• Tidak ada hasil yang ditemukan

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

Potensi Hasil (ku/ha)

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1. Target Kinerja

1. Sasaran Penyediaan Benih Bersertifikat Tahun

2015-2019

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil ditempuh melalui penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Untuk itu pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat dan diharapkan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sasaran peningkatan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat padi, jagung dan kedelai pada tahun 2015- 2019 seperti pada Tabel 21.

Tabel 21. Sasaran peningkatan penggunaan benih varietas unggul bersertifikat padi, jagung dan kedelai tahun 2015 – 2019

2015 2016 2017 2018 2019

1 PADI

1. Sasaran Luas Tanam (ribu Ha) 14.782 15.065 15.365 15.670 15.980

2. Sasaran Kebutuhan Benih (Ton) 369.557 376.619 384.116 391.758 399.510

3. Sasaran Penggunaan Benih Bermutu (% )

- (% ) 49 50 52 53 54

- (Ton) 180.000 189.000 198.000 207.000 216.000

2 JAGUNG

1. Sasaran Luas Tanam (ribu Ha) 4.245 4.800 4.930 5.083 5.227

2. Sasaran Kebutuhan Benih (Ton) 84.900 96.000 98.597 101.650 104.546

3. Sasaran Penggunaan Benih Bermutu (% )

- (% ) 47 48 49 50 51

- (Ton) 40.000 46.500 48.000 50.500 53.000

3 KEDELAI

1. Sasaran Luas Tanam (ribu Ha) 677 735 788 859 926

2. Sasaran Kebutuhan Benih (Ton) 33.847 36.735 39.375 42.955 46.324

3. Sasaran Penggunaan Benih Bermutu (% )

- (% ) 38 41 43 44 45

- (Ton) 13.000 15.000 17.000 19.000 21.000

TAHUN

65

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

2. Sasaran Perbanyakan Benih Sumber Tahun

2015-2019

Untuk memenuhi kebutuhan benih sumber yang dipergunakan untuk perbanyakan benih sebar, maka setiap tahun secara berkesinambungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui anggaran APBN Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan perbanyakan benih sumber tanaman pangan kelas Benih Dasar (BD) dan Benih Pokok (BP). Perbanyakan benih sumber kelas Benih Dasar (BD) dilaksanakan oleh Balai Benih Provinsi sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Sedangkan produksi benih sumber kelas BP direncanakan diproduksi oleh Balai Benih Provinsi dan Balai Benih Kabupaten/Kota. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan dapat pula menyediakan dana perbanyakan benih sumber tersebut sehingga luas penangkaran dan jumlah varietas yang diperbanyak benihnya dapat lebih besar

Rencana perbanyakan penangkaran benih lima

komoditas utama tanaman pangan kelas BD dan BP untuk 5 (lima) tahun (2015-2019) sebagaimana pada Tabel 22, 23 dan 24.

66

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

Tabel 22. Rencana Perbanyakan Benih Padi (BS-BD) dan (BD-BP) Tahun 2015-2019 BS - BD BD - BP TOTAL 1 2015 85 215 300 2 2016 89 226 315 3 2017 94 237 331 4 2018 98 249 347 5 2019 103 261 365

NO TAHUN RENCANA PERBANYAKAN (HA) Tabel 23. Rencana Perbanyakan Benih Jagung (BS-BD) dan (BD-BP) Tahun 2015-2019 Tabel 24. Rencana Perbanyakan Benih Kedelai (BS-BD) dan (BD-BP) Tahun 2015-2019 BS - BD BD - BP TOTAL 1 2015 55 135 190 2 2016 58 142 200 3 2017 61 149 209 4 2018 64 156 220 5 2019 67 164 231

NO TAHUN RENCANA PERBANYAKAN (HA) BS - BD BD - BP TOTAL 1 2015 35 75 110 2 2016 37 79 116 3 2017 39 83 121 4 2018 41 87 127 5 2019 43 91 134

67

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

Tabel 25. Rencana Perbanyakan Benih Kacang Tanah (BS-BD) dan (BD-BP) Tahun 2015-2019

