• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Letak Parkir

STADION OLAH RAGA RUMBAI

G. Tata Letak Parkir

B BaabbIIII––KKoonnsseeppUUmmuummPPeerraannccaannggaann II - 33 F. Tipe Perparkiran

Pengembangan pola perparkiran di daerah milik jalan (on-street parking) dan di dalam persil (off-street parking) dapat menerapkan beberapa pola parkir dengan sudut-sudut tertentu sesuai dengan pola pergerakan kendaraan roda empat seperti gambar 2-14. penerapan pola ini sangat dipengaruhi bentuk, lebar ruas jalan, sistem sirkulasi yang terbentuk dalam kawasan. Sedangkan penerapan di dalam persil sangat dipengaruhi oleh bentuk tapak, luas tapak dan sistem sirkulasi yang dibentuk di dalam tapak bangunan.

G. Tata Letak Parkir

1. Penyediaan ruang parkir dalam bangunan

a. Luas lantai bangunan yang dipergunakan untuk parkir tidak diperhitungkan dalam perhitungan KLB rencana, selama tidak melebihi 50 % dari Batasan Maksimum Luas Seluruh Lantai Bangunan sesuai dengan batasan KLB yang ditetapkan pada daerah perencanaan (DP) tersebut.

b. Untuk bangunan khusus parkir diperkenankan mencapai 150 % dari Batasan Maksimum Luas Seluruh Lantai Bangunan yang diperkenankan sesuai dengan batasan KLB yang ditetapkan pada daerah perencanaan (DP) tersebut

c. Setiap bangunan bertingkat diwajibkan masing-masing menyediakan atau memikul penyediaan fasilitas parkir sesuai ketentuan yang berlaku di dalam daerah perencanaan (DP) yang ditetapkan.

d. Untuk bangunan bertingkat dengan ketinggian bangunan lebih dari 4 (empat) lantai penghitungan KLB rencananya memperoleh keringanan penggunaan lantai untuk mekanika/elektrikal, instalasi air dan ruang penunjang lainnya yang tidak dimanfaatkan secara komersial serta ruang untuk sektor informal (R. Tunggu supir, K-5 dan sebagainya) selama tidak melebihi 15 % dari total lantai yang diizinkan, dibebaskan dari perhitungan KLB. Untuk penghitungan KDB rencana, ketentuan tersebut di atas tidak berlaku.

Berdasarkan letaknya sistem parkir dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 2. Tata Letak dan Dimensi Parkir

a. Ukuran unit parkir 1 (satu) mobil (sedan/van) ditentukan minimum lebar 2,30 m dan panjang 4.50 m pada posisi tegak lurus, khusus untuk parkir sejajar ditentukan minimum lebar 2,30 m dan panjang 6,0 m. Rasio parkir di dalam bangunan 25 m2 mobil.

b. Apabila pada salah satu ujung jalan pada tempat parkir tesebut buntu, maka harus disediakan ruang manuver agar kendaraan dapat parkir dan keluar kembali dengan mudah.

c. Apabila disediakan pedestrian pada posisi parkir tegak lurus/menyudut, maka lebar pedestrian ditentukan minimum 1,50 m.

3. Parkir di Halaman (Offstreet Parking)

a. Pada penataan halaman parkir harus menggupayakan adanya pohon-pohon peneduh dan untuk jumlah parkir > 20 mobil harus disediakan ruang duduk/tunggu untuk sopir dengan ukuran minimum 2 x 3 m2.

b. Perkerasaan landasan parkir harus menggunakan material resap air

c. Pengaturan parkir pada ruang terbuka di antara GSJ-GSB dapat diatur dengan posisi sejajar (0o), sudut miring (30o), sudut miring (45o) dan tegak lurus (90o) d. Pintu keluar/masuk ke daerah perencanaan minimum 20 m dari tikungan dan

khusus untuk hunian (rumah tinggal) dapat menggunakan satu pintu

e. Bagi persil yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut di atas, letak pintu keluar /masuk ke daerah perencanaan diletakkan pada ujung sisi muka (frontage) yang paling jauh dari tikungan tersebut.

L LaappoorraannAAkkhhiirr--RReennccaannaaTTaattaaBBaanngguunnaannddaannLLiinnggkkuunnggaann((RRTTBBLL)) K KoottaaPPeekkaannbbaarruu B BaabbIIII––KKoonnsseeppUUmmuummPPeerraannccaannggaann II - 34 2.3.5. KONSEP RUANG TERBUKA/TATA HIJAU

Sasaran : meningkatkan kualitas kehidupan kota pada kawasan dengan menyediakan lingkungan yang aman, sehat dan menarik serta berwawasan ekologis, melalui penciptaan berbagai jenis ruang terbuka dan pola tata hijau. Jenis-jenis ruang terbuka dan pertimbangan perancangannya: 1) Ruang terbuka yang bersifat umum (public), 2) Ruang terbuka yang bersifat tidak umum (privately-owned) namun terbuka untuk umum, 3) Ruang terbuka yang bersifat tertutup untuk umum (private). Aspek keterpaduan antara ketiga jenis ruang terbuka ini, secara fungsional, sosial, iklim, dan ekologi lingkungan.

