Department : A
No Code Activity, Product, & Service F/C B/D BIOL SCL PCL PAL SAL
1 A1 01 Proses B - - -
2 A1 02 Proses C - - -
3 A1 03 Pipping System - - - - -
4 A1 04 Storage - - - - -
5 A1 05 Repair Maintenance - - -
F/C = Flow Chart PCL = Pipe Comparison List
B/D = Block Diagram PAL = Potential Accident List
BIOL = Balanced Input-Output List SAL = Significant Analysis List SCL = Storage Comparison List
ACTIVITY, PRODUCT, & SERVICE LIST
F low C h a rt P r o s e s B ( A 1 0 1 )
B u ffe r S tock
S lice r
A A A
B B B
Thresher
CCC
S e p a r a to r
B l e n d i n g
DDD
Dryer
B a tch w e i g h e r
P ress & p a ckaging
Dust Collecto r B a h a n b a k u
utama
A ir C o n d e n sat
L imbah Cair D e b u S isa Bahan Baku L istr ik
F low C hart Proses C (A 02)
Feeding
AAA
Clasifier
BBB
CCC
DDD
EEE
FFF
Press & packaging Bahan baku
pendukung
Air
Debu
Limbah Cair Sisa Bahan Baku Pasir
Debu Kerikil Listrik
Pasir
Kerikil
Condensat
Debu
Department : A
Code Aspect Leg.
Reg.
Acc. t.
Env. Scarcity Sig.
Rating Sig. Cat. Remark
A1 01 I 01 Listrik N - - - S
A1 01 I 02 Air N - - - S
A1 01 I 03 Bahan baku utama N 1 3 3 IS
A1 02 I 01 Listrik N - - - IS
A1 02 I 02 Air N - - - IS
A1 02 I 03 Bahan baku pendukung N 1 3 3 IS
SIGNIFICANCE ANALYSIS LIST - INPUT
Department : A
Code Aspect Leg.
Reg. Sev. Poss. Sig.
Rating Sig. Cat. Remark
A1 01 O 01 Condensat Y VS SK GUB 45 / 2002, KEP 51/MENLH/10/1995
A1 01 O 02 Limbah cair Y VS SK GUB 45 / 2002, KEP 51/MENLH/10/1995
A1 01 O 03 Debu Y VS Kep Menaker 01 / MEN / 1997
A1 01 O 04 Sisa bhn baku N 2 5 10 IS
A1 02 O 01 Pasir N 1 5 5 IS
A1 02 O 02 Debu N 1 5 5 IS
A1 02 O 03 Kerikil N 1 5 5 IS
A1 02 O 04 Condensat Y VS SK GUB 45 / 2002, KEP 51/MENLH/10/1995
A1 02 O 05 Limbah cair Y VS SK GUB 45 / 2002, KEP 51/MENLH/10/1995
A1 02 O 06 Sisa bhn baku N 2 5 10 IS
SIGNIFICANCE ANALYSIS LIST - OUTPUT
STORAGE COMPARISON LIST
Department : A
Aspect
Code Content Characteristic Packaging type Quantity/
Capacity Sig. Cat. Remark
A1 03 X 01 Bahan baku utama Food Grade Karung goni 100 ton IS
A1 03 X 02 Bahan baku pendukung Food Grade Karung goni 100 ton IS
A1 03 X 03 LPG Flammable Tabung 40 kg IS
Department : A
Code Location Content Characteristic Type Diameter Sig. Cat. Remark
A1 04 X 01 From process line to BBB unit water - Carbon Steel 2" IS
PIPE COMPARISON LIST
Department : A
Code Aspect Potential Accident Leg. Reg. Sig. Cat. Remark
A1 05 X 01 Hubungan pendek pada Arus listrik Fire Y VS Kep Menaker 75 / MEN / 2002, Permenaker 04/MEN/1988
A1 05 X 02 Penyimpanan bahan baku utama Fire Y VS SK GUB no 129/1996
A1 05 X 03 Penyimpanan bahan baku pendukung Fire Y VS SK GUB no 129/1996
POTENTIAL ACCIDENT LIST
Department : A
No. Code Aspect Environmental Impact Sig.
Rating
Sig.
Cat. Remark
1 A1 01 I 01 Listrik Pengurangan SDA S
2 A1 01 I 02 Air Pengurangan SDA S
3 A1 01 O 01 Condensat Polusi air VS
4 A1 01 O 02 Limbah cair Polusi air VS
5 A1 01 O 03 Debu Polusi udara VS
6 A1 02 O 04 Condensat Polusi air VS
7 A1 02 O 05 Limbah cair Polusi air VS
8 A1 05 X 01 Hubungan pendek pada Arus listrik VS
9 A1 05 X 02 Penyimpanan bahan baku utama Pengurangan SDA VS 10 A1 05 X 03 Penyimpanan bahan baku pendukung Pengurangan SDA VS
REGISTER of SIGNIFICANT ENVIRONMENT ASPECT
ENVIRONMENTAL MANAGEMENT PROGRAMME
Aspect : Menurunkan konsumsi air Revision : 00 Page :
Date : 8 Agustus 2003
NO Action PIC DUE DATE REMARK
1. Pemasangan flow meter Julian 30 Juli 2003
2. Pendataan konsumsi air Julian Berkelanjutan
3. Mensosialisasikan penghematan air ke seluruh karyawan Yohanes 30 Juni 2003
Prepared by : Checked by : Approved by :
NOMOR PERATURAN PENANGANAN LINGKUNGAN
1. KepMen LH No. 17 Tahun 2001
2. Pelaksanaan UKL/UPL Kepmen LH No. 86 Tahun 2002 Pedoman bagi industri dalam pelaksanaan UKL/UPL
PENANGANAN LIMBAH BERBAHAYA
3. Pengelolaan Lingkungan Hidup UU No. 23 Tahun 1997 - Wewenang pengelolaan lingkungan hidup - Pelestarian fungsi lingkungan hidup - Persyaratan penaatan lingkungan hidup - Penyelesaian sengketa lingkungan hidup
4. Pengelolaan Limbah B3 PP 85 Tahun 1999
5. Tatacara dan Persyaratan Teknis Penyim- Kep-01/BAPEDAL/09/1995 - Persyaratan untuk pra-pengepakan, pengepakan
panan dan Pengumpulan Limbah B3 - Persyaratan untuk penyimpanan limbah B3
(Procedure & Technical Requirements for The Storage & The Collection of Hazardous Waste )
Jenis Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
Jenis usaha & atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL : bid. Pertahanan&keamanan, bid.
Pertanian, bid. Perikanan, bid. Kehutanan, bid.
Kesehatan, bid. Perhubungan, bid. Teknologi satelit, bid. Peridustrian, bid. Prasarana wilayah, bid.
