A. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH .......................... III-
A.5 TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN DAERAH
Target pendapatan tahun 2015 sebesar Rp.1.211.783.220.893,93 dengan tingkat capaian realisasi sebesar Rp.1.188.895.201.828,50 atau 98,11%. Struktur target dan realisasi pendapatan Kota Mataram tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 3.1.
Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Kota Mataram Tahun Anggaran 2015
PENDAPATAN DAERAH ANGGARAN REALISASI CAPAIAN
(%)
PENDAPATAN 1.211.783.220.893,93 1.188.895.201.828,50 98,11
PENDAPATAN ASLI DAERAH 215.599.750.389,00 225.076.368.908,94 104,40
Pendapatan Pajak Daerah 92.655.000.000,00 96.844.712.692,84 104,52
Pajak Hotel 10.500.000.000,00 12.412.894.021,84 118,22
Pajak Restoran 10.500.000.000,00 11.438.711.582,00 108,94
Pajak HIburan 1.000.000.000,00 1.466.622.671,00 146,66
Pajak Reklame 2.250.000.000,00 2.597.700.380,00 115,45
Pajak Penerangan Jalan 29.000.000.000,00 30.577.467.273,00 105,44
Pajak Parkir 650.000.000,00 660.156.990,00 101,56
Pajak Air Tanah 250.000.000,00 314.934.186,00 125,97
Pajak Sarang Burung Walet 5.000.000,00 1.300.000,00 26,00
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 18.500.000.000,00 18.325.024.114,00 99,05
Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
20.000.000.000,00 19.049.901.475,00 95,25
Hasil Retribusi Daerah 19.873.500.000,00 18.247.789.512,00 91,82
Retribusi Jasa Umum 14.257.000.000,00 12.575.801.952,00 88,21
Retribusi Jasa Usaha 1.397.500.000,00 1.458.479.680,00 104,36
Retribusi Perizinan Tertentu 4.219.000.000,00 4.213.507.880,00 99,87
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
12.400.826.389,00 6.219.928.163,00 50,16
Bagian Laba atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik
Daerah/BUMD
12.400.826.389,00 6.219.928.163,00 50,16
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
90.670.424.000,00 103.763.938.541,10 114,44 Hasil Penjualan Aset Daerah yang
Tidak Dipisahkan
0,00 336.465.400,00 0
Penerimaan Jasa Giro 2.000.000.000,00 2.737.267.122,00 136,86
Penerimaan Bunga Deposito 9.000.000.000,00 9.774.593.740,16 108,61
Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR)
265.000.000,00 225.598.701,64 85,13
Pendapatan Denda Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 9
Pendapatan Denda Pajak 675.000.000,00 928.863.839,00 137,61
Pendapatan Hasil Eksekusi Atas Jaminan
0,00 0,00 0
Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum 150.000.000,00 150.000.000,00 100,00
Hasil dari Pemanfaatan Kekayaan Daerah
0,00 30.770.000,00 0
Pendapatan BLUD 65.000.000.000,00 68.690.908.596,93 105,68
Lain-lain PAD yang Sah Lainnya 500.000.000,00 3.819.578.306,51 763,92
Pendapatan Dana Kapitasi JKN 13.080.424.000,00 16.991.433.217,00 129,90
DANA PERIMBANGAN 768.786.761.000,00 757.189.767.596,00 98,49
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
63.672.014.000,00 52.075.020.596,00 81,79
Bagi Hasil Pajak 59.588.801.000,00 49.137.783.450,00 82,46
Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam
4.083.213.000,00 2.937.237.146,00 71,93
Dana Alokasi Umum 593.930.707.000,00 593.930.707.000,00 100,00
Dana Alokasi Umum 593.930.707.000,00 593.930.707.000,00 100,00
Dana Alokasi Khusus 111.184.040.000,00 111.184.040.000,00 100,00
Dana Alokasi Khusus (DAK) 111.184.040.000,00 111.184.040.000,00 100,00
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH
