• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETRAMPILAN KHUSUS

Dalam dokumen Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti (Halaman 50-86)

Syarat dan ketentuan berlaku :

KETRAMPILAN KHUSUS

merupakan perilaku benar

dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan

norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran,

pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran

merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran

kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin

kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi

kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi DITETAPKAN DALAM SN DIKTI DITETAPKAN OLEH ASOSIASI/FORUM PROGRAM STUDI DITETAPKAN DALAM SN DIKTI DITETAPKAN OLEH ASOSIASI/FORUM PROGRAM STUDI atau PT

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 51

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 52

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 53 Susunan mata kuliah

Besaran sks prodi :

sks menurut SN-DIKTI = 144 sks

sks waj ib perguruan tinggi (univ/ institut dll) = 22 sks (misal)

sks waj ib fakultas = 10 sks

Maka sks prodi = 144 – 22 – 10 = 112 sks

Unsur penentu sks

Keluasan (KL) = j umlah bahan kaj ian

Kedalaman (KD) = level kognitif Anderson

1 = mengingat, 2 = memahami, 3 = menerapkan, 4 = menganalisis, 5 = mengevaluasi, 6 = mencipta

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 54

sks per mata kuliah = 𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃 𝒎𝒎𝒃𝒃𝒎𝒎𝒃𝒃 𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒃𝒃𝒌𝒌(𝑩𝑩)

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 55 Susunan mata kuliah

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 56 5.1.5 Susunan mata kuliah

Tidak sesuai dengan peraturan

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 57 Susunan mata kuliah

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 58

Rencana Pembelajaran Semester

RPS paling sedikit memuat:

1. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu

2. Capaian pembelaj aran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah

3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada setiap tahap pembelaj aran untuk memenuhi capaian pembelaj aran lulusan

4. Bahan kaj ian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai 5. Metode pembelaj aran

6. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelaj aran

7. Pengalaman belaj ar mahasiswa yang diwuj udkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerj akan oleh mahasiswa selama satu semester

8. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian, dan 9. Daftar referensi yang digunakan

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 59

Rencana Pembelajaran Semester

NOMOR

KOLOM JUDUL KOLOM PENJELASAN PENGISIAN

1 MINGGU KE Menunjukan kapan suatu kegiatan dilaksanakan, yakni mulai minggu ke 1 sampai ke 16 (satu semester )(bisa 1/2/3/4 mingguan).

2 KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

Rumusan kemampuan dibidang kognitif, psikomotorik , dan afektif diusahakan lengkap dan utuh (hard skills & soft skills). Merupakan tahapan kemampuan yang diharapkan dapat mencapai sasaran belajar mata kuliah ini di akhir semester.

3 BAHAN KAJIAN (materi ajar)

Bisa diisi pokok bahasan / sub pokok bahasan, atau topik bahasan. (dengan asumsi tersedia diktat/modul ajar untuk setiap pokok bahasan)

4 BENTUK PEMBELAJARAN

bisa berupa : ceramah, diskusi, presentasi tugas, seminar, simulasi, responsi, praktikum, latihan, kuliah lapang, praktek bengkel, survai lapangan, bermain peran,penelitian, pengabdian kepada masyarakat,atau gabungan berbagai bentuk. Penetapan bentuk pembelajaran didasarkan pada keniscayaan bahwa kemampuan yang diharapkan diatas akan tercapai dengan bentuk/ model pembelajaran tersebut.

5 KRITERIA PENILAIAN (indikator)

berisi : indikator yang dapat menunjukan pencapaian kemampuan yang dicanangkan, atau unsur kemampuan yang dinilai (bisa kualitatif misal ketepatan analisis, kerapian sajian, Kreatifitas ide, kemampuan komunikasi, juga bisa juga yang kuantitatif : banyaknya kutipan acuan / unsur yang dibahas, kebenaran hitungan).

6 BOBOT NILAI disesuaikan dengan waktu yang digunakan untuk membahas atau mengerjakan tugas, atau besarnya sumbangan suatu kemampuan terhadap pencapaian kompetensi mata kuliah ini.

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 60

Rencana Pembelajaran Semester

MINGGU KE KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN BAHAN KAJIAN (materi ajar) BENTUK PEMBELA JARAN KRITERIA PENILAIAN (indikator) BOBOT NILAI

1- 4 Mampu menjelaskan dan

mempresentasikan Sistem, anatomi, dasar fisiologi, ceramah, diskusi tgs makalah *)

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan, tkt komunikatif presentasi

