• Tidak ada hasil yang ditemukan

Target Dan Realisasi Penerimaan Retribusi Parkir

BAB III : PERATURAN PENGELOLAAN PARKIR AGAR RETRIBUS

B. Target Dan Realisasi Penerimaan Retribusi Parkir

62

Hasil w aw ancara dengan Efrida Zuliyant i NST, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informat ika Kot a Padangsidimpuan, 26 Desember 2013.

Pendapatan asli daerah merupakan pencerminan terhadap pendapatan masyarakat/daerah, untuk itu perlu adanya kiat-kiat bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan potensi masyarakat/daerah dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan masyarakat/daerah. Meningkatnya pendapatan masyarakat/daerah jelas mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sekaligus menambah pendapatan asli daerah.63

Sehubungan dengan upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota Padangsidimpuan terus mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan retribusi daerah terutama retribusi parkir.

Jenis pungutan retribusi parkir di Kota Padangsidimpuan masih berpotensi dan strategis untuk dikembangkan sebagai andalan karena retribusi parkir dipungut berdasarkan imbalan jasa yang diberikan oleh pemerintah daerah yang langsung dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan tersebut.64 Dari pengertian itu dapat dipahami bahwa pungutan retribusi parkir dapat dilakukan berkali-kali kepada masyarakat setiap kali menikmati jasa pemerintah, namun demikian besar kecilnya penerimaan retribusi juga ditentukan sejauh mana pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Masyarakat selaku obyek pungutan harus turut serta dalam mengoptimalisasikan pemungutan retribusi parkir Kota Padangsidimpuan agar pengelolaan retribusi parkir berjalan efektif dan efisien, sehingga target penerimaan retribusi parkir dapat terealisasi.

63

Kembali dinyatakan oleh Efrida Zuliyanti NST, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Padangsidimpuan jika pemungutan retribusi parkir berjalan optimal maka kontribusi retribusi parkir terhadap pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat. Peningkatan pendapatan asli daerah secara keseluruhan tiap tahunnya dapat diikuti dengan pencapaian target secara konsisten terhadap target yang telah ditentukan sebelumnya.

Berikut ini penulis menyajikan data tentang perkembangan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah secara keseluruhan sejak tahun 2011 sampai tahun 2013. Dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Table 1.3

Perkembangan Realisasi PAD Kota Padangsidimpuan Tahun 2011-2013

Tahun Target Realisasi

2011 Rp.1.402.000.000 Rp.512.000.000 2012 Rp.1.804.000.000 Rp.710.000.000 2013 Rp.2.407.000.000 Rp. 920.264.000

Berdasarkan data neraca keuangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika kota Padangsidimpuan dalam 3 Tahun terakhir tidak mecapai target setiap tahun. Pencapaian yang terdekat kepada target terbesar pada tahun 2011, dari target sebesar Rp.1.402.000.000. realisasi hanya tercapai Rp. 512.000.000 .

64

Dari table 1.3 diatas, penulis melihat bahwa realisasi penerimaan retribusi parkir setiap tahunnya sebenarnya mengalami peningkatan, meskipun target setiap tahunnya tidak tercapai secara optimal namun secara keseluruhan realisasi penerimaan retribusi parkir setiap tahunnya mengalami peningkatan. Selanjutnya untuk mengetahui kontribusi retribusi parkir terhadap penerimaan retribusi daerah di Kota Padangsidimpuan pada tahun 2011-2013 dapat di lihat pada tabel berikut ini65:

Tabel 1.4

Kontribusi Retribusi Parkir Terhadap Penerimaan Retribusi Daerah Kota Padangsidimpuan Pada Tahun 20111-2013

Tahun Realisasi Retribusi Parkir

Total

Realisasi PAD Kontribusi (%)

2011 Rp. 149.000.000 Rp.512.000.000 29,1 2012 Rp. 167.107.000 Rp.710.000.000 23,53 2013 Rp. 217.200.000 Rp. 920.264.000 23,6

Oleh Marina Sinaga sebagai Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Padangsidimpuan, berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa kontribusi retribusi parkir terhadap retribusi daerah di Kota Padangsidimpuan pada Tahun 2011-2013 tidak stabil. Pada tahun 2011 kontribusi retribusi parkir mencapai 29,1%.

65

Hasil w aw ancara dengan M arina Sinaga, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informat ika Kot a Padangsidimpuan, 26 Desember 2013.

