1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah suatu alat analisis peramalan nilai peramalan nilai pengaruh dua variable bebas (independen) untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variable independen (𝑋1, 𝑋2,….𝑋3) dengan variabel dependen (Y). analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu sistem pengupahan (𝑥1) dan Jaminan sosial tenaga kerja (𝑥2) terhadap variabel terikatnya yaitu motivasi karyawan (Y). Persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan :
Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X1 dan X2= Variabel Independen
a= konstanta (nilai Y apabila X1 ,X2 = 0)
b= koefisien regresi (nilai peningkatan atau penurunan)
Berikut hasil analisis persamaan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 16.0.
Tabel 4.43
Hasil analisis regresi linear berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 25.670 3.858 6.653 .000 Upah .132 .075 .140 1.764 .080 Jamsostek .216 .069 .248 3.123 .002
Berdasarkan hasil output coefficients diatas diperoleh persamaan regresi yang terbentuk adalah:
Y = a + b1X1 + b2X2
Y=25,670+0,132X1+0,216X2
Dari analisis regresi diatas dapat diketahui bahwa:
a. Nilai konstanta a sebesar 25,670. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat sistem pengupahan (𝑥1) bernilai nol maka motivasi karyawan akan bernilai 25,670.
b. Nilai koefisien regresi variabel sistem pengupahan ( b1 ) sebesar 0,132 menunjukkan bahwa ketika terjadi peningkatan sistem pengupahan sebesar 1 satuan maka motivasi karyawan juga akan meningkat sebesar 0,132 satuan (dengan asumsi variabel nilai lainnya tetap)
c. Nilai koefisien regresi variabel jaminan sosial kerja (b2) bernilai positif yaitu 0,216. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap peningkatan jaminan sosial tenaga kerja sebesar 1 satuan, maka motivasi karyawan juga meningkat sebesar 0,216 (dengan asumsi variabel nilai lainnya tetap). d. Nilai koefisien regresi variabel sistem pengupahan (b1) dan jaminan
sosial tenaga kerja (b2) bernilai positif artinya terdapat hubungan positif antara sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja. Semakin tinggi sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja, maka semakin meningkat pula motivasi karyawan dan begitu pula sebaliknya.
2. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase pengaruh variabel indevenden secara serentak terhadap variabel devenden.
R2 = r2 x 100% Keterangan:
R2 = Koefisien determinasi r2 = koefisien korelasi
Tabel 4.45
Tabel hasil uji koefisien determinasi
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .722a .521 .515 2.990
a. Predictors: (Constant), JAMINAN, UPAH
(sumber : Data Primer, diolah tahun 2016)
Berdasarkan Tabel 4.45 model Summary diatas , nilai regresi R Square (r2) yang diperoleh adalah 0,521. Angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh sistem pengupahan dan jaminan sosial kerja terhadap motivasi karyawan dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
R = r2 x 100% = 0,521 x 100% = 52,1%
Berdasarkan dari hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai 52,1%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pengaruh sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja memberikan kontribusi 52,1% terhadap motivasi karyawan dan sisanya sebesar 47.9% dikontribusi oleh faktor lain.
3. Pengujian secara parsial (Uji t)
Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel indevenden secara individual (parsial) terhadap variabel dependen. Adapun rumus uji t adalah sebagai berikut:
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔= 𝑛−2
𝑟
1−𝑟2 Keterangan :
R = koefisien korelasi hasil 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 n = Jumlah responden
Tabel 4.46 Hasil uji parsial (uji t)
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 25.670 3.858 6.653 .000 Upah .132 .075 .140 1.764 .080 Jamsostek .216 .069 .248 3.123 .002
a. Dependent Variable: motivasi
(sumber:Data primer, diolah tahun 2016)
a. Pengaruh antara sistem pengupahan dengan motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
Hipotesisnya adalah sebagai berikut:
Ho : tidak terdapat pengaruh positif antara sistem pengupahan dengan motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
Ha : terdapat pengaruh positif antara sistem pengupahan dengan motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
Berdasarkan hasil output coefficients diatas dapat diperoleh angka thitung sebesar 0,1764. Untuk nilai ttabel ditentukan berdasarkan tingkat signifikansi yang digunakan derajat kebebasan dk= n-2 (161-2)=159 dengan taraf kesalahan α= 0,05 dan dapat diperoleh ttabel sebesar 1,65437 (lihat tablet pada lampiran)
Keputusan hipotesisnya adalah sebagai berikut: Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Berdasarkan nilai t hitung sebesar 1,764 dan ttabel sebesar 1,65437. maka diketahui bahwa thitung> ttabel (1,764 > 1,65437 Dengan demikian keputusan hipotesisnya adalah H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti dapat diketahui bahwa sistem pengupahan berpengaruh positif secara parsial dan signifikan terhadap motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
b. Pengaruh antara jaminan sosial tenaga kerja dengan motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
Hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H0 :tidak terdapat pengaruh positif antara jaminan sosial tenaga kerja dengan motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) Jatiwangi Majalengka.
