• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Pernyataan ini dan memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian lain dari Pernyataan ini.

Tanggal Efektif

C01. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode pelaporan tahunan pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020. Penerapan dini diperkenankan untuk entitas yang menerapkan DE PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan pada atau sebelum tanggal penerapan awal Pernyataan ini. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini lebih awal, maka fakta tersebut diungkapkan.

Transisi

C02. Untuk tujuan persyaratan dalam paragraf C01–C19, tanggal penerapan awal adalah awal periode pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan Pernyataan ini.

Definisi Sewa

C03. Sebagai cara praktis, entitas tidak disyaratkan untuk menilai kembali apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa pada tanggal penerapan awal. Sebaliknya, entitas diperkenankan:

(a) menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sewa sesuai PSAK 30: Sewa dan ISAK 8: Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa. Entitas menerapkan persyaratan transisi dalam paragraf C05–C18 untuk sewa tersebut. (b) tidak menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak yang sebelumnya tidak

diidentifikasi mengandung sewa sesuai PSAK 30: Sewa dan ISAK 8: Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa.

C04. Jika entitas memilih cara praktis dalam paragraf C03, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut dan menerapkan cara praktis untuk seluruh kontraknya. Akibatnya, entitas menerapkan persyaratan dalam paragraf 09–11 hanya untuk kontrak yang disepakati (atau yang diubah) pada atau setelah tanggal penerapan awal.

Penyewa

C05. Penyewa menerapkan Pernyataan ini untuk sewanya:

(a) secara retrospektif untuk setiap periode pelaporan sebelumnya yang disajikan sesuai PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan; atau

(b) secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan Penyataan diakui pada tanggal penerapan awal sesuai dengan paragraf C07–C13.

C06. Penyewa menerapkan pilihan yang dideskripsikan dalam

paragraf C05 secara konsisten untuk seluruh sewanya ketika bertindak sebagai penyewa.

C07. Jika penyewa memilih untuk menerapkan Pernyataan ini sesuai dengan paragraf C05(b), maka penyewa tidak menyajikan kembali informasi komparatif. Sebaliknya, penyewa mengakui dampak kumulatif awal penerapan Pernyataan ini sebagai penyesuaian pada saldo awal saldo laba (atau komponen ekuitas lain, yang sesuai) pada tanggal penerapan awal. Sewa yang Sebelumnya Diklasifikasikan Sebagai Sewa Operasi

C08. Jika penyewa memilih untuk menerapkan Pernyataan ini sesuai dengan paragraf C05(b), maka penyewa:

(a) mengakui liabilitas sewa pada tanggal penerapan awal untuk sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa. Penyewa mengukur liabilitas sewa tersebut pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa, yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental penyewa pada tanggal penerapan awal. (b) mengakui aset hak-guna pada tanggal penerapan awal untuk sewa yang

sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa. Penyewa memilih, atas dasar sewa-per-sewa, untuk mengukur aset hak-guna tersebut pada:

(i) jumlah tercatatnya seolah-olah Pernyataan ini telah diterapkan sejak tanggal permulaan, namun didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental penyewa pada tanggal penerapan awal; atau

(ii) jumlah yang sama dengan liabilitas sewa, yang disesuaikan dengan jumlah pembayaran sewa dibayar di muka atau terutang terkait

Hak Cipta © 2017 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 73.49

SEWA DE PSAK 73

sewa tersebut, yang segera diakui dalam laporan posisi keuangan sebelum tanggal penerapan awal.

(c) menerapkan PSAK 48: Penurunan Nilai Aset untuk aset hak-guna pada tanggal penerapan awal, kecuali penyewa menerapkan cara praktis dalam paragraf C10(b).

C09. Terlepas dari persyaratan dalam paragraf C08, untuk sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa, penyewa:

(a) tidak disyaratkan untuk membuat penyesuaian transisi untuk sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah (sebagaimana dideskripsikan dalam paragraf PP03–PP08) yang akan dicatat sesuai paragraf 06. Penyewa mencatat sewa tersebut sesuai Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal.

