TANAMAN JAMBU MADU SEBAGAI OBJEK HAK VARIETAS TANAMAN
B. Tanaman Jambu Madu Sebagai Objek pemberian Hak Perlindungan Varietas Tanaman
Perlindungan varietas tanaman merupakan suatu ketentuan dalam HAKI yang masih relatif baru dalam sejarah perlindungannya sebagai hak kebendaan immaterial yang diberikan kepada individu oleh negara. Hak milik immateriil adalah suatu hak milik yang obyek haknya adalah benda tidak berwujud (benda tidak bertubuh). Hampir semua negara yang mengatur Perlindungan Varietas Tanaman pada dasarnya didasarkan pada norma-norma yang tertuang dalam the International Convention for Protection of New Varieties of Plants. Konvensi tersebut dibentuk oleh negara-negara Eropa pada 2 Desember 1961 yang ditindaklanjuti dengan pendirian lembaga yang disebut the International Union for the Protection of New Varieties of Plants (UPOV).
Lembaga tersebut bersifat independen, berskala internasional, dan merupakan organisasi antara pemerintahan sebagai subjek hukum internasional.68
Hak Perlindungan Varietas Tanaman jambu Madu adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia Atau petani Jambu Madu dan/atau pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.
68the International Convention for Protection of New Varieties of Plants.Konvensi
Iternasional yang yang dibentuk pada tanggal 2 Desember 1961 dan ditindaklanjuti atas berdiinya lembaga yang disebut the International Union for the Protection of New Varieties of Plants (UPOV).
Varietas tanaman yang selanjutnya disebut varietas,yaitu varietas tanaman jambu madu adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji, dan ekspresi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan. Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman jambu madu ini adalah pejabat yang berenang dari Kementerian Pertaniaan berdasarkan keahliannya yang kemudian diangkat oleh Menteri dan ditugasi untuk melakukan pemeriksaan substantif dan memberikan rekomendasi atas permohonan hak Perlindungan Varietas Tanaman yang berada di daerah Kabupaten Langkat.69 Pada bagian pertimbangan Undang-Undang perlindungan varietas tanaman telah pula dipertegas bahwa “Negara Republik Indonesia adalah negara agraris, maka pertanian yang maju, efisien, dan tangguh mempunyai peranan yang penting dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan nasional”, sehingga untuk membangun pertanian yang maju, efisien, dan tangguh perlu didukung dan ditunjang antara lain dengan tersedianya varietas unggul.70
69Objek Pemberian hak Perlidungan varietas unggul dalam hal ini Varietas tanaman jambu madu http://www.suduthukum.com (diakses pada hari Senin tanggal 6 Februari 2018 Pukul 09:45 WIB).
70Pada bagian pertimbangan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman telah pula dipertegas bahwa “Negara Republik Indonesia adalah negara agraris, maka pertanian yang maju, efisien, dan tangguh mempunyai peranan yang penting dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan nasional”, sehingga untuk membangun pertanian yang maju, efisien, dan tangguh perlu didukung dan ditunjang antara lain dengan tersedianya varietas unggul”
Untuk itulah maka guna lebih meningkatkan minat dan peranserta perorangan maupun badan hukum untuk melakukan kegiatan pemuliaan tanaman dalam rangka menghasilkan varietas unggul baru, kepada pemulia tanaman atau pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman tanaman jambu madu hijau sebgai objek perlu diberikan hak tertentu serta perlindungan hukum atas hak tersebut secara memadai.71
Varietas tanaman sebagai komponen yang penting dalam Industri Perbenihan sebagai upaya menyediakan komoditi pertanian sebanyak-banyaknya yang didukung oleh perlindungan yang tepat merupakan hal penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, bila Industri benih krang berkembang akan memperlemah sektor pertanian, selanjutnya akan memperlemah peningkatan daya saing agribisnis sebagai upaya menunjang perekonomian Indonesia.72 Perlindungan terhadap varietas tanaman merupakan perkembangan dari segi hukum yang ingin menciptakan hak-hak baru guna menegaskan dan memperkuat tipe perlindungan untuk ide berupa konsep hak yang baru Varietas jambu madu merupakan salah satu perkembangan pada varietas unngul yang ingin menciptakan hak hak perlindungan maka padal hal penulisan skripsi ini varietas
71Pusat Perlindungan Varietas Tanaman http://ppvt.setjen.deptan.go.id diakses pada hari Selasa tanggal 6 Februari 2018 Pukul 10:10 WIB.
