• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Letak Pabrik

Dalam dokumen Amonium Nitrat Skripsi (Halaman 71-77)

KONSEPSI PRARANCANGAN

3.13. Tata Letak Pabrik

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

61

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

2. Asam Nitrat

Apabila personil terkena asam nitrat maka tindakan yang dilakukan adalah:

- Cuci dengan air sebanyak-banyaknya

- Penyemprot mata yang sudah terisi penuh dengan air harus selalu di bawa dalam saku.

3. Amonium nitrat

Apabila personil terkena amonium nitrat maka tindakan yang dilakukan adalah:

- Bilas dengan air sebanyak-banyaknya

- Jika terjadi luka yang cukup parah sebaiknya segera mendapatkan perawatan medis.

b. Keselamatan Pabrik

Keselamatan pabrik dapat dijaga dengan cara:

- Pencegahan kontaminasi terhadap bahan asing selama proses pengolahan dan juga dalam penanganan bahan bakunya.

- Pemeriksaan bila ada kenaikan temperatur dan tekanan yang tidak normal, diikuti dengan segera mematikan sumber pemanas dari luar, bersamaan dengan pendinginan oleh air.

- Merokok dan menyalakan api di area pabrik harus dilarang

- Baju yang terkena amonium nitrat harus diganti dan dicuci dengan air, jika tidak kain akan terbakar dengan cepat apabila ada nyala api.

3.13. Tata Letak Pabrik

Tata letak pabrik adalah kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang terdiri dari tempat karyawan bekerja, tempat peralatan, tempat penyimpanan bahan baku, tempat penyimpanan produk baik itu produk utama maupun produk samping, ditinjau dari segi hubungan satu dengan yang lainnya.

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

62

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

Tata letak pabrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga penggunaan area yang tersedia dapat efisien dan proses produksinya dapat bekerja dengan lancer. Jadi dalam penentuan tata letak pabrik harus dipikirkan penempatan peralatan alat-alat produksi sehingga keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi karyawan dapat dipenuhi.

Selain peralatan yang tercantum dalam flow sheet proses, ada beberapa bangunan fisik seperti kantor, laboratorium, bengkel, tempat ibadah, poliklinik, kantin, fire safety, pos penjagaan dan sebagainya hendaknya ditempatkan pada bagian yang tidak menganggu jalannya proses, ditinjau dari lalu lintas barang, control dan keamanan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalan perencanaan tata letak pabrik adalah: 1. Perluasan pabrik dan kemungkinan penambahan bangunan

Perluasan pabrik harus sudah direncanakan sejak awal sehingga masalah kebutuhan akan tempat tidak akan timbul di masa depannya. Area yang khusus harus dipersiapkan untuk dipakai tempat perluasan pabrik, penambahan peralatan untuk menambah kapasitas maupun pengolahan produk.

2. Keamanan

Penentuan tata letak pabrik harus memperhatikan masalah keamanan, apabila terjadi hal-hal seperti kebakaran, ledakan, kebocoran gas/asap beracun dapat ditanggulangi secara tepat. Oleh karena itu ditempatkan alat-alat pengamanan seperti hidran, penampung air yang cukup, alat penahan ledakan dan alat sensor untuk gas beracun. Tangki penyimpanan bahan baku atau produk yang berbahaya diletakkan pada tempat khusus serta perlu adanya jarak antara bangunan yang satu dengan bangunan yang lain.

3. Luas area yang tersedia

Harga tanah menjadi hal yang membatasi kemampuan penyediaan area. Pemakaian tempat harus disesuaikan dengan area yang tersedia apabila harga tanah cukup tinggi maka pemakaian lahan haruslah efisien dalam pemakaian

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

63

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

ruang sehingga peralatan tertentu diletakkan diatas peralatan lain ataupun lantai ruang diatur sedemikian rupa agar menghemat tempat.

4. Instansi dan utilitas

Pemasangan dan distribusi yang baik dari gas, steam, dan listrik serta utilitas lainnya akan membantu proses produksi dan perawatannya. Penempatan alat-alat kantor diatur sedemikian rupa agar karyawan mudah mencapainya dan dapat menjamin kelancaran operasi serta memudahkan perawatannya.

5. Area pengolahan limbah

Pabrik harus memperhatikan aspek sosial dan ikut menjaga kelestarian lingkungan, yaitu dengan memperhatikan masalah buangan limbah hasil produksinya. Batas maksimal kandungan komponen berbahaya pada limbah harus diperhatikan dengan baik. Untuk itu penambahan fasilitas pengolahan limbah sangat diperlukan, sehingga buangan limbah tersebut tidak berbahaya bagi komunitas yang ada di sekitarnya.

