• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Pengisian Daftar HKD

Dalam dokumen Pedoman Pencacahan Harga Konsumen Perdesaan (Halaman 18-37)

V. PENGISIAN DAFTAR

5.2 Tata Cara Pengisian Daftar HKD

Petunjuk pengisian daftar HKD-1, HKD-2.1 dan HKD-2.2 sangat menentukan kualitas data harga yang dihasilkan, oleh karena itu petugas pencacah harus benar-benar menguasai cara pengisian daftar sehingga akan menghasilkan kualitas data yang baik. Petunjuk pengisian daftar tidak saja ditujukan untuk petugas baru, tapi juga bermanfaat bagi petugas “lama”, untuk memantapkan tata cara pengisian sehingga terhindar dari kesalahan.

Pada Bab I telah dijelaskan bahwa HKD-1 digunakan untuk mencatat harga eceran barang dan jasa keperluan rumah tangga perdesaan di pasar kecamatan untuk

keperluan rumah tangga perdesaan untuk kelompok non makanan, digunakan dua jenis daftar, yaitu:

HKD-2.1, untuk mencatat harga-harga konsumen kelompok konstruksi, jasa dan transportasi.

HKD-2.2 untuk mencatat harga-harga konsumen kelompok aneka perlengkapan

rumah tangga dan lainnya.

Berikut penjelasan tata cara pengisian masing-masing jenis dokumen:

1. Daftar HKD-1

Sebelum mengisi daftar, bacalah blok “PERHATIAN” yang terdapat dalam daftar

bersangkutan. Hal ini sangat penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diharapkan. Di samping itu petugas akan lebih menguasai setiap jenis daftar karena sering membaca petunjuk.

a. Daftar HKD-1 terdiri dari 5 blok, yaitu:

1. Blok I, digunakan untuk mendapatkan keterangan yang lengkap dan jelas mengenai bulan pencacahan dan lokasi/tempat pencacahan.

2. Blok II, digunakan untuk mencatat keterangan petugas pencacah dan pemeriksa.

3. Blok III, digunakan untuk mencatat ringkasan komoditas yang mengalami perubahan harga.

4. Blok IV, digunakan untuk mencatat harga konsumen di perdesaan.

5. Blok V, digunakan oleh pencacah (KSK) untuk mencatat hal-hal yang dianggap perlu.

b. Cara pengisian:

Blok I: Pengenalan Tempat dan Periode Pencacahan

Tuliskan nama Bulan dan Tahun Pencacahan, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Nama Pasar kemudian isikan kode bulan-tahun dan wilayah di kotak yang tersedia di sebelahnya. Kode Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan dapat dilihat dari master kecamatan. Oleh karena itu, isian tersebut hendaknya ditulis dengan benar, lengkap dan jelas dengan menggunakan huruf cetak (balok).

Contoh:

Blok II: Keterangan Petugas

Tuliskan Nama Pencacah/Pemeriksa, NIP Pencacah/Pemeriksa, Tanggal Pencacahan/Pemeriksaan dan Tanda Tangan Pencacah/Pemeriksa. Isian tersebut hendaknya ditulis dengan jelas dan benar, serta menggunakan huruf cetak (balok) untuk rincian Nama Pencacah/Pemeriksa.

Blok III: Ringkasan Komoditas yang mengalami Perubahan Harga

Blok ini digunakan untuk mencatat perubahan harga untuk berbagai komoditas.

Perubahan harga yang dimaksud disini termasuk perubahan harga dari komoditas yang ada (pada bulan sebelumnya) menjadi tidak ada/hilang (pada bulan pencacahan), atau sebaliknya. Hal ini mungkin terjadi bila komoditas/kualitas yang biasa di cacah tidak ditemukan lagi di lapangan, atau terdapat komoditas/kualitas yang baru dicacah di lapangan.

