BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisa Data
Menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiono 201: 92-95) Untuk memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian, maka digunakan teknik analisis data sebagai berikut:
1. Reduksi data, yaitu proses pemilihan, perumusan, atau perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis di lapangan dimana proses ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung.
2. Penyajian data, merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan mudah dipahami dan memberikan kemungkinan dilakukannya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan, penyajian data ini menuntut soerang peneliti untuk mampu mentransformasikan data kasar menjadi bentuk tulisan.
3. Verifikasi atau penarikan kesimpulan merupakan sebagian dari seluruh konfigurasi kegiatan penelitian yang utuh dan dapat dilakukan selama penelitian berlangsung, verifikasi ini mungkin sesingkatnya saja.
Kemudian pemikiran yang kembali melintas dalam pikiran peneliti selama ini adalah menulis dan meninjau ulang catatan-catatan lapangan, dimana memakan waktu dan tenaga yang lebih besar. Analisis data dilakukan berdasarkan pada pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada penelitian yang bersifat deskriptif terhadap data-data yang berasal dari hasil wawancara dan observasi (pengamatan). Dari keabsahan data yang telah didapatkan tersebut maka dilakukan pemeriksanaan dan diverifikasi sesuai dengan keperluan penelitian. Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan triangulasi yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.
G. KEABSAHAN DATA
Triangulasi bermakna silang yakni mengadakan pengecekan akan kebenaran data yang akan dikumpulkan dari berbagai sumber data, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yang lain, serta pengecekan pada waktu yang berbeda.
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek pada sumber lain keabsahan data yang telah diperoleh sebelumnya.
2. Triangulasi Metode
Dimaksudkan untuk memperoleh data dari satu sumber dengan menggunakan metode atau teknik tertentu, diuji keakuratan atau ketidak akuratannya.
3. Triangulasi Waktu
Triangulasi waktu berkenaan dengan waktu pengambilan data.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Lokasi Penelitian
PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperoleh gambaran bahwasannya bandara ini awalnya dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1935 dengan nama Lapangan Terbang Kadieng. Pada tahun 1950, Lapangan Terbang Kadieng diserahkan pada pemerintah Indonesia dan namanya diubah menjadi Pelabuhan Udara Mandai.
Tahun 1987, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 1/1987, Pelabuhan Udara Mandai berganti nama menjadi Bandar Udara Hasanuddin dan selanjutnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura I. Pada tahun 1994, Bandar Udara Hasanuddin berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Hasanuddin melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 61/1994.
Selanjutnya, pada tanggal 4 Agustus 2008 Bandar Udara Internasional Hasanuddin menempati terminal baru, dan pada tanggal 26 September 2008 diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono serta berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.
a. Visi dan Misi PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Visi PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin adalah “Menjadi bandar udara Transit di Kawasan Timur Indonesia dengan kinerja prima dan dapat dibanggakan”.
Sedangkan misinya adalah:
1. Meningkatkan kualitas pelayanan melalui standarisasi peralatan dan kemampuan sumber daya manusia untuk mencapai kepuasan pelanggan
2. Menambah dan mencari sumber pendapatan baru di bidang non aeronautika terminal dan non terminal
3. Pemenuhan standarisasi internasional terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara
4. Mendukung TTI (Trade, Tourism, dan Investment) di Kawasan Timur Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Selatan pada khususnya.
b. Struktur Organisasi PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Struktur organisasi merupakan aspek yang sangat penting untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen kerj PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Berikut ini adalah struktur organisasi PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Gambar 1. Struktur organisasi PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
c. Peta Wilayah Kerja dan pelayanan Navigasi PT. Angkasa Pura I (Pesero)
Degan melihat sebaran wilayah kerja dan pelayanan navigasi PT.