Energi&sb.daya mineral, bid. pariwisata, bid.
pengembangan nuklir, bid. pengelolaan limbah B3, bid.
rekayasa genetika
- Jenis2 limbah B3 (dari sb. Tdk spesifik, sb spesifik, bhn kimia kadaluarsa)
- Uji karakteristik limbah B3 (mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif)
Daftar Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
No. JUDUL PERATURAN POIN UTAMA DARI PERATURAN KETERANGAN
6. Dokumen Limbah B3 Kep-02/BAPEDAL/09/1995 - Penggunaan Manifest limbah berbahaya saat Copy manifest limbah B3 ke Bapedal
(Hazardous Waste Manifest ) akan dikirim ke pengumpul
7. Simbol dan Label Limbah B3 Kep-05/BAPEDAL/09/1995 - Metode simbol dan label untuk limbah B3 Beri simbol dan label yg sesuai dg (Symbols & Labels for hazardous Waste) - Pemberian simbol dan label berdasar hasil tes aturan pemerintah
karakteristik limbah B3
8. Izin Penyimpanan Limbah B3 - Kep-015/BAPEDAL/02/99 - Penyimpanan dari limbah B3 maksimum 90 hari (Permit for Storing Hazardous Waste) di area perusahaan (min. 50 kg perhari)
PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA
9. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan PP 74 tahun 2001 - Pengorganisasian bahan B3 adalah pemroduksian,
Beracun (B3) transportasi, sirkulasi, simpan, pakai dan/ atau
(Handling Hazardous Waste) pembuangannya
- Pengawasan dan pelaporan oleh institusi terkait
PENCEGAHAN POLUSI AIR
10. Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan - Kep-51/MenLH/10/1995 - Disposal of wastewater comply with
Industri specification from government regulation:
(Specification of Wastewater for - SK GUB No. 45/2002 COD, TSS, BOD, Phenol, NH3, etc Industry Activity)
11. Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian PP 82 Tahun 2001 Pencemaran Air
Pengelolaan kualitas air, pengendalian pencemaran air, persyaratan pemanfaatan dan pembuangan air limbah
PENCEGAHAN POLUSI UDARA
12. Baku Mutu Emisi Sumber Tak Bergerak Kep-13/MenLH/3/1995 - Spesifikasi baku mutu sumber emisi tak bergerak Pengukuran dan pelaporan setiap 6 bulan, (Specification of Emission Static SK GUB No. 129/1996 - Persyaratan peralatan stack minta dispensasi atas daily monitoring dan
Resources ) SK GUB N0.188/504/SK/014/1996 - Pelaporan dan pengukuran peralatan stack karena pemenuhan terus-
menerus thd baku mutu
13. Nilai Ambang Batas Faktor Kimia - Menaker - Spesifikasi nilai ambang batas kualitas udara : Pengukuran dan pelaporan tiap 6 bulan Di Udara Lingkungan Kerja No.SE-01/Men/1997 panas, dan kelembaban
(Specification of Chemicals Gas at Workplace Area )
14. Pengendalian Pencemaran Udara - PP 41 Tahun 1999 - Perlindungan mutu udara, pencemaran udara,
(Prevention of Air Pollution ) pengawasan, pembiayaan
15. Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran KepKa Bapedal Udara Sumber Tidak Bergerak No.205/BAPEDAL/07/1996
PENCEGAHAN TINGKAT KEBISINGAN
16. Ambang Batas Tingkat Kebisingan - Menaker - NAB untuk kebisingan di tempat kerja Pengukuran
Di Ruang Tempat Kerja No. SE-51/Men/1999 and report every 6 month
(Specification of Noise Level at Workplace Area )
17. Ambang Batas Tingkat Kebisingan - Kep-48/MenLH/11/1996 - Spesifikasi tingkat kebisingan di area produksi Pengukuran
(Specification of Noise Level ) and report every 6 month
PERATURAN TRANSPORTASI
18. Ambang Batas Emisi Gas Buang -Kep-35/MenLH/10/1993 - Spesifikasi emisi dari kendaraan : CO & HC Pengukuran Kendaraan Bermotor
(Specification of Vehicles Emission )
Pelaksanaan pemantauan kualitas udara, pengambilan contoh uji dan analisis, persyaratan cerobong, unit pengendalian pencemaran udara
- Metode pengukuran, perhitungan&evaluasi tingkat kebisingan lingkungan
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 1/1 Uraian Tentang Perusahaan
No: EMYZ01 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
PT. YZ didirikan oleh A pada tahun 1922. Ia telah menjalankan perusahaan sehingga menjadi perusahaan yang besar dan terkenal pada saat itu. Pada saat ini mempekerjakan karyawan lebih dari 50.000 orang dan memproduksi berbagai macam consumer goods.
Menyadari meningkatnya kompetisi global serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan maka perusahaan berkomitmen pada pelaksanaan manajemen lingkungan untuk memelihara lingkungan hidup dan memenuhi kepuasan pelanggan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Program manajemen lingkungan dilaksanakan dengan panduan ISO 14001.
Sekarang ini PT. YZ dilengkapi dengan mesin-mesin yang berteknologi sama baiknya dengan sejumlah tenaga kerja yang professional untuk mendukung visi perusahaan menjadi perusahaan berkelas dunia.
PT. YZ memiliki komitmen yang kuat tidak hanya dalam hal memelihara lingkungan, jumlah produksi tetapi juga kualitas dari produk, dan dengan kekonsistenan misi untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen.
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 1/3
Kebijakan Terpadu Perusahaan
No: EMYZ02 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :
2.1. Kebijakan Terpadu
Kami PT. YZ yang bekerja keras untuk mencapai proses dan produk dengan kualitas yang terbaik, serta senantiasa tidak membiarkan adanya konsekuensi negatif terhadap masalah lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, berkeyakinan bahwa :
• Mutu adalah salah satu faktor kunci sukses kami untuk menjadi seorang pemimpin pasar yang dominan dalam persaingan di dalam dan luar negeri.
• Kinerja lingkungan perusahaan adalah salah satu faktor kunci penentu kami untuk mencapai dan menunjukkan perusahaan sebagai contoh warga negara yang baik.
• Kesehatan dan keselamatan kerja adalah salah satu faktor kunci kami untuk mempertahankan proses produktivitas dan pelayanan yang baik sekali.
• Risk management adalah salah satu fungsi perusahaan yang mempunyai pandangan lebih ke depan dalam menerapkan business continuity plan yang berhubungan dengan operasi.
Oleh karena itu, kebijakan terpadu harus menjadi fokus yang penting dan menjadi komitmen kami bagi seluruh karyawan, yaitu :
1. Mempertahankan kepuasan pelanggan yang tertinggi dengan menyediakan produk / pelayanan yang berkualtias terbaik dan tepat waktu.
2. Melakukan upaya untuk memenuhi peraturan perundangan dan standar &
persyaratan pelanggan yang berhubungan dengan sistem manajemen mutu, lingkungan dan resiko yang terkait.
3. Secara terus menerus meningkatkan keefektifan sistem manajemen.
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 2/3 Kebijakan Terpadu Perusahaan
No: EMYZ02 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :
4. Menggalakkan pencegahan pencemaran pada sumbernya dan pengurangan dampak yang mungkin.
5. Mencegah dan mengantisipasi kecelakaan kerja dan kejadian yang dapat menghambat proses kerja dan mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja karyawan dan asset perusahaan.
6. Mengembangkan keahlian dan kemampuan karyawan.
2.2. Sasaran Lingkungan (Environmental Objectives)
1. Memantau dan menangani limbah cair, emisi, dan padat sehingga sesuai dengan baku mutu dan persyaratan yang diatur oleh perundangan yang berlaku.
2. Mengurangi biaya dengan meminimalkan pemakaian energi, bahan baku dan limbah proses.
3. Melaksanakan program-program lingkungan seperti lomba kebersihan dan produksi bersih.
4. Menyediakan sarana dan prasarana untuk mencegah dan meminimalkan kejadian darurat lingkungan.
5. Memberikan respon yang cepat dan menyeluruh terhadap keluhan masyarakat mengenai dampak negatif lingkungan.
6. Mengurangi dampak akibat kebisingan dan debu akibat proses produksi.
7. Meningkatkan kompetensi karyawan dalam meningkatkan kinerja lingkungan
2.3. Target Lingkungan (Environmental Target)
1. Mengurangi konsumsi air dan listrik sebesar 5% pada tahun pertama.
2. Mengendalikan limbah berbahaya dan beracun (B3) sehingga sesuai dengan peraturan yang berlaku sebelum September 2003.
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 3/3 Kebijakan Terpadu Perusahaan
No: EMYZ02 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
3. Memastikan semua karyawan mendapat training kesadaran lingkungan sebelum akhir Agustus 2003.
4. Memastikan semua karyawan mendapat training penanganan B3 sebelum akhir Agustus 2003.
5. Memonitor debu, kebisingan, kelembaban dan getaran menurut prosedur terkait serta mencegah dampak negatifnya.
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 1/6 Struktur Organisasi
No: EMYZ03 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
3.1. Tanggung Jawab dan Wewenang
Tanggung jawab dan wewenang serta hubungan dari semua personil yang mengatur, melakukan dan memeriksa kinerja lingkungan didefinisikan dalam : a. Struktur Organisasi
b. Job Description
c. Kebijakan dan Prosedur Organisasi 3.2. Struktur Organisasi
TQ & S
Manager Manufacturig
Manager Logistic
Manager Head of
Procurement Buliding &
Maintenance
Technical Training M anager O peration Director
P relim inary P roc es s ing M anager P rim ary P roc es s ing
M anager
S ec ondary P roc es s ing M anager
Finish Good D istribution C oord.
