Syarat dan ketentuan berlaku :
KETRAMPILAN KHUSUS
merupakan perilaku benar
dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan
norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran,
pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran
merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran
kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin
kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi
kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi DITETAPKAN DALAM SN DIKTI DITETAPKAN OLEH ASOSIASI/FORUM PROGRAM STUDI DITETAPKAN DALAM SN DIKTI DITETAPKAN OLEH ASOSIASI/FORUM PROGRAM STUDI atau PT
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 51
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 52
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 53 Susunan mata kuliah
•
Besaran sks prodi :– sks menurut SN-DIKTI = 144 sks
– sks waj ib perguruan tinggi (univ/ institut dll) = 22 sks (misal)
– sks waj ib fakultas = 10 sks
– Maka sks prodi = 144 – 22 – 10 = 112 sks
•
Unsur penentu sks– Keluasan (KL) = j umlah bahan kaj ian
– Kedalaman (KD) = level kognitif Anderson
1 = mengingat, 2 = memahami, 3 = menerapkan, 4 = menganalisis, 5 = mengevaluasi, 6 = mencipta
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 54
• sks per mata kuliah = 𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃𝒃 𝒎𝒎𝒃𝒃𝒎𝒎𝒃𝒃 𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒌𝒃𝒃𝒌𝒌(𝑩𝑩)
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 55 Susunan mata kuliah
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 56 5.1.5 Susunan mata kuliah
Tidak sesuai dengan peraturan
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 57 Susunan mata kuliah
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 58
Rencana Pembelajaran Semester
RPS paling sedikit memuat:
1. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu
2. Capaian pembelaj aran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah
3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada setiap tahap pembelaj aran untuk memenuhi capaian pembelaj aran lulusan
4. Bahan kaj ian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai 5. Metode pembelaj aran
6. Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelaj aran
7. Pengalaman belaj ar mahasiswa yang diwuj udkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerj akan oleh mahasiswa selama satu semester
8. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian, dan 9. Daftar referensi yang digunakan
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 59
Rencana Pembelajaran Semester
NOMOR
KOLOM JUDUL KOLOM PENJELASAN PENGISIAN
1 MINGGU KE Menunjukan kapan suatu kegiatan dilaksanakan, yakni mulai minggu ke 1 sampai ke 16 (satu semester )(bisa 1/2/3/4 mingguan).
2 KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
Rumusan kemampuan dibidang kognitif, psikomotorik , dan afektif diusahakan lengkap dan utuh (hard skills & soft skills). Merupakan tahapan kemampuan yang diharapkan dapat mencapai sasaran belajar mata kuliah ini di akhir semester.
3 BAHAN KAJIAN (materi ajar)
Bisa diisi pokok bahasan / sub pokok bahasan, atau topik bahasan. (dengan asumsi tersedia diktat/modul ajar untuk setiap pokok bahasan)
4 BENTUK PEMBELAJARAN
bisa berupa : ceramah, diskusi, presentasi tugas, seminar, simulasi, responsi, praktikum, latihan, kuliah lapang, praktek bengkel, survai lapangan, bermain peran,penelitian, pengabdian kepada masyarakat,atau gabungan berbagai bentuk. Penetapan bentuk pembelajaran didasarkan pada keniscayaan bahwa kemampuan yang diharapkan diatas akan tercapai dengan bentuk/ model pembelajaran tersebut.
5 KRITERIA PENILAIAN (indikator)
berisi : indikator yang dapat menunjukan pencapaian kemampuan yang dicanangkan, atau unsur kemampuan yang dinilai (bisa kualitatif misal ketepatan analisis, kerapian sajian, Kreatifitas ide, kemampuan komunikasi, juga bisa juga yang kuantitatif : banyaknya kutipan acuan / unsur yang dibahas, kebenaran hitungan).
6 BOBOT NILAI disesuaikan dengan waktu yang digunakan untuk membahas atau mengerjakan tugas, atau besarnya sumbangan suatu kemampuan terhadap pencapaian kompetensi mata kuliah ini.
