• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6. Teknik Analisis Data

3.6.2 Tahapan Analisis

Setelah seluruh data dan informasi yang berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan terkumpul, maka tahap selanjutnya yaitu menggabungkan faktor-faktor internal serta eksternal perusahaan (IFAS+EFAS) dengan tujuan untuk mengetahui hasil subtotal IFAS dan EFAS. Adapun tahap penggabungan IFAS dan EFAS disajikan pada tabel 3.3

Tabel 3.3

Analisis SWOT (IFAS + EFAS) Variabel Strength Sumber : Hutagalung (2009:39)

Hasil yang akan diperoleh adalah :

1. Bila S (A) + O (C) > W (B) + (D) maka faktor strategis kekuatan dan peluang mendukung tercapainya jalan ke luar dari pokok permasalahan yang ada untuk mendapatkan rekomendasi yang diharapkan.

2. Bila S (A) + O (C) < W (B) + T (D) maka pokok masalah adalah kenyataan yang sebenarnya terjadi, yang memiliki kelemahan besar di samping tantangan atau ancaman yang dihadapi sangat besar. Tindak lanjut yang dilakukan adalah mencari alternatif lain untuk memperkuat variabel pengamatan atau strategi lainnya. Secara lebih rinci, sub total dari masing-masing akan dimasukkan ke dalam diagram SWOT untuk mengetahui posisi dan strategi apa yang akan diterapkan Romlan guest house.

Gambar 3.1 Diagram SWOT

3.Strategi Turn Around 1.Strategi Agresif

4. Strategi Defensif 2. Strategi Diversifikasi

Sumber: Ritonga (2016:39) Kuadran I:

Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Artinya, perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang

KEKUATAN KELEMAHAN

PELUANG

ANCAMAN

yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Adapun strategi ini didesain untuk mencapai pertumbuhan baik dalam penjualan, aset, profit atau kombinasi dari ketiganya. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga, mengembangkan produk baru, menambah kualitas produk atau jasa, serta meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas.

Kuadran II:

Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar)

Kuadran III:

Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, namun di sisi lain ia menghadapi beberapa kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran IV:

Posisi ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan.Dengan kata lain, posisi perusahaan sedang menghadapi berbagai ancaman serta kelemahan internal. Untuk itu, alternatif strategi yang sebaiknya digunakan yaitu defensif misalnya perampingan, pengurangan atau efisiensi dalam semua bidang kegiatan.

3.6.3 Tahapan Pengambilan Keputusan

Pada tahap ini akan digunakan Matriks SWOT untuk mengetahui alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan sesuai dengan posisi perusahaan yang telah digambarkan pada diagram SWOT. Matriks SWOT akan memberikan gambaran yang jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi oleh suatu perusahaan dapat diseseuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

Adapun matriks SWOT disajikan pada tabel 3.4 Tabel 3.4 Sumber : Rangkuti (2014:83)

Keterangan:

a. Strategi S-O (Strength-Opportunity)

Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang

menarik keuntungan dari peluang eksternal. Secara umum perusahaan akan menjalankan strategi WO, ST atau WT untuk mencapai situasi dimana mereka dapat melaksanakan strategi SO. Jika sebuah perusahaan memiliki kelemahan besar maka perusahaan akan berjuang untuk mengatasi dan mengubahnya menjadi kekuatan.

b. Strategi W-O (Weakness – Opportunity)

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan. Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara mengambil keuntungan dari peluang eksternal.

Terkadang peluang-peluang besar muncul tetapi perusahaan memiliki kelemahan internal yang menghalanginya memanfaatkan peluang tersebut.

c. Strategi S-T (Strength –Threat)

Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan untuk mengatasi ancaman yang ada. Strategi ST menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. Hal ini bukan berarti bahwa suatu perusahaan yang kuat harus selalu menghadapi ancaman secara langsung di dalam lingkungan eksternal.

d. Strategi W-T (Weakness – Threat)

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Strategi WT merupakan taktik defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Sebuah perusahaan yang menghadapi berbagai ancaman eksternal dan kelemahan internal benar-benar dalam posisi yang membahayakan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

4.1.1 Sejarah dan gambaran umum Romlan guest house

Romlan guest house merupakan salah satu akomodasi yang berlokasi di jalan lingkar Tuktuk Siadong Kabupaten Samosir. Akomodasi ini didirikan oleh Bapak Manurung beserta isterinya pada Juni 1983. Berdirinya akomodasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke desa Tuktuk yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata andalan di Samosir.