Angkasa Pura I (Persero) yang ada di Indonesia, maka kita dapat memperoleh gambaran tentang seberapa penting posisi PT. Angkasa Pura I (Persero) dalam memberikan pelayanan untuk jasa penerbangan bagi masayrakat Indoensia (domestik) ataupun masyarakat pendatang (Luar Negeri). Wilayah kerja dan pelayanan navigasi PT. Angkasa Pura I (Persero) tersebar di 13 Bandara di Indonesia, yakni:
1. Bandara Achmad Yani 2. Bandara Adi Sutjipto 3. Bandara Adi Sumarmo 4. Bandara Juanda
5. Bandara Selaparang 6. Bandara Ngurah Rai 7. Bandara Pattimura 8. Bandara Frans Kaisiepo 9. Bandara EL Tari
10. Bandara Sultan Hasanuddin 11. Bandara Sam Ratulangi 12. Bandara Syamsuddin Noor 13. Bandara Sepinggan
Sebaran wilayahnya, dapat kita lihat melalui peta berikut ini:
Gambar 2.Peta Wilayah Kerja dan pelayanan Navigasi PT.Angkasa Pura I (Persero)
Sumber: (Selayang Pandang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin) 2013.
PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebagai salah satu perusahaan BUMN di Indonesia memiliki kewajiban untuk melakukan kegiatan tanggung jawab korporasi pada lingkungan sosial. Berdasarkan UU No.19 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Negara BUMN No.4 Tahun 2007, PT. Angkasa Pura I (Persero) menjalankan program “Pembinaan Mitra Usaha Kecil” di beberapa wilayah operasi perusahaan tersebut. Salah satunya adalah program “Pembinaan Mitra Usaha Kecil“.
Divisi Keuangan mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan, mengendalikan dan melaporkan kegiatan akuntansi bandar udara,
perbendaharaan, anggaran dan PKBL (Kemitraan dan Bina Lingkungan), gudang persediaan dan inkaso. Divisi keuangan terdiri dari lima dinas yaitu : a. Dinas Akuntansi Dinas ini mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan,
mengendalikan dan melaporkan kegiatan pencatatan dan pelaporan akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi persediaan aktiva tetap dan penghapusan aktiva.
b. Dinas Perbendaharaan Dinas ini mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan, mengendalikan dan melaporkan kegiatan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas/bank, administrasi dan penyimpanan surat berharga, bukti-bukti kekayaan perusahan serta penghapusan aktiva, pengelolaan hutang, dana, perpajakan, pemotongan dan penyetoran iuran pegawai dan kegiatan administrasi keuangan lainnya.
c. Dinas Anggaran dan PKBL (Kemitraan dan Bina Lingkungan) Dinas ini mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan, mengendalikan dan melaporkan kegiatan penyusunan, pengendalian dan pelaporan anggaran, pengelolaan penyaluran dana PKBL (Kemitraan dan Bina Lingkungan) melalui proses seleksi yang tepat serta pengendalian PKBL sehingga dapat dicapai tingkat pengembalian dana program kemitraan serta asas manfaat yang paling optimal bagi mitra binaan perusahaan.
d. Dinas Gudang Persediaan Dinas ini mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan, mengendalikan dan melaporkan kegiatan pengelolaan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang persediaan di gudang, beserta administrasi pendukungnya.
e. Dinas Inkaso Dinas ini mempunyai tugas menyiapkan, melaksanakan, mengendalikan dan melaporkan kegiatan pengelolaan penagihan atau penagihan piutang dari para pengguna jasa perusahaan.
Program CSR PT. Angkasa Pura I (Persero) dijalankan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), program tersebut telah dilakukan PT. Angkasa Pura I (Persero) sejak tahun 2002. Hingga saat ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) telah mengeluarkan dana untuk program PKBL tersebut hingga Milyaran.
Program PKBL dengan tema “Pembinaan Mitra Usaha Kecil” tersebut diberikan kepada masyarakat yang memiliki usaha kecil yang kekurangan dalam hal pendanaan usahanya. Para pengusaha tersebut diberikan pelatihan dan pendidikan dasar mengenai kegiatan ekonomi dan pengembangan bisnis oleh pakar-pakar ekonomi dan bisnis. Kemudian pengusaha-pengusaha tersebut diberikan pinjaman dana lunak sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha yang mereka jalankan. Para pengusaha tersebut akan terus diberikan pelatihan dan pinjaman lunak, serta pembinaan hingga mereka dapat berkembang menjadi pengusaha yang besar dan mandiri.Pinjaman dana dihentikan bagi pengusaha-pengusaha yang tidak dapat mengembangkan usahanya atau pengusaha yang tidak dapat mengembalikan pinjaman tersebut.
