• Tidak ada hasil yang ditemukan

Target Kinerja Tahun 2020 - 2024

DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1 Target Kinerja Tahun 2020 - 2024

Berdasarkan sasaran strategis yang telah ditetapkan pada periode 2020-2024 selanjutnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 Tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri Dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020maka ditetapkan juga Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk menggambarkan tingkat ketercapaian indikator sasaran strategis tersebut. Secara lebih rinci IKU LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar dan target yang akan dicapai pada periode 2020-2024, sebagaimana tercermin pada Lampiran II Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 sebagai berikut:.

Tabel 4.1 Sasaran Kegiatan, Indikator Kegiatan dan Target Kinerja LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar

Sasaran kegiatan/Indikator Kinerja Kegiatan TARGET (%)

2020 2021 2022 2023 2024 [SK 1] Meningkatnya tata kelola LLDIKTI

[IKK 1.1] Predikat SAKIP A A A A A

[IKK 1.2] Nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L

85 85 87 89 91

[S 1] Meningkatnya kualitas layanan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) [IKU 1.1] Persentase layanan LLDIKTI yang tepat

waktu.

95,24 95,24 95,24 95,24 95,24

[IKU 1.2] Persentase PTS dengan peringkat akreditasi unggul, mempunyai lebih dari 3.000 (tiga ribu)

mahasiswa yang terdaftar, atau meningkatkan mutu dengan cara konsolidasi dengan PTS lain

81,48 83,33 87,04 92,59 100

[S 2] Meningkatnya efektivitas sosialisasi kebijakan pendidikan tinggi [IKU 2.1] Persentase PTS yang memiliki lebih dari 30%

(tiga puluh persen) lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks

9,26 10,19 11,2 12,33 13,56

25

berkegiatan di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

[IKU 2.2] Persentase PTS yang implementasi kebijakan antiintoleransi, antikekerasan seksual, antiperundungan, dan antikorupsi.

72,22 79,44 87,39 100 100

[S 3] Meningkatnya inovasi perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan [IKU 3.1] Persentase PTS yang berhasil meningkatkan

kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang

berkegiatan tridarma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra.

70,37 77,4 85,15 93,66 100

Sasaran Kegiatan 1. Meningkatkan kualitas layanan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)

 Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan A. Keunggulan layanan.

LLDIKTI Wilayah VIII memiliki 23 layanan, antara lain:

1. Layanan Pertimbangan Alih Bina PTS

2. Layanan Pertimbangan Perubahan Nama BHP

3. Layanan Pertimbangan Pendirian PTS dan Pembukaan Program Studi Baru 4. Layanan Pertimbangan Perubahan Bentuk PTS

5. Layanan Penyelesaian PTS Tidak Taat Azas

6. Layanan Pertimbangan Pengembangan Kampus dan Penyelenggaraan Perkuliahan di Luar Domisi

7. Standar pelayanan pelaporan proses belajar mengajar (PBM) pada pangkalan data pendidikan tinggi (PD DIKTI)

8. Standar pelayanan publikasi informasi

9. Standar pelayanan validasi perubahan data pokok dosen pada pangkalan data pendidikan tinggi (PD DIKTI)

10. Standar Pelayanan Inpasing Dosen 11. Standar pelayanan data dan informasi 12. Standar pelayanan konsultasi

13. Standar pelayanan pengaduan pelayanan publik

14. Standar pelayanan pengadaan langsung barang dan jasa 15. Standar alur permohonan Audiensi

26 16. Standar Alur Permohonan Narasumber

17. Penilaian Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen Asisten Ahli Dan Lektor 18. Rekomendasi Jabatan Akademik Dosen Lektor Kepala dan Profesor 19. Pemberian Rekomendasi Beasiswa Dosen

20. Pemberian Rekomendasi Perpanjangan Waktu Beasiswa Luar Negeri 21. Pemberian Pindah Homebase Dosen Tetap Yayasan

Layanan LLDIKTI yang tepat waktu sebanyak 21 layanan dari 23 (dua puluh tiga) layanan atau sebesar 95,24%.

Dua layanan LLDIKTI Wilayah VIII yaitu:

1. Layanan Penyelesaian PTS Tidak Taat Azas

2. Layanan Pertimbangan Pengembangan Kampus dan Penyelenggaraan Perkuliahan di Luar Domisi

Dua layanan ini tidak dapat tepat waktu karena kecenderungan bukan akibat factor internal layanan dari LLDIKTI Wilayah VIII. Sebagai contoh layanan penyelesaian PTS tidak taat azas tetapi akibat faktor luar atau pihak yang bersengketa dan pihak lainnya.