Tujuan dari blok ini adalah untuk mempercepat petugas BPS Kabupaten dalam melakukan entri data dari daftar HKD-1, HKD-2.1 dan HKD-2.2. Oleh

1. Bulan & Tahun 0 3 1 3

2. Provinsi 3 5

3. Kabupaten 0 1

4. Kecamatan 0 1 0

5. Nama Pasar

6. Hari Pasar MINGGU (PON) MARET 2013 JAWA TIMUR PACITAN DONOREJO PASAR DONOREJO

I. PENGENALAN TEMPAT DAN PERIODE PENCACAHAN

RINCIAN PENCACAH PEMERIKSA

1. N A M A 2. N I P 3 4 0 0 0 6 0 6 5 3 4 0 0 2 0 2 1 3. TANGGAL 4. TANDA TANGAN DARMEDI 10 FEBRUARI 2013 Darmedi WIYATNO WIYATNO Wiyatno 1

karena itu, sebelum mengisi Blok III tuliskan lebih dahulu kode masing-masing ke dalam kotak yang tersedia.

Blok III ini terdiri dari 6 kolom yaitu kolom (1) nama barang, kolom (2) kualitas, kolom (3) satuan, kolom (4) kode kualitas, kolom (5) harga bulan pencacahan dan kolom (6) harga bulan sebelumnya.

Contoh:

Blok IV: Harga Konsumen di Perdesaan

Blok IV ini terdiri dari 6 kolom, yaitu:

Kolom (1): Nama Barang

Kolom (2): Kualitas, merek dan spesifikasi dari barang yang diobservasi. Kolom (3): Satuan dari barang/jasa yang diobservasi, harus selalu dipatuhi oleh

petugas pencacah

Kolom (4): Kode Kualitas (diisi BPS).

Kolom (5): Harga Bulan Pencacahan (Rp)

Harga barang yang diobservasi dalam rupiah untuk setiap satuan standar. Apabila satuan yang digunakan oleh pedagang (satuan setempat) tidak sesuai dengan satuan standar yang ada di daftar isian, maka harus dikonversikan dari satuan setempat ke satuan standar.

Pada pengisian harga tersebut, harap diperhatikan oleh petugas

1. Prop/Kab/Kec : JAWA TIMUR / PACITAN /DONOREJO 3 5 0 1 0 1 0

2. Bulan & Tahun : MARET / 2013 0 3 1 3

Nama Barang Kualitas Satuan Kode Kualitas

Harga Bulan Sebelumnya

(Rp)

(1) (2) (3) (4) (6)

1. Tepung Beras a. Rose Brand 1 Bks = 500 g AA004001 5 2 0 0 5.150 2. Jagung Ontongan Muda a. Tanpa Kulit 1 Kg AA009001 3 2 5 0 3.300 3. Jagung Ontongan Tua a. Tanpa Kulit 1 Kg AA010001 2 8 0 0 2.750 4. Jagung Pipilan/Pocelan Kering 1 Kg AA011001 3 5 0 0 3.400 5. Ketela Pohon Tidak Pahit 1 Kg AA018001 2 1 0 0 2.050 6. Ketela Rambat a. Putih 1 Kg AA019001 2 4 0 0 2.350

(5)

Harga Bulan Pencacahan (Rp) III. Ringkasan KomoditasYang Mengalami Perubahan Harga *)

tersedia dalam kolom (5) yang terdiri dari 7 kotak untuk HKD-1 dan 8 kotak untuk HKD-2.1 dan HKD-2.2.

Contoh:

1) Harga rata-rata dari 3 pedagang ketela pohon Rp2.100,-/kg Pada kolom (5) dituliskan sebagai berikut:

2) Harga rata-rata dari 3 pedagang televisi Sharp 21 inchi seharga Rp950.000,-/buah

Pada kolom (5) dituliskan sebagai berikut:

Benar

Salah

Contoh konversi satuan setempat ke satuan standar:

3) Harga 1 ikat kangkung Rp1.000,-. Cara mengkonversi 1 ikat ke satuan standar adalah dengan menimbangnya, misal: berat 1 ikat kangkung adalah 5 ons, maka harga 1 kg kangkung = 10/5 x Rp1.000,- = Rp2.000,-

Jadi yang dicatat pada kuesioner adalah harga 1 kg kangkung = Rp2.000,-

Kolom (6): Harga Bulan Sebelumnya (Rp).

Catatlah harga bulan sebelumnya (n-1) pada kolom (6) yang bersumber dari register untuk lebih memudahkan memeriksa konsistensi harga bulan pencacahan (n) dengan harga bulan sebelumnya (n-1). Kecuali jenis barang baru maka kolom (6) ini tanyakan kepada responden.