72Nina Nuraini, Paten sebagai Alternatif Perlindungan Hukum Bagi Inventor
TeknologiVarietas Tanaman Meningkatkan Daya Saing Agribisnis Mendukung Pembangunan Ekonomi”, (Jakarta, hasil skripsi Hal 14).
jambu madu merupakan objek dari dari pemberian hak perlindungan varietas tanaman tersebut. 73
1. Proses Permohonan dan Pemberian Hak terhadap Perlindungan Varietas Tanaman
Setiap orang berhak mengajukan permohonan perlindungan varietas tanaman atau hak PVT, namun ada beberapa hal yang harus dipenuhi para pengaju untuk bisa mendapatkan hak PVT tersebut.Hak PVT ini adalah hak khusus dari negara untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu,Varietas tanaman yang selanjutnya disebut varietas, adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji, dan ekspresi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan.74
PVT diberikan kepada varietas dari jenis atau spesies tanaman yangbaru, unik, seragam, stabil, dan diberi nama. Suatu varietas dianggap baru apabila pada saat penerimaan permohonan hak PVT, bahan perbanyakan atau hasil panen dari varietas tersebut belum pernah diperdagangkan di Indonesia atau sudah diperdagangkan tetapi tidak lebih dari setahun, atau telah diperdagangkan di luar
73Muhammad Djumhana, Hukum dalam Perkembangan Bioteknologi, ( Bandung: Citra Aditya Bhakti, 1995), hal 111.
74ekspresi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe http://dri.ipb.ac.id diakses pada hari Selasa tanggal 13 Februari 2018 Pukul 14:02 WIB.
negeri tidak lebih dari empat tahun untuk tanaman semusim dan enam tahun untuk tanaman tahunan.
Untuk memperoleh Hak PVT sebagaimana dimaksud dalam pemohon wajib menyampaikan surat permohonan dengan dibubuhi materai yang cukup dan membayar biaya yang telah ditetapkan.
Surat permohonan Hak PVT sebagaimana dimaksud adalah.
1. tanggal, bulan dan tahun surat permohonan;
2. .nama lengkap dan alamat pemohon;
3. nama lengkap dan kewarganegaraan pemulia serta nama ahli waris yang ditunjuk;
4. nama varietas;
5. deskripsi varietas yang mencakup asal-usul atau silsilah, ciri-ciri morfologi, dan sifat-sifat penting lainnya;
6. Gambar dan/atau foto yang disebut dalam deskripsi, yang diperlukan untukmemperjelas deskripsinya
Dalam hal permohonan tidak dilengkapi nama ahli waris sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, permohonan harus disertai surat pernyataan alasan tidak dilengkapinama ahli waris.Dalam hal Hak PVT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh:
a. orang atau badan hukum selaku Konsultan PVT harus disertai suratkuasa khusus dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap kuasa;
b. ahli waris harus disertai dokumen bukti ahli waris;atau
c. penerima lebih lanjut hak atas varietas yang bersangkutan disertai bukti penerimaan hak.75
Berikut Prosedur Permohonan Hak Perlindungan Varietas Tanaman76
Dalam hal varietas transgenetik, maka deskripsinya harus juga mencakup uraian mengenai penjelasan molekuler varietas yang bersangkutan dan stabilitas genetik dari sifat yang diusulkan, sistem reproduksi tentunya, keberadaan kerabat liarnya, kandungan senyawa yang dapat menggangu lingkungan dan kesehatan manusia serta cara pemusnahannya apabila terjadi penyimpangan dengan disertai surat pernyataan aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia dan isntansi yang
75http://satulayanan.pertanian.go.id Penerimaan Hak atas Perlindungan Varietas diakses pada hari selasa tanggal 13 Februari 2018 Pukul 15:43 WIB.
76Kementrian Pertanian http://satulayanan.pertanian.go.id Prosedur permohona hak perlindungan varietas tanman,diakses pada hari selasa 13 Februari 2018 Pukul 09:25 WIB.
berwenang.Ketentuaan mengenai permohonan hak PVT diatur lebih lanjut oleh pemerintah.