YANG SAH
227.396.709.504,93 206.629.065.323,56 90,87
Pendapatan Hibah 9.000.000.000,00 8.778.000.000,00 97,53
Pendapatan Hibah Dari Pemerintah 9.000.000.000,00 8.778.000.000,00 97,53
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
76.775.311.504,93 66.809.067.323,56 87,02
0
Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi
76.775.311.504,93 66.809.067.323,56 87,02
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
130.989.598.000,00 130.989.598.000,00 100,00
Dana Penyesuaian 130.989.598.000,00 130.989.598.000,00 100,00
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya
10.631.800.000,00 0,00 0,00
0
Bantuan Keuangan Dari Provinsi 10.631.800.000,00 0,00 0,00
Pendapatan Lainnya 0,00 52.400.000,00 0
Pendapatan Lainnya 0,00 52.400.000,00 0
*) Angka Realisasi APBD 2015 (unaudited), Sumber : BPKAD Kota Mataram
A.5.1 Pendapatan Asli Daerah
Pada tahun 2015, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan
sebesar Rp.215.599.750.389,00 dengan realisasi mencapai
Rp.225.076.368.908,94 atau 104,40% dari target yang ditetapkan. PAD terdiri dari:
a. Pendapatan Pajak Daerah
PAD yang bersumber dari Pajak Daerah dianggarkan sebesar Rp.92.655.000.000,00, terealisasi sebesar Rp.96.844.712.692,84 atau 104,52% dari target yang direncanakan. Penyumbang terbesar dari sektor pajak daerah adalah Pajak Penerangan jalan dengan
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 10 realisasi sebesar Rp.30.577.467.273,00 atau 105,44% dari target yang direncanakan kemudian disusul oleh Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan realisasi sebesar Rp19.049.901.475,00 atau 95,25%, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp18.325.024.114,00 atau 99,05%, Pajak hotel terealisasi Rp12.412.894.021,84 atau 118,22% dan Pajak Restoran terealisasi sebesar Rp11.438.711.582,00 atau 108,94%.
b. Pendapatan Retribusi Daerah
Obyek retribusi terdiri dari Retribusi Jasa Umum (Perda Nomor 14 Tahun 2011), Retribusi Jasa Usaha (Perda Nomor 15 Tahun 2011) dan Retribusi Perizinan Tertentu (Perda Nomor 16 Tahun 2011).
PAD yang bersumber dari Retribusi Daerah dianggarkan sebesar Rp.19.873.500.000,00, terealisasi sebesar Rp.18.247.789.512,00 atau 91,82% dari target yang direncanakan. Tidak optimalnya penerimaan dari sisi retribusi, salah satunya adalah berasal dari Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi yang memberikan kontribusi hasil sebesar 77%. Hal ini tidak terlepas dengan dikeluarkannya putusan Mahkamah Konstitusi RI nomor 46/PUU-XII/2014 per tanggal 26 Mei 2015 yang mengabulkan gugatan PT. Kame Komunikasi Indonesia atas beberapa pasal di UU Nomor 28 Tahun 2009 khususnya pasal mengenai penentuan tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.
Selain itu belum adanya sinergi antara SKPD pengelola PAD juga patut menjadi evaluasi untuk lebih ditingkatkan di tahun mendatang. Hal tersebut menyebabkan tidak terpungutnya Retribusi Khusus Parkir yang semestinya dikoordinasikan antara Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata dengan Dinas Perhubungan,
Komunikasi, dan Informasi, mengingat Taman Loang Baloq dan beberapa tempat wisata lainnya yang belum terkoordinir untuk pemungutan retribusi. Dikeluarkannya Peraturan Walikota Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Parkir harus disikapi dengan tindak lanjut sesuai aturan sehingga jelas siapa, dimana, apa, dan bagaimana yang mesti dilakukan terkait dengan pengelolaan parkir.
