• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

2.4.1. Tantangan Pengembangan Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jombang

1. Sarana prasarana yang kurang memadai untuk menunjang tupoksi;

2. Pelaksanaan manajemen pembangunan, pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa yang belum optimal;

3. Rendahnya kualitas dan peran aktif dari masyarakat dalam upaya pembangunan;

4. Belum berkembangnya usaha ekonomi serta penguatan lembaga keuangan mikro formal yang belum optimal;

5. Pemanfaatan teknologi tepat guna yang masih rendah;

6. Partisipasi kelembagaan masyarakat yang masih rendah dalam pelaksanaan pembangunan

7. Penanganan program kemiskinan dan pengangguran secara umum yang belum menyeluruh;

8. Belum siapnya penyelenggara pemerintahan desa dalam menjalankan amanat UU Desa;

9. Belum optimalnya program strategis dalam percepatan pembangunan desa.

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB II - 22

2.4.2. Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jombang

1. Tingginya tuntutan masyarakat desa terhdap layanan publik dan pembangunan;

2. Dinamika pembangunan yang pesat dan kompleks;

3. Masyarakat pedesaan yang semakin cerdas dan kritis;

4. Banyak potensi pedesaan yang dapat dikembangkan;

5. Kecukupan sumberdaya anggaran untuk pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa.

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 1

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA

KABUPATEN JOMBANG

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Berikut disampaikan permasalahan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi BPMPD :

1. Kurangnya partisipasi masyarakat sebagai kader posyandu, kualitas kemampuan dan ketrampilan kader posyandu belum Optimal

2. Sistem Informasi Posyandu (SIP) belum tertib sehingga ada sasaran yang belum terpantau

3. Kegiatan yang dikelola posyandu bersifat monoton, menjadi tidak menarik bagi masyarakat untuk datang ke posyandu

4. Lemahnya kapasitas masyarakat desa/kel terhadap pemanfaatan potensi sumber daya produktif dalam usaha ekonomi produktif

5. Masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jombang

6. Rendahnya kualitas pelaksanaan musyawarah pembangunan desa

7. Kurangnya peran dan fungsi kelembagaan program dalam pelestarian hasil kegiatan

8. Kurangnya efektifitas dan efisiensi pengelolaan dana bergulir di Unit Pengeola Keuangan dan Usaha (UPKu), Badan Kredit Desa (BKD) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK).

9. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian tanggul sungai Brantas

10. Lemahnya peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa 11. Rendahnya kapasitas kelembagaan Masyarakat di Pedesaan

12. Belum optimalnya pelayanan pemerintahan Desa

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 2

13. Belum optimalnya pengelolaan data potensi dan perkembangan Desa/Kelurahan

14. Belum optimalnya promosi dan kualitas Teknologi Tepat Guna (TTG).

15. Pelaksanaan manajemen pembangunan, pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa yang belum optimal;

16. Belum optimalnya penguatan lembaga keuangan mikro formal;

17. Belum siapnya penyelenggara pemerintahan desa dalam menjalankan Amanat UU Desa;

18. Belum Optimalnya program Strategis dalam percepatan pembangunan Desa.

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Bupati dan Wakil Bupati Sesuai dengan Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih yaitu “Jombang Sejahtera Untuk Semua” dan beberapa Misi, yaitu :

1. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial dan Beragama 2. Mewujudkan Layanan Dasar yang terjangkau

3. Meningkatkan Perekonomian Daerah yang Berdaya saing dan Merata 4. Meningkatkan Kualitas Infrastruktur dan Lingkungan Hidup

5. Mewujudkan tata kelola pemerintah yang Baik dan bersih

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 3

Mengacu pada poin-poin visi misi di atas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa berkewajiban untuk turut serta dalam mewujudkan poin misi ke 3 dan Misi ke 5 sebagaimana matriks berikut :

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 4

MISI 3. MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH YANG BERDAYA SAING DAN MERATA

Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Strategi Program Indikator Kinerja Program

1 Persentase desa memiliki BUMDes Pengembangan lembaga

ekonomi masyarakat Desa

Peningkatan Keberdayaan Lembaga Kemasyarakatan

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 5

Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Strategi Program Indikator Kinerja Program

