BAB III METODE PENELITIAN
G. Tahap-tahap penelitian
Tahap-tahap penelitian perlu diuraikan yang mana nantinya bisa memberikan deskripsi tentang keseluruan perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, analisis data, sampai penulisan laporan .
1) Tahap pra lapangan meliputi:
a. Menyusun tancangan penelitian.
b. Memilih lapangan penelitian.
c. Mengurus perizinan.
d. Menjajaki dan menilai lapangan.
e. Memilih dan memanfaatkan informan.
f. Menyiapkan perlengkapan penelitian.
g. Persoalan etika penelitian.
2) Tahap pekerjaan lapangan meliputi:
a. Memahami latar penelitian dan persiapan diri.
b. Memasuki lapangan.
c. Berperan serta sambil mengumpulkan data.
3) Tahap analisis data
Tahap ini merupakan tahap terakhir dari proses penelitian.
Pada tahap ini pula peneliti mulai menyusun laporan dan mempertahankan hasil penelitian.
A. Gambaran Obyek Penelitian 1. Gambaran umum Geografis
a. Sejarah siagkat kabupaten Lumajang
Nama Lumajang berasal dari kata “LAMAJANG” yang deketahui dari hasil penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti peninggalan dan kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadi kabupaten lumajang. beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain:
1. Prasasti Mula Malurug 2. Naskah Negara Kertagama 3. Kitab Pararaton
4. Kidung Harsa Wijaya 5. Kitab Pujangga Manik 6. Serat Babat Tanah Jawi 7. Serat Kanda
Karena prasasti mula manurung dinyatakan sebagai Prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut “Negara Lamajang” maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang. prasasti mula Manurung ini ditemukan pada tahun 1975 dikediri. Prasasti ini ditemukan berangka tahun 1977 Saka, mempunyai 12 lempengan
tembaga. Pada lempengan VII halaman a baris 1-3 prasati mula manurung menyebutkan “Sira Narayya Sminingrat, pinralista Juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara lamajang”
yang artinya : Beliau Narayya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru dilamajang diangkat menajadi pelindung dunia Negara lamajang tahun 1177 Saka pada prasasti tersebut setelah diadakan penelitian penghitungan kalender kuno maka ditemukan tahun jawa pada tanggal 14 dulkaidah 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.
Mengingat keberadaan Negara lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255 M itu lamajang sudah merupakan sebuah Negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi lumajang yang dituangkan dalam keputusan bupati kepala daerah tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990. 76
76 Tim penyusun, buku data ekonomi daerah kabupaten Lumajang (Lumajang, 2010), 6
Peta Kabupaten Lumajang
(Sumber Data:Dokumentasi Perpustakaan Lumajang) b. Letak wilayah
Kabupaten lumajang secara Geografis terletak diantara 70 52’
s/d 23’ lintang selatan 1120 50’ s/d 1130 22’ bujur timur. Secara administrasi wilayah kabupaten lumajang sebelah utara berbatasan dengan kabupaten probolinggo, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten jember, sebelah barat berbatasan dengan kabupaten malang, dan sebelah selatan berbatasan dengan samudera Indonesia.
c. Luas wilayah
Kabupaten lumajang memiliki wilayah seluas 179.090,00 Ha (1.790,90 Km2) atau sekitaran 3,73% dari luas propinsi jawa timur.
Secara administrative terdiri dari 21 wilayah kecamatan , 205 desa/keluarahan, 1.794 RW dan 6.991 RT.
d. Jumlah Penduduk dan mata Pencaharian Kabupaten Lumahang Data penduduk sebagaimana data yang lain, sangat diperlukan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan sebab penduduk merupakak subyek dan sekaligus obyek dari suatu pembangunan.
Jumlah penduduk pada tahun 2011 yang dilaksanakan dengan system informasi administrasi kependudukan (SIAK)mencapai 1.182.543 jiwa yang terdiridari 585.083 laki-laki (49,5%) dan 597.460 perempuan (50,5%), dengan rata-rata kpadatan penduduk 661 jiwa per km2. Kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah kecamatan tempeh sebesar 95.355 jiwa dan pasirian sebesar 94.996 jiwa.
Pada tahun 2011 berdasarkan data registrasi penduduk yang lahir sebanyak 7.617 jiwa, penduduk yang meninggal sebanyak 5.780 jiwa, penduduk yang datang sebanyak 6.735 jiwa dan penduduk yang pergi sebanyak 7.172 jiwa, sehingga terjadi migrasi netto sebesar 437 jiwa.
