• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Dalam pembahasan ini disajikan data yang telah diperoleh peneliti saat mengumpulkan data. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan tiga metode yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini peneliti memaparkan secara rinci keadaan objek yang diteliti.

Berikut untuk mendapatkan data yang sesuai disajikan data tentang :

1. Perencanaan kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Siswa di Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso

Rekrutmen merupakan proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong, dengan kata lain rekrutmen yaitu mengacu pada proses mencari orang baru untuk mengisi posisi atau jabatan tertentu. Di setiap madrasah tentunya ada kegiatan ekstrakurikuler yang di ikuti oleh setiap peserta didik. Dalam hal itu terdapat rekrutmen

53 Observasi peneliti di MA ATQIA Bondowoso, 13 juni 2022

yang dimana kegiatan rekrutmen ini terdapat beberapa proses yakni publikasi, seleksi, dan penempatan dalam mengikuti esktrakurikuler.

Sebagaimana hasil wawancara oleh peneliti kepada bapak Salman Alfarisi selaku waka kesiswaan mengatakan bahwa:

“Untuk publikasinya kita melalui pengumuman secara flur setelah sholat dhuha, dan yang kedua mengfungsikan temen-temen osim untuk memberikan woro-woro berupa poster dan pengumuman beberapa list kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ekstranya apa saja yang tersedia dan yang bisa dipilih oleh anak-anak sehingga kesiswaan dan pembina osim berkordinasi untuk merekrut peserta didik yang berminat di beberapa ekstra, di salah satu ekstra atau di beberapa esktra karena maximal 1 anak boleh mengikuti 2 ekstra, publikasinya itu kita menyebar poster atau woro-woro baik di sosial media dan di lingkungan sekolah , ditambah dengan pengumuman oleh kesiswaan.”54

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa publikasi dalam mengikuti ekstrakurikuler MA ATQIA melalui pengumuman secara flur setelah sholat dhuha, dan yang kedua mengfungsikan temen-temen osim untuk memberikan woro-woro berupa poster dan pengumuman beberapa list kegiatan ekstrakurikuler.

Pendapat lain juga disampaikan oleh bapak Agus Riyadi selaku kepala Madrasah terkait publikasi dalam mengikuti ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso mengatakan Bahwa:

“Ya nanti yang memprogramkan itu waka kesiswaan, itu ada sosialisasi, sosialisasi kepada siswa di kelas, yang pertama dari pihak waka kesiswaan, setelah itu baru ada pendataan dari wali kelas, dari wali kelas itu di beri amanat ke ketua kelas, nantik ketua kelas nyetor kepada wali kelas, wali kelas nyetor kepada waka

54 Salman Alfarisi, di wawancarai oleh penliti, Bondowoso, 18 oktober 2022

kesiswaan, ya kalo tidak di kelas, biasanya pada saat selesai sholat sholat jamaah.”55

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam publikasi mengikuti ekstrakurikuler yaitu waka kesiswaan memprogramkan seperti adanya sosialisasi kepada siswa baik di kelas maupun saat selesai sholat berjamaah.

Proses seleksi menjadi bagian dari kegiatan rekrutmen. Seleksi ini dilakukan setelah proses publikasi, dimana dalam hal seleksi ini guna memilih orang untuk masuk ke dalam organisasi. Misalnya, dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ada proses seleksi untuk masuk dalam kegiatan tersebut.

Sebagaimana hasil wawancara oleh peneliti kepada bapak salman Alfarisi selaku waka kesiswaan Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso mengatakan bahwa:

“Disini tidak ada seleksi sebenarnya, hanya saja peminatan, siapa yang berminat di bidang tersebut untuk mengikuti ekstra, kita persilahkan, dari sana kita asah kemampuannya, contohnya di bahasa pemograman atau programing yang berkaitan dengan kodi, html, pembuatan website dan lain sebagainya, kita tidak menyeleksi tidak merekrut, cukup menggunakan sistem siapa yang minat, ya Alhamdulillah ternyata yang minat itu memang sebelumnya sudah punya modal, sudah punya pengetahuan seperti di pencak silat, mereka yang minat di pencak silat memang mereka ya sudah belajar di pencak silat, sehingga waktu ekstrakurikuler di MA ATQIA tersebut kita tidak melalui tahapan seleksi.”56

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem seleksi dalam mengikuti ekstrakurikuler di MA ATQIA Bondowoso tidak ada,

55 Agus Riyadi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso 17 oktober 2022

56 Salman Alfarisi, di wawancarai oleh penliti, Bondowoso, 18 oktober 2022

hanya saja peminatan, siapa yang berminat di bidang tersebut untuk mengikuti ekstrakurikuler, kita persilahkan, dari sana di asah kemampuannya.