2 1 0 0

9 5 0 0 0 0

9 5 0 0 0 0

Rincian blok ini dikelompokkan menjadi 14 kelompok, yaitu:

A. Padi-padian dan penggantinya

Antara lain: beras (DN), beras luar negeri, tepung beras, tepung gaplek, tepung sagu, tepung tapioca, terigu, jagung ontongan muda, jagung ontongan tua, jagung pipilan, beras jagung, mie basah, mie instant, mie telur kering, bihun, macaroni, ketela pohon, ketela rambat, gaplek, tales, dan sebagainya.

Beras

- Beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia, maka dalam pencatatan harga petugas agar berhati-hati dalam menentukan kualitas beras maupun spesifikasinya.

- Yang dimaksud dengan beras dalam negeri adalah beras yang diproduksi dalam negeri seperti beras Ciliwung, Ciherang, P.B, IR 64, IR 36, Cisadane dan lain sebagainya. Jika petugas menjumpai jenis beras yang banyak beredar di pasar, sedangkan jenis beras ini belum dicantumkan dalam daftar isian maka untuk hal tersebut dapat dimasukkan pada kolom spesifikasi dengan cara menuliskan nama beras tersebut beserta harganya pada baris yang disediakan.

- Sedangkan beras luar negeri/beras impor adalah jenis beras yang didatangkan dari luar negeri atau diimpor, misalnya beras Siam/Thailand, Saigon/Vietnam. Catatlah harga beras impor yang banyak beredar di pasar menurut jenisnya pada baris yang sudah disediakan.

Beras jagung

Beras jagung adalah jagung yang telah ditumbuk sehingga butirnya seperti butir beras, bersih dan kering dimana pemakainya tinggal memasak seperti memasak beras.

Ketela pohon

Ketela pohon tidak pahit adalah ketela pohon yang dibeli oleh para konsumen/pengecer dengan tujuan untuk dimakan (dikonsumsi). Jadi bukanlah ketela pohon yang bisa digunakan untuk membuat kanji.

Mie Instan

Mie instan adalah mie dalam kemasan (mie instan), yang dalam paket pembeliannya sudah disertai dengan bumbu, seperti Supermie, Indomie, Mie Sedap dan lain-lain. Untuk mie instan, selain menuliskan merek juga menuliskan rasanya misalnya Supermie rasa kare ayam, Indomie goreng spesial.

Mie telur kering

mie telor kering berbeda dengan mie instan, contohnya: mie Tiga Ayam, mie Atom Bulan dan lainnya.

B. Daging, unggas, dan hasilnya

Antara lain: daging sapi, daging kerbau, daging kambing, daging domba, daging babi, ayam hidup, itik hidup, daging ayam, hati, paru-paru, jeroan lainnya, dan sebagainya.

Daging khas/murni adalah kualitas daging tanpa tulang, lemak, urat-urat

yang keadaannya masih segar dan baik

Ayam hidup

Tidak dibedakan antara ayam jantan dan betina, baik ayam kampung/bukan ras maupun ayam ras untuk dipotong, bukan untuk dipelihara atau diadu.

C. Ikan laut

Antara lain: cakalang, cumi-cumi, ekor kuning, kembung, selar, tenggiri, teri, tongkol, udang, tembang, layang, kakap, kerang, katamba, layur, baronang, bawal, kurisi, ayam-ayaman, tatengkek, dan sebagainya.

D. Ikan air tawar/tambak

Antara lain: gurame, gabus, mujair, mas, lele, nila, bandeng, udang, patin, baung, pisang-pisang, lencam, golok-golok, sepat, dan sebagainya.

E. Ikan/daging diawetkan

Antara lain: ikan asin kering, ikan pindang, ikan asap, ikan dalam kaleng, daging dalam kaleng, bakso, abon, dendeng, sosia, ikan kayu, dan sebagainya.

F. Susu, telur, dan hasil-hasilnya

Antara lain: susu kental manis putih, susu kental manis coklat, susu perah/ murni, susu bubuk instan, susu bubuk full cream, susu cair kemasan, susu balita, makanan bayi, keju, telur ayam, telur itik/bebek, telur puyuh, dan sebagainya.

G. Lemak dan minyak

Antara lain: minyak kelapa, minyak goreng, margarine, mentega, kelapa tua, minyak jagung, santan instan/jadi, dan sebagainya.