Ha : terdapat pengaruh positif antara jaminan sosial tenaga kerja dengan motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
Berdasarkan hasil output coefficients diatas dapat diperoleh angka thitung sebesar 3,123 . Untuk nilai ttabel ditentukan berdasarkan tingkat signifikansi yang digunakan derajat kebebasan dk= n-2 (161-2)=159 dengan taraf kesalahan α= 0,05 dan dapat diperoleh ttabel sebesar 1,65437 (lihat tablet pada lampiran).
Keputusan hipotesisnya adalah sebagai berikut: Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Berdasarkan nilai thitungsebesar 3,123 dan ttabel sebesar 1,65437 maka diketahui bahwa thitung > ttabel (3,123>1,65437). Dengan demikian keputusan hipotesisnya adalah H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti dapat diketahui bahwa jaminan sosial tenaga kerja berpengaruh positif secara parsial dan signifikan terhadap motivasi karyawan PT Wijaya Karya (Wika) beton Jatiwangi Majalengka.
4. Pengujian secara simultan (Uji F)
Uji ini digunakan untuk mengetahui variabel indevenden (x1,x2…,xn) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Fhitung dicari dengan rumus sebagai berikut:
Fhitung = 𝑅2
1−𝑅2 (𝑛−𝑘−1)
Keterangan :
R2 = Koefisien determinasi N = Jumlah data
K = Jumlah Variabel Indevenden
Tabel 4.47
Hasil uji secara simultan (Uji F)
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 102.662 2 51.331 9.160 .000a
Residual 885.400 158 5.604
Total 988.062 160
a. Predictors: (Constant), jamsosker, upah b. Dependent Variable: motivasi
(sumber : Data Primer , diolah tahun 2016)
Berdasarkan hasiloutput ANOVA diatas diperoleh nilai Fhitung sebesar 9,160 dan nilai Ftabel dapat diketahui dari kolom df nilai df1 (pembilang) yang merupakan jumlah variabel bebas sedangkan df2 (penyebab) diperoleh dari (n-k-1) 161-2-1=158. Dimana K adalah jumlah variabel (bebas+terikat) dan n adalah jumlah observasi/sampel pembentuk regresi. Sehingga nilai df1=2 dan df=158 dengan nilai signifikan dua arah menjadi 0,05 maka nilai untuk Ftabel sebesar 3,05 (lihat pada tabel F pada lampiran).
H0 : variabel X1 (sistem pengupahan) dan X2 (jaminan sosial tenaga kerja) secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan pada variabel Y (Motivasi karyawan) PT Wijaya Karya beton jatiwangi Majalengka. Ha :variabel X1 (sistem pengupahan) dan X2 (jaminan sosial tenaga kerja)
secara bersama-sama berpengaruh signifikan pada variabel Y (Motivasi Karyawan) PT Wijaya Karya beton Jatiwangi Majalengka.
Keputusan hipotesisnya adalah sebagai berikut: Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Berdasarkan nilai Fhitung sebesar 9,160 dan Ftabel sebesar 3,05 maka diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (9,160 > 3,05). Dengan demikian keputusan hipotesisnya adalah H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti Variabel X1 (Sistem pengupahan) dan X2 (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Variabel Y (Motivasi karyawan). F. Analisis Ekonomi
Manusia merupakan faktor penggerak instansi dalam mencapai tujuan instansi, dimana manusia yang mengambil keputusan dalam menjalankan suatu instansi. Keberhasilan suatu instansi sangat ditentukan oleh kemampuan instansi dalam mengatur pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien, guna mencapai tujuan instansi tersebut. Tujuan didefinisikan sebagai apa yang diharapkan untuk dicapai oleh organisasi, fungsi, departemen dan individu dalam suatu periode tertentu.
Maju mundurnya suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh karyawan, karena karyawan merupakan bagian terpenting di suatu perusahaan. Tanpa mereka suatu perusahaan tertentu tidak akan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Begitu juga kontribusi dari perusahaan sangat diharapkan demi memotivasi karyawan tersebut yang bisa disalurkan dari segi sistem pengupahan maupun dalam hal perlindungan jiwa karyawannya.