Central W arehous e
Coord.
P urc has ing M gr. RM / P M
E x port / Im port Coord.
P urc has ing M gr. E ng
M ateerial Trans port Coord.
M anagerP GA
Managing Director
TQ Coord. Tec hnic al
Trainers
S afety E ngineers
E x c is e M anager
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 2/6 Struktur Organisasi
No: EMYZ03 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
3.3. Job Description
3.3.1. Managing Director
• Mengkoordinir pekerjaan dan menentukan kebijakan perusahaan secara global
• Menentukan atau mengambil keputusan yang bersifat rutin
• Memberikan instruksi-instruksi dan mengawasi kinerja operation director, agar penyimpangan yang timbul dapat segera diatasi.
• Meminta pertanggungjawaban atas hasil kerja operation director
3.3.2. Operation Director
• Memberikan laporan pertanggungjawaban pada managing director mengenai tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan
• Membuat rencana kerja, pendelegasian fungsional, koordinasi, serta pengawasan
• Mewakili managing director apabila managing director berhalangan dalam hubungan dengan pihak ekstern
• Mengkoordinir pekerjaan-pekerjaan di bagian TQ&S, Logistik, Manufacturing, dan lainnya
• Mengadakan pengawasan terhadap instruksi-instruksi yang telah diberikan secara periodik agar penyimpangan yang timbul dapat segera diatasi
3.3.3. Environmental Management Representative (EMR)
• Memastikan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen lingkungan telah dibuat, diiplementasikan dan dipelihara
• Melapor ke Direktur mengenai kinerja sistem manajemen lingkungan dan kebutuhan lain untuk perbaikan
• Memastikan kemajuan akan kesadaran lingkungan
• Melaksanakan program audit lingkungan dan annual management review
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 3/6 Struktur Organisasi
No: EMYZ03 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
• Membuat dan memelihara sistem tindakan koreksi dan preventif
• Memastikan bahwa sumber daya yang tersedia cukup untuk menjalankan sistem manajemen lingkungan
3.3.4. Total Quality and Safety Manager (TQ&S Manager)
• Memprakarsai, membuat, memelihara dan perbaikan keefektifan secara terus menerus dari semua aktifitas yang berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan
• Memastikan tugas EMR dan manajemen terkait dalam mengimplementasikan sistem telah efektif dan sesuai Standar International ISO 14000
• Mengintegrasikan persyaratan dari sistem dan hubungan antar seluruh fungsi
• Menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.5. Manufacturing Manager
• Merencanakan, menjalankan dan mengontrol seluruh aktifivitas produksi, untuk memastikan bahwa proses manufaktur berjalan dalam cara yang paling produktif dengan tersedianya tenaga kerja, kapasitas dan kemampuan dari fasilitas produksi dan peralatan, dan memastikan kualitas dari produk konsisten terhadap standar
• Mengembangkan ide, cara dan alat untuk produktivitas yang lebih baik, mengurangi harga, pengembangan proses dan modifikasi
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.6. Primary Processing Manager
• Merencanakan, menjalankan, dan mengontrol seluruh aktifivitas di primary processing, untuk memastikan bahwa proses pengolahan bahan baku utama berjalan dalam cara yang paling produktif dengan
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 4/6 Struktur Organisasi
No: EMYZ03 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
tersedianya tenaga kerja, kapasitas dan kemampuan dari fasilitas produksi dan peralatan, dan memastikan kualitas dari produk konsisten terhadap standar
• Mengembangkan ide, cara dan alat untuk produktivitas yang lebih baik, mengurangi harga, pengembangan proses dan modifikasi
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.7. Secondary Processing Manager
• Merencanakan, menjalankan dan mengontrol seluruh aktifivitas di secondary processing, untuk memastikan bahwa proses bahan baku pendukung berjalan dalam cara yang paling produktif dengan tersedianya tenaga kerja, kapasitas dan kemampuan dari fasilitas produksi dan peralatan, dan memastikan kualitas dari produk konsisten terhadap standar
• Mengembangkan ide, cara dan alat untuk produktivitas yang lebih baik, mengurangi harga, pengembangan proses dan modifikasi
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.8. Preliminary Processing Manager
• Merencanakan, menjalankan dan mengontrol seluruh aktifivitas di preliminary processing, untuk memastikan bahwa proses penyiapan bahan baku utama berjalan dalam cara yang paling produktif dengan
tersedianya tenaga kerja, kapasitas dan kemampuan dari fasilitas produksi dan peralatan, dan memastikan kualitas dari produk konsisten terhadap standar
• Mengembangkan ide, cara dan alat untuk produktivitas yang lebih baik, mengurangi harga, pengembangan proses dan modifikasi
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 5/6 Struktur Organisasi
No: EMYZ03 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.9. Personnel General Affair Manager (PGA Manager)
• Merencanakan, mengembangkan, menjalankan dan mengontrol seluruh personil program PGA sehingga memberikan kontribusi ke depan bagi sasaran perusahaan dengan memastikan keefektifan dari penggunaan tenaga kerja, pemeliharaan dan pengembangan motivasi karyawan,serta promosi dan jasa.
3.3.10. Logistic Manager
• Merencanakan, mengembangkan, menjalankan, dan mengontrol seluruh aktifivitas di logistik, untuk memastikan kelancaran supply material ke produksi
• Menjelaskan tingkat efektifitas dan efisiensi dari persediaan, metode penanganan dan penyimpanan, distribusi material/produk dan transportasi
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.11. Head of Procurement
• Merencanakan, mengembangkan, menjalankan, dan mengontrol seluruh aktifivitas di divisi procurement, untuk memastikan keefektifan dari seluruh aktivitas pembelian
• Menyediakan produk yang berkualitas tinggi berdasarkan spesifikasi, pengiriman yang tepat waktu dan biaya yang efektif
• Memelihara kelancaran penyediaan material yang digunakan kepada pengguna berdasarkan rencana permintaan
PT. YZ Tbk. Environmental Manual Halaman 6/6 Struktur Organisasi
No: EMYZ03 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
• Mengembangkan ide, cara dan alat untuk servis yang lebih baik, mengurangi harga, dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
3.3.12. Technical Training Manager
• Merencanakan, menjalankan, mengembangan, dan mengontrol seluruh aktifivitas di departemen technical training untuk memastikan keefektifan dari training ke partisipan / manajemen dan karyawannya
• Mengembangkan ide, cara dan alat untuk pelayanan yang lebih baik dan keefektifan dari traning
• Bertanggung jawab untuk menganalisa dan mengembangkan motivasi dan kinerja karyawan sebagai sebuah tim untuk mencapai sasaran perusahaan
Untuk penjelasan yang lebih detail dapat diliihat pada setiap manager dari masing- masing departemen
3.4. Kebijakan Perusahaan dan Prosedur
Untuk memastikan hubungan yang baik dan tanggung jawab yang jelas dari semua personil, yang mengatur, menjalankan dan memeriksa kualitas kerja, maka
kebijakan perusahaan, sistem dan prosedur dijelaskan dan didokumentasikan.
