• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.4. Teknik Analisa Dan Uji Hipotesis

Model analisa yang digunakan untuk menganallisa data dalam penelitian

ini adalah Struktural Equation Modelling (SEM). Model pengukuran Faktor

Kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah menggunakan Confirmatory Factor

Anayisis (CFA). Penaksiran pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap

variabel terikatnya menggunakan koefisien jalur. Langka-langka dalam analisis

SEM model pengukuran dengan contoh Faktor Kualitas Layanan dilakuakan

sebagai berikut :

Persamaan Dimensi Faktor Kualitas Layanan (X) :

X1 = λ1 Faktor Kualitas Layanan + er_1

X2 = λ2 Faktor Kualitas Layanan + er_2

X3 = λ3 Faktor Kualitas Layanan + er_3

X4 = λ4 Faktor Kualitas Layanan + er_4

X5 = λ5 Faktor Kualitas Layanan + er_5

Bila persamaan di atas dinyatakan dalam sebuah pengukuran model untuk

diuji unidimensionnalitasnya melalui Confirmatory Factor Anayisis (CFA), maka

Keterangan :

X1 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Bentuk Fisik dari Bank

Mandiri di Surabaya.

X2 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Kehandalan dari Bank

Mandiri di Surabaya.

X3 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Daya Tanggap dari

Bank Mandiri di Surabaya.

X4 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Kepastian dari Bank

Mandiri di Surabaya.

X5 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Kesediaan dari Bank

Mandiri di Surabaya.

Langka-langka dalam analisa SEM model pengukuran dengan contoh factor

kepuasan nasabah kartu kredit Bank Mandiri di Surabaya sebagai berikut : X1 X2 X3 X4 X5 Kualitas Layanan er_1 er_1 er_1 er_1 er_1

Y2 = λ2 Faktor Kepuasan Nasabah + er_2

Y3 = λ3 Faktor Kepuasan Nasabah + er_3

Bila persamaan diatas dinyatakan dalam sebuah pengukuran model untuk

diuji unidimensionalitasanya melalui Confirmatory Factor Anayisis (CFA), maka

model pengukuran dengan contoh Faktor Kepuasan Nasabah nampak sebagi

berikur :

Gambar 3.2 : Contoh Model Pengukuran Faktor Kepuasan Nasabah

Keterangan :

X1 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Produk dari Bank

Mandiri di Surabaya.

X2 = Pertanyaan tentang pendapat responden mengenai Service dari Bank

Mandiri di Surabaya. X1 X2 X3 Kepuasan Nasabah er_1 er_1 er_3

Mandiri di Surabaya.

3.4.1. Asumsi Model (Struktural Equation Modelling)

a. Uji Normalitas Sebaran dan Linieritas

1. Normalitas dapat diuji dengan melihat gambar histogram data atau dapat

diuji dengan metode-metode statistika

2. Menggunakan Critical Ratio yang diperoleh dengan membagi koefisien

sampel dengan standart erornya dan skewnwss vaue yang biasanya

disajikan dalam statistic deskriptif dimana nilai statistic untuk menguji

normalitas itu disebut Z-value. Pada tingkat signifikan 1%, jika nilai Z

lebih besar dari nilai kritis, maka dapat diduga bahwa distribusi data

adalah tidak normal.

3. Normal Probability plot (SPSS 10.1).

4. Linieritas dengan mengamati scatterplots dari data yaitu dengan memilih

pasangan data dan dilihat pola penyebarannya untuk menduga ada

tidaknya linieritas

b. Evaluasi atas Outlier

1. Mengamati nilai Z-score : ketentuan diantara ±3,0 non outlier.

2. Multivariate outlier diuji dengan criteria jarak Mahalanobis pada tingkat p

< 0,001. Jarak diuji dengan Chi-Square ( ) pada df sebesar jumlah

variabel bebasnya. Ketentuan : bila Mahalanobis > dari nilai adalah

terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul

dalam bentuk nilai ekstrim untuk sebuah variabel tunggal atau variabel

kombinasi (Hair, 1998).

c. Deteksi Multicollinierity dan Singularity

Dengan mengamati Determinant matriks covarians. Dengan ketentuan

apabila determinant sample matrikx mendekati angka 0 (kecil). maka terjadi

multikolinieritas dan singularitas (Tabachnick dan Fidell,1998)

d. Uji Validitas dan Reliabilitas\

Validasi menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator

dalam menilai suatu atau akuratnya pengukuran atas apa yang seharusnya

diukur. Sedangkan reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal

dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajat sampai

dimanamasing-masing indikator itu mengindikasikan sebuah konstruk yang

umum.