(b) tidak disyaratkan untuk membuat penyesuaian transisi untuk sewa yang sebelumnya dicatat sebagai properti investasi yang menggunakan model nilai wajar sesuai PSAK 13: Properti Investasi. Penyewa mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa yang timbul dari sewa tersebut sesuai PSAK 13: Properti Investasi dan Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal. (c) mengukur aset hak-guna pada nilai wajar pada tanggal penerapan awal

sewa yang sebelumnya dicatat sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa dan akan dicatat sebagai properti investasi yang menggunakan model nilai wajar pada PSAK 13: Properti Investasi sejak tanggal penerapan awal. Penyewa mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa yang timbul dari sewa tersebut sesuai PSAK 13: Properti Investasi dan Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal.

C10. Penyewa dapat menggunakan satu cara praktis atau lebih sebagai berikut ketika menerapkan Pernyataan ini secara restropektif sesuai dengan paragraf C05(b) untuk sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa. Penyewa diperkenankan untuk menerapkan cara praktis ini atas dasar sewa-per-sewa:

(a) penyewa dapat menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa (seperti sewa dengan sisa masa sewa yang serupa untuk kelas aset pendasar yang serupa dalam lingkungan ekonomik yang serupa).

(b) penyewa dapat mengandalkan penilaiannya apakah sewa bersifat memberatkan sesuai PSAK 57: Provisi, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi segera sebelum tanggal penerapan awal sebagai alternatif untuk melakukan tinjauan penurunan nilai. Jika penyewa memilih cara praktis

ini, maka penyewa menyesuaikan aset hak-guna pada tanggal penerapan awal sebesar jumlah provisi sewa yang bersifat memberatkan yang segera diakui dalam laporan posisi keuangan sebelum tanggal penerapan awal.

(c) penyewa dapat memilih tidak menerapkan persyaratan dalam paragraf C08 untuk sewa yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari tanggal penerapan awal. Dalam kasus ini, penyewa:

(i) mencatat sewa tersebut dengan cara yang sama dengan sewa jangka-pendek sebagaimana dideskripsikan dalam paragraf 06; dan (ii) memasukkan biaya yang terkait dengan sewa tersebut dalam

pengungkapan beban sewa jangka-pendek dalam periode pelaporan tahunan yang mencakup tanggal penerapan awal.

(d) penyewa dapat mengecualikan biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal.

(e) penyewa dapat menggunakan tinjauan ke belakang (hindsight), seperti dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa.

Sewa yang Sebelumnya Diklasifikasikan Sebagai Sewa Pembiayaan

C11. Jika penyewa memilih untuk menerapkan Pernyataan ini sesuai dengan paragraf C05(b), untuk sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan sesuai PSAK 30: Sewa, maka jumlah tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal penerapan awal adalah jumlah tercatat aset sewaan dan liabilitas sewa segera sebelum tanggal tersebut yang diukur sesuai PSAK 30: Sewa. Untuk sewa tersebut, penyewa mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal. Pengungkapan

C12. Jika penyewa memilih untuk menerapkan Pernyataan ini sesuai dengan paragraf C05(b), maka penyewa mengungkapkan informasi tentang penerapan awal yang disyaratkan dalam PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan paragraf 28, kecuali untuk informasi yang ditetapkan dalam PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan paragraf 28(f). Alih-alih informasi yang ditetapkan dalam PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan paragraf 28(f), penyewa mengungkapkan:

Hak Cipta © 2017 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 73.51

SEWA DE PSAK 73

(a) rata-rata tertimbang suku bunga pinjaman inkremental penyewa yang diterapkan pada liabilitas sewa yang diakui dalam laporan posisi keuangan pada tanggal penerapan awal; dan

(b) penjelasan perbedaan antara:

(i) komitmen sewa operasi yang diungkapkan sesuai PSAK 30: Sewa pada akhir periode pelaporan tahunan segera sebelum tanggal penerapan awal, yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental pada tanggal penerapan awal sebagaimana dideskripsikan dalam paragraf C08(a); dan

(ii) liabilitas sewa yang diakui dalam laporan posisi keuangan pada tanggal penerapan awal.