Dokumentasi terstruktur dalam 4 tingkatan yaitu : Environmental Manual, Standard Procedure, Supporting Document dan Records.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/ 5 Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
No: SPYZ002 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Memastikan kepemilikan atas peraturan perundangan-undangan dan persyaratan lainnya yang terbaru terkait dengan keadaan lingkungan yang berhubungan dengan kegiatan operasional PT. YZ
2. Ruang Lingkup
Mencakup proses awal dalam mengakses perundang-undangan dan persyaratan lainnya untuk mengijinkan benda atau sumber daya lainnya, termasuk mendapatkan ijin / kontrak terkait dengan lingkungan sampai memiliki poin untuk diimplementasikan di PT. YZ dan juga mendistribusikan dokumen tersebut ke departemen terkait.
3. Definisi
Perundangan-udangan : undang-undang Indonesia baik yang bersifat lokal maupun nasional termasuk peraturan spesifik atau persyaratan kepada aktifitas, produk atau jasa.
Persyaratan lainnya : persyaratan PT. YZ, lisensi, kontrak, ijin, peraturan khusus untuk lokasi, panduan non-regulatory.
4. Singkatan
ER : Environmental Representative EE : Environmental Engineer TQC : Total Quality Coordinator
Bapedal : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kepkabapedal : Keputusan kepala Bapedal
Kepmen : Keputusan Menteri Keppres : Keputusan Presiden Perda : Peraturan Daerah PP : Peraturan Pemerintah
SK GUB : Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1 – Jawa Timur
TAP MPR : Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
UU : Undang-undang
UUD 1945 : Undang – Undang Dasar 1945
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/ 5 Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
No: SPYZ002 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
5. Referensi
5.1. ISO 14001 : 1996 (E), klausal 4.3.2
6. Prosedur
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :
E E , TQC M enc ari inform as i terbaru
tentang perundangan nas ional k e B A P E DA L
J ak arta S urat k eluar, s urat m as uk
E E , TQC
M enc ari inform as i terbaru tentang pers y aratan
lainny a
N/A
E E , TQC M enc ari inform as i terbaru
tentang perundangan nas ional k e B A P E DA L
S urabay a S urat k eluar, s urat m as uk
A pak ah baru &
relev an k e operas i P T. Y Z?
E nd
E E , TQC M engam bil / m em beli perundang-undangan atau
pers y aratan m aterial lainny a B uk u, free c opy E E , TQC
M engum pulk an ijin, k ontrak , perjanjian
berk aitan dengan lingk ungan Dok um en-dok um en
E E , TQC
M em perbaharui daftar perundangan dan pers y aratan lainny a
Daftar P erundang-undangan dan pers y aratan lainny a E E , E R terk ait & TQC
M engev aluas i, analis a dan form ulas ik an untuk aplik as i P T. Y Z. Hierark hi perundangan terbawah harus dis es uaik an dengan beberapa
perundangan y ang telah ditetapk an S urat k eluar, s urat m as uk
Doc . Con.
M endis tribus ik an dok um en terbaru k e departem en terk ait S tandard Lingk ungan untuk P T. Y Z
das ar dalam 6 bulan das ar dalam 3 bulan
Tidak
Y a
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 3/ 5 Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
No: SPYZ002 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.1. Umum
Hierarkhi perundang-undangan Indonesia dalam hal lingkungan diklasifikasikan sebagai berikut :
1. UUD 1945 2. TAP MPR
3. UU 4. PP
5. KEPPRES 6. KEPMEN 7. KEPMEN LH 8. KEP KABAPEDAL 9. PERDA
10. SK GUB
Persyaratan lainnya adalah peraturan PT. YZ atau instruksi dari manajemen puncak.
6.2. Sumber perundang-undangan lingkungan di Indonesia Berikut adalah sumber perundang-undangan lingkungan : 1. BAPEDAL = Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
Pusat Penegakan Hukum dan Penyelesaian Sengketa Hukum Gedung Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Jakarta Timur 1340 Gedung A lantai VI Telp. : 021 – 85904926; Fax : 021 – 8518292/8580081
2. Kantor Departemen Kesehatan
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X/5 Kav. 4-9 Jakarta Selatan Telp. : 021 – 5201586
3. Kantor Departemen Dalam Negeri Biro Hukum
Jl. Medan Merdeka Utara no. 7 Jakarta Pusat 10110 Telp. : 021 – 3440082
4. Kantor Menteri Perindustrian dan Perdagangan Biro Hukum dan Organisasi
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 52 – 53 Telp. : 021 – 5253452
5. Kantor Menteri Tenaga Kerja Biro Hukum
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan Telp. : 021 – 5252676 ; Telp. Central : 021 – 5255733
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 4/ 5 Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
No: SPYZ002 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.3. Akses ke Persyaratan Perundangan Nasional dan Lokal
Dengan tujuan mendapatkan ijin dari produk dalam persyaratan perundangan, berikut adalah poin kontak PT. YZ :
a. Internet :
www.bapedal.go.id www.menlh.go.id b. Institusi :
Jakarta : BAPEDAL – Pusat Penegakan Hukum dan Penyelesaian Sengketa Hukum
Surabaya : BAPEDALDA – Bidang AMDAL –Propinsi Jawa Timur 6.4. Akses ke persyaratan lainnya
Kebanyakan persyaratan lainnya di dapat dari lingkup internal perusahaan seperti Personal Affairs, departemen produksi, dan lainnya dimana persyaratan internasional tidak dispesifikasikan.
7. Rekaman Lingkungan
7.1. Daftar Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya 8. Lampiran
8.1. Form Daftar Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 5/ 5 Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
No: SPYZ002 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Lampiran 8.1. Form Daftar Peraturan Perundangan dan Persyaratan Lainnya
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/5 Sasaran, Tujuan & Program Lingkungan
No: SPYZ003 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Memastikan sistematika, strukturisasi dan keefektifan dari sasaran, target dan program lingkungan untuk mencapai tingkat kesesuaian dari performansi lingkungan dalam PT. YZ dan departemen yang bertanggung jawab.
2. Ruang Lingkup
Mencakup proses dalam menentukan sasaran lingkungan sebagai tujuan lingkungan jangka menengah dari perusahaan, target lingkungan sebagai tujuan lingkungan jangka pendek, dan program manajemen lingkungan mereka adalah tindakan untuk meneruskan kedua tujuan tersebut.
3. Definisi
8.2. Sasaran Lingkungan : tujuan lingkungan secara keseluruhan, yang timbul dari kebijaksanaan lingkungan, yang ditentukan oleh organisasi itu sendiri untuk dicapai, dan yang dikuantifikasikan bila memungkinkan
8.3. Target Lingkungan : persyaratan kinerja secara rinci, dikuantifikasikan bila dimungkinkan, berlaku untuk organisasi atau bagiannya, yang diturunkan dari sasaran lingkungan, dan yang perlu ditentukan dan dipenuhi untuk mencapai sasaran lingkungan
8.4. Program Manajemen Lingkungan : rencana tindakan secara rinci, dikuantifikasikan bila dimungkinkan dan dengan penugasan yang terjadwal dengan, dapat diterapkan pada perusahaan atau bagian yang terkait, yang berasal dari target lingkungan dan ditetapkan agar sesuai dalam mencapai sasaran lingkungan
8.5. Kinerja Lingkungan : hasil-hasil sistem manajemen lingkungan yang dapat diukur, yang berkaitan dengan pengendalian terhadap aspek lingkungan dari organisasi, didasarkan pada kebijaksanaan lingkungan, sasaran dan target lingkungan
4. Singkatan
ER : Environmental Representative
EMR : Environmental Management Representative EE : Environmental Engineer
TQC : Total Quality Coordinator PIC : Person In Charge
OTP : Objective – Target – Programme
EMP : Environmental Management Programme SP : Standard Procedure
PR : Purchase Requisition PO : Purchase Order
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/5 Sasaran, Tujuan & Program Lingkungan
No: SPYZ003 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
5. Referensi
Designation Signature Date
Prepared by : Checked by : Approved by :
• ISO 14001: 1996 (E), klausul 4.3.3. dan 4.3.4
6. Prosedur
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 3/5 Sasaran, Tujuan & Program Lingkungan
P e ra tu r a n P e r u n d a n g a n &
P e rs ya ra r a ta n L a in n y a K e b ija k a n
L in g k u n g a n E E A , IE A , T in ja u a n M a n a je m e n
R S E A L
P e rlu u n tu k p e r b a ik a n ?
