BAB III. METODE PENELITIAN
F. Tata Cara Penelitian
Pemilihan lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Mergangsan karena
Kecamatan Mergangsan merupakan salah satu Kecamatan di Kota Yogyakarta.
Penentuan lokasi ini berdasarkan dengan undian dari 14 Kecamatan yang berada
di Kota Yogyakarta.Kecamatan Mergangsan terbagi atas 3 kelurahan, yaitu
Brontokusuman, Keparakan, dan Wirogunan dengan proses perijinan terlebih
dahulu.
2. Pengurusan Ijin
Pengurusan ijin penelitian dimulai dengan memasukkan surat
permohonan ijin dan proposal penelitian ke Dinas Perizinan Kota Yogyakarta.
Lalu dilanjutkan dengan mengajukan permohonan ijin ke 7 bagian instansi yaitu
Walikota Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, kantor pemerintahan
Kecamatan Mergangsan, Lurah Keparakan, Lurah Brontokusuman, Lurah
Wirogunan, dan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
menggunakan ijin dari Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Data penelitian diambil
di tiap Kelurahan berdasarkan tembusan ijin dari pemerintah kecamatan
Mergangsan dengan bukti tanda tangan dari camat Mergangsan pada surat ijin
dari Dinas Perizinan. Berdasarkan surat ijin tersebut, perizinan dilanjutkan ke tiga
ijin dengan bukti tanda tangan oleh kepala lurah pada surat ijin dari Dinas
Perizinan.
3. Pembuatan Instrumen Penelitian
a. Penyusunan kuesioner. Kuesioner penelitian ini terdiri dari 3
bagian, yaitu informasi penggunaan multivitamin pada anak, kuesioner bentuk
pilihan “BENAR” dan “SALAH” dengan tipe dichotomous scale, dan data demografi responden. Pernyataan pengetahuan multivitamin menggunakan bentuk
dichotomous scale yang memuat pernyataan tentang pengetahuan responden
terhadap penggunaan multivitamin pada anak. Jawaban pernyataan terdiri dari dua
alternatif jawaban, yaitu “benar” atau “salah” sebanyak 27 pernyataan dan yang
terakhir membuat kuesioner dengan metode open form item yang terkait dengan
data demografi dari responden.
b. Uji validitas dan uji pemahaman bahasa. Validitas adalah suatu
ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu
instrumen. Instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi.
Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah
(Arikunto, 2007). Uji validitas kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini
berdasarkan content validity, yaitu menyangkut kebenaran suatu instrumen
mengukur isi dari area yang dimaksudkan untuk diukur. Kemudian untuk uji
pemahaman bahasa diuji berdasarkan analisis rasional atau dengan professional
judgement, yaitu apoteker dan dokter anak. Sebelum di validasi jumlah butir
pernyataan sebanyak 22, kemudian di validasi oleh apoteker butir pernyataan
pernyataan untuk menggali pengetahuan tentang kandungan, efek samping
multivitamin, waktu kadaluarsa, dan informasi multivitamin kurang lengkap. Uji
pemahaman bahasa dilakukan di daerah Condongcatur, Sleman. Uji pemahaman
bahasa ini bertujuan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan dalam
kuesioner sudah mudah dipahami oleh responden atau tidak. Hasil dari uji
pemahaman bahasa yaitu tidak ditemukannya responden yang bertanya tentang isi
kuesioner.
c. Uji reliabilitas. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan
Alpha Cronbach dengan taraf kepercayaan 95%, dimana uji reliabilitas dilakukan
pada responden yang tinggal bukan di Kecamatan Mergangsan. Oleh karena uji
validitas menggunakan professional judgement maka kuesioner reliabel jika nilai
α > 0,75 (Mustafa, 2009).Uji reliabiltas dilakukan pada 30 responden, didapatkan
hasil α = 0,767 pada bagian pengetahuan, sehingga dapat dikatakan kuesioner telah reliabel.
4. Penyebaran Kuesioner
Pada penelitian ini, penyebaran kuesioner dilakukan di tiap kelurahan
diantaranya : pertemuan di Posyandu tiap kelurahan, ke sekolah-sekolah (TK dan
SD) dan dari rumah ke rumah. Sebelum responden mengisi kuesioner, terlebih
dahulu peneliti menjelaskan maksud dan tujuan dari penyebaran kuesioner agar
responden tidak bertanya-tanya dan bingung, apabila responden telah setuju untuk
mengisi kuesioner dalam penelitian ini maka kuesioner dapat dibagikan kepada
sendiri oleh peneliti dan tiap responden diberikan satu kuesioner dan diberikan
kesempatan untuk mengerjakan kuesioner saat itu juga pada tempat penelitian.
Pertama dilakukan penyebaran kuesioner di pertemuan Posyandu dan
dilanjutkan ke rumah-rumah warga di Kelurahan Brontokusuman, dibagikan 40
kuesioner, 38 kuesioner diisi oleh responden dan dari 38 responden yang mengisi
kuesioner tersebut terdapat 3 kuesioner harus di drop out. Pertemuan posyandu
dan dilanjutkan ke rumah-rumah warga di Kelurahan Wirogunan dibagikan 40
kuesioner, 35 kuesioner diisi oleh responden, dan dari 35 kuesioner terdapat 1
kusioner yang di drop out. Dari 40 kuesioner di berikan di TK keparakan, 36
kuesioner diisi oleh responden dan terdapat 2 kuesioner harus di drop out, akan
tetapi dalam penelitian ini pengambilan sampel berhenti setelah peneliti
mendapatkan jumlah sampel yang diperlukan di kelurahan masing-masing.
5. Pengolahan Data
Pertama yang peneliti lakukan adalah memeriksa kuesioner apakah
responden masuk dalam kriteria inklusi atau tidak. Jika responden tersebut masuk
dalam kriteria inklusi lalu data dapat dimasukkan ke dalam tabel lembar kerja.
Kemudian diberi kode pada jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan,
penghasilan, jumlah anak, produk multivitamin yang digunakan, harapan
penggunaan multivitamin, harga multivitamin, tempat memperoleh, sumber
informasi penggunaan multivitamin, frekuensi pemberian, bentuk sediaan, dan
kapan terakhir menggunakan multivitamin. Selanjutnya, karakteristik demografi
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengaruh karakteristik
demografi responden terhadap tingkat pengetahuan, dilakukan dengan cara
memberikan skoring pada masing-masing jawaban responden. Kemudian,
masing-masing skor dimasukkan ke dalam tabel lembar kerja.Dari tabel lembar
kerja lalu dihitung berapa banyak responden yang menjawab benar.Pemberian
skor pada pernyataan pengetahuan diberi skor 0 dan 1 (Kasmadi, 2013). Skor 0
menunjukkan jawaban responden yang salah dan skor 1 menunjukkan jawaban
responden yang benar.
Setelah menghitung jawaban responden yang benar lalu skor tersebut
dikategorikan dalam tingkat pengetahuan baik jika menjawab benar 21-27
pernyataan, pengetahuan cukup baik jika menjawab benar 16-20 pernyataan,
pengetahuan kurang baik jika menjawab benar 11-15 pernyataan, dan
pengetahuan tidak baik jika menjawab benar < 11 pernyataan.