20%

5 Mampu mengidentifikasi

dan bekerja sama Anatomi manusia PBL *) Kebenaran metode, kerjasama 15%

6 Mampu mengidentifikasi Anatomi manusia tes Kelengkapan dan kebenaran

identifikasi 15%

7-10 Mampu menjelaskan Sistim syaraf Sistem otot

ceramah, diskusi

11-14 Mampu analisis dan

trampil memilah

Sistem jaringan,

fisiologi tubuh praktikum Ketrampilan, kebenaran analisis 20%

15 Mampu menganalisis dan

berkomunikasi Sistem manusia

Tes praktek dan wawancara

Ketajaman dan kelengkapan

analisis, kelancaran komunikasi 30%

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 61 Substansi praktikum

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 62

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 63 Sistem Penilaian 1. Metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran 2. Standar penilaian yang dikomunikasikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan

3. Tata cara pelaporan hasil evaluasi yang dapat diaksessecara mudah oleh

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 64 Sistem Penilaian

1. Metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran

2. Standar penilaian yang

dikomunikasikankepada mahasiswa di awal

perkuliahan

3. Tata cara pelaporan hasil evaluasi yang dapat

diaksessecara mudah oleh mahasiswa

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 65 Sistem Penilaian 1. Metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran 2. Standar penilaian yang dikomunikasikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan

3. Tata cara pelaporan hasil evaluasi yang dapat diaksessecara mudah oleh

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 66

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 67

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 68

Visi dan misi prodi yang dipaparkan pada sub sumber daya manusia halaman 39 sangat terkesan dicopydari visi dan misi prodi eksakta lain yang terbukti dari munculnya kata-kata: struktur, reaktivitas, energetika, reaksi dan pengukurannya, mampu menguasai dan menerapkan pengetahuan dan teknologi terkait dengan proses identifikasi, isolasi, pemurnian, dan transformasi suatu senyawa....???

Pada hal 25 bagian misi prodi terdapat pernyataan aneh yang menyebutkan bahwa misi Prodi Manajemen adalah menyelenggarakan manajemen berbasis industri di Lampung.

Pada butir ke 3 tujuan prodi juga terdapat pernyataan aneh yang menyatakan bahwa tujuan prodi adalah menyebarkan pengetahuan manajemen yang berbasis kearifan lokal propinsi Lampung.

Pada hal 91 struktur organisasi SPMI disebut sebagai SPMI STKIP Raodatul Aisyah. Selain itu di halaman 92 dalam dokumen manual SPMI juga muncul nama USN Kolaka Raodatul Aisyah.

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 69

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 70

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 71

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 72

Kebij akan yang diberlakukan oleh sebuah perguruan tinggi pada seluruh prodinya, misal sistem penj aminan mutu, boleh sama namun harus

ditunj ukkan payung hukumnya

Kebijakan umum bukanlah plagiasi

Melampirkan dokumen yang

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 74

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kedokteran 1. Program Studi Doktor Kedokteran

a. Dua orang Profesor Kedokteran

b. Empat orang berkualifikasi Doktor Kedokteran 2. Program Studi Magister Kedokteran:

a. Empat orang berkualifikasi Doktor Kesehatan sesuai dengan bidang magister (Klinis/Sains) yang akan dibuka

b. Dua orang berkualifikasi Doktor Kedokteran/ Kesehatan bidang lainnya

3. Program Studi Spesialis Kedokteran

a. Empat orang berkualifikasi Spesialis Konsultan sesuai bidang spesialis yang akan dibuka

b. Dua orang berkualifikasi Spesialis Konsultan kolegium lainnya yang sekiranya terkait

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 75

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kedokteran Gigi 1. Program Studi Doktor

a. Dua orang Profesor Kedokteran Gigi

b. Empat orang berkualifikasi Doktor Kedokteran Gigi 2. Program Studi Magister

a. Empat orang berkualifikasi Doktor Kedokteran Gigi sesuai dengan bidang magister (Klinis/Sains) yang akan dibuka

b. Dua orang berkualifikasi Doktor Kedokteran Gig/Kesehatan bidang lainnya 3. Program Studi Spesialis

a. Empat orang berkualifikasi Spesialis Konsultan (spesialis yang

berpengalaman pendidikan praktik ≥ 5 th) sesuai bidang spesialis yang akan dibuka

b. Dua orang berkualifikasi Spesialis Konsultan (spesialis yang berpengalaman

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 76

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Keperawatan 1. Program Studi Doktor

a. Dua orang Profesor Keperawatan

b. Empat orang berkualifikasi Doktor Keperawatan 2. Program Studi Magister

a. Empat orang berkualifikasi Doktor Keperawatan

b. Satu orang berkualifikasi Doktor Kesehatan Masyarakat

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 77

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Keperawatan 3. Program Studi Spesialis Keperawatan

a. Spesialis Keperawatan Anak

Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan anak/ Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan anak

Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran anak/ Doktor (S-3) Kesehatan lainnya b. Spesialis Medical Bedah

Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan Medical bedah / Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan KMB

Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran Bedah dan Ilmu Penyakit Dalam c. Spesialis Keperawatan Maternitas

Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan Maternitas / Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan maternitas

Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran Obsgin dan atau Doktor (S-3) epidemologi KesMas

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 78

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Keperawatan 3. Program Studi Spesialis Keperawatan

d. Spesialis Keperawatan Komunitas

Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan komunitas/ Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan komunitas