M e n g a tu r a s p e k m e la lu i k o n tro l o p e ra s io n a l (S P ,
in s tr u k s i k e rja )
E E , T Q C
M e m b u a t k o n s e p S a s a r a n L in g k u n g a n u n tu k P T . Y Z s e b a g a i tu ju a n lin g k u n g a n
ja n g k a p a n ja n g K o n s e p S a s a r a n L in g k u n g a n
E E , T Q C
M e n d a p a t m a s u k a n d a n s a r a n u n tu k m e n ye le s a ik a n S a s a ra n L in g k u n g a n
S a s a r a n L in g k u n g a n
E M R , E R
M e m b u a t k o n s e p ta h u n a n T a rg e t L in g k u n g a n u n tu k d e p t. y g b e r ta n g g u n g
ja w a b s e b a g a i tu ju a n lin g k u n g a n d e p t.
ja n g k a p e n d e k K o n s e p T a rg e t L in g k u n g a n
E M R , E R
M e n d a p a t m a s u k a n d a n s a r a n u n tu k m e n ye le s a ik a n T a rg e t L in g k u n g a n
T a rg e t L in g k u n g a n
M a n a je m e n P u n c a k M e m e r ik s a , m e n g a ju rk a n , & m e n ye tu ju i
S a s a r a n & T a rg e t L in g k u n g a n S a s a r a n , T a rg e t L in g k u n g a n , E M P
M e m p e rtim b a n g k a n : K o n d is i K e u a n g a n P ilih a n T e k n o lo g i P ra k te k la in n ya
D o c u m e n t C o n tr o lle r M e n d is tr ib u s ik a n S a s a r a n d a n T a r g e t
L in g k u n g a n te rb a r u k e d e p t. te rk a it S a s a r a n & T a rg e t L in g k u n g a n P T . Y Z
E R
M e n g e va lu a s i ta r g e t lin g k u n g a n s e tia p 3 b u la n s e k a li
F o r m M o n ito rin g T a rg e t L in g k , T a r g e t L in g k , E M P
A
N o
Y e s
No: SPYZ003 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
A
ER
Melaksanakan sasaran & target lingk.
dan memperbaiki kinerja lingkungan pd dept. terkait
Sasaran & Target Lingk., Konsep EMP
ER, PE, FMG, EE, PGA, TQC Mendiskusikan dan memusatkan rencana tindakan, menjadwal dan pegawai yang bertanggung jawab
Konsep EMP
EMR, Manajemen Puncak Memeriksa, memberi saran, dan
menyetujui konsep EMP Sasaran & Target Lingk., EMP
Orang yang bertanggung jawab (PIC) Menjalankan rencana tindakan yg
ditetapka di EMP sesuai jadwal EMP, bukti2 mis : PR/PO,daftar hadir,dll
ER
Meninjau dan memonitor program EMPsetiap 3 bln sekali, kemudian memperbaharui rekaman EMP termasuk
mengumpulkan bukti2 EMP, bukti-bukti
Documment Controller Mendistribusikan EMP terbaru ke dept.
terkait / PIC, dan menyimpan bukti2 EMP dari ER
EMP
Apakah sebuah EMP sudah selesai ?
ER EMP selesai EMP, bukti-bukti
Yes No
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 4/5 Sasaran, Tujuan & Program Lingkungan
No: SPYZ003 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
7. Rekaman Lingkungan 8.6. Sasaran Lingkungan 8.7. Target Lingkungan 8.8. EMP
8. Lampiran 8.9. Form EMP
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 5/5 Sasaran, Tujuan & Program Lingkungan
No: SPYZ003 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Lampiran 8.1. From EMP
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/ 3 Penanganan Bahan Kimia dan Bahan Bakar
No: SPYZ006 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Untuk mengurangi atau mencegah dampak penting lingkungan karena kesalahan penanganan bahan-bahan kimia berbahaya.
2. Ruang Lingkup
Sebagai panduan dalam menangani bahan-bahan kimia berbahaya di PT. YZ yang dapat menyebabkan dampak penting lingkungan selama transportasi, penyimpanan dan pemakaian.
3. Definisi
3.1. ER : Environmental Representative 3.2. EE : Environmental Engineer 3.3. TQS : Total Quality & Safety 3.4. MSDS : Material Safety Data Sheet 4. Referensi
4.1. ISO 14001 : 1996 (E), section 4.4.6
4.2. CHIP 2 : The Chemicals (Hazard Information & Packaging for Supply) Regulations 1994
4.3. SPEN009 : Penangaan Informasi Bahan Kimia Berbahaya
4.4. SDEN009-01 : Klasifikasi dan Label Bahan kimia Beracun dan Berbahaya
4.5. SDEN010-01 : Penyimpanan Bahan Kimia 4.6. SPEN008 : Handling Solid and Liquid Wastes 4.7. SPST010 : Penanganan Bahan Mudah Terbakar 4.8. SPST012 : Standar Warna Pipa & Tangki
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/ 3 Penanganan Bahan Kimia dan Bahan Bakar
No: SPYZ006 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Designation Signature Date
Prepared by : Checked by : Approved by :
5. Prosedur & Tanggung Jawab
5.1. Untuk penanganan bahan kimia, mengikuti perhitungan dalam supporting document/proedure terkait (lihat SPST010 Penanganan Bahan Mudah Terbakar; SDEN010-01 Penyimpanan Bahan Kimia; SPST012 Standar Warna Pipa & Tangki) dan Internal MSDS.
5.2. Departemen terkait menyediakan:
5.2.1. Alat pelindung diri yang tepat seperti sarung tangan, masker, dan lain- lain.
5.2.2. Bahan penyerap untuk kejadian darurat (tumpahan atau kebocoran).
5.2.3. Kontainmen yang tepat untuk tumpahan atau kebocoran dari cairan.
5.2.4. Kontainmen kedua untuk cairan kimia berbahaya dengan syarat sebagai berikut :
1. Tangki yang terletak di luar ruangan :
- Tahan air, terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar - Kapasitas : min 110% dari kapasitas tangki (atau salah satu
yang terbesar jika dalam sebuah grup) 2. Tangki yang terletak di dalam ruangan :
- Tahan air, terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar - Kapasitas : min 20% dari kapasitas kontainer atau 110% dari
kapasitas salah satu kontainer terbesar (jika penyimpanan dalam grup)
3. Oli, oli bekas dan residu :
- Tahan air, terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar - Kapasitas : min 110% dari kapasitas penyimpanan
Kondisi dan ketersediaan dari fasilitas akan dicek secara berkala oleh departemen terkait.
