• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tantangan yang dihadapi oleh Kecamatan Pleret dalam pengembangan pelayanan Perangkat Daerah pada lima tahun mendatang adalah sebagai berikut :

a. Informasi tentang mekanisme dan regulasi pelayanan dari Pemerintah sering berubah dan kadang tidak sesuai dengan kondisi di wilayah. b. Perkembangan keadaan dari luar kadang terlambat di terima sehingga

antisipasi permasalahan menjadi terlambat.

c. Perubahan Perkembangan eksternal yang sangat cepat terjadi.

Sedangkan peluang bagi Kecamatan Pleret dalam menjalankan tugas dan fungsinya adalah sebagai berikut :

a. Inovasi dan kreatifitas masih terbuka lebar untuk dilaksanakan.

b. Adanya internet dan media sosial sehingga Informasi dan praktek baik yang dilaksanakan di luar daerah mudah didapatkan

c. Terjalinnya hubungan yang baik dengan pihak luar sehingga memudahkan komunikasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Perangkat

Daerah

Mengacu tugas dan fungsi kecamatan sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Daerah Kabupaten Bantul membentuk kecamatan dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggara pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan demikian secara garis besar Perangkat Daerah Kecamatan mempunyai tugas dan fungsi koordinasi dalam rangka sinkronisasi perencanaan di bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan terkait proses perizinan yang menjadi ruang lingkup kecamatan, koordinasi dalam rangka ketentraman dan ketertiban umum, penanggulangan bencana, koordinasi terkait sarana prasarana fasilitas umum, koordinasi di bidang ekonomi termasuk pertanian, serta koordinasi dalam rangka penanganan masalah kemiskinan.

Selain melaksanakan tugas-tugas tersebut,camat mendapatkan pelimpahan wewenang sebagian kewenangan bupati untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kabupaten yang ditetapkan dengan keputusan bupati berpedoman pada peraturan pemerintah.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Kecamatan masih menghadapi beberapa permasalahan yang diidentifikasi sebagai berikut:

Tabel 3.1

Pemetaan Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah

No Masalah Pokok Rumusan Masalah Akar Masalah

(1) (2) (3) (4)

1 Keamanan dan Ketertiban

Kecamatan Pleret merupakan Zona rural-urban fringe atau zona antara daerah kota dan desa yang ditandai dengan penggunaan lahan campuran. Zona ini merupakan jalur batas desa-kota

Wilayah Kecamatan Pleret

cukupdekatdengankawasanperkotaan Yogyakarta.

Merupakan jalur Alternatif untuk ke Kabupaten

Wonosari, Kecamatan Dlingo, Kecamatan

Banguntapan, Kecamatan Sewon, dan Kecamatan Jetis.

Perubahan warga Kecamatan Pleret dengan

berbagai perbedaan sosial kepetingannya bersifat dinamis.

MitigasiBencanaAlam Merupakan Kawasan RawanBencana Alam 2 Pertanian Produksi hasil pertanian belum

No Masalah Pokok Rumusan Masalah Akar Masalah

(1) (2) (3) (4)

dilakukan oleh petani.

Kesulitanpengairanpadasawahsawahtadahhujan

di lerengdanpinggiranpegunungan,

Masih ditemui hamatanamanpadi yang

menyerangpadijelangmenguning/panen, 3 Kesehatan Kurangnya Fasilitas Pelayanan

Kesehatan Masih kurangnya sanitasi lingkungan dan cakupan jamban keluarga

Kurang tertatanya sarana jalan, saluran dan air

kotor

Masih kurangnya pelaksanaan perilaku hidup

bersih dan sehat

Masih kurangnya pelaksanaan perilaku hidup

bersih dan sehat 4 Kemiskinan Belum terpadunya data

KeluargaMiskin,

baikjumlahmaupunpersonalny a.

Masih adanya sebagian masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga miskin.

Sebagianmasyarakatmasihsukadibantuatau mental miskin Kurangnyaketerampilankerjadanketerampilanusa ha Kurangnyaaksesteknologi, kurangnyaaksespasar, dankurangnyaakses modal di kalanganpengngrajin 5 Tuntutan Masyarakat memperoleh Pelayanan Prima

Jumlah ASN tidak sesuai Analisa Beban Kerja yang tertuang dalam Standar Analisa Formasi Jabatan

Kebijaksanaan Moratorium PNS. Pegawai Pensiun dan Mutasi

Jumlah dan kapasitas aparat belum seluruhnya

memenuhi tuntutantugas dan belum sesuai dengan beban kerja.