Berdasarkan data BPS kabupaten lumajang, struktur mata pencaharian pada tahun 2010 tidak banyak mengalami perubahan disbanding pada tahun 2009. Pada tahun 2009 sumber mata pencaharian penduduk kabupaten lumajang sebagian besar masih bergerak disektor pertanian sebanyakk 50,22%, disektor perdagangan.
Sebanyak 17,64%. Sedangkan pada tahun 2010 sektor penyerap tenaga kerja terbanyak adalah sector pertanian yang mencapai 48,97%, sector perdagangan sekror perdagangan sebanyak 19,44%, jasa-jasa 13,37% 77Sedangkan jumlah Pegawai Negeri Sipi dikabupaten Lumajang sebesal 10,684 baik dari unit kerja dan tingkat pendidikannya78.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di BAZ Lumajang yang mempunyai kantor pelayanan di kompleks barat alun-alun berdekatan dengan perpustakaan umum lumajang, terletak di sebelah selatan masjid Agung Anas Mahfud dan bank Jatim, Jl. Raya alun-alun Barat No. Telp. (0334) 7700202. BAZ mempunyai program unggulan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan ekonomi. Program tersebut sebagian besar bersumber dari dana zakat yang dibayarkan oleh para wajib zakat (muzakki) yang sebagian besar berdomisili di daerah lumajang. Dimana tempat tersebut mengelola zakat secara profesional dan mengedepankan akidah islam dalam pengelolaannya.
77 Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2012
78 sumber Data: Dokumen badan kepegawaian daerah kabupaten Lumajang
3. Sejarah berdirinya BAZ Kabupaten Lumajang
Dengan disahkan Undang-Undang No. 38 Tahun 1998 tentang zakat, dan dilengkapi dengan keputusan menteriagama republik indonesia nomor 581 tahun 1999 tentang undang-undang pengelolaan zakat, banyak lembaga/badan amil zakat yang berdiri, dan salah satunya BAZ Lumajang, dengan berlandasan filosofi bermasyarakat, bahwa setiap manusia itu saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Bahkan saat materi tidak bisa kita berikan, ada hal lain yang masih bisa kita berikan bantuan kepada orang lain yang berharga dan dapat mewarnai lautan kedermawanan yaitu tenaga dan fikiran.
Pada tahun 2001 BAZ Lumajang diresmikan. Dan pada awal berdirinya BAZ lumajang awal mula penghimpunan hannya sebatas pada infaq dan shadaqah. Baru pada tahun 2004 Zakat profesi mulai diberlakungan dan itu pun masih banyak beberapa kendala yang menghambat terkumpulnya zakat profesi. dan pertama kali zakat profesi ini pertama kali dipropoli oleh kementerian agama yang bekerja sama dengan BAZ kabupaten Lumajang, yang mewajibkan semua pengawai negeri sipil yang berada dinaungan kementrian agama harus menyisihkan sebagai gajinya untuk membayar zakat, baru ketika dilingkungan kementrian agama sudah berjalan sesuai rencana, baru menerapkan dilingkungan kementrian pendidikan dan semua pengawai negeri sipil yang berada dinanungan pemerintah lumajang wajib membayar zakat dari profesinya.
Dengan adanya beberapa penjelasan diatas maka Badan Amil Zakat BAZ adalah sebuah lembaga/ badan khusus menangani masalah-masalah sosial kemasyarakatan dengan program unggulan pembinaan anak asuh, seiring dengan perkembangan. Nilai-nilai yang sangat bermanfaat atas kehadiran BAZ Lumajang ditengah masyarakat telah dirasakan secara luas, dari desa terpencil hingga wilayah perkotaan di Kabupaten Lumajang. sebagai pengelola dana ZISWAF yang muncul dari daerah dengan pengelolaan secara profesional, insyaallah BAZ akan menjadi lembaga/ badan amil zakat yang terus berkembang dan terpercaya.79
4. VISI, MISI dan Tujuan BAZ Lumajang:
a. Visi
Mendidik dan Menjadikan para mustahiq Zakat menjadi Muzakki b. Misi
Menjadikan Lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqah yang amanah, profesional, dan bertanggung jawab.
c. Tujuan
1. Meningkatan kesadaran dalam pelaksanaan dan pelayanan ibadah zakat.
2. Menghimpun, Mendistribusikan dan mendayagunaan Dana Zakat Infaq dan shadaqah.
79 Sumber Data: Dokumentasi BAZ Lumajang
3. Meningkatkan fungsi dan peran pranata keagamaan dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. (Sumber Data:
Dokumentasi BAZ Lumajang)
5. Prinsip manajemen BAZ Lumajang a. Prinsip Syar’i
BAZ sebagai badan pengelola zakat dalam menjalankan fungsinya tentu saja memegang prinsip syar’I dalam menjalankan usahanya, prinsip syar’I itu adalah prinsip-prinsip yang berdasarkan pada aturan-aturan Zakat yang ada didalam Al-Qur’an dan al-Hadits.
b. Prinsip Prosedural
Prinsip prosedural ini dijadikan untuk mematuhi peraturan procedural yang ada, baik yang sudah ditetapkan Qur’an dan al-Hadits maupun yang diamanatkan didalam undang-undang.