Kelapa tua

Yang dimaksud dengan kelapa tua belum dikupas adalah harga kelapa yang masih ada tempurungnya/batoknya dan juga ada sabutnya. Sedangkan kelapa sudah dikupas (ukuran sedang) adalah kelapa yang tidak bersabut dan berbatok.

H. Sayur-sayuran

Antara lain: kangkung, bayam, kubis/kol, kacang panjang, kentang, cabai hijau, ketimun, sawi, tomat sayur, labu siam, labu air, petai, terung, nangka muda, daun bawang, tauge/kecambah, buncis, wortel, lobak, papaya sayur, daun singkong, kacang kapri, pare, jengkol, cabai hijau, paprika, asam, melinjo, dan sebagainya.

Sayur-sayuran

Catatlah harga sayur-sayuran yang masih segar. Untuk beberapa macam/jenis sayuran yang dijual dengan harga satuan setempat seperti ikat, tumpuk atau satuan setempat lainnya, maka sebelum dicatat harus dikonversikan terlebih dahulu ke satuan standar yang ada pada kuesioner

I. Buah-buahan

Antara lain: pisang, papaya, jeruk, mangga, jambu, sawo, nanas, durian, duku, melon, tomat buah, rambutan, salak, alpukat, apel, belimbing, semangka, anggur, dan sebagainya.

Buah-buahan

J. Kacang-kacangan

Antara lain: kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang joglo/tolo, kacang merah, tempe kedele, tahu mentah, oncom, tauco, dan sebagainya.

K. Bumbu-bumbuan

Antara lain: bawang merah, bawang putih, lada/merica, garam bata, garam hancur, kecap manis, kecap asin, bumbu masak, terasi udang, terasi ikan, kemiri, asam, gula merah, ketumbar, jinten, bumbu jadi, biji pala, kunyit, lengkuas, jahe, cabai merah, cabai rawit, dan sebagainya.

Kecap

Dibedakan kecap manis dan asin. Catatlah harga dari kecap yang kualitas/mereknya sudah ditentukan. Jika kualitas/merek tersebut tidak ada, maka catatlah kualitas/merek yang paling banyak beredar di pasar dan digemari. Ikuti terus pencatatan harganya pada barang (kualitas/merek) yang sama untuk bulan-bulan berikutnya

L. Bahan makanan lainnya

Antara lain: kerupuk, emping melinjo, bahan agar-agar, dan sebagainya.

M. Makanan jadi, dan minuman tak beralkohol

Antara lain: roti tawar, gado-gado, biskuit, bubur kacang hijau, mie bakso, makanan ringan anak-anak, mie ayam, gula pasir, kopi bubuk, kopi instan, the botol, teh (hitam), teh hijau, teh celup, minuman ringan, sirop, air mineral, minuman kesehatan berenergi (suplemen), ice cream, siomay, empek-empek, gorengan, roti, dan sebagainya.

N. Rokok, tembakau, dan minuman beralkohol

Antara lain: rokok kretek putih, rokok kretek, rokok kretek filter, tembakau, tembakau shag/linting, sirih, pinang belum dikupas, gambir, cengkeh, klobot, arak/anggur obat, bir, anggur, dan sebagainya.

Jika suatu kualitas/merek sudah tidak ada lagi, maka catatlah kualitas/merek yang paling banyak beredar di pasar dan digemari. Ikuti terus pencatatan harganya pada barang (kualitas/merek) yang sama untuk bulan-bulan berikutnya.

Contoh pengisian Blok IV:

Nama Barang Kualitas Satuan Kode Kualitas

Harga Bulan Sebelumnya (Rp) (1) (2) (3) (4) (6) A. Padi-padian dan Penggantinya 1. Beras a. C4 1 Kg AA001001 7 8 0 0 7.800 b. Ir.36 1 Kg AA001002 ……… c. Ir.64 1 Kg AA001003 7 5 0 0 7.500 d. Pelita 1 Kg AA001004 ……… e. Cisadane 1 Kg AA001005 ……… f. ………… 1 Kg AA001…... ………