Setiap permohonan hak PVT hanya dapat diajukan untuk satu varietas Permohonan hak PVT dapat diajukan oleh;
a. Pemulia;
b. Orang atau badan hukum yang mempekerjakan pemulia atau yang memesan varirtas dari pemulia;
c. Ahli waris atau d. Konsultan PVT.
Permohonan hak PVT yang diajukan oleh pemohon yang tidak bertempat tinggal atau berkedudukan tetap diwilayah Indonesia harus melalui Konsultan PVT di Indonesia selaku kuasa.77
Konsultan PVT terssebut harus:
a. Terdaftar di Kantor PVT;
b. Menjaga kerahasiaan varietas dan seluruh dokumen permohonan hak PVT,sampai dengan tanggal diumumkannya permohonan hak PVT yang bersangkutan.
Pemberian Sertifikat Hak PVT dilakukan apabila suatu varietas telah memenuhi persyaratan baru, unik, seragam dan stabil berdasar hasil pemeriksaan substantif. Pusat PVT memberikan sertifikat dengan menggunakan formulir model - 9 kepada pemohon, setelah pemohon menunjukkan formulir model – 7.
77Pasal 9 Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor121/Permentan/OT.140/11/2013.
Hak PVT sebagaimana dimaksud dicatat dalam Daftar Umum PVT dan diumumkan dalam Berita Resmi PVT. Salinan dokumen PVT dapat diberikan kepada anggota masyarakat yang memerlukan dengan dikenakan biaya yang telah ditetapkan.78
Sertifikat hak PVT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) sekurang-kurangnya memuat:
a. Nomor sertifikat hak PVT;
b. Nama varietas tanaman;
c. Nama dan alamat pemegang hak PVT;
d. Nama pemulia tanaman dan nama ahli waris yang ditunjuk;
e. Tanggal dan nomor penerimaan permohonan hak PVT;
f. Nama negara atau negara-negara di mana permohonan hak PVT telah di diajukan, dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas;
g. Tanggal pemberian hak PVT.
h. Hak PVT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 berlaku untuk jangka waktu selama:20 (dua puluh) tahun untuk tanaman semusim, 25 (dua puluh lima) tahun untuk tanaman tahunan. Jangka waktu hak PVT dihitung sejak tanggal sertifikat hak PVT dikeluarkan.PVT tidak diberikan untuk varietas yang penggunaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketertiban umum, kesusilaan, norma-norma agama, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup. Contoh penggunaan yang bertentangan dengan peraturan
78http://bpatp.litbang.pertanian.go.id Pemberian Sertifikat Hak Perlindungan Vareitas Tanama,diakses pada hari selasa tanggal 20 Februari 2018 pukul 09:24 WIB.
undangan yang berlaku, ketertiban umum, kesusilaan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup adalah tanaman penghasil psikotropika, sedangkan yang melanggar norma agama misalnya varietas yang mengandung gen dari hewan yang bertentangan dengan norma agama tertentu.79
2. Berakhirnya jangka waktu atas Perlindungan Varietas Tanaman
Sebagai suatu hak yang diberikan oleh negara, maka hak atas PVT, juga dbatasi jangka waktunya. Tidak hanya itu, berakhirnya hak atas Pvt juga dapat menjadi karena pembatalan atau pencabutan hak.Perlindungan yang diberikan terhadap suatu jenis varietas tanaman tertentu mempunyai jangka waktu yang berbeda-beda satu sama lain. Peraturan mengenai perbedaan jangka waktu tersebut juga berbeda-beda di setiap negara. Dalam peraturan perlindungan terhadap varietas tanaman diatur mengenai pemberian jangka waktu terhadap varietas tanaman yang meliputi:
a. 20 tahun untuk tanaman semusim b. 25 tahun untuk tanaman tahunan
Varietas tanaman yang telah berakhir jangka waktunya tersebut harus segera dilaporkan ke Kantor Perlindungan Varietas Tanaman. Kantor Perlindunga Varietas akan mencatatkan berakhirnya jangka waktu terhadap varietas tanaman tersebut ke dalam Daftar Umum Perlindungan Varietas Tanaman dan mengumumkannya ke dalam Berita Resmi Perlindungan Varietas Tanaman. Hak
79Ibid, Pasal 5.
