C. SISA HASIL USAHA (LABA)
2. TAQSHIIT MURABAHAH/MUSYAWWAMAH
Taqshiit Murabahah/Musyawwamah adalah Jual Beli dengan cara di angsur baik murabahah (dimana penjual dan pembeli sama sama sepakat atas harga jual barang yang diperjual belikan dengan keduanya sama sama tahu harga jual dan harga belinya), maupun dengan konsep Musyawwamah (dimana harga barang yang dijual hanya ditentukan oleh penjual dimana pembeli tidak mengetahui harga beli barang yang ia beli).
Berbagai Produk barang yang dijual pada produk ini meliputi barang barang berupa : Elektronik, Meubel, Material bahan bangunan, Sepeda, sepeda motor dll.
3. MUDHARABAH/SYIRKAH MUDHARABAH
Mudharabah/Syirkah Mudharabah dalam Ekonomi Syariah Istilah Mudharabah adalah suatu bentuk kerjasama antara pemilik modal/dana (sahibul maal) dengan pengelola (mudharib) disertai suatu perjanjian. Pemilik modal biasanya akan mempercayakan sejumlah dana yang akan digunakan sebagai modal. Modal tersebut akan dikelola oleh pengelola sesuai perjanjian yang disepakati dengan harapan kelak memperoleh laba dan peningkatan aset. Pada metoda produk mudharabah ini Koperasi alfawaaid mengelola modal kaum muslimin yang digulirkan pada produk retail dan taqshiit. Dan tidak menutup kemungkinan kedepan ketika modal koperasi sudah besar maka konsep mudharabah ini akan diterapkan di masyarakat kaum muslimin dimana Koperasi bertindak sebagai pemodal (Shohibul Maal) dan Masyarakat kaum muslimin sebagai Mudharibnya (Pengelola).
٢١
3.3. Struktur Organisasi Perusahaan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1.Jenis dan bentuk kegiatan
Jenis kegiatan yang dilakukan dikoperasi al fawaaid adalah melayani masyarakat yang hendak melakukan transaksi murabahah, baik konsumen yang hendak menyetorkan ansuran ataupun akan melakukan kegiatan murabahah.
Bentuk kegiatan yang dilakukan adalh melayani para konsumen yang menyetorkan angsuran, menerima setoran dari konsumen sesuai dengan jumlah yang tertera pada setiap kartu setoran konsumen, setiap setoran harus dicatat baik dalam kartu yang dipegang konsumen sebagai bukti maupun pada catatan buku, setelah setoran dicatat kedalam buku catatan angsuran semua angsuran yang terjadi pada hari itu haruslah diinput kedalam computer sehingga catatan angsuran konsumen tercantum dengan rapih dan sesuai data tanggal penyetoran dan jumlah setoran setiap konsumen, sehingga apabila kemacetan dan lain sebagainya dapat dengan mudah diketahui.
Dan tidak lupa kita perlu melihat apakah form akad jual beli serta kartu bukti setoran agar memiliki kesediaan sehingga jika ada konsumen baru form telah tersedia.
4.2.Form yang digunakan
Form yang digunakan dalam melakukan akad jual beli murabahah tersebut adalah form akad jual beli yang telah disediakan oleh koperasi.
Sedangkan untuk konsumen yang akan melakukan akad hanya perlu menyiapkan fotocopy KTP serta materai sebagai syarat dari koperasi.
Contoh form akad jual beli :
٢٣
4.3.Prosedur dan alur kegiatan
Konsumen yang ingin melakukan transaksi jual beli haruslah memesan terlebih dahulu dan konsumen harus mengatakan dengan jelas barang yang ingin dipesan secara spesifik sehingga pihak koperasi dapat memberikan barang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen.
Namun tidak semua permintaan konsumen akan langsung disetujui oleh pihak koperasi karena konsumen harus ditentukan dengan benar sehingga tidak akan terjadi masalah dimasa yang akan dating. Konsumen baru yang ingin melakukan transaksi dan konsumen tersebut tidak dikenal oleh pihak koperasi tidak dapat mudah diterima kecuali jika konsumen tersebut mengambil dengan membawa seseorang yang sudah pernah melakukan transaksi dan transaksi tersebut sebagai jaminan, konsumen baru tersebut dapat dipertimbangkan menjadi konsumen baru.