Sistem, mekanisme, dan prosedur layanan penyelesaian PTS tidak taat azas, antara lain:

1. Masyarakat/Lembaga menyampaikan surat pengaduan ditujukan kepada Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar;

2. Kepala mendisposisikan surat permohonan ke Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar;

3. Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar mendisposisikan surat permohonan usulan kepada Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi;

4. Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi menunjuk Pejabat/pegawai untuk melakukan desk evaluasi, visitasi, dan Laporan Monitoring dan Evaluasi sebagai dasar penyelesaian permasalahan;

5. Pejabat/pegawai yang ditunjuk menyampaikan hasil klarifikasi yang telah disahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar kepada Ditjen Kelembagaan IPTEK dan Dikti.

Saat pelaksanaan mekanisme nomor 4 kecenderungan menyita waktu yang banyak karena sangat dipengaruhi oleh pihak yang bersengketa.

LLDIKTI Wilayah VIII pada Indikator Kinerja Utama: Keunggulan Layanan dari Triwulan I sampai dengan Triwuan IV tetap menarget layanan tepat waktu sebanyak 21 layanan dari 23 total layanan yang ada di LLDIKTI Wilayah VIII. Sangat beralasan 2 layanan yang tidak tepat

27

waktu akan tetap terjadi layanan yang sulit dikendalikan rentang waktu penyelesaian akibat faktor pihak yang bersengketa dan pihak luar.

 Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan B. Arsitektur PerguruanTinggi Swasta (PTS).

Persentase PTS dengan peringkat akreditasi unggul, mempunyai lebih dari 3.000 (tiga ribu) mahasiswa yang terdaftar, atau meningkatkan mutu dengan cara konsolidasi dengan PTS lain.

Data yang tercatat di LLDIKTI Wilayah VIII, jumlah Perguruan Tinggi Swasta dengan peringkat akreditasi Unggul jumlahnya nihil, jumlah PTS dengan lebih dari 3.00O (tiga ribu) mahasiswa yang terdaftar terdapat 20 PTS dari 108 PTS yang aktif melakukan update data dan jumlah PTS yang berkonsolidasi dengan PTS lain sebanyak 88 PTS. Sehingga Arsitektur Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebesar 81,48%. LLDIKTI Wilayah VIII menargetkan tiap semester sebanyak 2 sampai dengan 4 PTS mengalami peningkatan Jumlah PTS dengan peringkat akreditasi unggul, jumlah PTS dengan lebih dari 3.000 (tiga ribu) mahasiswa yang terdaftar atau jumlah PTS yang berkonsolidasi dengan PTS lain. Triwulan I target capaiannya 72,22%, selanjutnya meningkat 74,07%; 77,78%; dan 81,48% berturut-turut meningkat pada Triwulan II, Triwulan III dan Triwulan IV.

Sasaran Kegiatan 2. Meningkatnya efektifitas sosialisasi kebijakan pendidikan tinggi

 Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan A. Kampus Merdeka.

Persentase PTS yang memiliki lebih dari 30% (tiga puluh persen) lulusan Sl dan D4/D3/D2 yang:

a. menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks berkegiatan di luar kampus; atau b. meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

Definisi, Kriteria, formula Kampus Merdeka

a. Kebijakan Kampus Merdeka, antara lain paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang mendapatkan paling sedikit 20 (dua puluh) sks dari kegiatan di luar kampus (dengan dosen pembimbing), sesuai dengan Buku Panduan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. Kegiatan boleh dikombinasikan dan dihitung kumulatif:

1) Magang atau praktek kerja

28

Kegiatan magang di sebuah perusahaan, organisasi nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, ataupun perusahaan rintisan (startup company). Bagi program studi vokasi yang sudah memiliki program magang wajib, tidak dapat dihitung.

2) Proyek di desa

Proyek sosial/pengabdian kepada masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat di pedesaan atau daerah terpencil dalam membangun ekonomi rakyat, infrastruktur, dan lain-lain.

3) Mengajar di sekolah

Kegiatan mengajar di sekolah dasar dan menengah selama beberapa bulan. Sekolah dapat berlokasi di kota ataupun daerah terpencil.

4) Pertukaran pelajar.

Mengambil kelas atau semester di perguruan tinggi, baik luar negeri maupun dalam negeri berdasarkan perjanjian kerja sama yang sudah diadakan antarperguruan tinggi atau pemerintah.

5) Penelitian atau riset

Kegiatan riset akademik, baik sains maupun sosial humaniora yang dilakukan di bawah pengawasan dosen atau peneliti.