C13. Jika penyewa menggunakan satu cara praktis tertentu atau lebih dalam paragraf C10, maka fakta tersebut diungkapkan.

Pesewa

C14. Kecuali sebagaimana dideskripsikan dalam paragraf C15, pesewa tidak disyaratkan membuat penyesuaian transisi untuk sewa ketika bertindak sebagai pesewa dan mencatat sewa tersebut sesuai Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal.

C15. Pesewa-antara:

(a) menilai kembali subsewa yang diklasifikasikan sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa dan yang masih berjalan pada tanggal penerapan awal, untuk menentukan apakah subsewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan sesuai Pernyataan ini. Pesewa-antara melakukan penilaian ini pada tanggal penerapan awal berdasarkan sisa syarat dan ketentuan kontraktual sewa utama dan subsewa pada tanggal tersebut.

(b) untuk subsewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa tetapi menjadi sewa pembiayaan dengan menerapkan Pernyataan ini, mencatat subsewa tersebut sebagai sewa pembiayaan baru yang disepakati pada tanggal penerapan awal.

Transaksi Jual dan Sewa-balik Sebelum Tanggal Penerapan Awal

C16. Entitas tidak menilai kembali transaksi jual dan sewa-balik yang disepakati sebelum tanggal penerapan awal untuk menentukan apakah

pengalihan aset pendasar memenuhi persyaratan dalam DE PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan untuk dicatat sebagai penjualan.

C17. Jika transaksi jual dan sewa-balik dicatat sebagai penjualan dan sewa pembiayaan sesuai PSAK 30: Sewa, maka penjual-penyewa:

(a) mencatat sewa-balik dengan cara yang sama seperti mencatat sewa pembiayaan lainnya yang terjadi pada tanggal penerapan awal;

(b) lanjut mengamortisasi setiap keuntungan penjualan selama masa sewa. C18. Jika transaksi jual dan sewa-balik dicatat sebagai penjualan dan sewa operasi sesuai PSAK 30: Sewa, maka penjual-penyewa:

(a) mencatat sewa-balik dengan cara yang sama seperti mencatat sewa operasi lainnya yang terjadi pada tanggal penerapan awal; dan

(b) menyesuaikan aset hak-guna sewa-balik untuk setiap keuntungan atau kerugian tangguhan yang terkait dengan persyaratan luaran pasar yang diakui dalam laporan posisi keuangan segera sebelum tanggal penerapan awal.

Jumlah yang Sebelumnya Diakui dalam Kombinasi Bisnis

C19. Jika penyewa sebelumnya mengakui aset atau liabilitas sesuai PSAK 22: Kombinasi Bisnis terkait dengan persyaratan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dari sewa operasi yang diperoleh sebagai bagian dari kombinasi bisnis, maka penyewa menghentikan pengakuan aset atau liabilitas tersebut dan menyesuaikan jumlah tercatat aset hak-guna sebesar jumlah yang sesuai pada tanggal penerapan awal.

Referensi pada DE PSAK 71: Instrumen Keuangan

C20. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini namun belum menerapkan DE PSAK 71: Instrumen Keuangan, maka setiap referensi terhadap DE PSAK 71: Instrumen Keuangan dalam Pernyataan ini mengacu pada PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Pencabutan Pernyataan lain

C21. Pernyataan ini menggantikan Pernyataan dan Interpretasi sebagai berikut:

(a) PSAK 30: Sewa

Hak Cipta © 2017 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 73.53

SEWA DE PSAK 73

(d) ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa

DRAF EKSPOSUR