A. HADÎTS TENTANG PERNIKAHAN ‘AISYAH R.A DENGAN RASULULLAH SAW DALAM KAJIAN TAKHRÎJ
1. Hadîts Pernikahan ‘Aisyah r.a dengan Rasulullah SAW.
a) Hadîts Pernikahan ‘Aisyah r.a pada usia enam tahun yang diriwayatkan oleh Imam Bukhârî pada kitab
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا
babِمﺎَﻣِْﻹا ْﻦِﻣ ُﻪَﺘَﻨْـﺑا ِبَْﻷا ِﺞﻳِوْﺰَـﺗ
َةَوْﺮُﻋ ِﻦْﺑ ِمﺎَﺸِﻫ ْﻦَﻋ ٌﺐْﻴَﻫُو ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ ٍﺪَﺳَأ ُﻦْﺑ ﻰﱠﻠَﻌُﻣ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ
ﱠِﱯﱠﻨﻟا ﱠنَأ َﺔَﺸِﺋﺎَﻋ ْﻦَﻋ ِﻪﻴِﺑَأ ْﻦَﻋ
َﲔِﻨِﺳ ِﻊْﺴِﺗ ُﺖْﻨِﺑ َﻲِﻫَو ﺎَِ َﲎَـﺑَو َﲔِﻨِﺳ ﱢﺖِﺳ ُﺖْﻨِﺑ َﻲِﻫَو ﺎَﻬَﺟﱠوَﺰَـﺗ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ
َﲔِﻨِﺳ َﻊْﺴِﺗ ُﻩَﺪْﻨِﻋ ْﺖَﻧﺎَﻛ ﺎَﻬﱠـﻧَأ ُﺖْﺌِﺒْﻧُأَو ٌمﺎَﺸِﻫ َلﺎَﻗ
128
Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad Telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahinya saat itu berusia enam tahun, dan mulai menggaulinya saat ia berumur sembilan tahun. Hisyam berkata; Dan telah diberitakan kepadaku bahwa Aisyah hidup bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selama sembilan tahun (HR.Bukhârî).129
a. Hadîts pernikahan ‘Aisyah r.a pada usia tujuh tahun yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dâwûd pada kitab
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا
babِرﺎَﻐﱢﺼﻟا ِﺞﻳِوْﺰَـﺗ ِﰲ
128Imam Bukhari, Sahih Bukhari, al Maktabah As Syamilah, edisi ke-2 tahun 1999, بﺎَﺑ ِبَ ْﻷا ِﺞﯾِوْﺰَﺗ
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا بﺎَﺘِﻜِﻣﺎَﻣِْﻹا ْﻦِﻣ ُﻪَﺘَﻨْـﺑا no Hadits 4739.
129Fathul Bari, Kitab Nikah, Bab Seorang Lelaki Menikahkan Anak Perempuannya Dengan Imam, No Hadits 4739
ْﻦَﻋ َةَوْﺮُﻋ ِﻦْﺑ ِمﺎَﺸِﻫ ْﻦَﻋ ٍﺪْﻳَز ُﻦْﺑ ُدﺎﱠَﲪ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ َﻻﺎَﻗ ٍﻞِﻣﺎَﻛ ﻮُﺑَأَو ٍبْﺮَﺣ ُﻦْﺑ ُنﺎَﻤْﻴَﻠُﺳ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ
ِﺑ ﺎَﻧَأَو َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا ُلﻮُﺳَر ِﲏَﺟﱠوَﺰَـﺗ ْﺖَﻟﺎَﻗ َﺔَﺸِﺋﺎَﻋ ْﻦَﻋ ِﻪﻴِﺑَأ
َلﺎَﻗ ٍﻊْﺒَﺳ ُﺖْﻨ
ٍﻊْﺴِﺗ ُﺖْﻨِﺑ ﺎَﻧَأَو ِﰊ َﻞَﺧَدَو ﱟﺖِﺳ ْوَأ ُنﺎَﻤْﻴَﻠُﺳ
130“telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, serta Abu Kamil, mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Aisyah, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menikahiku sementara aku berumur tujuh tahun. Sulaiman berkata; atau enam tahun, dan beliau bercampur denganku
sementara aku berumur sembilan tahun”.(HR.Abu Dâwûd)131
2. Takhrîj Al-Hadîts
Takhrij al-hadîts adalah metode yang digunakan untuk melacak tempat hadîts dari sumber-sumber aslinya, lengkap dengan sanad dan matan-nya, dan menjelaskan kualitasnya. Tulisan di bawah ini mencoba mentakhrij hadîts Nabi SAW. Adapun hadîts yang peneliti teliti yaitu sebuah hadîts yang menjelaskan tentang tujuan pernikahan dan pernikahan dini yang berkaitan dengan pernikahan ‘Aisyah r.a. Tujuan penelitian ini adalah untuk melacak sebuah hadîts dari sumbernya yang asli yang lengkap dengan sanad dan matan hadîtsnya132.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seluruh riwayatnya. Yang pertama adalah dengan cara manual yaitu dengan menggunakan kitab
“al-kutub al-Tis’ah” yaitu Sahih Bukhârî, Sahih Muslim, Sunan Abu Dâwûd,
Sunan Nasâ’î, Sunan Ibnu Mâjah Sunan Tirmidzî, Sunan Ad-Darimi, Muwatha’ Imam Malik, dan menggunakan al Maktabah As Syamilah.