BS - BD BD - BP TOTAL

1 2015 20 50 70

2 2016 21 53 74

3 2017 22 55 77

4 2018 23 58 81

5 2019 24 61 85

NO TAHUN RENCANA PERBANYAKAN (HA)

Tabel 26. Rencana Perbanyakan Benih Kacang Hijau (BS-BD) dan (BD-BP) Tahun 2015-2019

BS - BD BD - BP TOTAL

1 2015 5 10 15

2 2016 5 11 16

3 2017 6 11 17

4 2018 6 12 17

5 2019 6 12 18

68

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

3. Perkiraan ketersediaan benih bersertifikat tahun

2015-2019

Untuk mendukung peningkatan produksi tanaman pangan dalam upaya mempertahankan/melestarikan swasembada pangan maka rencana penyediaan Benih

Sebar (BR) tahun 2015 – 2019 untuk benih padi (padi

inbrida dan padi hibrida), jagung (jagung komposit dan jagung hibrida), dan kedelai dilaksanakan dengan upaya bantuan benih melalui PSO yaitu subsidi benih dan pasar bebas. Dalam rangka memandirikan petani dan pengembangan sistem perbenihan ke depan, maka subsidi benih dan bantuan subsidi benih secara bertahap disarankan dikurangi dan pasar bebas ditingkatkan. Penyediaan benih varietas unggul bermutu

dimanfaatkan juga untuk mengganti varietas

produktivitas rendah/sedang dengan varietas

produktivitas tinggi. Adapun rencana ketersediaan benih padi, jagung dan kedelai tahun 2015 s/d 2019 seperti pada Tabel 27.

69

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

Tabel 27. Ketersediaan benih padi, jagung dan kedelai Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019

1 PADI

1. Bantuan Pemerintah/Subsidi Benih 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 2. Pasar Bebas

a. Produsen Swasta/Penangkar 80.000 89.000 98.000 107.000 116.000

b. BUMN 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000

Jumlah 205.000 214.000 223.000 232.000 241.000

2 JAGUNG

1. Bantuan Pemerintah/Subsidi Benih 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 2. Pasar Bebas

a. Produsen Swasta/Penangkar 36.000 42.500 44.000 46.500 49.000 b. BUMN 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000

Jumlah 45.000 51.500 53.000 55.500 58.000

3 KEDELAI

1. Bantuan Pemerintah/Subsidi Benih 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500 2. Pasar Bebas a. Produsen Swasta/Penangkar 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 b. BUMN 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 Jumlah 14.500 16.500 18.500 20.500 22.500 URAIAN NO TAHUN

70

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

4. Kebutuhan tenaga Pengawas Benih Tanaman Pangan dalam rangka pengawasan dan sertifikasi benih tahun 2015-2019

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan secara terus menerus melakukan upaya-upaya untuk memantapkan kelembagaan pengawasan mutu benih (BPSB) agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk optimalisasi kelembagaan pengawasan mutu benih (BPSB) adalah adanya alokasi anggaran untuk

meningkatkan kompetensi para petugas Balai

Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dan

penyempurnaan secara bertahap sarana prasarana kelembagaan BPSB.

Pengawas Benih Tanaman (PBT), berperan penting dalam pengawasan mutu benih tanaman yang berkedudukan pada Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi. Usulan jumlah PBT untuk i nstansi BPSBTPH Provinsi pada tahun 2014-2019 adalah seperti pada Tabel 28.

71

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

Tabel 28. Usulan PBT di Instansi Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH (BPSBTPH) Provinsi Tahun 2015-2019 2015 967 874 1.841 690 598 1.179 277 276 553 2016 963 937 1.900 676 654 1.330 287 283 570 2017 977 959 1.936 672 649 1.321 305 310 615 2018 1.016 995 2.011 665 647 1.312 351 348 699 2019 1.030 1.009 2.025 679 661 1.326 365 362 713 Terampil Ahli Jmlh