2. Beras Luar Negeri a. Siam/Thailand 1 Kg AA002001 7 9 0 0 7.900

b. Vietnam/Saigon 1 Kg AA002002 ………

c. ……….. 1 Kg AA002…... ………

3. Beras Ketan/Pulut a. Hitam 1 Kg AA003001 1 1 2 5 0 11.250

b. Putih 1 Kg AA003002 ………

4. Tepung Beras a. Rose Brand 1 Bks = 500 gr AA004001 5 2 0 0 5.150

b. ……….. ………….. AA004.….. ………

5. Tepung Gaplek ………. 1 Kg AA005001 4 3 0 0 4.300

6. Tepung Sagu (Ambon) ………. 1 Kg AA006001 7 8 0 0 7.800

7. Tepung Tapioka (Aci/Kanji) Merk: ….………… 1 Kg AA007001 6 5 0 0 6.500

8. Tepung Terigu a. Kereta 1 Kg AA008001 ………

b. Segi Tiga Biru 1 Kg AA008002 7 8 0 0 7.800

c. ………. 1 Kg AA008…... ………

9. Jagung Ontongan Muda a. Tanpa Kulit 1 Kg AA009001 3 2 5 0 3.300

b. Dengan Kulit 1 Kg AA009002 ………

10. Jagung Ontongan Tua a. Tanpa Kulit 1 Kg AA010001 2 8 0 0 2.750

b. Dengan Kulit 1 Kg AA010002 ………

11. Jagung Pipilan/Pocelan Kering 1 Kg AA011001 3 5 0 0 3.400

12. Beras Jagung Sdh Ditumbuk 1 Kg AA012001 4 7 5 0 4.700

13. Mie Basah a. Biasa 1 Kg AA013001 7 6 0 0 7.600

b. Telor 1 Kg AA013002 ………

c. ………….. 1 Kg AA013…... ………

HKD-1/2013

Harga Bulan Pencacahan (Rp)

IV. HARGA KONSUMEN DI PEDESAAN

Blok V: Catatan

Blok ini untuk mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan pengisian daftar HKD-1.

Daftar HKD-2.1 dan HKD-2.2

Pada prinsipnya tata cara pengisian daftar HKD-2.1 dan HKD-2.2 sama dengan daftar HKD-1, yang membedakannya adalah rincian jenis barang/kualitasnya. Jika daftar HKD-1 untuk mencatat harga eceran dari jenis barang yang termasuk dalam kelompok makanan, maka daftar HKD-2.1 untuk mencatat harga eceran dari jenis barang dan jasa yang termasuk dalam kelompok konstruksi, jasa dan

transportasi, sedangkan daftar HKD-2.2 untuk mencatat harga eceran dari jenis

barang yang termasuk dalam kelompok aneka perlengkapan rumah tangga

dan lainnya.

Sebelum mengisi daftar, bacalah blok “PERHATIAN” yang terdapat dalam daftar.

Daftar HKD-2.1 dan HKD-2.2 terdiri dari 5 blok. Penjelasan masing-masing blok sama dengan daftar HKD-1.

Penjelasan beberapa jenis barang/jasa yang terdapat dalam daftar HKD-2.1 dan HKD-2.2 yang dianggap penting untuk diketahui oleh para petugas lapangan dan pemeriksa:

2. Daftar HKD-2.1

Lokasi responden untuk pencacahan HKD-2.1 biasanya tidak berada di dalam lokasi pasar, misalnya rumah sakit, puskesmas, pengobatan alternatif, sekolah, pesantren, tempat kursus, tempat praktek dokter, pemilik kontrakan rumah, salon, tukang jahit, pembantu rumah tangga, tempat rekreasi, jasa angkutan, bengkel, jasa pengiriman, dan sebagainya.

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tata cara pengisian Blok I sampai dengan Blok V HKD-2.1 sama dengan tata cara pengisian HKD-1. Yang membedakan hanya pengelompokkan komoditasnya.

Adapun komoditas-komoditas HKD-2.1 (Konstruksi, jasa dan transportasi), dikelompokkan menjadi:

A. Kelompok Perumahan

a. Biaya Tempat Tinggal

Antara lain: bambu tua, kayu balok, kayu dolken, seng plat, seng gelombang, genteng biasa, asbes, bilik dari bambu, batu bata, kaca polos, kapur tembok, papan, pasir, semen, batako, cat kayu, cat tembok, tripleks, kontrak rumah, sewa rumah, paku, keramik, upah tukang bukan mandor, besi slup, tarif PAM, batu kali, sekop, kayu kaso, kayu reng, dan sebagainya.

