B. Pelunasan Barang Jaminan
4) Tebus Sebagian
Nasabah dapat melunasi sebagian barang jaminannya yang rangkap dengan cara membayar selisih uang pinjaman lama dengan uang pinjaman baru atau dengan kata lain melunasi besarnya uang
commit to user
pinjaman atas barang jaminan yang akan ditebus ditambah dengan membayar biaya administrasi dan seluruh biaya sewa modal.
Barang jaminan yang akan ditebus sebagian akan ditaksir kembali oleh penaksir. Masing-masing bagian dicek kembali barang jaminan mana yang dapat dijadikan agunan atas uang pinjaman yang baru. Jika barang yang akan dijadikan agunan atas uang pinjaman yang baru tidak mencukupi, maka transaksi tebus sebagian tidak dapat dilakukan. Namun jika barang jaminan sudah memenuhi syarat maka kasir dapat melakukan pencairan. Untuk mengenal bahwa nasabah melakukan pelunasan sebagian barang jaminan, maka pada badan SBK dan kitir dibubuhi cap “TS” yang artinya tebus sebagian.
5) Tebus (Pelunasan)
Tebus adalah transaksi pelunasan seluruh uang pinjaman yang telah diberikan oleh Pegadaian untuk mengambil kembali barang jaminannya. Nasabah dapat melakukan transaksi ini dengan cara melunasi seluruh uang pinjamannnya atau sisa uang pinjaman yang ada ditambah dengan membayar uang sewa modal dan biaya administrasi. Syarat untuk melakukan pelunasan diantaranya :
a. Yang bersangkutan datang sendiri ke outlet Pegadaian tempat menerima uang pinjaman dengan membawa SBK dan kartu identitas asli.
b. Nasabah memberi kuasa kepada orang lain dengan menyerahkan SBK dan kartu identitas asli kepada orang yang dikuasakan. Yang memberi kuasa menandatangani halaman belakang Surat Bukti Kredit (SBK) pada bagian pemberian kuasa. Sedangkan yang menerima kuasa menandatangani pada kolom penerima kuasa. Yang dikuasakan kemudian menyerahkan SBK asli yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak, identitas asli atas
commit to user
nama pemberi kuasa dan penerima kuasa kepada petugas Pegadaian disertai dengan membayar biaya sewa modal. Untuk mengenal bahwa nasabah melakukan pelunasan seluruh uang pinjamannya, maka pada badan SBK dan kitir dibubuhi cap “T” yang artinya tebus. Kitir SBK digunakan oleh penyimpan untuk menemukan kembali barang jaminan. Untuk mencetak nota pengambilan barang Kuasa Pemutus Kredit dapat menginput nomor seri SBK ke dalam aplikasi PASSION. Nota pengambilan barang tersebut disimpan bersama-sama dengan badan SBK yang digunakan sebagai arsip dan menjadi bukti bahwa barang jaminan nasabah telah diambil.
Setelah melakukan pelunasan nasabah hanya akan menerima nota transaksi pelunasan dari kasir. Nota tersebut digunakan untuk mengambil barang jaminan penyimpan akan mengecek kebenaran barang jaminan yang diambil berdasarkan nama nasabah, jenis barang jaminan, nomor transaksi, nomor kredit dan besarnya uang pinjaman.
Petugas pelayanan Pegadaian Cabang Gading selalu terbuka dalam memberikan informasi dan penyelesaian keluhan-keluhan nasabah berkaitan dengan produk Gadai KCA maupun prosedur kredit. Sistem yang digunakan dalam aplikasi PASSION adalah sistem online. Jadi komputer selalu terhubung dengan jaringan internet. Penggunaan aplikasi PASSION dalam transaksi pelunasan gadai KCA yaitu untuk memastikan bahwa nomor kredit masih dalam status aktif dan memproses data transaksi pelunasan. Sistem akan memunculkan pilihan jenis pelunasan dan secara otomatis akan ditampilkan rincian biaya administrasi, sewa modal dan biaya-biaya lain yang harus dibayarkan oleh nasabah. Aplikasi PASSION untuk transaksi minta tambah dan tebus sebagian digunakan untuk mencetak nota transaksi dan Surat Bukti Kredit (SBK) atas jumlah uang pinjaman baru. Sedangkan untuk transaksi
commit to user
tebus, cicil dan perpanjangan, aplikasi ini hanya digunakan untuk memproses detail transaksi biaya administrasi dan mencetak nota transaksi.
Namun yang menjadi kendala adalah ketika jaringan terputus maka seluruh kegiatan Gadai KCA terhenti. Nasabah yang melakukan permohonan kredit terpaksa harus menunggu sampai jaringan terhubung kembali. Sedangkan nasabah yang akan melakukan transaksi cicil, gadai ulang, minta tambah dan tebus terpaksa harus menunggu sampai jaringan terhubung atau kembali ke outlet lagi esok hari. Petugas biasanya memberikan alternatif untuk meninggalkan SBK di Pegadaian dan transaksi dapat dilakukan keesokan harinya tanpa harus mengantri. Selain itu petugas juga menghitungkan besarnya uang yang harus dibayarkan untuk setiap transaksi. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab yang diberikan kepada nasabah agar tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan karena harus menunggu sesuatu yang tidak pasti.