Hal inilah yang dipandang sebagai sebuah peluang oleh pemilik sehingga beliau memutuskan untuk mendirikan Romlan guest house. Pada saat itu, usaha akomodasi yang terdapat di Tuktuk masih dapat dihitung dengan jari dan belum sebanyak saat ini. Pada awal berdirinya, Romlan guest house hanya memiliki 2 unit kamar. Namun seiring berjalannya waktu usaha akomodasi mereka perlahan-lahan berkembang dan saat ini mereka telah memiliki 12 unit kamar.

Romlan guest house memulai kegiatan operasionalnya setiap hari mulai pukul 07.00 pagi hingga 22.00 malam. Adapun produk/jasa yang mereka sediakan adalah penginapan, restauran, jasa rental sepeda motor dan kapal, pemesanan tiket serta jasa laundri. Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya Romlan guest house dibantu oleh 7 orang karyawan yang ditempatkan sesuai keahliannya masing-masing. Pemilik dan karyawan saling bekerja sama untuk melayani tamu dengan baik. Pelayanan terbaik yang mereka berikan telah mendapat penghargaan dari salah satu situs wisata populer yaitu Tripadvisor berupa sertificate of excellence selama tiga tahun berturut-turut pada 2013 hingga tahun 2015.

4.1.2 Visi-Misi Perusahaan

Pada dasarnya visi dapat diartikan sebagai rencana jangka panjang atau gambaran yang dikehendaki di masa depan. Sementara misi diartikan sebagai upaya untuk mewujudkan sebuah visi. Adapun yang menjadi visi dan misi Romlan guest house yaitu menjadi penyedia jasa akomodasi yang mengutamakan kenyamanan tamu dengan memberikan pelayanan terbaik.

4.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan sebuah susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Sebuah struktur organisasi akan menentukan fungsi dari masing-masing bagian. Adapun struktur organisasi yang terdapat pada Romlan guest house digambarkan sebagai berikut:

Gambar 4.1

Struktur Organisasi Romlan guest house

Sumber: Hasil Penelitian, 2017 4.1.4 Deskripsi Jabatan (Job Description)

Deskripsi jabatan berisi tentang informasi mengenai tugas, kewajiban serta tanggung jawab suatu jabatan dalam sebuah organisasi atau perusahaan secara spesifik. Semakin jelas job description yang diberikan, maka semakin mudah

PEMILIK USAHA

Receptionist dan Waiter Kitchen House Keeping

karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan perusahaan. Berikut adalah deskripsi kerja pada struktur usaha Romlan guest house:

1. Pemilik Usaha

Pemilik usaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki ide untuk memulai sebuah usaha dengan mengorganisasikan, mengelola serta mengasumsikan risiko suatu bisnis yang dihadapi sejak dirintisnya sebuah usaha.

Adapaun yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari pemilik usaha Romlan guest house adalah sebagai berikut:

a. Memberikan arahan serta mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional guest house setiap hari

b. Mengelola pembukuan serta alokasi dana usaha

c. Membina kerjasama serta hubungan yang baik dengan tamu maupun karyawan

2. Receptionist dan Waiter

Pada Romlan guest house, seorang receptionist memiliki tanggung jawab ganda, dimana selain melayani kegiatan administrasi tamu, mereka juga sekaligus bertanggung jawab sebagai pelayan (waiter). Adapun yang menjadi tugas dari receptionist dan waiter antara lain:

a. Menyambut tamu dengan penuh keramahtamahan

b. Memberikan informasi tentang pelayanan akomodasi Romlan guest house c. Mengkoordinir pelayanan serta mengatasi keluhan tamu

d. Menangani telepon, menerima pesanan kamar serta menentukan kamar bagi tamu

e. Menghantarkan pesanan makanan maupun minuman bagi tamu

3. Housekeeping

Dalam sebuah usaha akomodasi, bagian housekeeping merupakan bagian yang bertanggung jawab penuh dalam menangani hal-hal terkait dengan keindahan, kelengkapan, kebersihan seluruh kamar serta areal lainnya dalam upaya menciptakan suasana yang nyaman bagi tamu yang menempatinya..