Karena indikator multidimensi, maka uji validitas dari setiap latent variabel/

construct akan diuji dengan melihat loading factor dari hubungan antar setiap

observerd variable dan latent variable. Sedangkan reliabilitas diuji dengan

construct reliability dan Variance-extracted. construct reliability dan

Secara umum, nilai Construct reliability yang dapat diterima adalah ≥ 0,7

dan variance extracted ≥ 0,5 (Hair et.al, 1998). Standardize Loading dapat

diperoleh dari output AMOS 4.01, dengan melihat nilai estimasi setiap

construct standardize regression weigths terhadap setiap butir dengan

indikatornya.

3.4.2. Pengujian Hipotesis dengan Hubungan Kausal

Pengaruh langsung (koefisien jalur) diamati dari bobot regresi terstandar,

dengan pengujian signifikansi pembanding nilai CR (Critical Ratio) dan p

(Probability) yang sama dengan nilai t hitung. Apabila t hitung lebih besar

daripada t table berarti signifikan.

3.4.3 Pengujian model dengan Two-Step Approach

Two-Step Approach to structural equation modeling (SEM) digunakan

untuk menguji model yang diajukan pada gambar 3.4. Two-Step Approach

digunakan untuk mengatasi masalah sample data yang kecil jika dibandingkan

dengan jumlah butir instrumental yang digunakan (Hartline dan Farrell, 1996) dan

keakuratan reliabilitas indikator-indikator terbaik dapat dicapai dalam two-step

approach ini. Two-Step Approach bertujuan untuk menghindari interaksi antara

model pengukuran dan model structural pada One-Step Approach (Hair

et.al,1998).

yang dilakukan dalam two step approach to SEM adalah :estimasi

step approach adalah sebagai berikut :

a. Menjumlahkan skala butir-butir setiap konstrak menjadi sebuah indikator

summed-scale bagi seiap konstrak. Jika terdapat skala yang berbeda setiap

indikator tersebut distandardisasi (Z-score) dengan mean = 0,Deviasi standar

= 1, yang tujuannya adalah untuk mengeliminasi pengaruh-pengaruh skala

yang berbeda-beda tersebut (Hair et.al, 1998)

b. Menetapakan error (ε) dan lambda (λ) terms, error terms dapat dihitung

dengan rumus 0,1 kali σ2

c. Diagram jalur dengan two-step approach dapat dilihat sebagai berikut :

dan lambda terms dengan rumus 0,95 kali σ

(Anderson dan Gerbing, 1988). Perhitungan construct reliability (α) telah

dijelaskan pada bagian sebelumnya da deviasi standar σ dapat dihitung

denganbantuan program aplikasi statistic SPSS. Setelah error (ε) dan lambda

(λ) terms diketahui, skor-skor tersebut dimasukkan sebagai parameter fix pada analisa model pengukuran structural equation modeling (SEM).

Gambar 3.3 : Structural Equation Modeling Two Step Approach

1 1 CX CY Kualitas Layanan Kepuasan Nasabah er_2 er_1 d k er_1

Keterangan symbol-simbol diatas adalah sebagi berikut :

: factor / Construct / Latent Variable / Unobserved Variable

yaitu sebuah variabel bentukan, yang dibentuk melalui

indikator-indikator yang diamati dalam dunia nyata.

: Variabel terukur / Obseverd Variable / indikators variabeles

yaitu variabel yang datanya harus dicari melalui observasi,

misalnya melalui instumen-istrumen survey.

Garis anak panah satu arah [→] = garis yang menunjukkan hubungan yang

dihipotesiskan antara dua variabel dependen.

Garis dengan anak panah dua arah [↔] = garis yang menunjukkan

hubungan yang dihipotesiskan antara dua variabel dimana kedua variabel

berkorelasi.