Dua orang berkualifikasi Doktor (S3) Kesehatan lainnya e. Spesialis Keperawatan Jiwa

Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan jiwa / Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan jiwa

Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran jiwa (psikiatri) atau yang lainnyadan Ilmu Penyakit Dalam

4. Program Studi Profesi Keperawatan

a. Lima orang berkualifikasi Magister Keperawatan atau Ners Spesialis

b. Satu orang berkualifikasi Magister Kesehatan Masyarakat atau Biomedik dengan latarbelakang Ners

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 79

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kebidanan 1. Program Studi Magister Kebidanan

Satu orang berkualifikasi Doktor relevan dengan latar belakang minimal D-3 Kebidanan

Satu orang berkualifikasi minimal Sp Obgins

Satu orang berkualifikasi minimal Sp Kesehatan Anak

Satu orang berkualifikasi minimal Doktor Biomedik

Satu orang berkualifikasi minimal Doktor KesMas relevan

Satu orang berkualifikasi minimal Doktor Bidang Pendidikan

2. Program Studi Profesi Kebidanan

Tiga orang berkualifikasi Magister Kebidanan

Satu orang berkualifikasi Magister Kesehatan Reproduksi dengan latar belakang bidan

Satu orang berkualifikasi Spesialis Obgins

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 80

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Gizi

a. Program Studi Doktor Gizi

• Dua orang Profesor Gizi

• Empat orang berkualifikasi Doktor Gizi

b. Program Studi Magister Gizi:

• Enam orang berkualifikasi Doktor Gizi

c. Program Studi Profesi Gizi

• Enam orang berkualifikasi Magister Gizi dan latar belakang Profesi Gizi

d. Program Studi Sarjana Gizi

• Enam orang berkualifikasi Magister Gizi

e. Program Studi Diploma Gizi

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 81

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Farmasi A. Program Studi Doktor Farmasi;

Dua Orang Profesor Farmasi

Empat Orang Berkualifikasi Doktor Farmasi B. Program Studi Magister Farmasi/Herbal:

Enam Orang Berkualifikasi Doktor Farmasi (Farmasetika + Farmakologi Farmasi + Kimia Farmasi + Biologi Farmasi)

C. Program Studi Profesi Farmasi

Enam Orang Berkualifikasi Magister Farmasi (Farmasi Komunitas + Farmasi Klinis + Farmasi Industri)

D. Program Studi Sarjana Farmasi

Enam Orang Berkualifikasi Magister Farmasi (Farmasetika + Farmakologi Farmasi + Kimia Farmasi + Biologi Farmasi)

E. Program Studi Diploma Farmasi

Enam Orang Berkualifikasi Magister Farmasi (Farmasetika + Kimia Farmasi + Farmakologi)

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 82

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kesehatan Masyarakat

a. Program Studi Doktor Kesehaan Masyarakat

• Dua orang Profesor Kesehatan Masyarakat

• Empat orang berkualifikasi Doktor Kesehatan Masyarakat

b. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat

• Enam orang berkualifikasi Doktor Kesehatan Masyarakat

c. Program Studi Diploma Kesehatan Masyarakat

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 83

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Fisioterapi a. Program Studi Profesi Fisioterapi;

• Tiga orang berkualifikasi Magister Fisioterapi

• Tiga orang berkualifikasi (Biomedik/Sp Rehab Medik/ Sp Kedokteran Olah Raga)

b. Program Studi Sarjana Fisioterapi:

• Tiga orang berkualifikasi Magister Fisioterapi

• Tiga orang berkualifikasi (Biomedik/Sp Rehab Medik/ Sp Kedokteran Olah Raga)

c. Program Studi Diploma Fisioterapi:

• Tiga orang berkualifikasi Magister Fisioterapi

• Tiga orang berkualifikasi (Biomedik/Sp Rehab Medik/ Sp Kedokteran Olah Raga)

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 84

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi D-4/S-1 – Profesi Fisioterapi

Program Studi D-4/S-1 – Profesi Fisioterapi:

1. Dua orang berkualifikasi minimal Magister Biomedik (Faal/Anatomi); Magister/ Doktor Olahraga (Biomekanik/ Latihan) dengan latar belakang sarjana fisioterapi yang telah praktek klinik.

2. Empat orang berkualifikasi minimal Magister* diantaranya bidang kesehatan terkait fisioterapi, dengan latar belakang sarjana fisioterapi yang telah praktek klinik.

* Magister Ergonomi, Magister PromKes, Magister KesPro, Magister KIA,

Magister K3

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 85

Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Diploma Kesehatan lainnya

Program Studi Diploma Kesehatan Lainnya:

• Enam orang berkualifikasi Magister sesuai bidang ilmu prodi yang akan dibuka dan memiliki latar belakang pendidikan vokasi yang terkait

Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 86

Dalam dokumen Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti (Halaman 50-86)

Dokumen terkait