• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA SURABAYA

B. DATA ASET PD :

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD

Dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya menghadapi berbagai tantangan serta berpotensi memperoleh peluang bagi pengembangan pelayanan PD. Salah satu dasar bagi perumusan tantangan dan peluang yang mungkin muncul dalam pelayanan PD adalah dengan mengacu pada indikator sasaran dari pemerintah pusat, seperti yang tersaji pada Tabel 3.

2.4.1 Analisis Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) dan Renstra PD Tabel 3

Komparasi Capaian Sasaran Renstra PD

terhadap Sasaran Renstra PD Provinsi dan Renstra K/L

No Indikator Kinerja Capaian Sasaran Renstra PD Kabupaten/Kota Sasaran pada Renstra K/L (1) (2) (3) (5)

1 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu

100% 100%

2 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di Rumah Sakit

100% 100%

3 Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu

100% 75%

4 Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu

100% 75%

5

Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Data berada di Pengadilan sehingga progress dan laporan melekat di lembaga yang bersangkutan

6 Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum

100% 50%

7 Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan

dan anak korban kekerasan 100% 50%

8 Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi

perempuan dan anak korban kekerasan 100% 100% 9 Cakupan Pasangan Usia Subur yang Isterinya

di bawah Usia 20 tahun 3,5 % 0.05% 3.5% 10 Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur

menjadi Peserta KB Aktif 65% 79.31% 65% 11 Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin

ber-KB tidak terpenuhi (Unmet Neet) 5% 20.82% 5% 12 Cakupan Penyediaan alat dan obat kontrasepsi

untuk memenuhi permintaan masyarakat 30% setiap tahun

66.4% 30%

13 Cakupan PUS Peserta KB anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB 87%

64.29% 87%

14 Cakupan Penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap Desa/Kelurahaan 100% setiap tahun

100% 100%

15 Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) 1 (satu) petugas di setiap Desa/kelurahan

100% 100%

16 Ratio Petugas Lapangan Keluarga Berencana/Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB/PKB) 1 Petugas di setiap 2 (dua) Desa/kelurahan

88% 100%

17 Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB)

ber-KB 70% 108.2% 70%

18

Cakupan Peserta KB Aktif 79.3% 70%

Indikator kinerja pada program kegiatan di Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagian mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA) serta Standar Pelayanan Minimal Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

2.4.2 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Pengaturan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 yang disusun berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang beserta aturan pelaksanaannya. Sehubungan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, maka Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya perlu ditinjau kembali dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034.

Visi penataan ruang Kota Surabaya adalah terwujudnya Kota Perdagangan Dan Jasa Internasional Berkarakter Lokal yang Cerdas, Manusiawi dan Berbasis Ekologi. Misi penataan ruang Kota Surabaya adalah :

a. meningkatkan kualitas penataan ruang kota dan infrastruktur kota yang menjamin aksesibilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman;

b. meningkatkan akses, kesadaran, partisipasi dan kontrol publik dalam pemanfaatan ruang, penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan layanan publik;

c. mengembangkan aktualisasi dan kearifan budaya lokal warga kota dalam tata pergaulan global;

d. mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan secara konsisten meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan berkeadilan;

e. mewujudkan masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera.

Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai salah satu PD yang berperan dalam pelayanan masyarakat mendukung misi penataan ruang Kota Surabaya pada poin e yaitu mewujudkan masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera. Dengan program dan kegiatan yang menunjang pemberdayaan masyarakat diantaranya pengembangan usaha ekonomi kreatif bagi perempuan, upaya pengendalian penduduk melalui program KB serta peningkatan peran kelembagaan dalam mendukung kemandirian masyarakat, sehingga dapat tercapai masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera.

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) merupakan amanat dari Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 15 ayat (1) dimana Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana dan/atau program. Hasil analisa terhadap program-program dalam Rancangan Awal RPJMD Kota Surabaya 2016-2021 menetapkan rekomendasi berdasarkan hasil analisa isu-isu KLHS Kota Surabaya. Terdapat 12 alternatif dan 11 rekomendasi KLHS yang ditindaklanjuti sebagai program RPJMD Kota Surabaya 2016-2021 sebagaimana tertera dalam Tabel IX.3 RPJMD 2016-2021 Kota Surabaya.

Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendukung KLHS melalui Program Bina Keluarga dengan arah kebijakan berdasarkan indikator sesuai tugas dan fungsi SKPD yaitu : Pembinaan kader Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB)/Bina Keluarga Remaja (BKR)/Bina Keluarga Lansia (BKL) melalui alternatif rekomendasi : Pemberdayaan pendidikan agama untuk peningkatan pemahaman moral dan etika. Pendidikan dengan titik berat penguatan akhlak.

Keluarga merupakan unit paling dasar dan terpenting dalam proses pembentukan masyarakat. Jika suatu keluarga baik, sejahtera dan bahagia maka akan baik, sejahtera dan bahagialah generasi yang dilahirkan dalam sebuah masyarakat. Jika institusi keluarga sering dilanda konflik, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat dan generasi berikutnya. Melalui alternatif rekomendasi KLHS, pemberdayaan pendidikan agama untuk peningkatan pemahaman moral dan etika, menekankan pendidikan dengan titik berat penguatan akhlak. Program Tribina yaitu Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga sehingga diharapkan agar kualitas hidup masyarakat meningkat dari semua usia mulai balita, remaja hingga lansia.

BAB 3

Dokumen terkait