Karyawan perlu diberikan motivasi agar tetap mau bekerja pada perusahaan sampai pensiun. Untuk mempertahankan karyawan ini diberikan penghargaan/kompensasi, pelengkap/gaji. Kesejahteraan yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan beserta keluarganya. Pemberian kesejahteraan akan menciptakan ketenangan, semangat kerja, dedikasi, disiplin dan sikap loyal karyawan terhadap perusahaan
Upah memegang peranan yang sangat penting terhadap pekerja dan juga bagi kelangsungan hidup perusahaan.Upah merupakan salah satu bentuk dari kompensasi, dimana pekerja menerima imbalan dari pemberi kerja atas pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Upah memegang peranan yang sangat penting terhadap pekerja dan juga bagi kelangsungan hidup perusahaan. Dengan semakin ketatnya persaingan bisnis mengakibatkan perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu bersaing, dan salah satu alat yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah upah. Jika sistem upah dirasakan adil dan kompetitif oleh pekerja, maka perusahaan akan lebih mudah untuk menarik pekerja yang potensial, mempertahankannya, dan memotivasi agar lebih meningkatkan kinerjanya. Sehingga produktivitas meningkat.
Berdasarkan uraian diatas yang menjadi faktor lain yang sering dikeluhkan oleh karyawan ialah jaminan atas mereka khususnya jaminan sosial tenaga kerja, tidak ada karyawan ataupun pekerja yang berharap sakit apalagi sampai meninggal akan tetapi itu akan terjadi dan menimpa karyawan/pekerja. Oleh sebab itu untuk mengurangi resiko dan tanggungan kecelakaan, sakit dan kematian perlu adanya jaminan sosial bagi karyawan /pekerja.
Secara parsial menunjukkan bahwa sistem pengupahan berpengaruh positif dan signifikan memberikan dampak terhadap
motivasi karyawan begitu pula dengan jaminan sosial tenaga kerja yang juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi karyawan. Hal ini berdasarkan pada t hitung sebesar 1,764 pada sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja sebesar sebesar 3,123. Artinya hasil ini mengindikasikan bahwa ketika perusahaan sangat memperhatikan karyawan baik dalam hal moril maupun materiil, maka kontribusi dari karyawan juga akan sangat baik dalam hal pengabdian jasanya kepada perusahaan. Karena kedua pihak saling membutuhkan dan sangat mempengaruhi. Ketika perusahaan membutuhkan karyawan untuk memajukan nama baiknya, begitu juga karyawan yang motif dasar nya mereka bekerja untuk mendapatkan upah. Dari hal ini yang sangat harus diperhatikan pimpinan untuk karyawannya adalah ketika memotivasi karyawan agar suatu perusahaan bisa mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja bagi karyawannya, karena ketika keduanya telah terealisasi, maka karyawan akan merasa semangat tenang ketika bekerja, yang tentunya akan menguntungkan juga bagi perusahaan karena akan sangat berdampak pada produktivitas perusahaan.
Hasil penelitian secara simultan (bersama-sama) Variabel X1 (Sistem pengupahan) dan X2 (jaminan sosial tenaga kerja) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y (Motivasi Karyawan). Hal ini dikarenakan sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja yang terdapat di suatu perusahaan sangat mendukung dan mempengaruhi kepada motivasi kerja karyawan.
Pada uji regresi dapat diketahui bahwa sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja memiliki hasil uji koefisien determinasi dengan nilai 52,1%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pengaruh sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja memberikan kontribusi 52,1% terhadap motivasi karyawan dan sisanya sebesar 47,9% dikontribusi oleh faktor lain diantaranya minat, sikap positif, kebutuhan,
motivator, faktor kesehatan kerja, kehormatan dan pengakuan, perilaku yang adil, pimpinan yang cakap, jujur dan berwibawa, suasana kerja yang menarik dan jabatan yang menarik.
Dari penjelasan hasil analisis secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwa faktor sistem pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja dapat mempengaruhi motivasi karyawan. Motivasi merupakan hal yang sangat mendasar yang ada pada diri karyawan. Dengan motivasi yang tinggi dapat mendorong karyawan tersebut agar mencapai kinerja yang lebih maksimal dan bisa memberikan rasa puas bagi karyawan tersebut. Peningkatan motivasi karyawan harus selalu dilakukan dan ditingkatkan oleh atasan. Karena dengan adanya motivasi dari atasan ke bawahan menjadikan lingkungan kerja akan terasa lebih nyaman, hal ini tentunya akan berdampak pada produktivitas perusahaan sendiri yang juga akan meningkatkan pendapatan laba bagi perusahaan dan tentu akan sangat berdampak positif bagi karyawan karena dengan laba perusahaan yang tinggi maka perusahaan akan memberikan bonus tambahan kepada karyawan diluar gaji pokok yang diberikan perusahaan yang akhirnya akan berdampak pula pada peningkatan taraf hidup masyarakat karena dalam bidang perekonomian juga meningkat.