6. Jarak yang tersedia dan jarak yang dibutuhkan

Alat-alat proses perlu diletakkan pada jarak yang teratur dan nyaman sesuai dengan karakteristik alat dan bahan, sehingga kemungkinan bahaya kecelakaan dapat dihindarkan. Sebagian besar gerakan bahan cairan dan gas di plant menggunakan piping dan harus memperhatikan regulasi yang tepat dalam desain. Letak alat proses diusahakan tidak terlalu dekat atau terlalu jauh untuk memudahkan pengangkutan dan perbaikan.

Secara umum, garis besar tata letak pabrik ini dibagi menjadi beberapa daerah utama, yaitu:

a. Daerah Administrasi/ perkantoran

Daerah ini merupakan pusat kegiatan administrasi perusahaan yang mengatur kelancaran operasi dan kegiatan-kegiatan lainnya. Daerah ini ditempatkan di bagian depan pabrik agar kegiatan administrasi tidak mengganggu kegiatan dan keamanan pabrik serta harus terletak jauh dari areal proses yang berbahaya. b. Daerah Fasilitas Umum

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

64

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

Daerah ini merupakan daerah penunjang segala aktivitas pabrik dalam pemenuhan kepentingan pekerja, seperti tempat parker, tempat ibadah, kantin dan pos keamanan.

c. Daerah Proses

Ini merupakan pusat proses produksi di mana alat-alat proses dan pengendali proses ditempatkan. Daerah proses ini terletak di bagian tengah pabrik yang lokasinya tidak mengganggu. Letak aliran proses direncanakan sedemikian rupa sehingga memudahkan pemindahan bahan baku dari tangki penyimpanan dan pengiriman produk ke daerah penyimpanan serta memudahkan pengawasan dan pemeliharaan terhadap alat-alat proses.

d. Daerah Laboratorium dan ruang kontrol

Laboratorium dan ruang kontrol sebagai pusat pengendali proses, kualitas dan kuantitas bahan yang akan diproses serta produk yang akan dijual. Daerah laboratorium merupakan pusat kontrol kualitas bahan baku, produk dan limbah proses, sedangkan daerah ruang control merupakan pusat control berjalannya proses yang diinginkan. Laboratorium dan ruang control ini diletakkan dekat daerah proses apabila terjadi sesuatu masalah di daerah proses dapat cepat teratasi.

e. Daerah Pemeliharaan atau bengkel

Daerah pemeliharaan merupakan tempat penyimpanan suku cadang alat proses dan untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan atau perawatan semua peralatan yang dipakai dalam proses.

f. Daerah Penyimpanan Bahan Baku dan Produk

Daerah ini terdiri dari area tangki penyimpanan bahan baku dan produk yang terletak di lingkungan terbuka dan berada didalam daerah yang dapat terjangkau oleh angkutan pembawa bahan baku dan produk. Daerah ini biasanya ditempatkan di dekat areal proses supaya suplai bahan baku proses dan penyimpanan produk lebih mudah.

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

65

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

Daerah ini merupakan tempat untuk penyediaan keperluan yang menunjang berjalannya proses produksi berupa penyediaan air, steam, listrik. Daerah ini ditempatkan dekat dengan daerah proses agar sistem pemipaan lebih ekonomis, tetapi mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan maka jarak antara areal utilitas dengan areal proses harus diatur.

h. Daerah Pengolahan Limbah

Merupakan daerah pembuangan dan pengolahan limbah hasil proses produksi. Daerah ini ditempatkan di area pabrik yang jauh dari bangunan misalnya: mushola, kantin, poliklinik dan daerah administrasi.

Perincian luas tanah untuk bangunan pabrik dapat dilihat pada tabel 3.22 dibawah ini.

Tabel 3.22: Perincian Luas Tanah dan Bangunan Pabrik

No. Bangunan Luas (m2)

1 Pos keamanan 100 2 Kantor 750 3 Parkir mobil/motor 500 4 Parkir tronton/truk 1.000 5 Masjid 100 6 Utilitas 1.000 7 Laboratorium 500 8 Poliklinik 200 9 Bengkel maintenance 400 10 Proses 7.500

11 Area bahan baku 1.000

12 Area packing 2.700

13 Ruang control 400

14 Kantin 100

15 Jalan/taman 5.000

16 Power plant 700

17 Area pengolahan limbah 500

18 Perluasan 5.000

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

66

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

BAB III KONSEP PRARANCANGAN

67

Prarancangan Pabrik Amonium Nitrat menggunakan Proses Uhde dengan Kapasitas 200.000 ton/tahun

Dalam dokumen Amonium Nitrat Skripsi (Halaman 71-77)

Dokumen terkait