130Imam Abu Daud, Sunan Abu Daud, al Maktabah As Syamilah, edisi ke-2 tahun 1999 بﺎَﺑ ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا بﺎَﺘِﻛ ِرﺎَﻐﱢﺼﻟا ِﺞﻳِوْﺰَـﺗ ِﰲ no Hadits 1811
131 Muhammah Nasiruddin, Sahih Sunan Abu Daud , Op.Cit., h. 822.
Dari dua hadits di atas yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan, dibawah ini akan dicantumkan redaksi hadîts dari masing-masing periwayat, namun dari sekian banyak hadîts dari para periwayat, peneliti hanya menemukan hadîts pada kitab Sahih Bukhârî, Sahih Muslim, Sunan Abu Dâwûd, Sunan An-Nasâ’î, Sunan Ibnu Mâjah, Musnad Ahmad bin Hambal dan hanya mencatumkan masing-masing satu dari para periwayat di atas. Adapun redaksi hadîtsnya adalah sebagai berikut :
Hadîts yang kedua adalah hadîts tentang pernikahan dini yang berkaitan dengan pernikahan ‘Aisyah r.a usia enam tahun yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhârî, terdapat pada kitab
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا
, babِمﺎَﻣِْﻹا ْﻦِﻣ ُﻪَﺘَﻨْـﺑا ِبَْﻷا ِﺞﻳِوْﺰَـﺗ
Adapun lafazh yang dijadikan kunci atau yang digunakan dalam mentahrij hadîts tersebut adalahِﻊْﺴِﺗ ُﺖْﻨِﺑ
dengan menggunakan lafazh tersebut diketahui bahwa hadîts tersebut selain diriwayatkan oleh Imam Bukhârî juga diriwayatkan oleh para perawi sebagai berikut:a. Imam Muslim pada kitab
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا
babَ◌ةَﲑِﻐﱠﺼﻟا َﺮْﻜِﺒْﻟا ِبَْﻷا ِﺞﻳِوْﺰَـﺗ
ٍْﲑَُﳕ ُﻦْﺑا ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ و ح َةَوْﺮُﻋ ِﻦْﺑ ِمﺎَﺸِﻫ ْﻦَﻋ َﺔَﻳِوﺎَﻌُﻣ ﻮُﺑَأ ﺎَﻧَﺮَـﺒْﺧَأ َﲕَْﳛ ُﻦْﺑ َﲕَْﳛ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ و
ْﺖَﻟﺎَﻗ َﺔَﺸِﺋﺎَﻋ ْﻦَﻋ ِﻪﻴِﺑَأ ْﻦَﻋ ٍمﺎَﺸِﻫ ْﻦَﻋ َنﺎَﻤْﻴَﻠُﺳ ُﻦْﺑا َﻮُﻫ ُةَﺪْﺒَﻋ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ ُﻪَﻟ ُﻆْﻔﱠﻠﻟاَو
ِﻊْﺴِﺗ ُﺖْﻨِﺑ ﺎَﻧَأَو ِﰊ َﲎَـﺑَو َﲔِﻨِﺳ ﱢﺖِﺳ ُﺖْﻨِﺑ ﺎَﻧَأَو َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ﱡِﱯﱠﻨﻟا ِﲏَﺟﱠوَﺰَـﺗ
َﲔِﻨِﺳ
133“Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Hisyam bin 'Urwah. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair sedangkan lafazhnya
133Imam Muslim, Sahih Muslim, al Maktabah As Syamilah, edisi ke-2 tahun 1999, ِﺞﻳِوْﺰَـﺗ بﺎَﺑ َﲑِﻐﱠﺼﻟا َﺮْﻜِﺒْﻟا ِبَْﻷا
dari dia, telah menceritakan kepada kami 'Abdah yaitu Ibnu Sulaiman dari Hisyam dari ayahnya dari 'Aisyah dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahiku ketika saya berumur enam tahun, dan beliau memboyongku (membina rumah tangga denganku) ketika saya berumur
