DEWAN KOMISARIS
D. Kegiatan Usaha
12. Tanggung Jawab Sosial Perseroan (Corporate Social Responsibility atau CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perseroan menjadi komitment dalam penerapan bisnis berkelanjutan untuk mencapa kinerja yang optimal dalam melibatkan stakeholders secara signifikan. Berdasarkan pada prinsip triple bottom line, Perseroan menempatkan setiap stakeholders secara proposional sesuai peran dan fungsinya, baik yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan operasional Perseroan. Demi tercapainya tujuan bersama, Perseroan selalu mempertimbangkan stakeholder sebagai bagian penting operasional Perseroan. Melalui berbagai upaya, Perseroan mampu menyelaraskan arah strategi usaha dengan kebutuhan dan harapan setiap stakeholders. Perseroan percaya dengan melibatkan serta mendengar aspirasi stakeholders, Perseroan akan terus tumbuh berkembang dan merealisasikan keberlanjutan usaha.
Pada tahun 2015 dan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2016, program CSR Perseroan terfokus pada kegiatan kepada masyarakat dan lingkungan. Hal ini menjadi bukti komitmen Perseroan dalam membangun kepedulian seiring jalannya operasional Perseroan.
Bulan Kegiatan
Maret 2015 Pemberian 200 paket sembako dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja Karawang
April 2015 Kegiatan Funwalk Artha Graha Peduli dan Komunitas Gerakan Peduli Anak Indonesia
Mei 2015 Partisipasi dalam acara Ayo Bangkit Budaya Bersama Majalah Puan Pertiwi Juni 2015 Kegiatan Pasar Murah Ramadhan 2015
Juli 2015 Kegiatan sosial tanggap bencana dalam rangka membantu korban bencana erupsi Gunung Sinabung di Medan
Agustus 2015
Kegiatan operasional penanaman pohon disekitar perumahan pengungsi erupsi Gunung Sinabung
September 2015
Kegiatan pembelian hewan kurban dalam rangka Idul Adha 2015
Oktober 2015
Kegiatan sembako gratis dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-70 di Banjarmasin
November 2015
Partisipasi dalam acara Gerakan Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Desember 2015
Kegiatan Pasar Murah Akhir Tahun 2015
Januari 2016 1. Kegiatan Pasar Murah dalam rangka Imlek 2016
2. Kegiatan Pasar Murah dalam rangka kerja sama dengan Brigif 3 Marinir Lampung
Februari 2016
1. Lanjutan Kegiatan Pasar Murah dalam rangka Imlek 2016.
Bulan Kegiatan
kerjasama dengan pangdam VII Wirabuana di Manado.
3. Dalam rangka Hari Sampah melakukan aksi bersih-bersih di seluruh Cabang Perseroan.
4. Pembagian sembako gratis untuk korban banjir di Pekan Baru. 5. Pembagian sembako gratis untuk korban banjir di Pangkal Pinang. 6. Penanaman Pohon dalam rangka Hari Pers Nasional di Lombok.
Maret 2016 1. Kegiatan Baksos Pengobatan Gratis dan Pembagian 1.000 paket sembako gratis di Subang Kerja sama dengan Marinir.
2. Kegiatan Pasar Murah Sembako 1.000 paket kerja sama dengan TNI AD di Sesko Bandung.
3. Kegiatan Pembagian 2.644 paket Sembako gratis untuk anggota TNI kerjasama dengan pangdam VII Wirabuana di Sidrap, Palu, dan Makassar.
4. Kegiatan Penanaman Pohon Mangrove di Kp. Garapan, Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kab.Tangerang kerja sama dengan Univ.Trisakti.
April 2016 Kegiatan Pembagian 1.740 paket Sembako gratis untuk anggota TNI kerjasama dengan pangdam VII Wirabuana di Todopolli (Watampone) dan Morowali.
Mei 2016 Persiapan Kegiatan Pasar Murah Ramadhan 2016. Juni 2016
1.
Kegiatan Pasar Murah Ramadhan 2016.2.
Kegiatan operasi pasar daging dalam rangka membantu pemerintah untuk menstabilkan harga daging.Juli 2016 1. Lanjutan Kegiatan Pasar Murah dalam rangka Ramadhan 2016.
