PENDAHULUANB A.LatarBBelakangB
B. TarakteristikBAnakBUsiaB Middle Childhood B
Menurut1Crockenberg1(1985,1dalam1Cummings11991),1anak-anak1sangat1 sensitif1dengan1ekspresi1marah1dari1orang1dewasa1terutama1orang1tuanya.11Anak1 usia1 111 –1 121 tahun1 termasuk1 ke1 dalam1 tahap1 usia1 tengah1 (middle childhood) atau1biasa1disebut1usia1sekolah.1Selama1usia1middle childhood,1hubungan1antara1 orang1tua1dan1anak1tidak1lagi1satu1arah1melainkan1orang1tua1mulai1melatih1anak1 untuk1 bernegosiasi1 dalam1 membuat1 keputusan1 dan1 menyelesaikan1 masalah1 (Bukatko,1 2008).1 Selain1 itu,1 pada1 tahap1 ini1 anak1 sudah1 mampu1 membuat1 pemaknaan1 akan1 suatu1 hal1 yang1 dialaminya,1 termasuk1 sikap1 marah1 yang1 dialami1 dari1 orang1 tua1 mereka.1 Hal1 ini1 dikarenakan1 anak1 sudah1 memiliki1 aktivitas1mental1seperti1reversibility1yang1mendukung1mereka1untuk1membuat1 alasan1dari1kejadian1yang1sudah1dialami1(Bukatko,12008).1 Setiap1tahap1perkembangan1memiliki1keunikannya1masing-masing.1Pada1 tahap1ini1anak1mengalami1perkembangan1dalam1beberapa1aspek,1yaitu:B 1. Aspek1Fisik1 Selama1usia1sekolah,1anak1mengalami1pertumbuhan1sekitar12-31cm1 setiap1tahunnya.1Kemampuan1otot1dan1kekuatan1mengalami1peningkatan1 pesat1 yang1 dipengaruhi1 oleh1 faktor1 keturunan1 dan1 latihan1 fisik.1 Akan1
tetapi1perkembangan1fisik1pada1usia1middle childhood1ini1masih1jauh1dari1 kematangan1dan1mereka1 membutuhkan1aktivitas1 yang1banyak.1 Aktivitas1 fisik1 merupakan1 hal1 yang1 penting1 pada1 tahap1 ini1 sebagai1 upaya1 untuk1 melatih1dan1mengembangkan1kemampuannya1(Santrock,11997).1
2. Aspek1Kognitif1
Dalam1 rentang1 usia1 middle childhood,1 otak1 anak1 mengalami1 ledakan1 pertumbuhan1 yang1 cepat.1 Salah1 satu1 pertumbuhan1 yang1 paling1 cepat1 terjadi1 di1 area1 lobus1 frontal.1 Hal1 ini1 mengakibatkan1 anak1 akan1 cenderung1 berespon1 dengan1 reaksi1 yang1 “tidak1 disadari”1 terhadap1 stimulus1emosional1(Santrock,12007)1
Anak1 akan1 masuk1 pada1 tahap1middle childhood 1 ketika1 mereka1 mulai1bisa1menyelesaikan1suatu1permasalahan.1Anak1usia1sekolah1masuk1 ke1 dalam1 tahap1 perkembangan1 kognitif1 operasional1 konkret1 yang1 memampukan1mereka1memiliki1aktivitas1mental1seperti1reversibility1yang1 mendukung1 mereka1 untuk1 membuat1 alasan1 dari1 kejadian1 yang1 sudah1 dialami.1Pada1usia1ini,1egoisentrisme1anak1berkurang1sehingga1membuat1 mereka1mampu1memahami1persepsi,1keyakinan,1dan1perasaan1orang1lain1 yang1mungkin1berbeda1dengan1dirinya1(Bukatko,12008).1 3. Aspek1Bahasa1 Menurut1Woolfolk1(2005),1anak1usia1sekolah1atau1middle childhood1 mengalami1perkembangan1dalam1kosakata1yang1dimiliki1menjadi1sekitar1 40.0001kosakata.1Pada1tahap1ini1anak1memahami1kata-kata1secara1harafiah1
dan1tidak1begitu1memahami1arti1sarkasme1atau1metafora.1Oleh1karena1itu,1 anak-anak1 masih1 cenderung1 mengartikan1 kata1 cemooh1 atau1 kata-kata1 kasar1 yang1 mereka1 dapatkan1 secara1 harafiah1 (Berger,1 2003;1 Gardner,1 1982b1dalam1Woolfolk,12005).1
4. Aspek1Regulasi1Emosi1