Procedural ini digunakan oleh BAZ Kabupaten Lumajang dengan memanfaatkan wewenang pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai pengambil kebijakan di kabupaten lumajang untuk mewajibkan seluruh pegawai Negeri sipil (PNS) yang ada di kabupaten lumajang agar membayar zakat profesinya melalui BAZ Kabupaten Lumajang.
c. Prinsip Profesional
Dalam memanajemen dana Zakat, tentu saja Profesinalitas menjadi hal yang diutamakan. Sebab BAZ sebagai salah satu
Lembaga Pemerintahan yang Harus mengedepankan keprofesionalitas. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
d. Prinsip Tranparan
Transparasi pengelola Zakat menjadi hal yang penting bagi organisasi pemerintah. Apalag organisasi berkaitan dengan keuangan prinsip transparasi ini ditetapkan oleh BAZ Kabupaten Lumajang.
salah satunya dengan cara memberikan laporan keuangan secara terbuka. Seperti laporan yang diterbitkan oleh majalah BAZ. Sehingga Muzakki dan masyarakat akan percaya kepada BAZ Kabupaten Lumajang mengenai dana Zakat yang terkumpul di Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten lumajang. (Sumber Data: Dokumentasi BAZ Lumajang)
6. Dasar hukum
1. Al Quran dan Al Hadits
Sebagaimana Firman Allah SWT yang didalam Surat A-Taubah:103
Artinya: ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
Dan surat Al-Baqarah Ayat 277
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Sebagaimana Hadits Rasululllah SAW
ةلاصلا ماقأو الله لوسر ادممح نأو الله لاإ هلإ لا نأ ةداهش سخم ىلع ملاسلإا نيب ص و تيبلا جحو ةاـكزلاءاتيإ و هيلع قفتم ناضمر مو
Islam ditegakkan atas 5 dasar : 1. bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwasannya Nabi Muhammad itu utusan Allah, 2.
Mendirikan Sholat lima waktu, 3. Membayar zakat, 4. Mengerjakan ibadah Haji ke Baitullah, 5. Berpuasa di bulan ramadhan.
2. Undang-Undang RI Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.
3. Keputusan Menteri Agama RI No. 581 Tahun 1999 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.
4. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 373 Tahun 2003 tentang
pelaksanaan UU RI No. 38 Tahun 1999, pada Bab IV pasal 25 point c, perihal lingkup kewenangan pengumpulan zakat.
5. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor D/291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.
6. Surat Keputusan (SK) Bupati Lumajang No. 188.45/737/427.12/2004, tanggal 11 Agustus 2004 tentang Kepengurusan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Lumajang periode 2004-2009.
7. Surat Keputusan (SK) Bupati Lumajang No. 188.45/224/427.12/2009, tanggal 28 Agustus 2009 tentang Kepengurusan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Lumajang periode 2009-2014.
(Sumber data: Dokumentasi BAZ Lumajang)
7. Struktur Organisasi BAZ lumajang Bagan 4.01
{
Keterangan:
Garis putus-putus : --- (garis koordinasi) Garis lurus : (garis instruksi)
(Sumber Data: Dokumentasi BAZ kabupaten Lumajang) Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor: 188.45/293/427.12/2015
sebagaimana terlampir.
Adapun penjelasan masing-masing bagian pada bagan 4.01 adalah sebagai berikut
a. Dewan pertimbangan
Memberikan saran dan pertimbangan tentang pengembangan hukum dan pemahaman mengenai pengelolaan zaat, memberi kebijakan pengumpulan, pendayagunaan, pengembangan pengelolaan zakat.