C. Pelelangan
Lelang merupakan resiko yang harus ditanggung oleh nasabah karena tidak dapat menutup uang pinjamannya (pelunasan) dan tidak dapat melakukan transaksi gadai ulang (perpanjangan) hingga melampaui waktu jatuh tempo kredit. Tujuan pelaksanaan lelang adalah untuk menutup besarnya modal dan biaya penyimpanan yang telah dikeluarkan oleh Pegadaian. Barang jaminan yang dilelang merupakan barang jaminan kasep dari segala jenis dan golongan kredit. Untuk barang bermasalah seperti barang polisi, barang dengan taksiran tinggi, dsb tidak termasuk barang jaminan yang akan dilelangkan.
Pelaksanaan lelang dilakukan dalam dua periode dalam satu bulan. Periode I untuk pinjaman tanggal 1 sampai dengan tanggal 15, dilaksanakan antara tanggal 18 sampai dengan tanggal 22. Sedangkan
commit to user
untuk periode II untuk pinjaman tanggal 16 sampai dengan tanggal 31, lelang dilaksanakan antara tanggal 3 sampai dengan tanggal 7. Untuk menentukan besarnya harga dasar lelang, Pegadaian menetapkan rumus : Harga Dasar Lelang = Uang Pinjaman + Sewa Modal + Biaya Lelang Biaya lelang dibebankan kepada penjual (nasabah) dan pembeli (pemenang lelang) masing-masing dengan tarif 1%.
Dapat diambil contoh misalnya seorang nasabah pada tanggal 13 Januari 2013 menggadaikan kalung berliannya dan mendapat uang pinjaman sebesar Rp 8.000.000,00. Hingga melampaui waktu jatuh tempo, nasabah tersebut tidak dapat melakukan transaksi perpanjangan maupun pelunasan. Perhiasan tersebut akan dilelang pada tanggal 17 Mei 2013. Maka besarnya harga dasar lelang dapat dihitung :
Sewa Modal = Uang Pinjaman x Tarif SM Per 15 Hari = 8.000.000 x (1,15% x 8)
= 736.000
Biaya Lelang = 2% x Uang Pinjaman = 2% x 8.000.000 = 160.000
Harga Dasar Lelang = Uang Pinjaman + Sewa Modal + Biaya Lelang = 8.000.000 + 736.000 + 160.000
= 8.896.000
Jadi, dapat ditentukan harga minimal barang lelang tersebut adalah Rp 8.896.000. Apabila hasil pelelangan kalung berlian tersebut di bawah harga dasar lelang maka kekurangannya tetap menjadi kewajiban nasabah untuk menutup jumlah uang pinjaman, sewa modal dan biaya lelang. Namun jika hasil perolehan lelang melebihi harga dasar lelang maka nasabah dapat mengambil uang kelebihan lelang pada bulan kedua setelah pelaksanaan lelang.
Nasabah dapat mengetahui adanya uang kelebihan lelang melalui surat pemberitahuan. Jika nasabah masih belum mengambil uang kelebihan lelang dan dalam daftar customer memiliki nomor rekening
commit to user
bank maka uang kelebihan lelang akan ditransfer/dikirimkan ke nomor rekening nasabah. Namun apabila nasabah tidak mencantumkan nomor rekening pada saat pengajuan kredit gadai maka uang kelebihan lelang akan dikirimkan melalui wesel ke alamat nasabah tersebut dan biaya pengirimannya tetap dibebankan kepada nasabah.
Uang kelebihan merupakan uang yang dapat dikembalikan kepada nasabah atas hasil penjualan lelang barang jaminannya. Misalnya hasil pelelangan kalung berlian tersebut laku Rp 9.100.000,00 maka besarnya uang kelebihan lelang dapat dihitung :
Ukel = Nilai Penjualan Lelang – (Uang Pinjaman + Sewa Modal) = 9.100.000 – (8.000.000 + 736.000)
= 364.000
Jadi besarnya uang kelebihan lelang yang dapat diambil nasabah tersebut adalah Rp 364.000,00.
Setiap transaksi dalam gadai KCA tidak terlepas dari penggunaan aplikasi PASSION karena sistem yang digunakan dalam proses data transaksi kredit menggunakan sistem online. Penggunaan sistem manual dalam Prosedur Pemberian Kredit Gadai Cepat Aman di PT. Pegadaian (Persero) Kantor Cabang Gading Surakarta hanya pada pengajuan kredit gadai saja. Aplikasi ini juga dapat dikatakan sebagai buku jurnal sistem komputerisasi. Penggunaan aplikasi PASSION dalam transaksi pelelangan barang jaminan yaitu untuk melakukan pemrosesan data transaksi, cetak daftar kredit jatuh tempo, surat pernyataan tunda lelang, surat pemberitahuan lelang, berita acara penyerahan barang jaminan yang akan dilelang, daftar penjualan lelang dan daftar uang kelebihan milik nasabah.