B. Bagaimana PelaksanaanCorporate Social Responsibility (CSR)pada PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar?
1. Pemberdayaan SDM
PT. Angkasa Pura I (Persero) memiliki komitmen dalam berperan aktif untuk menciptakan bangsa yang mandiri dan berkarakater.
Masyarakat membutuhkan pengembangan kualitas dan kesempatan memperoleh pendidikan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang terbaik di Indonesia. Merupakan tanggung jawab semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada generasi Indonesia yang berprestasi, untuk mendapatkan pendidikan berkualitas agar kelak dapat menjadi pemimpin bangsa yang tangguh dan berkarakter hingga menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia yang mampu berkontribusi secara positif di tingkat global.
“Wawancara responden mengatakan bahwa PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menyerahkan hibah bina lingkungan (CSR) yang diberikan kepada perwakilan penerima bantuan untuk renovasi sarana dan prasarana pendidikan dalam bentuk pemasangan paving blok di SD Kadieng, pembuatan meubelair ruang kelas di SD Angkasa Pura dan renovasi musholla di SD Angkasa II dengan total nilai sebesar Rp. 71.123 juta”.
(WI, 25-10-2014)
Program inidapat tercapai melalui pendidikan yang berkualitas bagi murid Indonesia berprestasi, penciptaan lapangan kerja melalui pengembangan kewirausahaan, pencerahan masyarakat umum melalui pemberdayaan perempuan, serta program bantuan kemanusiaan.
“Wawancara responden lain mengatakan bahwa penerima bantuan 23 sekolah di Kabupaten Maros yang akan menerima bantuan dana untuk pembentukan kantin kejujuran di sekolah-sekolah dengan total nilai sebesar Rp. 84.100 juta”.(WI, 25-10-2014)
PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memberikan bantuan bahan pokok secara gratis untuk 8 delapan desa dan kelurahan yang berbatasan langsung dengan Bandar Udara yaitu Penyerahan Beasiswa untuk 200 dua ratus siswa Sekolah Dasar di sekitar Wilayah Kerja Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar Maros 19 Februari 2012 Untuk ketiga kalinya PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memberikan bantuan untuk peningkatan kualitas pendidikan bagi warga masyarakat di sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Penyediaan Media Promosi untuk Mitra Binaan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Program Kemitraan yang merupakan bagian dari kegiatan unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL yang dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
2. Pemberdayaan Ekonomi
Sebelum penyerahan pinjaman mitra binaan, lebih dulu peserta penerima diikutkan dalam pelatihan kewirausahaan dan manajemen yang diselenggarakan di Balai diklat kesehatan.Adapun Widya Iswaranya semuanya berasal dari balai diklat keuangan Makassar.
“Wawancara responden mengatakan bahwa Pelatihan Perencanaan dan Pengembangan Usaha yang dilaksanakan pada program Coorporate Social Responsibility ini diselenggarakan untuk memberi pelatihan bagi para pengusaha kecil dan koperasi yang bekerjasama denganPT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.” (MR, 25-9-2014)
Pelaksanaan program pada tahun 2014 menyalurkan dana program kemitraan (CSR) pinjaman lunak sebesar Rp2,9 miliar untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dana kemitraan tersebut tahap pertama sebesar Rp730 juta. untuk 30 mitra binaan masing-masing 25 UKM mitra binaan di Kabupaten Maros dan lima mitra binaan di Makassar.