6) Kegiatan wirausaha

Mahasiswa mengembangkan kegiatan kewirausahaan secara mandiri, dibuktikan dengan penjelasan/ proposal kegiatan kewirausahaan dan bukti transaksi konsumen atau slip gaji pegawai.

7) `Studi atau proyek independen

Mahasiswa dapat mengembangkan sebuah proyek yang diinisiasi secara mandiri (untuk mengikuti lomba tingkat internasional yang relevan dengan keilmuannya, proyek teknologi, maupun rekayasa sosial) yang pengerjaannya dapat dilakukan secara mandiri ataupun bersama-sama dengan mahasiswa lain.

8) Proyek kemanusiaan Kegiatan sosial/pengabdian kepada masyarakat yang merupakan program perguruan tinggi atau untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri (seperti penanganan bencana alam, pemberdayaan masyarakat, penyelamatan lingkungan, palang merah, peace corps, dan seterusnya), yang disetujui perguruan tinggi.

Jumlah PTS sedikit 30% (tiga puluh persen) dari mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang mendapatkan paling sedikit 20 (dua puluh) sks dari kegiatan di luar kampus (dengan dosen pembimbing), sesuai dengan Buku Panduan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.

29

Melaksanakan Magang atau praktek kerja, Proyek Desa, Mengajar di Sekolah, Pertukaran pelajar, Penelitian atau riset, Kegiatan wirausaha, Studi atau proyek independen, Proyek Kemanusiaan, sebanyak hanya 7 PTS.

b. Kriteria prestasi

Berprestasi dalam kompetisi atau lomba paling rendah tingkat nasional.

Jumlah PTS berprestasi dalam kompetisi atau lomba paling rendah tingkat nasional hanya sebanyak 3 PTS.

Sehingga persentase PTS dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kampujs Merdeka sebesar 9,26%, atau hanya 10 PTS dari 108 PTS di LLDIKTI Wilayah VIII. Target Meningkatnya Efektifitas Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Tinggi pada indicator kampus merdeka tiap Triwulan dicanangkan 1 sampai dengan 2 PTS. Hal ini erat kaitannya dengan pemahaman tentang Kampus Merdeka dan kesiapan implementasi sangat rendah. Triwulan I target hanya 4,63%, Triwulan II naik 1 PTS sehingga menjadi 5,56%, Triwulan III target 6,48% dan Triwulan IV naik 3 PTS atau sebesar 9,26%.

 Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan B. Tiga dosa dan antikorupsi.

Persentase PTS yang implementasi kebijakan antiintoleransi, antikekerasan seksual, antiperundungan, dan antikorupsi.

Jumlah PTS yang implementasi kebijakan antiintoleransi, antikekerasan seksual, antiperundungan, dan antikorupsi sebanyak 78 PTS. Indikator Kinerja Utama Tiga dosa dan antikrupsi di LLDIKTI Wilayah VIII sebesar 72,22 %. Triwulan I target capaiannya 64,81%, selanjutnya meningkat 68,52%; 70,37%; dan 72,22% berturut-turut meningkat pada Triwulan II, Triwulan III dan Triwulan IV.

Sasaran Kegiatan 3. Meningkatnya inovasi perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan

 Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan A. Link and match PTS.

Persentase PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang berkegiatan tridarma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra.

a. Kriteria 1: dosen berkegiatan tridarma di luar kampus Lebih dari 20% (dua puluh persen) dosen berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 bg

30

subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima) tahun terakhir:

1) Syarat pelaporan ke Pimpinan Perguruan Tinggi:

a) kegiatan harus dengan sepengetahuan institusi atau pimpinan perguruan tinggi, misalnya dengan persetuiuan kepala program studi;

b) format kegiatan dapat berupa kebijakan cuti meninggalkan tugas akademik dan administratif dalam satu kurun tertentu untuk kepentingan riset atau menulis karya akademik dengan tetap mendapatkan penghasilan dari intitusi tempatnya bekef a (sabbatical leaue) atau paruh waktu Qtart time);

c) kegiatan harus disertai kontrak atau surat keputusan di antara perguman tinggi asal dan organisasi luar kampus; dan

d) dosen dapat diberikan keringanan beban kerja/jumlah sks yang harus dicapai selama sedang berkegiatan tridarma di luar kampus.

2) Kriteria Perguruan Tinggi:

a) perguruan tinggi, baik di dalam negeri mupun di luar negeri yang setidaknya memiliki program studi yang terdaftar dalam QS 100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 bg subjectl; atau

b) perguruan tinggi di dalam negeri lainnya.

