• Tidak ada hasil yang ditemukan

sampai dengan tahun 011 terhadap target tahun 014 yang telah ditentukan dalam

Dalam dokumen Badan Tenaga Nuklir Nasional KATA PENGANTAR (Halaman 53-59)

2 Jumlah Pegawai yang Diterima

Mengikuti Pendidikan Iptek Nuklir Jenjang S2/S3 50 Pegawai (100%) 20 Pegawai (40%) 20 Pegawai (40%) 3 Jumlah Peningkatan Pegawai

yang Berpendidikan S2 dan S3

40 Pegawai (100%) 16 Pegawai (40%) 16 Pegawai (40%) 4 Jumlah Standar Nasional

Indonesia (SNI) yang ditetapkan Badan Standardisasi Nasional 15 SNI (100%) 6 SNI (40%) 8 SNI (53,3) 5 Persentase Peningkatan Pengelolaan Keuangan dan BMN dalam Opini WTP menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (good governance), Transparan, Akuntabel dan Tepat Waktu

100% 40% 40%

Dari tabel 3.10 di atas dapat dilihat bahwa capaian kinerja per indikator untuk sasaran

2 sampai dengan tahun 2011 terhadap target tahun 2014 yang telah ditentukan dalam

a. Indikator kinerja : Persentase Serapan Lulusan Pendidikan Teknik Nuklir di Industri.

Sampai dengan tahun 2011, lulusan STTN yang terserap sejumlah 163 orang (88,59%) dari total lulusan (2010+2011) sebanyak 184 orang, dengan target serapan tahunan sebesar 75% hingga tahun 2014. Dengan demikian, realisasi capaian sampai dengan tahun kedua telah melebihi target.

b. Indikator kinerja : Jumlah SDM yang Diterima Mengikuti Pendidikan Iptek Nuklir Jenjang S2/S3. Sampai dengan tahun 2011, telah diperoleh realisasi sejumlah 20

pegawai (40%) dari target sejumlah 50 pegawai yang diterima mengikuti pendidikan iptek nuklir pada tahun 2014. Dengan demikian, realisasi capaian sampai dengan tahun kedua telah memenuhi target.

c. Indikator kinerja : Jumlah Peningkatan SDM yang Berpendidikan S2 dan S3. Sampai

dengan tahun 2011, telah didapatkan 16 orang (40%) SDM berpendidikan S2 dan S3 dari yang ditargetkan sejumlah 40 orang pada tahun 2014. Dengan demikian, realisasi capaian target telah dapat dipenuhi.

d. Indikator kinerja : Jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI) yang Dihasilkan Berkaitan dengan Ketenaganukliran. Sampai dengan tahun 2011, telah dihasilkan 8 SNI (53,3%)

dari 15 SNI yang ditargetkan pada tahun 2014. Dengan demikian, realisasi capaian sampai dengan tahun kedua sudah dapat dipenuhi.

e. Indikator kinerja : Persentase Peningkatan Pengelolaan Keuangan dan BMN dalam Opini WTP Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (good governance), Transparan, Akuntabel dan Tepat Waktu. Sampai dengan tahun 2011, telah dicapai

persentase peningkatan hingga 40% dari 100% yang ditargetkan pada tahun 2014. Dengan demikian, realisasi capaian telah sesuai.

3.3.9. Capaian Kinerja Lainnya dari Sasaran 2

Jumlah Dokumen Reformasi Birokrasi

Reformasi Birokrasi dicanangkan oleh Kementerian PAN melalui Peraturan Menpan Nomor PER/15/M.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi. Keberhasilan Reformasi Birokrasi adalah meningkatnya profesionalisme SDM, nilai-nilai etika dan budaya kerja, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja BATAN dalam rangka mewujudkan organisasi BATAN yang berorientasi pada hasil yang efektif dan efisien, sehingga keberadaanya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada proses Reformasi Birokrasi, telah dilakukan evaluasi kinerja organisasi BATAN dengan cara kaji diri (self assesment) untuk menilai kondisi birokrasi di BATAN saat itu. Dari hasil evaluasi kinerja organisasi BATAN pada bulan Januari 2011, profil manajemen menunjukkan bahwa kondisi manajemen BATAN relatif membaik, namun masih perlu dilakukan penyempurnaan pada setiap aspek untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Kondisi ini sebagai hasil dari upaya perbaikan yang dilakukan selama ini, sebagai bagian dari Reformasi Birokrasi BATAN yang secara parsial mulai dilakukan sejak tahun 2009. Perencanaan Reformasi Birokrasi di BATAN dimulai dengan membentuk Tim Reformasi Birokrasi BATAN, dalam melaksanakan tugasnya secara teknis bersama kelompok kerja (Pokja) telah menyelesaikan ”Dokumen Usulan dan Roadmap Reformasi Birokrasi BATAN Tahun 2010-2014”.