Sedangkan pada tahun 2012 kontribusi retribusi parkir terhadap retribusi daerah mengalami penurunan menjadi 23,53%. Pada tahun 2013 kontribusi parkir terhadap retribusi daerah meningkat dari tahun 2012 tetapi tetap saja lebih rendah dari rahun 2011 yakni 23,6%.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa kontribusi retribusi parkir terhadap pendapatan asli daerah cenderung mengalami pasang surut. Meskipun retribusi parkir memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah namun hal itu tidak menjamin kontribusi yang diberikan terhadap retribusi daerah dan pendapatan asli daerah juga meningkat setiap tahunnya.

Oleh sebab itu pemerintah daerah kota Padangsidimpuan perlu meningkatkan pengelolaan retribusi parkir yang mengarah ke optimalisasi pemungutan retribusi parkir. Sehingga penerimaan retribusi parkir dapat meningkat dan realisasi dari target yang telah ditentukan dapat tercapai serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap retribusi daerah dan pendapatan asli daerah (PAD) secara keseluruhan.

Optimalisasi pemungutan retribusi parkir dimaksud untuk menjalankan semua hal yang memungkinkan sesuai undang-undang dan Perda Kota Padangsidimpuan demi meningkatkan PAD Kota Padangsidimpuan. Salah satu contoh di Kabupaten Sidoarjo, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari retribusi parkir dilakukan penetapan kebijakan parkir berlangganan.

Kebijakan tersebut tertuang di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo No. 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Parkir. Retribusi parkir berlangganan menurut Perda Sidoarjo adalah pengenaan retribusi kepada pemilik kendaraan bermotor dengan plat nomor kendaraan Sidoarjo dan/atau kendaraan

dengan plat nomor kendaraan diluar Sidoarjo yang menggunakan pelayanan parkir berlangganan baik ditempat parkir ditepi jalan umum, ditempat khusus parkir yang pembayarannya dipungut dimuka untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Pembayaran retribusi parkir berlangganan menyumbang pendapatan retribusi yang cukup besar sehingga meningkatkan PAD Sidoarjo.66

Pemerintah daerah kota Padangsidimpuan sudah mulai mengarah ke pengoptimalisasi pengelolaan retribusi parkir, tetapi terkendala dalam pelaksanaanya, contohnya banyaknya lahan parkir yang belum dikelola, juru parkir liar, becak motor yang sama sekali tidak mau membayar retribusi parkir, dan masyarakat yang tidak membayar retribusi parkir akibat lalainya juru parkir.67 Pemerintah daerah kota Padangsidimpuan bisa saja mengoptimalisasi pengelolaan retribusi parkir dengan mengatasi kendala-kendala diatas dan bisa saja dengan mengikuti Kabupaten Sidoarjo dengan menjalankan parkir berlangganan demi meningktkan PAD Kota Padangsidimpuan, pada pasal 32 PERDA Kota Padangsidimpuan No. 4 tahun 2010 sudah mengatur parkir berlangganan setiap bulan, tetapi nyatanya belum di indahkan oleh masyarakat akibat kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Daerah Kota Padangsidimpuan.

Upaya yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah melalui optimalisasi retribusi parkir adalah68:

o Membuat layanan pos pengaduan agar ada kontrol langsung dari masyarakat. o Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang retribusi parkir dan

manfaatnya.

66

ht t p:/ / lifest yle.kompasiana.com/ urban/ 2012 / 01/ 06/ opt imalisasi-pendapat an-dari-ret ribusi- parkir-di-sidoarjo-428704.ht ml diakses pada 5 M aret 2014.

67

Hasil w aw ancara dengan M ahyuddin NST, Kabid Infor masi dan Komunikasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informat ika Kot a Padangsidimpuan, 26 Desember 2013. 68

ht t p :/ / academia.edu/ 3102063 / Opt imalisasi_Pajak_Daerah_dan_Ret ribusi_Daerah_dalam Rangka_M eningkat kan_Kemampuan_Keuangan_Daerah diakses pada 6 M aret 2014.

o Memberikan sanksi tegas kepada pengelola, juru parkir dan masyarakat

pengguna jasa parkir apabila menghiraukan peraturan daerah tentang retribusi parkir

o Menyediakan seragam/identitas juru parkir agar meminimalkan munculnya

juru parkir liar serta melengkapi dan memelihara fasilitas parkir.

o Membuat system online untuk memantau pendapatan parkir yang dipungut

para pengelola secara real time.

o Menyerahkan kepada pihak ketiga untuk jasa pengambilan uang retribusi

parkir tiap hari dan menyetorkan ke kas daerah setiap hari untuk mengurangi tingkat kebocoran uang setoran parkir.

o Melakukan pengawasan rutin dan audit rutin kepada para pengelola parkir

oleh Inspektorat dan BPK.

C. Pembinaan Disiplin dan Pengawasan Pengelolaan Parkir Menurut Perda

Dokumen terkait