Adapun yang menjadi tugas dan tanggung jawab bagian housekeeping adalah sebagai berikut:

a. Menata peralatan serta menyiapkan kamar yang bersih dan nyaman

b. Bertanggung jawab atas pemeliharaan kebersihan kamar serta seluruh ruangan umum di guest house

c. Melaporkan dan membawa barang-barang lost and found kepada receptionist d. Memastikan kenyamanan tamu selama menginap

4. Kitchen

Bagian kitchen merupakan bagian yang bertanggung jawab menyediakan seluruh kebutuhan makanan serta minuman yang dipesan oleh tamu. Adapun tugas dan tanggungjawab bagian dapur pada Romlan guest house adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan/menyajikan pesanan makanan serta minuman

b. Memastikan makanan dan minuman yang disajikan memiliki citarasa yang enak serta diolah dengan higienis

c. Memberi laporan bahan-bahan kebutuhan dapur yang diperlukan 4.2 Penyajian Data

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara secara langsung yang telah dilakukan peneliti, maka kemudian hasil penelitian ini dibagi menjadi dua aspek,

yaitu aspek lingkungan internal dan aspek lingkungan eksternal. Adapun aspek lingkungan internal terdiri atas faktor kekuatan (strength) dan faktor kelemahan (weakness). Aspek lingkungan internal tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa sub yaitu produk, pemasaran, distribusi dan persediaan, pelayanan pelanggan, sumber daya manusia, serta sistem manajemen. Sementara aspek lingkungan eksternal terdiri atas faktor peluang (opportunity) dan faktor ancaman (threat). Aspek lingkungan eksternal ini kemudian dibagi menjadi beberapa sub, seperti aspek pasar, aspek persaingan, politik dan hukum, aspek ekonomi, kemajuan teknologi, serta aspek pemasok.

4.2.1 Analisis Lingkungan Internal

Analisis lingkungan internal perusahaan perlu dilakukan dalam rangka mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh suatu perusahaan/organisasi. Adapun analisis lingkungan internal mencakup aspek pemasaran, produksi dan operasional, manajemen, sumber daya manusia serta keuangan.

1. Aspek Pemasaran a. Produk

Romlan guest house merupakan salah satu penyedia jasa akomodasi bagi tamu/wisatawan domestik maupun mancanegara yang sedang berlibur di wilayah Samosir terkhusus daerah Tuktuk dan sekitarnya. Romlan guest house menyediakan 12 kamar dimana hampir seluruh kamar menghadap langsung ke Danau Toba. Terdapat tiga tipe kamar yang tersedia di Romlan guest house yaitu standard, comfort dan deluxe. Ketiga tipe kamar ini cenderung sama namun yang menjadi pembeda terletak pada luas kamar, bed size dan jenis kamar mandinya.

Type comfort dan deluxe berukuran lebih luas daripada standard dan biasanya ditempati oleh keluarga. Setiap kamar dilengkapi dengan tempat tidur, lemari penyimpanan serta kamar mandi. Selain itu, pihak Romlan juga menyediakan fasilitas wifi yang dapat diakses di sekitar area guest house dan restauran termasuk di setiap kamar. Berikut dijelaskan keterangan dari ketiga tipe kamar pada Romlan guest house.