Pada1 usia1 ini,1 anak1 mengalami1 peningkatan1 kemampuan1 untuk1 memahami1berbagai1emosi1 yang1kompleks1seperti1 rasa1bangga1dan1rasa1 malu.1 Anak1 juga1 mengalami1 peningkatan1 dalam1 memahami1 lebih1 dari1 satu1emosi1yang1dapat1dialami1kembali1di1situasi1tertentu.1Selain1itu,1anak1 juga1mengalami1peningkatan1dalam1kemampuan1untuk1menyembunyikan1 atau1 menekan1 reaksi1 emosi1 negatif1 yang1 dialaminya1 (Santrock,1 2007).1 Cara1 anak1 untuk1 mengelola1 emosi1 bergantung1 paling1 tidak1 pada1 pengalaman1yang1diberikan1oleh1orang1tua1mereka.1Ketika1orang1tua1tidak1 bisa1 menghadapi1 anak1 yang1 mengekspresikan1 emosi1 negatifnya1 pada1 mereka1atau1justru1menghukum1mereka,1maka1anak1akan1lebih1marah1dan1 menimbulkan1permusuhan1sehingga1berdampak1pada1masalah1di1sekolah1 (Eisenberg,1 Fabes,1 et1 al.,1 1999;1 Fabes,1 Leonard,1 et1 al.,1 20011 dalam1 Bukatko,1 2008).1 Sedangkan1 orang1 tua1 yang1 memberikan1 pendampingan1 yang1suportif1untuk1menjelaskan1emosi-emosi1negatif1yang1dialami1anak,1 membuat1anak1menjadi1lebih1tenang1dan1menetralisir1emosi1negatif1yang1 dialami1(Gottman,1Katz,1&1Hooven,119971dalam1Bukatko,12008).111
Cummings1 (1989,1 dalam1 Cummings1 1991),1 menemukan1 hal1 yang1 cukup1 konsisten1 secara1 umum1 dengan1 fakta1 bahwa1 anak1 laki-laki1 cenderung1menanggapi1kemarahan1orang1dewasa1dengan1sikap1marah1dan1 agresivitas1 dibandingkan1 anak1 perempuan1 sedangkan1 anak1 perempuan1 cenderung1 menahan1 diri1 dan1 mengalami1 kecemasan1 dibandingkan1 anak1 laki-laki1 (e.g.,1 Block,1 Block,1 &1 Gjerde,1 1986;1 Feshbach,1 1970).1 Berdasarkan1penelitian1 Cummings1(1991)1tersebut,1menunjukkan1bahwa1 anak1usia1ini1melihat1suatu1kemarahan1sebagai1hal1yang1negatif1dan1sering1 merespon1 dengan1 perasaan1 marah,1 sedih,1 dan1 adakalanya1 muncul1 perasaan1takut.11Pada1usia1ini1juga1muncul1kemampuan1anak1untuk1dapat1 menggunakan1 emotional display rules1 atau1 suatu1 tata1 krama1 dalam1 mengungkapkan1 ekspresi1 atau1 hal1 yang1 sebenarnya1 dirasakan1 atau1 menampilkan1 topeng1 dalam1 pengungkapan1 emosinya1 (Bukatko,1 2008).1 Dalam1 menampilkan1 display rules1 anak1 dapat1 tidak1 menunjukkan1 ekspresi1 apapun,1 cenderung1 diam1 atau1 justru1 menampilkan1 emosi1 yang1 berkebalikan1yang1lebih1dapat1diterima1orang1lain1(Underwood,11992).1 5. Aspek1Sosial1
Ditinjau1 dari1 aspek1 sosial,1 anak1 pada1 tahap1 usia1 sekolah1 mulai1 membuat1 perbandingan1 sosial,1 yaitu1 kecenderungan1 untuk1 menilai1 kemampuan,1 perilaku,1 penampilan,1 dan1 karakteristik1 lainnya1 dengan1 orang1 lain.1 Hal1 ini1 membuat1 anak1 usia1 sekolah,1 terutama1 pada1 tahun1 –1 tahun1pertama,1mengalami1penurunan1drastis1terhadap1harga1diri1mereka1
(Marsh1et1al.,11984;1Stipek1&1Maclver,119891dalam1Berk,119941halaman1 442).1111
Jadi,1 dapat1 disimpulkan1 bahwa1 dalam1 anak1 di1 usia1 sekolah1 mengalami1 perubahan1dalam1aspek1fisik,1kognisi,1emosi,1dan1sosial1yang1saling1berkaitan1 satu1sama1lain.1
B
C. TemunculanBEkspresiBMarahBdalamBTeluargaB