Bahan bangunan

Catatlah harga bahan bangunan yang digunakan oleh masyarakat untuk pemeliharaan rumahnya menurut jenis dan spesifikasi yang sudah ditentukan. Misal: kayu balok untuk tiang, kualitas meranti ukuran 12 x 12 x 400 cm, seng plat dengan spesifikasinya B.W.G.32, bilik dari bambu 2,5 x 3 m. Yang dimaksud dengan bilik disini adalah bahan untuk dinding yang dibuat dari bambu bagian dalam atau luar.

Sumber data harga (responden) dari bahan-bahan bangunan bisa ditanyakan pada pedagang-pedagang bahan bangunan di sekitar lokasi pasar.

Sewa rumah

- Yang dimaksud dengan sewa rumah adalah tarif sewa rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal dengan pembayaran sewa dilakukan secara teratur (periodik), namun tidak ada surat kontrak/perjanjian, biasanya dibayar secara bulanan.

- Dalam pemantauan data harga konsumen perdesaan, yang dimaksud sewa rumah adalah tarif sewa yang umum berlaku di daerah setempat (harga umum).

Kontrak rumah

- Yang dimaksud dengan kontrak rumah adalah tarif sewa rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal untuk jangka waktu tertentu

berdasarkan perjanjian kontrak antara pemilik dan pemakai, misalnya satu atau dua tahun.

- Cara pembayaran kontrak biasanya sekaligus dimuka atau diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak. Apabila kontrak lebih dari satu tahun, maka yang dicatat adalah rata-rata kontrak per tahunnya.

Dalam pencacahan sewa, kontrak rumah, yang menjadi sasaran responden adalah rumah tempat tinggal terpilih. Walaupun terjadi penggantian penyewa dari rumah terpilih tersebut, sepanjang kondisi bangunan dan fasilitas tempat tinggalnya tidak berubah, maka tempat tinggal tersebut tetap menjadi responden terpilih.

Kondisi rumah/bangunan hendaknya selalu tetap dalam setiap laporan. Bila karena suatu dan lain hal terpaksa dilakukan penggantian responden atau karena status bangunannya berubah, hendaknya dicari responden pengganti yang hampir sama dengan kondisi sebelumnya

b. Penyelenggaraan Rumah Tangga

Pada kelompok ini hanya ada satu komoditas, yaitu upah pembantu rumah tangga.

Pembantu Rumah Tangga

Yang dimaksud pembantu rumah tangga adalah seseorang yang bekerja untuk membantu penyelenggaraan sehari-hari kegiatan suatu rumah tangga dengan menerima balas jasa, baik berupa uang maupun barang. Jika balas jasa yang diterima berupa barang, maka harga barang tersebut dinilai berdasarkan harga pasar setempat pada saat pencacahan. Tidak termasuk dalam pengertian pembantu rumah tangga disini adalah supir, pengasuh bayi (baby sitter) dan pekerja keluarga.

Apabila terjadi penggantian rumah tangga terpilih, maka penggantiannya agar diusahakan yang setara dengan responden sebelumnya.

B. Kelompok Sandang

C. Kelompok Kesehatan

a. Jasa Kesehatan

Antara lain: tarif dokter, tarif bidan, puskesmas, mantri kesehatan, pengobatan alternatif, biaya melahirkan, tarif kamar rumah sakit, tarif dokter gigi, imunisasi, dan sebagainya.

Tarif dokter adalah tarif pemeriksaan umum dokter/petugas kesehatan yang

prakteknya di luar kedinasan pemerintah. Tarif pemeriksaan ini dibedakan menjadi dua, yaitu pemeriksaan dengan obat dan pemeriksaan tanpa obat. Hendaknya ikuti terus pencatatannya pada dokter/petugas kesehatan yang sama untuk bulan-bulan berikutnya.

Tarif kamar rumah sakit

Carilah salah satu rumah sakit (pemerintah/swasta) yang terdekat dengan kecamatan yang bersangkutan (terpilih), di mana rumah sakit tersebut menyediakan kamar perawatan. Tanyakan berapa tarif kamar 1 hari per pasien yaitu biaya perawatan sehari-hari tanpa pemeriksaan dokter maupun biaya obat-obatan.

b. Perawatan Jasmani dan Kosmetik

Antara lain: tarif gunting rambut, salon kecantikan, dan sebagainya.