MISI 5. MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH

2 Meningkatkan

12218 Peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 6

3.3. Telaah Renstra Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Berikut adalah poin-poin sasaran strategis yang diangkat dalam Renstra Kementrian Dalam Negeri, Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa :

1. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan Pemerintahan Desa;

2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pembangunan desa;

3. Meningkatnya kegiatan Ekonomi Produktif Masyarakat Desa;

4. Dukungan pengentasan daerah tertinggal dan pasca bencana melalui pemantapan Program NasionalPemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP);

5. Meningkatnya Pengembangan Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat; dan

6. Meningkatnya Pengelolaan Sumberdaya alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna.

3.4. Telaahan Renstra Bapemas Provinsi Jawa Timur

Berikut adalah poin poin sasaran strategis yang diangkat dalam Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur, yang secara keseluruhan relevan dengan keadaan serta isu strategis yang ada di Kabupaten Jombang. Sasaran pembangunan yang dilaksanakan Bapemas Provinsi Jawa Timur adalah :

1. Peningkatan keswadayaan dan partisipasi masyarakat, dilaksanakan melalui penguatan peran kelembagaan masyarakat sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan ; forum musyawarah perencanaan pembangunan di setiap level pemerintahan secara berjenjang ; pemantapan sistem pendataan profil desa/kelurahan dan pengembangan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan pembangunan.

2. Pemantapan kehidupan Sosial Budaya Masyarakat, dilaksanakan melalui pemantapan nilai-nilai budaya dan penguatan lembaga adat ; peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat khususnya bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung.

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 7

3. Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat, dilaksanakan melalui peningkatan keberdayaan keluarga miskin, peningkatan kemandirian masyarakat dan peningkatan efektivitas pelaksanaan program/kegiatan.

4. Peningkatan pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna dan Peningkatan pemanfaatan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan, dilaksanakan melalui peningkatan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam, pemasyarakatan dan pendayagunaan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat dalam mengelola potensi sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan, dan pengembangan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan prasarana dan sarana skala kecil sesuai kebutuhan masyarakat.

5. Peningkatan kemandirian masyarakat dilaksanakan melalui penguatan tata kelola kelembagaan masyarakat (community capacity building); pemantapan sistem pendataan profil desa/kelurahan; pemantapan kualitas sumberdaya manusia; pengembangan KPM sebagai fasilitator pembangunan, kader wirausahawan dan kader mandiri di desa; pemberdayaan masyarakat di desa terpencil dan kepulauan.

3.5. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jombang menetapkan desa-desa tertinggal yang harus diprioritaskan dalam pembangunan. Kawasan tertinggal di Kabupaten Jombang terdapat desa-desa yang merupakan kawasan tertinggal terdapat di Kecamatan Ngoro, Mojowarno, Bareng, Sumobito, Megaluh, Kudu, Ngusikan, Ploso, Kabuh dan Plandaan.

Belum Optimalnya pengembangan usaha ekonomi masyarakat, dapat dilihat masih banyaknya masyarakat desa yang tingkat kesejahteraannya rendah, hal ini perlu terus dioptimalkan dalam pengembangan usaha perekonomian masyarakat desa. dan penerapan teknologi tepat guna, mengakibatkan belum meratanya percepatan pembangunan dipedesaan.

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 8

Tabel 3.1 : Desa-Desa Tertinggal yang Perlu Diprioritaskan Pengembangannya

DESA KECAMATAN JUMLAH RUMAH TANGGA

RUMAH TANGGA MISKIN

PROSENTASE (%)

