.
3. Guru menunjuk beberapa peserta didik sebagai model untuk membaca Q.S. al-Kāfirūn
Menanya
1. Melalui motivasi dari guru, peserta didik menanya arti bacaan surah Q.S. al-Kāfrūn.
2. Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait membaca surah Q.S. al-Kāfirūn termasuk orang yang beruntung.
Mengekplorasi/menalar
1. Guru memberikan kembali contoh cara membaca Q.S. al-Kāfirūn yang benar
2. Peserta didik diminta belajar lagi cara membaca yang
120 menit
benar dan menirukannya secara berulang.
Mengasoasi/mencoba
1. Peserta didik diminta untuk menirukan pelafalan Q.S. al-Kāfirūn secara bersama. Selanjutnya, secara bergiliran peserta didik melafalkan Q.S. al-Kāfirūn dengan benar.
2. Pada bagian “Sikap Kebiasaanku: Insya Allah aku selalu membaca Q.S. al-Kāfirūn dengan tart³l,” guru memotivasi peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan membacanya baik dengan cara
mendengarkan bacaan Q.S. al-Kāfirūn yang benar dari salah satu audio seperti radio kaset maupun melalui tutor.
Komunikasi/demonstrasi/networking
1. Siswa mendemonstrasikan membaca lafal surah Q.S.
al-Kāfirūn bersama-sama dengan benar.
2. Peserta didik dibantu guru membuat kesimpulan 3 Penutup
1. Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
2. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
10 menit
3. Membaca do’a penutupan pertemuan pembelajaran
D. Penilian
Penilaian Sikap : Observasi selama kegiatan berlangsung Penilaian Pengetahuan : Bertanya peserta didik satu-persatu Penilaian Keterampilan : Praktek membaca Q.S. al-Kafirun
Mengetahui
Kepala SD Negeri Sumberwuluh 01 SUYAKUP, S.Pd
NIP. 196806211988031003
Guru Pendidikan Agama Islam MUHAMMAD IKHWAN H., S.Pd
NIG. 991004017
Gambar 4.2
RPP PAI yang di dokumentasikan peneliti menggunakan Hp.63
63 SDN Sumberwuluh01,”Silabus dan Rpp PAI,” 17 November 2022
2. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Sumberwuluh 01 Candipuro Lumajang.
Setelah membuat perencanaan pembelajaran maka selanjutnya adalah proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan di sekolah.
Peneliti akan mempaparkan hasil wawancara dengan bapak Ikhwan selaku guru atau pendidik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Sumberwuluh 01, Disini bapak Ikhwan menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan pembalajaran di kelas dimulai dari kegiatan awal hingga akhir.
a. Kegiatan awal/Pendahuluan
Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bapak Ikhwan, beliau mengatakan :
“Pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas itu ya saya mulai seperti biasa, saya meminta anak-anak untuk masuk kelas selesai bunyi bel masuk, anak-anak duduk ditempat masing-masing, kemudian saya salam dan sebelum memulai pembelajaran mengajak anak-anak berdoa dulu. Setelah itu, saya absen mereka, saya tanya siapa aja yang nggak masuk hari ini, baru saya sampaikan tujuan pembelajarannya”.64
Dipertegas dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di dalam kelas dengan dokumentasi terlampir. Peneliti masuk ruang kelas bersama bapak Ikhwan beserta peserta didik saat bunyi bel sekolah berbunyi, setelah itu peserta didik duduk dimejanya masing-masing tanpa terkecuali saya sebagai peneliti, bapak Ikhwan menunjuk salah
64 Ikhwan diwawancarai oleh Penulis,Lumajang,17 November 2022
satu peserta didik sebagai pemimpin do’a pagi itu kemudian peserta didik yang telah ditunjuk memulai do’a terlebih dahulu, setelah itu bapak Ikhwan menyebut satu-persatu nama peserta didik hingga selesai, kemudian bapak Ikhwan menyampaikan tujuan pembelajaran di bab yang akan di bahas pada pertemuan itu.65
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dapat dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanan sebelumnya. Dimulai dari kegiatan awal, sebelum melakukan pembelajaran bapak Ikhwan terlebih dahulu mengkondisikan kelas, kemudian bapak Ikhwan mengucap salam dan mengajak siswa-siswi untuk berdo’a sebelum pembelajaran dimulai.
