TINJAUAN PUSTAKA
E. Teknik dan Alat Pengumpul Data 1.Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik pengukuran
Teknik yang digunakan dalam penelitian iniadalah teknik pengukuran. Pengukuran berarti usaha untuk mengetahui suatu keadaan berupa kecerdasan, kecakapan nyata dalam bidang tertentu, panjang, berat dan lain-lain dibandingkan dengan norma-norma tertentu (Nawawi, 2005: 133). Teknik pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan instrumen berupa tes pilihan ganda beralasan yang disertai Certainty of Response Index (CRI) .
b. Teknik komunikasi langsung
Teknik komunikasi langsungadalah cara pengumpulan data yang mengharuskan seseorang peneliti mengadakan kontak langsung secara lisan atau tatap muka (face to face)dengan sumber data, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun situasi yang sengaja dibuat untuk keperluan tertentu (Nawawi, 2010:101). Teknik komunikasi langsung yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara. Wawancara dilakukan bertujuan untuk mengetahui penyebab dari miskonsepsi siswa berdasarkan jawaban dan alasan yang telah dianalisis.
2. Alat Pengumpulan Data a. Tes
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan,maka dalam penelitian ini diperlukan data yang dapat mengungkapkan miskonsepsi siswa terhadap materi asam basa. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa tes diagnostik berbentuk pilihan ganda beralasan yang disertai
Certainty of Respon Index (CRI) dengan skala yang digunakan adalah
skala dengan rentang nilai (0-5). Interpretasi dari CRI beralasan yang dikembangkan Hakim, dkk (2012: 549) dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Kategori Tingkat Pemahaman Konsep Pilihan Jawaban Alasan Nilai CRI Deskripsi Benar Benar Benar Salah Salah Benar Salah Salah Benar Benar Salah Benar Salah Salah Benar Salah >2,5 <2,5 >2,5 >2,5 >2,5 <2,5 <2,5 <2,5
Memahami konsep dengan baik
Memahami konsep dengan baik tetapi kurang yakin
Miskonsepsi Miskonsepsi Miskonsepsi Tidak tahu konsep Tidak tahu konsep Tidak tahu konsep
b. Wawancara
Wawancara dilakukan bertujuan mempertegas hasil yang diperoleh melalui CRI dan lebih menekankan pada bentuk miskonsepsi yang lebih spesifik terhadap konsep tertentu. Menurut Arikunto (2010: 198) wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Oleh karena itu,sebelum melakukan wawancara pada penelitian ini peneliti terlebih dahulu melakukan beberapa langkah-langkah berikut:
1) Menganalisis jawaban tes soal siswa.
2) Menentukan kategori tingkat pemahaman konsep siswa berdasarkan pilihan jawaban benar dan salah.
3) Menganalisis jawaban siswa untuk membedakan antara paham konsep, miskonsepsi dan tidak tahu konsep berdasarkan nilai CRI. 4) Mengelompokkan siswa yang masuk kedalam kategori miskonsepsi 5) Membuat pedoman wawancara yang dikonsultasikan terlebih dahulu
dengan dosen pembimbing sebelum digunakan dilapangan.
Setelah melakukan langkah-langkah tersebut kemudian dilakukan wawancara kepada siswa yang masuk kedalam kategori miskonsepsi. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor penyebab siswa mengalami miskonsepsi, kemudian data yang didapat dianalisis untuk menarik kesimpulan dari wawancara.
3. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas instrumen
Selain harus dapat diandalkan, suatu pengukuran harus pula memiliki validitas, validitas mengacu pada seberapa jauh suatu ukuran empiris cukup mengambarkan arti sebenarnya dari konsep yang telah diteliti, dengan kata lain, suatu instrumen pengukuran yang valid mengukur apa yang seharusnya diukur, atau mengukur apa yang hendak diukur (Morissan, 2012: 103). Dalam menentukan validitas pengukuran memerlukan suatu evaluasi terhadap kaitannya antara definisi operasional variabel dengan defenisi konseptual. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi menurut Gregory. Validitas isi menunjukkan sejauh mana pertanyaan, tugas atau butiran dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional perilaku sampel yang dikenal tes tersebut, dengan penelitian menggunakan pedoman telaah butiran soal.Soal tes yang telah disusun dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Untuk melihat validasi isi tes, maka tes tersebut diajukan kepada validator yang terdiri dari dua orang dosen Program Studi Kimia FKIP Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Martiks uji Gregory ditunjukkan seperti pada Tabel 3.3 dengan kriteria validasi pada Tabel 3.4.
Tabel 3.3 Matriks Uji Gregory penilai 1 Penilaian Kurang releven
skor (1-2)
Sangat releven skor (2-3) penilai 2 Kurang releven
skor (1-2) A (- -) B (+ -) Sangat releven Skor (3-4) C (- +) D (++) (Hairida, 2012: 29)
Penilaian berdasarkan Tabel Matriks Uji Gregory dinyatakan dalam tingkatan validitas tiap butir soal. Validitas isi dapat dihitung dengan mengunakan rumus seperti pada persamaan 3.1
Validitas isi(CV) = 𝐷
𝐴+𝐵+𝐶+𝐷(3.1)
Dari persamaan 3.1 dapat dicari validitas hitung (CV) untuk tiap butir soal dimana A merupakan sel yang menunjukkan ketidak setujuan antara kedua penilai, B&Cmerupakan sel yang menunjukkan perbedaan pandangan antara kedua penilai dan D merupakan sel yang menunjukkan persetujuan antara kedua penilai.
Tabel 3.4 Kriteria Validasi Isi Menurut Gregory
No Nilai Validitas 1 2 3 4 5 0,89-1,00 0,60-0,79 0,40-0,59 0,20-0,39 0,00-0,19 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah (Hairida, 2012: 29)
Hasil hitung validitas isi terhadap hasil instrumen soal dengan menggunakan formula Gregory adalah 1 (sangat tinggi) Lampiran C-1. b. Reliabilitas Instrumen
Pengujian reliabilitas instrumen secara internal dengan internal
consistency. Hal lain dilakukan dengan cara mengujikan instrumen sekali
saja, kemudian datayang diperoleh dianalisis dengan rumus tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instumen (Sugiono, 2012: 131).
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dikatakan memepunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap (Arikunto, 2009: 86). Untuk mengetahui tingkat reliabilitas tes, makates uji coba terhadap siswa kelas VII yang telah mempelajari teori asam basa. Data yang diperoleh dari uji coba dianalisis menggunakan KR. 20 (Kuder Richardson) seperti yang
ditunjukkan pada Persamaan 3.2, karena pada nilai tes hanya nomor yang benar yang dinilai dan tiap nomor yang benardiberi nilai 1 (Nazir, M. 1988).
KR. 20 = 𝒌
(𝒌−1){1 −∑ 𝒑.𝒒𝒔2 } (3.2)
Dari persamaan 3.2 diketahuik adalah jumlah soal dalam tes, p adalah proporsi responyang benar, q proporsi respon yang salah, dan s2adalah varians skor.Varians skor dapat diperoleh menggunakan Persamaan 3.3.
s2 = ∑(𝑿+𝒀)𝟐
𝒏 − [∑(𝑿+𝒀)𝒏𝟐 ]𝟐(3.3)
Dari Persamaan 3.3 diketahuiX adalah skor pada nomor soal ganjil, Y adalah skor pada nomor soal genap dan n adalah jumlah responden. Data untuk perhitungan KR.20 diperoleh dari hasil uji coba pada sejumlah individu diluar sampel tetapi berasal dari populasi yang sama. Ujicoba soal tes dilakukan di kelas VII D SMP Negeri 5 Sungai Kakap yang berjumlah 32 siswa. Dari hasil ujicoba soal tes diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,73 (tinggi) dapat dilihat pada Lampiran C-2.