5.1. Manajer Departemen Warehouse bertanggung jawab bahwa prosedur ini dijalankan dalam area kerjannya.
5.2. Supervisor Warehouse bertanggung jawab dalam mengawasi pelaksanaan prosedur ini dan memberikan pelatihan cara penanganan yang aman dalam menangani bahan-bahan ini.
5.3. Pekerja bertanggung jawab mematuhi ketentuan dalam prosedur ini saat bekerja dengan bahan-bahan ini.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 3/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6. Prosedur
6.1. Identifikasi dan Pelabelan
6.1.1. Cairan Mudah Menyala dan Terbakar
Tangki atau kaleng (safety can) yang mudah dipindah dipakai untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar atau menyala, dicat warna merah. Tangki atau kaleng tersebut diberi tanda strip kuning atau diberi nama isi cairan dengan warna kuning.
6.1.2. Gas-gas yang dikemas dalam tabung baja harus dipastikan kode warna, seperti berikut :
a. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik / kekurangan zat asam dicat warna abu-abu.
b. Kelompok gas mudah terbakar dan atau meledak dicat warna merah, kecuali elpiji dicat warna biru dengan tanda merah pada bagian sekeliling katup.
c. Kelompok gas menyengat (corrosive gases) dicat warna kuning muda.
d. Kelompok gas pengoksida dicat warna biru muda.
e. Kelompok gas campuran (mixed gases) dicat warna sesuai jenis gas yang dicampurkan.
f. Selain kode warna yang ada, pada bagian badan tabung baja, harus diberi tulisan nama gas yang diisikan, dibuat dengan sablon warna hitam.
6.2. Penyimpanan
6.2.1. Penyimpanan Cairan Mudah Terbakar dan Menyala a. Penyimpanan dalam ruangan
• Penyimpanan untuk cairan kelas I seperti bensin hanya dapat dilakukan dalam ruang penyimpanan khusus.
• Cairan kelas I disimpan dalam kaleng dengan kapasitass maksimal 20 liter dapat diletakkan di luar ruang penyimpanan yaitu di dalam lemari khusus kapasitas maksimal 450 liter.
• Bila terdapat tiga lemari penyimpanan cairan maka tidak dibolehkan diletakkan dalam satu daerah yang rawan kebakaran, kecuali dipisahkan jaraknya minimal 30 meter.
• Penyimpanan cairan kelas II dan III seperti minyak tanah dan solar dengan kapasitas lebih dari 2500 liter hanya diperbolehkan dalam ruang / tangki penyimpanan khusus b. Penyimpanan dalam jumlah besar (Bulk Storage)
Cairan mudah terbakar dengan jumlah besar (lebih dari 400 liter) seperti nitrogen cair dan oksigen cair, disimpan pada tangki penyimpanan yang terletak di luar gedung yang terpisah. Tangki ini berjarak minimal 30 meter dari gedung utama dan diberi pagar / pembatas.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 4/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.2.2. Penyimpanan Gas Mudah Menyala, Terbakar dan Meledak a. Gas Oksigen
Tabung baja untuk menyimpan oksigen harus dijaga dalam kondisi bersih, berada ditempat yang sejuk, kering, berventilasi baik, berada pada area dengan resiko kebakaran rendah, jauh dari material-material bias terbakar dan silinder gas asetilen, elpiji atau gas-gas yang mudah terbakar lainnya.
Lindungi kondisi tabung dari kerusakan fisik. Suhu silinder tidak boleh lebih dari 52 0C.
b. Gas Asetilen
Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik.
c. Gas Hidrogen
Tabung hidrogen dijaga dalam kondisi bersih, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, berada pada area dengan resiko kebakaran rendah, jauh dari material-material bias terbakar, agen oksida, dan sumber panas. Penyimpanan terpisah dari oksigen, temperatur tabung tidak boleh lebih dari 52 0C.