Gambar 3.40. Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kementerian PAN dan RB Norman Jafar bersama Deputi PTDBR Dr. Djarot

Sulistio saat persiapan verifikasi lapangan

Gambar 3.41. Tim Verifikasi Lapangan Kementerian PAN dan RB bersama Tim Refomasi Birokrasi BATAN saat pelaksanaan

verifikasi lapangan

Pada tanggal 9 September 2011 BATAN telah mengajukan usulan Reformasi Birokrasi kepada Unit Pengelola Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN) dan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pada tanggal 26 Oktober 2011 Tim Pusat Kementerian PAN & RB telah melakukan penilaian meliputi tahapan verifikasi lapangan dan validasi terhadap pelaksanaan program Reformasi Birokrasi di BATAN. Dari hasil penilaian tersebut, BATAN dinyatakan sudah melakukan program reformasi birokrasi, dan pada tahun 2012 BATAN termasuk diantara 20 Kementerian dan Lembaga yang diusulkan untuk menerima tunjangan kinerja. Status proses remunerasi hingga saat ini masih pada tahap penilaian oleh Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional yang diketuai oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.

Tahun 2012 merupakan tahun pertama pelaksanaan Reformasi Birokrasi BATAN yang dimulai dengan sosialisasi dan internalisasi untuk membangun kesamaan persepsi, komitmen, konsistensi, serta keterlibatan pada seluruh tingkatan pegawai BATAN dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Selanjutnya akan dilakukan monitoring dan evaluasi

untuk memantau pelaksanaan setiap program dan tahapan kegiatan yang telah ditetapkan dalam dokumen roadmap Reformasi Birokrasi BATAN.

3.3.10. Kendala Umum

Permasalahan umum yang dihadapi dalam proses pencapaian target kinerja sasaran 2 adalah, ketergantungan BATAN kepada Instansi luar, seperti pengesahan Standar Nasional Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional, Akreditasi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan sertifikasi dosen, yang waktu penyelesaiannya diluar kendali BATAN. Langkah-langkah yang diambil oleh BATAN dalam pemecahan masalah tersebut adalah mengintesifkan komunikasi dengan kementerian/instansi tersebut.

3.4. Evaluasi Program

Tabel.3.11. Program dan Kegiatan BATAN 2011

Sasaran Program Kegiatan

1. Peningkatan Hasil Litbang Energi, Isotop dan Radiasi (enisora) dan Pemanfaatan/ Penerapan di bidang Pangan, Energi, Kesehatan dan Obat serta Sumber Daya Alam dan Lingkungan untuk Kesejahteraan Masyarakat. 1. Penelitian Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi

1 Pengembangan Teknologi Bahan Industri Nuklir 2 Pengembangan Teknologi Akselerator

3 Pengembangan Teknologi Biomedika Nuklir, Keselamatan dan Metrologi Radiasi

4 Pengembangan Teknologi Analisis Nuklir

5 Penyusunan Pedoman Infrastruktur Dasar Pendukung Program Energi Nuklir Nasional

6 Pengembangan Informatika Nuklir

7 Pengoperasian dan Pemanfaatan Reaktor Serba Guna 8 Pengembangan Teknologi dan Keselamatan Reaktor

Nuklir

9 Pengembangan Eksplorasi dan Teknologi Pengelolaan Bahan Galian Nuklir

10 Pengembangan Teknologi Bahan Bakar Nuklir 11 Pengembangan Teknologi Pengelolaan Limbah

Radioaktif dan Lingkungan

12 Pengembangan Perekayasaan Perangkat Nuklir 13 Pengembangan Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi 14 Pengembangan Teknologi Produksi Radioisotop dan

Radiofarmaka

15 Diseminasi Hasil Litbang Iptek Nuklir 16 Peningkatan Kemitraan Teknologi Nuklir

Sasaran Program Kegiatan

2. Peningkatan Kapasitas,

Kapabilitas Sumber Daya Iptek dan Kinerja Manajemen Kelembagaan Litbang untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi dan Pemanfaatan Hasil Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi ke Masyarakat. 2. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BATAN

17 Pelaksanaan Standardisasi Iptek Nuklir 18 Penyelenggaraan Pendidikan Teknologi Nuklir 19 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur

Negara

20 Penyelenggaraan Pengawasan dan Pemeriksaan Aparatur Negara

21 Perencanaan Program, Penyusunan Anggaran dan Evaluasi Program

22 Pengembangan SDM dan Administrasi Kepegawaian 23 Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan, Sarana dan

Prasarana

24 Peningkatan Jaringan Kelembagaan Iptek

Berdasarkan tabel 3.11 di atas terlihat bahwa untuk mencapai sasaran strategis, BATAN melaksanakan 2 Program dengan 24 Kegiatan, yaitu:

1) Untuk pencapaian Sasaran 1, BATAN melaksanakan program teknis “Penelitian Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi” terdiri dari 16 Kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja teknis setingkat eselon II di lingkungan BATAN

2) Untuk pencapaian Sasaran 2, BATAN melaksanakan program generik “Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BATAN” terdiri dari 8 Kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja setingkat eselon II di lingkungan BATAN

Penjabaran program BATAN dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja eselon II, juga disesuaikan dengan tugas fungsi masing-masing, serta diselaraskan/konsisten dengan sasaran dan target yang telah dicantumkan pada RPJMN 2010-2014.

Dari hasil evaluasi LAKIP internal pada tahun 2011, diketahui bahwa program/kegiatan BATAN, secara umum dapat dilaksanakan dan direalisasikan targetnya sesuai rencana, serta selaras dalam pencapaian target Renstra BATAN dan RPJMN tahun 2010-2014.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, dinilai bahwa kedua program tersebut beserta kegiatan di bawahnya masih relevan dan perlu terus dilaksanakan untuk memenuhi target yang telah diperjanjikan dalam dokumen Renstra BATAN dan RPJMN 2010-2014.

3.5. Evaluasi Kinerja

Dalam rangka melaksanakan evaluasi kinerja sesuai dengan Permenpan dan RB No. 13 tahun 2010, tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, BATAN

sejak tahun 2011 sudah melakukan pemantauan per triwulan terhadap kemajuan capaian kinerja setiap Unit Kerja dilingkungan BATAN. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Sistim Informasi Perencanaan dan Litbangyasa (SIPL). Contoh formulir pemantauan Penetapan Kinerja terlampir (lampiran 12).

3.6. Akuntabilitas Keuangan

Sesuai dengan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2011, BATAN menetapkan 2 sasaran strategis dengan 13 (tiga belas) Indikator Kinerja Utama. Selanjutnya sasaran strategis tersebut diwujudkan dalam 2 (dua) program dengan pagu anggaran Rp 606.768.545.000.- dengan penyerapan/realisasi anggaran BATAN sampai dengan akhir tahun 2011 (31 Desember 2011) sebesar Rp 572.644.639.000,- atau 94,38%. Secara keseluruhan dapat diinformasikan bahwa, hasil capaian kinerja BATAN selama tahun 2011 telah memenuhi 2 (dua) sasaran strategis yang ditargetkan. Rincian pagu anggaran dan realisasi per program disajikan pada tabel 3.12.

Tabel 3.12. Realisasi Anggaran BATAN tahun 2011

Sasaran Program Anggaran

Pagu Realisasi %

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Peningkatan Hasil Litbang Energi, Isotop dan Radiasi (enisora) dan Pemanfaatan/ Penerapan di bidang Pangan, Energi, Kesehatan dan Obat serta Sumber Daya Alam dan Lingkungan untuk Kesejahteraan Masyarakat.

Penelitian

Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi

511.593.383.000 485.061.176.000 94.81

2 Peningkatan

Kapasitas, Kapabilitas Sumber Daya Iptek dan Kinerja Manajemen Kelembagaan Litbang untuk Mendukung Penguatan Sistem Inovasi dan Pemanfaatan Hasil Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Energi Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BATAN 95.175.162.000 87.583.462.000 92.02

Sasaran Program Anggaran

Pagu Realisasi %

(1) (2) (3) (4) (5)

Nuklir, Isotop dan Radiasi ke Masyarakat.

JUMLAH 606.768.545.000 572.644.639.000 94.38

Dari tabel 3.12 di atas dapat dilihat bahwa:

1. Sasaran 1 dengan Pagu Program Penelitian Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir,

Dalam dokumen Badan Tenaga Nuklir Nasional KATA PENGANTAR (Halaman 53-59)