DEWAN PERTIMBANGAN
BENDAHARA
BADAN PELAKSANA KOMISI
PENGAWAS KETUA
SEKRETARIS
WAKIL SEKRETARIS WAKIL KETUA
DIVISI PENGEMBANGAN DIVISI
PENDAYAGUNAAN DIVISI
PENDISTRIBUSIAN DIVISI
PENGUMPULAN
1) Bupati Lumajang : DR. H. Sjahrazad Masdar. MA 2) Wakil Bupati : Drs. H. As’ad Malik, M.Ag 3) Drs. H. Affandi Latief, M.HI
4) KH. Amak Fadhodi 5) KH. Abdul Atiq Zubad 6) KH. Chidlir Fasa b. Komisi pengawas
Mengawasi pengumpulan zakat, penyaluran dan pendayagunaan zakat, menunjuk akuntan untuk memeriksa pengumpulan, penyaluran dan pendayagunaan zakat, serta mempertanggung jawabkan laporan kerjanya kepada dewan pertimbangan.
1) Drs. Abdul fatah ismail
2) Drs. H. Mu’arrif tanthowi, M.Si 3) Drs. H. Sumartono, M.Si 4) Hanifah dian ekasiwi SE.
5) Drs. H. Achmad muzakki, SH.
6) KH. Agus Sulani, BA 7) Drs. H. Mas’udi c. Badan Pelaksana
Melaksanakan garis kebijakan BAZ dalam program pengumpulan, penyaluran dan pendayagunaan zakat, memimpin
pelaksanaan program, merencanakan pengumpulan, penyaluran, pendayagunaan dan pendistribusian.
Ketua : Drs. H. Muflih farid Wakil : h. Imron sumarman, S.Pd.I
Drs. H. Imam Bukhori, M.Pd.I Sekretaris : Drs. H. Yusuf Wibisono, M.si Wakil sekretaris : H. A. Taufik Hidayat, SH, M,Hum
H. Atok Hasan Sanusi Bendahara : H. Karmad
Sekretariatan kantor
Kepala kantor : H. Atok Hasan Sanusi
Job deskripsi kepala kantor yaitu membuat tata laksana kerja dan ketatausahaan kantor, mencatat agenda kegiatan BAZ, merumusan kebijakan pengurus, membuat perencanaan kegiatan, membuat evaluasi dan pelaporan setiap bulan dan melaksanakan tugas-tugas lain.
Bagian administrasi tugasnya membuat jurnal zakat, infaq, dan shadaqah, membuat laporan feetback, mengagendakan surat keluar dan masuk, membantu tugas kesretariatan, dan membuat buku inventaris.
1) Darwan Darussalam (staf BIdang Pendistribusian) 2) Chusnul fuad ( Staf Bidang Pengumpulan)
3) Ely dahliatul islamiyah ( Staf Keuangan) 4) Imtihanah (Staf Admin dan Umum) Bagian keuangan : Ely Dalhi
Bagian keuangan yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran, membuat buku kas, mencatat keuangan operasional BAZ, membuat pengelompokan buku distribusi, membuat laporan neraca keuangan, membantu tugas keskretariatan.
Divisi-Divisi:
Divisi pengumpulan:
Melakuan pendataan muzakki, harta zakat, penggali zakat, pengumpulan zakat, menyetorkan hasilnya ke bank yang ditunjuk serta menyampaian tanda bukti penerimaan kepada bendahara, dan membukukan hasil pengumpulan zakat.
1) Drs. H. Imam Munir M. Si 2) Dra. Hj. Umi Hanik M. Si 3) Ulil mukarramah SH 4) M. Lutfi Hakim
Divisi pendistribusian :
Menerima dan menyeleksi permohonan calon mustahiq, mencatat mustahiq yang memenuhi syarat menurut kelompoknya masing-masing, malasanakkan penyaluran zakat yang sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan, menyiapak laporan penyaluran dana zakat dan mempertanggung jawabkan hasilnyaa kepada ketua.
1) H. Harnyoto, SH, MA 2) H. Pujiardi SH
3) Hj. Romlah Dasuki 4) Letkol. H. Moh Arif
Divisi pendayagunaan:
Melakukan pendistribusian zakat, mencatat pendistribusian zakat, meneliti dan menyeleksi penerima zakat produktif, menyalurkan serta mencatat dana produktif yang telah didayagunakan.
1) H. Yusuf satrio. SE
2) Drs. H. Sholikul Kirom, MM 3) Hj. Churrotul Ain
4) Drs. H. Imam Suhadi
Divisi pengembangan:
Menyusun rencana pengumpulan pendayagunaan, pembinaan zakat, melakuan penelitian, pengembangan masalah sosial dan keagamaan dalam rangka pengembangan dana zakat, memberikan pertimbangan usul, dan saran mengenai pendayagunaan zakat untuk pengembangan sosial, serta mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada ketua.