Berbeda dengan pendapat bapak Agus Selaku Kepala Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso mengatakan bahwa:

“Yang pertama mulai dari bakat minat, setelah masuk di MA Atqia pada saat pendaftaran di PPDB itu ada bakat minat siswa, melalui itu kita ada pemetaan, oh anak ini masuk ekstrakurikuler apa, ini ekstrakurikuler apa.”57

Pendapat ini diperkuat oleh observasi peneliti pada saat pemetaan bakat dan minta siswa baru tahun 2022 di MA ATQIA Bondowoso

Gambar 4.5

Pemetaan Bakat dan Minat Siswa Baru Tahun 202258

Dari pernyatan di atas dapat disimpulkan bahwa adanya sistem seleksi di MA ATQIA Bondowoso dalam menentukan kegiatan

57 Agus Riyadi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso 17 oktober 2022

58 Observasi Peneliti pada saat Pemetaan Bakat dan Minat Siswa Baru, Bondowoso 13 Juni 2022

ekstrakurikuler siswa dimulai dari saat pendaftaran PPDB ada bakat minat siswa, melalui itu ada pemetaan bakat minat siswa.

Proses penempatan menjadi bagian dari kegiatan rekrutmen.

Sistem Penempatan ini dilakukan setelah sistem seleksi. Penempatan sendiri merupakan proses yang menentukan seseorang dalam penempatan suatu organisasi. Di Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso terdapat penempaatan/pengelompokan siswa yang sudah diterima dalam mengikuti ekstrakurikuler. Penempatan ini biasanya bertujuan untuk memilah sesuai kemampuan siswa yang berbeda-beda.

Sebagaimana hasil wawancara peneliti kepada bapak Salman Alfarisi selaku waka kesiswaan Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso mengatakan bahwa:

“Ini mungkin jawabannya sama dengan point yang kedua penempatan dan pengelompokannya, kalo di masing-masing ekstrakurikuler untuk pengelompokannya kita pasrahkan ke tutor masing-masing, contohnya di program tartil dan tilawah tergantung kebijakan tutornya anak ini pantasnya di tilawah apa sudah di tartil ada pemilahan dalam kelas, yang kedua misalnya kayak dikaligrafi ini anaknya masih dalam tahapan imlak, tahapan tulis menulis arab atau sudah bisa tituntun hot hot kaligrafi, ya ini prokreatif masing-masing tutor karna yang tau kapasitas anak-anak tersebut ketika sudah masuk ke slaah satu ekstrakurikuler yang dipilih kememapuannya sudah diketahui dengan ya mungkin tutor ngetes, kayak di tilawah tartil bisa di tes bacaannya, lagu-lagunya sehingga dari sana bisa dinilai dan kapasitas masuk di spesifikasi kelas mana, kelas tartil apa kelas tilawah, juga dengan kaligrafi terus bahasa pemograman dan kayak jurnalistik, di jurnalistik itu ada pengelompokan juga, yang pertama kelompok masih tulis menulis, kelompok yang masih belajar kerangka karangan, ada juga kelompok yang sudah di tahapan meliput berita dan membuat media publikasi di sosial media itu aja sehingga pengelompokannya itu kita pasrahkan ke masing-masing tutor yang mengampuh di setiap kegiatan esktrakurikuler. Dari kita sendiri dari kesiswaan dari pembina osim, kegiatan ekstrakurikuler

kan dibawahnya kesiswaan, tidak ada seleksi sih siapa yang minat.

Ada pengecualin juga untuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka itu wajib di ikuti oleh seluruh siswa baik tahu pramuka atau tidak tahu pramuka, baik pemula ataupun sudah tingkat lanjutan ya wajib mengikuti pramuka khusus hari sabtu setelah KBM selesai sholat dhuhur langsung kegiatan pramuka.”59

Dari pernyataan di atas dapat di simpulkan bahwa sistem penempatan siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso untuk pengelompokannya dipasrahkan ke tutor masing-masing ekstrakurikuler.