Setelah berdo’a bapak Ikwan memeriksa daftar hadir siswa dan dilanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b. Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti ini terdapat proses penyampaian materi, menentukan strategi, metode dan media pembelajaran, Saat penyampaian materi terkadang bapak Ikwan selingi dengan bercanda agar saat pembelajaran siwa-siswi tidak merasa bosan dan mengantuk.
Selain itu dalam penyampaian materi juga dilakukan tanya jawab agar siswa-siswi berperan aktif pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, bapak Ikwan mengatakan :
65 Observasi di SDN Sumberwuluh 01 Lumajang,17 November 2022
“Saat saya mepaparkan materi itu judul besarnya saya tulis dulu di papan tulis, baru nanti saya dikte ke mereka, soalnya bukunya tu nggak memadai. Kalau sudah selesai mereka nulis, saya jelasin materinya menggunakan metode ceramah. Nah, pas menjelaskan materi ini, kadang saya suka kasih bercandaan gitu biar ngga pada ngantuk, bosan dan suka ribut sendiri, atau bisa juga sama tanya jawab, kalau mereka nggak ada yang nanya, yah saya yang nanya ke mereka, jadi mereka tu kayak deg-deg an gitu kalau ditanya.
Kadang juga, pas belum dipersilahkan bertanya, ada yang udah nanya duluan, tapi saya suka seperti itu, bikin kelas kembali hidup aktif dan untuk materi membaca seperti meteri saat ini yaitu memahami dan membaca surah kafirun saya menggunakan al-qur’an dan jus amma sebagai media pendukung yang ada di musholah dan saat materi sholat juga saya menggunakan strategi praktek langsung secara berjamaah maupun sendiri-sendiri secara bergantian”.66
Dipertegas dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di dalam kelas dengan dokumentasi terlampir, peneliti mendapatkan secara langsung saudara bapak Ikhwan menulis tema di papan tulis yang di bahas di pertemuan ini, juga dengan peserta didik menulis di buku catatan mata pelajaran pendidikan agama islamnya.
Kemudian bapak ikhwan mendikte dengan pelan-pelan sehingga semua peserta didik selesai bersama tanpa terkecuali, lalu bepak ikhwan menerangkan pembehasan itu dengan selingan candan-candaan kecil berupa tebak-tebakan yang masih memilki hubungan dengan materi yang dibahas, saat selesai penyampaian materinya bapak Ikhwan memberi waktu untuk peserta didik bertanya. Kemudian bapak ikhwan mengajak semua peserta didik untuk menuju musholah untuk
66 Ikhwan diwawancarai oleh Penulis,Lumajang,17 November 2022
langsung praktek membaca menggunakan al-qur’an maupun jus amma sebagai media dengan strategi membaca tartil.67
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dapat dijelaskan bahwa pada saat penyampaian materi metode yang digunakan yaitu metode ceramah. dalam menyampaikan materi beliau menuliskan judul/materi yang akan dipelajari di papan tulis, setelah itu beliau mendiktekan materi. Sesudah menulis materi, bapak Ikhwan menjelaskan materi kepada siswa, dalam penyampaian materi kepada siswa, terkadang bapak Ikhwan selingi dengan bercandaan agar para siswa tidak mengantuk, bosan dan malah ribut sendiri. Selain itu, bapak Ikhwan juga menggunakan metode tanya jawab. Dalam metode tanya jawab ini, jika siswa tidak ada yang bertanya maka bapak Ikhwan yang akan bertanya kepada siswa mengenai materi yang telah disampaikan, sehingga siswa ikut serta berperan aktif dalam proses pembelajaran. Terkadang juga, sebelum bapak Ikhwan mempersilahkan siswa untuk bertanya, sudah ada salah satu siswa yang bertanya, karena rasa ke ingin tahuan siswa yang kuat.