Dalam1 keluarga1 terdapat1 proses1 sosialisasi1 atau1 penanaman1 nilai1 pada1 anak.1 Studi1 tentang1 sosialisasi1 dalam1 keluarga1 konsen1 pada1 bagaimana1 anak1 mendapatkan1 motivasi,1 nilai,1 dan1 pola1 perilaku1 yang1 membuat1 mereka1 bisa1 berfungsi1dalam1masyarakat1yang1luas1(Maccoby,11984;1Zigler1&1Child,11973,1 dalam1Kuczynsy,11997).1Akan1tetapi1dalam1proses1penanaman1nilai1orang1tua1 terhadap1 anak1 tersebut1 kerap1 kali1 muncul1 hal1 yang1 bertentangan1 sehingga1 menimbulkan1 percekcokan.1 Menurut1 Cummings,1 dkk1 (1989),1 bahkan1 dalam1 keluarga1yang1harmonis1pun1didapati1momen1kemarahan1di1antara1orang1tua.11
Penelitian1 dalam1 sosialisasi,1 kebanyakan1 mempelajari1 teknik1 yang1 berkaitan1 dengan1 kontrol,1 yaitu1 power assertion1 (Hoffman,1 19601 dalam1 Kuczynsky,11997).1Teknik1power-assertive1seperti1perintah1langsung,1ancaman,1 deprivasi,1dan1kekerasan1fisik1memberikan1tekanan1yang1memaksa1anak1secara1 langsung1 untuk1 mengubah1 pola1 perilaku1 yang1 sedang1 dibentuknya.1 Hoffman1 mengatakan1bahwa1semakin1sering1seorang1ibu1menggunakan1power assertive1 yang1 tidak1 tepat1 ketika1 menghadapi1 anak,1 maka1 anak1 akan1 semakin1
menunjukkan1sikap1bermusuhan1dan1melakukan1power assertive1kepada1 anak1 lainnya.1Selain1itu,1anak1akan1semakin1resisten1dengan1pengaruh1yang1diberikan1 oleh1 guru1 dan1 anak1 lainnya.1 Oleh1 karena1 itu,1 secara1 ekstrim1power assertive11 memberikan1efek1resisten1pada1anak1(dibandingkan1kepatuhan),1menghasilkan1 pencegahan1 proses1 internalisasi1 dan1 penolakan1 terhadap1 upaya1 sosialisasi.1 Lytton1 (19801 dalam1 Kuczynsky,1 1997)1 mengungkapkan1 efek1 negatif1 kontrol1 terhadap1 anak.1 Berdasarkan1 penelitiannya1 dengan1 mengamati1 interaksi1 antara1 ibu1dan1anak1menunjukkan1hasil1bahwa1ibu1yang1lebih1sering1mengontrol1dan1 mencaci1 anaknya1 memiliki1 skor1 internalisasi1 yang1 lebih1 rendah1 dibandingkan1 anak1 dengan1 ibu1 yang1 tidak1 mencaci1 dan1 membantu1 anaknya1 untuk1 mengerjakan1sesuatu1secara1mandiri1(Kuczynsky,11997).111
Yang1 menarik1 bahwa1 orang1 tua1 seperti1 tidak1 sadar1 bahwa1 mereka1 memahami1 jika1 pendekatan1 menggunakan1 kontrol1 cenderung1 tidak1 mungkin1 memenuhi1 kebutuhan1 dalam1 jangka1 panjang.1 Kuczynski1 (1984)1 mengatakan1 bahwa1orang1tua1cenderung1memilih1pendekatan1yang1tidak1terlalu1mengontrol1 anak1seperti1memberikan1pemahaman1terlebih1ketika1orang1tua1meminta1anak1 untuk1patuh1terhadap1perintah1orang1tua1di1kemudian1hari1dibandingkan1dengan1 tidak1 memberikan1 informasi1 sama1 sekali1 kepada1 anak.1 Namun,1 pemahaman1 orang1tua1tersebut1tidak1selalu1sejalan1dengan1kenyataannya.1Pada1kenyataannya,1 setiap1keluarga1memiliki1pola1yang1bisa1jadi1berbeda1dalam1mengomunikasikan1 apa1 yang1 diharapkan1 oleh1 orang1 tua1 kepada1 anak1 atau1 bagaimana1 nilai-nilai1 yang1ingin1ditanamkan1oleh1orang1tua1itu1dapat1disampaikan1kepada1anak.1Hal1
tersebut1 bergantung1 pada1 pola1 komunikasi1 yang1 terbangun1 dalam1 masing-masing1keluarga.1B 1 D. MemahamiBEkspresiBMarahBOrangBTua:BDilihatBdariBPerspektifBAnakB 1. Deskripsi1Memahami1Ekspresi1Marah1Orang1Tua:1Dilihat1dari1Perspektif1 AnakB