2. Lanjutan kegiatan operasi pasar daging dalam rangka membantu pemerintah untuk menstabilkan harga daging.
Agustus 2016
Persiapan kegiatan idul adha 2016
September 2016
1.
Kegiatan aksi bersih-bersih di seluruh cabang BAG dalam rangka HUT BAG.2.
Kegiatan bantuan hewan qurban ke seluruh kota yang terdapat cabang BAG dalam rangka Idul Adha 2016.3.
Kegiatan bantuan bencana Banjir di Garut, pembuatan tenda dan penyaluran bantuan untuk korban banjir.Bulan Kegiatan
Korem di Manado.
5.
Kegiatan Pasar Murah dalam rangka HUT TNI ke 70 kerja sama dengan Kodim BekasiLandasan hukum pelaksanaan program CSR Perseroan mengacu kepada aturan dan perundang-undangan sebagai berikut:
Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) tercantum dalam Bab V Pasal 74 ayat 1 dimana Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan;
Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan;
Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2012 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran;
Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/2014 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran;
Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/16/DKSP tentang Tata Cara Pelaksanaan Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran, Prosedur Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Nasabah;
Pedoman Kebijakan Perusahaan (PKP) Nomor 0023.01.0 tentang Tanggung Jawab Sosial Perseroan.
Pelaksanaan program CSR didasarkan juga pada prinsip GCG yaitu akuntabilitas, transparansi, perilaku etis, penghormatan kepada kepentingan stakeholders kepatuhan terhadap hukum, penghormatan kepada norma perilaku internasional dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) serta konsep triple bottom line dengan menjaga keseimbangan dalam menghasilkan keuntungan (profit), keterlibaan dalam mengupayakan kesejahteraan masyarakat (people) dan berkontribusi aktif menjaga kelestarian lingkungan (planet).
3. KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
A. Kecenderungan dan Prospek Usaha
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,1% (lima koma satu persen) pada tahun 2016 dan 5,3% (lima koma tiga persen) di tahun 2017 mendatang. Konsumsi masyarakat diperkirakan akan lebih kuat. Pertumbuhan akan bergantung pada investasi swasta, yang menyambut baik serangkaian paket kebijakan ekonomi Pemerintah.
Bank Indonesia berkeyakinan prospek ekonomi Indonesia akan kembali membaik dengan ditopang struktur ekonomi yang lebih sehat, seimbang, dan berdaya tahan. Optimisme terhadap ketahanan ekonomi tidak terlepas dari komitmen bersama untuk terus mempercepat dan melaksanakan reformasi struktural secara berkelanjutan, konsisten, dan bersinergi antar sektor. Bank Indonesia memproyeksikan bahwa di tahun 2016 perbaikan perekonomian domestik akan berlanjut dan membawa pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 - 5,6% (lima koma dua – lima koma enam persen). Perbaikan ini dalam pandangan Bank Indonesia akan ditopang permintaan domestik terutama dari sisi investasi, mengingat kondisi eksternal belum pulih secara signifikan.
Sejalan dengan prospek perbaikan ekonomi, pertumbuhan kredit dan pembiayaan perbankan pada tahun 2016 diperkirakan dalam kisaran 12 - 14% (dua belas – empat belas persen) yang ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga dalam kisaran 13-15% (tiga belas – lima belas persen). Adanya wacana Pemerintah dan OJK untuk menurunkan suku bunga kredit menjadi single digit
dan membatasi net interest margin (NIM) perbankan akan mempengaruhi potensi pendapatan bank-bank nasional termasuk Perseroan. Untuk mengantisipasi potensi penurunan pendapatan maka Perseroan akan mengoptimalkan jaringan kantor yang ada untuk menghimpun dana pihak ketiga, khususnya giro dan tabungan, sehingga akan dapat menurunkan biaya bunga (cost of fund). Dengan adanya penurunan biaya bunga tersebut, tentunya dapat mendukung ekspansi penyaluran kredit kepada para debitur dengan tingkat suku bunga pinjaman yang lebih kompetitif.
