HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Umum Perusahaan
4.1.3 Tata Kelola Perusahaan
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik merupakan salah satufaktor kunci untuk mencapai visi dan memenuhi misi-misi Perusahaan.Perusahaan berkomitmen untuk menerapkan tata kelola yang sistemik danberkesinambungan agar nilai-nilai inti di dalam Perusahaan dapat terciptadan bertumbuh.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan dilandaskan pada Undang-undang No.
40Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan,Peraturan Bursa Efek Indonesia, dan Pedoman Umum Good CorporateGovernance Indonesia. Perusahaan senantiasa meninjau praktik-praktikterbaik dalam dunia bisnis yang kemudian diterapkan sesuai dengan kriteriausaha Perusahaan.
Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang BaikKomitmen Perusahaan dalam membudayakan praktik Tata Keloladirealisasikan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip tata kelola tersebut.Prinsip-prinsip tata kelola tersebut yaitu keterbukaan, akuntabilitas, tanggungjawab, kemandirian dan kewajaran.
1. Keterbukaan
41
Prinsip keterbukaan merupakan prinsip di mana Perusahaan mengedepankanindependensi dan kepentingan pemegang saham yang terbuka, terutamadalam hal pengambilan keputusan, pengelolaan dan pengungkapan informasiPerusahaan kepada publik.
2. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan prinsip yang mengedepankan kejelasan fungsi,struktur, sistem dan pertanggungjawaban setiap unit kerja di dalam suatuperusahaan. Perusahaan yang baik mempunyai pembagian dan pengaturantersendiri untuk masing-masing divisi.
3. Tanggung Jawab
Perusahaan yang baik mempunyai tanggung jawab dalam memenuhikepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Selain itu memenuhikewajibannya dalam hal tanggung jawab sosial dan lingkungan.
4. Kemandirian
Prinsip kemandirian dalam suatu perusahaan adalah di mana setiap unit kerjadan organ perusahaan melakukan fungsi dan tugasnya masing-masing tanpaadanya campur tangan dan dominasi pihak lainnya. Dalam hal ini DewanKomisaris menekankan pengelolaan Perusahaan secara profesional danindependen.
5. Kewajaran
Kewajaran dan kesetaraan diterapkan oleh Perusahaan dengan memberikankesempatan yang sama dan adil kepada seluruh insan Perusahaan tanpamemandang latar belakang, gender, usia dan jabatan.
42 4.1.4 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi adalah sebuah susunan berbagai komponen atau
unit-unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Dengan adanya struktur organisasi maka kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda bisa dikoordinasikan dengan baik. Selain itu, dengan adanya struktur tersebut maka kita bisa mengetahui beberapa spesialisasi dari sebuah pekerjaan, saluran perintah, maupun penyampaian laporan.
Fungsi struktur organisasi Struktur di dalam organisasi dibuat untuk menjalankan perusahaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing jabatan.
Struktur organisasi secara jelas mampu memisahkan tanggung jawab dan wewenang anggotanya. Jika dalam suatu bisnis atau perusahaan tidak memiliki komponen penting dalam struktur organisasi tersebut bisa jadi akan mengalami gangguan kedepannya, salah satunya dalam hal alur manajemen dan pengelolaan.
Struktur organisasi yang digunakan dalam perusahaan ini adalah struktur organisasi fungsional. Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi.
Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia.
Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja.
43
President Director
Gambar IV.1
Struktur Organisasi PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk Rapat Umum
Pemegang Saham
General Meeting of Shareholders
Dewan Komisaris
Sales & Marketing Director
Sekretaris Lokal & Luar Negeri
Domestic & International
44 4.1.5 Tugas dan Tanggung Jawab
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi Perusahaan yang mempunyai kewenangan yang tidak dilimpahkan kepada Dewan Komisaris ataupun Direksi sebagaimana diatur dalam Undang-undang Perusahaan Terbatas dan/atau Anggaran Dasar. RUPS terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris merupakan organ Perusahaan yang melakukan fungsipengawasan atas pelaksanaan kebijakan dan strategi Perusahaan yangditerapkan oleh Direksi, dengan cara memberikan masukan dan arahan.Dalam menjalankan fungsinya Dewan Komisaris harus menjunjung tinggiitikad baik, kehati-hatian dan bertanggung jawab baik bagi Perusahaan,pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Perusahaan sebagai berikut:
1. Mengawasi kebijakan manajemen Perusahaan.
2. Memastikan anggaran dasar Perusahaan telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.
3. Memberlakukan keputusan RUPS.
4. Memberikan saran kepada Direksi sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan.
Direksi
45
Direksi yang merupakan salah satu organ Perusahaan terpenting, bertanggung jawab penuh atas pengelolaan Perusahaan demi pencapaian kepentingan dan tujuan Perusahaan. Selain itu, Direksi mempunyai fungsi sebagai perwakilan Perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Terkait hal itu, Direksi wajib membuat laporan atas operasi, kinerja dan pelaksanaan kebijakan yang diambil Direksi yang disajikan dalam laporan keuangan dan laporan tahunan untuk disampaikan dalam RUPS Tahunan.