Setelah materi disampaikan, selanjutnya yaitu pemberian tugas kepada siswa. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, bapak Ikhwan mengatakan:
“Kalau materi sudah saya jelaskan biasanya mereka saya kasih tugas, ngerjakan soal-soal yang sudah saya siapkan. Tujuan saya ngasih mereka soal itu, supaya mengetahui sejauh mana mereka itu paham sama materi yang sudah diberikan. Kalau
67 Observasi di SDN Sumberwuluh, 18 November 2022
kurang paham kan saya bisa jelaskan lagi secara pelan-pelan biar mereka bisa mengerti. Tapi, sejauh ini kalau saya menjelaskan materi itu mereka alhamdulillah sih paham aja, ya paling saya ngasih penguatan materi lah sama mereka”.68
Tujuan pemberian tugas kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang sudah diberikan. Apabila ada siswa yang kurang paham mengenai materi, bapak Ikhwan akan menjelaskan kembali agar siswa yang kesulitan dalam menangkap materi pembelajaran bisa mengerti dengan baik. Karena, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan adalah siswa itu sendiri harus paham mengenai materi yang sudah dibahas. Jika siswa sudah paham maka tujuan pembelajaran akan mudah tercapai.
Penyampaian materi saat pembelajaran pun tidak mengalami kendala ataupun kesulitan, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara bersama guru Pendidikan Agama Islam, bapak Ikhwan mengatakan:
“Tidak ada kendala maupun kesulitan saat menyampaikan materi maupun praktek membaca al-qur’an, semua siswa bisa nerima dengan baik. Tujuan yang sudah ditentukan bisa tercapai dengan baik. Bisa dilihat dari pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Contohnya, siswa dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan baik dan membaca al-qur’an dengan benar secara tartil”.69
Berdasarkan hasil wawancara di atas dalam pelaksanaan pembelajaran tidak ada kendala ataupun kesulitan dalam menyampaikan materi. Hal ini juga memudahkan dalam mencapai
68 Ikhwan, diwawancara oleh Ghufron, Lumajang, 18 November 2022
69 Ikhwan, diwawancarai oleh Penulis, Lumajang, 18 November 2022
tujuan yang sudah ditentukan, dapat dilihat dari pemahaman siswa itu sendiri dan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru atau pendidik.
c. Kegiatan akhir/Penutup
Pada kegiatan penutup guru atau bapak ikhwan menutup pembelajaran dengan melakukan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik satu persatu secara acak.
Sebagaimana yang di ungkapkan saat peneliti mewawancarai bapak ikhwan sebagai berikut:
“Saya langsung melakukan penilaiian dengan acak sebelum berdo’a untuk pulang, satu-persatu perserta didik saya tanyai tentang mereka pelajari pada pertemuan itu, dan saya juga mengambil peneliain berdasarkan keaktifan peserta didik dan kelancaran membaca al-Qur’an sebagai mana pada tema pertemuan pembelajarannya yang berisi surat-surat pendek”.70
Hal tersebut sesusai dengan observasi peneliti pada saat mengikuti pembelajarannya di dalam kelas yaitu bapak ikhwan melakukan penilaian pada saat kegiatan penutup pembelajaran dengan cara menanyakan pertanyaan-pertanyaan seputar tema pembelajaran pertemuan tersebut, pada saat pertemuan tersebut membahas tentang isi kandungan dalam surah al-Kafirun, setelah
70 Ikhwan, wawancara. 18 November 2022
itu bapak ikhwan meminta ketua kelas untuk memimpin do’a majlis ta’lim(Subhaanaka Allahumma wabihamdhika…).71
Jadi peneliti mendapatkan pada pembelajaran pertemuan tersebut mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan penutup cukup baik dan lancar tidak ada kendala apapun.
Berikut ini merupakan dokumentasi buku Pendidikan Agama Islam yang digunakan dalam pembelajaran.
Gambar 4.3
Buku PAI yang di dokumentasikan peneliti menggunakan Hp.72
71 Observasi di SDN Sumberwuluh, 18 November 2022
72 SDN Sumberwuluh01,”Silabus dan Rpp PAI,” 17 November 2022
3. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Sumberwuluh 01 Candipuro Lumajang.
