• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2017

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang (Halaman 94-97)

Kontribusi dan Pertumbuhan Sektor Pertambangan

3.1.2. Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2017

Banyak hal yang menyebabkan suatu kondisi perekonomian berubah, oleh karena itu berbagai faktor yang mempengaruhi perlu diidentifikasi kondisinya, baik Lingkungan Eksternal dan Internal. Lingkungan Eksternal dalam perspektif ke depan masih cukup berat mengingat secara umum daya saing produk nasional dan daerah belum begitu kuat di pasar global dan secara khusus daya saing dan kemampuan ekspor produk Kalimantan Barat relatif masih rendah karena sebagian yang diekspor masih produk primer.

BAB III Rancangan Kerangka Ekononi Daerah dan Kebijakan Keuangan Daerah | RKPD Prov. Kalbar Tahun 2016 95 Sementara itu disisi lain, kebutuhan Kalimantan Barat akan impor juga semakin meningkat. Begitu juga dengan kondisi belum pulihnya perekonomian Dunia secara utuh dan diperkirakan masih berlangsung sampai dengan tahun 2016 ini dan berlanjut tahun 2017, sehingga turut mempengaruhi ekonomi nasional dan daerah. Berikutnya dengan telah diberlakukan masyarakat ekonomi ASEAN pada tahun 2016 ini sebagai tantangan yang perlu disikapi, terutama mengingat sebagian besar produk dari bahan pangan lebih murah diimpor jika dibandingkan dengan apabila diproduksi sendiri. Kemudian dalam hubungannya dengan komoditas ekspor Daerah, secara tidak langsung turut mempengaruhi kinerja perekonomian Kalbar dan apabila tidak disiasati dari sekarang dikhawatirkan akan menghambat laju pertumbuhan, mengingat harga komoditas primer khususnya produk karet dan CPO dalam tiga tahun terakhir cenderung menurun. Tidak kalah pentingnya untuk dicermati adalah lingkungan internal, dalam hal ini terkait dengan berbagai upaya Pemerintah Daerah dalam mengelola potensi yang dimiliki dan dalam hal ini diawali dengan pengelolaan makro ekonomi. Lingkungan internal ini menjadi penting karena ruang lingkupnya dalam jangkauan dan kendali Pemerintah Daerah. Misalnya upaya untuk penciptaan iklim yang kondusif dan peningkatan daya saing yang diperankan oleh Pemerintah, baik melalui kucuran dana APBN, APBD Prov dan Gabungan APBD Kab/Kota yang ditujukan untuk berbagai program/kegiatan yang menyangkut kepentingan umum seperti infrastruktur jalan, pelabuhan, pengairan, air bersih, listrik dan lainnya sehingga diharapkan dapat menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi yang dilaksanakan oleh Swasta dan Masyarakat. Kemudian peran Pemerintah lainnya adalah memberi sentuhan kebijakan dalam upaya mengarahkan dan mendorong tumbuh dan berkembangnya potensi yang ada. Oleh karena itu, secara umum tantangan yang dihadapi pada tahun 2017 adalah:

1. Mendorong Pembangunan Ekonomi yang Inklusif dan Berkeadilan; Kebijakan ekonomi makro Kalimantan Barat sebagaimana sasaran Nasional tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. (pro growth, pro job dan pro poor);

2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan; Mengarahkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, adalah dengan megoptimalkan perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki, tidak semata-mata ambil untung jangka pendek tetapi lebih kepada tujuan jangka panjang dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, khususnya terhadap potensi lahan, hutan dan hasil tambang;

3. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Berdaya Saing; dan

96 BAB III Rancangan Kerangka Ekononi Daerah dan Kebijakan Keuangan Daerah | RKPD Prov. Kalbar Tahun 2017

4. Meningkatkan kinerja dalam pengelolaan dan penyerapan anggaran, peningkatan investasi, serta mendorong kegiatan hilirisasi khususnya produk unggulan nasional (CPO dan Bauksit) dan diversifikasi produk ekspor.

Dengan memperhatikan lingkungan eksternal dan internal serta arah kebijakan ekonomi makro di atas, maka Prospek Perekonomian Daerah Kalimantan Barat Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017, dari sisi PDRB pengeluaran terutama didorong dengan kerja keras untuk meningkatkan investasi, sehingga sektor riil semakin bertumbuh dan berkembang. Upaya peningkatan ekspor menjadi fokus perhatian utama paska larangan ekspor hasil tambang dan melemahnya harga komoditas primer terutama produk karet dan CPO yang merupakan komoditi unggulan Kalbar.

Kemudian peningkatan investasi juga menjadi perhatian, termasuk dalam pengertian yang menjadi peran Pemerintah untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur sehingga semakin memperbesar Pembentukan Modal Tetap Bruto yang pada tahun 2015 tercatat sebesar 34,96%. Untuk kedua hal tadi, koordinasi dalam memberi sentuhan kebijakan dan implementasinya perlu diperkuat sehingga melalui Tim-Tim yang dibentuk dapat menemukan solusi dan saling bersinergi. Kemudian dari komponen konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah serta impor diharapkan dapat tumbuh wajar sebagaimana tahun 2015.

Dengan demikian prospek pembangunan ekonomi Kalbar pada tahun 2017, diharapkan akan mengalami kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu sasaran pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2017 diperkirakan sebesar sebesar 5,2 – 5,4%. Pertumbuhan dimaksud diharapkan tidak sekedar bertumbuh dalam arti peningkatan nilai PDRBnya saja namun juga dalam arti luas dan berkualitas, seperti:

1. Pertumbuhan ekonomi yang dapat mendorong mengatasi kesenjangan seperti kesenjangan antar wilayah (kabupaten/kota) dan kesenjangan antar sektor pembangunan;

2. Pertumbuhan ekonomi yang dapat mendorong pengurangan angka kemiskinan

3. Pertumbuhan ekonomi yang dapat mendorong membuka kesempatan kerja sekaligus upaya pengurangan angka pengangguran;

4. Serta berbagai upaya untuk mengatasi 10 Kabupaten Tertinggal, Perbatasan dan Pedalaman. Demikian pula secara sektoral adalah upaya pencapaian dari sasaran IPM, Ketahanan Energi, Food Estate serta penanganan komoditi unggulan Kalbar secara signifikan.

BAB III Rancangan Kerangka Ekononi Daerah dan Kebijakan Keuangan Daerah | RKPD Prov. Kalbar Tahun 2016 97 3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

Kebijakan keuangan Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2017 secara umum ditujukan dalam rangka memecahkan permasalahan penting (important) dan mendesak (urgent) yang bisa menjadi sektor/bidang pengungkit (leverage sector), dan mengarah pada sektor/bidang pendorong utama (prime mover) pembangunan guna tercapainya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas, serta penciptaan lapangan kerja yang memadai.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka arah kebijakan keuangan berdasarkan proyeksi pendapatan dan belanja daerah tahun 2017 disusun untuk mendukung terwujudnya arah kebijakan pembangunan Propinsi Kalimantan Barat. Oleh karena itu, agar usulan SKPD lebih realistis dan terukur, maka penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perlu adanya penentuan prakiraan maju (estimasi), sehingga diperlukan tolok ukur dan analisis yang jelas dengan melihat proporsi terhadap total pembiayaan pembangunan.

Dalam menyusun arah kebijakan keuangan daerah, maka perlu dibagi menjadi 2 (dua) kebijakan, yakni kebijakan pendapatan daerah dan kebijakan belanja daerah.

Kebijakan pendapatan daerah dianalisa berdasarkan perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan (DAU, DBH, dan DAK), serta Pendapatan Lain-lain.

Sedangkan Kebijakan belanja daerah dianalisis berdasarkan perkembangan Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang (Halaman 94-97)