Tabel 4.1

Jenis kamar pada Romlan guest house beserta keterangan

No Tipe Kamar Jumlah Keterangan

1 Comfort 6 kamar Ruangan luas, pemandangan langsung ke danau, western toilet, hot shower, king size spring bed, furniture, private veranda

2 Standard A

Pemandangan ke Danau Toba, western toilet, hot shower, queen size spring bed, private veranda

Pemandangan Danau Toba, western toilet, hot shower, king size spring bed, furniture, very private veranda

Indonesian toilet, king size spring bed, furniture, veranda

Ruangan sangat luas, pemandangan langsung ke Danau Toba, Indonesian toilet and hot shower outside, king size bed, private veranda 3 Deluxe Batak

House

1 kamar Ruangan sangat luas, kamar menghadap langsung ke Danau Toba, western toilet, hot shower, 2 single springbeds, large private veranda

Adapun produk yang ditawarkan oleh Romlan guest house tidak hanya sebatas fasilitas kamar tidur saja, namun mereka juga memiliki restauran yang menyediakan berbagai macam pilihan menu baik lokal maupun western food yang semuanya diolah dengan menggunakan bahan-bahan pilihan dan disajikan dengan citarasa yang enak. Romlan guest house juga menawarkan beberapa layanan lain

untuk mendukung pelayanan mereka seperti rental sepeda motor dan kapal, pemesanan tiket taksi dan pesawat maupun jasa laundry. Adapun keseluruhan pelayanan ini mereka sediakan untuk memudahkan tamu dalam memperoleh kebutuhan mereka selama berada di lingkungan penginapan.

b. Harga

Dalam penentuan harga, Romlan guest house selalu berupaya memberikan harga terbaik bagi setiap pelanggan mereka. Harga kamar yang mereka tawarkan tergolong murah untuk akomodasi di daerah wisata. Untuk tipe standard harga kamar yang ditawarkan berkisar Rp.150.000-Rp.220.000, sementara tipe comfort dan Batak house deluxe berkisar Rp.250.000-Rp.300.000. Bagi tamu yang sudah sering menginap di Romlan akan diberikan harga khusus sebagai langganan.

Demikian juga dengan tamu yang menginap untuk jangka waktu yang lama (longterm) misalnya dua minggu atau lebih, biasanya mereka pun akan diberikan potongan harga.. Sementara bagi tamu yang menginap untuk jangka waktu yang singkat (kurang dari 2 minggu) akan diberikan harga normal namun sudah termasuk breakfast for 2 pax.

Mengingat persaingan akomodasi yang cukup ketat di daerah Tuktuk yang adalah pusat konsentrasi wisatawan di Samosir maka dalam penentuan harga pada situasi high season seperti saat libur natal dan tahun baru, hari raya lebaran maupun imlek pihak Romlan sejauh ini tidak menaikkan harga kamar. Mereka tidak mau mengambil resiko dengan menaikkan harga yang terlalu tinggi seperti kebanyakan dilakukan oleh akomodasi lainnya. Mereka sadar bahwa bisnis jasa akomodasi merupakan bisnis jangka panjang serta berkesinambungan. Artinya

sekali pelanggan kecewa atas apa yang diberikan maka seterusnya mereka akan mengingat hal itu bahkan menceritakannya kepada orang lain.

c. Lokasi

Romlan guest house terletak di jalan lingkar Tuktuk Siadong Kabupaten Samosir. Lokasinya yang sedikit masuk dari jalan utama di Tuktuk terkadang membuat wisatawan/tamu yang baru pertama kali mencari lokasinya sedikit bingung karena letaknya yang persis berada di pinggiran Danau Toba sehingga sedikit tersembunyi dari jalan raya. Namun jika mereka datang dari Parapat melalui pelabuhan Tigaraja maka akan lebih mudah untuk menemukan lokasinya karena kapal bisa berhenti langsung di dermaga kecil Romlan. Berdasarkan hasil wawancara dengan tamu yang menginap di Romlan, lokasi Romlan termasuk strategis karena letaknya dekat dengan pusat keramaian Tuktuk dan jarak tempuh dengan objek-objek wisata lain di Pulau Samosir tidak terlalu jauh. Beberapa objek wisata yang sering dikunjungi di Pulau Samosir seperti Sigale-gale di Tomok dan Batu Kursi di Siallagan bahkan dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 30 menit dengan menggunakan mobil atau sepeda motor.

