METODOLOGI PENELITIAN
4.2 Deskripsi Data
4.2.1 Tanggapan Responden Mengenai Kinerja (Variabel Y)
Data responden yang telah melakukan pengisian kuesioner dari variabel kinerja pegawai (variabel Y) diuraikan dengan statistik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui frekuensi serta persentase atas jawaban yang telah diberikan oleh responden pada masing-masing item pernyataan. Variabel kinerja pegawai (variabel Y) terdiri dari 16 item pernyataan yang telah dinyatakan valid dengan jumlah responden sebanyak 117 orang.
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan bidang kerjanya disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.23
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Dapat Menyelesaikan Pekerjaan Sesuai Dengan Bidang Kerjanya
Sumber : Pertanyaan Nomor 1 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.23, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 53 responden atau sebanyak 45.3% dan tanggapan baik sebanyak 42 responden atau sebanyak 35.9% atas indikator pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan bidang kerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai dalam bekerja harus dapat melaksanakan tugas dan
53 42 12 10 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
tanggungjawabnya, yaitu dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan bidang kerjanya dengan baik karena pegawai tersebut telah dibekali dengan data dan informasi serta perangkat kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu selambat-lambatnya selama 7 hari kerja disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.24
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Dapat Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu Selambat-lambatnya Selama 7 Hari Kerja
Sumber : Pertanyaan Nomor 2 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.24, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 57 responden atau sebanyak 48.7% dan tanggapan baik sebanyak 40 responden atau sebanyak 34.2% atas indikator pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu selambat-lambatnya selama 7 hari kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai menyadari dalam menyelesaikan suatu pekerjaan seyogyanya memang dibutuhkan batas waktu agar pegawai dapat fokus dan memanfaatkan waktu kerja dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh dinas tempatnya bekerja dapat tercapai.
57 40 10 10 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tanggapan responden atas indikator pegawai bersedia kerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.25
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Bersedia Kerja Lembur Untuk Menyelesaikan Pekerjaan yang Ada
Sumber : Pertanyaan Nomor 3 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.25, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 62 responden atau sebanyak 53.0% dan tanggapan baik sebanyak 38 responden atau sebanyak 32.5% atas indikator pegawai bersedia kerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai komitmen dan etos kerja yang baik dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya, yaitu menyelesaikan pekerjaan meskipun harus dilakukan di luar jam kantor atau kerja lembur agar pekerjaan yang sedang diselesaikannya dapat segera selesai dan dapat digunakan oleh pihak terkait yang berkepentingan.
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai batas waktu yang diberikan disajikan pada tabel berikut :
62 38 8 9 0 10 20 30 40 50 60 70 SB B TB STB
Tabel 4.26
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Dapat Menyelesaikan Pekerjaannya Sesuai Dengan Batas Waktu yang Diberikan
Sumber : Pertanyaan Nomor 4 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.26, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 50 responden atau sebanyak 42.7% dan tanggapan baik sebanyak 35 responden atau sebanyak 29.9% atas indikator pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai batas waktu yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa penyelesaian pekerjaan dengan tepat waktu menunjukkan etos kerja dan disiplin kerja pegawai yang baik karena dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan aturan atau kebijakan dinas yang salah satunya menyangkut waktu penyelesaian pekerjaan.
Tanggapan responden atas indikator pegawai memiliki ketelitian dalam bekerja, khususnya ketika pemberkasan dokumen disajikan pada tabel berikut :
50 35 17 15 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.27
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Memiliki Ketelitian Dalam Bekerja, Khususnya Ketika Pemberkasan Dokumen
Sumber : Pertanyaan Nomor 5 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.27, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 52 responden atau sebanyak 44.4% dan tanggapan baik sebanyak 29 responden atau sebanyak 24.8% atas indikator pegawai memiliki ketelitian dalam bekerja, khususnya ketika pemberkasan dokumen pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap ketelitian pegawai dalam bekerja baik ketika melakukan penyusunan dokumen proposal kegiatan, laporan kegiatan maupun dokumen belanja anggaran sangatlah dibutuhkan karena mencerminkan kualitas pegawai dan kredibilitas dinas terkait. Umumnya pegawai yang bekerja dengan teliti menunjukkan motivasi yang tinggi atau kesungguhannya dalam bekerja serta mencerminkan pegawai tersebut dapat dipercaya untuk mengemban amanat atau tugas yang lainnya.