Keterangan Gambar 3.3

CX = Indikator Kualitas Layanan yang sudah dikomposit

CY = Indikator Kepuasan nasabah kartu kredit yang sudah dikomposit

er_i = error term masing-masing indikator yang sudah dikomposit

Hair et.al (1998) menjelaskan bahwa pola “confirmatory” menunjukkan

prosedur yang dirancang untuk mengevaluasi utilitas hipotesis-hipotesis dengan

menguji fit antara model teoritis dan data empiris. Jika model teoritis

menggambarkan “good fit” dengan data, maka model dianggap sebagai yang

diperkuat.Sebaliknya, suatu model teoritis tidak diperkuat jika teori tersebut

mempunyai suatu “poor fit”. Jadi, “good fit” model yang diuji sangat penting

dalam penggunaan structural equation modeling.

Pengujian terhadap model yang dikembangkan dengan berbagi criteria

Goodness of Fit, yakni Chi-square, Probality, RMSEA, GFI, TLI, CFI, AGFI,

CMIN/DF. Apabila model awal tidak good fit dengan data maka model

dikembangkan dengan pendekatan two step approach to SEM.

Goodness of Fit Index

Sumber : Hair et.al, (1998) GOODNES OF

FIT INDEX KETERANGAN CUT-OFF VALUE

X2- Chi Square Menguji apakah Covariance populasi yang diestimasi sama dengan cova-rianc e sampel (apakah model sesua dengan data)

Diharapkan kecil s.d 5. atau paling baik diantara 1 dan 2. Probability Uji signifikansi terhadap perbedaan matriks covariance data dan

matriks covariance yang diestimasi

Minimum 0,1 atau 0,2, atau ≥ 0,05 RMSEA Mengkompensasi kelemahan chi-Square pada sampel besar ≤ 0,08

GFI

Menghitung proporsi tertimbang varians dalam metriks sampel yang dijelaskan oleh matriks covarians populasi yang diestimasi (analog dengan R2 dalam regresi berganda).

≥ 0,90

AGFI GFI yang disesuaikan terhadap DF ≥ 0,90

CMIND Kesesuaan antara data dan model ≤ 2,00

TLI Perbandingan antara model yang diuji terhadap baseline model ≥ 0,95 CFI Uji kelayakan model yang tidak sensitif terhadap besarnya sampel

Alat uji paling fundamental untuk mengukur overall fit adalah likelihood

Ratio Chi-Square Statistic. Chi-Square ini bersifat sangat terhadap besarnya

sampel yang digunakan. Karenanya bila jumlah sampel cukup besar (lebih

dari 200), statistik Chi-Square ini harus didampingi oleh alat uji lain (Hair et

al, 1995:105, Tabachnick & fidell, 1996;84). Model yang uji akan dipandang

baik atau memuaskan bila nilai Chi-Square-nya rendah. Semakin kecil nilai

X2 semakin baik model itu. Karena tujuan analisis adalah mengembangkan dan menguji sebuah model yang sesuai dengan data atau yang fit terhadap

data, maka yang dibutuhkan justru sebuah nilai X2 yang kecil dan tidak signifikan.

X2

2. RMSEA-The Root Mean Square Error Of Approximation

bersifat sangat sensitif terhadap besarnya sampel yaitu terhadap sampel

yang terlalu kecil maupun yang terlalu besar. Penggunaan Chi-Square hanya

sesuai bila ukuran sampel antara 100 dan 200. Bila ukuran sampel ada diluar

rentang itu, uji signifikan akan menjadi kurang reliable. Oleh karena itu

pengujian ini perlu dilengkapi dengan alat uji yang lain.

RMSEA adalah sebuah indeks yang dapat digunakan mengkompensasi

Chi-Square Statistic dalam sampel yang besar (Baumgartner & Homburg,

19996;65). Nilai RMSEA menunjukkan Goodnes-Of-Fit yang dapat bila

model diestimasi dalam populasi nilai RMSE yang lebih kecil atau sama

Freedom (Browne & Cudeck, 1993;72).