Jadi kesimpulan dari pernyataan di atas bahwa dalam kegiatan rekrutmen terdapat sistem publikasi, seleksi, dan penempatan yang mana sistem publikasi melalui pengumuman secara flur setelah sholat dhuha, dan yang kedua mengfungsikan temen-temen osim untuk memberikan woro-woro berupa poster dan pengumuman beberapa list kegiatan ekstrakurikuler, dan untuk sistem seleksinya terdapat pernyataan yang berbeda yang pertama tanpa adanya seleksi yang ada hanya pemetaan, yang kedua menjelaskan dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler siswa dimulai dari saat pendaftaran PPDB ada bakat minat siswa, melalui itu ada pemetaan bakat minat siswa. Selanjutnya untuk sistem penempatan siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler penempatannya dipasrahkan ke tutor masing-masing ekstrakurikuler.

Perencanaan manajemen kesiswaan di Madrasah tidak selalu sesuai dengan apa yang direncanakan, dari hal itu juga terdapat beberapa permasalahan yang menjadi kendala dalam proses perencanaan

59 Salman Alfarisi, di wawancarai oleh penliti, Bondowoso, 18 oktober 2022

manajemen kesiswaan. Sebagaimana sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada bapak Agus Riyadi selaku kepala Madrasah MA ATQIA Bondowoso yaitu mengatakan bahwa:

“dalam proses perencanaan manajemen kesiswaan tidak selalu berjalan dengan lancar mbak, juga terdapat kendala yang menjadi permasalahan dalam proses perencanaan ini seperti wali murid yang mana ada beberapa yang tidak mendukung dari setiap kegiatan, yang kedua dari siswa sendiri dimana ada beberapa siswa yang bermalas-malasan untuk ikut kegiatan mbak, dan yang terakhir kelengkapan dari sarana dan prasarana yang masih kurang.”60

Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa dalam proses perencanaan manajemen kesiswaan tidak selalu sesuai dengan yang direncanakan, akan tetapi juga banyak permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala dalam proses perencanaan tersebut sehingga tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pendapat lain juga disampaikan oleh bapak Madlubur Rhisky terkait kendala dalam proses perencanaan manajemen kesiswaan di MA ATQIA Bondowoso mengatakan bahwa:

“kendalanya kalo disini karna jumlah masih sedikit, jumlah siswa masih sedikit itu ya problmenya, terus selain jumlah siswa sedikit kendala yang lain itu adalah alam siswa yang seragam, artinya disini tidak hanya ini kan disini kan madrasah aliyah yah, Cuma pendaftarnya itu ada yang dari Madrasah Tsanawiyah ada yang dari smp jadi untuk menyeragamkan siswa itu perlu beberapa hal yang harus dilakukan itu kendalanya, jadi tidak seragamnya potensi siswa karena pendaftar itu tidak hanya dari Madrasah Tsanawiyah tapi juga dari sekolah umum itu yaa.”61

Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa di dalam proses perencanaan manajemen kesiswaan juga terdapat permasalahan yang

60 Agus Riyadi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso 13 juni 2022

61 Madlubur Rhisky, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso 13 juni 2022

menjadi kendala seperti perbedaan lulusan siswa Tsanawiyah dan umum sehingga untuk menyamaratakan perlu beberapa hal yang harus dilakukan.

Dalam manajemen kesiswaan terdapat beberapa program kerja diantaranya penerimaan peserta didik baru. Program kesiswaan MA ATQIA Bondowoso tersebut dapat berjalan ketika semua lapisan yang berhubungan dengan program tersebut dapat berkordinasi dengan baik.

Program penerimaan peserta didik baru merupakan satu program yang memiliki urgensi yang sangat besar. Karena melalui siswa, Madrasah dapat mendapatkan input yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya hingga membawa nama baik atas prestasi yang diperoleh. Maka dari itu tahap penerimaan peserta didik baru harus direncanakan agar mendapat input yang diharapkan.

