BAB V TRANSKRIPSI DAN ANALISIS MUSIKAL
5.2 Analisis Melody Ayun-Ayun Tajak
5.2.1 Tangga Nada
Dalam mendeskripsikan tangga nada (scale), penulis mengurutkan nada-nada yang terdapat dalam dampeng tersebut dimulai dari nada terendah sampai nada yang tertinggi. Penulis memperoleh bahwa terdapat 5 nada .
Dalam hal ini interval tersebut adalah satu laras atau 200 sent dan setengah laras atau 100 sent ditambah dua kali penuh 400 sent. Selengkapnya deretan nada yang digunakan dalam melodi Ayun ayun tajak ini adalah sebagai berikut bersama dengan komposisi laras yang digunakannya.
Notasi 5.1
Tangga Nada Nyanyian Ayun-ayun Tajak
Nada-nada anggota:
A - B - Cis - D - Fis
Laras/langkah:
1 1 1/2 2
Seperti terlihat seperti di atas, maka tangga nada lagu Ayun-ayun Tajak terdiri dari lima nada dengan menggunakan interval penuh, setengah, dan dua kali penuh. Interval penuh diwakili 200 sent dan interval setengah diwakili 100, dua kali penuh 400 senr. Namun tangga nada ini sebenarnya masih diberi ciri khas musik Pesisir lainnya, yaitu hiasan-hiasan melodi yang khas Pesisir.
Tangga nada tersebut dilihat dari hubungan antara nada yang satu dengan yang lainnya memiliki formula-formula interval yang menyusunnya sebagai berikut ini.
Notasi 5.2:
Hubungan Antar Nada dalam Tangga Nada Lagu Ayun-ayun Tajak
Dengan demikian tangga nada yang digunakan oleh penyanyinya untuk menyanyikan lagu Ayun-ayun Tajakini dapat diklasifikasikan kepada tangga nada yang menggunakan lima nada, yang dalam peristilahan musik disebut dengan Pentatonik.1
5.2.2 Nada Dasar
Dalam menentukan nada dasar nyanyian Ayun-ayun Tajak ini, penulis beracuan pada hasil rekaman video maupun audio yang penulis peroleh saat pelaksanaan upacara adat turun karai Suku Pesisir di Kota Sibolga.
1
Jika sebuah tangga nada (scale) menggunakan dua nada disebut dengan ditonik, tiga nada tritonik tritonik (sedangkan tritonus berkait dengan interval kuart aughmented contohnya F ke B atau balikannya kuint diminished, contoh B ke F), empat tetratonik, lima pentatonik, enam sektatonik, dan tujuh heptatonik. Sementara tangga nada diatonik adalah tangga nada yang mengacu kepada tangga nada musik Barat secara umum, yang menggunakan dua jenis interval yaitu penuh dan setengah, dengan bentuknya pada tangga nada mayor maupun minor (natural, harmonis, melodis, dan zigana).
Selanjutnya, penulis menggunakan tujuh kriteria-kriteria generalisasi yang ditawarkan oleh Bruno Nettl yaitu sebagai berikut:
1. Patokan yang paling umum adalah melihat nada mana yang paling sering muncul dan nada mana yang paling jarang dipakai dalam suatu komposisi musik.
2. Kadang-kadang nada yang memiliki nilai ritmisnya besar dianggap nada dasar, meskipun jarang dipakai.
3. Nada yang dipakai pada awal atau akhir komposisi maupun pada bagian tengah komposisi dianggap mempunyai fungsi penting dalam tonalitas tersebut.
4. Nada yang menduduki posisi paling rendah dalam tangga nada ataupun posisi tepat berada ditengah-tengah dapat dianggap penting.
5. Interval-interval yang terdapat antara nada kadang-kadang dipakai sebagai patokan. Contohnya sebuah posisi yang digunakan bersama oktafnya, sedangkan nada lain tidak memakai. Maka nada pertama tersebut boleh dianggap lebih penting.
6. Adanya tekanan ritmis pada sebuah nada juga bisa juga bisa dipakai sebagai patokan tonalitas.
7. Harus diingat barangkali ada gaya-gaya musik yang mempunyai sistem tonalitas yang tidak bisa dideskripsikan dengan patokan-paokan diatas. Untuk mendeskripsikan sistem tonalitas seperti itu, cara terbaik tampaknya adalah pengalaman lama dan pengenalan akrab dengan musik tersebut (terjemahan Marc Perlman 1963:147).