“Menurut wawancara responden penanggung jawab penyaluran dana kemitraan (CSR) PT Angkasa Pura I (persero)Bandara Internasonal Sultan Hasanuddin Makassar mengatakan, penyaluran dana kemitraan meningkat dari Rp2,7 miliar pada 2013 menjadi Rp2,9 miliar pada 2014 yang akan disalurkan dalam tiga tahap”. (WI, 25-10-2014)
PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasonal Sultan Hasanuddin Makassar kini membina sebanyak 1.084 mitra binaan dengan berbagai unit usaha antara lain industri, tambak, bidang pertanian dan industri rumah tangga. Sedangkan penyaluran tahap kedua pada bulan Juli 2014.
PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar menyerahkan bantuan kepada 30 pengusaha kecil dan koperasi lewat Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahap kedua 2014. Finance and IT Departement Head, Kukuh menyebutkan dana PKBL yang disalurkan sebesar Rp 730.000.000.Dana tersebut terbagi dua, yakni untuk program kemitraan untuk Kota Makassar (Rp 130 juta) dengan jumlah penerima 5 mitra binaan dan bina lingkungan
(Rp 600 juta) yang diperuntukkan bagi 25 Mitra Binaan di Kabupaten Maros.
Total pinjaman kemitraan 2014 Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada tahun 2014 senilai Rp2,9 miliar. Adapun Mitra binaan yang diberi modal usaha yakni dari berbagai sektor usaha seperti industri, pertanian, kerajinan, tambak dan sebagainya. Ini merupakan pinjaman lunak flat setahun dengan bunga enam persen, dan nanti pada tahun kedua baru diangsur, dengan lama pengembalian tiga tahun.
Program ini membantu pengusaha kecil yang membutuhkan dana dengan bunga kecil. Prioritas pendanaan adalah mereka yang berada di sekitar bandara
Pemberian bantuan CSR program kemitraan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran.
Diharapkan agar dana pinjaman bergulir tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan dikembalikan untuk diberikan kepada pengusaha lainnya yang membutuhkan.
“Wawancara respondensalah seorang penerima pinjamandari Desa Kaemba, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros mengaku senang dan sangat membantu dengan adanya pinjaman dari PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, karena bisa digunakan untuk menambah modal usahanya.”(S, 26-10-2014).
Responden mempunyai usaha budidaya kepiting sisa ekspor. Dia membeli kepiting lembek dengan harga Rp40 ribu per ekor, kemudian diternakkan lagi dalam waktu seminggu sehingga harganya naik menjadi Rp80 ribu per ekor.
PT Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar tidak hanya melaksanakan pemberian pinjaman Modal Kerja atau Investasi untuk usaha kecil yang mengajukan permohonan pinjaman kemitraan. Disamping memberikan Pinjaman Kemitraan unit PKBL senangtiasa berusaha untuk membantu para usaha kecil yang telah menjadi Mitra Binaannya.
Pendamping mitra binaan dari Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Maros. Mengakui kalau kemitraan yang dilakukan oleh PT.
Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar paling baik dari BUMN yang ada baik dari sisi administrasi keuangan maupun pengembangan UKM.
“Wawancara responden mengenai tata carapengajuanbantuan atau kriteria penerima Bantuan Program Bina Lingkungan”. (WI, 25-10-2014)
Kriteria penerima Bantuan Program Bina Lingkungan yaitu lembaga masyarakat diutamakan berada dalam wilayah kerja perusahaan, baik di Kantor Pusat maupun di Kantor-kantor cabang bandara lainnya. Prosedur yang harus dilaksanakan dalam pemberian Bina Lingkungan yaitu :
- Lembaga masyarakat yang bermohon menyampaikan proposal kepada Direktur Keuangan untuk Kantor Pusat atau General Manager untuk
Kantor Cabang yang dilengkapi dengan Rencana Anggaran Biaya dan foto Objek kegiatan yang dimintakan bantuan.
- Menyampaikan gambar/denah lokasi objek bantuan yang akan dibantu, untuk memudahkan survey lapangan.
Selain sinergi kemitraan dengan BUMN lainnya. PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar juga menjalin sinergi kemitraan denganPT. Bank Mandiridalam Penyaluran Dana Bina Lingkungan.