sembilan tahun”. (HR.Imam Muslim)134
b. Imam Nasâ’î pada kitab
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا
babَةَﲑِﻐﱠﺼﻟا ُﻪَﺘَﻨْـﺑا ِﻞُﺟﱠﺮﻟا ُحﺎَﻜْﻧِإ
ِﻪﻴِﺑَأ ْﻦَﻋ َةَوْﺮُﻋ ُﻦْﺑ ُمﺎَﺸِﻫ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ َلﺎَﻗ َﺔَﻳِوﺎَﻌُﻣ ﻮُﺑَأ ﺎَﻧَﺄَﺒْـﻧَأ َلﺎَﻗ َﻢﻴِﻫاَﺮْـﺑِإ ُﻦْﺑ ُﻖَﺤْﺳِإ ﺎَﻧَﺮَـﺒْﺧَأ
ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا َلﻮُﺳَر ﱠنَأ َﺔَﺸِﺋﺎَﻋ ْﻦَﻋ
َﻲِﻫَو ﺎَِ َﲎَـﺑَو ﱟﺖِﺳ ُﺖْﻨِﺑ َﻲِﻫَو ﺎَﻬَﺟﱠوَﺰَـﺗ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا
ٍﻊْﺴِﺗ ُﺖْﻨِﺑ
135
“Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, berkata Abu Muawiyah bin Ibrahim mengatakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah saw menikahi ‘Aisyah saat ia berumur 6 tahun,
kemudian berumah tangga saat berumur 9 tahun”(HR.Sunan Nasâ’î).136
c. Sunan Ibnu Mâjah pada kitab
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا
babُءﺎَﺑ ْﻵا ﱠﻦُﻬُﺟﱢوَﺰُـﻳ ِرﺎَﻐﱢﺼﻟا ِحﺎَﻜِﻧ
ْﻦَﻋ ِﻪﻴِﺑَأ ْﻦَﻋ َةَوْﺮُﻋ ُﻦْﺑ ُمﺎَﺸِﻫ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ ٍﺮِﻬْﺴُﻣ ُﻦْﺑ ﱡﻲِﻠَﻋ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ ٍﺪﻴِﻌَﺳ ُﻦْﺑ ُﺪْﻳَﻮُﺳ ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ
ﺎَﻨْﻣِﺪَﻘَـﻓ َﲔِﻨِﺳ ﱢﺖِﺳ ُﺖْﻨِﺑ ﺎَﻧَأَو َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا ُلﻮُﺳَر ِﲏَﺟﱠوَﺰَـﺗ ْﺖَﻟﺎَﻗ َﺔَﺸِﺋﺎَﻋ
َـﻨَـﻓ َﺔَﻨﻳِﺪَﻤْﻟا
ٌﺔَﻤْﻴَُﲨ ُﻪَﻟ َﰱَو ﱠﱴَﺣ يِﺮَﻌَﺷ َقﱠﺮَﻤَﺘَـﻓ ُﺖْﻜِﻋُﻮَـﻓ ِجَرْﺰَْﳋا ِﻦْﺑ ِثِرﺎَْﳊا ِﲏَﺑ ِﰲ ﺎَﻨْﻟَﺰ
ﺎَﻣَو ﺎَﻬُـﺘْﻴَـﺗَﺄَﻓ ِﰊ ْﺖَﺧَﺮَﺼَﻓ ِﱄ ٌتﺎَﺒِﺣاَﻮَﺻ ﻲِﻌَﻣَو ٍﺔَﺣﻮُﺟْرُأ ﻲِﻔَﻟ ﱢﱐِإَو َنﺎَﻣوُر ﱡمُأ ﻲﱢﻣُأ ِﲏْﺘَـﺗَﺄَﻓ
ْتَﺬَﺧَﺄَﻓ ُﺪﻳِﺮُﺗ ﺎَﻣ يِرْدَأ
ُﺾْﻌَـﺑ َﻦَﻜَﺳ ﱠﱴَﺣ ُﺞَﻬْـﻧََﻷ ﱢﱐِإَو ِراﱠﺪﻟا ِبﺎَﺑ ﻰَﻠَﻋ ِﲏْﺘَﻔَـﻗْوَﺄَﻓ يِﺪَﻴِﺑ
اَذِﺈَﻓ َراﱠﺪﻟا ِﲏْﺘَﻠَﺧْدَأ ﱠُﰒ ﻲِﺳْأَرَو ﻲِﻬْﺟَو ﻰَﻠَﻋ ِﻪِﺑ ْﺖَﺤَﺴَﻤَﻓ ٍءﺎَﻣ ْﻦِﻣ ﺎًﺌْﻴَﺷ ْتَﺬَﺧَأ ﱠُﰒ ﻲِﺴَﻔَـﻧ
َﻋ َﻦْﻠُﻘَـﻓ ٍﺖْﻴَـﺑ ِﰲ ِرﺎَﺼْﻧَْﻷا ْﻦِﻣ ٌةَﻮْﺴِﻧ
ﱠﻦِﻬْﻴَﻟِإ ِﲏْﺘَﻤَﻠْﺳَﺄَﻓ ٍﺮِﺋﺎَﻃ ِْﲑَﺧ ﻰَﻠَﻋَو ِﺔَﻛَﺮَـﺒْﻟاَو ِْﲑَْﳋا ﻰَﻠ
134 An Nawawi, Op.Cit., No 2548135Imam Nasa’i, Sunan Nasa’i, al Maktabah As Syamilah, edisi ke-2 tahun 1999,bab ُحﺎَﻜْﻧِإ َةَﺮﻴِﻐﱠﺼﻟا ُﻪَﺘَﻨْـﺑا ِﻞُﺟﱠﺮﻟا ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا بﺎَﺘِﻛ no Hadits 3203
ِﲏْﺘَﻤَﻠْﺳَﺄَﻓ ﻰًﺤُﺿ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا ُلﻮُﺳَر ﱠﻻِإ ِﲏْﻋُﺮَـﻳ ْﻢَﻠَـﻓ ِﱐْﺄَﺷ ْﻦِﻣ َﻦْﺤَﻠْﺻَﺄَﻓ
َﲔِﻨِﺳ ِﻊْﺴِﺗ ُﺖْﻨِﺑ ٍﺬِﺌَﻣْﻮَـﻳ ﺎَﻧَأَو ِﻪْﻴَﻟِإ
137
“Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa’id ia berkata, menceritakan kepada kami Ali bin Mushir ia berkata, menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah, dari bapaknya, dari Aisyah beliau berkata “Rasulullah saw menikahiku pada waktu aku berusia 6 tahun. Lalu kami sampai dimadinah, kami tinggal diperkampungan Bani al-Harits ibnul Khozroj. Aku terkena demam, sehingga rambutku rontok sampai banyak sekali yang jatuh di pundakku. Lalu ibuku Ummu Ruumaan mendatangiku, aku sedang bermain dengan jungkat-jungkit dengan teman-teman wanitaku, lalu ibuku memanggilku, akupun mendatanginya dan aku tidak tahu apa yang diinginkannya,beliau menggandeng tanganku, lalu ibu menempatkanku di pintu rumah, aku sungguh deg-degan sampai ahirnya tenang sebagian jiwaku, lalu ibu mengambil air, untuk membasuh wajah dan kepalaku, lalu memasukanku kesebuah rumah, dan disana sudah ada beberapa wanita Anshor, mereka berkata “semoga kebaikan dan keberkahan serta nasib baik berlimpah kepadamu”. Lalu ibuku menyalamiku kepada mereka, kemudian merekapun mendandaniku. Aku tidak menemui Rasulullah saw kecuali pada waktu dhuha, lalu ibuku menyalamiku kepada beliau dan aku pada waktu itu berumur 9 tahun”. (HR.Sunan Ibnu Mâjah)138
Berdasarkan redaksi hadits pernikahan dini dalam perspektif hadîts studi hadîts pernikahan ‘Aisyah r.a pada usia enam tahun yang diriwayatkan oleh Imam Bukhârî maka peneliti menyusun urutan periwayatannya sebagai berikut:
a. Hadîts yang diriwayatkan oleh Imam Bukhârî
No Nama Periwayat Urutan
sbg sanad periwayatan Lambang Status
1 Imam Bukhârî (256
H) Mukharij al hadîts
ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ
Mukharrijul Hadîts2 Mu’alla bin Asad
(218 H) V
ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ
Sahabat3 Wuhaib (165 H) IV
ْﻦَﻋ
Tabi’ut Tabi’inkalangan tua
4 Hisyam bin ‘Urwah
(145 H) III
ْﻦَﻋ
Tabi’ul Atba’kalangan tua
5 Urwah bin Zubair
(93 H) II
ْﻦَﻋ
Tabi’n kalanganpertengahan
137Imam Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, al Maktabah As Syamilah, edisi ke-2 tahun 1999
ِحﺎَﻜﱢﻨﻟا بﺎَﺘِﻛ ُءﺎَﺑ ْﻵا ﱠﻦُﻬُﺟﱢوَﺰُـﻳ ِرﺎَﻐﱢﺼﻟا ِحﺎَﻜِﻧ بﺎَﺑ no Hadita 1866.
6 ‘Aisyah r.a (58 H) I
لﺎﻗ
Sahabatb. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mempunyai dua jalur
1. Jalur Pertama
No Nama Periwayat Urutan
sbg sanad periwayatan Lambang Status
1 Imam Muslim (261
H) Mukharij al hadîts
ﺎَﻨَـﺛﱠﺪَﺣ
Mukharrijul Hadîts2 Yahya bin Yahya
(226 H) V