Dengan melihat ketujuh kriteria di atas, maka dapat diuraikan nada dasar pada Ayun-ayun Tajak ini adalah sebagai berikut:
1 Nada yang paling sering dipakai adalah nada: A 2 Nada yang memiliki nilai ritmis terbesar: A
3 Nada awal yang paling sering dipakai: A dan nada akhir yang paling sering dipakai: Cis
4 Nada yang memiliki posisi paling rendah: A 5 Nada yang dipakai sebagai duplikasi oktaf: Fis 6 Nada yang mendapat tekanan ritmis: A
7 Berdasarkan pengalaman penulis: A
Berdasarkan dari pengalaman musikal penulis, maka kemungkinan besar nada dasar lagu Ayun-ayun Tajak ini adalah nada: A
Tabel 5.1
Nada Dasar yang Dipergunakan pada Ayun-ayun Tajak
No Kriteria Nada 1 2 3 4 5 6 7 8 K1 K2 K31 K32 K4 K5 K6 K7 A A A Cis A Fis A A Notasi 5.3:
Nada Dasar Lagu Ayun-ayun Tajak Berdasarkan Delapan Kriteria Nada Dasar oleh Nettl
5.2.3 Wilayah Nada
Wilayah nada adalah jarak antara nada tertinggi dan nada terendah dalam tangga nada. Wilayah nada Ayun ayun tajak dalam upacara adat turun karaiSuku Pesisirdi Kota Sibolga adalah sebagai berikut:
Notasi 5.4:
Wilayah Nada Lagu Ayun-ayun Tajak
Jarak antara Nada terendah A ke Nada tertinggi Fis adalah 4 1/2 laras.
5.2.4 Jumlah Nada
Jumlah nada adalah banyaknya nada-nada yang dipakai secara keseluruhan dalam suatu vokal dalam melodi Ayun ayun tajak, penulis memperoleh 60 nada A, 34 nada B, 54 nada Cis, 19 nada D, 6 nada Fis.
Nada yang sering muncul dalam nyanyian Ayun ayun tajak adalah nada A, disusul dengan nada Cis. Sementara nada yang paling sedikit muncul adalah nada Fis.dengan demikian, intensitas kemunculan yang paling banyak yaitu nada A sehingga
mengindikasikan nada tersebut sebagai pusat tonalitasnya.Kemudian setiap nada tersebut dapat dipersentasekan berdasarkan kepentingannya di dalam komposisi lagu. Adapun persentase tersebut adalah sebagai berikut:
(a) Nada A 60/173 x 100 = 34.68% (b) Nada B 34/173 x 100 = 19.65% (c) Nada Cis 54/173 x 100 = 31.21% (d) Nada D 19/173 x 100 = 10.98% (e) Nada Fis 6/173 x 100 = 3.46%
Tabel 5.2
Jumlah Nada dalam Ayun ayun Tajak
No Nada Jumlah nada dalam 1
bait Total (x4 bait) 1. A 60 240 2. B 34 136 3. Cis 54 216 4. D 19 76 5. Fis 6 24
5.2.5 Jumlah Interval
Interval adalah jarak antara satu nada dengan nada yang lain yang terdiri dari interval naik maupun turun. Di bawah ini merupakan tabel jumlah interval dalam nyanyian Ayaun ayun tajak:
Tabel 5.2 Jumlah Interval
Interval Posisi Total
Tetap Naik Turun
1P 42 42 2m 1 2 3 2M 36 39 75 3m 3M 10 11 21 4P 5dim 5P 6m 6M 3 4 7 Jumlah 92 56 148
5.2.6 Kontur
Kontur adalah garis melodi dalam sebuah lagu. Malm(dalam Irawan 1997: 85), yang dapat dibedakan beberapa jenis kontur, yaitu:
1. Ascending yaitu garis melodi yang bergerak dengan bentuk naik dari nadayang lebih rendah ke nada yang lebih tinggi.
2. Descending yaitu garis melodi yang bergerak dengan bentuk turun dari nada yang lebih tinggi ke nada yang lebih rendah.
3. Pendulous yaitu garis melodi yang bentuk gerakannya melengkung dari nada yang lebih tinggi ke nada yang lebih rendah, kemudian kembali lagi ke nada yang lebih tinggi atau sebaliknya.
4. Conjuct yaitu garis melodi yang sifatnya bergerak melangkah dari satu nada ke nada yang lain baik naik maupun turun.
5. Terraced yaitu garis melodi yang bergerak berjenjang baik dari nada yang lebih tinggi ke nada yang lebih rendah atau dimulai dari nada yang lebih rendah ke nada yang lebih tinggi.
6. Disjuct yaitu garis melodi yang bergerak melompat dari satu nada ke nada yang lainnya, dan biasanya intervalnya di atas sekonde baik mayor maupun minor.
7. Static yaitu garis melodi yang bentuknya tetap yang jaraknya mempunyai batas- batasan.
Garis kontur yang terdapat pada melodi Ayun-ayun Tajak adalah ascending,descending dan static.