Syarat umum penerima pinjaman adalah Usaha Kecil yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sedangkan Tata Cara Pengajuan Pinjaman, dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Mengisi formulir permohonan pinjaman
2. Menyerahkan formulir permohonan pinjaman yang telah diisi lengkap dengan dilampiri kelengkapan berkas administrasi.
3. Fasilitas Umum
PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, menyalurkan bantuan dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp408,l Juta. Communication &
Legal Section Head PT Angkasa Pura, selama 2014 Ini, PT Angkasa Pura l sudah melakukan empat kali menyalurkan CSR sekililing kantor pusat.
“Wawancara responden mengatakan bantuan program CSR merinci untuk sarana Ibadah ada Rp85,1 Juta untuk delapan lembaga, sarana dan prasana umum sebanyak dua lembaga dengan penyaluran bantuan Rp l55,4 juta, sarana pendidikan sebanyak enam lembaga dengan penyaluran bantuan sebesar Rpl27,6 Juta”.(RH, 26-9-2014)
Penyerahan juga diberikan kepada desa yang berada di sekitar bandara yang dimana diwakili kepala desa Bajimangai dengan total nilai Rp.740.730.000, untuk renovasi sarana-prasarana umum.
“Wawancara responden mengatakan bahwa bantuan fasilitas umum seperti renovasi masjid, Paving jalan, pemagaran Poskesdes, Posyandu, pembuatan gafura dan pelatihan”. (RH, 26-9-2014).
Adapun renovasi masjid di desa Tenrigangkae, Pavingnisasi jalan warga di desa Bontomatene, pembuatan drainase di desa Tellumpoccoe, pemagaran Poskesdes Tamarunang di desa Bajimangai, pembuatan MCK di desa Marumpa, pembuatan Posyandu di kelurahan Bontoa, pavingnisasi jalan warga serta pembuatan gapura di kelurahan Hasanuddin, dan pelatihan bengkel roda dua untuk pemuda putus sekolah.
4. Kesehatan
PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar akan mengucurkan bantuan Rp miliar untuk wilayah Kabupaten Maros tahun ini Bantuan itu bagian dari program corporate social responsibility (CSR) Tahun ini CSR PT. Angkasa Pura I difokuskan untuk kesehatan dan pendidikan salah satunya dengan mengadakan kendaraan layanan puskesmas keliling.
Program bertajuk IbuAnak Sehat, Bangsa Kuat itu merupakan bagian dari bina lingkungan berupa penyediaan pelayanan bergerak dengan fokus kesehatan ibu dan anak.
“Wawancara responden mengatakan bahwa PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam pelaksanaan program CSR menyediakan empat ambulan yang akan
berkeliling ke posyandu di sekitar bandara, untuk memberikan berbagai pelayanan kesehatan dan pengobatan secara gratis. Kami juga akan menyediakan makanan dan minuman bergizi untuk ibu dan anak,” (TS, 29-9-2014)
Ambulance itu dikirimkan ke Bandara Juanda, Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Bandara Internasional Lombok, dan Banadar Adisutjipto, Yogyakarta. Total nilai bantuan adalah sebesar Rp 1,7 Miliar.
Ambulance dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang terampil dan berkompeten untuk keperluan pelayanan kesehatan dasar, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pencegahan dan penanggulangan diare, serta penanggulangan anemia gizi besi pada wanita usia subur dan pada masa kehamilan, melahirkan dan nifas.
“Wawancara responden lain mengatakan program ini didukung dengan penyediaan obat-obatan, vaksin dan pemberian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan balita.”((TS, 29-9-2014).
Pengoperasian fasilitas kesehatan keliling ini bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan 8 tujuan pembangunan Millenium (Millenium Development Goal’s = MDG’s) sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan pada tahun 2015.
Ada pun sasaran MDG’s ini dua diantaranya adalah menurunkan kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar, Angka Kematian Anak Balita di Indonesia masih tinggi yaitu Indonesia menempati peringkat ke-7 di Negara ASEAN sebelum
Kamboja, Laos dan Myanmar dengan angka kematian sebesar 44 per 1000 kelahiran hidup, dimana targetnya adalah 32 per 1000 kelahiran hidup.