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 11 c. Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Pada tahun 2015 secara keseluruhan PAD yang bersumber dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dianggarkan
sebesar Rp.12.400.826.389,00 dengan realisasi mencapai
Rp.6.219.928.163,00 atau 50,16%, dari target yang direncanakan. PAD yang bersumber dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan terdiri dari Bagian laba atas penyertaan modal pada BPR/LKP Kebon Roek, Bagian laba atas penyertaan modal pada PT. Bank NTB dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah adalah salah satu sumber penerimaan pendapatan daerah yang terdiri dari Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan, Penerimaan Jasa Giro, Penerimaan Bunga Deposito, Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR), Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum, Pendapatan dari Dana Kapitasi, dan Pendapatan BLUD.
Secara keseluruhan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah dianggarkan sebesar Rp.90.670.424.000,00 dengan realisasi mencapai Rp.103.763.938.541,10 atau 114,44% dari target yang direncanakan. Dari realisasi Pendapatan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah tersebut terdapat pendapatan dari RSUD Kota
Mataram selaku BLUD sebesar Rp68.690.908.596,93 pada
komponen lain-lain PAD yang sah yang dikelola/digunakan secara langsung dengan mekanisme BLUD oleh RSUD Kota Mataram dan
dana JKN yang dikelola oleh Puskesmas sebesar
Rp.16.991.433.217,00.
A.5.2 Dana Perimbangan
Dana Perimbangan dianggarkan tahun 2015 sebesar
Rp.768.786.761.000,00, dengan realisasi mencapai Rp.757.189.767.596,00 atau 98,49 % dari target yang direncanakan, terdiri dari:
a. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam dianggarkan sebesar
Rp.63.672.014.000,00, dengan realisasi sebesar
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 12 b. Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Umum dianggarkan sebesar Rp.593.930.707.000,00 , dengan realisasi mencapai 100% dari target yang direncanakan.
c. Dana Alokasi Khusus
Dana Alokasi Khusus dianggarkan sebesar
Rp.111.184.040.000,00 dengan realisasi mencapai 100% dari target yang direncanakan.
A.5.3 Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Lain-lain pendapatan daerah Yang Sah bertujuan memberi peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain dari PAD dan dana perimbangan yang terdiri dari pendapatan hibah dan dana darurat. Dalam rangka melaksanakan wewenang sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan UU no 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Lain-lain pendapatan Daerah yang Sah terdiri Pendapatan Hibah, Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi, Dana Penyesuaian dan otonomi khusus, Bantuan Keuangan dari Provinsi dan dan Pemerintah Daerah Lainnya serta Pendapatan lainnya adalah komponen dari Lain-lain Pendapatan yang Sah.
Target pada Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp.227.396.709.504,93 dan terealisasi sebesar 90,87 % atau sebesar Rp.206.629.065.323,56, dengan rincian sebagai berikut:
a. Pendapatan Hibah
Pendapatan Hibah dari Pemerintah Pusat dalam program Hibah Air Minum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia melalui AUSaid pada tahun 2015 dianggarkan
sebesar Rp.9.000.000.000,00, terealisasi sebesar
Rp.8.778.000.000,00 atau 97,53% dari target yang direncanakan.
b. Dana bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Provinsi
Pendapatan Bagi Hasil Pajak dari Provinsi tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp.76.775.311.504,93, dengan realisasi mencapai Rp.66.809.067.323,5 atau 87,02% dari target yang direncanakan. Pendapatan Bagi Hasil Pajak dari Provinsi terdiri dari
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 13 Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor, Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Bagi Hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Bagi Hasil Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan, dan Bagi Hasil Pajak Rokok.
c. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian dan otonomi khusus pada tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp.130.989.598.000,00, terealisasi sebesar Rp.130.989.598.000,00 atau 100% dari yang dianggarkan. Dana Penyesuaian dan otonomi khusus pada tahun 2015 merupakan transfer dari pemerintah pusat untuk sertifikasi guru dan Dana Tambahan Penghasilan Guru PNSD.
d. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya yang berupa Bantuan Keuangan yang Diarahkan, direncanakan sebesar Rp.10.631.800.000,00, untuk pembebasan lahan untuk pembangunan jalan, namun demikian rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena pihak provinsi tidak menganggarkan dalam APBD.
e. Pendapatan Lainnya
Pendapatan Lainnya berupa Bantuan Dana Operasional Cash Management System (CMS) yang merupakan kerjasama Pemerintah Kota Mataram dengan PT. Bank NTB untuk extrafooding operator CMS terealisasi sebesar Rp.52.400.000,00.
Namun apabila dibandingkan dengan pendapatan pada tahun sebelumnya, terlihat bahwa kinerja Pemerintah Kota Mataram dari sisi pendapatan mengalami peningkatan pada tahun 2015. Untuk lebih jelas maka berikut ini akan ditampilkan peningkatan pendapatan tersebut pada Tabel berikut ini :
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 14 Tabel 3.2
Pendapatan Tahun Anggaran 2014-2015
U R A I A N 2014 2015 PERUBAHAN
(%)
PENDAPATAN 1.083.110.566.585,24 1.188.895.201.828,50 10,9
PENDAPATAN ASLI DAERAH 202.584.643.687,01 225.076.368.908,94 11,10
Pendapatan Pajak Daerah 91.749.599.728,00 96.844.712.692,84 10,5 Hasil Retribusi Daerah 20.956.352.907,00 18.247.789.512,00 8,7 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
yang Dipisahkan
8.041.386.510,00 6.219.928.163,00 7,7 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang
Sah
81.837.304.542,01 103.763.938.541,10 12,6
DANA PERIMBANGAN 677.658.718.414,00 757.189.767.596,00 11,1
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 60.774.417.414,00 52.075.020.596,00 8,5 Dana Alokasi Umum 564.661.391.000,00 593.930.707.000,00 10,5 Dana Alokasi Khusus 52.222.910.000,00 111.184.040.000,00 21,2
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH
202.867.204.484,23 206.629.065.323,56 10,2 Pendapatan Hibah 11.000.000.000,00 8.778.000.000,00 8,0 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan
Pemerintah Daerah Lainnya
72.418.554.484,23 66.809.067.323,56 9,2 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 119.413.450.000,00 130.989.598.000,00 10,9 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
Pemerintah Daerah Lainnya
0,00 0,00 0
Pendapatan Lainnya 35.200.000,00 52.400.000,00 14,8
Sumber: BPKAD Kota Mataram, data diolah
Dari Tabel di atas terlihat pendapatan Kota Mataram yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hal ini menggambarkan kemampuan daerah yang semakin kuat dalam mengisi fiscal gap yang dihadapi yang tercermin dari peningkatan PAD sebesar 11,10% dibandingkan tahun 2014.
Pendapatan daerah ini di dapat dirinci untuk menunjukkan komponen pendapatan yang paling besar konstribusinya pada pendapatan agregat Kota Mataram. Dengan menggunakan data keuangan tahun 2015 dan tahun 2014 dapat terlihat kontribusi masing-masing komponen pendapatan Kota Mataram sebagai berikut:
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 15
Gambar 3.1.