Keluarga1 merupakan1 kelompok1 intim1 yang1 saling1 berbagi1 dan1 berkomunikasi.1 Di1 dalam1 komunikasi1 yang1 dibangun1 terdapat1 proses1 pertukaran1pesan1dan1pemaknaan1akan1pesan1tersebut.1Orang1tua1memiliki1 peran1 yang1 besar1 dalam1 membangun1 komunikasi1 di1 dalam1 keluarga,1 melibatkan1 tiap1 anggota1 di1 dalamnya1 termasuk1 anak1 dalam1 proses1 komunikasi1 tersebut.1 Proses1 komunikasi1 yang1 terbangun1 di1 dalam1 keluarga1tidak1 selamanya1berjalan1dengan1mudah,1ada1kalanya1keluarga1 menemukan1 situasi1 yang1 sulit1 yang1 mengharuskan1 untuk1 mengambil1 sikap1 tertentu.1 Sebagai1 contoh1 ketika1 orang1 tua1 mendapati1 anaknya1 melakukan1 hal1 yang1 dianggap1 salah,1 orang1 tua1 dapat1 memilih1 untuk1 menasihati,1menegur,1memarahi1atau1membiarkan1anak1tersebut.1Menurut1 Cummings,1 dkk1 (1989),1 bahkan1 dalam1 keluarga1 yang1 harmonis1 pun1 didapati1 momen1 kemarahan1 di1 antara1 orang1 tua.1 Setiap1 tindakan1 yang1 dipilih1orang1tua1memiliki1alasan1tersendiri,1anak1pun1juga1berusaha1untuk1 memahami1dan1memaknai1tindakan1tersebut.11
Terdapat1 bermacam1 hal1 yang1 mendukung1 orang1 tua1 untuk1 memunculkan1ekspresi1marah1kepada1anak.1Hal1tersebut1bisa1jadi1berasal1 dari1pemikiran1orang1tua1itu1sendiri1maupun1kondisi1di1luar.1Pemikiran-pemikiran1 yang1 tidak1 rasional1 atau1 tidak1 sesuai1 dengan1 realita1 berkontribusi1besar1pada1munculnya1ekspresi1marah1seseorang1(Gautam,1 2013).1 Faktor-faktor1 internal1 yang1 memungkinkan1 orang1 tua1 menunjukkan1 ekspresi1 marah1 pada1 anak1 diantaranya1 karena1 adanya1 pemikiran1 emosional1 sehingga1 orang1 tua1 cenderung1 menyalahartikan1 sikap1biasa1anak1sebagai1suatu1hal1yang1mengganggu,1lemahnya1toleransi1 terhadap1 kegagalan1 atau1 kesalahan1 yang1 dilakukan1 anak,1 adanya1 ekspektasi1 atau1 harapan1 yang1 tidak1 logis1 pada1 anak1 sehingga1 orang1 tua1 menjadi1 marah1 ketika1 anak1 tidak1 melakukan1 hal1 yang1 sesuai1 dengan1 ekspektasi1atau1harapannya,1dan1orang1tua1sudah1memiliki1penilaian/1label1 negatif1pada1anak.1Selain1faktor1internal,1orang1tua1juga1mendapati1adanya1 faktor1eksternal1yang1mendukungnya1memunculkan1ekspresi1marah,1yaitu1 sikap1 anak1 yang1 melawan1 orang1 tua,1 terdapat1 pertentangan1 pemikiran1 dengan1 anak,1 ancaman1 terhadap1 kebutuhan,1 dan1 frustasi1 dengan1 lingkungan1sekitar.1
Dalam1 mengungkapkan1 ekspresi1 marahnya1 pada1 anak,1 orang1 tua1 bisa1 menggunakan1 banyak1 cara.1 Terdapat1 banyak1 tipe1 ekspresi1 marah1 yang1 bisa1 dilakukan1 orang1 tua1 kepada1 anak,1 diantaranya1 cenderung1 langsung1 reaktif1 terhadap1 suatu1 stimulus1 yang1 memicu1 kemarahannya,11
menggunakan1 kata-kata1 kasar1 atau1 mengumpat,1 mengkritik1 atau1 menghina1anak,1mendorong1anak1untuk1membuat1suatu1perubahan1positif,1 cenderung1 merugikan1 dengan1 memberi1 hukuman1 terhadap1 diri1 sendiri1 terkait1kesalahan1yang1terjadi,1cenderung1membuat1anak1menjadi1merasa1 bersalah1 atau1 tidak1 berarti,1 berteriak1 atau1 melemparkan1 barang1 jika1 dirinya1 merasa1 sudah1 tidak1 dapat1 mengontrol1 kondisinya,1 tidak1 pasti1 (terkadang1diam1atau1meledak-ledak).1