Pvt berakhir dengan berakhirnya jangka waktu perlindungan Varietas, Kantor Pvt mencatat berakhirnya hak Pvt dalam Daftar Umum Pvt dan mengumumkannya dalam berita resmi Pvt.80
3. Pembatalan Hak Perlindungan Varietas Tanaman
Pembatalan hak Pvt dilakukan oleh Kantor Pvt, Hak Pvt dibatalkan apabila setelah hak diberikan ternyata :
a. Syarat-syarat kebaruan dan atau keunikam tidak dipenuhi pada saat
b. Syarat-syarat keseragaman dan/stabilitas tidak dipenuhi pada ssat pemberian hak Pvt;
c. Hak Pvt telah diberikan kepada pihak yang tidak berhak.81
Hak Pvt tidak dapat dibatalkan dengan alasan-alasan diluar alasan-alasan yang sudah ditetapkan sebagaimana sudah di jelaskan diatas. 82 Dengan dibatalkannya hak Pvt, maka semua akibat hukum yang berkaitan dengan hak Pvt hapus terhitung sejak tanggal diberikannya hak Pvt, kecuali apabila ditentukan lain dalam putusan Pengadilan Negeri.83Kantor Pvt mencatat putusan pembatalan hak Pvt. Dalam daftar umum Pvt yang mengumumkannya dalam berita Resmi Pvt. Pencabutan hak Pvt dilakukan oleh kantor Pvt. Hak Pvt dicabut berdasarkan alasan:
80.Ibid, hlm 545.
81Ibid, Pasal 58.
82Ibid, Pasal 58 Angka 3
83Ibid,Pasal 59.
a. Pemegang hak Pvt tidak memenuhi kewajiban membayar biaya tahunan dalam jangka waktu enam bulan;
b. Syarat/ciri-ciri dari varietas yang dilindungi sudah berubah atau tidak sesuai lagi dengan ketentuan dalam Pasal 2;
c. Pemegang hak Pvt tidak mampu menyediakan dan menyiapkan contoh benih varietas yang telah mendapatkan Pvt;
d. Pemegang hak Pvt tidak menyediakan benih varietas yang telah mendapatkan hak Pvt; atau
e. Pemegang hak Pvt mengajukan permohonan pencabutan hak Pvt-nya serta alasannya secara tertulis kepada kantor Pvt.
Kantor perlindungan terhadap varietas tanaman (Kantor PVT) akan mencatat pembatalan hak perlindungan terhadap varietas tanaman dalam Daftar Umum PVT dan mengumumkannya dalam Berita Resmi PVT.
4. Pencabutan Hak Perlindungan Varietas Tanaman
Pencabutan terhadap hak perlindungan terhadap varietas tanaman dilakukan oleh Kantor PVT,84 Pencabutan terhadap hak PVT tersebut dapat dilakukan berdasarkan alasan sebagai berikut :
a. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman tidak memenuhi kewajiban membayar biaya tahunan dalam jangka waktu enam bulan
84Ibid, Pasal 60 Angka 1.
b. Syarat dan/ atau ciri-ciri dari varietas yang dilindungi sudah berubah aatau tidak sesuai lagi dengan ketentuan dalampasal 2 UU No. 25 tahun 2000 c. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman tidak mampu
menyediakan dan menyiapkan contoh benih varietas yang telah mendapatkan hak PVT
d. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman tidak menyediakan benih varietas yang telah mendapatkan hak PVT
e. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman mengajukan permohonan pencabutan hak PVT-nya secara tertulis ke Kantor PVT berikut.85
Dengan dicabutnya hak Pvt, hak Pvt berakhir terhitung sejak tanggal pencabutan hak Pvt86 dalam Daftar Umum Pvt dan mengumumkanya dalam berita resmi Pvt.87 Dalam hal hak Pvt dicabut, apabila pemegang hak Pvt telah memberikan lisensi maupun wajib kepada pihak lain dan pemegang lisensi tersebut telah membayar royalti secara sekaligus kepada pemegang hak Pvt, pemegang hak Pvt berkewajiban mengembalikan royalti dengan memperhitungkan sisa jangka waktu penggunaan lisensi maupun lisensi wajib.88
Kesimpulan dari pejelasan diatas adalah maka dapat diketahui bahwa varietas tanaman yang dihasilkan harus berbeda dengan varietas tanaman yang
85Ibid, Pasal 60 Angka 2.