Tarif gunting rambut ini diambil dari responden yang mempunyai tempat

tetap dengan ukuran sedang. Hal ini guna menjaga kelangsungan dari pencatatan harga tarif gunting rambut tersebut setiap bulannya.

D. Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

a. Pendidikan

Antara lain: uang bayaran sekolah, uang kuliah, uang kursus, pesantren modern, pesantren salaf, dan daftar ulang.

Uang bayaran sekolah

Pengertian uang bayaran sekolah disini adalah uang sekolah yang wajib dibayarkan setiap bulan oleh murid SD/SMP/SMA baik sekolah negeri maupun swasta. Tidak termasuk uang sumbangan dan lain-lain diluar pembayaran wajib. Tetapi termasuk didalamnya pembayaran-pembayaran

wajib lainnya dalam bentuk barang. Sekolah-sekolah yang dapat dicatat tarif uang sekolahnya adalah sekolah yang mempunyai murid terbanyak di kecamatan terpilih dan diambil pada kelas tertentu untuk memudahkan perbandingan antar waktu (lihat perincian uang sekolah dalam daftar isian).

Khusus untuk madrasah (apabila sekolah umum negeri dan swasta tidak ada) dipilih madrasah yang setingkat SD, SMP dan SMA.

Contoh tarif uang sekolah yang di dalamnya terdapat pembayaran wajib lainnya yang berbentuk barang:

Uang sekolah SMP Muhammadiyah kelas II per bulan Rp20.000,00, kemudian selain uang bayaran tersebut, setiap murid diwajibkan membawa beras 1 liter, maka 1 liter beras tersebut harus diberikan nilainya dengan cara menanyakan harga 1 liter beras tersebut dengan kualitas yang sama di pasar sampel. Misalnya harga beras tersebut = Rp4.500,00 per liter, sehingga uang sekolah yang dicatat dalam daftar adalah Rp24.500,00.

Uang kursus

Pengertian uang kursus disini adalah uang kursus yang dibayarkan oleh siswa untuk biaya pendidikan kursus contohnya: kursus komputer, kursus bahasa dan sebagainya.

b. Perlengkapan/peralatan pendidikan

Pada kelompok ini hanya ada satu komoditas, yaitu jasa fotokopi.

c. Rekreasi/Hiburan

Antara lain: tiket masuk tempat wisata, tiket bioskop, dan sebagainya.

E. Kelompok Transportasi dan Komunikasi

a. Transportasi

Antara lain: tarif angkutan bermotor, tariff angkutan tidak bermotor, bensin eceran, sepeda, tarif sewa becak, ongkos naik becak, oli/pelumas, ongkos ojek motor, solar, sepeda motor, dan sebagainya.

Catatlah tarif angkutan umum yang biasa digunakan daerah. Adapun jenis angkutan umum dibedakan atas angkutan bermotor (seperti minibus, colt,

oplet dan sebagainya) dan angkutan bukan bermotor (seperti pedati, delman/ dokar/andong, dan sebagainya).

Tarif sewa becak adalah besarnya setoran/sewa tukang becak kepada

pemilik becak. Respondennya adalah usaha perorangan yang menyewakan becak

b. Komunikasi dan Pengiriman

Antara lain: biaya pengiriman, voucher pulsa, handphone, dan sebagainya.

c. Sarana penunjang transportasi

Antara lain: ban dalam sepeda, ban luar sepeda, ban dalam motor, ban luar motor, ongkos servis motor, ban dalam mobil, ban luar mobil, dan sebagainya.

3. Daftar HKD-2.2

A. Kelompok Perumahan

a. Bahan Bakar dan Penerangan

Antara lain: minyak, arang, kayu bakar, korek api/geretan, bola lampu pijar, tarif listrik PLN Golongn I, lilin, lampu TL/neon, gas, viting, stop kontak, kabel, senter, briket batubara, dan sebagainya.

Kayu Bakar

Catatlah harga kayu bakar dari satu jenis kayu saja, misal: kayu karet. Tanyakan harga per pikul, kemudian 1 pikul itu ada berapa kg. Mungkin

Dalam dokumen Pedoman Pencacahan Harga Konsumen Perdesaan (Halaman 18-37)

Dokumen terkait