Melihat1 tahap1 perkembangan1 anak1 usia1middle childhood,1 mereka1 sudah1 mampu1 membuat1 alasan1 dari1 kejadian1 yang1 dialami1 karena1 anak1 sudah1 masuk1 pada1 tahap1 operasional1 konkret1 dan1 memiliki1 aktivitas1 mental1 seperti1reversibility.1 Selain1 itu,1 menurut1 Bukatko1 (2008)1 anak1 sudah1 mampu1 memahami1 persepsi,1 keyakinan,1 dan1 perasaan1 orang1 lain1 yang1 mungkin1 berbeda1 darinya.1 Hal1 ini1 mendukung1 anak1 untuk1 bisa1 melihat1dari1sudut1pandang1orang1lain1sehingga1anak1dapat1belajar1untuk1 memahami1 sikap1 yang1 ditunjukkan1 orang1 tua1 pada1 mereka,1 termasuk1 sikap1marah1orang1tua.1B
Orang1tua1 menganggap1 anak1 melakukan1 kesalahan Menasehati,1 menjelaskan Memarahi Behavioral anger Passive anger Verbal anger Self-inflicted anger Volatile anger Constructive anger Chronic anger Judgmental anger Overwhelmed anger Retaliotory anger Paranoid anger Deliberate anger Membiarkan
2. Skema1 1.1 Memahami1 Sikap1 Marah1 Orang1 Tua:1 Dilihat1 dari1 Perspektif1 AnakB B B B B B B B B B Bagaimana1 pemahaman1 anak1 terhadap1 ekspresi1 marah1 orang1 tua1 yang11 dapat1 menimbulkan1 kesalah-pahaman1 di1 antara1 relasi1 orang1 tua1 dan1 anak?1
G. PertanyaanBPenelitianB
Dalam1 penelitian1 kualitatif,1 peneliti1 menetapkan1 pertanyaan1 penelitian,1 bukan1 tujuan1 spesifik1 dari1 penelitian1 atau1 hipotesis1 (Creswell,1 20091 halaman1 129).1Pertanyaan1penelitian1dalam1kualitatif1bersifat1tidak1terbatas,1berkembang,1 dan1tidak1mengarahkan1(Creswell,120071halaman1107).1Menurut1Creswell1(20091 halaman1129-130),1pertanyaan1penelitian1memiliki1dua1bentuk,1yaitu:B
1. Central Question,1 yaitu1 pertanyaan1luas1 yang1mengeksplorasi1fenomena1 utama1 atau1 konsep1 dalam1 penelitian1 (Creswell,1 2009).1Central question 1 atau1pertanyaan1utama1dari1penelitian1ini1adalah1bagaimana1pemahaman1 anak1middle childhood1 terhadap1 ekspresi1 marah1 orang1 tua1 yang1 dapat1 menimbulkan1kesalahpahaman1di1antara1relasi1orang1tua1dan1anak?11 2. Subquestions,1 yaitu1 pertanyaan1 spesifik1 yang1 digunakan1 selama1
wawancara1 yang1 mendukung1 pertanyaan1 utama1 (Creswell,1 2009).1 Subquestion dalam1penelitian1ini1yaitu,11
2.1)111Apa1yang1dirasakan1anak1ketika1orang1tua1marah1pada1mereka?1 2.2)111Apa1yang1dipikirkan1anak1ketika1orang1tua1marah1pada1mereka?1 2.3)1 1 Bagaimana1 anak1 memahami1 alasan1 atau1 maksud1 dari1 sikap1 marah11
orang1tua1pada1mereka?1
2.4)11 Bagaimana1dampak1 pemahaman1anak1terhadap1sikap1marah1orang1 tua1tersebut1terhadap1kehidupan1anak1sehari-hari?1
25
BABBIIIB
METODOLOMIBPENELITIANB
BA. JenisBPenelitianB
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Meolong (2007), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh informan penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.B
B
B. FokusBPenelitianB
Fokus dalam penelitian ini adalah melihat pemahaman anak middle
childhood terhadap ekspresi marah orang tua yang berbeda dengan maksud orang tua. Pemahaman tersebut didapat dengan meminta informan menceritakan tentang pengalamannya ketika orang tua marah kepada mereka dan menggali bagaimana pikiran, perasaan, dan dampak yang dialami informan.B B
B B
C. InformanBPenelitianB
1. TeknikBPemilihanBdanBKriteriaBPemilihanBInformanB
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive
sampling. Pada penelitian yang menggunakan teknik purposive sampling, peneliti memilih individu yang sesuai dengan penelitian dan dengan maksud tertentu dapat memberikan informasi mengenai pemahaman dalam pertanyaan penelitian dan fenomena utama dalam penelitian (Creswell, 2007 halaman 125). Adapun kriteria informan yang sesuai dengan penelitian ini, yaitu:
a) Informan penelitian memiliki anak yang duduk di bangku kelas 6
Sekolah Dasar
b) Informan penelitian berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
c) Informan penelitian memiliki pengalaman dimarahi orang tua
d) Informan penelitian berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta
2. ProsedurBMendapatkanBInformanBPenelitianB
Prosedur yang digunakan peneliti untuk mendapatkan informan penelitian adalah sebagai berikut:B
a) Menyebarkan kuisioner yang telah disiapkan sebelumnya kepada
anak kelas 6 Sekolah Dasar
b) Menyaring informan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
d) Melakukan rappor, pengenalan diri, menjelaskan tujuan penelitian dan meminta kesediaan informan
e) Melakukan wawancara semi terstuktur secara bertahap
B
D. MetodeBPengumpulanBDataB
Menurut Lofland dan Lofland (1M84, dalam Meolong 2007), sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan atau perilaku, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam penelitian ini, digunakan wawancara semi terstruktur untuk mengumpulkan data.B
1) Kuisioner Penelitian
Kuisioner penelitian berfungsi untuk menyaring informan yang sesuai dalam penelitian ini. Calon informan diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman yang mereka terima dari orang tua ketika mereka dianggap melakukan kesalahan oleh orang tua mereka.
2) Wawancara Semi Terstruktur kepada informan
Dalam wawancara semi terstruktur, peneliti akan memiliki daftar
pertanyaan atau guideline wawancara, namun pertanyaan wawancara
tidak berpatokan pada daftar yang telah dibuat. Pada penelitian yang menggunakan wawancara semi terstruktur, terdapat beberapa hal yang membedakan dengan metode yang lain, diantaranya adanya usaha untuk
membangun rapport dengan informan, urutan pertanyaan yang diajukan tidak terlalu diperhatikan, peneliti memiliki kebebasan untuk menggali lebih lanjut topik menarik yang muncul dalam wawancara, dan peneliti diperbolehkan untuk mengikuti topik minat dari responden. (Smith, 2008).
3) Wawancara semi terstuktur dengan orang tua informan
Wawancara semi terstuktur dengan orang tua informan ini berfungsi untuk melengkapi informasi mengenai latar belakang informan dan triangulasi data informan.
TabelB1.BGuideline PertanyaanBWawancaraB 1 Pernahkah memiliki pengalaman dimarahi orang tua? 2 Siapa yang sering marah padamu?
3 Biasanya karena masalah apa mereka marah padamu? 4 Ceritakan pengalaman yang paling diingat
5 Saat itu, apa yang kamu rasakan ketika dimarahi? 6 Apa yang dipikirkan?
7 Apakah kamu tahu kenapa orang tua marah padamu?
*Jika ya, menurutmu apa alasannya dan bagaimana kamu tahu? *Jika tidak, apakah kamu berusaha mencari tahu alasannya?
8 Lalu bagaimana kamu memandang atau memahami sikap marah orang tuamu tersebut?
M Menurutmu, benar atau salah orang tuamu marah padamu? Mengapa? 10 Apa dampak sikap marah orang tua padamu?