86Ibid, Pasal 61 Angka 1.
87Ibid, Pasal 61 Angka 2.
88Ibid, Pasal 62.
lain ditandai dengan perbedaan fisik sampai perbedaan karakteristik tanaman dan semua kwajiban pemulia tanaman dan petani benih dapat melaksanakan prosedur yang berlaku , pengaturan mengenai perlindungan terhadap varietas tanama (new varities of plants protection) Merupakan perkembangan dari segi hukum yang menciptakan hak-hak baru guna menegakkan dan memperkuat tipe perlindungan untuk ide berupa konsep presedur permohonan hak yang baru.89 Kegiatan yang pada dasarnya mempunyai tujuan untuk endapatkan suatau varietas tanaman baru yang berifat unggul, dan mempertahankan kemurnian enis dan/atau varietas tanaman yang sudah ada, atau mengahasilkan tanaman baru yang lebih baik. Dan pemulian tanaman itu merupakan metode yang secara sistematik merakit keragaman genetika menjdi suatau bentuk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia tentunya masyarakat dalam wilayah pertaniaan yang dikembangkan.90 Kemudian tujuan utama dari pemuliaan untuk mendapatkan varetas yang lebih baik dengan cara memperbaiki sifat-sifat dan sistem hukum yang selama ini hanya mempentingkan Pengusaha dengan tujuan komersil dan mendapatkan keuntungan tanpa mengabaikan kesejahteraan petani yang seharus nya juga meningkatkan sektor pertaniaan dan ekonomi bagi negara. Secara sederhana pemuliaan tanaman sesuai dengan Prosedur Agronomi dapat digambarkan sebagai berikut :
89Muhammad Djumhana, op,cit,. Hlm 111
90Amrin Makmur, Pengantar Pemuliaan Tanaman, (Jakarta : Rineka Cipta, 1992), hal.11
91
pemulian tanaman dapat tercapai apabila varietas baru yang dihasilkan oleh pihak pemuliaan tanaman dapat tercapai apabila varietas baru yang dihasilkan oleh pihak pemulia tanaman besar-besar dapat digunakan para petani, dan kegiatan pemulian tersebut memiliki tujuan yang benar-benar dapat menguntungkan Petani/pemulia dan kegiatan tersebut seagai berikut :
a. Perbaikan daya hasil dan stabilitas hasil pada tanaman bahan pangan
b. Perbaikan daya hasil yang lebih menarik pada tanaman bauah-buahan
c. Penemuan bahan pangan baru (diversifikasi menu) d. Peningkatan protein melalui eksploitasi ragam genetik
e. Meningkatkan hasil pertanian yang mempunyai kandungan energi tinggi
91Hasan Basri Jumin, Dasar-Dasar Agronomi (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1994), MENIMBULKAN
KERAGAMAN GENETIK
ISOLASI
PENGUJIAN DAN PENILAIAN
PERBANYAKAN MENYEBAR
LUASKAN MEMBUAT PERKAWINAN
f. Perbaikan terhadap kandungan racun
g. Ketahanan terhadap penyakit dan hama di lapangan dan tempat penyimpanan.92
Hal penting yang turut menunjang perkembangan di bidang pemuliaan tanaman adalah adanya investasi dana. Berkaitan dengan kegiatan investasi akan memberikan suatu hak eksklusif berupa hak pemulia (breeder’s rights) kepada para pemulia tanaman, dengan tujuan untuk :
i. memberikan kesempatan kepada para pemulia termasuk lembaga pemerintahan, untuk mendapatkan suatu pengembalian yang wajar dari dana yang telah mereka keluarkan selama proses pemuliaan.
ii. memberikan instensif untuk melanjutkan atau menambah investasi dimasa mendatang.
iii. mengakui hak moral dari inventor ( pihak pemulia yang bersangkutan ) dan hak ekonomi sebagai imbalan atas hasil usahanya.93
92Ibid,.
93Endang Purwaningsih, op, cit,.Hlm 43
BAB IV
PERLINDUNGAN HUKUM HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL