CV.Q-Mart Putra Bune Gorontalo
4. Tampilan Menu Matriks Proses Penilaian
Gambar 4.26 merupakan tampilan dari menu matriks perbandingan
berpasangan yang digunakan untuk menginput nilai masing-masing kriteria
dengann cara membandingkan kriteria secara berpasangan kemudian nilai tersebut
dijumlahkan secara perkolom. Untuk melakukan proses matriks terlebih dahulu
menginputkan nilai pada kolom yang berwarna putih. Nilai yang diinput tersebut
berfungsi untuk melakukan perhitungan matriks.
Gambar 4.26 Tampilan Menu Matriks Penilaian
a. Tampilan Sub Menu Proses Penilaian Kriteria
Gambar 4.27 menunjukan tampilan dari hasil matriks kriteria utama, nilai
yang berwarna merah merupakan nilai inputan. Langkah pertama dalam proses ini
yaitu menginput nilai kriteria, setelah menginput nilai kriteria langkah selanjutnya
yaitu menjumlahkan semua elemen pada setiap kolom matriks kriteria,
selanjutnya melakukan normalisasi kriteria, selanjutnya menjumlahkan semua
elemen tiap baris pada matriks normalisasi kriteria, selanjutnya membagi hasil
penjumlahan tiap baris dengann banyaknya kriteria (n), selanjutnya menghitung
matriks nilai prioritas kriteria tiap baris, selanjutnya mengalikan nilai setiap
inputan matriks tiap kriteria dengann nlai masing-masing prioritastiap kriteria,
selanjutnya menjumlahkan setiap baris dari hasil perkalian tersebut, kemudian
langkah selanjutnya yaitu membagi tiap hasil penjumlahan tersebut dengann
masing-masing nilai prioritas tiap kriteria, selanjutnya menghitung lamda maks,
setelah menghitung lamda maks kemudian menghitung nilai CI kemudian setelah
didapat hasil dari CI langkah selanjutnya menghitung nilai CR, jika didapat nilai
CR kurang dari sama dengann 0,1 maka rasio konsistensi dari perhitungan
tersebut bisa diteria. Jika hasil perhitungan CR lebih dari 1 maka CR di tolak, dan
akan mulai kembali dari pengimputan nilai awal.
b. Tampilan Sub Menu Proses Penilaian Matriks Sub Kriteria
Gambar 4.28 menunjukan tampilan dari hasil matriks sub kriteria, nilai
yang berwana merah merupakan nilai inputan. Langkah pertama dalam proses ini
yaitu menginput nilai sub kriteria, setelah menginput nilai sub kriteria langkah
selanjutnya yaitu menjumlahkan semua elemen pada setiap kolom matriks sub
kriteria, selanjutnya melakukan normalisasi sub kriteria, selanjutnya
menjumlahkan semua elemen tiap baris pada matriks normalisasi sub kriteria,
selanjutnya membagi hasil penjumlahan tiap baris dengann banyaknya sub kriteria
(n), selanjutnya menghitung matriks nilai prioritas sub kriteria tiap baris,
selanjutnya mengalikan nilai setiap inputan matriks tiap sub kriteria dengann nlai
masing-masing prioritas tiap sub kriteria, selanjutnya menjumlahkan setiap baris
dari hasil perkalian tersebut, kemudian langkah selanjutnya yaitu membagi tiap
hasil penjumlahan tersebut dengann masing-masing nilai prioritas tiap sub
kriteria, selanjutnya menghitung lamda maks, setelah menghitung lamda maks
kemudian menghitung nilai CI kemudian setelah didapat hasil dari CI langkah
selanjutnya menghitung nilai CR, jika didapat nilai CR kurang dari sama dengann
0,1 maka rasio konsistensi dari perhitungan tersebut bisa diteria. Jika hasil
perhitungan CR lebih dari 1 maka CR di tolak, dan akan mulai kembali dari
c. Tampilan Sub Menu Proses Penilaian Matriks Sub-Sub Kriteria
Gambar 4.28 menunjukan tampilan dari matriks sub kriteria, nilai yang
berwarnaa merah merupakan nilai inputan. Langkah pertama dalam proses ini
yaitu menginput nilai sub kriteria, setelah menginput nilai sub kriteria langkah
selanjutnya yaitu menjumlahkan semua elemen pada setiap kolom matriks sub
kriteria, selanjutnya melakukan normalisasi sub kriteria, selanjutnya
menjumlahkan semua elemen tiap baris pada matriks normalisasi sub kriteria,
selanjutnya membagi hasil penjumlahan tiap baris dengann banyaknya sub kriteria
(n), selanjutnya menghitung matriks nilai prioritas sub kriteria tiap baris,
selanjutnya mengalikan nilai setiap inputan matriks tiap sub kriteria dengann nlai
masing-masing prioritas tiap sub kriteria, selanjutnya menjumlahkan setiap baris
dari hasil perkalian tersebut, kemudian langkah selanjutnya yaitu membagi tiap
hasil penjumlahan tersebut dengann masing-masing nilai prioritas tiap sub
kriteria, selanjutnya menghitung lamda maks, setelah menghitung lamda maks
kemudian menghitung nilai CI kemudian setelah didapat hasil dari CI langkah
selanjutnya menghitung nilai CR, jika didapat nilai CR kurang dari sama dengann
0,1 maka rasio konsistensi dari perhitungan tersebut bisa diteria. Jika hasil
perhitungan CR lebih dari 1 maka CR di tolak, dan akan mulai kembali dari
penginputan nilai awal.
d. Tampilan Sub Menu Proses Hasil Akhir
Gambar 4.30 merupakan tampilan nilai dari proses hasil akhir matriks
perhitungan kriteria utama, sub kriteria dan sub-sub kriteria. setelah diperoleh
hasil akhir, selanjutnya memilih paket yang akan dinilai. Pada implementasi ini
penulis memilih pakt kue pia sebagai paket yang akan dinilai. Seperti pada
gambar 4.31.
Dalam paket jenis kue pia terdapat lima supplier yang melakukan pemasokan. Kemudian akan dilakukan perhitungan dan dari hasil perhitungan
tersebut kemudian akan dilakukan proses perangkingan untuk menentukan
supplier mana yang akan dipriotaskan dalam mensupplier barang jenis Kue Pia. Untuk mendapatkan nilai pada supplier tersebut berdasarkan data supplier yang diinputkan pada menu supplier dan sub menu data supplier. Adapun persamaan yang digunakan yaitu
Nilai Prioritas Kriteria Utama * Nilai Prioritas Sub Kriteria * Nilai Prioritas Sub-Sub
e. Tampilan Sub Menu Hasil Perangkingan
Gambar 4.32 merupakan tampilan dari hasil perangkingan untuk penilaian
paket jenis kue pia pada lima (5) supplier yang ada. Pada hasil perangkingan
tersebut supplier dengann nama Ceria Pia dan Edi Pia Sengkang memperoleh nilai tertinggi dengann jumlah nilai 0,66 dengann demikian supplier atas nama Ceria
Pia dan Edi Pia Sengkang menjadi supplier yang akan diprioritaskan untuk mensupplier jenis kue pia dari 5 supplier yang ada.