Komposisi Pendapatan Kota Mataram
Tahun 2014 dan 2015
0,00 100.000.000.000,00 200.000.000.000,00 300.000.000.000,00 400.000.000.000,00 500.000.000.000,00 600.000.000.000,00 700.000.000.000,00 800.000.000.000,00 PENDAPATAN ASLI DAERAHDANA PERIMBANGAN LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH
2015 2014
Sumber: BPKAD Kota Mataram, data diolah
A.6 Permasalahan dan Solusi
Tantangan Pemerintah Kota Mataram dalam melaksanakan otonomi daerah dan implementasi Desentralisasi fiskal tentu tidak sedikit terutama dalam upaya mengurangi fiscal gap yang ada, dalam hal ini Kewajiban Penerimaan harus mendapat perhatian agar mendapatkan hasil yang optimal. Dalam hal pelaksanaan kewajiban penerimaan, Pemerintah Kota Mataram mempunyai permasalahan dan kendala, antara lain:
NO PERMASALAHAN SOLUSI
1. Belum optimalnya kualitas dan kuantitas teknologi sistem informasi dan SDM Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah selain layanan PBB P2
Penerapan informasi teknologi (IT) dan Sumber Daya Manusia yang memadai dalam pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
2. Tingkat kepatuhan Wajib Pajak maupun Wajib Retribusi masih harus ditingkatkan
Melakukan peningkatan kualitas dan kinerja pelayanan publik, seperti penambahan jangkauan pelayanan untuk pembayaran PBB melalui ATM PT. Bank NTB Pemberian reward dan punishment
kepada Wajib Pajak maupun Wajib Retribusi
Melakukan penetapan secara jabatan terhadap Wajib Pajak yang
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 16
NO PERMASALAHAN SOLUSI
tidak membuat NPWPD
Kerjasama dg pihak kejaksaan dalam penanganan Wajib Pajak yang tidak patuh
Upaya sosialisasi tentang regulasi yang mengatur tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 3. Belum optimalnya alokasi, transfer
dan petunjuk teknis pelaksanaan dana perimbangan oleh Pemerintah Pusat.
Memberikan dukungan data dan informasi yang akurat, cepat, dan tepat sehingga dalam formulasi penghitungan penetapan alokasi dana perimbangan bersesuaian dengan realitas kondisi daerah dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.
4. Lemahnya manajemen dan pengelolaan pendapatan daerah di unit-unit pengelola PAD khususnya dari sisi administrasi dan pengawasan
Melakukan perbaikan dan tertib administrasi penerimaan pendapatan untuk menjamin agar semua pendapatan dapat tercatat dan terdokumentasi dengan baik. Serta melakukan pengawasan dan evaluasi berjangka mulai dari aparat pelaksana maupun wajib pajak dan wajib retribusi.
Revisi Perda maupun Perwal guna optimalisasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
Penyusunan dan implementasi SOP berdasarkan tupoksi yang ditetapkan.
5. Belum optimalnya penegakan peraturan daerah di bidang pajak dan retribusi daerah
Peningkatan SDM pengelola pajak dan retribusi daerah, termasuk pengadaan pelatihan bagi PPNS pajak daerah maupun juru sita. Sosialisasi peraturan daerah baik
secara langsung melalui berbagai penyuluhan maupun melalui berbagai media.
Pelaksanaan operasi gabungan dalam penertiban pajak daerah maupun retribusi daerah.
6. sinergi antara SKPD pengelola PAD dalam pelaksanaan tupoksi belum optimal, sehingga berimbas pada kurang optimalnya penerimaan daerah
Optimalisasi peran Dinas Pendapatan sebagai Koordinator PAD.
Peningkatan bentuk sinergi melalui perencanaan program/kegiatan
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 17 B. PENGELOLAAN BELANJA DAERAH
B. 1 Kebijakan Umum Keuangan Daerah
Pengelolaan belanja daerah diarahkan pada peningkatan efisiensi, efektifitas, transparansi, akuntabilitas melalui penetapan prioritas alokasi anggaran. Kebijakan belanja daerah juga diarahkan untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan dalam rangka memperbaiki kualitas dan kuantitas pelayanan publik.
Belanja daerah dikelompokkan dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung yang masing-masing kelompok dirinci kedalam jenis belanja. Untuk belanja tidak langsung terdiri atas belanja pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan keuangan, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil dan belanja tidak terduga. Sedangkan untuk belanja langsung, jenis belanjanya terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. Prinsip efisiensi dan efektifitas harus diterapkan pada semua pos belanja daerah dengan
pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional dengan
mempertimbangkan skala prioritas.