Setelah melakukan pemesanan dan pesanan tersebut dapat persetujuan dari pihak koperasi, barang yang diinginkan konsumen akan diproses. Setelah barang datang konsumen yang memesan akan dipanggil untuk mengambil barang tersebut dan melakukan akad serta setoran awal sesuai dengan harga yang ditentukan. Saat konsumen datang untuk melakukan transaksi konsumen harus membawa syarat yang berlaku berupa fotocopy KTP dan matrai.
4.4.Kendala dan jalan keluar terkait dengan pekerjaan teknis
Dalam pelaksanaan ppl di koperasi al fawaaid , penulis tidak menemukan kendala-kendala yang berlaku.
٢٤
BAB V 5.1.Kesimpulan
Berdasarkan dari kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) penulis dapat menyimpulkan bahwasannya kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan(PKL) terlaksana dengan baik. Terlihat dari penulis menjalin komunikasi dengan baik kepada pembimbing yang melakukan Praktik Pengalaman Lapangan secara langsung, serta pembimbing dapat meluangkan waktu untuk bisa mendiskusikan atau menjawab apabila penulis mengajukan pertanyaan kepada pembimbing Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Adanya pandemi COVID-19 ini tentunya dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun ini dilakukan dengan extra hati hati dengan mematuhi Protokol Covid-19 secara Ketat.
Akan tetapi alhamdulillah dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh Koperasi Konsumen Alfawaaid Indramayu terlepas dari kekurangan dan kelebihannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ini (PPL) Penulis banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat dalam dunia kerja secara nyata dengan bimbingan dari pembimbing seperti mengerjakan tugas administratif kantor, penginputan, konversi data dan ataupun yang lainnya dapat diselesaikandengan baik. Dalam bangku kuliah, penulis tidak mendapatkan ilmu yang diterapkan secara langsung di lapangan, hanya sebatas dalam teori saja. Dari penjabaran penulis diatas, setelah melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menambah wawasan dan mengasah ilmu soft skill yang dimilki penulis. Tentunya pengalaman ini sangat bermanfaat bagi penulis sebagai persiapan dunia kerja di waktu yang akan datang.
5.2.Saran
Berikut saran atau rekomendasi untuk Koperasi Konsumen Alfawaaid Indramayu yang bisa penulis berikan :
1. Evaluasi berkala terhadap para pekerja dan produk Koperasi Konsumen Alfawaaid Indramayu Kwantitas dan Kwalitas Produk Retail yang kelihatan masih banyak kekurangan kiranya perlu evaluasi terus menerus sehingga Koperasi Konsumen Alfawaaid Indramayu kedepan makin maju dan berjaya. Termasuk kurangnya Personil Pada Produk Retail yaitu adanya perangkapan tugas, baik pekerja display produk, petugas gudang, maupun kasir.
٢٥
2. Kurangnya Personil Pekerja pada Produk Taqshiit Murabahah/Musyawwamah sehingga kelincahan dalam pengelolaan produk ini agak terganggu, seperti belum adannya pekerja marketing pada produk ini, bagian penagihan dan yang lainnya.
3. Kelihatannya maaf (Penulis) katakan, sepertinya untuk Produk PINTAR permodalannya agak diperbesar, karena penulis melihat adanya antrian pengaju produk ini dan belum terealisasi dalam waktu yang cukup panjang.
4. Dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pihak perusahaan dapat mengembangkan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) untuk mengembangkan ilmu dan pengetahuan mahasiswa yang mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Sehingga, keterampilan dan wawasan tentang dunia kerja meningkat.
٢٦
DAFTAR PUSTAKA
Adiwarman karim, Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011)
Burhanuddin, Koperasi Syariah dan Pengaturannya di Indonesia, (Malang: UIN-Maliki Press,2013)
Izzan Ahmad, Referensi Ekonomi Syariah Ayat-Ayat Al Qur’an yang Berdimensi Ekonomi, (Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2006
Muhammad Ayub, Understanding Islamic Finance (A-Z Keuangan Syariah), Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Muhammad Syafi‟i Antonio, Bank Syariah...,
Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, Jakarta: Alfabeta, 2010
Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah (Produk-Produk Dan Aspek-Aspek Hukumnya), Jakarta: Kencana
Veitzal Riva’i, Islamic Financial Managemen
Wangsawidjaja Z, Pembiayaan Bank Syariah, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Zulia Hanum, “Analisis Penerapan Transaksi Murabahah pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah Gebu Prima Medan”, Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, ISSN 1693-7600,Vol 14 No. 01 Juli 2014, t.d. 29 Wangsawidjaja Z, Pembiayaan Bank Syariah, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,
٢٧