• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1.1 Target Kinerja Sasaran Strategis .1 Sasaran Bidang Agama

Sasaran strategis Kementerian Agama dalam bidang agama beserta hasil yang ingin dicapai pada masa lima tahun mendatang sesuai dengan indikator kinerjanya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya kualitas dan ketersediaan bimbingan dan fasilitasi keagamaan, yang ditandai dengan:

a.

meningkatnya jumlah penyuluh agama berkualitas yang tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2019; dan

b.

meningkatnya proporsi lembaga sosial keagamaan yang difasilitasi dalam memenuhi standar minimal lembaga keagamaan menjadi 33,30% pada tahun 2019.

2. Meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan antar umat beragama, yang ditandai dengan:

a.

meningkatnya nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama dengan nilai Baik pada tahun 2019; dan

b.

meningkatnya fasilitasi sarana dan prasarana Sekretariat Bersama FKUB yang memenuhi standar menjadi sebanyak 55%

pada tahun 2019.

3. Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan beragama ditandai antara lain dengan:

a.

meningkatnya Kantor Urusan Agama yang memenuhi standar pelayanan pada semua KUA di NTT pada tahun 2019 dalam memberikan layanan administrasi keagamaan pada

masyarakat;

b.

meningkatnya kapasitas penyebaran kitab suci kepada umat beragama di NTT pada tahun 2019; dan

c.

meningkatnya jumlah tempat ibadat yang terfasilitasi pada tahun 2019.

4. Meningkatnya kualitas dan akuntabilitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan yang ditandai antara lain dengan:

Renstra Kanwil Kementerian Agama NTT 2015-2019. Pg. 81

a. meningkatnya pengelolaan dana zakat tahunan pada tahun 2019; dan

b. meningkatnya persentase tanah wakaf yang bersertifikat menjadi 79,0% pada tahun 2019.

5. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang transparan dan akuntabel yang ditandai antara lain dengan:

a.

meningkatnya indeks kepuasan jemaah haji menjadi 87,50 pada tahun 2019;

b.

meningkatnya Predikat Opini Laporan Keuangan Haji dengan predikat WTP pada tahun 2019;

c.

meningkatnya pembimbing haji yang disertifikasi pada tahun 2019 menjadi sebanyak 2.000 orang;

d.

meningkatnya jumlah PIHK yang terakreditasi menjadi 408 PIHK pada tahun 2019; dan

e.

meningkatnya jumlah PPIU yang terakreditasi menjadi 322 PPIU pada tahun 2019.

6. Terselenggaranya tatakelola pembangunan bidang agama yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, yang ditandai antara lain dengan:

a.

dipertahankannya predikat opini laporan keuangan Kementerian Agama dengan predikat opini WTP sampai tahun 2019;

b.

meningkatnya hasil penilaian akuntabilitas kinerja (LAKIP) Kementerian Agama menjadi A pada tahun 2019;

c.

meningkatnya hasil penilaian Reformasi Birokrasi Kementerian Agama menjadi 80 pada tahun 2019; dan

d.

menurunnya persentase temuan audit terhadap pelaksanaan anggaran Kementerian Agama menjadi 25% pada tahun 2019.

4.1.1.2 Sasaran Bidang Pendidikan

Sasaran strategis Kementerian Agama dalam bidang pendidikan beserta hasil yang ingin dicapai pada masa lima tahun mendatang sesuai dengan indikator kinerjanya dalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya akses masyarakat tidak mampu terhadap Program Indonesia Pintar pada pendidikan dasar-menengah melalui manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang ditandai dengan:

a.

termanfaatkannya KIP oleh siswa MI/Ulya/SDTK kurang mampu pada tahun 2019;

b.

termanfaatkannya KIP oleh siswa MTs/Wustha/SMPTK kurang mampu pada tahun 2019; dan

c.

termanfaatkannya KIP oleh siswa MA/Ulya/SMTK kurang

Renstra Kanwil Kementerian Agama NTT 2015-2019. Pg. 82

mampu pada tahun 2019.