Penerimaan peserta didik baru di MA ATQIA Bondowoso dilaksanakan atas waktu yang telah ditentukan, seperti pada perencanaan pertama yang dilaksanakan oleh pihak madrasah, yang dimulai dari pembentukan panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hingga penentuan langkah-langkah selanjutnya. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan waka Kesiswaan mengatakan bahwa:

“mengenai penerimaan peserta didik baru banyak cara yang kita lakukan seperti melakukan promosi ke berbagai lembaga pendidikan dengan cara mempromosikan mengenalkan ATQIA kepada siswa yang kelas 9, kita juga menggunakan promosi via digital lewat brosur, flayer-flayer, kemudian juga kepada wali murid-wali murid melewati komite dan melewati sanak family dan wali murid yang sudah anaknya terdaftar di MA ATQIA, dengan

cara-cara demikian kami melakukan rekrutmen terhadap peserta didik.”62

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam merekrut peserta didik di MA ATQIA Bondowoso dengan melalui promosi ke berbagai lembaga pendidikan dan juga melalui wali murid melewati komite dan juga sanak family, serta membuat brosur untuk disebarkan.

Pernyataan di atas dapat diperkuat dengan dokumen berikut:

Gambar 4.6

Browsur Sekolah MA ATQIA Bondowoso63

Dalam Penerimaan Peserta Didik baru di MA ATQIA Bondowoso, dalam hal ini tidak hanya dari dewan guru dalam merencanakan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru, dalam hal ini siswa terutama yang masuk dalam intra OSIS, mereka menjadi salah satu panitia PPDB. Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso menyiapkan berbagai hal sebelum kegiatan

62 Salman Alfarisi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 13 juni 2022

63 Dokumen Arsip MA ATQIA Bondowoso

PPDB berlangsung. Sebagaimana hasil wawacara peneliti dengan Nur Hasanah selaku Ketua Osis di MA ATQIA Bondowoso yang mengatakan bahwa:

“Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) guru Insya allah sudah siap, soalnya h-, sekitar h- seminggu dari jadwal masuk sekolah guru-guru sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut siswa baru di MA ATQIA Bondowoso agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan mbak, karena jika tidak disiapkan jauh-jauh hari maka takutnya ada banyak kendala seperti kurangya fasilitas yang ada dan berbagai hal lainnya.”64

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) guru sudah mempersiapkan secara matang sebelum kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berlangsung agar kegiatan Penerimaan Siswa Baru berjalan dengan lancer tanpa adanya kendala-kendala.

Di dalam perencanaan manajemen kesiswaan terdapat pengelompokan siswa yang sudah diterima di MA ATQIA Bondowoso, pengelompokan ini biasanya bertujuan untuk memilah sesuai kemampuan siswa yang berbeda-beda. Sebagaimana pendapat bapak salman Alfarisi selaku waka kesiswaan di MA ATQIA Bondowoso mengatakan bahwa:

“langkah-langkah yang dilakukan untuk penempatan atau pengelompokan peserta didik biasanya di ATQIA itu berdasarkan kemampuan, pemetaan kemampuan ini tidak dengan membedakan kelas, artinya ini kelas intermidid atau kelas yang biasa, kelasnya tetep sama kelas satu,dua,tiga, cuman mungkin cuman pengelompokan bimbingan saja yang berbeda, bimbingan per mata pelajaran itu berbeda, berbeda tingkatan dan juga pemberian forsi

64 Nur Hasanah, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 15 juni 2022

tambahan yang berbeda saja, tapi kalo untuk penempatan kelas sama.”65

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pengelompokan siswa yakni berdasarkan kemampuan siswa, akan tetapi tidak dengan mebedakan kelasnya, dan hanya membedakan pengelompokan bimbingan saja baik bimbngan per mata pelajaran maupun tingkatan pemberian forsi tambahan yang berbeda.

Jadi hasil temuan penelitian dalam perencanaan kesiswaan di MA ATQIA Bondowoso dimulai dari merekrut waka Kesiswaan dan dilanjutkan penerimaan peserta didik baru dan juga perekrutan peserta didik baru di MA ATQIA Bondowoso serta pengelompokan peserta didik baru untuk sesuai kemampuannya dikarenakan dari lulusan yang berbeda.

Pengelompokan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan pengetahuan lebih kepada peserta didik baru yang dari lulusan lembaga pendidikan umum.