Sedangkan untuk Angka Kematian Ibu di Indonesia saat ini sendiri mencapai 228 kematian per 100.000 kelahiran hidup, dimana target MDG’s untuk Indonesia 102 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menunjukkan masih jauh dari target MDG’s.
5. Sosial Budaya
PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, memberikan informasi kepada pengguna jasa jika berkunjung ke Kota Makassar Sulawesi Selatan, tak lengkap kalau hanya sekedar mendatangi obyek rekreasi tanpa melakukan wisata kuliner.
Mengunjungi Kota Daeng berwisata kuliner ditemani semilir Anging Mammiri. Seperti kota lainnya di wilayah Nusantara ini, Kota Makassar juga memiliki berbagai jenis kuliner, selain tentu saja coto Makassar yang selama ini sudah dikenal. Jadi, wisata kuliner akan melengkapi aneka wisata lainnya seperti wisata alam, wisata sejarah dan wisata budaya.
“Wawancara responden mengatakan bahwa PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menyelenggarakan perayaan Cap Go Meh atau yang biasa disebut Karnival Budaya Nusantara diadakan secara rutin setiap sekali dalam setahun pada hari ke-15 Tahun Baru China di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar”.(MR, 29-9-2014)
Dalam melaksanakan jasa ini, PT Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan HasanuddinMakassar diharapkan bisa menampilkan budaya lokal setempat.Di Makassar, maka budaya lokal Makassar diharapkan muncul tampak di depan konsumen pemakai jasa
pesawat.Perwujudan budaya lokal setempat itulah, yang secara tidak langsung harus disajikan oleh manajemen PT Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di seluruh Indonesia karena keberadaannya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menggunakan jasa penerbangan di setiap pelosok perkotaan di Indonesia.
Hasil penelitian pada pelaksanaan CSR.yaitu penyaluran dana kemitraan, secara keseluruhan dana pinjaman kemitraan yang telah disalurkan oleh PT Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada tahun 2011 mencapai sebesar Rp. 20.165.750.000, dengan jumlah mitra binaan sebanyak 850 mitra Binaan.
Penerima bantuan CSR PT. Angkasa Pura I (persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Penyerahan Pinjaman Kemitraan Tahap Ke 3 Tahun 2012 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Maros 27 Desember 2012 Bertempat di Ruang Rapat Sasana Karya PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar diserahkan Dana Pinjaman Kemitraan Tahap Ke 3 Tahun 2012 kepada 26 dua puluh enam mitra binaan Program Kemitraan dengan jumlah total Pinjaman sebesar Rp 575 Juta Pinjaman Kemitraan tahap Ke 3 ini merupakan rangkaian kegiatan Penyerahan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahap Ke 2 yang telah diserahkan pada tanggal 14 Desember 2012 Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Bandara Sultan Hasanuddin tahun 2012 Makassar 14 Desember 2012 PT. Angkasa Pura I Persero Bandar Udara
Sultan Hasanuddin pada tanggal 14 Desember 2012 bertempat di Aula Balai Diklat Industri.
Pemberian Bantuan Bahan Pokok bagi Keluarga Pra Sejahtera di sekitar Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Untuk meringankan beban masyarakat pra sejahtera di sekitar wilayah kerjanya PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Sultan Hasanuddin memberikan bantuan bahan pokok secara gratis, desa dan kelurahan yang berbatasan langsung dengan Bandar Udara yaitu Penyerahan Beasiswa siswa Sekolah Dasar di sekitar
Wilayah Kerja Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar Maros.
PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memberikan bantuan untuk peningkatan kualitas pendidikan bagi warga masyarakat di sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Penyediaan Media Promosi untuk Mitra Binaan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Program Kemitraan yang merupakan bagian dari kegiatan unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL yang dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura I
Penyediaan Media Promosi untuk Mitra Binaan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Program Kemitraan yang merupakan bagian dari kegiatan unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL yang dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura I