Tantangan utama yang dihadapi selama pelaksanaan program jurnalisme warga di kabupaten pegunungan tengah Papua ini adalah akses internet dan sinyal telepon genggam yang masih terbatas. Hal ini menghambat jurnalis warga untuk mengirimkan tulisan mereka kepada fasilitator media PPMN yang kemudian akan mengunggahnya ke Facebook group JW Nolken atau mengeditnya untuk dibacakan dan disiarkan oleh RRI Wamena. Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa jurnalis warga berinisiatif menyerahkan hasil tulisan mereka kepada fasilitator ketika mereka pergi ke Kota Wamena.
Tantangan terbesar program talkshow radio adalah narasumber tiba-tiba berhalangan hadir sebelum acara dimulai. Namun, kendala ini sudah diantisipasi sejak tahap perencanaan talkshow dengan mempersiapkan narasumber alternatif dan daftar pertanyaannya sehingga acara tetap dapat dilakukan sesuai jadwal.
Keberlanjutan dan peluang replikasi
Hingga saat ini (Agustus 2015), program jurnalis warga dan talkshow radio untuk advokasi peningkatan pelayanan publik mendapat tanggapan positif dari masyarakat, media arus utama, dan pemerintah. Program ini diharapkan dapat terus berjalan di Jayawijaya karena para jurnalis warga memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan perannya dan mereka telah membentuk komunitas yang cukup aktif.
Selain itu, RRI Wamena, sebagai satu-satunya media arus utama di Jayawijaya, memiliki visi yang sama dengan jurnalis warga. Mereka percaya bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tapi harus menjadi gerakan bersama. Bahkan, RRI Wamena akan menyediakan tanda pengenal kontributor RRI untuk jurnalis warga turun lapangan.
Pada tanggal 29 Oktober 2014, salah satu jurnalis warga Jayawijaya, Dolly, diundang oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk berbagi pengalaman tentang peran jurnalis warga dalam advokasi peningkatan pelayanan publik di acara Five Regions, One Mission di Jakarta. Acara ini merupakan bentuk apreasiasi terhadap keterlibatan jurnalis warga dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk melaksanakan program jurnalis warga untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.
Hasil pembelajaran dan rekomendasi
Jurnalisme warga dan talkshow tidak hanya mengangkat isu yang masih harus dibenahi, tapi juga cerita inspiratif yang telah dilakukan oleh puskesmas/ dinas kesehatan dan individu untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Jayawijaya.
Sejumlah hasil pembelajaran dan rekomendasi didapat berdasarkan pengalaman pelaksanaan jurnalis warga dan talkshow radio di Jayawijaya, antara lain:
a. Kerjasama erat dari masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang bernaung dalam MSF, media dan pemerintah merupakan syarat utama keberhasilan program. Tanpa upaya kerjasama ini, kedua pendekatan tersebut akan sulit diterima masyarakat dan perubahan perilaku tentang pentingnya informasi dari pelosok kampung pasti belum terjadi. Sebuah pendekatan yang menekankan keterbukaan dan keterlibatan masyarakat terbukti penting agar muncul kepedulian dan rasa memiliki yang kuat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan pihak dinas dan puskesmas.
Untuk itu, instansi pemerintah, terutama dinas kesehatan dan Bappeda perlu lebih melibatkan masyarakat yang bergabung sebagai jurnalis warga dan media/ RRI Wamena dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan lainnya.
b. Penting untuk memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap kerja sukarela jurnalis warga dan komitmen RRI Wamena sebagai dua aktor perubahan di masyarakat. Penyedia layanan harus berterimakasih dan lebih bijaksana dalam menyikapi kritik masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memberikan informasi yang berimbang, tidak hanya fokus pada kekurangan penyedia layanan tapi juga menampilkan kisah sukses dan inovasi yang dilakukan puskesmas/ petugas puskesmas/ dinas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Untuk itu,
kemitraan setara dan saling membutuhkan antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dikuatkan dan dijaga keberlangsungannya sehingga tercipta perubahan.
c. Insentif bagi jurnalis warga dapat membantu mempercepat perubahan perilaku masyarakat. Insentif tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk, misal alokasi anggaran dan perjanjian kerjasama, lebih banyak akses bagi jurnalis warga untuk terlibat dalam pemberitaan di RRI Wamena/ wilayah lain, atau terlibat dalam penerbitan
bulletin pemerintah/ DPRD. Untuk itu, instansi di tingkat kabupaten/ kota dan desa
perlu bekerjasama menyediakan anggaran dan lebih banyak melibatkan jurnalis warga di penerbitan/ siaran agar mereka lebih aktif mengawasi dan melakukan advokasi pelayanan publik.
d. Komunikasi intensif diperlukan untuk mempertahankan hubungan kerja yang baik. Pertemuan rutin dengan melibatkan jurnalis warga dan media sangatlah penting dilakukan pihak pemerintah, khususnya dinas kesehatan. Pertemuan bulanan atau setidaknya dua bulanan dapat mengurangi kesalahpahaman antar pihak terhadap program pemerintah yang sedang ataupun akan dijalankan. Komunikasi yang intensif ini juga akan membuat para pihak saling menghargai peran masing-masing dan akan selalu mengedepankan dialog persuasif jika terjadi perbedaan pendapat atau perbedaan penafsiran terhadap pemberitaan yang muncul, baik oleh jurnalis warga maupun media pada dialog interaktif. Ini amat penting karena jurnalis warga dan media sebagai salah satu pilar demokrasi patut dilindungi dan kalaupun mereka melakukan kesalahan maka mekanisme pemberian Hak Jawab atau Hak Koreksi dapat ditempuh atau dapat juga melalui mediasi kepada Dewan Pers sesuai dengan amanat dalam Undang Undang Pers. Untuk itu, pemerintah, jurnalis warga, dan media perlu
melanjutkan pertemuan rutin agar tercipta kerjasama mutualistik yang akhirnya
Informasi kontak
Veronika Asso (Distrik Asolokobal)
Koordinator Jurnalis Warga “Noken” Jayawijaya Nomor telepon: 0852 4432 5882.
Assalaus Alua, SKM (Distrik Hom-Hom)
Kepala Puskesmas Hom-hom Nomor telepon: 0812 4011 7877
Pastor John Jonga (Distrik Hebupa)
Anggota MSF Jayawijaya dari unsur Gereja Katolik Nomor telepon: 0812 4878 7338
Supriyono (Kota Wamena)
Kepala Seksi Pelayanan dan Pengembangan Usaha RRI Wamena E-mail dan nomor telepon: [email protected]/ 0969. 31380
Monica Malisa, SKM (Kota Wamena)
Kepala Bidang Jaminan sarana pra Kesehatan Dinas Kesehatan Jayawijaya Nomor telepon: 0812 4862 570
Ronny Hisage (Kota Wamena)
Fasilitator Media PPMN
E-mail dan nomor telepon: [email protected]/ 0852 4415 9864
Marthen Abidondifu (Kota Wamena)
Local Health Governance Specialist KINERJA - USAID
E-mail dan nomor telepon: [email protected], [email protected]/
0852 5494 1773
Firmansyah MS (Jakarta)
Media Specialist KINERJA - USAID
E-mail dan nomor telepon: [email protected], [email protected]/ 0811 9527 645/ 0852 8772 2888