2. Pembinaan kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Siswa di Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso

Pelaksanaan manajemen kesiswaan di MA ATQIA Bondowoso dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa meliputi Mengidentifikasi kecerdasan dan potensi siswa. Manajemen kesiswaan mengidentifikasi kecerdasan dan potensi siswa melalui kegiatan non akademik siswa. Dalam hal peningkatan prestasi non akademik siswa

65 Salman Alfarisi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 13 juni 2022

dapat di dukung melalui tanggung jawabnya guru dalam meningkatan prestasi non akademik peserta didik. Kegiatan yang mendukung prestasi non akademik siswa di MA ATQIA Bondowoso, dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler, program kerja manajemen kesiswaan, Porseni, dan pemetaan bakat dan minat siswa. Sebagaimana hasil wawancara peneliti kepada bapak Agus Riyadi selaku Kepala Madrasah yang mengatakan bahwa:

“Untuk mendukung dalam peningkatan prestasi non akademik siswa disini itu dengan melalui adanya kegiatan pendukung yang meliputi ekstrakurikuler yang wajib diikuti siswa, dan adanya porseni, serta pemetaan bakat dan minat peserta didik baru di MA ATQIA Bondowoso, yang mana pemetaan ini untuk mengetahui minat-bakat siswa, selain itu kegiatan lain yang mendukung yaitu, PHBI dan PHBN, talk show, character building, dan konseling.”66 Peneliti mencoba membagi dan menjabarkan bentuk pendukung dari pelaksanaan kegiatan dalam proses peningkatan prestasi non akademik siswa di MA ATQIA Bondowoso, di antaranya yaitu:

1. Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa a) Pramuka

Pramuka singkatan dari Raja Muda Karana yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarnya. MA ATQIA Bondowoso mewajibkan siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstra pramuka.

Pada dasarnya kegiatan pramuka memliki tujuan untuk melatih generasi mudah agar memaksimalkan setiap potensi yang ada pada

66 Agus Riyadi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 13 juni 2022

dirinya. Sebagaimana wawancara peneliti kepada bapak Salman alfarisi selaku Waka Kesiswaan yang mengatakan bahwa:

“kegiatan pramuka dilaksanakan pada hari sabtu dan wajib diikuti oleh siswa dilaksanakan pada pukul 1 sampai jam 2, atau kadang-kadang sampai jam 3 karena ada 2 porsi, porsi 1 jam dan porsi 2 jam dan bagi yang tidak mengikuti kegiatan pramuka itu nantik ada catatan, catatan bulanan yang nantiknya akan dimaksukkan dalam rapot, karena nantik berkaitan dengan nilai rapot, terkait dengan hukuman untuk tahapan pertama kedua ketiga itu hanya berupa peringatan-peringatan nantik untuk sanksinya itu dipasrahkan kepada pelatih pramuka tersebut.”67

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap siswa kelas 10, 11, 12 wajib mengikuti kegiatan pramuka, dan jika tidak hadir tahapan pertama, kedua, ketiga itu diberikan peringatan untuk sanksinya dipasrahkan kepada pelatih pramuka. dan dilaksanakan pada hari sabtu pada jam 1 sampai jam 3.

b) Jurnalistik

Jurnalistik merupakan kegiatan menghimpun berita atau penyuntingan naskah berita. Jurnalistik biasanya melatih peserta didik untuk terus menulis mengembangkan bakatnya. Dari hal itu ekstrakurikuler jurnalistik disini perlu adanya pembinaan atau bimbingan khusus dari guru. Sebagaimana hasil wawancara oleh peneliti kepada ibu Eka selaku pembina ekstrakurikuler jurnalistik mengatakan bahwa:

“Jadi sebenarnya jurnalistik kan masih baru ya, saya juga baru disini, baru satu tahun, dulu memang katanya ada jurnalistik, Cuma karena memang mungkin pembinanya

67 Salman Alfarisi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 13 juni 2022

kurang fokus kesitu jadinya hilang lagi, baru saya mulai lagi semester kemarin, dan ternyata anak-anak banyak sekali yang berpotensi menulisnya banyak yang bagus, hanya mereka tidak punya wadah untuk mengembangkan bakat itu, karna memang banyak sekali perlombaan terkait dengan menulis, puisi, jurnal seperti itu, hanya mereka jika ada lomba baru dibimbing, jadi saya berpikir, untuk membuat komintas yang sekarang jadi ekstra baru-baru ini. saya mulai mengumpulkan anak-anak yang suka menulis, terus menentukan menentukan mengumpulnya hari apa, nanti saya bimbing, tenyata banyak, dan saat diusulkan ternyata di ACC untuk menjadi ekstra, sebenarnya tujuan nya untuk mengikuti lomba-lomba itu, jadi anak-anak itu kalo misalnya ga bisa dibimbing dari nol, mereka tidak akan bisa, karena saya sendiri itu meskipun sudah banyak pengalaman menulis dan karena kurang di asah dan belajarnya itu kurang, jadi tidak bisa ikut lomba mengarang, jadi tujuannya itu yang paling penting itu sih membuat wadah anak-anak itu, melatih kemampuan mereka agar berkembang, ekstra ini 1 minggu sekali dalam pertemuannya.”68