3) Kriteria Kegiatan Daftar kegiatan dapat mengacu pada rubrik kegiatan beban kerja dosen. Beberapa contoh kegiatan, antara lain:

a) Pendidikan: menjadi pengajar, pembimbing, penilai mahasiswa, membina kegiatan mahasiswa, mengembangkan program studi atau rencana kuliah, dan seterusnya.

b) Penelitian: memulai penelitian baru, membantu penelitian dosen di kampus lain, membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan, dan seterusnya.

c) Pengabdian kepada masyarakat: fasilitasi pembelajaran pengabdian masyarakat, fasilitasi kuliah kerja nyata, memberi latihan kepada masyarakat, dan seterusnya.

4) Kriteria Pengalaman Praktisi

a) Untuk PTN Akademik dan PTN Vokasi Bekerja sebagai peniliti, konsultan, atau pegawai penuh waktu (full time) atau paruh waktu (part time) di:

- perusahaan multinasional;

- perusahaan teknologi global;

- perusahaan rintisan (startup compang) teknologi;

- organisasi nirlaba kelas dunia;

31 - institusi/ organisasi multilateral; atau - lembaga pemerintah, BUMN/BUMD.

b) Untuk PTN Seni Budaya

Sama dengan PTN Akademik dan PTN Vokasi dengan tambahan:

- menjadi pendiri atau pasangan pendiri (co-foundefl perusahaan (contoh:

membuka sanggar);

- berkreasi independen atau menampilkan karya; atau

- menjadi juri, kurator, dan/atau panitia acara seni budaya tingkat nasional.

5) Kriteria prestasi

Berprestasi dalam kompetisi atau lomba paling rendah tingkat nasional.

b. Kriteria 2: kerja sama program studi dengan mitra

lebih dari 30% (tiga puluh persen) dari program studi 51 dan D4|D3/D2 melaksanakan kela sama dengan mitra.

1) Kriteria Kemitraan

Perjanjian kerja sama yang setidaknya menyatakan komitmen mitra dalam penyerapan lulusan. Dapat diperkuat dengan bentuk kerja sama lainnya seperti:

a) untuk PTN Akademik:

- pengembangan kurikulum bersama (merencanakan hasil (output) pembelajaran, konten, dan metode pembelajaran); dan

- menyediakan program magang paling sedikit I (satu) semester penuh.

Serta dapat melakukan kegiatan tridarma lainnya, misalnya kemitraan penelitian.

b) untuk PTN Vokasi:

- pengembangan kurikulum bersama (merencanakan hasil (output) pembelajaran, konten, dan metode pembelajaran);

- menyediakan program magang paling sedikit 1 (satu) semester penuh; . menyediakan kesempatan kerja; dan . mengisi kegiatan pembelajaran dengan dosen tamu praktisi.

Serta dapat melakukan kegiatan tridarma lainnya, misalnya kemitraan penelitian dan/atau memberikan pelatihan bagi dosen dan instruktur.

c) untuk PIN Seni Budaya:

- pengembangan kurikulum bersama (merencanakan hasil (output) pembelajaran, konten, dan metode pembelajaran); dan

- menyediakan program magang paling sedikit 1 (satu) semester penuh.

Serta dapat melakukan kegiatan tridarma lainnya, misalnya kemitraan penelitian.

32 2) Kriteria mitra:

a) perusahaan multinasional;

b) perusahaan nasional berstandar tinggi;

c) perusahaan teknologi global;

d) perusahaan rintisan (startup company) teknologi;

e) organisasi nirlaba kelas dunia;

f) institusi/ organisasi multilateral;

g) perguruan tinggi yang masuk dalam daftar QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject);

h) perguruan tinggi, fakultas, atau program studi dalam bidang yang relevan (untuk PTN Vokasi dan PTN Seni Budaya);

i) instansi pemerintah, BUMN dan/atau BUMD;

j) rumah sakit; atau k) UMKM.

Jumlah PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang berkegiatan tridarma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekeria sama dengan mitra sebanyak 76 PTS atau sebesar 70,37%. Dengan rincian:

1. Jumlah PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang berkegiatan tridarma di luar kampus sebanyak 28 PTS, dan

2. jumlah program studi yang bekeria sama dengan mitra senyak 48 PTS.

Uraian target dan capaian tiap Triwulan tahun 2020 Sasaran 3, Meningkatnya Inovasi Perguruan Tinggi Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan dengan Indikator Kinerja Utama Link and Match dapat dilihat pada Tabel 5.

Dokumen terkait