1) Drs. Fathurrohim, M. Si 2) Drs. H. Achmad chaliq
3) Dr. H. Karsin ikhsan Sp THT 4) H. Masruri zein
8. Program BAZ Kabupaten Lumajang
Didalam pemanfaatan Dana ZAkat Profesi ada beberapa program yang telah di kembangkan oleh BAZ Kabupaten Lumajang, dan setiap bidang yang ada di BAZ Kabupaten Lumajang mempunyai program masing yaitu:
a. Bidang pengumpulan
Sesuai dengan kewenangan BAZNAS Kabupaten Lumajang yaitu: mengumpulkan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) dari muzakki pada instansi lembaga pemerintah maupun swasta yang berada ditingkat pemerintah lumajang kegiatan yang dilakukan pada bidang pengumpulan yaitu:
1. Melakukan pendataan terhadap potensi calon muzakki baru, dengan target dapat menjaring 1000 orang muzakki baru.
2. Melaksanakan sosialisasi zakat keseluruh lapisan masyarakat baik ditingkat PNS, TNI-POLRI maupun masyarakat secara umum.
3. Membentuk tim sosialisi secara terpadu dari unsure komisi pengawas dan komisi pelaksana yang bekerja sama secara terjadwal.
4. Membentuk even-even diantaranya:
1. memberikan beasiswa dengan mengundang dan melibatkan darmawa setempat agar tertarik untuk berzakat.
2. Bekerja sama dengan pihak eksekutif dalam halpenerbitan surat himbauan zakat kepada seluruh PNS.
(Sumber Data: Dokumentasi BAZ kabupaten Lumajang) b. Bidang pendistribusian dan pendayagunaan zakat
Didalam pendistribusin dan pendayagunaan zakat profesi selain kepada delapan ashnaf juga perlu memperhatikan dan menunjang program pembangunan kabupaten lumajang, oleh karena itu bidang pendistribusian/ pendayagunaan zakat mempunyai program yaitu:
1. Lumajang Makmur
Program lumajang ini mempunyai target pelaksanaan yang mana program ini diberikan kepada mustahiq zakat berupa:
pemberian modal kerja bergulir, memberikan bantuan alat kerja yang diperlukan sesuai dengan keahlihannya, dan memberikan diklat kerja.
2. Lumajang Peduli
Didalam program lumajang peduli ini, BAZ kabupaten Lumajang menyalurkan atau mendistribusikan Zakat Profesi kepada mustahiq melalui, memberikan bantuan berupa sembako kepada Dhu’afa, santunai Tunai Ramadhan, Bencana alam &
Darurat, Dhu’afa Janda, Bunda/ Wali Yatim, Muallaf, terlilit hutang, ibnu sabil, dan musyafir yang kehabisan bekal.
3. Lumajang Taqwa
Didalam program lumajang taqwa ini, pengurus BAZ Kabupaten lumajang memberikan bantuan berupa, pembangunan masjid dan musholla, bantuan biaya operasional musholla.
Pembangunan ponpes, Madin/ RA, memberikan bantuan kepada anak yatim piatu, da’I yang terletak didaerah terpencil, dan guru ngaji/ TPQ dan pengembangan SDM.
4. Lumajang Cerdas
BAZ kabupaten lumajang melalui program lumajang cerdas, dana Zakat dari pengawai negeri sipil disalurkan kepada mustahiq berupa memberikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu dan prestasi baik ditingkat SD, SMP, SMA, maupun PT, dan berupa pengembangan SDM.
5. Lumajang Sehat
Program sehat ini target pendistribusian diberikan pada waktu khitan missal, dan Bantuan Pengobatan yang biasanya berupa pengobatan missal gratis, biaya rawat jalan, biaya rawap inap, operasi, alat kesehatan, dan peningkatan Gizi.
(Sumber Data: Dokumentasi BAZ kabupaten Lumajang) c. Bidang Pengembangan
Bidang pengembangan mempunyai program antara lain:
1. Pembentukan tim seleksi pembaruan pengurus BAZNAS Kabupaten Lumajang.
2. Penerbitan majalah 2 bulan sebagai media komunikasi dengan muzakki / donator.
3. Mengikuti Rakornas yang dilaksanakan oleh BASNAS RI di Jakarta.
4. Mengikuti pelatihan pengelolaan zakat kantor kemenag wilayah jawa timur di Surabaya.
5. Mengikuti pelatihan operator computer sistim manajemen BAZNAS di Surabaya. (Sumber Data: Dokumentasi BAZ kabupaten Lumajang)