6.3. Pemindahan dan Penggunaan Cairan Mudah Menyala dan Terbakar 6.3.1. Pada setiap katup di drum atau tangki penyimpanan cairan
diletakkan wadah untuk menampung tetesan sisa cairan. Wadah ini agar dijauhkan dari sumber-sumber api.
6.3.2. Kabel grounding harus selalu tersedia dan dipasang secara benar pada drum atau tangki selama digunakan.
6.3.3. Sebelum drum atau tangki logam diisi dengan cairan, maka kabel grounding harus selalu dipasang secara benar pada drum atau tangki tersebut.
6.3.4. Drum atau tangki yang dapat terisi kembali secara otomatis dengan pergantian aliran / float switch serta digerakkan dengan katup dan pompa, dilengkapi dengan alarm dan pipa untuk menyalurkan aliran cairan ke lokasi lain yang aman bila terjadi aliran yang berlebihan (overflow).
6.3.5. Bilamana melakukan pengisian dan pengosongan tangki kapasitas lebih dari 200 liter dapat dilakukan dengan tekanan gravitasi atau sistem pemompaan. Semua sistem pompa harus sesuai dengan standar keselamatan dan pencegahan kebakaran.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 5/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.4. Pembersihan Tangki tempat Penyimpanan Cairan Mudah Menyala dan Terbakar
6.4.1. Apabila pembersihan akan dilakukan maka perlu diterbitkan ijin kerja / work permit untuk bekerja pada ruangan tertutup.
6.4.2. Setelah ijin kerja diterbitkan maka dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah ruangan aman untuk dimasuki. Pengujian meliputi kandungan gas, uap, endapan dan cukup tidaknya suplai oksigen.
6.4.3. Jika suplai oksigen tidak cukup atau masih terdapat uap atau gas yang berbahaya maka pekerja yang melakukan pembersihan menggunakan alat bantu pernapasan.
6.4.4. Selama melakukan pembersihan pekerja ditemani oleh seorang petugas yang mengawasinya. Jika ada bahaya lsitrik statis elama permbersihan maka tangki perlu dihubungkan ke tanah (grounding).
6.5. Penggunaan dan Pemindahan Gas Mudah Menyala, Terbakar dan Meledak
6.5.1. Gas Oksigen
a. Tekanan aman maksimum untuk penggunaan oksigen dalam tabung diperkenankan hanya 60 psi.
b. Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman,
c. Jangan gunakan oksigen sebagai angin tenaga pada peralatan pneumatic atau digunakan untuk membersihkan peralatan atau untuk membuang debu pada pakaian.
6.5.2. Gas Asetilen
a. Tekanan penggunaan asetilen yang aman dalam tabung diijinkan hanya 15 psi.
b. Jangan gunakan kawat tembaga untuk menyambung koneksi-koneksi pipa dan selang gas asetilen.
c. Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman.
d. Hindari terjadinya arus api balik (flash fire back) dalam cutting torch dengan mengikuti prosedur menghidupkan dan mengatur api secara benar.
e. Sediakan tempat kerja yang berventilasi baik.
6.5.3. Gas Elpiji / LPG (Liquid Petroleum Gas)
a. Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman.
b. Sediakan temapt kerja yang berventilasi baik.
c. Simpan tabung di tempat yang teduh / dingin, tidak ada percikan api dan daerah bebas rokok.
d. Tutup katup bila tidak digunakan atau bila sudah kosong.
e. Bilamana ada kebocoran di ruang tertutup jangan hidupkan alat-alat listrik atau mesin-mesin.
f. Bila katup rusak, jangan dicoba untuk dioperasikan.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 6/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.5.4. Pemindahan Tabung-tabung Gas
a. Semua tabung gas harus dilindungi dari penyerapan panas yang berlebihan, dan diletakkan dengan posisi mantap terikat atau dimasukkan dalam rak yang dapat dipindahkan agar tidak ajtuh atau terguling.
b. Saat pengangkutan, tabung-tabung gas harus terikat aman, dan tidak boleh diangkut dengan memakai tali, kabel atau rantai.
c. Dilarang memindahkan gas asetilen dari suatu tabung ke tabung yang lain, atau mencampurnya dengan gas lain di dalam tabung.
