DESKRIPSI PROSES
B. Neraca Massa Alat 1. Fat Splitting Column (R-01)
2.6. Tata Letak Pabrik dan Peralatan 1.Tata Letak Pabrik
Lay Out pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang meliputi tempat bekerjanya karyawan, tempat peralatan, dan tempat penyimpanan bahan, baik bahan baku maupun produk. Ditinjau dari segi hubungan satu dengan yang lain, tata letak pabrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga penggunaan area pabrik dapat efisien dan kelancaran proses produksi dapat terjamin.
Dalam penentuan tata letak pabrik harus diperkirakan penempatan alat-alat produksi sedemikikan rupa sehingga keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi karyawan dapat dipenuhi. Selain peralatan yang tercantum dalam flow sheet proses, beberapa bangunan fisik lain seperti kantor, bengkel, poliklinik, laboratorium, kantin, pos penjagaan dan sebagainya hendaknya ditempatkan pada bagian yang tidak menganggu, ditinjau dari segi lalu lintas barang, kontrol dan keamanan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan tata letak pabrik adalah:
Perluasan pabrik dan kemungkinan penambahan bangunan. Perluasan pabrik harus sudah masuk dalam perhitungan sejak awal, supaya masalah kebutuhan tempat tidak timbul di masa yang akan datang. Sejumlah area khusus sudah disiapkan untuk dapat dipakai sebagai perluasan pabrik, penambahan peralatan untuk menambah kapasitas pabrik ataupun mengolah produknya sendiri ke produk yang lain.
Keamanan
Keamanan terhadap kemungkinan adanya bahaya kebakaran, ledakan, asap/gas beracun harus benar-benar diperhatikan di dalam penentuan tata letak pabrik. Untuk itu harus dilakukan penempatan alat-alat pengamanan seperti hydrant, penampung air yang cukup, penahan ledakan. Tangki penyimpan bahan atau produk berbahaya harus diletakkan di area yang khusus serta perlu adanya jarak antara bangunan yang satu
dengan yang lain guna memberikan pertolongan dan menyediakan jalan bagi karyawan untuk menyelamatkan diri.
Luas area yang tersedia
Kemampuan penyediaan area umumnya terbatas karena harga tanah. Pemakaian tempat disesuaikan dengan area yang tersedia. Jika harga tanah amat tinggi, maka diperlukan efisiensi dalam pemakaian ruangan, sehingga peralatan tertentu diletakkan di atas peralatan yang lain ataupun lantai ruangan diatur sedemikian rupa agar dapat menghemat tempat.
Instalasi dan utilitas
Pemasangan dan distribusi yang baik dari gas, udara, steam dan listrik akan menyebabkan kemudahan kerja dan perawatannya. Tempat proses ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dicapai oleh petugas, kelancaran operasi terjamin dan mudah perawatannya.
2.6.2. Tata Letak Peralatan Proses
Lay Out Peralatan Proses adalah tempat kedudukan alat-alat yang digunakan dalam proses produksi. Tata letak alat-alat proses harus dirancang sedemikian rupa sehingga kelancaran produksi dapat terjamin, penggunaan luas lantai dapat lebih efektif, keselamatan dan kenyamanan kerja karyawan dapat ditingkatkan, biaya penanganan material menjadi rendah dan turunnya atau terhindarnya pengeluaran untuk kapital yang tidak penting. Jika lay out peralatan proses disusun sedemikian rupa sehingga urut-urutan proses produksi lancar, maka alat angkut yang biayanya mahal tidak perlu dibeli oleh perusahaan.
Dalam perencanaan lay out peralatan proses pada pabrik ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Aliran bahan baku dan produk
Kelancaran dan keamanan produksi, serta keuntungan ekonomis yang besar dapat dicapai dengan adanya aliran bahan baku dan produk
yang tepat. Yang perlu juga diperhatikan adalah elevasi pipa, untuk pipa diatas tanah perlu dipasang pada ketinggian 3 m atau lebih, sedangkan untuk pemipaan pada permukaan tanah diatur sedemikian rupa sehingga lalu lintas pekerja tidak terganggu oleh hal tersebut.
Lalu lintas manusia
Hendaknya diperhatikan jarak antar alat dan lebar jalan agar seluruh alat proses dapat dicapai oleh pekerja dengan cepat dan mudah supaya jika terjadi gangguan alat proses dapat segera diperbaiki. Selain itu keamanan pekerja selama tugas perlu diprioritaskan.
Jarak antar alat proses
Untuk alat proses dengan tekanan dan suhu operasi tinggi sebaiknya dipisahkan dari alat proses lainnya.
Aliran udara
Aliran udara di dalam dan di sekitar area proses perlu diperhatikan supaya lancar . Hal ini bertujuan untuk menghindari stagnasi udara pada suatu tempat yang dapat mengakibatkan akumulasi bahan kimia yang berbahaya , sehingga dapat membahayakan keselamatan pekerja.
Cahaya
Penerangan seluruh pabrik harus memadai pada tempat-tempat proses yang berbahaya atau berisiko tinggi.
Tata letak alat proses
Dalam menempatkan alat-alat proses pada pabrik diusahakan agar dapat menekan biaya operasi dan menjamin kelancaran dan keamanan produksi pabrik sehingga dapat menguntungkan dari segi ekonomi.
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pa
Gambar 2.3. Tata Letak Pabrik
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewat
11 15 14 2 8 12 3 9 13 17 4 17 5 10 6 17 16 17 7 Ja la n R ay a 1 1
Tabel 2.17. Keterangan Gambar dan Perincian Luas Pabrik
No Lokasi Ukuran (m) Luas (m2)
1 Pos Keamanan a. (5 x 5) 25 b. (5 x 5) 25 2 Ruang control (14 x 28) 392 3 Gudang (27 x 27) 729 4 Kantor (34 x 86) 2.924 5 Tempat ibadah (20 x 20) 400 6 Kantin (20 x 13) 260 7 Poliklinik (20 x 20) 400 8 Laboratorium (37 x 13) 481 9 Bengkel (15 x 27) 405 10 Perpustakaan (14 x 20) 280 11 Daerah proses (70 x 112) 7.840 12 Daerah utilitas (40 x 27) 1.080
13 K3 dan fire hidran (13 x 27) 351
14 Unit pengolahan limbah (18 x 26) 468
15 Daerah pengembangan (17 x 103) 1.751
16 Area Parkir (20 x 27) 540
17 Taman -
-18 Luas Bangunan (No.1 s/d 16) 18.351
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Gambar 2.4. Tata Letak Alat Proses (Skala 1 : 300)
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filter (F-01) sebagai langkah terakhir proses. Selanjutnya Gliserol dialirkan ke Tangki Penyimpan Produk (T-02).
Activated Charcoal. Selanjutnya untuk menghilangkan Activated Charcoalyang terikut, gliserol dilewatkan pada Filt