5.3. Peringatan/tanda keamanan dipasang di area penyimpanan oleh departemen terkait (lihat SDEN009-01 Klasifikasi Label & Bahan B3)
5.4. Bahan kimia harus disimpan dalam kondisi yang sesuai, menuju ke Internal MSDS terkait, ketidaksesuaian material. Dalam kasus kebutuhan keuangan/teknis sulit untuk dipenuhi maka instruksi yang relevan dalam supporting document harus diterapkan untuk memastikan kontrol operasional atau pengawasan yang hati-hati.
5.5. Matriks dari ketidaksesuaian material/bahan kimia (Lihat SDEN010-01 Penyimpanan Bahan Kimia dan Bahan Bakar) adalah sebagai referensi untuk pemisahan bahan-bahan kimia. Hal ini untuk menghindari reaksi bahaya antara dua atau lebih bahan kimia dan mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 3/ 3 Penanganan Bahan Kimia dan Bahan Bakar
No: SPYZ006 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
5.6. Untuk memastikan penanganan yang tepat selama transportasi internal dan penyimpanan sementara, semua departemen yang terkait bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua kemasan/kontainer bahan kimia harus memiliki tanda bahaya yang sesuai.
5.7. Untuk bahan-bahan kimia termasuk gas yang dipasokkan secara langsung dari tangki truk oleh supplier ke tangki permanent kita, intruksi supporting document terkait harus dipersiapkan oleh departemen terkait untuk mengontrol proses pemuatan sehingga tumpahan, kebocoran atau kemungkinan lainnya dapat dicegah.
5.8. Kemasan dan container bahan kimia yang telah dipakai harus diidentifikasikan dan ditempatkan di area yang ditetapkan oleh departemen terkait. Jika perlu, perlakuan khusus (seperti dibersihkan) harus dilakukan sesuai dengan instruksi supporting document yang bersangkutan.
5.9. Dalam kasus tejadi kecelakaan, semua personel dan departemen terkait mengatasi kejadian dengan menurut instruksi Supporting Document bersangkutan, silakan mengarah ke :
1. SPEN011 : Garis Besar Kesiagaan dan Tanggap Darurat 2. SPST005 : Tanggap Darurat Kebakaran dan Ledakan 3. SPEN012 : Tanggap Darurat Tumpahan Oli dan BBM 4. SPEN013 : Tanggap Darurtat Tumpahan Bahan Kimia
5. SPEN014 : Tanggap Darurat Kebocoran Gas Berbahaya (CO2) 5.10. Semua karyawan, kontraktor dan sub kontraktor terlibat di semua aktifitas
yang terkait dengan bahan kimia bahaya, detraining sesuai dengan prosedur terkait, instruksi supporting document, internal MSDS, dan persiapan keadaan darurat dan prosedur tanggapan.
5.11. Departemen Logistik dan departemen pengembangan produk memeriksa jenis-jenis bahan kimia yang tidak jalan atau berjalan lambat untuk menemukan bahan kimia yang kadaluarsa untuk diatur. Kemudian bahan kimia yang kadaluarsa akan ditangani menurut SPEN008: Penanganan Limbah padat dan cair.
6. Rekaman 6.1. N/A
7. Lampiran 7.1. N/A
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/ 4 Penyimpanan Bahan Kimia
No: SPYZ008 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Menerangkan tata cara penyimpanan bahan kimia, bahan bakar atau dengan bahan lainnya untuk mengurangi potensi bahaya akibat kekeliruan penempatan.
2. Ruang Lingkup
Menjelaskan aturan penyimpanan bahan kimia serta kompatibelitas penyimpanan bila lebih dari satu jenis bahan kimia disimpan dalam suatu area penyimpanan bahan kimia maupun area kerja / produksi yang sama termasuk kompatibelitasnya dengan bahan lainnya.
3. Definisi
3.1. B3 : Bahan Beracun dan Berbahaya
3.2. Kompatibel : Sesuai atau dapat disimpan di lokasi yang sama dan berdekatan, sehingga tidak punya potensi untuk bereaksi yang menghasilkan panas, asap, gas atau substansi lain yang berbahaya.
3.3. Penampungan kedua (secondary containment) : penampungan di luar atau terpisah dari peanmpungan / wadah utama (primary containment).
4. Referensi
1.1. Key Industrial Catalogue 2000 / 2001 edition, Key Industrial Equipment Ltd.
1.2. Keselamatan dan Kesehatan pada Penggunaan Bahan-bahan Kimia di tempat kerja (Pedoman Pelatihan), Abu Bakar Che Man dan David Gold, DPP APINDO Jakarta.
1.3. 2000 International Fire Code, International Code Council Inc., USA 1.4. SPEN009 : Control of Chemical Hazard Information 1.5. SDEN009-01 : Klasifikasi dan Label Bahan Kimia Beracun dan
Berbahaya
1.6. SPEN010 : Penanganan Bahan Kimia dan Bahan Bakar 1.7. SPST010 : Penanganan Bahan Mudah Terbakar
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/ 4 Penyimpanan Bahan Kimia
No: SPYZ008 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
5. Matrik Kompatibelitas
1.8. Dalam menyimpan beberapa bahan kimia yang berbahaya (B3) dalam satu lokasi yang sama dengan jumlah lebih dari 2 kg/ 2 liter, maka harus mengikuti Matrik Kompatibelitas.
1.8.1. Arti dari kode (urut berdasarkan tingkat pembolehan) :
• OK : Oke, dapat disimpan bersama tanpa syarat
• BJ : Beri Jarak, pisahkan dengan jarak minimal 3 meter
• PK : Pisah Kompartemen, pisahkan di ruangan yang berbeda dalam bangunan penyimpanan yang sama (minimal dengan partisi tak mudah terbakar minimal setinggi 457 mm di atas tinggi material, atau dipisahkan oleh cabinet khusus bahan berbahaya)
• NOK : Not Oke, tidak diperbolehkan disimpan bersama 5.1.2. Sebagai tambahan, bahan yang mudah terbakar (combustible,
misal minyak tanah, solar, residu, kertas, debu, dan lain-lain) atau tidak boleh disimpan bersama dengan bahan yang bersifat mengoksidasi.
5.1.3. Lebih jauh lagi, bilamana bahan kimia tersebut memungkinkan terjadinya nyala api (flammable), maka bahan-bahan mudah terbakar (kertas, kayu, debu, solar, dan lain-lain) ditempatkan terpisah, hal itu untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hebat bila sudah ada nyala api dengan cara memisahkan bahan bakar (combustible substance).
6. Persyaratan Lokasi Penyimpanan dan Peralatan
6.1. Lokasi penyimpanan sedapat mungkin menyesuaikan dengan karakteristik bahan, sehingga mengurangi potensi bahaya yang mungkin timbul, misalnya : tempat yang sejuk, berventilasi baik, dan sebagainya.
6.2. Untuk bahan kimia cair berbahaya dan bahan baker, perlu dipersiapkan penampungan kedua (secondary containment), sebagai contoh :
• Tanggul beton di sekeliling wadah bahan
• Tatakan dari baja tahan karat / korosi (missal stainless steel)
• Parit yang bermuara ke pit (terpisah dari saluran air)
• Dasar pintu ruangan yang ditinggikan
6.3. Di setiap lokasi tersebut harus tersedia APAR / peralatan pemadam kebakaran yang memadai dengan jenis yang sesuai dengan karakter bahan kimia yang disimpan.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 3/ 4 Penyimpanan Bahan Kimia
No: SPYZ008 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.4. Untuk bahan kimia baik gas maupun cairan mudah menyala / terbakar, lihat cara penyimpanan di SPST010 Penanganan Bahan Mudah Terbakar.
6.5. Bila penyimpanan bahan kimia tersebut menggunakan tangki, maka pewarnaan tangki tersebut harus mengikuti prosedur SPST012 Standar Warna Pipa & Tangki.