Tanggapan responden atas indikator pegawai memiliki kerapihan dalam menyelesaikan pekerjaannya disajikan pada tabel berikut :
52 29 13 23 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.28
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Memiliki Kerapihan Dalam Menyelesaikan Pekerjaannya
Sumber : Pertanyaan Nomor 6 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.28, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 53 responden atau sebanyak 45.3% dan tanggapan baik sebanyak 38 responden atau sebanyak 32.5% atas indikator pegawai memiliki kerapihan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang diselesaikan oleh pegawai dengan mengutamakan kerapihan yang diindikasikan dengan dokumen pekerjaan tersusun sesuai urutannya, dokumen dalam kondisi bersih dan ditata menurut lemari arsip mengindikasikan karakter pegawai yang rapih, bersih, bekerja secara terpola atau teratur serta lebih mengutamakan kepada kualitas yang tinggi dari pekerjaan yang diselesaikannya.
Tanggapan responden atas indikator pegawai memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang kerjanya atau memiliki latar belakang pendidikan yang baik disajikan pada tabel berikut :
53 38 13 13 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.29
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Memiliki Latar Belakang Pendidikan Sesuai Dengan Bidang Kerjanya
Sumber : Pertanyaan Nomor 8 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.29, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 51 responden atau sebanyak 43.6% dan tanggapan baik sebanyak 30 responden atau sebanyak 25.6% atas indikator pegawai memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang kerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai dengan latar belakang pendidikan yang baik serta sesuai dengan bidang kerjanya akan lebih mempermudah pegawai dalam bekerja serta meminimalisir resiko terjadinya kesalahan dalam penyelesaian pekerjaan, khususnya pekerjaan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan dinas maupun dokumen anggaran belanja ke-dinasan.
Tanggapan responden atas indikator pegawai memiliki ketrampilan dan keahlian lainnya seperti penggunaan komputer dan aplikasi lainnya yang mendukung penyelesaian pekerjaan disajikan pada tabel berikut :
51 30 17 19 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.30
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Memiliki Ketrampilan dan Keahlian Lainnya yang Mendukung Penyelesaian Pekerjaan
Sumber : Pertanyaan Nomor 9 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.30, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 47 responden atau sebanyak 40.2% dan tanggapan baik sebanyak 38 responden atau sebanyak 32.5% indikator pegawai memiliki ketrampilan dan keahlian lainnya seperti penggunaan komputer dan aplikasi lainnya yang mendukung penyelesaian pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak keterampilan yang dimiliki oleh pegawai yang dapat menunjang pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya seperti pengggunaan komputer, penguasaan aplikasi program seperti microsoft word dan excell serta aplikasi lainnya akan sangat bermanfaat bagi pegawai tersebut dalam bekerja, mengingat pekerjaan pegawai pasti akan menggunakan perangkat komputer sebagai fasilitas kerja.
Tanggapan responden atas indikator pegawai memiliki pengalaman kerja yang baik disajikan pada tabel berikut :
47 38 17 15 0 10 20 30 40 50 SB B TB STB
Tabel 4.31
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Memiliki Pengalaman Kerja yang Baik
Sumber : Pertanyaan Nomor 10 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.31, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 54 responden atau sebanyak 46.2% dan tanggapan baik sebanyak 35 responden atau sebanyak 29.9% atas indikator pegawai memiliki pengalaman kerja yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai yang telah bekerja cukup lama di dinas terkait akan mempengaruhi kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, mengingat beberapa hal dalam menyelesaikan dokumen pekerjaan khususnya proposal kegiatan akan membutuhkan pengalaman pegawai karena tingkat kesulitannya yang relatif tinggi dalam merancang program kerja yang akan dilaksanakan oleh pegawai pada masing-masing bidang yang ada.
Tanggapan responden atas indikator pegawai memiliki hubungan yang baik sesama rekan kerja disajikan pada tabel berikut :
54 35 12 16 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.32
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Memiliki Hubungan yang Baik Sesama Rekan Kerja
Sumber : Pertanyaan Nomor 11 Variabel Kinerja Pegawai
Berdasarkan tabel 4.32, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 55 responden atau sebanyak 47.0% dan tanggapan baik sebanyak 41 responden atau sebanyak 35.0% atas indikator pegawai memiliki hubungan yang baik sesama rekan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan kerja yang harmonis antara pimpinan dengan bawahan maupun dengan sesama rekan kerja akan membuat lingkungan kerja menjadi lebih kondusif yang membuat pegawai nyaman dan senang berada di kantor untuk bekerja. Selain itu, hubungan kerja yang harmonis juga akan mengurangi potensi adanya gap kelompok antara pegawai bidang satu dengan bidang lainnya yang dapat menimbulkan friksi atau konflik kepentingan.