Terjadi rangkap jabatan dan pekerjaan yang bisa

menghambat kualitas profesionalisme.

Masih kentalnya budaya PNS yang selalu

menunggu perintah, kurang inovatif dan kurang kreatif.

Masih lemahnya pemahaman Tupoksi para aparat

pemerintah

mengakibatkan tidak maksimalnya hasil koordinasi

Kemajuan Teknologi Pelayanan Kemajuan teknologi yang semakin pesat, belum diimbangi dengan

kemampuan aparatur terhadap penguasaan perkembangan teknologi

Usia ASN banyak yang mendekati usia purna

tugas, cenderung menurun hasrat pengembangan pengetahuan

6 Pelimpahan sebagian kewenangan Bupati

Belum optimalnya pelaksanaan pelimpahan kewenangan Bupati kepada Camat

Terbatasnya kwantitas dan

kualitas/kompetensiSDM ASN Kecamatan

Fasilitas penunjang sarana dan prasarana masih

kurang

Anggaran Kegiatan untuk Kecamatan belum bisa

mengakomodir semua kegiatan pelayanan

Beberapa permasalahan secara umum sesuai Tabel 3.1. telah dilakukan Pemetaan Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah di Kecamatan Pleret sebagai berikut :

1) Di bidang kesejahteraan masyarakat khususnya dalam hal

pengentasan kemiskinan permasalahan mendasar adalah belum terpadunya data Keluarga Miskin, baik jumlah maupun personalnya. Sebagian masyarakat masih „sukadibantu‟ atau „mental miskin‟.

2) Program dan kegiatan pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah maupun swasta sesungguhnya telah banyak, namun hal ini dirasa belum padusehinggabelumdapat menurunkan angka kemiskinan secara optimal.

3) Di bidang kesehatan ada beberapa permasalahan seperti : Angka Bebas Jentik (ABJ) yang masih tinggi di sebagian wilayah, masih ada masyarakat yang punya kebiasaan buang air besar di sungai, ada sebagian masyarakat yang belum memiliki jamban sehat, kesadaran memeriksakan anak di Posyandu yang masih kurang, ada beberapa masyarakat yang terkena depresi, kesadaran memilihara kesehatan dan kebersihan lingkungan yang juga masih rendah.

4) Di bidang pendidikan ada beberapa permasalahan, masih kurangnya jumlah guru kelas di SD, keterbatasan sarana prasarana, dan

kesadaran orang tua dalam memberikan perhatian kepada anak yang rendah;

5) Di bidang pertanian ada beberapa permasalahan, seperti : kesulitan pengairan pada sawah sawah tadah hujan di lereng dan pinggiran pegunungan, hama tanaman padi yang menyerang padi jelang menguning, kurang kreatifnya petani untuk memilih jenis tanaman yang produktif;

6) Di bidang usaha dan industry rumah tangga, ada beberapa

permasalahan seperti: kurangnya keterampilan kerja dan keterampilan usaha, kurangnya akses teknologi, kurangnya akses pasar, dan

kurangnya akses modal di kalangan perajin;

7) Di bidang pelayanan umum, kurangya SDM dari sisi kualitas maupun kuantitas terlebih dengan dilaksanakannya pelayanan terpadu di

Kecamatan (PATEN), yang benar-benar mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, akurat.

8) Kebijakan pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi

kewenangan daerah kabupaten, belum diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan suber daya manusia baik kuantitas maupun kualitas/berkompeten serta sarana prasarana yang memadai sehingga diharapkan dapat berdampak pada posisi yang kuat dan strategis dalam mendayagunakan segenap potensi yang ada, baik potensi wilayah, dan potensi masyarakat.

9) Implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, menuntut lebih banyak peran Kecamatan dalam pembinaan dan pengawasan kepada Pemerintah Desa.

Mendasarkan pada kondisi wilayah, kebijakan penataan ruang, serta berbagai permasalahan tersebut di atas, maka isu strategis yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan kedepan adalah :

a. Peningkatan koordinasi yang terpadu antar instansi di wilayah kecamatan dan SKPD terkait dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan secara optimal.

b. Perkembangan wilayah permukiman / perumahan,

c. Adanya kewajiban bagi perusahaan untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility ( CSR ), maka kecamatan harus benar-benar mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan terus memacu partisipasi masyarakat dan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

d. Dalam rangka peningkatan daya saing daerah maka porgram “Potensi Andalan Setempat (PAS)” diharapkan dapat terwujud melalui komitmen bersama, arah kebijakan yang jelas dan terpadu, serta berkelanjutan.

3.2. Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil Kepala

Dokumen terkait