Dalam pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam ekstrakurikuler jurnalistik yaitu yang sebelumnya belum ada sehingga diajukan kembali dan disetujui. Pertemuannya dilaksanakan satu minggu sekali, dimana anak-anak di MA tersebut dibimbing dari nol sampai bisa. Karena meskipun sudah banyak pengelaman jika tidak diasah maka tidak akan bisa dan perlunya belajar kembali.

Dalam hal ini diperkuat dengan hasil observasi peneliti sebagai berikut:

68 Eka Yuni Agustin, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 13 juni 2022

Gambar 4.7

Kegiatan Esktrakurikuler Jurnalistik69

c) Olahraga

Olahraga merupakan kegiatan atau aktivitas fisik yang sengaja dilakukan untuk menyehatkan badan. Dari hal itu ekstrakurikuler olahraga disini perlu adanya pembinaan atau bimbingan khusus dari guru. Dari hasil wawancara oleh peneliti kepada bapak Agus Riyadi selaku pembina ekstrakurikuler olahraga mengatakan bahwa:

“tujuan utama di dalam bidang olahraga itu adalah untuk menyehatkan badan, menyehatkan badan untuk membiasakan santri untuk berolahraga, terus yang kedua dalam kegiatan ekstrakulikuler olahraga itu untuk meningkatakan prestasi di bidang ke olahragaan, maupun dari bulu tangkis, terus tenis meja, sepak bola, dan voli. juga ada olahraga lari, tapi lari itu biasanya disetiap ajang porseni, tapi yang di ekstrakan itu hanya ada bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, dan voli. Karena yang memadai dari kita itu hanya lapangan itu saja. Dari porseni kita masih meraih di bidang bulu tangkis dan sepak bola,

69 Observasi di MA ATQIA Bondowoso, 14 juni 2022

perencanaannya kita biasanya melalui ekstra dan ditingkatkan dengan kegiatan ini mbak. Jika hampir perlombaan maka ada penambahan-penambahan jam ekstra yang misalnya 1 minggu sekali menjadi 3 kali, Untuk evaluasinya misalnya dari guru yang semangat anak-anak kurang semangat, dan juga anak-anak biasanya ketika dilatih semangatnya masyaallah, tapi ketika sudah dilapangan mereka tidak percaya diri.”70

Dalam pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam ekstrakurikuler olahraga mempunyai tujuan untuk menyehatkan badan santri selain itu dalam ektrakurikuler olahraga untuk meningkatan presatasi santri dalam bidang ke olahragaan seperti bulu tangkis dan juga sepak bola, serta evaluasi dalam bidang olahraga tersebut banyak anak-anak yang masih kurang percaya diri di lapangan perlombaan berbeda dengan saat latihan.

d) Hadrah

Hadrah yang biasanya kita sebut musik yang bernilai islami seperti sholawat Nabi yang diiringi alat tabuhan tertentu. Dari hal itu perlu adanya latihan khusus dari guru sehingga di adakannya ekstrakurikuler Hadrah. Dari hasil wawancara oleh peneliti kepada bapak Ahmad Cahyo selaku pembina ekstrakurikuler hadrah mengatakan bahwa:

“untuk tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Rosulullah, sementara kekurangan anak untuk ada di kegiatan ini, jadi anak-anak itu sedikit yang senang dibidang seni hadrah ini, terutama dibidang penabuhan yang ada hanya putra, rencananya disini itu putra-putri dibedakan, tapi sementara ya terkait ini terkendala covid, jadi tidak ada pelatihan, jadi yang dilatih hanya yang sudah biasa nabuh

70 Agus Riyadi, diwawancarai oleh peneliti, Bondowoso, 17 juni 2022

Dokumen terkait