Evaluasi merupakan salah satu komponen dari sistem pendidikan yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang dicapai dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, bapak Ikwan mengatakan:
“Dari segi penilaiannya mas, saya menilai dari sikap, pengetahuan dan keterampilan serta evaluasinya saya menggunakan Tes lisan dan membaca surat-surat pendek yang telah dipelajari peserta didik, itu menjadi alat ukur saya untuk mengukur kepandaian peserta didik. Dengan kata lain yang dapat diukur dan dicari adalah gejala atau fenomena yang tampak dari kepandaian peserta didik. Seperti halnya peserta didik tersebut memiliki kemampuan untuk menangkap sesuatu yang baru, kemampuan untuk mengingat-mengingat sesuatu dan kemampuan untuk berfantasi atau berfikir secara abstrak”.73
Berdasarkan hasil wawancara, pada evaluasi pembelajaran pendidikan agama islam sesuai dengan perencanaan sebelumnya yang telah di buat di rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP. Dan bentuk format evaluasinya sebagai berikut :
EVALUASI
A. TES LISAN, MEMBACA SURAH Q.S. AL-KAFIRUN
Bacalah surat Q.S. al-Kafirun berulang-ulang hingga benar dan lancar.
1. Benar mahradnya.
73 Ikhwan, diwawancara oleh Penulis, Lumajang, 18 November 2022
2. Benar panjang pendeknya.
3. Benar adabnya.
B. CONTOH FORMAT DAN RUBRIK PENILIAN MEMBACA AL-QUR’AN
Tabel 4.4
Evaluasi Pembelajaran PAI Buku Guru
No. Nama
Kelompok
Aspek yang
Dinilai Skor Maks
Nilai
Ketuntasan
Tindak Lanjut
1 2 3 T TT R P
1.
2.
dst.
Keterangan:
Kriteria Kemampuan Membaca Nilai
B-L (Benar dan Lancar)
Jika bacaanya lancar pengucapan hurufnya tepat, panjang pendeknya bacaan benar
4
B-KL (Benar akan tetapi Kurang Lancar)
Jika bacaanya lancar, pengucapan hurunya tepat panjang pendeknya bacaannya benar, akan tetapi sedikit kurang tepat
3
L-KB (Lancar akan tetapi Kurang
Jika bacaanya lancar sebagaian, panjang dan pendek bacaannya benar tetapi pengucapan
2
Benar) hurufnya kurang sempurna KB-KL (Kurang
benar dan Kurang lancar)
Jika bacaannya tersendat-sendat panjang dan pendek bacaanya kurang sempurna
1
Gambar 4.4
Dokumentasi Evaluasi Pembelajaran dalam RPP PAI oleh peneliti menggunakan HP.74
Tabel 4.5
Hasil Temuan Penelitian
No Fokus Masalah Hasil Temuan
1. Bagaimana perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah
Dasar Negeri
Sumberwuluh 01
1. Dalam penyusunan RPP guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kontultasi satu dua kali kepada kepala sekolah, dan
74 SDN Sumberwuluh01,”Silabus dan Rpp PAI,” 17 November 2022
Candipuro Lumajang menyesuaikan kurikulum peraturan pemerintah/dinas pendidikan beracuan antara silabus,prota, promes dan juga kalender pendidikan.
2 Bagaimana Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri
Sumberwuluh 01
Candipuro Lumajang
1. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berkesinambungan dengan kegiatan siswa sehari-hari seperti:
sholat, puasa,sopan santun atau menghormati terhadap prang lain yang lebih tua dan membaca al-qur’an.
2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam guru menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan pembelajaran dan strategi praktik langsung seperti halnya wudhu’ dan sholat.
3 Bagaimana Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah
Dasar Negeri
Sumberwuluh 01
Candipuro Lumajang
1. Bentuk evaluasi dari guru Pendidikan Agama Islam berupa Tes Lisan dan Praktik membaca secara tartil dan benar.