Penyusunan belanja daerah mempertimbangkan beberapa kebijakan sebagai berikut:
1. Kebijakan belanja/pengeluaran diarahkan untuk menciptakan
peningkatan perekonomian masyarakat yang berbasis potensi lokal sehingga diharapkan berimplikasi pada peningkatan penerimaan daerah yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai modal belanja pembangunan daerah.
2. Kebijakan untuk mendorong peran dan partisipasi swasta dalam pembangunan daerah melalui penanaman modal maupun pelayanan publik.
Kebijakan belanja daerah Kota Mataram diharapkan senantiasa menjawab kebutuhan masyarakat Kota Mataram, sehingga kebijakan belanja daerah diarahkan sebagai berikut:
1. Memenuhi kebutuhan Belanja Tidak Langsung yang meliputi belanja pegawai, hibah, bantuan sosial dan belanja tidak terduga sesuai dengan pedoman peraturan perundangan yang berlaku.
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 18 2. Efisiensi dan efektifitas Belanja Langsung yang bersifat rutin, meliputi
belanja listrik, air, telepon, pemeliharaan gedung/kendaraan
dinas/sarana dan prasarana kantor dan perjalanan dinas.
3. Program dan kegiatan yang mendukung prioritas pembangunan Kota Mataram Tahun 2015 serta yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Belanja daerah tahun 2015 ditetapkan sebesar
Rp.1.295.437.591.384,73 yang dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp.657.253.939.434,72 atau sebesar 50,74% dan belanja langsung sebesar Rp.638.183.651.950,01 atau sebesar 49,26%. Hal ini memperlihatkan keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja pembangunan.
B.1.1. Kebijakan Belanja Tidak Langsung
Pendapatan Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015, terkait dengan strategi penganggaran belanja tidak langsung pada APBD Kota Mataram memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Belanja Pegawai
1) Besarnya penganggaran untuk gaji pokok dan tunjangan PNSD berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan memperhitungkan rencana kenaikan gaji pokok dan tunjangan PNSD serta pemberian gaji ketiga belas.
2) Penganggaran belanja pegawai untuk kebutuhan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, tunjangan keluarga dan mutasi pegawai dengan memperhitungkan acress yang besarnya 2,5% (dua koma lima persen) dari jumlah belanja pegawai untuk gaji pokok dan tunjangan.
3) Penyediaan dana penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi PNSD yang dibebankan pada APBD berpedoman pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
4) Penganggaran Tambahan Penghasilan PNSD memperhatikan kemampuan keuangan daerah dengan persetujuan DPRD sesuai amanat Pasal 63 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 58
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 19 Tahun 2005. Kebijakan dan penentuan kriterianya ditetapkan terlebih dahulu dengan peraturan kepala daerah sebagaimana diatur Pasal 39 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011. 5) Penganggaran Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
6) Dalam rangka peningkatan kinerja ASN, maka per 1 oktober 2015 Pemerintah Kota Mataram menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2015 tentang Tambahan Penghasilan PNS dan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Dan untuk memenuhi upah tenaga Honor Daerah dan PTT sesuai UMR.
b. Belanja Hibah dan Bantuan Sosial
1. Kebijakan belanja hibah diprioritskan pada pemilihan kepala daerah Kota Mataram dan lembaga-lembaga / organisasi sesuai permohonan (proposal yang diajukan satu tahun sebelumnya/ waiting list). Tata cara penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban serta monitoring dan evaluasi pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD mempedomani Permendagri Nomor. 33
Tahun 2012 tentang Pedoman Pendaftaran Organisasi
Kemasyarakatan di Lingkungan Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari APBD dan Peraturan Walikota Mataram yang telah disusun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
2. Belanja Bagi Hasil Pajak
Penganggaran dana Bagi Hasil Pajak Daerah yang bersumber dari pendapatan Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kota Mataram berpedoman pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. Tata cara penganggaran dana bagi hasil
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 20 tersebut memperhitungkan rencana pendapatan pajak daerah pada Tahun Anggaran 2015, sedangkan pelampauan target Tahun Anggaran 2014 yang belum direalisasikan kepada pemerintah kota ditampung dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015.