2. Meningkatnya angka partisipasi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang ditandai dengan:

a.

meningkatnya APK RA menjadi 8,66% pada tahun 2019;

b.

meningkatnya APK MI/Ula menjadi 13,54% pada tahun 2019;

c.

meningkatnya APM MI/Ulya menjadi 11,15% pada tahun 2019;

d.

meningkatnya APK MTs/Wustha menjadi 22,50% pada tahun 2019;

e.

meningkatnya APM MTs/Wustha menjadi 18,36% pada tahun 2019;

f.

meningkatnya APK MA/Ulya menjadi 9,41% pada tahun 2019;

g.

meningkatnya APM MA/Ulya menjadi 6,98% pada tahun 2019;

dan

3. Menurunnya jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan, yang ditandai dengan:

a.

menurunnya angka putus sekolah MI/Ula menjadi 6,26% pada tahun 2019;

b.

menurunnya angka putus sekolah MTs/Wustha menjadi 12,38% pada tahun 2019; dan

c.

menurunnya angka putus sekolah MA/Ulya/SMTK menjadi 5,13% pada tahun 2019.

4. Meningkatnya jaminan kualitas pelayanan pendidikan yang ditandai dengan:

a.

meningkatnya persentase RA yang terakreditasi minimal B menjadi 38,6% pada tahun 2019;

b.

meningkatnya persentase MI yang terakreditasi minimal B menjadi 84,1% pada tahun 2019;

c.

meningkatnya persentase MTs yang terakreditasi minimal B menjadi 73,1% pada tahun 2019;

d.

meningkatnya persentase MA yang terakreditasi minimal B menjadi 67,5% pada tahun 2019;

e.

meningkatnya jumlah MI yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi 10,1% pada tahun 2019;

f.

meningkatnya jumlah MTs yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi 11,2% pada tahun 2019; dan

g.

meningkatnya jumlah MA yang memenuhi Standar Nasional

Pendidikan (SNP) menjadi 12,9% pada tahun 2019.

5. Meningkatnya proporsi pendidik yang kompeten dan profesional pada pendidikan umum berciri khas agama yang ditandai dengan:

a.

meningkatnya persentase guru RA-Madrasah berkualifikasi

Renstra Kanwil Kementerian Agama NTT 2015-2019. Pg. 83

minimal S1/D4 menjadi 82,2% pada tahun 2019;

b.

meningkatnya persentase dosen berkualifikasi minimal S2 menjadi 90,3% pada tahun 2019;

c.

meningkatnya persentase guru RA-Madrasah bersertifikat menjadi 53,1% pada tahun 2019; dan

6. Meningkatnya proporsi guru agama yang profesional yang ditandai dengan:

a.

meningkatnya persentase guru pendidikan agama Islam bersertifikat menjadi 78,3% pada tahun 2019;

b.

meningkatnya persentase guru pendidikan agama Kristen bersertifikat menjadi 100% pada tahun 2019;

c.

meningkatnya persentase guru pendidikan agama Katolik bersertifikat menjadi 100% pada tahun 2019;

d.

meningkatnya persentase guru pendidikan agama Hindu bersertifikat menjadi 100% pada tahun 2019;

e.

meningkatnya persentase guru pendidikan agama Buddha bersertifikat menjadi 100% pada tahun 2019; dan

f.

meningkatnya persentase guru pendidikan agama Khonghucu bersertifikat menjadi 8,4% pada tahun 2019.

7. Meningkatnya akses pendidikan keagamaan sesuai aspirasi umat beragama yang ditandai dengan:

a.

jumlah peserta didik pada pendidikan keagamaan Islam dalam wujud Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah yang meningkat pada tahun 2019;

b.

jumlah peserta didik pada pendidikan keagamaan Kristen dalam wujud SDTK, SMPTK dan SMTK yang meningkat pada tahun 2019;

c.

jumlah peserta didik pada pendidikan keagamaan Katolik dalam wujud SMTK yang meningkat pada tahun 2019;

d.

jumlah peserta didik pada pendidikan keagamaan Hindu dalam wujud Pasraman yang meningkat pada tahun 2019;

e.

jumlah peserta didik pada pendidikan keagamaan Buddha dalam wujud Sekolah Minggu Buddha (SMB), Dhammasekha, Pabbajja Samanera, dan Widya Darma yang pada tahun 2019;

dan

Renstra Kanwil Kementerian Agama NTT 2015-2019. Pg. 84