6.6. Bahan kimia yang berada di area kerja diharapkan hanya sejumlah kebutuhan 1 hari bila memungkinkan, sedangkan sisanya disimpan di tempat khusus penyimpanan bahan kimia.
6.7. Wadah / container bahan kimia di tempat penyimpanan tak boleh nocor, berkarat, atau rusak, dan harus ditumpuk dengan baik sehingga terhindar dari kemungkinan jatuh.
6.8. Harus ada ventilasi udara yang cukup untuk menjaga bila ada kebocoran uap berbahaya akan diencerkan dan dihilangkan, sehingga terhindar konsentrasi uap yang dapat menyebabkan keracunan ataupun kebakaran / ledakan.
7. Rekaman Lingkungan
6.9. Storage Comparison List (Lihat SPEN001 : Identifikasi Aspek Dampak)
8. Lampiran
6.10. Matrik Kompatibelitas
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 4/ 4 Penyimpanan Bahan Kimia
No: SPYZ008 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
Lampiran 8.1. Matriks Kompatibelitas
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Mencegah terjadinya kebakaran, ledakan, dan kerugian properti atau kecelakaan akibat penanganan, penggunaan dan penyimpanan cairan dan gas mudah menyala/terbakar yang tidak aman.
2. Ruang Lingkup
Mengidentifikasi dan pelabelan bahan mudah tebakar, praktek yang aman dalam penyimpanan, pemindahan dan penggunaan, sumber-sumber penyalaan, lokasi penyimpanan dan pengendalian terhadap kebakaran dari gas atau cairan yang mudah menyala/terbakar yang digunakan PT. YZ.
3. Referensi
3.1. Permenaker No. 05/MEN/1996 sub elemen 9.3 3.2. NFPA
4. Definisi
4.1. Titik nyala (flash point) : suhu terendah dimana cairan memberikan uap yang cukup pada permukaannya sehingga campuran tersebut dapat menyala.
4.2. Titik bakar sendiri (Auto Ignition Temperature = AIT) : suhu dimana suatu zat dapat menyala dengan sendirinya dan terus terbakar tanpa ada api dari luar.
4.3. Titik didih : suhu dimana cairan mendidih pada tekanan atmosfir.
4.4. Titik bakar (fire point) : suhu terendah dimana suatu zat (bahan bakar) cukup mengeluarkan uap dan terbakar (menyala terus menerus) bila diberi sumber panas.
4.5. Bonding : struktur fasilitas atau peralatan dibuat secara permanen dimana logam yang satu dengan yang lain dihubungkan antara dua kontainer dan disamakan tegangannya untuk mencegah timbulnya bunga api akibat listrik statis.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
Designation Signature Date
Prepared by : Checked by : Approved by :
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
4.6. Klasifikasi cairan :
a. Cairan yang mudah menyala (flammable liquid)
Kelas IA : cairan dengan titik nyala dibawah 9 0C dan titik didih di bawah 240C (Contoh : methyl ethyl ether)
Kelas IB : cairan dengan titik nyala di bawah 9 0C dan titik didih pada atau di atas suhu 24 0C (Contoh : bensin, ethyl alcohol)
Kelas IC : cairan dengan titik nyala pada atau diatas 9 0C dan dibawah 24 0C (Contoh : dibutyl ether)
b. Cairan yang mudah terbakar (combustible liquid)
Kelas II, : cairan dengan titik nyala pada atau di atas 24 0C dan di bawah 46 0C (Contoh : minyak tanah)
Kelas IIIA : cairan dengan titik nyala pada atau di atas 46 0C dan di bawah 80 0C (Contoh : minyak solar)
Kelas IIIB : cairan dengan titik nyala pada atau di atas 80 0C (Contoh : minyak mentah atau paraffin)
4.7. Grounding : penghubung antara kontainer dengan bumi / tanah, dihubungkan dengan kabel atau plat tembaga atau kuningan, untuk mencegah timbulnya bunga api lsitrik statis.
4.8. Klasifikasi gas menurut sifat dan potensi bahayanya:
a. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik / kekurangan zat asam (asphyxian gases), misalnya : nitrogen, karbondioksida, dan gas mulia (argon, kripton).
b. Kelompok gas mudah terbakar dan atau meledak (flammable and or explosive gases), misalnya : hidrogen, asetilen dan gas-gas hidrokarbon (metana).
c. Kelompok gas menyengat (corrosive gases), misalnya : sulfur dioksida.
d. Kelompok gas pengoksida, misalnya : oksigen termasuk udara tekan e. Kelompok gas campuran (mixed gases), misalnya : campuran gas
10% karbon monoksida dan 90% argon, campuran gas mudah terbakar dengan gas beracun, dan lain-lain.
5. Tanggung Jawab
5.1. Manajer Departemen Warehouse bertanggung jawab bahwa prosedur ini dijalankan dalam area kerjannya.
5.2. Supervisor Warehouse bertanggung jawab dalam mengawasi pelaksanaan prosedur ini dan memberikan pelatihan cara penanganan yang aman dalam menangani bahan-bahan ini.
5.3. Pekerja bertanggung jawab mematuhi ketentuan dalam prosedur ini saat bekerja dengan bahan-bahan ini.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 3/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6. Prosedur
6.1. Identifikasi dan Pelabelan
6.1.1. Cairan Mudah Menyala dan Terbakar
Tangki atau kaleng (safety can) yang mudah dipindah dipakai untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar atau menyala, dicat warna merah. Tangki atau kaleng tersebut diberi tanda strip kuning atau diberi nama isi cairan dengan warna kuning.
6.1.2. Gas-gas yang dikemas dalam tabung baja harus dipastikan kode warna, seperti berikut :
a. Kelompok gas yang dapat menyebabkan tercekik / kekurangan zat asam dicat warna abu-abu.
b. Kelompok gas mudah terbakar dan atau meledak dicat warna merah, kecuali elpiji dicat warna biru dengan tanda merah pada bagian sekeliling katup.
c. Kelompok gas menyengat (corrosive gases) dicat warna kuning muda.
d. Kelompok gas pengoksida dicat warna biru muda.
e. Kelompok gas campuran (mixed gases) dicat warna sesuai jenis gas yang dicampurkan.
f. Selain kode warna yang ada, pada bagian badan tabung baja, harus diberi tulisan nama gas yang diisikan, dibuat dengan sablon warna hitam.
6.2. Penyimpanan
6.2.1. Penyimpanan Cairan Mudah Terbakar dan Menyala a. Penyimpanan dalam ruangan
• Penyimpanan untuk cairan kelas I seperti bensin hanya dapat dilakukan dalam ruang penyimpanan khusus.
• Cairan kelas I disimpan dalam kaleng dengan kapasitass maksimal 20 liter dapat diletakkan di luar ruang penyimpanan yaitu di dalam lemari khusus kapasitas maksimal 450 liter.
• Bila terdapat tiga lemari penyimpanan cairan maka tidak dibolehkan diletakkan dalam satu daerah yang rawan kebakaran, kecuali dipisahkan jaraknya minimal 30 meter.
• Penyimpanan cairan kelas II dan III seperti minyak tanah dan solar dengan kapasitas lebih dari 2500 liter hanya diperbolehkan dalam ruang / tangki penyimpanan khusus b. Penyimpanan dalam jumlah besar (Bulk Storage)
Cairan mudah terbakar dengan jumlah besar (lebih dari 400 liter) seperti nitrogen cair dan oksigen cair, disimpan pada tangki penyimpanan yang terletak di luar gedung yang terpisah. Tangki ini berjarak minimal 30 meter dari gedung utama dan diberi pagar / pembatas.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 4/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.2.2. Penyimpanan Gas Mudah Menyala, Terbakar dan Meledak a. Gas Oksigen
Tabung baja untuk menyimpan oksigen harus dijaga dalam kondisi bersih, berada ditempat yang sejuk, kering, berventilasi baik, berada pada area dengan resiko kebakaran rendah, jauh dari material-material bias terbakar dan silinder gas asetilen, elpiji atau gas-gas yang mudah terbakar lainnya.