B. Strategi Usaha
Semakin ketatnya persaingan di sektor perbankan, tidak hanya mendorong Perseroan untuk menciptakan strategi bisnis yang efisien dan efektif, tetapi juga mendorong Perseroan untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa layanan perbankan sebagai sumber non-interest earning income. Nasabah adalah faktor terpenting bagi Perseroan dalam menunjang keberhasilan usahanya. Oleh karena itu, Perseroan berusaha untuk lebih meningkatkan jasa perbankan dengan memberikan pelayanan yang prima dan berkualitas, sehingga Perseroan dapat meningkatkan daya saingnya terhadap bank-bank lain.
Perseroan melakukan penyaluran kredit ke berbagai kegiatan usaha utama Perseroan, yakni kepada perusahaan pembiayaan, properti, perdagangan dan distribusi, industri kehutanan, industri pariwisata, jasa pengangkutan dan pergudangan, serta pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan perumahan. Perseroan juga sedang mempersiapkan strategi penyaluran kredit yang dialokasikan pada sektor usaha kecil menengah dan sektor konsumsi, sektor retail dan korporasi. Kebijakan perkreditan akan lebih diarahkan agar dapat memberikan solusi bagi kebutuhan usaha nasabah.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya, Perseroan telah mencanangkan beberapa strategi bisnis dan pengembangan usaha dalam usahanya menghadapi kompetisi dengan bank- bank lainnya.
Dengan penuh keyakinan dan optimisme, dalam tahun 2016 Perseroan merencanakan mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat organisasi, mengoptimalkan jaringan kantor yang ada, serta meningkatkan volume usaha dengan tetap berazaskan pada prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan senantiasa melaksanakan praktek tata kelola perusahaan yang baik. Sesuai dengan visi dan misi serta memperhatikan skala bisnis saat ini, Perseroan dalam jangka pendek dan menengah masih memfokuskan usahanya pada peningkatan pertumbuhan usaha dan optimalisasi jaringan kantor serta mendorong penerapan good corporate governance dan manajemen risiko secara lebih memadai.
Arah Kebijakan Perseroan
Kebijakan Perseroan dalam jangka pendek diarahkan untuk mendorong:
1. Peningkatan volume usaha dengan peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan dana melalui spreading risiko yang lebih menyebar.
2. Optimalisasi bisnis dari jaringan kantor yang ada.
Kebijakan Perseroan dalam jangka menengah diarahkan untuk mendorong:
1. Penerapan yang lebih memadai dari manajemen risiko, good corporate governance, sistem pengendalian internal dan fungsi kepatuhan.
2. Melanjutkan program penyempurnaan infrastruktur Perseroan yang mencakup organisasi, SDM, dan sistem.
Langkah-langkah Strategis yang akan ditempuh Perseroan
1. Peningkatan Volume Bisnis
a. Peningkatan dan fokus pada aktivitas bisnis sesuai dengan segmentasi pasar yang dituju disertai sistem kontrol yang memadai.
b. Perekrutan tim bisnis (marketing force) yang memiliki customer based untuk mendorong pencapaian target bisnis.
c. Peningkatan mutu layanankepada nasabah melalui program service excellence ke semua kantor.
d. Pengembangan produk-produk yang sesuai dengan segmentasi pasar. e. Peningkatan kontribusi sumber pendapatan dari Treasury.
2. Penyempurnaan Infrastruktur Perseroan
a. Organisasi yang senantiasa disempurnakan sesuai dengan perkembangan perusahaan dan searah dengan sasaran yang ingin dicapai.
b. Penyempurnaan TSI, operasional dan akuntansi, agar operasional Perseroan dapat lebih lancar, efisien, dan akurat.
c. Peningkatan kompetensi dan kemampuan SDM yang lebih profesional dan handal. 3. Peningkatan Sistem Pengendalian Internal dan Fungsi Kepatuhan
a. Penerapan manajemen risiko dan kepatuhan yang lebih memadai. b. Peningkatan sistem pengendalian internal sejalan perluasan bisnis. c. Penyempurnaan penerapan good corporate governance.