Tata Hijau

Pola tata hijau dan iklim mikro merupakan unsur penting pada perancangan ruang terbuka di lingkungan kota Pekanbaru. Konsep tata hijau di kawasan perencanaan menganjurkan penanaman pohon tropis yang memiliki cabang dan daun rimbun. Tata hijau harus mampu memberikan kesatuan antar blok, unsur air dan sirkulasi udara alami merupakan aspek perancangan ruang luar yang baik. Jenis pengerasan dibatasi pada batu-batuan atau beton berukuran 1,2 m, grass block atau paving blok, hal ini sangat tergantung dari keserasian penataan taman dimasing-masing lokasi. Pola tata hijau diutamakan pada ruang-ruang publik, antara lain; bagian depan pertokoan niaga, perkantoran dan sepanjang pedestrian dikawasan perencanaan. Pola tata hijau dapat menerapkan pola dan karakter formal atau tidak sangat tergantung dari lokasi dan sifat kegiatan yang terjadi dimasing-masing blok perpetakan.

Pada blok hunian, perlu disediakan tata hijau pemisah antara unit hunian pada lantai dasar dengan ruang terbuka didepannya. Batas-batas blok dapat ditanami halaman rumput dan tata hijau sebagai penyangga (buffer). Antara ruang terbuka umum dan private diblok hunian perlu diberikan perbedaan ketinggian dan tata hijau. Pagar dinding dapat dibangun 300 300 350 300 400 350 400 450 450 400 ` ` 450 450 450 ` 400 450 470 500 470 ` 470 450 450 450 600 ` 500 450

L LaappoorraannAAkkhhiirr--RReennccaannaaTTaattaaBBaanngguunnaannddaannLLiinnggkkuunnggaann((RRTTBBLL)) K KoottaaPPeekkaannbbaarruu B BaabbIIII––KKoonnsseeppUUmmuummPPeerraannccaannggaann II - 35 pada batas sub blok perumahan, namun bila berbatasan dengan jalur pejalan kaki,

ketinggian dinding sepanjang jalur tersebut tidak boleh lebih dari 1,2 m. a. Pemanfaatan ruang terbuka yang bersifat umum (public)

Ruang terbuka yang bersifat umum adalah ruang terbuka yang ditetapkan pada lokasi tertentu, biasanya pada taman-taman umum, persimpangan jalan dan jalan-jalan umum yang dapat digunakan untuk umum. Ruang terbuka ini di pelihara dan di rawat oleh pemerintah kota. Ruang terbuka umum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum untuk fungsi sosial, jalur pergerakan untuk kendaraan maupun pejalan kaki, rekreasi dan ekosistem. Lokasi –lokasi ruang terbuka publik dikawasan perencanaan berada pada blok N, L, P, R1 dan Daerah Milik Jalan

b. Pemanfaatan ruang terbuka yang bersifat tidak umum (privately-owned) namun terbuka untuk umum

Ruang terbuka yang bersifat tidak umum namun terbuka untuk umum adalah ruang terbuka dengan kepemilikian pribadi, kelompok atau institusi tertentu yang dapat digunakan untuk umum dengan kegiatan terbatas. Ruang terbuka ini dipeliharan dan dirawat oleh pemiliknya. Ruang terbuka ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk jalur pergerakan orang dan barang serta parkir. Lebih khusus dapat juga digunakan fungsi sosial dan ekosistem. Lokasi-lokasi Ruang terbuka yang bersifat tidak umum namun terbuka untuk umum

c. Ruang terbuka yang bersifat tertutup untuk umum (private)

Ruang terbuka private adalah ruang terbuka milik pribadi, kelompok atau institusi tertentu yang tidak dapat digunakan oleh umum. Ruang terbuka ini berstatus kepemilikan pribadi, kelompok atau pemerintah. Ruang terbuka dapat digunakan oleh pemilik dan/atau bukan pemilik yang dibolehkan pemanfaatannya atas izin pemilik. Ruang terbuka jenis ini terdapat pada masing-masing kapling rumah pribadi di dalam permukiman penduduk.

L LaappoorraannAAkkhhiirr--RReennccaannaaTTaattaaBBaanngguunnaannddaannLLiinnggkkuunnggaann((RRTTBBLL)) K KoottaaPPeekkaannbbaarruu B BaabbIIII––KKoonnsseeppUUmmuummPPeerraannccaannggaann II - 36

Penerangan Pohon Pelindung

Drainase Pohon Pengarah Jalur Pejalan Kaki Jalur Cepat

Jalur Lambat Jalur Cepat Jalur Lambat

Median Pedestrian Drainase ROW Jalur Pejalan Kaki Median Penerangan Pohon Pelindung Pohon Pengarah Drainase

Gambar 2-26: Zonasi Pemanfaatan Ruang Terbuka pada Daerah Milik Jalan (DMJ)

P1 P2

P1,P2 (Pedestrian)

B1 B2 B3 B4

B1,B2,B3,B4 (Badan Jalan)

M3

M1 M2

M1,M2 (Median)

Dokumen terkait