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 60
Rencana Pembelajaran Semester
MINGGU KE KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN BAHAN KAJIAN (materi ajar) BENTUK PEMBELA JARAN KRITERIA PENILAIAN (indikator) BOBOT NILAI
1- 4 Mampu menjelaskan dan
mempresentasikan Sistem, anatomi, dasar fisiologi, ceramah, diskusi tgs makalah *)
Kelengkapan dan kebenaran penjelasan, tkt komunikatif presentasi
20%
5 Mampu mengidentifikasi
dan bekerja sama Anatomi manusia PBL *) Kebenaran metode, kerjasama 15%
6 Mampu mengidentifikasi Anatomi manusia tes Kelengkapan dan kebenaran
identifikasi 15%
7-10 Mampu menjelaskan Sistim syaraf Sistem otot
ceramah, diskusi
11-14 Mampu analisis dan
trampil memilah
Sistem jaringan,
fisiologi tubuh praktikum Ketrampilan, kebenaran analisis 20%
15 Mampu menganalisis dan
berkomunikasi Sistem manusia
Tes praktek dan wawancara
Ketajaman dan kelengkapan
analisis, kelancaran komunikasi 30%
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 61 Substansi praktikum
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 62
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 63 Sistem Penilaian 1. Metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran 2. Standar penilaian yang dikomunikasikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan
3. Tata cara pelaporan hasil evaluasi yang dapat diaksessecara mudah oleh
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 64 Sistem Penilaian
1. Metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran
2. Standar penilaian yang
dikomunikasikankepada mahasiswa di awal
perkuliahan
3. Tata cara pelaporan hasil evaluasi yang dapat
diaksessecara mudah oleh mahasiswa
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 65 Sistem Penilaian 1. Metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran 2. Standar penilaian yang dikomunikasikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan
3. Tata cara pelaporan hasil evaluasi yang dapat diaksessecara mudah oleh
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 66
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 67
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 68
• Visi dan misi prodi yang dipaparkan pada sub sumber daya manusia halaman 39 sangat terkesan dicopydari visi dan misi prodi eksakta lain yang terbukti dari munculnya kata-kata: struktur, reaktivitas, energetika, reaksi dan pengukurannya, mampu menguasai dan menerapkan pengetahuan dan teknologi terkait dengan proses identifikasi, isolasi, pemurnian, dan transformasi suatu senyawa....???
• Pada hal 25 bagian misi prodi terdapat pernyataan aneh yang menyebutkan bahwa misi Prodi Manajemen adalah menyelenggarakan manajemen berbasis industri di Lampung.
• Pada butir ke 3 tujuan prodi juga terdapat pernyataan aneh yang menyatakan bahwa tujuan prodi adalah menyebarkan pengetahuan manajemen yang berbasis kearifan lokal propinsi Lampung.
• Pada hal 91 struktur organisasi SPMI disebut sebagai SPMI STKIP Raodatul Aisyah. Selain itu di halaman 92 dalam dokumen manual SPMI juga muncul nama USN Kolaka Raodatul Aisyah.
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 69
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 70
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 71
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 72
Kebij akan yang diberlakukan oleh sebuah perguruan tinggi pada seluruh prodinya, misal sistem penj aminan mutu, boleh sama namun harus
ditunj ukkan payung hukumnya
Kebijakan umum bukanlah plagiasi
Melampirkan dokumen yang
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 74
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kedokteran 1. Program Studi Doktor Kedokteran
a. Dua orang Profesor Kedokteran
b. Empat orang berkualifikasi Doktor Kedokteran 2. Program Studi Magister Kedokteran:
a. Empat orang berkualifikasi Doktor Kesehatan sesuai dengan bidang magister (Klinis/Sains) yang akan dibuka
b. Dua orang berkualifikasi Doktor Kedokteran/ Kesehatan bidang lainnya
3. Program Studi Spesialis Kedokteran
a. Empat orang berkualifikasi Spesialis Konsultan sesuai bidang spesialis yang akan dibuka
b. Dua orang berkualifikasi Spesialis Konsultan kolegium lainnya yang sekiranya terkait
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 75
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kedokteran Gigi 1. Program Studi Doktor
a. Dua orang Profesor Kedokteran Gigi
b. Empat orang berkualifikasi Doktor Kedokteran Gigi 2. Program Studi Magister
a. Empat orang berkualifikasi Doktor Kedokteran Gigi sesuai dengan bidang magister (Klinis/Sains) yang akan dibuka
b. Dua orang berkualifikasi Doktor Kedokteran Gig/Kesehatan bidang lainnya 3. Program Studi Spesialis
a. Empat orang berkualifikasi Spesialis Konsultan (spesialis yang
berpengalaman pendidikan praktik ≥ 5 th) sesuai bidang spesialis yang akan dibuka
b. Dua orang berkualifikasi Spesialis Konsultan (spesialis yang berpengalaman
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 76
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Keperawatan 1. Program Studi Doktor
a. Dua orang Profesor Keperawatan
b. Empat orang berkualifikasi Doktor Keperawatan 2. Program Studi Magister
a. Empat orang berkualifikasi Doktor Keperawatan
b. Satu orang berkualifikasi Doktor Kesehatan Masyarakat
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 77
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Keperawatan 3. Program Studi Spesialis Keperawatan
a. Spesialis Keperawatan Anak
• Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan anak/ Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan anak
• Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran anak/ Doktor (S-3) Kesehatan lainnya b. Spesialis Medical Bedah
• Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan Medical bedah / Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan KMB
• Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran Bedah dan Ilmu Penyakit Dalam c. Spesialis Keperawatan Maternitas
• Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan Maternitas / Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan maternitas
• Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran Obsgin dan atau Doktor (S-3) epidemologi KesMas
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 78
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Keperawatan 3. Program Studi Spesialis Keperawatan
d. Spesialis Keperawatan Komunitas
• Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan komunitas/ Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan komunitas
• Dua orang berkualifikasi Doktor (S3) Kesehatan lainnya e. Spesialis Keperawatan Jiwa
• Empat orang berkualifikasi Spesialis keperawatan jiwa / Doktor (S-3) Keperawatan dengan peminatan keperawatan jiwa
• Dua orang berkualifikasi Sp (K) kedokteran jiwa (psikiatri) atau yang lainnyadan Ilmu Penyakit Dalam
4. Program Studi Profesi Keperawatan
a. Lima orang berkualifikasi Magister Keperawatan atau Ners Spesialis
b. Satu orang berkualifikasi Magister Kesehatan Masyarakat atau Biomedik dengan latarbelakang Ners
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 79
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kebidanan 1. Program Studi Magister Kebidanan
• Satu orang berkualifikasi Doktor relevan dengan latar belakang minimal D-3 Kebidanan
• Satu orang berkualifikasi minimal Sp Obgins
• Satu orang berkualifikasi minimal Sp Kesehatan Anak
• Satu orang berkualifikasi minimal Doktor Biomedik
• Satu orang berkualifikasi minimal Doktor KesMas relevan
• Satu orang berkualifikasi minimal Doktor Bidang Pendidikan
2. Program Studi Profesi Kebidanan
• Tiga orang berkualifikasi Magister Kebidanan
• Satu orang berkualifikasi Magister Kesehatan Reproduksi dengan latar belakang bidan
• Satu orang berkualifikasi Spesialis Obgins
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 80
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Gizi
a. Program Studi Doktor Gizi
• Dua orang Profesor Gizi
• Empat orang berkualifikasi Doktor Gizi
b. Program Studi Magister Gizi:
• Enam orang berkualifikasi Doktor Gizi
c. Program Studi Profesi Gizi
• Enam orang berkualifikasi Magister Gizi dan latar belakang Profesi Gizi
d. Program Studi Sarjana Gizi
• Enam orang berkualifikasi Magister Gizi
e. Program Studi Diploma Gizi
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 81
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Farmasi A. Program Studi Doktor Farmasi;
• Dua Orang Profesor Farmasi
• Empat Orang Berkualifikasi Doktor Farmasi B. Program Studi Magister Farmasi/Herbal:
• Enam Orang Berkualifikasi Doktor Farmasi (Farmasetika + Farmakologi Farmasi + Kimia Farmasi + Biologi Farmasi)
C. Program Studi Profesi Farmasi
• Enam Orang Berkualifikasi Magister Farmasi (Farmasi Komunitas + Farmasi Klinis + Farmasi Industri)
D. Program Studi Sarjana Farmasi
• Enam Orang Berkualifikasi Magister Farmasi (Farmasetika + Farmakologi Farmasi + Kimia Farmasi + Biologi Farmasi)
E. Program Studi Diploma Farmasi
• Enam Orang Berkualifikasi Magister Farmasi (Farmasetika + Kimia Farmasi + Farmakologi)
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 82
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Kesehatan Masyarakat
a. Program Studi Doktor Kesehaan Masyarakat
• Dua orang Profesor Kesehatan Masyarakat
• Empat orang berkualifikasi Doktor Kesehatan Masyarakat
b. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat
• Enam orang berkualifikasi Doktor Kesehatan Masyarakat
c. Program Studi Diploma Kesehatan Masyarakat
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 83
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Fisioterapi a. Program Studi Profesi Fisioterapi;
• Tiga orang berkualifikasi Magister Fisioterapi
• Tiga orang berkualifikasi (Biomedik/Sp Rehab Medik/ Sp Kedokteran Olah Raga)
b. Program Studi Sarjana Fisioterapi:
• Tiga orang berkualifikasi Magister Fisioterapi
• Tiga orang berkualifikasi (Biomedik/Sp Rehab Medik/ Sp Kedokteran Olah Raga)
c. Program Studi Diploma Fisioterapi:
• Tiga orang berkualifikasi Magister Fisioterapi
• Tiga orang berkualifikasi (Biomedik/Sp Rehab Medik/ Sp Kedokteran Olah Raga)
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 84
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi D-4/S-1 – Profesi Fisioterapi
Program Studi D-4/S-1 – Profesi Fisioterapi:
1. Dua orang berkualifikasi minimal Magister Biomedik (Faal/Anatomi); Magister/ Doktor Olahraga (Biomekanik/ Latihan) dengan latar belakang sarjana fisioterapi yang telah praktek klinik.
2. Empat orang berkualifikasi minimal Magister* diantaranya bidang kesehatan terkait fisioterapi, dengan latar belakang sarjana fisioterapi yang telah praktek klinik.
* Magister Ergonomi, Magister PromKes, Magister KesPro, Magister KIA,
Magister K3
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 85
Persyaratan Dosen Tetap – Prodi Diploma Kesehatan lainnya
Program Studi Diploma Kesehatan Lainnya:
• Enam orang berkualifikasi Magister sesuai bidang ilmu prodi yang akan dibuka dan memiliki latar belakang pendidikan vokasi yang terkait
Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti 86