3. GFI-Goodness Of Fit Index

GFI adalah analog dari R2

4. AGFI-Adjusted Goodness Of Fit Index

dalam regresi berganda. Index kesesuaian ini akan

menghitung proporsi tertimbang dari varian dalam metrix kovarians sampel

yang dijelaskan oleh metrix konvarians populasi yang terestimasi. GFI adlah

sebuah ukuran non-statistikal yang mempunyai rentang nilai antara 0 (poor

fit) sampai dengan 1.0 (perfect fit). Nilai yang tinggi dalam index ini

menunjukkan sebuah better fit (Benter, 1983, Tanaka & Huba, 1989;54).

AGFI = GFI/ DF tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah bila

AGFI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0.90. GFI maupun

AGFI adalah kreteria yang memperhitungkan proporsi tertimbang dari varian

dalam sebuah metrics kovarians sampel. Nilai sebesar 0,95 dapat

diinterprestasikan sebagai tingkatan yang baik (Good Overal Model Fit)

sedangkan besaran nilai antara 0,90-0,95 meenunjukkan tingkatan cukup

(Adequate Fit).

5. TLI-Tucker Lewis Index.

TLI adalah sebuah alternative inceremental fit indeks yang membandingkan

sebuah model diuji terhadpa sebuah baseline model.Nilai yang

direkomendasikan sebagai acuan u ntuk diterimanya sebuah model adalah

penerimaan ≥ 0,95 dan nilai yang sangat mendekati 1 menunjukkan A Verry Good Fit.

model. Dalam hal ini CMIN/CF tidak lain adalah statistic Chi-Square X2 dibagi DF-nya sehingga disebut X2 relatif. Nilai X2 kurang dari 2.0 atau bahkan kurang dari 3,0 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan

data. Nilai X2

7. CFI- Comparative Fit Index

relatif yang tinggi menandakan adanya perbedaan yang

signifikan antara metrics kovarias yang diobservasi dan yang diestimasi.

Besar index ini adalah pada rentang nilai sebesar 0-1, dimana semakin

mendekati 1, mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi (Verry Good Fit

). Nilai yang direkomendasikan adalah CFI > 0,95. Keunggulan dari index ini

besarnya tidak dipengarui oleh ukuran sampel karena itu sangat baik untuk

mengukur tingkat penerimaan sebuah model. Indeks CFI adalah identik

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Defenisi Operasional Dan Pengukuran Variabel 4.1.1. DISKRIPSI HASIL PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan dari 112

nasabah kartu kredit Bank Mandiri Di Surabaya. Data diperoleh

menggunakan istrumen kuisioner, setelah itu dilakukan pengujian terhadap

validitas dan reliabilitas instrumenya. Dari hasil analisa diketahui item

pertanyaan yang disajikan valid dan reliabel, sehingga dari 112 kuisioner

yang disebarkan semuaanya memenuhi syarat, selanjutnya data akan diolah

dan dianalisis menggunakan Struktural Equation Modeling sebagaimana

disarankan hair (1998) dan Benter (1996)

1. Deskripsi Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada 112 nasabah kartu

kredit Bank Mandiri atau responden diperoleh gambaran berdasarkan jenis

Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin Frekuensi Persentase

Pria 72 80,6%

Wanita 40 44,8%

Sumber : Hasil Penyebaran Kuesioner

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa sebagian besar responden dalam

penelitian ini berjenis kelamin Wanita sebanyak 72 orang atau 80,6% ,dan

berjenis kelamin pria sebanyak 40 orang atau 44,8%.

2. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner kepada 112 nasabah atau

responden diperoleh gambaran berdasarkan usia sebagai berikut :

Tabel 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persentase

20 – 29 34 38,08%

30 – 39 64 71,68%

40 – 49 14 15,68%

Total 112 100%

Berdasarkan table diatas diketahui bahwa sebagian besar

responden dalam penelitian ini berusia antara 20 – 29 tahun adalah yaitu

sebanyak 34 orang atau sebesar 38,08 %, sisa responden berusia 30 – 39

tahun sebanyak 64 orang atau sebesar 15,68 % dan responden yang berusia

40 – 49tahun sebanyak 14 orang atau sebesar 15,68%.