Tahun Kebutuhan PBT Yang Ada Kekurangan PBT

Terampil Ahli Jmlh Terampil Ahli Jmlh

4.2. Kegiatan 2015-2019

Rencana kegiatan Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan untuk tahun 2015-2019 seperti dalam Tabel 29. Tabel 29. Kegiatan Direktorat Perbenihan Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Pengelolaan Sistem Penyediaan

Benih Tanaman Pangan 290,14 141,95 168,26 205,69 237,24 1.043,279

Terlaksananya Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan

Pemberdayaan Penangkar (unit) 175 - - - - 21,1 - - - -

Pengawasan dan Sertifikasi

Benih (Balai) 32 32 32 32 32 41,2 55,97 61,56 67,72 74,49

Perbanyakan Benih Sumber di

Balai Benih (Balai) 31 31 31 31 31 10,5 17,00 18,70 20,57 22,63

Unit Prosesing Benih Khusus

Aceh (Unit) 1 - - - - 3,5 - - - -

Terlaksananya Pembinaan,

Monev dan Pelaporan (Paket) 1 1 1 1 1 18,8 40,00 44,00 48,40 53,24

Penguatan Kelembagaan Penangkar/Produsen Benih (unit)

32 32 32 32 32 195,00 28,98 44,00 69,00 86,88

SASARAN INDIKATOR TARGET ALOKASI (Rp Miliar) ALOKASI 2015-TOTAL 2019 PROGRAM/KEGIATAN

72

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

1. Produksi Benih

Rencana pengembangan perbenihan lima tahun ke depan untuk tahun 2015-2019 meliputi proyeksi produksi benih padi, jagung , kedelai, kacang tanah dan kacang hijau dengan data seperti pada Tabel 30 sd Tabel 34 berikut.

Tabel 30. Proyeksi Produksi Benih Padi

Tahun 2015-2019

Tabel 31. Proyeksi Produksi Benih Jagung

Tahun 2015-2019 BD BP BR HIBRIDA 1 2015 3.000,00 109.750,00 90.000,00 2.250,00 205.000,00 2 2016 3.450,00 119.600,00 88.650,00 2.300,00 214.000,00 3 2017 3.950,00 129.350,00 87.350,00 2.350,00 223.000,00 4 2018 4.550,00 139.050,00 86.000,00 2.400,00 232.000,00 5 2019 5.250,00 148.550,00 84.750,00 2.450,00 241.000,00 NO TAHUN KELAS BENIH JUMLAH KOMPOSIT HIBRIDA 1 2015 100 400 3.000 41.500 45.000 2 2016 100 400 3.000 48.000 51.500 3 2017 100 400 3.000 49.500 53.000 4 2018 100 400 3.000 52.000 55.500 5 2019 100 400 3.000 54.500 58.000 NO TAHUN KELAS BENIH JUMLAH BD BP BR

73

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

Tabel 32. Proyeksi Produksi Benih Kedelai

Tahun 2015-2019

Tabel 33. Proyeksi Produksi Benih Kacang Tanah Tahun 2015-2019 BD BP/BP1 BR/BR1/BR2 1 2015 20,00 50,00 250,00 320,00 2 2016 20,00 50,00 350,00 420,00 3 2017 20,00 50,00 450,00 520,00 4 2018 20,00 50,00 550,00 620,00 5 2019 20,00 50,00 650,00 720,00

NO TAHUN KELAS BENIH JUMLAH

Tabel 34. Proyeksi Produksi Benih Kacang Hijau Tahun 2015-2019 BD BP/BP1 BR/BR1/BR2 1 2015 5,00 10,00 15,00 30,00 2 2016 5,00 10,00 25,00 40,00 3 2017 5,00 10,00 35,00 50,00 4 2018 5,00 10,00 45,00 60,00 5 2019 5,00 10,00 55,00 70,00

NO TAHUN KELAS BENIH JUMLAH

BD BP/BP1/BP2 BR/BR1/BR2/ BR3/BR4 1 2015 150,00 1.500,00 12.850,00 14.500,00 2 2016 150,00 1.500,00 14.850,00 16.500,00 3 2017 150,00 1.500,00 16.850,00 18.500,00 4 2018 150,00 1.500,00 18.850,00 20.500,00 5 2019 150,00 1.500,00 20.850,00 22.500,00 NO TAHUN KELAS BENIH JUMLAH