Keterbukaan Informasi
Sebagai bagian dari praktek tata kelola perusahaan, aspek transparansi merupakan hal yang sangat penting dalam membangun cara pandang dan pemahaman yang sama dari pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) terhadap kinerja Perseroan.
Untuk itu, secara teratur Perseroan menyampaikan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai kinerja keuangan maupun perkembangan penting lainnya yang terjadi pada Perseroan melalui berbagai media, yaitu:
Laporan Tahunan (Annual Report);
Laporan Keuangan berkala (secara bulanan, triwulanan, dan semesteran);
Paparan Publik (Public Expose);
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS); dan
IX.
EKUITAS
Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan yang bersumber dari laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Armanda & Enita, ditandatangani oleh Rudy Armanda, dalam laporannya tertanggal 3 November 2016, menyatakan opini tanpa modifikasian dengan paragraf penekanan suatu hal mengenai reklasifikasi akun-akun tertentu pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 dan paragraf hal-hal lain mengenai (a) laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut diaudit oleh auditor independen lain, yang seluruhnya menyatakan opini tanpa modifikasian atas laporan keuangan tersebut masing-masing tertanggal 22 Maret 2016 dan 18 Maret 2015, dan (b) laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015, yang disajikan sebagai angka-angka komparatif terhadap laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, tidak diaudit atau direviu dan (c) penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut dengan perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 telah diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara, ditandatangani oleh Riani, dalam laporannya masing- masing tertanggal 22 Maret 2016 dan 18 Maret 2015, menyatakan opini tanpa modifikasian.
Tabel ekuitas yang disajikan telah sesuai dengan laporan keuangan dan rincian dari ekuitas tersebut adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
2015 2014
Modal Saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
1.451.228 1.451.228 1.451.228
Tambahan modal disetor - neto 416.922 416.922 416.922
Surplus revaluasi aset tetap -neto 1.303.818 - -
Keuntungan yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual
– setelah pajak tangguhan 15 - -
Saldo laba
Belum ditentukan penggunaannya 948.612 897.620 822.856 Jumlah Ekuitas 4.120.595 2.765.770 2.691.006
Keterangan
30 Juni 2016
31 Desember
Perseroan mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK pada tanggal 17 Oktober 2016 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melaksanakan PUT V dalam rangka penerbitan HMETD atas saham yang terdiri dari sebanyak 2.707.918.808 (dua miliar tujuh ratus tujuh juta sembilan ratus delapan belas ribu delapan ratus delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp110,88 (seratus sepuluh koma delapan puluh delapan Rupiah) dan sebanyak 4.513.198.013 (empat miliar lima ratus tiga belas juta seratus sembilan puluh delapan ribu tiga belas) Waran Seri I yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD.
Seandainya peningkatan Modal Disetor melalui PUT V terjadi pada tanggal 30 Juni 2016, maka struktur ekuitas Perseroan secara proforma pada tanggal tersebut di atas adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah) KETERANGAN Modal Saham – Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan Modal Disetor - Neto Surplus Revaluasi Aset Tetap Keuntungan yang Belum Direalisasi atas Perubahan Nilai Wajar Efek-
efek dalam Kelompok Tersedia Untuk Dijual – Setelah Pajak Tangguhan Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya Jumlah Ekuitas Neto
Posisi ekuitas menurut laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2016 dengan modal dasar
Rp 5.800.132,8 juta 1.451.228 416.922 1.303.818 15 948.612 4.120.595 Perubahan ekuitas setelah
tanggal 30 Juni 2016 jika diasumsikan pada tanggal tersebut dillaksanakan.
PUT V sebanyak 2.707.918.808 saham dengan nilai nominal Rp 110,88 dan harga penawaran Rp 111,00 per saham dengan mendapatkan sebanyak 4.513.198.013 Waran
Seri I 300.254 325 - - - 300.579
Konversi seluruh Waran Seri I sejumlah 4.513.198.013 waran menjadi 4.513.198.013 saham dengan nilai nominal Rp 110,88 dan harga pelaksanaan
Rp 111,00 per saham 500.423 542 - - - 500.965
Biaya emisi saham - (3.670) - - - (3.670)
Proforma ekuitas pada tanggal 30 Juni 2016 setelah Penawaran Umum