4.1.2. Diskripsi Kualitas Layanan. 4.1.2.1. Tangibel (X1)

Hasil Tanggapan Responden terhadap Variabel Berwujud

Tangibel (X1) dapat dilihat pada tabel berikut ini :

1 2 3 4 5 6 7

0 4 14 20 35 27 12 112

0% 3.50% 12.50% 17.80% 31.20% 24.10% 10.70% 100% 1

Kartu kredit Bank Mandiri tidak banyak bermasalah jika digunakan bertransaksi

TABEL 4.3

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Tangibel (X1)

SKOR JAWABAN

SKOR PERTANYAAN

NO

Sumber : Data diolah

Berdasarkan tabel 4.3 dijelaskan sebagai berikut :Indikator dari

tangible, yaitu Kartu kredit Bank Mandiri tidak banyak bermasalah jika

digunakan bertransaksi, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan

jumlah responden sebanyak 35 responden atau 31,2%, kemudian

terbanyak kedua terdapat pada skor 6 dengan jumlah resonden 27 atau

24,10%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab sangat setuju

dengan Kartu kredit Bank Mandiri tidak banyak bermasalah jika

yang menjawab setuju sebanyak 24 atau sebanyak 24% dan yang

menjawab kurang setuju sebanyak 4 responden atau 3,5% mendapat

respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 35

responden atau 31,2%

4.1.2.2. Keandalan Reliabelity (X2)

Hasil Tanggapan Responden terhadap Variabel Keandalan

Reliabelity (X2) dapat dilihat pada tabel berikut ini :

1 2 3 4 5 6 7 0 2 11 15 36 28 20 122 0% 1. 70% 9. 8% 13. 3% 32. 14% 25% 17. 8% 100% 0 2 7 22 33 29 19 122 0% 1. 7% 6. 25% 19. 6% 29. 4% 25. 8% 16. 9% 100% 0 3 10 18 36 31 14 122 0% 2. 6% 8. 9% 16% 32. 1% 27. 6% 12. 5% 100% TABEL 4.4 SKOR JAWABAN SKOR PERTANYAAN NO

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Reliabelity (X2)

1

Pengiriman lembar tagihan bulanan (billing statement) kartu kredit Bank Mandiri selalu tepat waktu

2

Kemampuan karyawan memberikan pelayana kepada nasabah kartu kredit Bank mandiri

3

Keterampilan staf customer service Bank Mandiri dalam menghadapi permasalahan nasabah kartu kredit. Sumber : Data diolah

Berdasarkan tabel 4.4 dijelaskan bahwa pada item pertanyaan

Pengiriman lembar tagihan bulanan (billing statement) kartu kredit Bank

Mandiri selalu tepat waktu, mendapat respon terbanyak pada skor 5

dengan jumlah responden sebanyak 36 responden atau 32,14%, Artinya,

sebagian besar responden merasa agak setuju dengan ketepatan waktu

Mandiri kepada nasabahnya. Pada item pertanyaan Kemampuan

karyawan memberikan pelayana kepada nasabah kartu kredit Bank

mandiri. mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah

responden sebanyak 33 responden atau 29,4% Artinya, sebagian besar

responden merasa agak setuju dengan kemampuan karyawan

memberikan pelayana terhadap nasabah kartu kredit Bank mandiri. dan

pada item pertanyaan Keterampilan staf customer service Bank Mandiri

dalam menghadapi permasalahan nasabah kartu kredit. respon terbanyak

pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 36 responden atau

32,1% Artinya, sebagian besar responden merasa agak setuju dengan

Keterampilan staf customer service.

4.1.2.3. Responsivenes (X3

Hasil Tanggapan Responden terhadap Variabel Responsivenes

(X ) 3 1 2 3 4 5 6 7 0 6 8 17 38 26 17 112 0% 5. 35% 7. 14% 15. 1% 33. 9% 23. 2% 15. 17% 100% 0 3 9 28 32 25 15 112 0% 2. 67% 8. 03% 25% 28. 5% 22. 3% 13. 3% 100% 2

Karyawan mampu untuk menyelesaikan keluhan dari nasabah kartu kredit sesuai dengan harapan nasabah.

Staf customer service Bank Mandiri selalu cepat dan tanggap dalam menangani keluhan nasabah melalui call center maupun langsung datang di Regional Card Center.