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan sesuai bidang kerjanya disajikan pada tabel berikut :
55 41 11 10 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.33
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai dapat bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan dengan membagi tugas sesuai bidang kerjanya
Sumber : Pertanyaan Nomor 12 Variabel Tingkat Pengawasan
Berdasarkan tabel 4.33, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 68 responden atau sebanyak 58.1% dan tanggapan baik sebanyak 33 responden atau sebanyak 28.2% atas indikator pegawai dapat bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan sesuai bidang kerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama yang dilakukan oleh pegawai pada masing-masing bidang kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang membutuhkan kerjasama seyogyanya dapat dilaksanakan dengan membagi tugas pekerjaan kepada tiap pegawai yang terlibat didalamnya dengan adil.
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat bertanggungjawab dalam menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan sesuai bidang kerjanya disajikan pada tabel berikut :
68 33 11 5 0 10 20 30 40 50 60 70 80 SB B TB STB
Tabel 4.34
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Bertanggungjawab dalam Menyelesaikan Pekerjaan Dengan Membagi Pekerjaannya
Sumber : Pertanyaan Nomor 13 Variabel Tingkat Pengawasan
Berdasarkan tabel 4.34, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 49 responden atau sebanyak 41.9% dan tanggapan baik sebanyak 51 responden atau sebanyak 43.6% atas indikator pegawai dapat bertanggungjawab dalam menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan sesuai bidang kerjanya. Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama yang dilakukan oleh pegawai pada masing-masing bidang kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang membutuhkan kerjasama dengan membagi tugas kepada tiap pegawai seyogyanya harus dapat bertanggungjawab atas tugas pekerjaan yang diemban oleh pegawai tersebut.
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat berkomunikasi secara tertulis kepada pimpinan, bawahan maupun sesama rekan kerja disajikan pada tabel berikut : 49 51 9 8 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.35
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Dapat Berkomunikasi Kepada Pimpinan, Bawahan dan Sesama Rekan Kerja
Sumber : Pertanyaan Nomor 15 Variabel Tingkat Pengawasan
Berdasarkan tabel 4.35, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 49 responden atau sebanyak 41.9% dan tanggapan baik sebanyak 35 responden atau sebanyak 29.9% atas indikator pegawai dapat berkomunikasi kepada pimpinan, bawahan dan sesama rekan. Hal ini menunjukkan bahwa peranan komunikasi dalam suatu organisasi adalah sangat penting karena dengan berkomunikasi seorang pegawai dapat berinteraksi dengan atasannya maupun sesama rekan kerja. Komunikasi yang baik umumnya adalah komunikasi yang dilakukan secara dua arah, dimana pegawai yang bekerja pada dinas terkait dapat berkomunikasi dengan atasannya maupun rekan kerja baik yang sifatnya meminta arahan, masukan maupun memberikan pendapat dalam konteks penyelesaian pekerjaan maupun hal lainnya
Tanggapan responden atas indikator pegawai dapat membuat metode baru yang dapat digunakan dalam menyelesaikan pekerjaannya secara individu disajikan pada tabel berikut :
49 35 17 16 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.36
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Dapat Membuat Metode Untuk Menyelesaikan Pekerjaannya Secara Individu
Sumber : Pertanyaan Nomor 17 Variabel Tingkat Pengawasan
Berdasarkan tabel 4.36, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 56 responden atau sebanyak 47.9% dan tanggapan baik sebanyak 39 responden atau sebanyak 33.3% atas indikator pegawai membuat metode baru dalam menyelesaikan pekerjaan secara individu. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai yang memiliki kreatifitas umumnya dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya akan melahirkan metode atau teknik yang bersifat penyempurnaan atas teknik sebelumnya atau teknik yang baru yang ketika dipergunakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan akan mendapatkan manfaat lainnya seperti pekerjaan dapat lebih cepat selesai.
Tanggapan responden atas indikator pegawai ketika bekerja menggunakan seluruh atribut kepegawaian seperti name tag dan kartu pegawai disajikan pada
tabel berikut : 56 39 10 12 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.37
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Ketika Bekerja Menggunakan Seluruh Atribut Kepegawaian
Sumber : Pertanyaan Nomor 18 Variabel Tingkat Pengawasan
Berdasarkan tabel 4.37, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 53 responden atau sebanyak 45.3% dan tanggapan baik sebanyak 38 responden atau sebanyak 32.5% atas indikator pegawai ketika bekerja menggunakan seluruh atribut kepegawaian seperti name tag dan kartu pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa atribut kepegawaian merupakan identitas dari dinas terkait yang apabila pegawai menggunakan atribut tersebut maka sudah seharusnya untuk menjaga kode etik kepegawaian dan sikapnya selama bekerja, mengingat atribut yang dipergunakan oleh pegawai mencerminkan budaya organisasi di dinas terkait.