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Perusahaan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mengelola Perusahaan dan seluruh asetnya, memantau dan mengevaluasi strategi Perusahaan atas persetujuan dari Dewan Komisaris;
2. Menerapkan manajemen risiko dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan dalam setiap kegiatan operasional Perusahaan, dan;
3. Membentuk struktur organisasi yang efektif yang mengatur pembagian tugas yang adil dan setara dalam mendukung pertumbuhan Perusahaan.
Komite Audit
Tugas komite audit erat kaitannya dengan penelaahan terhadap risiko yang dihadapi Perusahaan, dan juga kepatuhan terhadap regulasi. Dengan begitu kualitas pengawasan internal Perusahaan diharapkan mampu memberikan perlindungan optimal kepada Perusahaan dan para pemegang saham.
Selain turut memastikan kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, Komite Audit juga mendukung Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang
46
berhubungan dengan informasi keuangan, sistem pengendalian intern, efektivitas pemeriksaan oleh auditor ekstern dan intern, dan bersama-sama dengan Dewan Komisaris memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola Perusahaan yang baik telah berjalan dengan efektif. Dalam struktur dan pelaporan Komite Audit berada langsung di bawah Dewan Komisaris.
Komite Audit dibentuk sesuai dengan persyaratan POJK No.
55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
Sekretaris Perusahaan
Perusahaan memiliki Sekretaris Perusahaan yang memiliki peran untukmenjembatani komunikasi di antara organ-organ Perusahaan, hubunganantara Perusahaan dengan pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direksi. Sesuaidengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014 tentangSekretaris Perusahaan Eminten atau Publik, Perusahaan telah menunjukEmmanuel Dwi Iriyadi, sebagai Sekretaris Perusahaan.
Tugas dan Tanggung Jawab yang dijalankan Sekretaris Perusahaan emitensepanjang tahun 2018 telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa KeuanganNomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emitem atau Publikyaitu sebagai berikut :
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
47
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal;
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi:
a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada situs web Perusahaan;
b. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
c. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/ atau Dewan Komisaris; dan
e. Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham,OJK dan pemangku kepentingan lainnya.
Auditor Internal
Auditor Internal adalah divisi yang independen terhadap unit kerja operasional.Audit Internal bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur.Pengangkatan, penggantian, atau pemberhentian Audit Internal dilakukanoleh Presiden Direktur dengan persetujuan Dewan Komisaris, dan dilaporkankepada Otoritas Jasa Keuangan.
48
Auditor Internal Perusahaan selama tahun 2018 melaksanakan tugas dantanggung jawab sebagai berikut:
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan.
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian interen dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan.
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya.
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen Perusahaan.
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Direktur.
6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan.
7. Bekerja sama dengan Komite Audit Perusahaan.
8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya.
9. Menelaah sistem prosedur operasi Perusahaan.
10. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
49 4.2 Analisis Hasil Pembahasan
4.2.1 Penerapan PSAK No.1 dalam Penyajian Laporan Keuangan PT.
Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebagai perusahaan besar dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia diwajibkan menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan Laporan Keuangan sesuai dengan yang diterbitkan oleh asosiasi profesi akuntansi Indonesia untuk menciptakan manajemen bisnis yang sehat. Maka standar akuntasi yang mungkin digunakan dalam penyusunan pembuatan Laporan Keuangan PT. Wilmar Cahaya Indonesi Tbk adalah PSAK No.1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.
Standar akuntansi yangmungkin digunakan dalam penyusunan pembuatan Laporan Keuangan PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk adalah PSAK No.1 tentangPenyajian Laporan Keuangan. Standar pelaporan dibuat dengan tujuan agarLaporan Keuangan dapat lebih mudah dipahami dan memiliki relevansi.
Dengan dipergunakannya PSAK No.1 pada pelaporan keuangan PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk, maka dapat diperoleh keuntungan antara lain:
1. Meningkatnya daya banding, relevansi, serta lebih mudah dipahami parapemakai Laporan Keuangan.
2. Meningkatkan kinerja dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara.
50
4.2.2 Analisis Penyajian Laporan Keuangan PT. Wilmar Cahaya Indonesia