1 TABEL 4.5 SKOR JAWABAN SKOR PERTANYAAN NO

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Responsivness(X3)

)dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Sumber : Data diolah

Berdasarkan tabel 4.5 dijelaskan bahwa pada item Staf

menangani keluhan nasabah melalui call center maupun langsung datang

di Regional Card Center., mendapat respon terbanyak pada skor 5

dengan jumlah responden sebanyak 38 responden atau 33,9%, Artinya,

sebagian besar responden merasa agak setuju dengan Staf customer

service Bank Mandiri yang selalu cepat dan tanggap dalam menangani

keluhan nasabah melalui call center maupun langsung datang di

Regional Card Center. dan Pada item pertanyaan Karyawan mampu

untuk menyelesaikan keluhan dari nasabah kartu kredit sesuai dengan

harapan nasabah mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah

responden sebanyak 32 responden atau 28,5% Artinya, sebagian besar

responden merasa agak setuju dengan Karyawan mampu untuk

menyelesaikan keluhan dari nasabah kartu kredit sesuai dengan harapan

nasabah.

4.1.2.4. Assurance (X4

Hasil Tanggapan Responden terhadap Variabel Assurance (X

) 4 1 2 3 4 5 6 7 0 3 7 21 37 30 14 112 0% 2. 6% 3. 57% 18. 75% 30. 35% 26. 78% 17. 8% 100% 0% 3 8 30 41 20 10 122 0% 4. 46% 7. 14% 16. % 26. 7% 30. 3% 15. 1% 100% 1 Bank Mandiri memberikan jaminan keamanan

terhadap nasabah dalam bertransaksi Fasilitas asuransi bagi nasabah kartu kredit Bank Mandiri dapat memberikan manfaat yang optimal.telepon.

2

TABEL 4.6

SKOR JAWABAN MEAN

SKOR PERTANYAAN

NO

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Assurance (X5)

)

dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Berdasarkan tabel 4.6 dijelaskan bahwa pada item Bank

Mandiri memberikan jaminan keamanan terhadap nasabah dalam

bertransaksi, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah

responden sebanyak 37 responden atau 30,5%, Artinya, sebagian besar

responden merasa agak setuju dengan pertanyaan bahwa Bank Mandiri

memberikan jaminan keamanan terhadap nasabah dalam bertransaksi.

dan Pada item pertanyaan Fasilitas asuransi bagi nasabah kartu kredit

Bank Mandiri dapat memberikan manfaat yang optimal mendapat respon

terbanyak pada skor 6 dengan jumlah responden sebanyak 32 responden

atau 30,3% Artinya, sebagian besar responden merasa optimal dengan

Fasilitas asuransi kartu kredit Bank Mandiri.

4.1.2.4. Empathy (X5

Hasil Tanggapan Responden terhadap Variabel Empathy (X

) 5 1 2 3 4 5 6 7 0 3 7 21 37 30 14 112 0 2. 6% 6. 25% 18. 75% 33. % 26. 7% 12. 5% 100% 0% 3 8 30 41 20 10 122 0% 2. 6% 7. 1% 26. 7% 36. 6% 17. 8% 8. 9% 100% 1 Staf Customer service Regional Card Center Bank Mandiri Surabaya selalu peduli dengan

kebutuhan nasabah

Bank Mandiri Menjaga komunikasi dan perhatian yang baik kepada nasabah kartu kredit baik melalui surat maupun telepon. 2 TABEL 4.7 SKOR JAWABAN SKOR PERTANYAAN NO

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Empathy (X5)

)

dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Sumber

Berdasarkan tabel 4.7 dijelaskan bahwa pada item Staf Staf

Customer service Regional Card Center Bank Mandiri Surabaya selalu

peduli dengan kebutuhan nasabah., mendapat respon terbanyak pada skor

5 dengan jumlah responden sebanyak 37 responden atau 33%, Artinya,

sebagian besar responden merasa agak setuju dengan Staf Customer

service Regional Card Center Bank Mandiri Surabaya selalu peduli

dengan kebutuhan nasabah dan Pada item pertanyaan Bank Mandiri

Menjaga komunikasi dan perhatian yang baik kepada nasabah kartu

kredit baik melalui surat maupun telepon. mendapat respon terbanyak

pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 41 responden atau

36,6% Artinya, sebagian besar responden merasa agak setuju dengan

Karyawan mampu untuk menyelesaikan keluhan dari nasabah kartu

kredit sesuai dengan harapan nasabah.