11 Apa harapanmu bagi orang tua saat mendapati dirimu melakukan hal yang dianggap salah oleh orang tuamu?
B
E. MetodeBAnalisisBDataB
Pada penelitian ini, metode analisis data yang digunakan adalah fenomenologi deskriptif. Metode ini digunakan untuk mengklarifikasi situasi yang dialami dalam kehidupan seseorang sehari-hari (Smith, 2008). Dalam
penelitian ini, peneliti ingin melihat pemahaman anak middle childhood
terhadap ekspresi marah orang tuanya yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di antara relasi orang tua dan anak. Hal yang paling penting dalam fenomenologi adalah bagaimana pribadi senyatanya mengalami dan
menginterpretasikan situasi, maka data-basenya sering kali berupa deskripsi
retrospektif. Menurut Smith (2008), terdapat empat langkah dasar dalam metode analisis fenomenologi deskriptif, yaitu:B
1) Membaca keseluruhan deskripsi yang ditulis oleh informanB
Langkah ini harus dibuat eksplisit karena metode lain tidak memerlukan syarat ini. Perspektif fenomenologis bersifat holistik maka seseorang harus memahami sisi global dari deskripsi yang ada sebelum melangkah lebih lanjut.B
2) Melakukan konstitusi terhadap bagian-bagian deskripsi
Langkah ini sedikit menekankan rangkuman untuk menemukan unit makna atau tema utama. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada unit makna “objektif dalam teks semua itu berkorelasi dengan sikap peneliti. Tidak menjadi masalah ketika peneliti yang berbeda akan memiliki unit makna yang juga berbeda.
3) Membentuk transformasi
Tujuan transformasi adalah mengubah yang implisit menjadi eksplisit dan membuatnya terartikulasi secara lebih deskriptif serta dapat menyampaikan makna-makna psikologis dengan lebih baik.
4) Menyusun struktur pengalaman
Struktur diperoleh dengan menyelesaikan transformasi terakhir dari pemaknaan unit-unit kemudian menentukan apa saja konstituen yang tampaknya esensial. Hal ini dilakukan dalam rangka menyusun pengalaman konkret yang dilaporkan. Yang dimaksud “esensial” di sini adalah bahwa struktur yang diperoleh tidaklah universal. Struktur tersebut hanyalah bersifat general karena peran dari konteks. Seseorang seringkali berusaha untuk mendapatkan struktur untuk semua data. Hal tersebut tidaklah selamanya dapat dilakukan. Sebaiknya sebagai peneliti tidak berusaha memaksakan data untuk sesuai dengan struktur.
F. VerifikasiBPenelitianB
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi data kepada orang tua informan untuk melakukan verifikasi data penelitian. Menurut Creswell (2007 halaman 208), triangulasi melibatkan penguatan bukti dari berbagai sumber untuk memancarkan hal penting dari tema atau perspektif. B
323
BABBIVB
HASILBDANBPEMBAHASANB
B A. PelaksanaanBPenelitianBSecaraBKeseluruhanB 12 Pencarian3dan3Seleksi3Informan3Penelitian3 diawali3 dengan3 mengurus3 perijinan3 di3 bulan3 Agustus3 20153 ke3 beberapa3 sekolah,3 yaitu3 SD3 Negeri3 Malangrejo,3 SD3 Negeri3 Krapyak3 II,3 dan3 SD3 Kanisius3 Babadan.3 Proses3 pencarian3 dan3 seleksi3 informan3 dilakukan3 dalam3 lingkup3 sekolah3 untuk3 melihat3 variasi3 calon3 informan3yang3lebih3beragam3dan3melewati3proses3yang3lebih3legal3dalam3 berhubungan3 dengan3 informan3 yang3 notabene3 masih3 berstatus3 siswa3 sekolah3 dasar.3 Setelah3 melalui3 proses3 perijinan,3 hanya3 SD3 Kanisius3 Babadan3 yang3 menghubungi3 dan3 bersedia3 memberikan3 ijin3 penelitian.3 Selanjutnya,3 peneliti3 membagikan3 kuisioner3 pada3 tanggal3 313 Agustus3 20153 kepada3 223 siswa3 kelas3 VI3 di3 SD3 Kanisius3 Babadan3 guna3 mencari3 informan3yang3sesuai3dengan3kriteria.33