74

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

2. Desa Mandiri Benih

Sebagaimana yang tertuang da lam RPJMN 2015-2019 ditargetkan 1.000 desa berdaulat benih sebagai salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pencapaian sasaran produksi dan merupakan salah

satu upaya pemecahan masalah dari aspek

perbenihan. Untuk mewujudkan desa berdaulat benih tersebut, maka Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian meluncurkan program “Desa

Mandiri Benih”.

Dengan adanya kegiatan Desa Mandiri Benih ini diharapkan akan tumbuh produsen benih yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing-masing dengan memberikan fasilitasi kepada kelompok tani atau kelompok penangkar atau gabungan kelompoktani dengan kelompok penangkar untuk meningkatkan kapasitas (Capacity Building) dalam rangka memproduksi benih guna memenuhi kebutuhan benih di wilayahnya.

Adapun bentuk dari fasilitasi kepada kelompok tani tersebut yaitu berupa :

1) Bantuan biaya pengadaan sarana produksi dan lainnya, yaitu antara lain : benih sumber, pupuk organik, biaya sertifikasi benih, ongkos tenaga kerja/prosesing benih dan sarana pelengkap

gudang (stapel/rak benih), karung, plastik

pengemas, prosesing benih dan lain-lain

75

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

2) Pengadaan sarana peralatan mesin pengolahan (processing) dan pengemasan benih, antara lain : tempat pengeringan benih (box dryer), alat pembersih benih (seed cleaner), timbangan, alat/mesin penjahit karung (bag closer), alat pengelem plastik (plastic sealer), dan lain-lain (dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani/kelompok penangkar/gabungan kelompok tani dengan kelompok penangkar).

3) Pembangunan gudang penyimpanan benih,

minimal dengan ukuran seluas 40 m2 dan tinggi

minimal 4 m.

4) Pembuatan lantai jemur, minimal dengan ukuran

seluas 80 m2.

Sasaran alokasi kegiatan Desa Mandiri Benih tahun 2015-2019 sebanyak 2.000 unit dengan rincian sebagaimana pada Tabel 35.

Tabel 35. Alokasi Desa Mandiri BenihTahun 2015-2019

(Unit) (Ha) (Unit) (Ha) (Unit) (Ha) (Unit) (Ha) (Unit) (Ha)

1 Padi 1.000 10.000 138 1.380 200 2.000 300 3.000 362 3.620 1.000

10.000 138 1.380 200 2.000 300 3.000 362 3.620

Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019

No. Komoditas Tahun 2015 Tahun 2016

76

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019

3. Sasaran Sertifikasi Benih (Padi, Jagung, Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau)

Tabel 36. Sasaran Sertifikasi Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019 1 Padi 86.200 87.800 89.600 91.500 93.350 2 Jagung 17.500 17.850 18.200 18.500 18.500 3 Kedelai 35.500 36.200 36.900 37.600 38.500 4 Kacang Tanah 400 420 441 463 486 5 Kacang Hijau 150 158 165 174 182

77

Renstra Direkto rat Perbenihan Tahun 2015-2019 BAB V.

PENUTUP

Rencana Strategis Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan ini merupakan salah satu bahan acuan yang dapat digunakan dalam menyusun program perbenihan ke depan. Dengan tersusunnya Rencana Strategis Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan ini diharapkan dapat mendorong pembangunan perbenihan guna mendukung peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan serta mutu produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan stakeholder terkait.

Dukungan iklim perbenihan yang kondusif sangat diperlukan untuk memacu ketersediaan benih tanaman pangan yang mampu memenuhi kabutuhan petani serta pasar benih baik domestik maupun internasional/ekspor. Dalam pengembangan perbenihan ke depan diharapkan sektor swasta dapat tumbuh dan berkembang di semua daerah sesuai kebutuhan mulai dari industri skala kecil, sedang sampai industri benih besar.

Dokumen terkait