3. Belanja Tidak Terduga
Penganggaran belanja tidak terduga dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan realisasi Tahun Anggaran 2014 dan kemungkinan adanya kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat diprediksi sebelumnya, diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah. Belanja tidak terduga merupakan belanja untuk mendanai kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan terjadi berulang, seperti kebutuhan tanggap darurat bencana, penanggulangan bencana alam dan bencana sosial, yang tidak tertampung dalam bentuk program dan kegiatan pada Tahun Anggaran 2015, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya.
B.1.2. Kebijakan Belanja Langsung
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015, kerbijakan penganggaran belanja langsung dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan Pemerintah Kota Mataram yang terdiri dari 26 urusan wajib dan 6 urusan pilihan yang alokasi anggarannya digunakan untuk:
Mendanai program dan kegiatan yang menjadi prioritas pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan menunjang pelaksanaan tiga Program Unggulan Pemerintah Kota Mataram. Mendanai program dan kegiatan dalam rangka mendukung dan
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan umum serta mengembangkan sistem jaminan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
Mendanai kebutuhan fisik, sarana dan prasarana dasar yang menjadi urusan daerah antara lain program dan kegiatan bidang
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 21 pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, irgasi, air bersih, sanitasi, transportasi darat, lingkungan hidup, kependudukan, perdagangan, pertanian, kelautan dan perikanan sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Menteri Teknis terkait sesuai dengan dengan peraturan perundang-undangan.
Mendanai program dan kegiatan yang berkaitan dengan dana bagi
hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) untuk penanganan kesehatan.
Penyusunan anggaran belanja untuk setiap program dan kegiatan mempedomani SPM dan Standar Satuan Harga (SSH). SPM dan SSH ditetapkan dengan keputusan kepala daerah dan digunakan sebagai dasar penyusunan RKA-SKPD dan RKA-SKPKD yang diuraikan ke dalam jenis belanja sebagai berikut:
a. Belanja Pegawai
Dalam rangka meningkatkan efisiensi anggaran daerah,
penganggaran honorarium bagi PNSD dan Non PNSD
memperhatikan asas kepatutan, kewajaran dan rasionalitas dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan waktu pelaksanaan kegiatan untuk mencapai target kinerja.
b. Belanja Barang dan Jasa
a) Alokasi untuk pemberian jasa narasumber/tenaga ahli dalam kegiatan dianggarkan pada jenis Belanja Barang dan Jasa sesuai kode rekening berkenaan dan besarannya ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.
b) Penganggaran uang untuk diberikan kepada pihak
ketiga/masyarakat hanya diperkenankan dalam rangka
pemberian hadiah pada kegiatan yang bersifat perlombaan atau penghargaan atas suatu prestasi. Alokasi belanja tersebut dianggarkan pada jenis Belanja Barang dan Jasa sesuai kode rekening berkenaan. Pada Tahun 2015 Pemerintah Kota Mataram memberikan kenaikan uang penghargaan kepada Kepala Lingkungan lingkup Kota Mataram.
c) Penganggaran belanja barang pakai habis disesuaikan dengan kebutuhan nyata yang didasarkan atas pelaksanaan tugas dan
Pemerintah Kota Mataram
LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2015 III - 22 fungsi SKPD, jumlah pegawai dan volume pekerjaan serta memperhitungkan sisa persediaan barang tahun 2014.
d) Penganggaran untuk pengadaan barang, termasuk aset tetap,