4.1.2.5.Atribut Related to The Produc (Y1)

Hasil Tanggapan Responden terhadap Kepuasan Nasabah

tentang Produc (Y1)dapat dilihat pada tabel berikut ini :

1 2 3 4 5 6 7 0 2 11 28 37 20 14 112 0% 1. 7% 9. 8% 25% 33% 17. 8% 12. 5% 100% 0 0 1 11 40 52 8 5.49107 0% 0% 0. 89% 9. 8% 35. 7% 46. 4% 7. 1% 100% 1

Fasilitas yang diberikan oleh pihak Bank Mandiri di Surabaya lebih baik dari yang anda keluarkan

2

Macam-macam fitur produk yang ditawarkan Bank Mandiri (Mandiri Power cash, Mandiri Power buy, Mandiri Power Bill, Mandiri Protection,dll) TABEL 4.8 SKOR JAWABAN SKOR PERTANYAAN NO

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Produk(Y1)

Berdasarkan tabel 4.8 dijelaskan bahwa pada item pertanyaan

Fasilitas yang diberikan oleh pihak Bank Mandiri di Surabaya lebih baik

dari yang di keluarkan oleh nasabah kartu kredit Bank Mandiri,

mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden

sebanyak 37 responden atau 33%, Artinya, sebagian besar responden

merasa agak setuju dengan pertanyaan bahwa Fasilitas yang diberikan

oleh pihak Bank Mandiri di Surabaya lebih baik dari yang di keluarkan

oleh nasabah. dan Pada item pertanyaan Macam-macam fitur produk

yang ditawarkan Bank Mandiri (Mandiri Power cash, Mandiri Power

buy, Mandiri Power Bill, Mandiri Protection,dll) mendapat respon

terbanyak pada skor 6 dengan jumlah responden sebanyak 52 responden

atau 46,4% Artinya, sebagian besar responden merasa Macam-macam

fitur produk yang ditawarkan Bank Mandiri (Mandiri Power cash,

Mandiri Power buy, Mandiri Power Bill, Mandiri Protection,dll)

program-program yang ditawarkan manjemen Bank Mandiri menarik

bagi nasabah kartu kredit dan banyak keuntungan yang di ambil dari

program tersebut.

4.1.2.6.Attribute Related to Service (Y2)

Hasil Tanggapan Responden terhadap Kepuasan Nasabah

tentang Attribute Related to Service(Y2)dapat dilihat pada tabel berikut

1 2 3 4 5 6 7 0 0 3 14 35 38 22 112 0% 0% 2.67% 12.5% 31.25% 33.9% 19.6% 1 0 0 1 25 17 46 23 112 0 0 0.8% 22.3% 15.1% 41.% 20.5% 100% 1

Kemampuan karyawan Bank Mandiri di Surabaya dalam menangani komplain atau keluhan nasabah cukup baik

2

Karyawan Bank Mandiri di surabaya dengan serius dapat memecahkan keluhan-keluhan yang dihadapi oleh nasabah kartu kredit

TABEL 4.9

SKOR JAWABAN

SKOR PERTANYAAN

NO

Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Service(Y2)

Sumber

Berdasarkan tabel 4.9 dijelaskan bahwa pada item pertanyaan

Kemampuan karyawan Bank Mandiri di Surabaya dalam menangani

komplain atau keluhan nasabah cukup baik mendapat respon terbanyak

pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 38 responden atau

33,9%, Artinya, sebagian besar responden merasa baik dengan

pertanyaan bahwa Kemampuan karyawan Bank Mandiri di Surabaya

dalam menangani komplain atau keluhan nasabah kartu kredit Bank

Mandiri baik. dan Pada item pertanyaan Karyawan Bank Mandiri di

surabaya dengan serius dapat memecahkan keluhan-keluhan yang

dihadapi oleh nasabah kartu kredit mendapat respon terbanyak pada skor

6 dengan jumlah responden sebanyak 46 responden atau 41% Artinya,

sebagian besar responden merasa Karyawan Bank Mandiri di surabaya

Dokumen terkait