Setelah3 melakukan3 pemetaan3 terhadap3 hasil3 kuisioner3 yang3 diisi3 oleh3para3siswa,3terdapat3sembilan3siswa3yang3memiliki3jawaban3“orang3 tua3 marah”3 ketika3 mengetahui3 siswa3 dianggap3 melakukan3 kesalahan.33 Kemudian,3peneliti3melakukan3 wawancara3pertama3terhadap3kesembilan3 informan3tersebut3pada3tanggal333September32015.3Dari3hasil3wawancara3
tersebut3 terdapat3 enam3 informan3 yang3 memenuhi3 kriteria3 secara3 penuh3 dari3 segi3 usia3 dan3 sikap3 marah3 yang3 diterima3 dari3 orang3 tua3 ketika3 dianggap3 melakukan3 kesalahan.3 Peneliti3 mencoba3 untuk3 menghubungi3 orang3tua3calon3informan3untuk3meminta3ijin3terkait3dengan3keterlibatan3 dalam3 penelitian3 ini3 namun3 dari3 enam3 orang3 tua3 yang3 dihubungi3 hanya3 empat3orang3tua3yang3menindaklanjuti3kesediaan3dalam3penelitian3ini.3 3
22 Pengambilan3Data3
Wawancara3 informan3 dilakukan3 pada3 hari3 yang3 sama3 yaitu3 pada3 hari3 Kamis,3 33 September3 20153 pada3 pukul3 11.003 –3 12.303 WIB.3 Wawancara3 dilakukan3 secara3 bergantian3 bertempat3 di3 perpustakaan3 SD3 Kanisius3Babadan.33Pengambilan3data3ini3dilakukan3pada3hari3yang3sama3 terkait3 dengan3 ijin3 yang3 diberikan3 oleh3 pihak3 sekolah3 kepada3 peneliti.3 Pada3 pertemuan3 tersebut,3 masing-masing3 informan3 menggunakan3 waktu3 sekitar3 153 menit3 untuk3 wawancara.3 Wawancara3 dilakukan3 dalam3 waktu3 yang3 cukup3 singkat3 mengingat3 banyak3 faktor,3 yaitu3 keterbatasan3 anak-anak3untuk3bercerita3secara3luas,3mengindari3faktor3kebosanan,3dan3terkait3 ijin3 dari3 pihak3 sekolah.3 Namun,3 berdasarkan3 wawancara3 tersebut,3 informan3 cukup3 dapat3 memberikan3 informasi3 yang3 padat3 dan3 jelas.3 Setelah3 itu3 peneliti3 melakukan3 koding3 dan3 pemetaan3 terhadap3 hasil3 wawancara3tersebut.33
Selanjutnya3 pada3 tanggal3 163 –3 193 Oktober3 20153 peneliti3 mengirimkan3 surat3 pernyataan3 persetujuan3 keterlibatan3 informan3 dan3 orang3 tua3 informan3 dalam3 penelitian3 dengan3 ketentuan3 bagi3 para3 orang3 tua3 yang3 tidak3 menyetujui3 keterlibatan3 tersebut3 maka3 proses3 tidak3 akan3 dilanjutkan3 dan3 data3 tidak3 akan3 digunakan3 dalam3 penelitian.3 Setelah3 pengumpulan3lembar3persetujuan3keterlibatan,3seluruh3orang3tua3informan3 setuju3untuk3terlibat3dalam3penelitian3ini.3Setelah3itu,3peneliti3melakukan3 wawancara3 dan3 validasi3 data3 dengan3 salah3 satu3 orang3 tua3 informan3 dengan3 mendatangi3 masing-masing3 rumah3 dalam3 penyesuaian3 waktu3 yang3 berbeda-beda.3 Wawancara3 dan3 validasi3 data3 orang3 tua3 informan3 dilakukan3dalam3kurun3waktu3263Oktober320153–373November32015.33 B B. ProfilBInformanBPenelitianB Informan3dalam3penelitian3ini3berjumlah3empat3orang.3Adapun3identitas3 dan3deskripsi3singkat3seluruh3informan3dapat3dilihat3dalam3tabel3berikut:B 3 3
TabelB2.BRingkasanBIdentitasBdanBDeskripsiBSingkatBSeluruhBInformanB
B InformanB1B InformanB2B InformanB3B InformanB4B
InisialB MK3 KA3 KKS3 FH3 JKB P3 P3 P3 P3 UsiaB 113 103 113 113 JumlahB SaudaraB 13 33 33 13 UrutanB KelahiranB 13 13 43 23
AgamaB Katholik3 Kristen3 Kristen3 Katholik3
SukuB Jawa-Dayak3 Cina3 Batak3 Jawa3