Tanggapan responden atas indikator pegawai datang ke kantor tepat waktu sebelum jam 07.30 pagi disajikan pada tabel berikut :
53 38 13 13 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
Tabel 4.38
Tanggapan Responden Mengenai Pegawai Datang Tepat Waktu
Sumber : Pertanyaan Nomor 19 Variabel Tingkat Pengawasan
Berdasarkan tabel 4.38, diketahui bahwa dari 117 responden didominasi oleh tanggapan sangat baik sebanyak 55 responden atau sebanyak 47.0% dan tanggapan baik sebanyak 41 responden atau sebanyak 35.0% atas indikator pegawai datang ke kantor tepat waktu sebelum jam 07.30 pagi. Hal ini menunjukkan disiplin kerja yang ditandai dengan pegawai datang ke kantor sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan akan menggambarkan disiplin kerja dari pegawai tersebut dan penegakkan aturan disiplin kerja dari dinas terkait.
Akumulasi tanggapan responden atas item pernyataan kuesioner pada variabel kinerja pegawai (Variabel Y) disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.39
Akumulasi Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Pegawai
No Deskriptor Pertanyaan Bobot Skala Likert Skor Aktual
1 2 3 4
P1 Pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan bidang kerjanya
10 12 42 53 372
P2 Pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu selambat-lambatnya selama 7 hari kerja
10 10 40 57 378
P3 Pegawai bersedia kerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada
9 8 38 62 387 55 41 11 10 0 10 20 30 40 50 60 SB B TB STB
No Deskriptor Pertanyaan Bobot Skala Likert Skor Aktual
1 2 3 4
P4 Pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan batas waktu yang diberikan
15 17 35 50 354
P5 Pegawai memiliki ketelitian, khususnya ketika pemberkasan dokumen pekerjaan
23 13 29 52 344
P6 Pegawai memiliki kerapihan dalam menyelesaikan pekerjaannya
13 13 38 53 365
P8 Pegawai memiliki latar belakang
pendidikan sesuai dengan bidang kerjanya
19 17 30 51 347
P9 Pegawai memiliki ketrampilan dan keahlian lainnya seperti penggunaan komputer dan aplikasi lainnya yang mendukung pekerjaan
15 17 38 47 351
P10 Pegawai memiliki pengalaman kerja 16 12 35 54 361
P11 Pegawai memiliki hubungan yang baik sesama rekan kerja
10 11 41 55 375
P12 Pegawai dapat bekerjasama dalam
menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan sesuai bidang kerjanya
5 11 33 68 398
P13 Pegawai bertanggungjawab menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan
8 9 51 49 375
P15 Pegawai dapat berkomunikasi secara tertulis kepada pimpinan, bawahan dan sesama rekan
16 17 35 49 351
P17 Pegawai dapat membuat metode atau cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan
12 10 39 58 381
P18 Pegawai menggunakan atribut kepegawaian seperti name tag dan kartu pegawai
13 13 38 53 365
P19 Pegawai datang ke kantor tepat waktu sebelum jam 07.30 pagi
10 11 41 55 375
Total 204 201 603 866 5.879 Sumber : Data Primer Diolah, 2016
Berdasarkan tabel 4.39, diketahui indikator yang memiliki skor terendah sebesar 344 pada item pernyataan pegawai memiliki ketelitian, khususnya ketika pemberkasan dokumen pekerjaan sedangkan skor tertinggi sebesar 398 pada item pernyataan pegawai dapat bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan dengan membagi pekerjaan sesuai bidang kerja dengan total skor aktual sebesar 5.879.
Untuk lebih jelasnya bagaimana tingkat kinerja pegawai di Disnakertrans Provinsi Banten saat ini dianalisis berdasarkan hasil skoring jawaban dari responden sebagai berikut :
Jumlah skor sebesar 866 untuk yang menjawab SB = 866 x 4 = 3.464 Jumlah skor sebesar 603 untuk yang menjawab B = 603 x 3 = 1.809 Jumlah skor sebesar 201 untuk yang menjawab TB = 201 x 2 = 402 Jumlah skor sebesar 204 untuk yang menjawab STB = 204 x 1 = 204
Jumlah = 5.879 Jumlah skor tertinggi = 4 x 16 x 117 = 7.488
Jumlah skor rendah = 1 x 16 x 117 = 1.872
Sugiyono (2011:56) mengemukakan pengukuran secara kontinum pada variabel kinerja pegawai (variabel X) dapat digambarkan sebagai berikut:
Sangat Tidak Baik Tidak Baik Baik Sangat Baik
1.872 3.744 5.616 7.448
5.879
Gambar 4.4. Pengukuran Kinerja Pegawai Secara Kontinum
Berdasarkan data yang diperoleh dari 117 responden, maka total skor aktual sebesar 5.879 menunjukkan bahwa kinerja pegawai yang bekerja di Disnakertrans Provinsi Banten menurut tanggapan responden dalam penelitian ini masih berada pada kategori yang “baik”.