Sugihwaras Ngoro 1.018 494 48,53

Penggaron Mojowarno 938 530 56,50

Pulosari Bareng 935 481 51,44

Karangan Bareng 986 417 42,29

Nglebak Bareng 434 180 41,47

Bakalan Sumobito 712 293 41,15

Megaluh Megaluh 747 323 43,24

Made Kudu 543 223 41,07

Ngampel Ngusikan 331 200 60,42

Mojodanu Ngusikan 452 238 52,65

Cupak Ngusikan 270 141 52,22

Kromong Ngusikan 242 125 51,65

Asemgede Ngusikan 215 111 51,63

Sumbernongko Ngusikan 806 377 46,77

Kebonagung Ploso 531 225 42,37

Marmoyo Kabuh 278 173 62,23

Mangunan Kabuh 841 369 43,88

Banjardowo Kabuh 751 307 40,88

Jipuhrapah Plandaan 562 336 59,79

Jatimlerek Plandaan 514 280 54,47

Klitih Plandaan 1.120 517 46,16

Sumber : RTRW Kabupaten Jombang

Ketertinggalan Tertinggal yang dimaksud adalah wilayah yang menunjukkan kondisi relatif wilayah/kawasan bersangkutan tertinggal dari wilayah lainnya di Kabupaten Jombang. Kondisi eksisting tingkat kemiskinan/ketertinggalan di wilayah Kabupaten Jombang adalah:

1. 78.055 KK (25,8%) tergolong ke dalam Rumah Tangga Miskin (RTM).

2. Rumah tangga miskin yang terdapat di perdesaan adalah 54.989 KK atau 70,45% dari seluruh total rumah tangga miskin di Jombang.

3. 88 Desa memiliki jumlah RT miskin > 30% dari total jumlah RT miskin masing-masing desa tersebut. Diseluruh Kabupaten Jombang rumah tangga miskin sejumlah 28.493 KK, atau 113.972 jiwa.

Rencana mengatasi tingkat ketertinggalan dan kemiskinan penduduk menyangkut 2 aspek utama yaitu memenuhi standar kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. Sedangkan Rencana penataan ruang kawasan tertinggal di Jombang antara lain:

1. Pemenuhan standar pelayanan minimum bidang sarana prasarana dasar permukiman yang meliputi air bersih, rehabilitasi bangunan ruamh tidak layak huni, sanitasi sehat.

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 9

2. Pemenuhan fasilitas pelayanan yang memenuhi standar seperti sarana prasrana pendidikan, perekonomian

3. Peningkatan aksesibililtas panduduk terhadap kegiatan dan pelayanan 4. Rencana penanganan kawasan tertinggal :

a. Pemenuhan standar fasilitas-fasilitas pelayanan

b. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Sarana Prasarana permukiman hingga Tahun 2015 sebesar 50% dari yang belum tercapai saat ini, yang meliputi: air bersih, peningkatan aksesibilitas, dan sanitasi.

3.6. Penentuan Isu-isu Strategis

Setelah dilakukan kajian dan analisis terhadap dokumen-dokumen terkait denga tidak terlepas dari evaluasi kinerja dan pemetaan maslalah yang terjadi di Kabupaten Jombang, maka ditentukan isu-isu strategis yang akan diprioritaskan sebagai berikut :

1. Peningkatan partisipasi masyarakat sebagai kader posyandu. Pengoptimalan kualitas kemampuan dan ketrampilan kader posyandu;

2. Penertiban Sistem Informasi Posyandu (SIP) dalam upaya memantau dan mengoptimalkan ketercapaian sasaran;

3. Peningkatan koordinasi antar SKPD terkait untuk mewujudkan kegiatan posyandu yang lebih variatif dan menarik bagi masyarakat;

4. Peningkatan kapasitas masyarakat desa/Kelurahan untuk memanfaatkan potensi sumber daya produktif dalam usaha ekonomi produktif;

5. Peningkatan kualitas pelaksanaan musyawarah pembangunan desa;

6. Peningkatan peran dan fungsi kelembagaan program dalam pelestarian hasil kegiatan;

7. Peningkatan efektifitas dan efisiensi pengelolaan dana bergulir di Unit Pengeola Keuangan dan Usaha (UPKu), Badan Kredit Desa (BKD) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK).

8. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian tanggul sungai Brantas

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB III - 10

9. Penguatan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa 10. Peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat di Pedesaan

11. Optimalisasi pelayanan pemerintahan Desa

12. Optimalisasi pengelolaan data potensi dan perkembangan Desa/Kelurahan 13. Optimalisasi promosi dan kualitas Teknologi Tepat Guna (TTG).

14. Peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa menghadapi penyerahan urusan dari Kabupaten kepada Desa.

15. Optimalisasi Program Strategis dalam percepatan pembangunan desa.

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 1

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA

4.1. Visi dan Misi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Visi merupakan gambaran, cita-cita, kondisi ideal yang diharapkan, serta pencerminan komitmen masa depan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa yang akan dipilih dan diwujudkan pada periode 5 tahunan. Cita-cita masa depan BPMPD yang akan melakukan usaha tersebut. Rumusan visi ini pada dasarnya memiliki tujuan :

1) Mencerminkan apa yang ingin dan akan dicapai oleh BPMPD Kabupaten Jombang;

2) Memberikan arah dan fokus strategi bagi BPMPD Kabupaten Jombang;

3) Menimbulkan komitmen bagi seluruh jajaran aparatur dalam lingkungan BPMPD Kabupaten Jombang;

4) Agar BPMPD Kabupaten Jombang memiliki orientasi masa depan;

5) Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategi BPMPD Kabupaten Jombang;

6) Menjamin kesinambungan kepemimpinan BPMPD Kabupaten Jombang.

Berdasarkan pengertian dan tujuan disusunnya visi, BPMPD Kabupaten Jombang menetapkan visi sebagaiberikut :

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA YANG MANDIRI ,BERDAYA SAING, DAN SEJAHTERA”

Ciri dalam proses pembangunan pada masyarakat dan pemerintahan desa adalah pertumbuhan kemandirian. Di dalam kemandirian, satuan masyarakat mampu memilih dan memutuskan apa yang baik bagi dirinya maupun kepentingan pihak lain dan lingkungan lebih luas, mengingat ada keterkaitan kepentingan bersama.

Menumbuhkan potensi kemandirian masyarakat lokal berarti mendorong proses belajar bersama antara stakeholders yang terlibat di dalamnya untuk mengidentifikasi

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 2

masalah-masalah yang dihadapi, mengenali potensi atau sumber-sumber yang dimiliki dan bagaimana mencari peluang-peluang untuk mengatasi permasalahan. Secara ideal, masyarakat desa harus aktif memegang peranan membangun desanya masing-masing karena merekalah yang memahami persoalan dan potensi desanya.

Misi merupakan maksud khas atau unik dan mendasar yang membedakan sebuah instansi dengan instansi lain serta mengidentifikasikan ruang lingkup program / kegiatan institansi, tindakan untuk mewujudkan visi instansi, artikulasi kemampuan instansi untuk dapat melakukan tugas dan fungsinya. Misi BPMPD Kabupaten Jombang akan menjadi pondasi penyusunan rencana strategis serta perwujudan komitmen untuk pencapaian visi. Dengan demikian, berdasarkan visi, tupoksi serta kewenangan BPMPD, maka ditetapkan misi sebagai arah, tujuan dan sasaran yang dicita-citakan selama lima tahun mendatang, sebagai berikut :

Misi 1 : Mewujudkan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Desa

Misi 2 : Mewujudkan Penyerahan Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Kabupaten Kepada Desa

Misi 3 : Mewujudkan Kesejahteraan Aparatur Pemerintahan Desa

Misi 4 : Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Ekonomi Desa

Misi 5 : Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat Desa Misi 6 : Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan BPMPD Sebagai Upaya

Peningkatan Layanan Publik yang Prima

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 3

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Tujuan adalah penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jombang yaitu sesuatu atau keadaan yang akan dicapai atau dihasilkan dalam lima tahun mendatang.

MISI

Tujuan Sasaran Indikator Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun KE

1 2 3 4 5

Misi 1 Mewujudkan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Desa

Misi 2 Mewujudkan Penyerahan Urusan Pemerintahan yang

Menjadi Kewenangan Kabupaten Kepada Desa

Memberikan ruang yang lebih luas kepada desa dalam upaya

Misi 3 Mewujudkan Kesejahteraan Aparatur Pemerintahan Desa

Misi 4 Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Ekonomi Desa

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 4

Misi 5 Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan dan Partisipasi

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 5 Misi 6 Meningkatkan Kapasitas

Kelembagaan BPMPD Sebagai Layanan Publik yang Prima

Memenuhi

4.3. Strategi dan Kebijakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Sebagai upaya untuk mencapai tujuan dan sasarn yang telah ditetapkan di atas, maka perlu dirumuskan strategi dan kebijakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jombang, sebagaimana disampaikan secara rinci pada tebel berikut :

Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Strategi Kebijakan

Terwujudnya aparatur desa yang kompeten dalam penyelenggaraan pemerintahan desa

Meningkatnya Jumlah Perangkat desa yang terlatih

Meningkatnya persentase aparatur pemerintahan desa yang terlatih

Pelatihan perangkat desa dan BPD

Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 6

Memberikan ruang yang lebih luas kepada desa dalam upaya peningkatan

persentase penyerahan urusan pemerintah daerah kepada desa

Peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, koordinasi antar SKPD

Program Fasilitasi penyerahan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota ke

Terbentuknya BUMdes di setiap desa

Membentuk BUMDes di setiap Desa

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB IV - 7 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB V - 1

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB VI - 1

BAB VI

INDIKATOR KINERJA BPBD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD KABUPATEN JOMBANG

Berdasarkan matrik rencana program dan kegiatan lima tahun ke depan yang telah diuraikan dalam BAB V, maka indikator kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jombang yang mendukung sasaran RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2014-2018 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tujuan

RPJMD Sasaran RPJMD Indikator Sasaran Program

Kondisi awal

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun KE

Meningkatnya persentase lembaga usaha ekonomi masyarakat Desa yang mendapatkan pemberdayaan

80% 80% 80% 80% 80%

Pengurus LPMD yang terlatih, Jumlah

posyandu aktif 80% 80% 80% 80% 80%

Meningkatnya prosentase swadaya masyarakat, 80% 80% 80% 80% 80%

Meningkatnya prosentase desa menetapkan

RPJMDes dan RKPDes 80% 80% 80% 80% 80%

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB VI - 2

Tujuan

RPJMD Sasaran RPJMD Indikator Sasaran Program

Kondisi awal

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun KE

Kondisi akhir

1 2 3 4 5

pemerintahan desa

pemerintahan desa

persentase penyerahan urusan pemerintah

daerah kepada desa 80% 80% 80% 80% 80%

Renstra BPMPD Kabupaten Jombang (2014-2018) BAB VII - 1

BAB VII PENUTUP

Rencana Strategis BPMPD Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018 disusun sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Selain itu Rencana Strategis ini disusun dengan mengacu kepada hasil evaluasi Rencana Strategis yang telah dilaksanakan pada 5 (lima) tahun yang lalu dan bertujuan dalam rangka mengimplementasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018.

Rencana Strategis BPMPD Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018 ini berisi tentang Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi Pencapaian, dan Kegiatan BPMPD dan merupakan suatu pegangan yang harus dilaksanakan dalam waktu 5 (lima) tahun ke depan agar apa yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang terwujud dan berjalan dengan lancar.

Dengan adanya Rencana Strategis ini diharapkan berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan apa yang menjadi tujuan dan sasaran dapat diwujudkan. Semoga Rencana Strategis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Jombang, 4 Juli 2014

KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN

DESA KABUPATEN JOMBANG

DARMADJI, SH, M. Si Pembina Tingkat I Nip. 19590402 198303 2 014

PERATURAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN JOMBANG

NOMOR : 188/ 734 /415.41/2014 TENTANG

PENETAPAN RENCANA STRATEGIS

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2014-2018

KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA

KABUPATEN JOMBANG,

Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan Pasal 25 ayat (1) dan ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangungan Daerah, Satuan Perangkat Kerja Daerah menyusun Rencana Strategis dengan berpedoman pada Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah dan bersifat indikatif;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a di atas, perlu menetapkan Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018 dalam suatu Peraturan Kepala Badan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA

Jl. Pattimura No. 1A Telepon (0321) 861177 Fax. (0321) 879789 Jombang 61418

- 2 -

5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 124 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–

2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembahan Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Jombang;

15. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Jombang;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018;

17. Peraturan Bupati Jombang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Struktural

- 3 -

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Jombang;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN JOMBANG TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2014-2018.

Pasal 1

Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan:

1. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang yang meliputi Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Staf Ahli, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.

2. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Renstra-SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.

3. Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja - SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.

4. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.

5. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk melaksanakan visi.

6. Strategi adalah langkah-langkah berisikan

6. Strategi adalah langkah-langkah berisikan

Dokumen terkait