6.6. Sumber Penyalaan
6.6.1. Uap cairan akan ada pada lokasi penymipanan cairan mudah terbakar dan menyala. Tindakan pencegahan terhadap timbulnya kebakaran perlu diambil dengan menghilangkan atau mengendalikan sumber penyalaan, api rokok, pengelasan dan pemotongan, permukaan panas, bunga api karena gesekan, loncatan listrik dari sumber arus listrik, sumber penyalaan spontan, kompresi campuran zat mudah terbakar, loncatan listrik dari listirk statis, dan lain-lain.
6.6.2. Semua plant dan kantor dinyatakan daerah larangan merokok, kecuali tempat khusus yang disediakan.
6.7. Ketentuan Pengendalian terhadap Kebakaran
6.7.1. Ruangan penyimpanan dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) media karbon dioksida (CO2) atau tepung kimia kering dengan jumlah yang memadai dan sesuai.
6.7.2. Penyediaan air dengan volume dan tekanan yang cukup untuk hidran dan hose reel yang ada dipastikan berjalan baik dengan dilakukan pemeriksaan secara berkala minimal setiap bulan. Minimal satu tempat selang yang telah dihubungkan dengan sumber air terletak pada jarak 30 meter dari ruang penyimpanan cairan dan gas mudah terbakar.
6.7.3. Memisahkan cairan atau gas mudah terbakar dari sumber-sumber penyalaan yang potensial, memelihara peralatan-peralatan listrik sistem tertutup untuk menghindari loncatan listrik.
7. Lampiran N/A
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/ 6 Pengontrolan Informasi Bahan Kimia Berbahaya
No: SPYZ007 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Untuk mengurangi atau mencegah dampak penting terhadap lingkungan karena adanya kesalahan penanganan bahan kimia
2. Ruang Lingkup
Prosedur ini digunakan sebagai panduan dalam mengontrol informasi tentang bahan kimia berbahaya yang digunakan di PT. YZ, yang dapat memberikan dampak penting terhadap lingkungan termasuk penanganan bahan kimia.
3. Definisi
3.1. ER : Environmental Representative 3.2. EE : Environmental Engineer 3.3. TQS : Total Quality & Safety 3.4. MSDS : Material Safety Data Sheet
4. Referensi
4.1. ISO 14001 : 1996 (E), section 4.4.6
4.2. SDEN009-01 : Klasifikasi dan Label Bahan Kimia Beracun dan Berbahaya 4.3. SPEN010 : Penanganan Bahan Kimia dan Bahan Bakar
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/ 6 Pengontrolan Informasi Bahan Kimia Berbahaya
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :
No: SPYZ007 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Pengontrolan Informasi Bahan Kimia Berbahaya
No: SPYZ007 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
5.1. Pembelian bahan kimia berbahaya harus diidentifikasikan dengan label bahan kimia berbahaya, yang berisi :
1. Nama kimia atau nama dagang 2. Kategori bahaya dan simbol bahaya 3. Keamanan dan fase bahaya
4. Data supplier yang detail (nama, alamat, telepon)
Departemen pembelian bertanggung jawab untuk memintanya ke masing-masing supplier.
5.2. Penyimpanan bahan berbahaya harus diidentifikasikan dengan isi dari bahan kimia dan label bahan kimia berbahya dengan ukuran yang sesuai agar mudah dilihat.
5.3. TQS bertanggung jawab untuk menyediakan label atas permintaan dan memberikannya ke ER terkait.
5.4. Untuk memastikan semua bahan kimia yang digunakan di PT. YZ terkontrol dengan baik, departemen terkait/ ER memberiakn daftar bahan kimia yang digunakan kemudian TQS akan meringkasnya menjadi daftar bahan kimia, yang berisi nama, nama permakai, nama supplier, bahaya dan status MSDS.
6. Record