Lindungi kondisi tabung dari kerusakan fisik. Suhu silinder tidak boleh lebih dari 52 0C.
b. Gas Asetilen
Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik.
c. Gas Hidrogen
Tabung hidrogen dijaga dalam kondisi bersih, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, berada pada area dengan resiko kebakaran rendah, jauh dari material-material bias terbakar, agen oksida, dan sumber panas. Penyimpanan terpisah dari oksigen, temperatur tabung tidak boleh lebih dari 52 0C.
6.3. Pemindahan dan Penggunaan Cairan Mudah Menyala dan Terbakar 6.3.1. Pada setiap katup di drum atau tangki penyimpanan cairan
diletakkan wadah untuk menampung tetesan sisa cairan. Wadah ini agar dijauhkan dari sumber-sumber api.
6.3.2. Kabel grounding harus selalu tersedia dan dipasang secara benar pada drum atau tangki selama digunakan.
6.3.3. Sebelum drum atau tangki logam diisi dengan cairan, maka kabel grounding harus selalu dipasang secara benar pada drum atau tangki tersebut.
6.3.4. Drum atau tangki yang dapat terisi kembali secara otomatis dengan pergantian aliran / float switch serta digerakkan dengan katup dan pompa, dilengkapi dengan alarm dan pipa untuk menyalurkan aliran cairan ke lokasi lain yang aman bila terjadi aliran yang berlebihan (overflow).
6.3.5. Bilamana melakukan pengisian dan pengosongan tangki kapasitas lebih dari 200 liter dapat dilakukan dengan tekanan gravitasi atau sistem pemompaan. Semua sistem pompa harus sesuai dengan standar keselamatan dan pencegahan kebakaran.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 5/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.4. Pembersihan Tangki tempat Penyimpanan Cairan Mudah Menyala dan Terbakar
6.4.1. Apabila pembersihan akan dilakukan maka perlu diterbitkan ijin kerja / work permit untuk bekerja pada ruangan tertutup.
6.4.2. Setelah ijin kerja diterbitkan maka dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah ruangan aman untuk dimasuki. Pengujian meliputi kandungan gas, uap, endapan dan cukup tidaknya suplai oksigen.
6.4.3. Jika suplai oksigen tidak cukup atau masih terdapat uap atau gas yang berbahaya maka pekerja yang melakukan pembersihan menggunakan alat bantu pernapasan.
6.4.4. Selama melakukan pembersihan pekerja ditemani oleh seorang petugas yang mengawasinya. Jika ada bahaya lsitrik statis elama permbersihan maka tangki perlu dihubungkan ke tanah (grounding).
6.5. Penggunaan dan Pemindahan Gas Mudah Menyala, Terbakar dan Meledak
6.5.1. Gas Oksigen
a. Tekanan aman maksimum untuk penggunaan oksigen dalam tabung diperkenankan hanya 60 psi.
b. Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman,
c. Jangan gunakan oksigen sebagai angin tenaga pada peralatan pneumatic atau digunakan untuk membersihkan peralatan atau untuk membuang debu pada pakaian.
6.5.2. Gas Asetilen
a. Tekanan penggunaan asetilen yang aman dalam tabung diijinkan hanya 15 psi.
b. Jangan gunakan kawat tembaga untuk menyambung koneksi- koneksi pipa dan selang gas asetilen.
c. Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman.
d. Hindari terjadinya arus api balik (flash fire back) dalam cutting torch dengan mengikuti prosedur menghidupkan dan mengatur api secara benar.
e. Sediakan tempat kerja yang berventilasi baik.
6.5.3. Gas Elpiji / LPG (Liquid Petroleum Gas)
a. Jaga agar tabung berdiri tegak dan terikat aman.
b. Sediakan temapt kerja yang berventilasi baik.
c. Simpan tabung di tempat yang teduh / dingin, tidak ada percikan api dan daerah bebas rokok.
d. Tutup katup bila tidak digunakan atau bila sudah kosong.
e. Bilamana ada kebocoran di ruang tertutup jangan hidupkan alat-alat listrik atau mesin-mesin.
f. Bila katup rusak, jangan dicoba untuk dioperasikan.
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 6/ 6 Penanganan Bahan Mudah Terbakar
No: SPYZ009 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
6.5.4. Pemindahan Tabung-tabung Gas
a. Semua tabung gas harus dilindungi dari penyerapan panas yang berlebihan, dan diletakkan dengan posisi mantap terikat atau dimasukkan dalam rak yang dapat dipindahkan agar tidak ajtuh atau terguling.
b. Saat pengangkutan, tabung-tabung gas harus terikat aman, dan tidak boleh diangkut dengan memakai tali, kabel atau rantai.
c. Dilarang memindahkan gas asetilen dari suatu tabung ke tabung yang lain, atau mencampurnya dengan gas lain di dalam tabung.
6.6. Sumber Penyalaan
6.6.1. Uap cairan akan ada pada lokasi penymipanan cairan mudah terbakar dan menyala. Tindakan pencegahan terhadap timbulnya kebakaran perlu diambil dengan menghilangkan atau mengendalikan sumber penyalaan, api rokok, pengelasan dan pemotongan, permukaan panas, bunga api karena gesekan, loncatan listrik dari sumber arus listrik, sumber penyalaan spontan, kompresi campuran zat mudah terbakar, loncatan listrik dari listirk statis, dan lain-lain.
6.6.2. Semua plant dan kantor dinyatakan daerah larangan merokok, kecuali tempat khusus yang disediakan.
6.7. Ketentuan Pengendalian terhadap Kebakaran
6.7.1. Ruangan penyimpanan dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) media karbon dioksida (CO2) atau tepung kimia kering dengan jumlah yang memadai dan sesuai.
6.7.2. Penyediaan air dengan volume dan tekanan yang cukup untuk hidran dan hose reel yang ada dipastikan berjalan baik dengan dilakukan pemeriksaan secara berkala minimal setiap bulan. Minimal satu tempat selang yang telah dihubungkan dengan sumber air terletak pada jarak 30 meter dari ruang penyimpanan cairan dan gas mudah terbakar.
6.7.3. Memisahkan cairan atau gas mudah terbakar dari sumber- sumber penyalaan yang potensial, memelihara peralatan- peralatan listrik sistem tertutup untuk menghindari loncatan listrik.
7. Lampiran N/A
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 1/ 6 Pengontrolan Informasi Bahan Kimia Berbahaya
No: SPYZ007 Revision: 00 Issued: Doc. Cont:
1. Maksud
Untuk mengurangi atau mencegah dampak penting terhadap lingkungan karena adanya kesalahan penanganan bahan kimia
2. Ruang Lingkup
Prosedur ini digunakan sebagai panduan dalam mengontrol informasi tentang bahan kimia berbahaya yang digunakan di PT. YZ, yang dapat memberikan dampak penting terhadap lingkungan termasuk penanganan bahan kimia.
3. Definisi
3.1. ER : Environmental Representative 3.2. EE : Environmental Engineer 3.3. TQS : Total Quality & Safety 3.4. MSDS : Material Safety Data Sheet
4. Referensi
4.1. ISO 14001 : 1996 (E), section 4.4.6
4.2. SDEN009-01 : Klasifikasi dan Label Bahan Kimia Beracun dan Berbahaya 4.3. SPEN010 : Penanganan Bahan Kimia dan Bahan Bakar
PT. YZ Tbk. Standard Procedure Halaman 2/ 6 Pengontrolan Informasi Bahan Kimia Berbahaya
Designation Signature Date
Prepared by :
Checked by :
Approved by :