d. Promosi

Promosi merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam dunia usaha. Promosi dilakukan untuk menyampaikan informasi berkaitan dengan produk barang atau jasa kepada pasar. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pemilik Romlan guest house, adapun bentuk kegiatan promosi yang mereka lakukan berupa listing ke web pariwisata seperti Tripadvisor. Selain itu, salah satu bentuk promosi yang mereka lakukan adalah dengan memanfaatkan kekuatan word of mouth.Oleh karena itu, pihak Romlan selalu berusaha memberikan

pelayanan yang terbaik sehingga menciptakan kesan yang baik pula bagi pelanggan mereka. Dengan demikian, pelanggan tersebut akan menceritakan kepuasan mereka kepada orang-orang di sekitarnya.

Bentuk promosi lain yang juga dilakukan Romlan guest house adalah melalui penggunaan media sosial seperti instagram dan facebook. Namun dalam hal pemanfaatannya terbilang masih kurang efektif. Pemilik usaha masih kurang maksimal dalam memperkenalkan produk/jasa melalui akun media sosial mereka.

Padahal penggunaan media sosial belakangan ini menjadi salah satu sarana yang cukup efektif dalam meningkatkan penjualan.

2. Aspek Produksi/Operasional

Romlan guest house memulai kegiatan operasionalnya sekitar pukul 07.00 pagi setiap harinya. Pada jam tersebut, para tamu mulai mendatangi restauran untuk sarapan. Di restauran tersedia berbagai macam menu baik local maupun western food. Setiap tamu yang ingin melakukan pemesanan akan dihampiri langsung oleh pelayan supaya pesanan mereka dicatat. Kemudian setelah itu, pesanan masuk ke dapur dan bagian dapur akan memasak dan menyajikan makanan/minuman sesuai dengan pesanan. Adapun bahan-bahan yang digunakan oleh Romlan merupakan bahan-bahan pilihan yang didatangkan langsung dari pemasok langganan mereka. Keseluruhan bahan ini diolah dengan baik dengan memperhatikan kebersihan dan cita rasanya.

Dalam hal pemesanan kamar, Romlan guest house menerima pesanan dengan sistem booking melalui telepon. Selain itu, mereka juga terkadang menerima pelanggan walk in yaitu wisatawan yang belum melakukan pemesanan kamar namun mendatangi tempat akomodasi secara langsung saat masih ada

kamar yang tersedia. Namun, karena jumlah kamar yang tersedia di Romlan relatif sedikit, setiap calon pelanggan sebaiknya melakukan pemesanan kamar terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan kamar.

Setiap pelanggan yang sudah melakukan pemesanan kamar harus check in terlebih dahulu. Sementara itu, bagian houseeping akan mempersiapkan kamar yang akan ditempati oleh tamu dalam jangka waktu tertentu. Setelah kamar siap dan proses check in selesai, maka tamu akan dihantarkan menuju kamar. Kegiatan operasional berakhir pada pukul 22.00 malam. Pada jam tersebut, biasanya tamu sudah beristirahat di kamar masing-masing dan tidak diperkenankan untuk membuat kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan tamu yang lain.

3. Aspek Sumber Daya Manusia

Untuk mencapai tujuannya, setiap perusahaan maupun organisasi tentu memerlukan sumber daya manusia untuk mengelola segala sesuatu yang ada di dalam perusahaan/organisasi tersebut. Dalam hal ini, keseluruhan sumber daya manusia yang bekerja untuk Romlan guest house, baik pemilik usaha maupun karyawan memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan mereka. Dalam usaha pencapaian tujuan ini, setiap bagian menyadari betapa pentingnya kerjasama dan membina hubungan baik antara satu dengan yang lainnya. Sehingga dengan demikian, tujuan bersama dapat tercapai.

Romlan guesthouse memiliki 7 orang karyawan yang dibagi ke dalam 3 bagian kerja. Pada bagian receptonist dan waiter terdapat 2 orang karyawan, sementara itu pada bagian dapur mereka menempatkan 3 orang karyawan dan untuk housekeeping terdapat 2 orang karyawan. Pemilik usaha menetapkan sistem kerja dengan membagi mereka ke dalam dua shift kecuali bagi housekeeping yang

hanya satu shift saja. Adapun pembagian shift yang ditetapkan pemilik usaha yaitu shift pagi bekerja pada pukul 07.00-14.30, kemudian untuk shift siang bekerja pada pukul 14.30-22.00 malam harinya. Setiap karyawan saling bekerja sama satu dengan yang lain sesuai dengan job description masing-masing.

4. Aspek Keuangan/Akuntansi

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik Romlan guest house, mereka telah memiliki laporan keuangan yang sederhana sejak Desember 2016 lalu. Laporan keuangan ini mencakup tentang jumlah kas masuk serta pengalokasian dana setiap bulannya. Pemilik usaha merasa perlu membuat laporan keuangan untuk mengetahui bagaimana keadaan usaha mereka saat ini sehingga memudahkan pemilik dalam pengambilan keputusan. Sementara dari segi keuangan, dulu Romlan guest house pernah melakukan peminjaman sejumlah uang dari bank untuk menambah jumlah kamar yang pada saat itu masih berjumlah 2 kamar saja. Namun beberapa tahun belakangan ini, Romlan guest house sudah berada pada posisi keuangan yang cukup stabil sehingga mereka merasa belum perlu melakukan pinjaman untuk saat ini.

4.2.2 Analisis Lingkungan Eksternal

Analisis lingkungan eksternal perusahaan merupakan kegiatan mengidentifikasi aspek aspek yang mencakup pemahaman berbagai faktor di luar perusahaan yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis atau bahkan ancaman bagi perusahaan. Adapun analisis lingkungan eksternal mencakup aspek pasar, persaingan, ekonomi, politik dan hukum, teknologi serta pemasok.

1. Aspek Pasar

Adapun yang menjadi target pasar Romlan guest house adalah wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang berlibur ke daerah Samosir. Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik, kebanyakan tamu yang menginap di akomodasi mereka adalah wisatawan mancanegara. Para wisatawan ini biasanya tinggal lebih lama daripada tamu lokal. Hal ini membuat Romlan guest house lebih membidik wisatawan mancanegara, namun demikian menurut mereka wisatawan lokal juga termasuk dalam target pasar mereka.

Selain itu, sejalan dengan upaya pengembangan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata prioritas oleh Kementrian Pariwisata berpotensimembuka pasar yang lebih luas bagi usaha akomodasi di sekitar Danau Toba, tidak terkecuali bagi Romlan guest housesendiri. Hal ini tentu akan menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi daerah Samosir yang berada tepat di tengah Danau Toba sehingga menjadi peluang bagi Romlan guest house untuk mengembangkan usaha akomodasi mereka.

2. Aspek Persaingan

Pemilik Romlan guest house menyadari sepenuhnya bahwa persaingan merupakan sesuatu yang selalu ada dalam menjalankan setiap usaha. Dalam hal ini, persaingan bisa datang dari usaha sejenis yang sudah ada maupun pendatang baru. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik, setelah berdirinya Romlan guest house, tak lama kemudian pesaing baru mulai bermunculan seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah Samosir. Namun demikian, pemilik usaha memandang hal ini sebagai sesuatu yang wajar dalam

Pemilik Romlan guest house menyadari sepenuhnya bahwa persaingan merupakan sesuatu yang selalu ada dalam menjalankan setiap usaha. Dalam hal ini, persaingan bisa datang dari usaha sejenis yang sudah ada maupun pendatang baru. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik, setelah berdirinya Romlan guest house, tak lama kemudian pesaing baru mulai bermunculan seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah Samosir. Namun demikian, pemilik usaha memandang hal ini sebagai sesuatu yang wajar dalam

Dokumen terkait